Tag: perangkat lunak pendukung keputusan

  • Peningkatan Implementasi Tingkat PCP: Pendekatan Strategis dengan Perangkat Lunak Arsitektur di Era COVID-19

    Peningkatan Implementasi Tingkat PCP: Pendekatan Strategis dengan Perangkat Lunak Arsitektur di Era COVID-19

    Penulis: Yeffry Handoko ; Zuriani Ahmad Zukarnain ; Rahma Wahdiniwaty ; Noorihan Abdul Rahman

    DOI: 10.1109/INCITEST59455.2023.10397031

    Abstrak:
    Pada periode 2020 hingga 2021, Indonesia dan Malaysia sama-sama terdampak oleh pandemi COVID-19. Kedua negara tersebut menerapkan pendekatan yang sangat serupa dalam membatasi akses ke wilayah tertentu, yang pada dasarnya mengandalkan kriteria yang sama. Di Indonesia, strategi PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) diterapkan, yang di dalamnya mencakup komponen terkait tingkat paparan individu terhadap COVID-19. Penentuan tingkat paparan ini terutama didasarkan pada pemantauan peningkatan jumlah individu yang melakukan kontak dengan orang yang terkonfirmasi positif COVID-19. Namun, dalam situasi pandemi, penting untuk mempertimbangkan tidak hanya individu yang telah terkonfirmasi terinfeksi COVID-19, tetapi juga mereka yang menunjukkan gejala serupa COVID-19 meskipun belum terdiagnosis. Individu-individu tersebut berpotensi menjadi agen penyebaran pandemi di dalam komunitasnya. Kondisi ini disebut sebagai tingkat Precaution COVID-19 Pandemic (PCP). Perlu dicatat bahwa hingga saat ini tingkat PCP belum memiliki definisi yang disepakati secara universal. Penentuan tingkat PCP lebih dipengaruhi oleh jumlah individu yang menunjukkan gejala mirip COVID-19, bukan semata-mata berdasarkan peningkatan jumlah kasus COVID-19 yang terkonfirmasi. Secara esensial, kedua negara menunjukkan pendekatan pengelolaan pandemi yang sebanding pada periode tersebut. Namun, kemunculan konsep tingkat PCP menegaskan perlunya perspektif yang lebih luas dalam menilai dampak pandemi terhadap masyarakat, dengan mempertimbangkan tidak hanya kasus terkonfirmasi, tetapi juga individu bergejala yang berpotensi berkontribusi terhadap penyebaran virus. Penentuan tingkat PCP dapat dimanfaatkan sebagai dasar kebijakan preventif serta sebagai pelengkap metode penentuan tingkat pandemi yang telah ada sebelumnya. Dua metode digunakan untuk merealisasikan konsep ini, yaitu pendekatan Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menghitung tingkat pandemi COVID-19 dan algoritma K-Means untuk pengelompokan pola. Data penelitian dikumpulkan dari 11 pusat kesehatan di Provinsi Jawa Barat. Hasil penelitian ini menegaskan potensi pendekatan multifaset dalam upaya pencegahan pandemi COVID-19. Dengan mengintegrasikan secara sinergis tiga algoritma yang diusulkan serta memanfaatkan data gejala yang memiliki keterkaitan erat dengan gejala utama COVID-19, penelitian ini menunjukkan pendekatan yang menjanjikan dalam penentuan dan penerapan langkah-langkah pencegahan selama pandemi berlangsung. Strategi holistik ini tidak hanya memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai penyebaran virus, tetapi juga membekali para pengambil keputusan dengan perangkat yang fleksibel untuk menyesuaikan tindakan pencegahan sesuai dengan berbagai kondisi, sehingga berkontribusi pada pengelolaan pandemi yang lebih efektif dan adaptif. © 2023 IEEE.

    Kata Kunci Penulis:
    klasterisasi; COVID-19; pendukung keputusan; pencegahan

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85185194944?