Tag: penelitian terbaik

  • Peran Kebijakan Lingkungan dalam Mempromosikan Teknologi Transportasi Ramah Lingkungan

    Penulis: Siphimvadee Suthakavatin, Khodor Shatila, Karine Aydinyan, Raeni Dewi Santy

    DOI: 10.1051/bioconf/202414506013

    Abstrak

    Penelitian ini mengeksplorasi peran kebijakan lingkungan dalam mempromosikan adopsi teknologi transportasi ramah lingkungan, dengan fokus pada efek insentif keuangan, kerangka peraturan, dan investasi publik dalam infrastruktur di pusat-pusat kota utama Asia. Penelitian ini menyoroti bagaimana inovasi teknologi bertindak sebagai mediator penting antara langkah-langkah kebijakan dan adopsi opsi transportasi berkelanjutan seperti kendaraan listrik dan kendaraan bertenaga hidrogen. Dengan menggunakan Pemodelan Persamaan Struktural, penelitian ini meneliti hubungan antara faktor-faktor tersebut, menunjukkan bahwa tingkat insentif keuangan yang lebih tinggi, peraturan yang mendukung, dan investasi publik strategis mengarah pada kemajuan signifikan dalam inovasi teknologi, yang pada gilirannya mendorong adopsi teknologi transportasi ramah lingkungan. Temuan ini berkontribusi pada pemahaman yang lebih luas tentang solusi mobilitas perkotaan berkelanjutan dan menawarkan wawasan penting bagi para pembuat kebijakan dan pemangku kepentingan industri di wilayah yang mengalami urbanisasi pesat. Penelitian ini juga membahas peran ganda dari pendorong kebijakan, baik dalam memengaruhi adopsi secara langsung maupun dalam mendorong kemajuan teknologi. © Para Penulis, diterbitkan oleh EDP Sciences.

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85216661038

  • Analisis Desain Penerangan Jalan Umum Bertenaga Surya (PJUTS)

    Analisis Desain Penerangan Jalan Umum Bertenaga Surya (PJUTS)

    Penulis: Sutono S, Chepi Nur Albar

    Abstrak

    Penelitian ini bertujuan untuk mengusulkan dan mendemonstrasikan konsep lampu penerangan jalan umum bertenaga surya sebagai bagian dari inisiatif Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang dilakukan di Kompleks Perumahan Halim di Kabupaten Bandung Barat. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental yang dikombinasikan dengan desain produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain Penerangan Jalan Umum Bertenaga Surya (PJUTS) menawarkan solusi inovatif dan ramah lingkungan untuk memenuhi kebutuhan penerangan umum. Perhitungan dan pengujian melibatkan lampu LED 5V/12W, panel surya 12V/50Wp, pengontrol pengisian daya 10A, dan baterai lithium 12V/30Ah. Sistem penerangan jalan bertenaga surya dapat beroperasi selama 12 jam, bahkan dalam kondisi cerah dan berawan. © 2025 Taylor’s University. Semua hak dilindungi undang-undang.

    Kata kunci: Baterai; Pengontrol pengisian daya; Kompleks; Perumahan; LED

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85214486386

  • Preferensi Elemen Lanskap di Taman Teras Cikapundung pada Masa Pandemi COVID-19

    Preferensi Elemen Lanskap di Taman Teras Cikapundung pada Masa Pandemi COVID-19

    Penulis: Tri Widianti Natalia, Iren Haifa Khoerunissa, Dhini Dewiyanti Tantarto, Nova Chandra Aditya

    DOI: 10.1063/5.0254818

    Abstrak

    Saat ini, banyak orang menggunakan ruang terbuka publik untuk berbagai aktivitas, seperti olahraga, pertemuan, dan rekreasi. Keberadaan ruang terbuka publik merupakan salah satu kebutuhan utama, terutama di daerah perkotaan. Ruang terbuka publik juga diciptakan untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat sekitar dalam aktivitas dan interaksi mereka di dalamnya. Terutama selama pandemi COVID-19, di mana masyarakat merasa bosan dengan keterbatasan aktivitas mereka dan lebih memilih taman yang dianggap lebih aman sebagai area rekreasi. Salah satu ruang terbuka publik di Bandung yang banyak dikunjungi orang adalah Taman Teras Cikapundung yang terletak di Jl. Siliwangi, Kecamatan Cidadap, Kota Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tempat/preferensi favorit di area lanskap Taman Teras Cikapundung berdasarkan aktivitas pengunjung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif deskriptif, seperti observasi, survei, dan penyebaran kuesioner penelitian kepada pengunjung di Taman Teras Cikapundung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa area amfiteater merupakan salah satu area lanskap favorit yang paling sering dikunjungi secara berkelompok karena merupakan area terluas di Taman Teras Cikapundung yang dapat menampung cukup banyak pengunjung untuk melakukan berbagai aktivitas yang lebih aman dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan yang cukup baik. Aktivitas yang dilakukan di amfiteater meliputi senam pagi, pertemuan komunitas, diskusi dan ceramah, serta berfoto selfie. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai strategi perencanaan untuk mendesain elemen lanskap di ruang terbuka perkotaan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. © 2025 Penulis.

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85219186135

  • Strategi untuk Mengelola Pengetahuan Ekspektasi di Perguruan Tinggi Pasca Pandemi Covid-19

    Strategi untuk Mengelola Pengetahuan Ekspektasi di Perguruan Tinggi Pasca Pandemi Covid-19

    Penulis: Denok Sunarsi, Horas Djulius, Azhar Affandi, Sidik Priadana, Umi Narimawati, Iman Sudirman

    DOI: 10.11591/edulearn.v19i2.21784

    Abstrak

    Pandemi COVID-19 telah membawa tantangan dan peluang yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi sistem manajemen pengetahuan (KMS) di berbagai domain dan sektor. Penelitian ini mengeksplorasi strategi untuk mengelola pengetahuan ekspektasi di perguruan tinggi pasca pandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan desain studi kasus untuk menangkap perspektif mahasiswa tentang strategi untuk mengelola pengetahuan ekspektasi di perguruan tinggi pasca pandemi COVID-19. Partisipan adalah mahasiswa program doktoral, Universitas Pasundan, Bandung, Jawa Barat, Indonesia. Wawancara dilakukan pada Desember 2022 menggunakan teknik wawancara semi-terstruktur dan kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Penelitian ini menemukan empat strategi yang digunakan mahasiswa doktoral manajemen untuk mengelola pengetahuan harapan setelah pandemi COVID-19. Strategi tersebut adalah kodifikasi, personalisasi, kemitraan pengetahuan, dan pemanenan pengetahuan. Implikasi penelitian ini memberikan landasan bagi upaya penelitian di masa mendatang untuk memajukan pemahaman dan penerapan strategi manajemen pengetahuan dalam lanskap pendidikan tinggi pasca-pandemi. © 2025, Intelektual Pustaka Media Utama. Semua hak dilindungi undang-undang.

    Kata kunci: Pengetahuan harapan, Sistem manajemen pengetahuan,Strategi manajemen, Pandemi COVID-19, Pengetahuan tacit

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85216364801

  • Pemanfaatan Aplikasi Mobile sebagai Strategi Komunikasi Pemerintah Daerah dalam Memberikan Pelayanan Informasi Terkait Covid-19 kepada Masyarakat

    Pemanfaatan Aplikasi Mobile sebagai Strategi Komunikasi Pemerintah Daerah dalam Memberikan Pelayanan Informasi Terkait Covid-19 kepada Masyarakat

    Penulis: Tine Agustin Wulandari, Elsya Amanda Yulianto

    DOI: 10.1063/5.0255657

    Abstrak

    Hoax, lawan lain yang juga muncul selama pandemi. Tidak hanya sebagai “Black Swan” yang berdampak negatif pada kehidupan manusia, pandemi ini juga memaksa negara-negara di seluruh dunia untuk menyediakan inovasi pelayanan publik yang berkualitas, dan Indonesia tidak terkecuali. Penelitian ini dilakukan untuk menguji pemanfaatan aplikasi mobile sebagai strategi komunikasi pemerintah dalam memberikan pelayanan informasi terkait Covid-19 kepada masyarakat. Karena masyarakat harus mendapatkan informasi tentang Covid-19 yang berasal dari sumber yang benar dan terpercaya. Studi deskriptif dipilih sebagai metodologi penelitian yang tepat, untuk menguji PIKOBAR (Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jawa Barat), aplikasi mobile yang digunakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa PIKOBAR menyediakan informasi terkini mengenai jumlah kasus terkonfirmasi dan kematian akibat Covid-19, daftar nomor penting atau panggilan darurat di wilayah Provinsi Jawa Barat, peta penyebaran Covid-19 di 27 Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Barat, serta video dan infografis yang mudah dipahami. Aplikasi mobile ini dianggap mampu menjawab tantangan kebutuhan akan informasi yang akurat, tepat, dan dapat diandalkan, serta memenuhi tuntutan inovasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan informasi publik. Namun, hal ini belum sepenuhnya tercapai karena masih ada warga Kota Bandung yang belum menggunakan aplikasi mobile ini. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan implikasi bagi pemerintah daerah maupun nasional untuk selalu berupaya menyediakan inovasi pelayanan publik. © 2025 Penulis.

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85219192378

  • Memprediksi Kasus Covid-19 Menggunakan Model Hybrid Arimax-Bidirectional LSTM

    Memprediksi Kasus Covid-19 Menggunakan Model Hybrid Arimax-Bidirectional LSTM

    Penulis: Nugroho Widyanto, Jin-Whan Kim, Umi Narimawati

    Abstrak

    Saat ini, telah terjadi peningkatan dalam penanganan pandemi dengan tersedianya vaksin, yang telah berdampak pada peningkatan ekonomi dan mulai kembalinya aktivitas masyarakat normal. Namun, penelitian lebih lanjut masih diperlukan. Agar kondisi pandemi ini dapat diantisipasi di masa mendatang, harus ada model yang dapat memprediksi kasus COVID-19 di masa depan, sehingga setiap negara dapat mengantisipasinya dengan menerapkan kebijakan dan penanganan yang lebih tepat. Dalam penelitian ini, kami mengusulkan 2 metode yang populer digunakan dalam kasus peramalan deret waktu yang melibatkan faktor lain dalam model regresi, yaitu ARIMAX, yang sangat unggul dalam memprediksi model linier (stasioner), dan bidirectional LSTM, yang merupakan pengembangan yang lebih baik daripada LSTM, yang dapat memprediksi model non-linier (non-stasioner). Pendekatan hibrida yang digunakan untuk kedua model ini diharapkan dapat memberikan hasil prediksi yang jauh lebih baik dengan rentang kesalahan yang lebih kecil, serta mengurangi variasi yang ada, dibandingkan dengan menggunakan kedua metode secara terpisah. Proses pembuatan model hibrida ARIMAX-Bidirectional LSTM melibatkan enam sub-proses: transformasi data menggunakan ARIMAX, normalisasi data (skala min-max), pemilihan fitur menggunakan algoritma genetika, penyetelan hyper-parameter untuk model ARIMA dan model bidirectional LSTM, model prediksi dengan bidirectional LSTM, dan terakhir pembuatan model hibrida. Model hibrida terbukti memberikan hasil prediksi yang jauh lebih baik daripada model yang dijalankan secara individual. Model hibrida ARIMAX-Bidirectional LSTM juga telah terbukti lebih baik daripada model hibrida ARIMAX-LSTM, serta model hibrida berbasis deep learning lainnya. Meskipun model hibrida ARIMAX-Bidirectional LSTM dapat memberikan prediksi yang sangat baik, implementasinya belum banyak dilakukan, sehingga ini merupakan peluang yang sangat baik untuk melakukan penelitian tentang penggunaan dan pemanfaatannya. © Sekolah Teknik, Universitas Taylor.

    Kata kunci: ARIMAX; LSTM Dua Arah; COVID-19; Pembelajaran Mendalam; Peramalan; LSTM; Model Hibrida; Deret Waktu

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85199480143

  • Analisis Kebutuhan Sistem Informasi untuk Layanan Pendidikan Anak Usia Dini di Kelompok Bermain Selama Pandemi Covid-19

    Analisis Kebutuhan Sistem Informasi untuk Layanan Pendidikan Anak Usia Dini di Kelompok Bermain Selama Pandemi Covid-19

    Penulis: Mia Fitriawati, Sri Supatmi, Rani Puspita Dhaniawaty

    DOI: 10.37934/araset.34.2.264270

    Abstrak:

    Layanan pendidikan anak usia dini di kelompok bermain selama pandemi COVID-19 telah mengalami perubahan. Perubahan ini mencakup berbagai layanan seperti administrasi, penerimaan siswa baru hingga proses pembelajaran tatap muka dan pertemuan jarak jauh. Hal ini tentu tidak mudah jika kelompok tersebut mengetahui betapa pentingnya kebutuhan akan sistem informasi. Kebutuhan akan sistem informasi ini bertujuan untuk memberikan kemudahan dari berbagai bidang pendidikan, khususnya pendidikan anak usia dini di kelompok bermain. Dalam penelitian ini, kami membahas analisis kebutuhan sistem informasi dengan menggunakan metode analisis rantai nilai. Analisis ini menggunakan rantai nilai dalam lima aktivitas utama dan empat aktivitas pendukung. Kegiatan ini membahas kebutuhan sistem informasi pendidikan anak usia dini di kelompok bermain yang terdiri dari manajemen dan implementasi kegiatan, pembiayaan, pendidik dan pendidikan, khususnya penerapan sistem informasi, penggunaan teknologi yang akan digunakan, dan bagaimana penggunaan sistem informasi ini akan dipahami oleh pihak internal dan eksternal yang akan terkait dengan pengelolaan fasilitas dan infrastruktur. Hasil analisis rantai nilai ini akan digunakan sebagai panduan dalam menentukan kebutuhan sistem informasi dengan menyesuaikan layanan pendidikan anak usia dini di kelompok bermain dengan menyesuaikan tingkat pengelolaan yang dimiliki oleh masing-masing kelompok bermain. © 2024, Semarak Ilmu Publishing. Semua hak dilindungi undang-undang.

    Kata kunci: Pandemi Covid-19; Layanan Pendidikan Anak Usia Dini; Sistem Informasi; Kelompok Bermain

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85179302380

  • Model Sistem Rekomendasi Warna Lipstik Berbasis Realitas Tertambah untuk Membantu Mencegah Penyebaran COVID-19

    Model Sistem Rekomendasi Warna Lipstik Berbasis Realitas Tertambah untuk Membantu Mencegah Penyebaran COVID-19

    Penulis: Agustia R.D, Bryllyanti A

    DOI: 10.1063/5.0128549

    Abstrak

    Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan rekomendasi warna lipstik berdasarkan teori warna analog. Rekomendasi warna lipstik didasarkan pada warna kulit pengguna, di mana warna kulit yang diambil adalah warna kulit bibir. Deteksi titik penting wajah akan digunakan sebagai metode untuk mendeteksi posisi bibir pengguna di mana hasil rekomendasi warna lipstik dapat dilihat dalam bentuk realitas tertambah. Untuk mengetahui produk lipstik apa yang digunakan sebagai dasar rekomendasi warna lipstik, kuesioner didistribusikan menggunakan pengambilan sampel acak kepada 100 responden wanita, dan data diurutkan untuk mendapatkan tiga produk yang paling banyak digunakan oleh responden wanita di Indonesia. Berdasarkan hasil kuesioner, produk yang paling banyak digunakan oleh responden adalah produk Wardah, Makeover, dan Emina. Hasil penelitian ini adalah model sistem rekomendasi warna lipstik berdasarkan warna kulit pengguna menggunakan metode deteksi landmark wajah augmented reality. Berdasarkan pengujian kinerja, deteksi dapat dilakukan dengan baik dengan kriteria wajah menghadap kamera dengan posisi miring 0°-45°, jarak optimal antara kamera dan wajah adalah 20-80 cm, dan dengan pencahayaan optimal menggunakan lampu pijar 40W atau lampu neon 8W-23W. Selama pandemi COVID-19, penggunaan sampel produk lipstik secara bersamaan akan meningkatkan risiko tertular COVID-19 sehingga sistem rekomendasi warna lipstik akan menjadi alternatif untuk membantu mencegah penyebaran COVID-19. © 2023 Penulis.

    Kata kunci: Augmented reality; sistem rekomendasi warna lipstik


    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85177603924

  • Sistem Pemantauan Kualitas Udara bagi Pesepeda

    Sistem Pemantauan Kualitas Udara bagi Pesepeda

    Penulis: Aria M. ; Wangsanegara T. ; Kurniawan F. ; Maulana T.

    DOI: 10.1063/5.0129192

    Abstrak:
    Dalam beberapa tahun terakhir, emisi gas beracun yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil, aktivitas produksi industri, serta berkurangnya vegetasi telah memperburuk kondisi pencemaran udara. Konsentrasi gas berbahaya dan partikulat di atmosfer mengalami peningkatan. Kualitas udara berpengaruh terhadap kesehatan manusia, khususnya materi partikulat yang berdampak pada sistem pernapasan. Untuk mengetahui tingkat pencemaran udara yang dialami pengguna sepeda, diperlukan suatu instrumen yang mampu mendeteksi tingkat polusi udara, yang berfungsi sebagai pemantau kadar pencemaran sekaligus sebagai sistem deteksi dini terhadap pencemaran udara, sehingga dapat menjadi acuan bagi pesepeda dalam mengetahui apakah wilayah bersepeda yang dilalui memiliki kualitas udara yang baik atau tidak. Metode pengembangan sistem yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode prototipe, karena metode ini mudah dievaluasi dan dapat diimplementasikan secara bertahap. Perangkat keras yang dikembangkan terdiri atas tiga sensor, yaitu sensor gas MQ-7, MQ-135, serta sensor kelembapan DHT-11. Ketiga sensor tersebut terhubung dengan sebuah Arduino sebagai pengendali utama. Perangkat pengukuran kualitas udara ini mampu menghasilkan pemantauan polutan udara secara waktu nyata (real-time) berdasarkan data dari sensor, serta menampilkan informasi tersebut melalui layar Liquid Crystal Display (LCD). Berdasarkan hasil penelitian, perangkat ini memiliki keunggulan berupa biaya yang terjangkau, kemudahan penggunaan, konsumsi daya yang rendah, serta sistem pengumpulan data yang mudah dipahami. Dengan demikian, perangkat ini bermanfaat bagi pesepeda dalam meningkatkan kepedulian terhadap kondisi kesehatan udara di sekitar area bersepeda. © 2023 Penulis.

    Kata Kunci Penulis:
    kualitas udara; pesepeda; sistem pemantauan

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85177557112?

  • Peningkatan Implementasi Tingkat PCP: Pendekatan Strategis dengan Perangkat Lunak Arsitektur di Era COVID-19

    Peningkatan Implementasi Tingkat PCP: Pendekatan Strategis dengan Perangkat Lunak Arsitektur di Era COVID-19

    Penulis: Yeffry Handoko ; Zuriani Ahmad Zukarnain ; Rahma Wahdiniwaty ; Noorihan Abdul Rahman

    DOI: 10.1109/INCITEST59455.2023.10397031

    Abstrak:
    Pada periode 2020 hingga 2021, Indonesia dan Malaysia sama-sama terdampak oleh pandemi COVID-19. Kedua negara tersebut menerapkan pendekatan yang sangat serupa dalam membatasi akses ke wilayah tertentu, yang pada dasarnya mengandalkan kriteria yang sama. Di Indonesia, strategi PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) diterapkan, yang di dalamnya mencakup komponen terkait tingkat paparan individu terhadap COVID-19. Penentuan tingkat paparan ini terutama didasarkan pada pemantauan peningkatan jumlah individu yang melakukan kontak dengan orang yang terkonfirmasi positif COVID-19. Namun, dalam situasi pandemi, penting untuk mempertimbangkan tidak hanya individu yang telah terkonfirmasi terinfeksi COVID-19, tetapi juga mereka yang menunjukkan gejala serupa COVID-19 meskipun belum terdiagnosis. Individu-individu tersebut berpotensi menjadi agen penyebaran pandemi di dalam komunitasnya. Kondisi ini disebut sebagai tingkat Precaution COVID-19 Pandemic (PCP). Perlu dicatat bahwa hingga saat ini tingkat PCP belum memiliki definisi yang disepakati secara universal. Penentuan tingkat PCP lebih dipengaruhi oleh jumlah individu yang menunjukkan gejala mirip COVID-19, bukan semata-mata berdasarkan peningkatan jumlah kasus COVID-19 yang terkonfirmasi. Secara esensial, kedua negara menunjukkan pendekatan pengelolaan pandemi yang sebanding pada periode tersebut. Namun, kemunculan konsep tingkat PCP menegaskan perlunya perspektif yang lebih luas dalam menilai dampak pandemi terhadap masyarakat, dengan mempertimbangkan tidak hanya kasus terkonfirmasi, tetapi juga individu bergejala yang berpotensi berkontribusi terhadap penyebaran virus. Penentuan tingkat PCP dapat dimanfaatkan sebagai dasar kebijakan preventif serta sebagai pelengkap metode penentuan tingkat pandemi yang telah ada sebelumnya. Dua metode digunakan untuk merealisasikan konsep ini, yaitu pendekatan Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menghitung tingkat pandemi COVID-19 dan algoritma K-Means untuk pengelompokan pola. Data penelitian dikumpulkan dari 11 pusat kesehatan di Provinsi Jawa Barat. Hasil penelitian ini menegaskan potensi pendekatan multifaset dalam upaya pencegahan pandemi COVID-19. Dengan mengintegrasikan secara sinergis tiga algoritma yang diusulkan serta memanfaatkan data gejala yang memiliki keterkaitan erat dengan gejala utama COVID-19, penelitian ini menunjukkan pendekatan yang menjanjikan dalam penentuan dan penerapan langkah-langkah pencegahan selama pandemi berlangsung. Strategi holistik ini tidak hanya memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai penyebaran virus, tetapi juga membekali para pengambil keputusan dengan perangkat yang fleksibel untuk menyesuaikan tindakan pencegahan sesuai dengan berbagai kondisi, sehingga berkontribusi pada pengelolaan pandemi yang lebih efektif dan adaptif. © 2023 IEEE.

    Kata Kunci Penulis:
    klasterisasi; COVID-19; pendukung keputusan; pencegahan

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85185194944?