Tag: platform digital

  • Eksplorasi Metode Pemikiran Desain untuk Platform Digital

    Eksplorasi Metode Pemikiran Desain untuk Platform Digital

    Penulis: Rifqi Fahrudin, Marsani Asfi, Sudadi Pranata, Chandra Lukita, Eddy Soeryanto Soegoto, Irfan Dwiguna Sumitra

    Abstrak

    Dalam dunia digital yang serba cepat saat ini, platform digital membentuk interaksi komersial, pendidikan, dan sosial. Meningkatnya persaingan dalam pengembangan platform digital menuntut inovasi berkelanjutan dan pendekatan yang berpusat pada pengguna. Penelitian ini mengeksplorasi integrasi proses pemikiran desain ke dalam desain platform digital, meneliti bagaimana setiap tahap metodologi ini dapat diadaptasi untuk mengatasi tantangan utama seperti kolaborasi multi-pemangku kepentingan dan kompleksitas teknologi. Melalui beberapa studi kasus pengembang platform digital, penelitian kualitatif ini menyelidiki bagaimana Pemikiran Desain mendorong inovasi dan meningkatkan kepuasan pengguna. Penelitian ini berpuncak pada kerangka kerja praktis yang dirancang untuk membantu pengembang mengoptimalkan pengalaman pengguna dan memperkuat keunggulan kompetitif mereka di pasar. Selain itu, temuan ini berkontribusi pada literatur yang ada dengan menyempurnakan penerapan pemikiran desain di lingkungan digital dan menyoroti jalan untuk penelitian lebih lanjut dalam konteks terkait. © School of Engineering, Taylor’s University.

    Kata kunci penulis

    Pemikiran desain; Platform digital; Eksplorasi

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/105001496046

  • Masyarakat 5.0: Optimalisasi Sistem Sosioteknik dalam Pengurangan Kemiskinan

    Masyarakat 5.0: Optimalisasi Sistem Sosioteknik dalam Pengurangan Kemiskinan

    Penulis: Gustiana I. ; Wahyuni W. ; Hasti N.

    DOI: 10.1088/1757-899X/662/2/022019

    Abstrak:

    Penelitian ini bertujuan untuk merancang platform digital sebagai salah satu solusi untuk mengatasi masalah kemiskinan yang ada di masyarakat dengan berbagai penyebab. Kemiskinan merupakan masalah kompleks yang disebabkan oleh multidimensi. Penyebab kemiskinan bukan hanya masalah ketidaksetaraan ekonomi tetapi juga disebabkan oleh masalah sosial, pendidikan, dan kurangnya akses komunikasi. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Sistem Sosioteknik (STS), analisis STS menggunakan enam atribut, yaitu tujuan, masyarakat, bangunan/infrastruktur, teknologi, budaya, dan proses/prosedur. Pendekatan ini (STS) menganalisis pendekatan berdasarkan masalah sosial dan masalah teknis. Hasil akhir penelitian ini menciptakan desain platform digital sebagai ruang publik untuk menangkap partisipasi masyarakat agar dapat peduli dan ingin berbagi dengan masyarakat miskin dalam bentuk kelompok pelatihan kewirausahaan (UKM). Teknologi ini menjadi alat bantu dalam mendidik masyarakat, bukan saingan masyarakat sesuai dengan prinsip masyarakat 5.0.

    © Diterbitkan di bawah lisensi oleh IOP Publishing Ltd.

    Artikel ini dapat diakses di: https://www.scopus.com/pages/publications/85075861932

  • Kamus Interaktif Bahasa Jepang-Indonesia Membawa Mahasiswa Sastra Jepang Unikom Raih Medali Emas di Ajang Internasional IICYMS 2025

    Kamus Interaktif Bahasa Jepang-Indonesia Membawa Mahasiswa Sastra Jepang Unikom Raih Medali Emas di Ajang Internasional IICYMS 2025

    BANDUNG, UNIKOM – Prestasi membanggakan diraih oleh mahasiswa Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) di kancah internasional. Muhammad Faiz Khoerul Musyaafa, mahasiswa tingkat akhir dari Program Studi Sastra Jepang, Fakultas Ilmu Budaya, berhasil menyabet Golden Award dalam ajang Indonesian Young Scientist Association  (IYSA) bekerja sama dengan UNIKOM. Faiz meraih juara pada kategori International Invention Competition for Young Muslim Scientists (IICYMS). Kompetisi tersebut diselenggarakan secara hybrid pada hari Senin, 21 Juli 2025.

    Kemenangan Faiz bukan hanya sekadar pencapaian pribadi, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa Sastra Jepang mampu berinovasi melampaui batasan program studinya. Faiz, yang memiliki peminatan di bidang pendidikan, menciptakan sebuah platform digital unik berupa kamus daring interaktif yang berfokus pada antonim (lawan kata) bahasa Jepang-Indonesia. “Saya sama sekali tidak menyangka akan mendapatkan medali emas. Dari awal, saya hanya ingin mencoba yang terbaik, karena proyek ini merupakan bagian dari tugas akhir saya”, ujar Faiz.

    Ide pembuatan kamus digital tersebut muncul dari kebutuhan mendesak mahasiswa Sastra Jepang akan media pembelajaran yang lebih interaktif dan relevan dengan gaya belajar saat ini. Melalui analisis mendalam dan bimbingan dari para dosen, Faiz berhasil menciptakan sebuah website yang tidak hanya menyediakan daftar antonim, tetapi juga dilengkapi dengan konteks kalimat, kuis, dan permainan. Ia menjelaskan, “Keunikan dari kamus ini adalah menjadi yang pertama di Indonesia dalam bentuk platform digital. Selain itu, kami juga melakukan analisis mendalam untuk memastikan kontennya relevan dan menjawab kebutuhan mahasiswa”.

    Proyek tersebut sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) yang menjadi fokus utama dalam kompetisi, khususnya dalam bidang pendidikan. Para juri, termasuk salah satu juri dari Malaysia, sangat tertarik dengan aspek keberlanjutan dan rencana pengembangan proyek di masa depan.

    Faiz menyampaikan bahwa ia mendapatkan dukungan penuh dari berbagai pihak di UNIKOM, antara lain, Dekan Fakultas Ilmu Budaya, Assoc. Prof. Soni Mulyawan Setiana, M.Pd., sebagai mentor, juga dukungan dari berbagai pihak termasuk Dekan Fakultas Desain, Prof. Dr. Ir. Lia Warlina, M.Si., Ketua Program Studi Sastra Jepang, Dr. Pitri Haryati, S.Pd., M.Pd., dosen dari program studi Sistem Informasi yang memberikan penilaian ahli, serta dosen di lingkungan Fakultas Ilmu Budaya UNIKOM.

    Dr. Pitri selaku Kaprodi Sastra Jepang mengungkapkan “kami sangat bangga atas prestasi Faiz meraih Golden Award, ini menjadi bukti keistimewaan Prodi Sastra Jepang yang tidak hanya mempelajari bahasa, sastra, dan budaya Jepang, tetapi juga teknologi”. Lebih lanjut Dr. Pitri menyatakan bahwa Prodi Sastra Jepang selalu mendorong mahasiswa mengikuti kompetisi dengan dukungan mata kuliah yang relevan. “Di Prodi Sastra Jepang, komunikasi yang erat antara dosen dan mahasiswa memungkinkan kami mengenali bakat sejak awal dan mengarahkan pengembangannya. Kami berkomitmen memfasilitasi serta mendorong setiap mahasiswa untuk mengoptimalkan potensinya”, pungkasnya.

    Bagi Faiz, kemenangan tersebut memiliki makna yang sangat mendalam, terutama bagi Prodi Sastra Jepang, “Kami ingin menunjukkan kepada khalayak luas bahwa mahasiswa Sastra Jepang tidak hanya belajar bahasa, tetapi juga mampu membuat aplikasi, media, dan teknologi. Kami diajarkan untuk mengembangkan soft skill di sini”.

    Faiz berharap prestasinya tersebut dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi rekan-rekan mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan berani berkompetisi, tanpa memandang latar belakang program studi. Ia juga berpesan agar mahasiswa tidak malu dan tidak minder untuk menunjukkan potensi yang mereka miliki. “Jangan malu dan jangan sampai merasa tidak percaya diri. Kalian semua pasti bisa, dan akan selalu didukung oleh para dosen dan staf”, pesan Faiz.

    Dalam waktu ke depan, Faiz berencana untuk terus mengembangkan platform digital menjadi lebih mutakhir, termasuk versi aplikasi seluler. Faiz telah membuktikan bahwa kolaborasi antara keilmuan sastra dan teknologi dapat menghasilkan karya yang inovatif dan berdampak positif bagi dunia pendidikan dan selaras dengan Program Sustainable Development Goals, atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) kategori Pendidikan Berkualitas karena menghasilkan inovasi media pembelajaran interaktif yang meningkatkan akses dan kualitas belajar bahasa Jepang di Indonesia. Selain itu, karya ini juga mendukung SDGs poin Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan teknologi digital yang kreatif, memadukan keilmuan sastra dengan inovasi teknologi untuk menjawab kebutuhan pembelajaran di era modern. (Direktorat Hms & Pro)