Tag: Pengabdian Masyarakat UNIKOM

  • Edukasi Literasi Keuangan Sejak Dini: Hima Akuntansi UNIKOM Gelar PPM 2026 Di SDN Cisalasih

    Edukasi Literasi Keuangan Sejak Dini: Hima Akuntansi UNIKOM Gelar PPM 2026 Di SDN Cisalasih

    BANDUNG, UNIKOM — Rabu, 26 Agustus 2026, Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HMAK) Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) melaksanakan kegiatan Pengabdian pada Masyarakat (PPM) 2026 di SDN Cisalasih, Desa Cikidang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Mengusung tema “Simpan Hari Ini, Raih Esok Nanti”, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa dalam memberikan edukasi literasi keuangan sejak dini kepada siswa sekolah dasar.

    PPM HMAK UNIKOM 2026 secara khusus menyasar siswa kelas 1 hingga kelas 3 SD. Materi literasi keuangan disampaikan melalui pendekatan edukatif, interaktif, dan menyenangkan agar mudah dipahami sesuai dengan tahap perkembangan anak. Melalui kegiatan tersebut, siswa diperkenalkan pada pemahaman dasar mengenai kebiasaan menabung, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta menggunakan uang saku secara bijak.

    Ketua Pelaksana PPM 2026, Vania Destiya Aulia, dalam sambutannya menyampaikan komitmen mahasiswa untuk terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, khususnya melalui kegiatan yang mendukung pendidikan dan pembentukan karakter sejak usia dini.

    Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua Himpunan Mahasiswa Akuntansi UNIKOM, Wine Aulia Putri Mahesa, yang turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program sebagai bentuk implementasi peran mahasiswa dalam memberikan manfaat kepada masyarakat.

    Salah satu kegiatan utama dalam PPM 2026 adalah edukasi mengenai perbedaan antara kebutuhan dan keinginan yang dikemas melalui aktivitas “Celengan Impian”. Melalui aktivitas tersebut, para siswa diajak memahami pentingnya menyisihkan sebagian uang saku untuk ditabung sekaligus belajar menetapkan tujuan sederhana yang ingin dicapai melalui kebiasaan menabung.

    Tema “Simpan Hari Ini, Raih Esok Nanti” menjadi landasan utama dalam penyampaian materi. Menabung diperkenalkan kepada siswa bukan semata-mata sebagai upaya mengurangi kegiatan membeli atau jajan, tetapi sebagai kebiasaan untuk mengelola uang secara bijak dan mempersiapkan kebutuhan maupun tujuan di masa mendatang.

    Koordinator Kemahasiswaan Program Studi Akuntansi UNIKOM, Assoc. Prof. Dr. Adeh Ratna Komala, S.E., M.Si., turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan PPM 2026. Dalam sambutannya, Ia mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai bagian dari proses pembelajaran mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan pendampingan sekaligus memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.

    Selain memberikan apresiasi kepada panitia, Assoc. Prof. Dr. Adeh juga menyampaikan penghargaan kepada pihak sekolah dan para guru yang telah mendukung terlaksananya kegiatan. Dukungan tersebut dinilai penting dalam menciptakan sinergi antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan dalam menghadirkan kegiatan edukatif bagi siswa.

    Sementara itu, Nurhayati, S.Pd., mewakili Plt. Kepala SDN Cisalasih, Iroh Kartini, S.Pd., menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas pelaksanaan kegiatan PPM HIMA Akuntansi UNIKOM di SDN Cisalasih. Kehadiran mahasiswa diharapkan dapat memberikan pengalaman dan pengetahuan tambahan yang bermanfaat bagi para siswa.

    Pelaksanaan PPM 2026 menunjukkan peran mahasiswa tidak hanya sebagai bagian dari sivitas akademika, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan. Melalui edukasi literasi keuangan yang diberikan sejak dini, Hima Akuntansi UNIKOM berupaya mendorong terbentuknya kebiasaan positif dalam mengelola uang sekaligus memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat.

    Kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi para siswa serta menjadi pengalaman pembelajaran bagi mahasiswa dalam mengimplementasikan ilmu akuntansi dan nilai-nilai kepedulian sosial di tengah masyarakat. (Direktorat Hms & Pro)

  • Kolaborasi Pkm Divisi Beasiswa Unikom Dan Politeknik Pajajaran Icb Bandung, Bekali Mahasiswa Kip Kuliah Dengan Literasi Keuangan Guna Cegah Cybercrime

    Kolaborasi Pkm Divisi Beasiswa Unikom Dan Politeknik Pajajaran Icb Bandung, Bekali Mahasiswa Kip Kuliah Dengan Literasi Keuangan Guna Cegah Cybercrime

    BANDUNG, UNIKOM — Kemudahan transaksi digital di tengah perkembangan teknologi juga diiringi meningkatnya risiko kejahatan siber yang dapat mengancam keamanan finansial mahasiswa. Dalam menyikapi hal tersebut, Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) melalui Divisi Beasiswa bersama Politeknik Pajajaran ICB Bandung menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berupa pendampingan literasi dan pengelolaan keuangan bagi mahasiswa penerima KIP Kuliah pada Kamis, 16 Juli 2026, bertempat di Ruang 4310, Gedung 3 UNIKOM. Kegiatan tersebut secara khusus bertujuan membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola dana bantuan KIP Kuliah sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk kejahatan keuangan berbasis digital atau cybercrime.

    Peserta kegiatan merupakan mahasiswa penerima bantuan KIP Kuliah dari UNIKOM dan Politeknik Pajajaran ICB Bandung, dimana kegiatan tersebut menjadi bagian dari kolaborasi kemitraan antara penyelenggara KIP Kuliah UNIKOM dengan Politeknik Pajajaran ICB Bandung dalam memberikan pendampingan yang relevan dengan tantangan mahasiswa di era digital.

    Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa memperoleh pembekalan materi literasi keuangan yang disampaikan oleh Dr. Linna Ismawati, S.E., M.Si., CFRM., selaku Ketua Divisi Beasiswa UNIKOM. Materi tidak hanya berfokus pada bagaimana mahasiswa mengelola dana secara bijak, tetapi juga mengenalkan berbagai potensi risiko yang dapat terjadi ketika melakukan aktivitas keuangan secara daring.

    Salah satu perhatian utama dalam pendampingan tersebut adalah meningkatnya modus penipuan yang menyasar mahasiswa, terutama ketika dana KIP Kuliah telah dicairkan. Mahasiswa dapat menjadi target berbagai modus kejahatan, mulai dari phising untuk mencuri data keuangan, investasi bodong, penipuan belanja online, hingga penipuan berkedok hadiah atau tambahan beasiswa.

    Melalui simulasi dampak risiko kejahatan online, mahasiswa diajak memahami bagaimana sebuah tindakan yang tampak sederhana di ruang digital dapat berujung pada kerugian finansial. Pendekatan tersebut diharapkan membuat mahasiswa tidak hanya memahami konsep literasi keuangan secara teoritis, tetapi juga mampu mengenali tanda-tanda penipuan dan mengambil keputusan yang lebih aman ketika mengelola keuangannya.

    Kegiatan tersebut juga dinilai semakin penting karena mahasiswa penerima KIP Kuliah merupakan kelompok yang perlu mendapatkan pendampingan dalam mengelola dana bantuan pendidikan dan biaya operasional. Kurangnya pengetahuan mengenai keamanan transaksi digital dapat meningkatkan kerentanan mahasiswa terhadap berbagai modus kejahatan keuangan.

    Dalam kesempatan wawancara, Ketua Divisi Beasiswa, Dr. Linna Ismawati, S.E., M.Si., CFRM., menyampaikan “kegiatan ini sangat penting, terutama bagi mahasiswa baru. Mahasiswa jalur KIP Kuliah rentan terhadap penipuan dana KIP Kuliah oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Karena itu, mahasiswa perlu memiliki pengetahuan literasi keuangan dan memahami risiko kejahatan online agar dapat menjaga dana bantuan yang diterimanya”, tuturnya.

    Selain itu, kolaborasi antara UNIKOM dan Politeknik Pajajaran ICB Bandung juga diperkuat melalui penandatanganan kesediaan mitra PKM oleh Direktur Politeknik Pajajaran ICB Bandung, Assoc. Prof. Dr. Gunardi, S.E., M.M., CFTAX. Kerja sama tersebut menjadi langkah strategis untuk memperluas dampak pendampingan dan meningkatkan kapasitas mahasiswa dalam menghadapi tantangan pengelolaan keuangan di era digital.

    Melalui kegiatan PKM Divisi Beasiswa UNIKOM bersama mitra, mahasiswa diharapkan tidak hanya mampu mengelola dana KIP Kuliah secara bertanggung jawab, tetapi juga memiliki sikap kritis terhadap berbagai tawaran dan aktivitas keuangan di dunia maya. Kemampuan mengenali modus penipuan, menjaga kerahasiaan data pribadi dan finansial, serta mengambil keputusan keuangan secara bijak menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam menjaga keamanan dana bantuan yang diterimanya. Pada akhirnya, pendampingan literasi keuangan tersebut diharapkan dapat membangun mahasiswa KIP Kuliah yang lebih cerdas, mandiri, dan waspada dalam mengelola keuangan, sehingga dana bantuan pendidikan dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan dan terlindungi dari ancaman cybercrime. (Direktorat Hms & Pro)

  • Unikom Resmi Lepas 560 Mahasiswa Kkn Berdampak 2026, Dorong Gerakan Pengelolaan Sampah Di Kecamatan Coblong

    Unikom Resmi Lepas 560 Mahasiswa Kkn Berdampak 2026, Dorong Gerakan Pengelolaan Sampah Di Kecamatan Coblong

    BANDUNG, UNIKOM — Rabu, 12 Agustus 2026, Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) secara resmi melepas 560 mahasiswa KKN Berdampak UNIKOM 2026 untuk berkontribusi langsung di tengah masyarakat, khususnya dalam mendukung pengelolaan sampah di Kecamatan Coblong, Kota Bandung dengan mengusung tema “Sampah Terdata, Lingkungan Tertata”. Bertempat di Lapangan Kampus Dago UNIKOM, kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Rektor UNIKOM sekaligus Ketua APTISI Jawa Barat, Prof. 3. Prof. HC. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T., Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Prof. Dr. Hj. Umi Narimawati, Dra., S.E., M.Si., M.Pd., para Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), serta seluruh peserta KKN Berdampak UNIKOM 2026.

    Rektor UNIKOM, Prof. 3 Prof. HC. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T., dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga atas semangat, kekompakan, dan integritas mahasiswa yang akan menjalankan KKN Berdampak. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda akademik, tetapi merupakan bentuk nyata kontribusi mahasiswa kepada masyarakat sekaligus dukungan terhadap program Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam mengatasi persoalan sampah. “Saya senang sekali dan bangga atas kekompakan masyarakat dan mahasiswa UNIKOM, serta integritas yang ditunjukkan. Hari ini secara resmi saya melepas mahasiswa UNIKOM untuk melaksanakan KKN di lapangan”, tutur Prof. Eddy.

    Lebih lanjut, Prof. Eddy menegaskan bahwa mahasiswa UNIKOM diharapkan menjadi pionir dan contoh bagi perguruan tinggi lainnya dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai pengelolaan sampah. Mahasiswa tidak hanya diminta membantu menangani sampah secara langsung, tetapi memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya memilah sampah berdasarkan jenisnya, seperti sampah residu dan plastik. “Yang paling utama, adik-adik mahasiswa diminta oleh pemerintah untuk mencerahkan masyarakat bagaimana memilah sampah, mana yang residu, mana yang plastik, dan selanjutnya. Sehingga akan tumbuh kebiasaan di masyarakat kita, khususnya Coblong”, tegas Prof. Eddy.

    Menurutnya, kebiasaan memilah sampah dari tingkat masyarakat akan memberikan kontribusi penting terhadap terciptanya lingkungan yang lebih bersih sekaligus membantu pemerintah dalam menyelesaikan persoalan persampahan. Prof. Eddy juga mengungkapkan bahwa KKN Berdampak UNIKOM diharapkan dapat menjadi model yang dapat direplikasi oleh perguruan tinggi swasta lainnya di Jawa Barat. Sebagai Ketua APTISI Jawa Barat, Prof. Eddy menyampaikan rencana untuk mendorong perguruan tinggi lain mengikuti pola kontribusi mahasiswa UNIKOM dalam menangani persoalan lingkungan. “Mahasiswa UNIKOM ini menjadi contoh untuk kemudian diikuti oleh PTS-PTS lain di seluruh Jawa Barat”, ungkapnya.

    Program tersebut dirancang dengan pendekatan kewilayahan, di mana perguruan tinggi mengambil peran dalam mendampingi satu kecamatan. UNIKOM memilih Kecamatan Coblong sebagai wilayah pelaksanaan karena berada di lingkungan sekitar kampus. Di akhir salmbutannya, Prof. Eddy berharap praktik baik yang dilakukan mahasiswa UNIKOM di Coblong nantinya dapat dikembangkan dan ditularkan kepada perguruan tinggi lainnya, baik di Jawa Barat maupun di berbagai kabupaten dan kota. Selain itu, ia  juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah memberikan perhatian terhadap peran mahasiswa UNIKOM dalam mendukung penyelesaian persoalan masyarakat. Menurutnya, keterlibatan UNIKOM dalam program tersebut sejalan dengan harapan pemerintah agar perguruan tinggi tidak hanya berperan sebagai institusi pendidikan, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi lingkungan sekitarnya.

    Sementara itu, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, sekaligus Ketua Pelaksana KKN Berdampak UNIKOM, Prof. Dr. Hj. Umi Narimawati, Dra., S.E., M.Si., M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa, program studi, dosen, dan DPL yang mendukung pelaksanaan program tersebut. Ia menegaskan bahwa KKN Berdampak merupakan wujud kepedulian UNIKOM terhadap masyarakat sekaligus sarana bagi mahasiswa untuk belajar secara langsung dari persoalan yang terjadi di lapangan. “Ini adalah wujud kepedulian UNIKOM, kecintaan UNIKOM kepada para mahasiswa. Kita belajar di masyarakat yang sesungguhnya”, tuturnya.

    Prof. Umi menjelaskan bahwa KKN Berdampak tidak semata-mata dimaknai sebagai kegiatan untuk “membersihkan sampah”, melainkan sebagai proses pembelajaran yang mendorong mahasiswa memahami dan membantu menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat. Kegiatan ini juga mulai diarahkan untuk terintegrasi dengan kurikulum. Beban akademik KKN dapat disesuaikan dengan program studi, bahkan terdapat program studi yang mengajukan hingga sekitar 20 SKS. Hal tersebut menunjukkan dukungan kuat dari berbagai program studi di lingkungan UNIKOM terhadap program KKN Berdampak. “Tidak hanya karena menyelesaikan satu masalah, tetapi menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada di masyarakat”,  jelas Prof. Umi.

    Pada pelaksanaan KKN Berdampak 2026, UNIKOM mengirimkan 560 mahasiswa untuk terlibat dalam kegiatan di Kecamatan Coblong. Jumlah tersebut menunjukkan komitmen UNIKOM dalam memberikan kontribusi yang lebih luas terhadap program pengelolaan sampah di Kota Bandung. Para mahasiswa akan didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan yang memiliki peran penting dalam membimbing, mengarahkan, serta mengevaluasi pelaksanaan kegiatan di lapangan.

    Prof. Umi berpesan agar seluruh mahasiswa menjaga kedisiplinan, menaati aturan yang berlaku di wilayah tempat mereka bertugas, serta menjaga sikap dan nama baik almamater. “Jaga sikap, jaga nama baik UNIKOM yang kita cintai. Informasikan kebaikan-kebaikan UNIKOM di sana,” pesannya kepada para mahasiswa. Ia juga mengingatkan mahasiswa untuk menjalankan seluruh ketentuan administrasi dan kegiatan KKN, termasuk pengisian daftar hadir serta penyusunan laporan.

    Prosesi pelepasan ditandai dengan pelepasan mahasiswa KKN Berdampak secara simbolis oleh Rektor UNIKOM. Dua perwakilan mahasiswa, Arkan Ghifari dari Program Studi Teknik Arsitektur dan Renata Rufaidah dari Program Studi Hubungan Internasional, maju untuk mengikuti prosesi pelepasan dan pemakaian atribut serta penyerahan ID card. Setelah prosesi tersebut, mahasiswa KKN Berdampak UNIKOM 2026 secara resmi dinyatakan dilepas untuk melaksanakan pengabdian kepada masyarakat.

    Melalui KKN Berdampak 2026, UNIKOM berharap mahasiswa mampu menghadirkan kontribusi yang terukur dan berkelanjutan bagi masyarakat. Selain memberikan edukasi mengenai pemilahan dan pengelolaan sampah, mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang membangun kesadaran masyarakat serta mendorong terbentuknya kebiasaan hidup yang lebih peduli terhadap lingkungan. Dengan semangat “Sampah Terdata, Lingkungan Tertata”, 560 mahasiswa KKN Berdampak UNIKOM siap menjalankan tugas di Kecamatan Coblong, membawa semangat akademik, kepedulian sosial, serta nama baik almamater untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat. (Direktorat Hms & Pro)

  • UNIKOM MENGABDI: BEKALI KOMPETENSI ARTIFICIAL INTELLIGENCE PADA GURU SDIT INSAN CERMAT UNTUK AKSELERASI KONTEN INTERAKTIF GUNA BANGUN GENERASI GURU DIGITAL YANG VISIONER DAN BERSINERGI

    UNIKOM MENGABDI: BEKALI KOMPETENSI ARTIFICIAL INTELLIGENCE PADA GURU SDIT INSAN CERMAT UNTUK AKSELERASI KONTEN INTERAKTIF GUNA BANGUN GENERASI GURU DIGITAL YANG VISIONER DAN BERSINERGI

    BANDUNG, UNIKOM – Komitmen Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) dalam mendukung transformasi pendidikan berbasis teknologi terus diwujudkan melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Berkolaborasi dengan SDIT Insan Cermat, UNIKOM menyelenggarakan pelatihan bertajuk “Optimalisasi Artificial Intelligence (AI) untuk Akselerasi Konten Interaktif, Analisis Dinamika Siswa, dan Penguatan Komunikasi Guru SDIT Insan Cermat: Membangun Generasi Guru Digital Visioner dan Bersinergi”.

    Bertempat di SDIT Insan Cermat, .Jalan Cigagak, Cipadung, Kota Bandung, kegiatan yang berlangsung pada 13–15 Mei 2026 tersebut menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kompetensi digital guru agar mampu memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) secara bijak, efektif, dan profesional dalam proses pembelajaran.
    Pelaksanaan kegiatan dijadwalkan secara cermat oleh tim pengabdian UNIKOM dengan menyesuaikan kalender akademik sekolah mitra agar tidak mengganggu aktivitas belajar mengajar. Pendekatan tersebut menunjukkan komitmen UNIKOM dalam menghadirkan program pengabdian yang tidak hanya berdampak, tetapi juga selaras dengan kebutuhan dan kondisi sekolah.


    Penguatan kapasitas guru menjadi fokus utama kegiatan tersebut. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital saat ini, guru dituntut tidak hanya mampu memanfaatkan teknologi, tetapi juga mampu mengintegrasikannya ke dalam proses pembelajaran secara kreatif, adaptif, dan tetap berorientasi pada nilai-nilai pendidikan. Melalui pelatihan ini, UNIKOM menghadirkan solusi atas tingginya beban administratif yang selama ini menyita waktu pendidik, sehingga guru dapat lebih fokus mendampingi perkembangan akademik maupun karakter peserta didik.


    Pada kesempatan tersebut, Ketua Pelaksana Pengabdian kepada Masyarakat, Angga Setiyadi, M.Kom., CITPM., mengungkapkan bahwa antusiasme para guru menunjukkan kesiapan mereka dalam bertransformasi menuju ekosistem pendidikan berbasis Artificial Intelligence. “Kami sangat bangga melihat para guru kini telah mahir mentransformasi dokumen pasif menjadi aset pembelajaran aktif seperti kuis dan flashcards melalui NotebookLM, serta mampu melakukan analisis psikologis siswa yang lebih objektif berdasarkan data. Hal ini membuktikan bahwa guru-guru SDIT Insan Cermat telah siap menempatkan diri sebagai asisten cerdas sekaligus validator utama dalam ekosistem pendidikan berbasis AI”, tuturnya.


    Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pihak Yayasan dan SDIT Insan Cermat, kemudian dilanjutkan dengan sesi pelatihan intensif yang dikemas secara aplikatif melalui praktik langsung, simulasi, diskusi, dan studi kasus. Para peserta memperoleh kesempatan untuk mengimplementasikan berbagai perangkat Artificial Intelligence dalam menyelesaikan tantangan nyata yang dihadapi guru di lingkungan sekolah.


    Pelatihan menghadirkan para akademisi dan praktisi UNIKOM yang memiliki kompetensi di bidang teknologi digital dan Artificial Intelligence. Pada sesi pertama, Deputi Wakil Rektor IV UNIKOM, Adam Mukharil Bachtiar, S.Kom., M.T., Ph.D. bersama Ketua Divisi Codelabs UNIKOM, Dian Dharmayanti, S.T., M.Kom., membimbing peserta mengoptimalkan NotebookLM untuk mentransformasi dokumen pembelajaran menjadi materi ajar yang lebih interaktif, efektif, dan mudah dipahami peserta didik.


    Sesi berikutnya dipandu oleh Angga Setiyadi, M.Kom., CITPM., bersama Eko Budi Setiawan, S.Kom., M.Kom., yang membahas pemanfaatan Artificial Intelligence dalam menyusun komunikasi evaluasi hasil belajar siswa, termasuk penyusunan narasi rapor yang lebih informatif, objektif, dan mudah dipahami oleh orang tua.

    Selanjutnya, Irfan Maliki, S.T., M.T., CITPM., bersama Sugeng, S.Kom., M.T., mengajak peserta mengeksplorasi pemanfaatan Canva AI dan Gemini Canvas untuk menghasilkan media pembelajaran digital yang lebih menarik, kreatif, serta mampu meningkatkan keterlibatan siswa selama proses pembelajaran berlangsung.


    Sebagai pelengkap, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNIKOM, Yayah Sutisnawati, S.E., M.M., bersama Mari Maryati, S.E., M.M., memberikan materi mengenai analisis dinamika psikologis siswa berbasis data. Melalui pendekatan tersebut, guru dibekali kemampuan membaca perkembangan perilaku siswa secara lebih objektif tanpa memberikan stigma ataupun label negatif, sehingga mampu menciptakan pembelajaran yang lebih inklusif, humanis, dan berpusat pada kebutuhan peserta didik.


    Selama pelatihan berlangsung, para guru menunjukkan antusiasme yang tinggi. Peserta secara aktif berlatih menyusun materi menggunakan Gemini Canvas, mengubah dokumen pembelajaran menjadi kuis dan flashcards melalui NotebookLM, hingga mengembangkan berbagai media pembelajaran digital yang siap digunakan di kelas. Kegiatan tersebut memperlihatkan kesiapan guru dalam mengintegrasikan teknologi Artificial Intelligence ke dalam aktivitas pembelajaran sehari-hari.


    Selain meningkatkan kompetensi digital, pelatihan tersebut juga memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan kualitas komunikasi antara sekolah dengan orang tua. Melalui pemanfaatan AI, guru mampu merangkum data rapor yang kompleks menjadi narasi yang lebih mudah dipahami, sekaligus melakukan analisis perkembangan siswa secara objektif sehingga proses evaluasi menjadi lebih akurat, efektif, dan berorientasi pada pengembangan potensi peserta didik.


    Kepala SDIT Insan Cermat, Muhammad Iqbal, S.H., M.H., mengapresiasi kolaborasi yang dibangun bersama UNIKOM. Menurutnya, pemanfaatan Artificial Intelligence akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas layanan pendidikan apabila tetap diimbangi dengan profesionalisme guru. “Harapan saya, efisiensi yang tercipta melalui AI tetap dibarengi dengan ketelitian guru sebagai validator utama untuk memastikan setiap konten yang sampai kepada siswa tetap akurat dan sesuai dengan tujuan pembelajaran”, tegasnya.


    Senada dengan hal tersebut, Ketua Yayasan SDIT Insan Cermat, Dr. H. Endang Jumali, Lc., M.A., M.Si., IFP., CRFA., menilai penguasaan teknologi merupakan kompetensi yang harus dimiliki pendidik dalam menghadapi tantangan pendidikan masa depan. “Melalui pendalaman materi teknologi yang lebih komprehensif pada pelatihan ini, guru akan semakin mampu membimbing siswa menjadi generasi yang adaptif, kreatif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan”, ungkapnya.


    Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat di SDIT Insan Cermat, UNIKOM kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung transformasi pendidikan nasional melalui pemanfaatan teknologi digital dan Artificial Intelligence. Sejalan dengan visi UNIKOM sebagai Digital Entrepreneurial University dan Campus AI Ready, kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan AI sebagai asisten cerdas, tetapi juga menegaskan bahwa peran pendidik tetap menjadi kunci utama sebagai pengarah, pengambil keputusan, dan validator dalam setiap proses pembelajaran. Diharapkan kolaborasi ini mampu melahirkan ekosistem pendidikan yang lebih inovatif, adaptif, humanis, dan siap menghadapi tantangan era digital. (Direktorat Hms & Pro)

  • Analisis Desain Penerangan Jalan Umum Bertenaga Surya (PJUTS)

    Analisis Desain Penerangan Jalan Umum Bertenaga Surya (PJUTS)

    Penulis: Sutono S, Chepi Nur Albar

    Abstrak

    Penelitian ini bertujuan untuk mengusulkan dan mendemonstrasikan konsep lampu penerangan jalan umum bertenaga surya sebagai bagian dari inisiatif Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang dilakukan di Kompleks Perumahan Halim di Kabupaten Bandung Barat. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental yang dikombinasikan dengan desain produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain Penerangan Jalan Umum Bertenaga Surya (PJUTS) menawarkan solusi inovatif dan ramah lingkungan untuk memenuhi kebutuhan penerangan umum. Perhitungan dan pengujian melibatkan lampu LED 5V/12W, panel surya 12V/50Wp, pengontrol pengisian daya 10A, dan baterai lithium 12V/30Ah. Sistem penerangan jalan bertenaga surya dapat beroperasi selama 12 jam, bahkan dalam kondisi cerah dan berawan. © 2025 Taylor’s University. Semua hak dilindungi undang-undang.

    Kata kunci: Baterai; Pengontrol pengisian daya; Kompleks; Perumahan; LED

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85214486386

  • Majelis Ta’lim Ashfiyatunnisa UNIKOM Gelar Bakti Sosial: Perkuat Kepedulian Sosial di Bulan Ramadhan

    Majelis Ta’lim Ashfiyatunnisa UNIKOM Gelar Bakti Sosial: Perkuat Kepedulian Sosial di Bulan Ramadhan

    BANDUNG, UNIKOM – Semangat berbagi dan kepedulian terhadap masyarakat sekitar ditunjukkan oleh sivitas akademika Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM). Pada Sabtu, 7 Maret 2026, Majelis Ta’lim Ashfiyatunnisa UNIKOM yang berada di bawah binaan Yayasan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi menyelenggarakan kegiatan bakti sosial berupa santunan kepada anak yatim dan kaum dhuafa di lingkungan sekitar kampus UNIKOM, Dipatiukur, Kota Bandung.

    Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara kampus dan masyarakat sekitar, khususnya dalam menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. Acara diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan tausiah keagamaan, serta penyerahan santunan kepada para penerima manfaat yang berasal dari wilayah RW. 13 Kelurahan Lebak Gede, Kota Bandung.

    Ketua Majelis Ta’lim Ashfiyatunnisa UNIKOM, Apriani Puti Purfini, S.Kom., M.T., menyampaikan bahwa kegiatan santunan tersebut merupakan program sosial yang diselenggarakan oleh Majelis Ta’lim Ashfiyatunnisa UNIKOM dengan melibatkan dukungan dari berbagai pihak di lingkungan UNIKOM. “Alhamdulillahirrahmanirrahim, pada hari ini kami dapat menyelenggarakan kegiatan santunan kepada anak yatim dan kaum dhuafa. Persiapan kegiatan ini kami lakukan selama dua minggu. Ini merupakan kegiatan santunan pertama dari Majelis Ta’lim Ashfiyatunnisa UNIKOM, yang difokuskan bagi masyarakat di sekitar kampus sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan terdekat. mudah-mudahan kegiatan ini dapat terus berlanjut di masa yang akan datang serta dapat memperluas jangkauan kegiatan sosial hingga ke wilayah yang lebih luas”, tutur Apriani.

    Dalam kesempatan tersebut, Apriani juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini, antara lain, Rektor UNIKOM, Prof. 3 Prof. HC. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T., dan penasihat MT Dra. Hj. Ani Astuti, S.E., serta para dosen, karyawan, dan sivitas akademika UNIKOM yang turut berpartisipasi sebagai donatur. “Kami mengucapkan terima kasih kepada para donatur, mulai dari Bapak Rektor, Ibu Rektor, Dra. Hj. Ani Astuti, S.E., serta seluruh sivitas akademika UNIKOM yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini. Semoga apa yang kita lakukan hari ini mendapatkan keberkahan dari Allah SWT dan memberikan manfaat bagi kita semua”, tambahnya.

    Sementara itu, Ketua RW. 13 Dipatiukur, Mohamad Riza Setiaji, turut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan sosial tersebut. Ia mengungkapkan bahwa kegiatan berbagi yang diinisiasi oleh Majelis Ta’lim Ashfiyatunnisa UNIKOM memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di wilayahnya, khususnya bagi anak yatim dan kaum dhuafa. “Kami mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan berbagi dari Majelis Ta’lim Ashfiyatunnisa UNIKOM. Alhamdulillah acara yang berisi pembagian santunan dan ceramah ini berjalan dengan baik dan lancar, serta memberikan manfaat bagi anak yatim dan kaum dhuafa di wilayah RW. 13”, demikian ungkapnya.

    Lebih lanjut, ia berharap kegiatan serupa tidak hanya dilaksanakan pada bulan Ramadhan, tetapi juga dapat dikembangkan pada berbagai momentum lainnya sebagai bentuk kolaborasi berkelanjutan antara kampus dan masyarakat. “Kami berharap ke depan kegiatan ini tidak hanya dilakukan pada bulan Ramadhan saja, tetapi juga dapat dilaksanakan pada momen-momen lainnya sehingga kerja sama antara masyarakat dan UNIKOM dapat semakin luas dan memberikan manfaat yang lebih besar”, pungkasnya.

    Melalui kegiatan bakti sosial tersebut, Majelis Ta’lim Ashfiyatunnisa UNIKOM menegaskan komitmennya dengan terus menumbuhkan nilai-nilai kepedulian, kebersamaan, dan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan tersebut juga sekaligus menjadi wujud nyata peran UNIKOM tidak hanya sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang aktif berkontribusi dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan. (Direktorat Hms & Pro)

  • Perkuat Literasi Keuangan Petani, FEB UNIKOM Bersama KOMDIGI RI Gelar Bimtek Pengelolaan Keuangan di Sragen

    Perkuat Literasi Keuangan Petani, FEB UNIKOM Bersama KOMDIGI RI Gelar Bimtek Pengelolaan Keuangan di Sragen

    BANDUNG, UNIKOM — Kamis, 29 Januari 2026, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) bekerja sama dengan Direktorat Kecerdasan Artifisial dan Ekosistem Teknologi Baru Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Keuangan bagi Petani Tanaman Pangan dan Hortikultura di Kabupaten Sragen.

    Bertempat di Front One Hotel Sragen, kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Fasilitasi Pemanfaatan Teknologi Digital Sektor Pertanian, dan diikuti oleh perwakilan Komdigi RI, Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen, serta kelompok tani tanaman pangan dan hortikultura, dimana peserta diarahkan untuk memperkuat literasi dan kapasitas keuangan petani agar mampu mengelola usaha tani secara lebih profesional, terukur, dan berkelanjutan di tengah dinamika sektor pertanian.

    Rangkaian kegiatan Bimtek diawali dengan sesi pembukaan dan arahan dari Direktur Direktorat Kecerdasan Artifisial dan Ekosistem Teknologi Baru Komdigi RI, serta Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kabupaten Sragen. Keduanya menekankan pentingnya penguatan tata kelola keuangan sebagai fondasi utama dalam mendukung transformasi digital di sektor pertanian.

    Sebagai bentuk kontribusi akademik, FEB UNIKOM menghadirkan tim narasumber yang dipimpin oleh Prof. Dr. Siti Kurnia Rahayu, S.E., M.Ak., Ak., CA., bersama Assoc. Prof. Dr. Sri Dewi Anggadini, S.E., M.Si., Ak., CA., dan Dona Eliana, S.Ak. Materi bimtek tersebut disampaikan secara aplikatif dan kontekstual, mencakup perencanaan biaya produksi, pengelolaan arus kas usaha tani, pengendalian utang dan risiko usaha, hingga perhitungan keuntungan secara sederhana dan mudah dipahami.

    Selain itu, bimtek tersebut juga merespons berbagai tantangan nyata yang dihadapi petani, seperti fluktuasi harga input pertanian, ketidakpastian hasil panen, serta lemahnya pencatatan keuangan usaha tani yang kerap tercampur dengan keuangan rumah tangga. Oleh karena itu, peserta dibekali latihan pencatatan keuangan sederhana yang dapat langsung diterapkan, sekaligus didorong untuk menerapkan disiplin pemisahan keuangan usaha dan rumah tangga.

    Melalui kegiatan bimtek tersebut, diharapkan para petani di Kabupaten Sragen semakin siap memanfaatkan ekosistem digital pertanian di masa depan dengan dukungan pengelolaan keuangan yang lebih tertib, transparan, dan berorientasi pada keberlanjutan usaha tani. (Direktorat Hms & Pro)

  • TIM PKM-PM “PEKA TOKSIN” UNIKOM Kenalkan Teknologi Ai untuk Deteksi Jamur Hitam di Desa Pamekaran, Langkah Inovatif Dukung Diktisaintek Berdampak

    TIM PKM-PM “PEKA TOKSIN” UNIKOM Kenalkan Teknologi Ai untuk Deteksi Jamur Hitam di Desa Pamekaran, Langkah Inovatif Dukung Diktisaintek Berdampak

    BANDUNG, UNIKOM – Inovasi berbasis teknologi lahir dari kampus, kali ini dosen dan mahasiswa Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) kembali melakukan langkah nyata melalui program pemberdayaan masyarakat dengan pendekatan kecerdasan buatan (AI) dengan Judul “Pemberdayaan Karang Taruna Mengedukasi Peka Toksin Berbasis AI Sebagai Pencegah dan Pendeteksi Jamur Hitam untuk Melindungi Kesehatan Warga Desa Pamekaran” dengan tema Penguatan Pendidikan, Sains, dan Teknologi. Program ini berfokus pada deteksi dini jamur hitam dan edukasi peka toksin kepada pemuda Karang Taruna di Desa Pamekaran, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung.

    Program yang lolos didanai oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (KEMENDIKBUDRISTEK) melalui skema DIKTI Saintek Berdampak tersebut merupakan bagian dari Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKM-PM) yang menekankan pentingnya kolaborasi antara kampus dan masyarakat dalam menghadapi tantangan lingkungan yang nyata.

    Dipilihnya Desa Pamekaran bukan tanpa alasan. Wilayah ini memiliki kondisi lingkungan yang lembap dan aktivitas domestik yang padat, yang berpotensi memicu pertumbuhan jamur hitam atau black mold mikroorganisme yang dapat membahayakan kesehatan, terutama pernapasan. Tim PKM-PM tersebut dibimbing oleh Dr. Hj. Supriyati, S.E., M.Si., AK., CA., ASEAN CPA., C.PI., CIAP., AMKI yang merupakan dosen prodi komputerisasi akuntansi UNIKOM, dan Anggota TIm Mahasiswa yaitu 1). Ketua Tim Nur Aisah – Sistem Informasi, 2). Rizki Dwi Putri Ningsih – Sistem Informasi. 3). Rhadith Eka Erlangga Shaputra – Sistem Informasi, 4). Abdul Malik Febrian Zulkifli – Teknik Informatika. 

    Dr. Hj. Supriyati, selaku dosen pendamping mengatakan  “Jamur hitam ini tidak kasat mata di awal, tapi bisa berdampak besar jika tidak dikenali sejak dini. Itulah kenapa kami memilih pendekatan AI (Artificial Intelligence) dalam program ini,” ujarnya

    Sistem AI yang dikembangkan tim UNIKOM mampu mengenali pola visual jamur hitam dari gambar lingkungan sekitar. Dengan algoritma klasifikasi berbasis machine learning, aplikasi ini memberikan notifikasi otomatis ketika ditemukan potensi kontaminasi, sehingga masyarakat dapat segera melakukan langkah pencegahan.

    Tak hanya membawa teknologi, tim juga melakukan edukasi langsung kepada Karang Taruna setempat. Mereka diajarkan cara mengenali tanda-tanda toksin dari jamur hitam, termasuk pelatihan simulasi penggunaan aplikasi peka toksin yang telah dirancang khusus agar mudah digunakan. “Pelatihan ini membuka mata bahwa ancaman itu ada di sekitar, dan ternyata bisa dikenali dengan bantuan teknologi,” ujar Nur Aisah selaku ketua tim.

    Terakhir, Dr. Hj. Supriyati berharap kegiatan ini bukan hanya soal teknologi, tapi juga tentang menumbuhkan empati dan tanggung jawab sosial mahasiswa serta dapat mengaplikasikan ilmunya untuk menjawab persoalan yang terjadi di masyarakat. Bukan hanya berinovasi, tapi juga hadir dan berdampak, (Direktorat Hms & Pro)

  • Dosen dan Mahasiswa UNIKOM Lakukan PKPM SDM Guru Madrasah Tsanawiyah Melalui Pemanfaatan Teknologi dalam Mendesain Pembelajaran sebagai Bagian dari Program Dikti Saintek Berdampak

    Dosen dan Mahasiswa UNIKOM Lakukan PKPM SDM Guru Madrasah Tsanawiyah Melalui Pemanfaatan Teknologi dalam Mendesain Pembelajaran sebagai Bagian dari Program Dikti Saintek Berdampak

    BANDUNG, UNIKOM – Dalam mendukung dunia pendidikan yang berdampak bagi masyarakat melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM). Kali ini, fokus perhatian diarahkan pada peningkatan kapasitas guru-guru di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Cahaya Harapan, Kabupaten Bandung Barat, melalui pelatihan bertema “Pemberdayaan SDM Guru Madrasah Tsanawiyah Melalui Pemanfaatan Teknologi dalam Mendesain Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan”.

    Kegiatan ini dilaksanakan oleh dosen UNIKOM, Assoc. Prof. Dr. Isniar Budiarti, S.E., M.Si., bersama mahasiswa Dicky Rizkyka Ramadan Siregar dari Program Studi Sistem Informasi UNIKOM, dengan menggandeng mitra masyarakat berupa guru-guru MTs Cahaya Harapan sebagai peserta utama pelatihan. Rangkaian kegiatan dimulai dari observasi dan diskusi awal yang telah dilaksanakan pada 16 April 2025, dilanjutkan dengan pelaksanaan pelatihan utama pada 15 Mei 2025, bertempat langsung di lokasi madrasah, Jl. Padalarang–Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

    Berdasarkan hasil observasi, tim PKM UNIKOM menemukan sejumlah tantangan yang dihadapi oleh para guru, di antaranya rendahnya keterampilan desain media ajar, minimnya pemahaman tentang pembelajaran kreatif, hingga keterbatasan akses terhadap teknologi dan sumber belajar inovatif. Padatnya beban kerja guru juga menjadi hambatan tersendiri dalam pengembangan media ajar yang menyenangkan.

    Menjawab hal tersebut, pelatihan dirancang secara praktis dan aplikatif. Materi difokuskan pada peningkatan keterampilan penggunaan Microsoft PowerPoint sebagai media ajar yang interaktif, mencakup desain slide menarik, integrasi media (gambar, audio, video), animasi, hingga pembuatan kuis berbasis presentasi.

    Assoc. Prof. Isniar selaku pelaksana kegiatan mengungkapkan “Dengan pelatihan ini, kami ingin mendorong guru-guru madrasah untuk semakin percaya diri menggunakan teknologi dalam kegiatan belajar-mengajar. Transformasi pembelajaran harus dimulai dari tenaga pendidiknya,” ujarnya

    Pelatihan dikemas dalam bentuk workshop sehari penuh yang melibatkan sesi teori, praktik langsung, diskusi kelompok, hingga presentasi hasil karya masing-masing peserta. Guru-guru tampak antusias mencoba langsung membuat media ajar sesuai dengan mata pelajaran mereka, sekaligus berbagi ide kreatif dan solusi atas tantangan yang dihadapi.

    “Pelatihan ini sangat membantu kami memahami bagaimana pembelajaran bisa dibuat lebih menarik bagi siswa. Banyak fitur PowerPoint yang baru kami ketahui,” ungkap salah satu guru peserta.

    Setelah pelatihan, tim juga menyediakan pendampingan lanjutan secara daring melalui grup diskusi, sebagai wadah konsultasi dan kolaborasi antarguru. Melalui kegiatan ini, UNIKOM berharap dapat menumbuhkan budaya literasi digital di lingkungan madrasah, sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran yang tidak hanya informatif, tetapi juga kreatif dan menyenangkan bagi siswa.

    Kegiatan PKM ini merupakan bentuk nyata kontribusi UNIKOM dalam mendukung pengembangan SDM pendidikan, sekaligus upaya menciptakan sistem pembelajaran yang lebih adaptif di era digital. (Direktorat Hms & Pro)

  • Pemerintah Kota Bandung dan Lldikti Wilayah IV Luncurkan Program Penanganan Sampah Melibatkan 99 Perguruan Tinggi, UNIKOM Jadi Salah Satu Penggeraknya

    Pemerintah Kota Bandung dan Lldikti Wilayah IV Luncurkan Program Penanganan Sampah Melibatkan 99 Perguruan Tinggi, UNIKOM Jadi Salah Satu Penggeraknya

    Pemerintah Kota Bandung dan Lldikti Wilayah IV Luncurkan Program Penanganan Sampah Melibatkan 99 Perguruan Tinggi, UNIKOM Jadi Salah Satu Penggeraknya

    BANDUNG, UNIKOM – Isu sampah kini menjadi masalah besar yang terus mengancam keberlanjutan lingkungan di Kota Bandung. Menanggapi hal ini, Pemerintah Kota Bandung, bersama LLDIKTI Wilayah IV, meluncurkan Program Penanganan Sampah (PPS) sebagai upaya nyata dalam mengatasi persoalan tersebut. Program yang melibatkan 99 perguruan tinggi swasta di Kota Bandung ini bertujuan untuk memberikan kontribusi signifikan terhadap pengelolaan sampah, dengan mengedepankan kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat.

    Sebagai bagian dari inisiatif ini, Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) Bandung turut ambil bagian dalam misi besar tersebut. Program ini menjadi salah satu bentuk pengabdian UNIKOM kepada masyarakat, sesuai dengan tridharma perguruan tinggi, yang mencakup pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Program ini telah berlangsung selama satu bulan penuh, pada akhir tahun 2024.

    UNIKOM Bandung diberi tanggung jawab untuk melakukan penanganan sampah di wilayah yang terletak di Jalan Ir. H. Djuanda, tepatnya RT 05 RW 09, Kelurahan Dago, Kecamatan Coblong, Kota Bandung. Kelurahan ini memiliki jumlah penduduk yang cukup padat, terbagi dalam 13 RW, yang menjadikannya sebagai wilayah yang memiliki tantangan besar dalam pengelolaan sampah.

    Dosen Pembimbing lapangan (DPL) Assoc Prof. Dr. Hidayat S.Kom., M.T saat diwawancarai mengatakan “Saya merasa bangga dapat mendampingi mahasiswa UNIKOM dalam kegiatan sosialisasi pemilahan sampah di Kelurahan Dago, Kota Bandung. Kegiatan yang digelar oleh LLDIKTI Wilayah IV ini merupakan bukti nyata kontribusi mahasiswa dalam mengedukasi masyarakat untuk mendukung pengelolaan sampah yang lebih baik dan berkelanjutan”. Ungkapnya

    Lebih lanjut Assoc. Prof. Dr. Hidayat mengatakan “Partisipasi aktif warga dalam kegiatan ini menunjukkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. Saya berharap program ini dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi mahasiswa serta masyarakat untuk bersama-sama menciptakan Bandung sebagai kota yang bersih dan ramah lingkungan”. Pungkasnya.

    Direktur Kemahasiswaan UNIKOM Andreas Darmayadi, S.IP., M.Si., Ph.D. saat dimintai keterangan mengatakan  “Alhamdulillah Kelompok Penanganan Sampah Kota Bandung dari UNIKOM dapat menyelesaikan semua tugas dan amanah dari LLDIkti Wilayah IV saya sangat mengapresiasi Kinerja dari seluruh Anggota Tim dan Dosen PIC yang secara konsisten dan penuh semangat untuk membantu penanganan sampah di RT dan RW yang berada disekitar Kampus Unikom. Kita ketahui Kota Bandung saat ini mengalami Situasi darurat sampah, semoga dengan kontribusi Tim Penanganan Sampah dari UNIKOM dapat membantu menyadarkan masyarakat untuk melakukan pemilahan dan pengelolaan Sampah dengan baik dan Bijak.”ungkapnya

    Solusi dan Pendampingan yang telah dilakukan oleh Unikom yaitu: 1. Pelatihan dan edukasi masyarakat seperti memastikan semua kegiatan berjalan sesuai rencana dan berfungsi sebagai penghubung antara mahasiswa dan DPL. 2. Peningkatan Fasilitas Pemilahan terbagi menjadi dua yaitu: Sampah organik yang diolah menjadi kompos,  sampah anorganik yang dipilah dan dijual ke pengepul daur ulang, terakhir sampah residu yang dibuatkan menjadi kerajinan. 3. Kampanye Kesadaran, dengan 80% Tingkat kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemilahan sampah meningkat secara signifikan. 4. Kerjasama dengan Pihak Terkait.

    Dengan adanya program ini, diharapkan seluruh elemen masyarakat dapat bekerja sama dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan. Melalui kolaborasi ini, UNIKOM dan perguruan tinggi lainnya di Kota Bandung berkomitmen untuk memberikan solusi nyata bagi masalah sampah yang semakin mendesak. (Direktorat Hms & Pro)