Penulis: Herry Saputra, Alfi Nurakbar, Hendri Praminiarto, Agus Mulyadi, Dedi S. Soegoto
Abstrak
Energi listrik merupakan elemen vital bagi masyarakat Indonesia. Namun, di daerah perbatasan, daerah terbelakang, dan daerah terpencil, akses terhadap listrik tidak merata. Solusi yang tepat diperlukan untuk mengatasi keterbatasan pasokan ini. Penelitian ini bertujuan untuk membangun pembangkit listrik mikrohidro dengan memanfaatkan aliran sungai yang ada. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif, sedangkan analisis kinerja peralatan menggunakan metode deret waktu fuzzy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi mikrohidro dapat menghasilkan daya hingga 40 kW menggunakan empat generator, dengan mengandalkan laju aliran sungai minimum 60 liter per detik. Sistem ini dapat memenuhi kebutuhan 72 rumah tangga dengan masa pakai hingga 15 tahun. Konsep intinya adalah menggunakan aliran sungai untuk menggerakkan turbin, menghasilkan tenaga listrik. Akibatnya, pemerintah dapat meminimalkan biaya pengembangan listrik dari pusat-pusat kota besar. Pada akhirnya, teknologi pembangkit listrik mikrohidro berfungsi sebagai solusi untuk daerah terpencil, terbelakang, dan kurang berkembang, menyediakan akses listrik dan penerangan, serta mendukung kebutuhan hidup masyarakat. © 2024 Taylor’s University. Semua hak dilindungi undang-undang.
Kata kunci penulis
Energi listrik; Deret waktu fuzzy; Pembangkit listrik mikrohidro
Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85184612265