Tag: Pemberdayaan Perempuan

  • Dosen FEB UNIKOM Gelar Fgd: Perkuat Ketahanan Ekonomi Keluarga Melalui Literasi Keuangan Dan Akuntansi Rumah Tangga

    Dosen FEB UNIKOM Gelar Fgd: Perkuat Ketahanan Ekonomi Keluarga Melalui Literasi Keuangan Dan Akuntansi Rumah Tangga

    BANDUNG, UNIKOM – Rabu, 10 September 2025, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNIKOM menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Tingkatkan Model Keluarga Harmonis Jabar dengan Ketahanan Ekonomi melalui Literasi Keuangan dan Akuntansi Rumah Tangga.” Kegiatan tersebut merupakan bagian dari penelitian Hibah Penelitian dan PkM Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Tahun 2025.

    FGD digelar di Ruang L.018 Smart Building UNIKOM dengan melibatkan kolaborasi dosen FEB UNIKOM, yaitu Assoc. Prof. Dr. Adeh Ratna Komala, S.E., M.Si., CERA. dan Adi Rachmanto, S.Kom., M.Kom. dari Program Studi D3 Akuntansi, serta Dr. Linna Ismawati, S.E., M.Si. dari Program Studi Manajemen. Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) melalui program Sekolah Perempuan (Sekoper) Jawa Barat, serta Direktorat Pemberdayaan dan Pengembangan Masyarakat (DP3M) UNIKOM.

    FGD menghadirkan perwakilan pemerintah, akademisi, dan masyarakat. Pemerintah diwakili oleh DP3AKB, akademisi diwakili oleh dosen dan mahasiswa peneliti, sedangkan masyarakat diwakili siswa dan alumni Sekoper Jabar sebanyak 27 orang. Forum tersebut berfungsi sebagai wadah dialog partisipatif untuk mengidentifikasi permasalahan, berbagi pengalaman, serta menyusun rekomendasi yang aplikatif. Selain itu, FGD menjadi media validasi data lapangan sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung tujuan penelitian.

    Assoc. Prof. Dr. Adeh Ratna Komala sebagai Ketua Peneliti dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan FGD ke dua, setelah sebelumnya dilakukan pada 26 Juni 2025. Ia menambahkan bahwa Sekoper Jabar dipilih sebagai mitra karena program ini relevan dengan topik penelitian, di mana para siswi dan alumninya mayoritas adalah ibu rumah tangga yang aktif berkontribusi terhadap ketahanan ekonomi keluarga melalui berbagai usaha. “Saat ini sudah terkumpul 306 responden. Melalui FGD ini, data yang diperoleh akan semakin lengkap sekaligus memperkaya hasil penelitian kami,” tuturnya.

    Hadir sebagai Narasumber Utama sekaligus Kepala Sekolah Sekoper Jabar, Prof. Dr. Hj. Umi Narimawati, Dra., S.E., M.Si., dengan materi “Peran Perempuan dalam Mewujudkan Ketahanan Ekonomi Keluarga.” Dalam pemaparannya, Prof. Umi menekankan pentingnya peran aktif perempuan dalam pengelolaan keuangan rumah tangga serta kontribusinya terhadap pembangunan ekonomi keluarga yang berkelanjutan.

    Kepala Bidang PKHP DP3AKB Provinsi Jawa Barat, Ari Antari Ratna Dewi, S.IP., M.M., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat melahirkan model implementatif yang dapat diterapkan melalui edukasi, pendampingan, maupun kebijakan strategis. “Sinergi antara pemerintah, akademisi, praktisi, dan masyarakat sangat dibutuhkan agar program ini memberi manfaat nyata di lapangan,” pungkasnya.

    Sementara itu, Direktur DP3M UNIKOM, Assoc. Prof. Dr. Irawan Afrianto, S.T., M.T., turut menekankan pentingnya literasi keuangan di tingkat rumah tangga sebagai fondasi ketahanan ekonomi keluarga. Ia berharap hasil FGD dapat memberikan kontribusi signifikan bagi penelitian dan publikasi ilmiah yang sedang berlangsung.

    Melalui FGD yang membahas Literasi Keuangan dan Akuntansi Rumah Tangga tersebut, UNIKOM menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan penelitian ilmiah sekaligus memperkuat literasi keuangan masyarakat. FGD tersebut diharapkan menjadi langkah nyata dalam menghadirkan solusi atas tantangan ekonomi keluarga dan mewujudkan keluarga harmonis yang selaras dengan pembangunan daerah. (Direktorat Hms & Pro)

  • Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Unikom Gencarkan Digitalisasi Umkm Perempuan Jawa Barat Melalui Pelatihan E-Commerce Vokasional  

    Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Unikom Gencarkan Digitalisasi Umkm Perempuan Jawa Barat Melalui Pelatihan E-Commerce Vokasional  

    BANDUNG, UNIKOM – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Komputer Indonesia (FEB UNIKOM) terus menguatkan komitmennya dalam mendampingi transformasi ekonomi digital berbasis pemberdayaan perempuan. Pada kesempatan tersebut, FEB UNIKOM memimpin pelaksanaan pelatihan vokasional e-commerce bagi pelaku UMKM Sekolah Perempuan Jawa Barat yang digelar pada 10–12 September 2025 di Gedung Sekoper Jl. Phh Mustafa no 22, Bandung.

    Kegiatan tersebut merupakan implementasi dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang didanai melalui hibah Direktorat Penelitian dan PkM, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), dalam sinergi strategis dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jawa Barat, International Women University, dan unit-unit pelaksana Tri Dharma di UNIKOM.

    Program pelatihan tersebut dipimpin oleh Prof. Dr. Siti Kurnia Rahayu, S.E., A.k., M.Ak., CA., selaku ketua pelaksana sekaligus Dekan FEB UNIKOM, bersama para dosen lintas fakultas dan program studi dari UNIKOM dan IWU, serta mitra lainnya. Turut serta dalam tim pengusul utama adalah Prof. Dr. Hj. Umi Narimawati, Dra., S.E, M.Si., dan Muhamad Nawawi, S.Kom., M.Kom.

    Adapun panitia pelaksana melibatkan nama-nama akademisi lintas keilmuan yang berasal dari bidang ekonomi, manajemen, teknologi informasi, komunikasi, desain, dan sistem digital. Keterlibatan lintas disiplin ini menunjukkan bahwa transformasi digital bagi UMKM perempuan bukan hanya soal teknologi, tetapi juga menyangkut penguatan ekosistem berbasis inklusi sosial dan keberlanjutan ekonomi lokal.

    Selama tiga hari pelatihan, sebanyak 15 pelaku UMKM Sekolah Perempuan Jawa Barat memperoleh materi-materi terapan dan praktis seperti: Gender dan Kepemimpinan UMKM Perempuan, Dasar-dasar E-Commerce dan Pemasaran Digital, Pembuatan Akun Email dan Registrasi Marketplace, Instagram Bisnis, Foto Produk, & Editing Visual, Pembukuan Sederhana, serta Branding Produk dan Optimasi Sosial Media. Melalui pendekatan learning by doing, peserta tidak hanya memahami teori, namun juga langsung praktik membuat akun digital, mengunggah produk, hingga menyusun alur transaksi online yang aman dan menarik konsumen.

    Dekan FEB UNIKOM, Prof. Dr. Siti Kurnia Rahayu, menyampaikan bahwa pelatihan tersebut bukan sekadar kegiatan pengabdian, melainkan ikhtiar nyata menjadikan UMKM perempuan sebagai motor penggerak transformasi ekonomi digital yang berdaya saing dan berkelanjutan. Kami sangat berterima kasih kepada Kemdiktisaintek, DP3AKB Provinsi Jawa Barat, IWU, dan seluruh tim multidisiplin yang terlibat. FEB UNIKOM akan terus berkomitmen untuk hadir bersama masyarakat, membangun kapasitas digital secara kolaboratif dan menciptakan ekosistem ekonomi inklusif yang memberdayakan perempuan sebagai pelaku utama.” Tegasnya.

    Kegiatan tersebut juga sejalan dengan visi FEB UNIKOM dalam menjadikan riset dan pengabdian sebagai kekuatan perubahan sosial berbasis teknologi. Dengan adanya pelatihan tersebut, diharapkan dapat menjadi percontohan untuk perluasan model pelatihan digital UMKM lainnya di berbagai daerah Jawa Barat. Keluarga besar FEB UNIKOM juga mengucapkan terima kasih kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang telah mendanai program PKM 2025. (Direktorat Hms & Pro)

  • UNIKOM Menjadi Tuan Rumah Penyelenggara Forum Perangkat Daerah Urusan Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak (PPPA) Dan Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana (PPKB) yang Digelar oleh (DP3AKB) Provinsi Jawa Barat

    UNIKOM Menjadi Tuan Rumah Penyelenggara Forum Perangkat Daerah Urusan Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak (PPPA) Dan Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana (PPKB) yang Digelar oleh (DP3AKB) Provinsi Jawa Barat

    UNIKOM Menjadi Tuan Rumah Penyelenggara Forum Perangkat Daerah Urusan Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak (PPPA) Dan Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana (PPKB) yang Digelar oleh (DP3AKB) Provinsi Jawa Barat

    BANDUNG, UNIKOM – Universitas Komputer Indonesia UNIKOM menjadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan Forum Perangkat Daerah Urusan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) yang dilaksanakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Pada Hari Kamis 13 Februari 2025, dengan mengusung tema “Penyelarasan Program Prioritas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pembangunan Keluarga Menuju Jawa Barat Istimewa”. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Auditorium lantai 17 Smart Building UNIKOM, Forum ini mempertemukan unsur Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan perangkat daerah yang membidangi PPPA dan PPKB kabupaten dan kota se-Jawa Barat.

    Kepala (DP3AKB) dr. Siska gerfianti, SP.DLP., MH.Kes., yang juga merupakan panitia penyelenggara  melaporkan terkait Program pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, dan pembangunan keluarga hanya akan berhasil manakala para pemangku kepentingan berkolaborasi untuk mewujudkannya. Ia juga menegaskan bahwa “Kegiatan ini memiliki tiga tujuan utama. Pertama, sinkronisasi rencana kegiatan/program antara provinsi dengan 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat. Kedua, menyeleraskan usulan dengan rencana pembangunan daerah dan nasional. Ketiga, membangun komitmen bersama untuk mewujudkannya sebagai program unggulan daerah. Karena itu, kegiatan ini menghadirkan unsur pemerintah pusat, perangkat daerah yang membidangi perencanaan daerah, dan kabupaten/kota, maka dari itu Keterlibatan seluruh sektor menjadi penting, terutama perangkat daerah di provinsi dan kabupaten/kota yang bersinergi dengan pemangku kebijakan di tingkat pusat” ungkap Siska.

    Lebih lanjut dr. Siska merinci selusin kegiatan prioritas yang akan dilaksanakan sepanjang 2025 yang diharapkan dapat bersinergi dengan segenap pemangku kepentingan di Jawa Barat. Kegiatan tersebut di antaranya raihan predikat Provinsi Layak Anak, Puspaga Ramah Anak, Anugerah Parahita Ekapraya Tingkat Mentor, Sekolah Perempuan Jawa Barat di Kabupaten/Kota, Konseling Pranikah, Penguatan Sekolah Politik Perempuan, Stopan Jabar, dan lain-lain.

    Pada kesempatan tersebut, Rektor UNIKOM Prof. Dr. Ir. H. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T., yang diwakili oleh  Wakil Rektor 1 Bidang Akademik UNIKOM, Prof. Dr. Hj. Umi Narimawati, Dra. SE.., M.Si., turut menyampaikan sambutannya dengan mengucapkan selamat datang dan terimakasih kepada seluruh tamu undangan. Prof. Umi juga menyampaikan harapannya “mudah – mudahan UNIKOM menjadi salah satu perangkat pendidikan yang akan selalu support dalam setiap forum kolaborasi yang dilaksanakan oleh pemerintah Jawa Barat umumnya teristimewa pada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3AKB) Provinsi Jabar” tutur Prof. Umi.

    Pada kegiatan tersebut turut hadir secara daring Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak yaitu Veronica Tan yang secara khusus menyoroti berbagai masalah seputar isu keluarga di Jawa Barat, seperti tingginya angka perkawinan anak dan perceraian. Dia berpesan agar program PPPA dan PPKB di Jawa Barat lebih reponsif pada kesetaraan gender dan pembangunan keluarga. Semua itu bisa dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota, serta masyarakat.

    Veronica menegaskan bahwa pembangunan keluarga merupakan proses panjang sekaligus sangat krusial untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. Menurutnya, deretan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak lepas dari cara berpikir masyarakat. Karena itu, perlu perubahan cara berpikir (mindset) dalam keluarga itu sendiri dan agenda besar itu tidak bisa dilakukan sendirian, melainkan butuh kolaborasi semua pihak. Sejalan dengan agenda jangka panjang menuju Indonesia 2045, Veronica menjelaskan, pihaknya telah meluncurkan tiga program prioritas. Ketiga program tersebut meliputi Ruang Bersama Indonesia (RBI), perluasan fungsi layanan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) 129, dan penguatan Satu Data Perempuan dan Anak.  RBI merupakan inisiatif kolaborasi lintas sektor untuk menangani berbagai isu perempuan dan anak, termasuk kekerasan, stunting, dan kemiskinan. “Program ini telah diimplementasikan di enam desa percontohan. Ini dalam rangka bottom-up, Masyarakat butuh apa, remaja butuh apa, keluarga butuh apa? Dengan begitu, bisa dilakukan perencanaan program sesuai kebutuhan masyarakat,” jelas Veronica.

    Pada kesempatan tersebut, Wakil Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat Hj. Siti Muntamah, S.Ap., menyampaikan apresiasinya atas inisiasi DP3AKB Jawa Barat dalam penyelenggaraan forum perangkat daerah urusan PPPA dan PPKB. Beliau mengatakan Komisi V memberikan atensi pada isu-isu PPPA dan PPKB di Jawa Barat, serta meminta para pihak untuk bersinergi dan berkolaborasi dalam menyukseskan program PPPA dan PPKB di Jawa Barat. “Kami di DPRD Jawa Barat berharap dilakukan optimalisasi program prioritas PPPA dan PPKB melalui kolaborasi yang saling memberi manfaat. Kedua, kami berharap adanya inovasi dan adaptasi agar setiap program bisa berjalan sesuai dengan kebutuhan Masyarakat. Kemudian, tidak kalah pentingnya adalah penguatan data dan evaluasi, sehingga data berkualitas bisa menghasilkan output berkualitas. Dengan demikian, Jabar Istimewa bisa benar-benar bisa kita wujudkan,” pungkasnya.

    Agenda kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi yang terbagi kedalam dua sesi. Pada sesi pertama materi disampaikan oleh sekertaris Mentri Kemendugbangga RI Prof. Budi Setiyono, S.Sos., M.pol. Admin., Ph.D., sekretaris menteri PPPA RI Titi Eko Rahayu, S.E., MAP., dan Kepala Bappeda Provinsi Jawa Barat Dr. Iendra Sofyan, ST., M.Si., yang dipandu oleh moderator Arif Try Cahyadi, S.Ds., M. Ds., yang merupakan dosen sekaligus Ketua Divisi Humas dan Informasi Komunikasi Publik UNIKOM. Kesimpulan dari materi sesi pertama dengan tema tersebut sangat relevan dalam upaya membangun masyarakat yang lebih inklusif, adil, dan sejahtera. Bersama-sama melanjutkan pembangunan dari pemerintah dan stakeholder secara responsif. Pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, serta pembangunan keluarga adalah pilar utama dalam menciptakan generasi masa depan yang lebih baik dan berkualitas.

    Sementara pada sesi kedua materi disampaikan oleh Wakil Rektor 1 Bidang Akademik UNIKOM, Prof. Dr . Hj. Umi Narimawati, Dra. SE.., M. Si., yang membawakan materi tentang “Dukungan akademisi dalam  urusan PPPA dan PPKB di Jawa Barat”, sementara materi selanjutnya dibawakan oleh Kepala Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat, Dr. Dadi Ahmad Roswandi, S.Si., M.Si., yang menyampaikan materi tentang “sosialisasi program Gerakan Orang Tua Asuh Cegas Stunting (GENTING)” yang dipandu oleh moderator Najib Hendra SP, S.Pd., MM.

    Forum ini diharapkan menjadi awal dari sinergi dan kolaborasi yang berkelanjutan antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat dalam upaya meningkatkan pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, dan pembangunan keluarga di Jawa Barat. (Direktorat Hms & Pro).

  • FISIP UNIKOM Adakan Sarasehan: “Politik, Perempuan dan Pemberdayaannya”

    FISIP UNIKOM Adakan Sarasehan: “Politik, Perempuan dan Pemberdayaannya”

    FISIP UNIKOM Adakan Sarasehan: “Politik, Perempuan dan Pemberdayaannya”

    BANDUNG, UNIKOM – Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik (FISIP) UNIKOM menggelar sarahsehan yang bertajuk Politik, Perempuan dan Pemberdayaannya  Sabtu (28/12/24) bertempat di Auditorium Miracle Lt.4. Diikuti kurang lebih 200 peserta dari kalangan mahasiswa hingga masyarakat umum.

    Ketua Pelaksana Tine Agustin Wulandari, S.I.Kom., M.I.Kom dalam laporannya mengatakan bahwa Sarasehan yang dilakukan merupakan kolaborasi dari Program Studi yang ada di FISIP UNIKOM dan diinisiasi oleh Dekan FISIP UNIKOM. Sarasehan ini bertujuan untuk membuka ruang diskusi mengenai tantangan dan peluang perempuan dalam politik, serta bagaimana kita dapat memperkuat peran serta perempuan dalam pengambilan keputusan yang menyangkut kepentingan bersama. Melalui acara ini, kami berharap dapat memberikan wawasan baru bagi seluruh peserta mengenai langkah-langkah konkret yang dapat diambil untuk mendorong pemberdayaan perempuan di bidang politik.”tutur Tine Agustin Wulandari, S.I.Kom., M.I.Kom

    Dekan FISIP UNIKOM Assoc. Prof. Dr. Hj. Dewi Kurniasih, S.IP., M.Si. dalam sambutannya mengatakan “Acara ini bukan hanya sebagai ajang diskusi mengenai peran perempuan dalam politik, tetapi juga sebagai bagian dari peringatan Hari Ibu yang jatuh pada tanggal 22 Desember, untuk memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh ibu di Indonesia. Khususnya sivitas akademika UNIKOM.”ungkapnya

    Lebih lanjut Dewi menyampaikan “Hari Ibu adalah momen yang sangat penting untuk menghargai peran luar biasa perempuan sebagai penggerak utama dalam kehidupan keluarga dan masyarakat. Perempuan, terutama ibu, merupakan pilar yang sangat berpengaruh dalam membentuk karakter dan membangun bangsa. Oleh karena itu, pemberdayaan perempuan, khususnya dalam dunia politik, menjadi sangat penting untuk mewujudkan kesetaraan dan keadilan bagi semua.”pungkasnya

    Turut hadir dalam kesempatan tersebut Dekan FISIP UNIKOM Assoc. Prof. Dr. Hj. Dewi Kurniasih, S.IP., M.Si. Para Ketua Program Studi, Dosen dan Tendik di Lingkungan FISIP UNIKOM, Dinas DP2AKBP3A Kab. Bandung, MT. Mahabbah At-Tanwir Kab. Bandung, Alisa Khadijah ICMI Jawa Barat, MT. Jingga Residence Kab. Bandung, Majelis Ta’lim Ashfiyatun Nisa UNIKOM.

    Menghadirkan narasumber yang sangat inspiratif diantaranya Ketua Komisi DPRD Kab.Bandung Dr. H. Cecep Suhendar, S.Pd., M.Si. Ketua Puspa Kab.Bandung Dr. Yanti Lidiati, SE. MMCE. Direktur Manufacture & Finance Ina Cookies Alfiandini Nur Sadrina dan Ust. H. M.Ersyad Muttaqien, M.I.Kom. dengan dipandu oleh Moderator Sylvia Octa Putri, S.IP., M.I.Pol.

    Acara Sarasehan: “Politik, Perempuan, dan Pemberdayaannya yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNIKOM berhasil membuka wawasan baru tentang pentingnya peran perempuan dalam dunia politik. Melalui diskusi mendalam yang dihadiri oleh berbagai narasumber, peserta diajak untuk menyadari tantangan dan peluang yang ada bagi perempuan dalam berpartisipasi secara aktif dalam proses politik. Salah satu sorotan utama adalah bagaimana pemberdayaan perempuan tidak hanya menjadi isu kesetaraan gender, tetapi juga strategi untuk menciptakan kebijakan yang lebih adil dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

    Selain itu, acara ini juga bertepatan dengan peringatan Hari Ibu, yang semakin memperkuat makna pentingnya peran perempuan, terutama para ibu, dalam membangun bangsa. Peserta diajak untuk mengapresiasi kontribusi besar perempuan dalam kehidupan keluarga dan masyarakat, serta mendukung upaya pemberdayaan mereka untuk turut berperan dalam pengambilan keputusan politik yang lebih luas. Secara keseluruhan, acara ini berhasil menciptakan ruang dialog yang konstruktif dan membuka peluang kolaborasi antara berbagai pihak untuk memperjuangkan pemberdayaan perempuan di berbagai sektor, khususnya dalam politik. (Direktorat Hms & Pro)