Tag: PKM UNIKOM

  • Tim PKM UNIKOM Dorong UMKM Naik Kelas dengan Pelatihan Laporan Keuangan Berbasis Excel di Kios Bos Kecos

    Tim PKM UNIKOM Dorong UMKM Naik Kelas dengan Pelatihan Laporan Keuangan Berbasis Excel di Kios Bos Kecos

    BANDUNG, UNIKOM — Jumat, 24 April 2026, tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang terdiri atas dosen, alumni dan mahasiswa Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) sebagai bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam pemberdayaan sektor usaha mikro. Kegiatan PKM tersebut dipimpin oleh Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNIKOM, Assoc. Prof. Dr. Ely Suhayati, S.E., M.Si., Ak., CA., dengan anggota, antara lain: dosen Fakhrian Fadlia Adiwijaya, S.Kom., Dini Fitriyanti, A.Md. selaku alumni, dan Nasya Rizqiana, mahasiswi Program Studi Akuntansi.

    Program PKM tersebut terselenggara berkat dukungan hibah internal UNIKOM melalui Divisi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (DP2M). Mengusung tema “Penyusunan Laporan Keuangan untuk Kios Bos Kecos Berbasis Excel”, PKM tersebut juga bermitra dengan UMKM Kios Bos Kecos yang berlokasi di Jl. H. Mansyur No.117, RT.09/RW.04, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat 40288.

    Kios Bos Kecos sendiri merupakan usaha mikro ekonomi produktif yang bergerak di bidang jasa penjahitan pakaian dan telah beroperasi sejak Januari 2021. Pada awalnya, usaha ini menjalankan pekerjaan makloon dari pihak lain. Seiring waktu, lokasi strategis di pinggir jalan membuat usaha ini semakin dikenal oleh masyarakat sekitar.

    Namun, dalam perjalanannya, Kios Bos Kecos menghadapi sejumlah kendala dalam pengelolaan usaha, khususnya dalam manajemen tata kelola dan keuangan. Hal tersebut berdampak pada promosi usaha masih terbatas, sementara pencatatan keuangan yang dilakukan secara manual sehingga belum mampu memberikan gambaran yang komprehensif terkait kinerja bisnis. Kondisi tersebut berdampak pada kesulitan dalam menyusun strategi keuangan maupun laporan keuangan yang dibutuhkan untuk akses pembiayaan.

    Menjawab tantangan tersebut, tim PKM UNIKOM memberikan sosialisasi mengenai siklus akuntansi sederhana serta pelatihan penyusunan laporan keuangan berbasis Microsoft Excel. Penggunaan Microsoft Excel yang dipadukan dengan Visual Basic for Applications (VBA) dipilih karena kemudahan implementasi, efisiensi waktu, serta fleksibilitas dalam memperbaiki kesalahan input tanpa harus mengulang dari awal. Sistem ini dirancang agar dapat langsung dioperasikan oleh pemilik UMKM.

    Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, dan survei langsung ke lapangan. Untuk mengukur keberhasilan program, dilakukan evaluasi melalui kuesioner pasca kegiatan serta layanan konsultasi selama proses implementasi sistem, baik melalui telepon, WhatsApp, maupun diskusi langsung.

    Assoc. Prof. Dr. Ely selaku Ketua Tim PKM menyampaikan bahwa melalui kegiatan PKM tersebut, mitra memperoleh pelatihan praktis dalam pengelolaan keuangan yang lebih rapi, sistematis, dan mudah diterapkan. Selain itu, tim juga memberikan pendampingan dalam pemanfaatan Google Maps dan media sosial guna memperluas jangkauan promosi usaha.

    Melalui program PKM tersebut, program Pengabdian kepada Masyarakat ini diharapkan mampu mendorong Kios Bos Kecos memiliki tata kelola usaha yang lebih tertib, efisien, dan transparan. Peningkatan kemampuan dalam menyusun laporan keuangan juga diharapkan dapat mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat serta memperkuat akses terhadap lembaga keuangan, sehingga membuka peluang pengembangan usaha yang lebih luas di masa mendatang. (Direktorat Hms & Pro)

  • FEB UNIKOM bersama Direktorat Kecerdasan Artifisial dan Ekosistem Teknologi Baru Komdigi Dorong Digitalisasi Pendidikan Paud dan Madrasah Tsanawiyah melalui PKM di Sukabumi

    FEB UNIKOM bersama Direktorat Kecerdasan Artifisial dan Ekosistem Teknologi Baru Komdigi Dorong Digitalisasi Pendidikan Paud dan Madrasah Tsanawiyah melalui PKM di Sukabumi

    BANDUNG, UNIKOM — Mendukung Pendidikan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) merupakan investasi strategis dalam membangun kualitas sumber daya manusia secara berkelanjutan, karena kedua jenjang tersebut memiliki peran fundamental dalam membentuk fondasi akademik, karakter, dan literasi peserta didik. Guna mewujudkan hal tersebut, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) bekerja sama dengan Direktorat Kecerdasan Artifisial dan Ekosistem Teknologi Baru Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di PAUD dan MTs Yayasan Tarbiyah Islamiyyah (YASTI) Sukabumi. Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat digitalisasi pendidikan di daerah melalui dukungan sarana pembelajaran serta peningkatan kesiapan sekolah dalam memanfaatkan teknologi secara adaptif.

    Pelaksanaan PKM FEB UNIKOM merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus wujud komitmen dalam memperluas akses pendidikan yang lebih setara. Melalui kolaborasi dengan Komdigi, FEB UNIKOM mendorong penguatan fasilitas pendukung agar sekolah di daerah mampu mengembangkan proses pembelajaran yang lebih efektif, termasuk dalam peningkatan tata kelola administrasi serta penyusunan materi pembelajaran berbasis perangkat digital.

    Pada pelaksanaan PKM tersebut, FEB UNIKOM berkesempatan menyalurkan bantuan untuk PAUD YASTI berupa seperangkat Alat Tulis Kantor (ATK). Sementara itu, MTs YASTI bukan hanya menerima bantuan berupa ATK saja, namun juga dilengkapi perangkat penunjang pembelajaran berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Berbagai bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung kelancaran proses belajar-mengajar sekaligus meningkatkan efektivitas pengelolaan administrasi sekolah.

    Dekan FEB UNIKOM, Prof. Dr. Siti Kurnia Rahayu, S.E., M.Ak., Ak., CA., dalam sambutannya menyampaikan bahwa dukungan terhadap fasilitas pendidikan merupakan bentuk komitmen FEB UNIKOM dalam memperkuat kualitas pembelajaran secara berkelanjutan, khususnya di wilayah yang masih membutuhkan penguatan sarana penunjang pendidikan.

    Direktur Direktorat Kecerdasan Artifisial dan Ekosistem Teknologi Baru KOMDIGI, Aju Widya Sari, S.T., M.T., menekankan pentingnya penguatan perangkat serta literasi pemanfaatan teknologi di satuan pendidikan daerah. Menurutnya, dukungan teknologi yang tepat guna akan membantu sekolah membangun ekosistem pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman, sekaligus memperluas peluang siswa dan pengelola sekolah dalam mengakses pembelajaran yang lebih modern.

    Melalui kerja sama PKM tersebut, FEB UNIKOM dan KOMDIGI berharap manfaat yang diberikan tidak berhenti pada penyerahan bantuan semata, tetapi dapat menjadi pemicu penguatan kapasitas sekolah di daerah dalam mengadopsi teknologi secara bertahap dan terarah, sehingga digitalisasi pendidikan dapat terwujud secara lebih nyata, inklusif, dan berkelanjutan. (Direktorat Hms & Pro)

  • Tim PKM-PM “Peka Toksin” UNIKOM Berdayakan Karang Taruna Desa Pamekaran Lewat Teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk Cegah dan Deteksi Jamur Hitam

    Tim PKM-PM “Peka Toksin” UNIKOM Berdayakan Karang Taruna Desa Pamekaran Lewat Teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk Cegah dan Deteksi Jamur Hitam

    BANDUNG, UNIKOM – Tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian Masyarakat PKM-PM Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) berhasil melaksanakan program pemberdayaan masyarakat bertajuk “Peka Toksin” di Desa Pamekaran, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung. Program PKM tersebut menjadi salah satu bentuk inovasi mahasiswa UNIKOM dalam menggabungkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dengan edukasi kesehatan lingkungan, khususnya dalam pendeteksian dini jamur hitam (black mold) yang berpotensi membahayakan sistem pernapasan.

    Program PKM “Peka Toksin” lahir dari kepekaan mahasiswa terhadap kondisi lingkungan Desa Pamekaran yang padat dan lembab, hal tersebut menjadi dua faktor yang sangat berisiko terhadap pertumbuhan jamur penghasil mikotoksin. Melalui “Peka Toksin”, tim menghadirkan aplikasi berbasis AI yang mampu membantu masyarakat mengidentifikasi keberadaan jamur hitam secara cepat, sekaligus memperkuat peran Karang Taruna sebagai motor edukasi kesehatan di tingkat komunitas.

    Tim “Peka Toksin” terdiri atas mahasiswa Program Studi Sistem Informasi dan Teknik Informatika, dengan Ketua Tim Nur Aisah (Sistem Informasi), Rizki Dwi Sya’bana Nugraha (Sistem Informasi), Rizka Dwi Putri Ningsih (Sistem Informasi), Rhadith Eka Erlangga Shaputra (Sistem Informasi), dan Abdul Malik Febrian Zulkifli (Teknik Informatika), didampingi dosen pembimbing, Dr. Hj. Supriyati, S.E., M.Si., Ak., CA., ASEAN CPA., C.PI., CIAP., AMKI.

    Kegiatan tersebut juga mendapatkan dukungan dari Direktur Kemahasiswaan UNIKOM, Andrias Darmayadi, S.IP., M.Si., Ph.D., yang menegaskan bahwa sinergi mahasiswa dan masyarakat merupakan wujud nyata dari visi UNIKOM dalam menghadirkan solusi berbasis teknologi yang berdampak langsung. “Program ini adalah bentuk konkret komitmen kami dalam memberdayakan masyarakat melalui inovasi mahasiswa. Terima kasih kepada pemerintah desa dan Karang Taruna Desa Pamekaran atas kolaborasi dan dukungannya,” tuturnya.

    Program “Peka Toksin” didanai oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui skema Hibah PKM-PM Tahun 2025, dan telah berlangsung sejak Juli hingga November 2025. Pelaksanaan program dilakukan secara sistematis melalui beberapa tahap, antara lain, 1). Tahap Observasi dan Analisis Lapangan (Juli 2025): Tim melakukan observasi lapangan pada 22 Juli untuk memahami kondisi riil masyarakat serta berdiskusi dengan Kepala Desa, Kepala Dusun, dan Karang Taruna. Hasil pengamatan digunakan sebagai dasar perencanaan pelatihan dan sosialisasi. 2). Tahap Pengembangan Teknologi (25–28 Juli 2025); Tim melakukan optimalisasi aplikasi “Peka Toksin” serta instalasi sistem di ponsel kader dan warga percontohan untuk memastikan kesiapan penggunaan. 3). Tahap Sosialisasi dan Pemberdayaan (Agustus 2025). Kegiatan dimulai dengan pembentukan kader Karang Taruna dan penyerahan buku pedoman, disusul demo aplikasi kepada warga pada 18 Agustus, dilanjutkan pelatihan teknis bagi kader pada 23 Agustus.  Program diakhiri dengan pendampingan intensif ke rumah-rumah warga pada 25 Agustus, untuk memastikan para kader mampu menjalankan fungsi edukatif dan deteksi secara mandiri.

    Antusiasme masyarakat Desa Pamekaran menjadi bukti keberhasilan pendekatan partisipatif tim mahasiswa. Iwan Wahyudin, Kepala Dusun Wilayah III, mengungkapkan apresiasinya. “Kami sangat mengapresiasi inisiatif mahasiswa UNIKOM. Inovasi ini nyata dan relevan dengan kebutuhan warga. Sosialisasi yang dilakukan membantu kami memahami bahaya jamur hitam dan cara pencegahannya”, demikian ungkapnya.

    Sementara itu, Dini Nurjanah, Ketua Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Pamekaran, menyebut bahwa program tersebut membawa dampak positif terhadap peningkatan kesadaran warga. “Sebelumnya banyak warga belum mengetahui bahaya jamur hitam. Setelah sosialisasi, mereka menjadi lebih waspada dan paham cara mencegahnya. Kami berharap program ini terus berlanjut,” harap Dini.

    Dukungan juga datang dari Fajar Sumirat, Ketua Karang Taruna Karya Mekar, “Terima kasih kepada Kemdiktisaintek dan UNIKOM atas edukasi yang sangat bermanfaat. Pengetahuan yang kami dapatkan menjadi bekal untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan secara mandiri”, ungkapnya.

    Lebih dari sekadar proyek teknologi, PKM-PM “Peka Toksin” menjadi contoh integrasi antara inovasi digital dan pemberdayaan sosial. Program tersebut tidak hanya melahirkan aplikasi berbasis AI, tetapi juga memperkuat kapasitas sosial masyarakat desa melalui kaderisasi dan pelatihan berkelanjutan.

    Dr. Hj. Supriyati, berharap, Karang Taruna Desa Pamekaran dapat menjadi pionir dalam menjaga kesehatan lingkungan berbasis teknologi, sekaligus menjadi model penerapan “smart village” berbasis edukasi dan AI bagi desa-desa lain di Indonesia.

    Dengan sinergi antara inovasi mahasiswa, dukungan pemerintah, dan partisipasi aktif masyarakat, UNIKOM kembali membuktikan perannya sebagai kampus yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan dan pemberdayaan berbasis teknologi. (Direktorat Hms & Pro)

  • Mural Penuh Makna di Pasar Cijerah PKM Dosen Magister Desain UNIKOM Dorong Semangat Baru Pasar Tradisional Lewat Sentuhan Seni

    Mural Penuh Makna di Pasar Cijerah PKM Dosen Magister Desain UNIKOM Dorong Semangat Baru Pasar Tradisional Lewat Sentuhan Seni

    BANDUNG, UNIKOM – Pasar tradisional yang ideal bukan hanya sekadar tempat jual beli, tetapi juga ruang publik yang nyaman, aman, higienis, dan estetis, serta mencerminkan identitas budaya lokal. Seperti suasana Pasar Cijerah, yang berlokasi di Jl. Cijerah Girang, Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung, Jawa Barat, kini tampak lebih hidup dan berwarna. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang digagas oleh dosen dan mahasiswa Magister Desain Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM), para dosen dan mahasiswa menghadirkan karya mural penuh pesan sosial dan budaya di area pasar yang tengah direvitalisasi.

    Program PkM yang telah dilaksanakan merupakan bagian dari skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat tahun 2025 yang didanai oleh BIMA Kemdiktisaintek, dengan tujuan utama meningkatkan kualitas pemasaran pedagang sekaligus memperkuat citra pasar tradisional sebagai penopang ekonomi rakyat.

    Kegiatan PkM yang dilaksanakan pada 9 dan10 Agustus 2025 tersebut melibatkan berbagai pihak, mulai dari akademisi, mahasiswa, hingga masyarakat sekitar. Dr. Yully, Yully Ambarsih Ekawardhani, M.Sn., sebagai ketua tim pelaksana bersama Ketua Program Studi Magister Desain UNIKOM, Dr. Taufan Hidayatullah, M.Ds., dan dosen prodi Desain Grafis, Ivan Kurniawan, M.Ds, yang turut dibantu oleh Himpunan Mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV) UNIKOM, juga dukungan aktif dari remaja karang taruna dan anak-anak setempat.

    Dr. Yully, menyatakan “Mural yang kami buat tidak sekadar mempercantik kawasan pasar, tetapi juga mengandung pesan ajakan untuk kembali berbelanja ke pasar tradisional. Karya ini sejalan dengan misi pemberdayaan masyarakat yang diusung PkM UNIKOM,” ujarnya.

    Lokasi mural berada di Pasar Cijerah, Bandung, tepatnya di area yang saat ini digunakan sementara selama proses pembangunan pasar baru. Revitalisasi pasar tersebut mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI) 8152:2021 tentang Pasar Rakyat, yang menekankan pentingnya tata kelola dan kenyamanan pasar tradisional di era modern. “Mural ini menjadi simbol semangat baru bagi para pedagang, menggambarkan transformasi pasar tradisional menuju era yang lebih modern tanpa kehilangan nilai budaya dan sosialnya,” tambah Dr. Yully.

    Konsep mural yang terbentang di dinding galvanis Pasar Cijerah terdiri atas lima bagian utama, masing-masing menyampaikan pesan yang kuat, diantaranya: 1). Sejarah pasar dengan penggambaran sado atau kereta berkuda sebagai transportasi khas masa lalu. 2). Anak-anak yang tumbuh bersama pasar tradisional, menggambarkan nilai kebersamaan lintas generasi. 3). Dokar pengangkut barang dagangan, simbol kerja keras dan aktivitas ekonomi rakyat. 4). Ibu-ibu yang berolahraga, melambangkan gaya hidup sehat dan kebersamaan sosial. 5). Pedagang yang menyambut pembeli, merepresentasikan semangat pelayanan dan keramahan pasar rakyat.

    Pengerjaan mural dilakukan dengan metode sistematis, dimulai dari pembuatan sketsa desain, pembuatan panduan warna, hingga proses pewarnaan bertahap menggunakan teknik gradasi dan detail ilustratif. Tantangan muncul karena media mural berupa dinding galvanis berlekuk, yang menuntut ketelitian ekstra dari para pelukis. Lebih dari sekadar karya visual, mural di Pasar Cijerah menjadi sarana pemberdayaan sosial yang mendorong partisipasi warga sekaligus memperkuat identitas pasar rakyat sebagai ruang budaya dan ekonomi.

    Melalui kegiatan PkM Pasar Cijerah, menunjukkan bagaimana peran perguruan tinggi, khususnya UNIKOM, mampu menjembatani dunia akademik dengan masyarakat melalui pendekatan kreatif berbasis desain. Mural tersebut bukan hanya simbol estetika, tetapi juga representasi semangat kolaborasi dan transformasi sosial di tengah geliat pembangunan ekonomi lokal. (Direktorat Hms & Pro)

  • PKM Prodi Doktor Ilmu Manajemen UNIKOM, Dorong Kopi Sukasari Gunung Manglayang Berstandar SNI Menuju Global

    PKM Prodi Doktor Ilmu Manajemen UNIKOM, Dorong Kopi Sukasari Gunung Manglayang Berstandar SNI Menuju Global

    BANDUNG, UNIKOM – Dalam mendukung pengembangan masyarakat, Program Studi Doktor Ilmu Manajemen (DIM) Fakultas Pascasarjana Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM). Kegiatan tersebut digelar pada Jumat, 24 Juli 2025, bertempat di Aula Kantor Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang, dengan fokus utama pada pemberdayaan petani kopi di wilayah Sukasari Gunung Manglayang dan UMKM Kopi Geulis.

    Mengusung tema “Pemberdayaan Petani Kopi Wilayah Sukasari Gunung Manglayang Sesuai Standar Nasional Indonesia untuk Meningkatkan Kualitas Pascapanen dalam Rangka Menembus Pasar Internasional”, PKM tersebut menghadirkan pelatihan intensif untuk meningkatkan kualitas pengolahan kopi pasca panen. Dengan standar yang sesuai SNI, produk kopi diharapkan mampu bersaing di pasar global.

    Tim PKM UNIKOM terdiri dari akademisi dan mahasiswa Program Studi DIM UNIKOM, yaitu, Dekan Fakultas Pascasarjana sekaligus Dosen DIM UNIKOM, Assoc. Prof. Dr. Rahma Wahdiniwaty, Dra., M.Si., Ketua Program Studi DIM UNIKOM, Prof. Dr. Ir. H. M. Yani Syafei, M.T., CSBA, Mahasiswa DIM UNIKOM, Yudi Haryadi, S.E., M.M., dan Deni Nurdiansyah, S.T., M.T.

    Turut hadir pula perwakilan dari Kecamatan Sukasari Kabupaten Sumedang. Sebagai bentuk nyata kolaborasi, kegiatan tersebut juga dilanjutkan dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara Fakultas Pascasarjana UNIKOM diwakili           Assoc. Prof. Dr. Rahma Wahdiniwaty, Dra., M.Si dengan Pemerintah Kecamatan Sukasari. Selain itu, dilakukan pula Implementation Agreement (IA) antara Program Studi DIM UNIKOM diwakili Prof. Dr. Ir. H. M. Yani Syafei, M.T., CSBA., dengan Kopi Geulis, MoA tersebut merupakan tindak lanjut dari MoU UNIKOM dan Pemerintah Kabupaten Sumedang yang telah disepakati pada tahun 2022. Melalui program PKM tersebut, UNIKOM berharap dapat membantu para petani kopi Sukasari dalam meningkatkan kualitas produk kopi pascapanen sehingga mampu menembus pasar internasional. “Kami ingin kopi Sukasari tidak hanya dikenal di tingkat lokal, tetapi juga menjadi kebanggaan Indonesia di pasar global,” ujar Prof. Yani. (Direktorat Hms & Pro)

  • TIM Hibah PKM 2025 UNIKOM: Sociopreneur Desa sebagai Solusi Atasi Pengangguran Pemuda Milenial

    TIM Hibah PKM 2025 UNIKOM: Sociopreneur Desa sebagai Solusi Atasi Pengangguran Pemuda Milenial

    Kegiatan ini dilaksanakan pada Tahun Anggaran 2025, bertempat di Desa Tarumajaya, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, dengan mitra Jawaya Coffee & roastery.

    Pengabdi menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang telah memberikan hibah Pengabdian Kepada Masyarakat tahun 2025 dengan Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat; Rektor, Direktur DP3M, dan Ketua Divisi P2M Universitas Komputer Indonesia atas dukungan penuh yang telah diberikan kepada tim pengabdi; Kepala Desa Tarumajaya Kabupaten Bandung, dan Jawaya Coffee and Roastery selaku mitra PKM yang telah senantiasa membantu dalam proses pelaksanaan kegiatan PKM ini hingga selesai.

  • Prodi Manajemen UNIKOM Gelar PKM di Masjid Darul Muqomah, Tingkatkan Soft Skill Pengurus Masjid

    Prodi Manajemen UNIKOM Gelar PKM di Masjid Darul Muqomah, Tingkatkan Soft Skill Pengurus Masjid

    BANDUNG, UNIKOM – Dalam upaya mewujudkan Kampus Berdampak yang mengedepankan peran aktif perguruan tinggi dalam menciptakan perubahan positif bagi lingkungan sekitar, membangun kapasitas masyarakat, dan memperkuat jaringan kolaborasi demi keberlanjutan pembangunan sosial, Program Studi Manajemen Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Tim PKM yang terdiri dari dosen dan mahasiswa memberikan pendampingan kepada pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Darul Muqomah yang bertempat di Tirta Regency, Kabupaten Bandung.

    Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, yakni Minggu, 6 Juli 2025 dan Minggu, 13 Juli 2025, dipimpin oleh dosen Program Studi Manajemen Dr. Linna Ismawati, S.E., M.Si., dan dibantu oleh dua mahasiswa UNIKOM yaitu, Muhammad Andrian Pratama dari Prodi Manajemen dan Muhammad Nauval Pramasubakti dari Prodi Ilmu Komunikasi. Sementara mitra kegiatan PKM melibatkan seluruh pengurus DKM Darul Muqomah, termasuk Ibu-Ibu dari Majelis Ta’lim.

    Tujuan utama kegiatan PKM tersebut yaitu untuk meningkatkan kapasitas dan soft skill pengurus DKM dalam tata kelola organisasi serta pengelolaan keuangan masjid, sehingga mereka dapat menjalankan amanah sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing. Pelaksanaan PKM tersebut menjadi penting mengingat Masjid Darul Muqomah baru saja mengalami restrukturisasi pengurus. Dengan adanya kombinasi pengurus lama dan baru, diperlukan penyamaan persepsi, visi, misi, dan tujuan agar tercipta sinergi yang harmonis serta pengelolaan organisasi yang menjunjung tinggi kepentingan bersama.

    Dr. Linna mengungkapkan “kegiatan PKM ini kami rancang bukan hanya untuk memberikan pelatihan teknis, tetapi juga membangun semangat kebersamaan dan sinergi di antara pengurus DKM Darul Muqomah. Masjid memiliki peran strategis sebagai pusat ibadah, pendidikan, dan kegiatan sosial, sehingga tata kelola yang baik dan pengelolaan keuangan yang transparan menjadi kunci keberlanjutan program-programnya” ungkapnya.

    Agenda kegiatan PKM pada minggu pertama yaitu pelatihan dan penguatan kapasitas pengurus dalam tata kelola organisasi dan pengelolaan keuangan masjid, sementara pada minggu kedua dilakukan kegiatan sosial berupa santunan anak yatim dan donor darah. Program tersebut terlaksana dengan dukungan hibah internal PKM dari UNIKOM, sebagai wujud nyata peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan kapasitas masyarakat dan memperkuat fungsi masjid sebagai pusat kegiatan sosial, keagamaan, dan pemberdayaan umat.

    Melalui inisiatif tersebut, UNIKOM turut berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG poin ke delapan, yaitu pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, melalui tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel; poin SDG ke sebelas, yaitu kota dan permukiman yang berkelanjutan, dengan memperkuat peran masjid sebagai pusat kegiatan masyarakat; serta SDG poin ke tujuh belas, yakni kemitraan untuk mencapai tujuan, melalui sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat. (Direktorat Hms & Pro)

  • Proposal PKM UNIKOM Lolos Pendanaan Kemendiktisaintek 2025, Bukti Kualitas Inovasi Dan Pengabdian Mahasiswa

    Proposal PKM UNIKOM Lolos Pendanaan Kemendiktisaintek 2025, Bukti Kualitas Inovasi Dan Pengabdian Mahasiswa

    BANDUNG, UNIKOM — Sebagai bagian dari implementasi program Diktisaintek Berdampak, mahasiswa dan dosen Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM), empat proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) berhasil lolos pendanaan dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) tahun 2025. Keberhasilan ini sekaligus menjadi bukti bahwa mata kuliah Kewirausahaan di UNIKOM telah mencetak insan akademik yang tak hanya unggul secara teori, tetapi juga inovatif, kreatif, dan solutif di level nasional.

    Berdasarkan surat No: 1995/B2/DT.01.00/2025 tertanggal 3 Juli 2025, empat proposal UNIKOM yang lolos terdiri dari dua proposal skema PKM-KC (Karsa Cipta) dan dua proposal skema PKM-PM (Pengabdian kepada Masyarakat). Delapan orang mahasiswa pengusung proposal tersebut mengikuti kuliah Kewirausahaan pada semester genap Tahun Akademik 2024/2025.

    Ketua Reviewer PKM UNIKOM, Dr. Hj. Supriyati, S.E., M.Si., Ak., CA., ASEAN CPA., menyampaikan bahwa sebelum bersaing di tingkat nasional, para mahasiswa harus melewati seleksi internal UNIKOM. Dari 102 tim peserta dengan total 362 mahasiswa dalam sembilan jenis PKM, tersaring 57 proposal terbaik untuk diusulkan ke tingkat nasional.

    Di tingkat nasional, UNIKOM bersaing ketat dengan ribuan proposal dari perguruan tinggi lainnya se-Indonesia. Untuk kategori PKM-KC, dua proposal UNIKOM terpilih dari total 3.437 proposal nasional. Sementara pada kategori PKM-PM, dua proposal lainnya bersaing dari total 5.807 proposal yang masuk.

    Rektor UNIKOM, Prof. Dr. Ir. H. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T., menyampaikan apresiasinya atas pencapaian ini. “Selamat atas keberhasilan mahasiswa UNIKOM memperoleh pendanaan PKM DIKTI 2025. Semoga capaian ini menjadi penyemangat untuk melangkah lebih jauh sebagai entrepreneur muda Indonesia,” Ujar Prof. Eddy.

    Ucapan selamat juga datang dari Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Dr. Hj. Umi Narimawati, Dra., SE., M.Si. “Selamat kepada tim UNIKOM yang lolos pendanaan PKM 2025. Bagi yang belum berhasil, tetap semangat dan terus berjuang”, pesannya.

    Direktur Kemahasiswaan sekaligus Ketua PKM UNIKOM, Andrias Darmayadi, S.IP., M.Si., Ph.D., turut memberikan apresiasi kepada seluruh tim. “Keberhasilan ini adalah hasil kerja keras mahasiswa, dosen pembimbing, mentor mata kuliah Kewirausahaan, dan seluruh tim reviewer PKM UNIKOM. Kami berharap tahun ini ada proposal yang lolos hingga ke ajang PIMNAS,” ungkapnya penuh semangat.

    Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa UNIKOM konsisten dalam mendorong mahasiswanya untuk tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga aktif dalam pengembangan inovasi dan pengabdian masyarakat. Semoga langkah mahasiswa UNIKOM selanjutnya dapat terus mengharumkan nama kampus di kancah nasional maupun internasional, serta berdampak nyata bagi masyarakat. (Direktorat Hms & Pro)

  • Direktorat Kemahasiswaan UNIKOM Dorong Prestasi Mahasiswa Melalui Coaching Clinic Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2025

    Direktorat Kemahasiswaan UNIKOM Dorong Prestasi Mahasiswa Melalui Coaching Clinic Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2025

    BANDUNG, UNIKOM – Coaching Clinic dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) merupakan kegiatan bimbingan intensif, baik secara daring maupun tatap muka, yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menyusun dan mengembangkan proposal PKM. Pada hari Kamis, 08 Mei 2025 pukul 09.00 WIB, Direktorat Kemahasiswaan UNIKOM telah menggelar Coaching Clinic PKM 2025 yang berlangsung secara Online Via Zoom dengan dihadiri lebih dari 100 peserta termasuk para Dosen Pendamping, Tim Mentor, Tim Reviewer dan Mahasiswa di Lingkungan UNIKOM.

    Sambutan pertama oleh Direktur Kemahasiswaan sekaligus Ketua PKM UNIKOM menyampaikan tentunya diadakan coaching PKM ini sendiri mampu memberikan impact perbaikan kualitas yang jauh lebih baik terhadap proposal yang disusun oleh setiap Mahasiswa. Beliau juga mengharapkan dengan dihadirikan pemateri bukan sekedar mendengarkan tetapi memahami betul syarat, aturan, dan ketentuan penyusunan proposal. Begitupun dengan bapak/Ibu Dosen Pendamping, Reviewer, Mentor PKM perlu memperhatikan setiap aspek saat penyusunan proposal tersebut.

    Hal yang sama juga ditegaskan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNIKOM Ibu Prof. Dr. Hj. Umi Narimawati, Dra., S.E., M.Si turut menyampaikan rasa syukur dan terimakasih kepada Tim PKM UNIKOM yang telah menyelenggarakan Coaching Clinic PKM ini. Sebetulnya PKM bukan tentang lolos didanai tetapi proses atau alur tahap awal sampai akhir penulisan, dari sinilah kreativitas berfikir mahasiswa dituangkan kedalam proposal ini adalah bentuk apresiasi saya kepada Bapak/Ibu Dosen pendamping dan juga mahasiswa yang telah berlomba lomba menggali ide kreativitasnya. Jika final penilaian adik-adik mahasiswa belum berkesempatan lolos maka tidak perlu berkecil hati, soal didanai itu bonus akan tetapi kemampuan menulis yang sebetulnya diasah pada PKM ini” ujarnya.

    Tak hanya itu, Coaching PKM kali ini dihadiri oleh Narasumber yaitu Febri Rahman, S.Si., sebagai Analis Kemahasiswaan Penalaran, Kreativitas, Minat, Bakat, dan Kesejateraan, Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Dirjen Diktiristek Kemendikbudristek turut menyampaikan materi mengenai syarat administratif saat penyusunan proposal, hal ini sangat ditegaskan oleh beliau untuk lebih teliti dengan ketentuan pedoman PKM kesalahan sekecil apapun bisa gugur atau tidak lolos. Setiap jenis PKM yang diambil mempunyai aturan dalam penyusunan nya, perlu dipahami pula ide kreatif yang kita tulis ke proposal masuknya ke jenis PKM yang mana agar memudahkan hasil akhir dari proposal yang dibuat. Disini tidak hanya peran Mahasiswa yang menyusun tetapi peran penting Dosen Pendamping untuk mengecek hasil proposal yang telah dibuat. Dilanjutkan dengan Coaching salah satu proposal dari Mahasiswa yang telah disusun masih ada beberapa kesalahan.

    Diakhiri dengan Sosialisasi Seleksi PKM Internal UNIKOM disampaikan oleh Koordinator PKM UNIKOM Ibu Dr. Hj. Supriyati, S.E., M.Si., Ak., CA., ASEAN CPA., C.PI., CIAP., AMKI mengenai timeline pendaftaran sampai final penilaian proposal yang perlu diperhatikan baik Mahasiswa ataupun Dosen Pendamping. Beliau juga turut memberikan semangat kepada Mahasiswa agar lebih matang dalam penyusunan proposal PKM. (Direktorat Hms & Pro)