Keywords: Corporate social responsibility; PT Chevron Geothermal Indonesia; Usaha Kecil dan Menengah (UKM); stakeholder theory; pengembangan berkelanjutan
BANDUNG, UNIKOM – Tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian Masyarakat PKM-PM Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) berhasil melaksanakan program pemberdayaan masyarakat bertajuk “Peka Toksin” di Desa Pamekaran, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung. Program PKM tersebut menjadi salah satu bentuk inovasi mahasiswa UNIKOM dalam menggabungkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dengan edukasi kesehatan lingkungan, khususnya dalam pendeteksian dini jamur hitam (black mold) yang berpotensi membahayakan sistem pernapasan.
Program PKM “Peka Toksin” lahir dari kepekaan mahasiswa terhadap kondisi lingkungan Desa Pamekaran yang padat dan lembab, hal tersebut menjadi dua faktor yang sangat berisiko terhadap pertumbuhan jamur penghasil mikotoksin. Melalui “Peka Toksin”, tim menghadirkan aplikasi berbasis AI yang mampu membantu masyarakat mengidentifikasi keberadaan jamur hitam secara cepat, sekaligus memperkuat peran Karang Taruna sebagai motor edukasi kesehatan di tingkat komunitas.
Tim “Peka Toksin” terdiri atas mahasiswa Program Studi Sistem Informasi dan Teknik Informatika, dengan Ketua Tim Nur Aisah (Sistem Informasi), Rizki Dwi Sya’bana Nugraha (Sistem Informasi), Rizka Dwi Putri Ningsih (Sistem Informasi), Rhadith Eka Erlangga Shaputra (Sistem Informasi), dan Abdul Malik Febrian Zulkifli (Teknik Informatika), didampingi dosen pembimbing, Dr. Hj. Supriyati, S.E., M.Si., Ak., CA., ASEAN CPA., C.PI., CIAP., AMKI.
Kegiatan tersebut juga mendapatkan dukungan dari Direktur Kemahasiswaan UNIKOM, Andrias Darmayadi, S.IP., M.Si., Ph.D., yang menegaskan bahwa sinergi mahasiswa dan masyarakat merupakan wujud nyata dari visi UNIKOM dalam menghadirkan solusi berbasis teknologi yang berdampak langsung. “Program ini adalah bentuk konkret komitmen kami dalam memberdayakan masyarakat melalui inovasi mahasiswa. Terima kasih kepada pemerintah desa dan Karang Taruna Desa Pamekaran atas kolaborasi dan dukungannya,” tuturnya.
Program “Peka Toksin” didanai oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui skema Hibah PKM-PM Tahun 2025, dan telah berlangsung sejak Juli hingga November 2025. Pelaksanaan program dilakukan secara sistematis melalui beberapa tahap, antara lain, 1). Tahap Observasi dan Analisis Lapangan (Juli 2025): Tim melakukan observasi lapangan pada 22 Juli untuk memahami kondisi riil masyarakat serta berdiskusi dengan Kepala Desa, Kepala Dusun, dan Karang Taruna. Hasil pengamatan digunakan sebagai dasar perencanaan pelatihan dan sosialisasi. 2). Tahap Pengembangan Teknologi (25–28 Juli 2025); Tim melakukan optimalisasi aplikasi “Peka Toksin” serta instalasi sistem di ponsel kader dan warga percontohan untuk memastikan kesiapan penggunaan. 3). Tahap Sosialisasi dan Pemberdayaan (Agustus 2025). Kegiatan dimulai dengan pembentukan kader Karang Taruna dan penyerahan buku pedoman, disusul demo aplikasi kepada warga pada 18 Agustus, dilanjutkan pelatihan teknis bagi kader pada 23 Agustus. Program diakhiri dengan pendampingan intensif ke rumah-rumah warga pada 25 Agustus, untuk memastikan para kader mampu menjalankan fungsi edukatif dan deteksi secara mandiri.
Antusiasme masyarakat Desa Pamekaran menjadi bukti keberhasilan pendekatan partisipatif tim mahasiswa. Iwan Wahyudin, Kepala Dusun Wilayah III, mengungkapkan apresiasinya. “Kami sangat mengapresiasi inisiatif mahasiswa UNIKOM. Inovasi ini nyata dan relevan dengan kebutuhan warga. Sosialisasi yang dilakukan membantu kami memahami bahaya jamur hitam dan cara pencegahannya”, demikian ungkapnya.
Sementara itu, Dini Nurjanah, Ketua Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Pamekaran, menyebut bahwa program tersebut membawa dampak positif terhadap peningkatan kesadaran warga. “Sebelumnya banyak warga belum mengetahui bahaya jamur hitam. Setelah sosialisasi, mereka menjadi lebih waspada dan paham cara mencegahnya. Kami berharap program ini terus berlanjut,” harap Dini.
Dukungan juga datang dari Fajar Sumirat, Ketua Karang Taruna Karya Mekar, “Terima kasih kepada Kemdiktisaintek dan UNIKOM atas edukasi yang sangat bermanfaat. Pengetahuan yang kami dapatkan menjadi bekal untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan secara mandiri”, ungkapnya.
Lebih dari sekadar proyek teknologi, PKM-PM “Peka Toksin” menjadi contoh integrasi antara inovasi digital dan pemberdayaan sosial. Program tersebut tidak hanya melahirkan aplikasi berbasis AI, tetapi juga memperkuat kapasitas sosial masyarakat desa melalui kaderisasi dan pelatihan berkelanjutan.
Dr. Hj. Supriyati, berharap, Karang Taruna Desa Pamekaran dapat menjadi pionir dalam menjaga kesehatan lingkungan berbasis teknologi, sekaligus menjadi model penerapan “smart village” berbasis edukasi dan AI bagi desa-desa lain di Indonesia.
Dengan sinergi antara inovasi mahasiswa, dukungan pemerintah, dan partisipasi aktif masyarakat, UNIKOM kembali membuktikan perannya sebagai kampus yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan dan pemberdayaan berbasis teknologi. (Direktorat Hms & Pro)
BANDUNG, UNIKOM – Pasar tradisional yang ideal bukan hanya sekadar tempat jual beli, tetapi juga ruang publik yang nyaman, aman, higienis, dan estetis, serta mencerminkan identitas budaya lokal. Seperti suasana Pasar Cijerah, yang berlokasi di Jl. Cijerah Girang, Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung, Jawa Barat, kini tampak lebih hidup dan berwarna. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang digagas oleh dosen dan mahasiswa Magister Desain Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM), para dosen dan mahasiswa menghadirkan karya mural penuh pesan sosial dan budaya di area pasar yang tengah direvitalisasi.
Program PkM yang telah dilaksanakan merupakan bagian dari skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat tahun 2025 yang didanai oleh BIMA Kemdiktisaintek, dengan tujuan utama meningkatkan kualitas pemasaran pedagang sekaligus memperkuat citra pasar tradisional sebagai penopang ekonomi rakyat.
Kegiatan PkM yang dilaksanakan pada 9 dan10 Agustus 2025 tersebut melibatkan berbagai pihak, mulai dari akademisi, mahasiswa, hingga masyarakat sekitar. Dr. Yully, Yully Ambarsih Ekawardhani,M.Sn., sebagai ketua tim pelaksana bersama Ketua Program Studi Magister Desain UNIKOM, Dr. Taufan Hidayatullah,M.Ds., dan dosen prodi Desain Grafis, Ivan Kurniawan,M.Ds, yang turut dibantu oleh Himpunan Mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV) UNIKOM, juga dukungan aktif dari remaja karang taruna dan anak-anak setempat.
Dr. Yully, menyatakan “Mural yang kami buat tidak sekadar mempercantik kawasan pasar, tetapi juga mengandung pesan ajakan untuk kembali berbelanja ke pasar tradisional. Karya ini sejalan dengan misi pemberdayaan masyarakat yang diusung PkM UNIKOM,” ujarnya.
Lokasi mural berada di Pasar Cijerah, Bandung, tepatnya di area yang saat ini digunakan sementara selama proses pembangunan pasar baru. Revitalisasi pasar tersebut mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI) 8152:2021 tentang Pasar Rakyat, yang menekankan pentingnya tata kelola dan kenyamanan pasar tradisional di era modern. “Mural ini menjadi simbol semangat baru bagi para pedagang, menggambarkan transformasi pasar tradisional menuju era yang lebih modern tanpa kehilangan nilai budaya dan sosialnya,” tambah Dr. Yully.
Konsep mural yang terbentang di dinding galvanis Pasar Cijerah terdiri atas lima bagian utama, masing-masing menyampaikan pesan yang kuat, diantaranya: 1). Sejarah pasar dengan penggambaran sado atau kereta berkuda sebagai transportasi khas masa lalu. 2). Anak-anak yang tumbuh bersama pasar tradisional, menggambarkan nilai kebersamaan lintas generasi. 3). Dokar pengangkut barang dagangan, simbol kerja keras dan aktivitas ekonomi rakyat. 4). Ibu-ibu yang berolahraga, melambangkan gaya hidup sehat dan kebersamaan sosial. 5). Pedagang yang menyambut pembeli, merepresentasikan semangat pelayanan dan keramahan pasar rakyat.
Pengerjaan mural dilakukan dengan metode sistematis, dimulai dari pembuatan sketsa desain, pembuatan panduan warna, hingga proses pewarnaan bertahap menggunakan teknik gradasi dan detail ilustratif. Tantangan muncul karena media mural berupa dinding galvanis berlekuk, yang menuntut ketelitian ekstra dari para pelukis. Lebih dari sekadar karya visual, mural di Pasar Cijerah menjadi sarana pemberdayaan sosial yang mendorong partisipasi warga sekaligus memperkuat identitas pasar rakyat sebagai ruang budaya dan ekonomi.
Melalui kegiatan PkM Pasar Cijerah, menunjukkan bagaimana peran perguruan tinggi, khususnya UNIKOM, mampu menjembatani dunia akademik dengan masyarakat melalui pendekatan kreatif berbasis desain. Mural tersebut bukan hanya simbol estetika, tetapi juga representasi semangat kolaborasi dan transformasi sosial di tengah geliat pembangunan ekonomi lokal. (Direktorat Hms & Pro)
PKM 2025 – Implementasi Aplikasi Bank Sampah dalam Mendukung Pengelolaan Sampah yang Berkelanjutan di Bank Sampah Bumi Inspirasi Kota Bandung.
Terima kasih Kepada :
1. Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi atas pendanaan PKM 2025.
2. Bank Sampah Bumi Inspirasi sebagai mitra PKM
3. Divisi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (DP2M) Universitas Komputer Indonesia atas dukungannya
BANDUNG, UNIKOM – Dalam upaya mewujudkan Kampus Berdampak yang mengedepankan peran aktif perguruan tinggi dalam menciptakan perubahan positif bagi lingkungan sekitar, membangun kapasitas masyarakat, dan memperkuat jaringan kolaborasi demi keberlanjutan pembangunan sosial, Program Studi Manajemen Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Tim PKM yang terdiri dari dosen dan mahasiswa memberikan pendampingan kepada pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Darul Muqomah yang bertempat di Tirta Regency, Kabupaten Bandung.
Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, yakni Minggu, 6 Juli 2025 dan Minggu, 13 Juli 2025, dipimpin oleh dosen Program Studi Manajemen Dr. Linna Ismawati, S.E.,M.Si., dan dibantu oleh dua mahasiswa UNIKOM yaitu, Muhammad Andrian Pratama dari Prodi Manajemen dan Muhammad Nauval Pramasubakti dari Prodi Ilmu Komunikasi. Sementara mitra kegiatan PKM melibatkan seluruh pengurus DKM Darul Muqomah, termasuk Ibu-Ibu dari Majelis Ta’lim.
Tujuan utama kegiatan PKM tersebut yaitu untuk meningkatkan kapasitas dan soft skill pengurus DKM dalam tata kelola organisasi serta pengelolaan keuangan masjid, sehingga mereka dapat menjalankan amanah sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing. Pelaksanaan PKM tersebut menjadi penting mengingat Masjid Darul Muqomah baru saja mengalami restrukturisasi pengurus. Dengan adanya kombinasi pengurus lama dan baru, diperlukan penyamaan persepsi, visi, misi, dan tujuan agar tercipta sinergi yang harmonis serta pengelolaan organisasi yang menjunjung tinggi kepentingan bersama.
Dr. Linna mengungkapkan “kegiatan PKM ini kami rancang bukan hanya untuk memberikan pelatihan teknis, tetapi juga membangun semangat kebersamaan dan sinergi di antara pengurus DKM Darul Muqomah. Masjid memiliki peran strategis sebagai pusat ibadah, pendidikan, dan kegiatan sosial, sehingga tata kelola yang baik dan pengelolaan keuangan yang transparan menjadi kunci keberlanjutan program-programnya” ungkapnya.
Agenda kegiatan PKM pada minggu pertama yaitu pelatihan dan penguatan kapasitas pengurus dalam tata kelola organisasi dan pengelolaan keuangan masjid, sementara pada minggu kedua dilakukan kegiatan sosial berupa santunan anak yatim dan donor darah. Program tersebut terlaksana dengan dukungan hibah internal PKM dari UNIKOM, sebagai wujud nyata peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan kapasitas masyarakat dan memperkuat fungsi masjid sebagai pusat kegiatan sosial, keagamaan, dan pemberdayaan umat.
Melalui inisiatif tersebut, UNIKOM turut berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG poin ke delapan, yaitu pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, melalui tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel; poin SDG ke sebelas, yaitu kota dan permukiman yang berkelanjutan, dengan memperkuat peran masjid sebagai pusat kegiatan masyarakat; serta SDG poin ke tujuh belas, yakni kemitraan untuk mencapai tujuan, melalui sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat. (Direktorat Hms & Pro)
BANDUNG, UNIKOM – Direktorat Penelitian, Pengabdian, dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3M) Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) melakukan penjajakan kerja sama dengan Klaster Keilmuan BRAIN (Blockchain, Robotics, Artificial Intellegence Network) IPB University. Kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi antara universitas dan lembaga riset dalam mengembangkan inovasi, riset terapan, dan pemberdayaan masyarakat yang lebih efektif di Indonesia.
Penjajakan ini menjadi langkah strategis bagi kedua belah pihak dalam memanfaatkan potensi penelitian dan pengabdian masyarakat untuk menghasilkan solusi yang bermanfaat langsung bagi masyarakat. DP3M UNIKOM, yang memiliki fokus pada pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta pemberdayaan masyarakat, berkomitmen untuk berkolaborasi dengan Brain IPB dalam menciptakan program-program yang dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat.
“Penjajakan kerja sama ini sangat penting dalam rangka memperkuat ekosistem riset di Indonesia, khususnya Universitas Komputer Indonesia dan IPB University melalui BRAIN yang terkait dengan pengembangan teknologi, implementasidan pemberdayaan masyarakat. Kami berharap, melalui kolaborasi ini, kami dapat menghadirkan riset yang lebih relevan dengan kebutuhan nyata masyarakat dan dapat diterapkan di berbagai sektor,” ujar Irawan Afrianto, ST., MT., Direktur DP3M UNIKOM.
Sementara itu, perwakilan dari Brain IPB, Prof. Dr. Ir. Yandra Arkeman, M. Eng menyatakan bahwa penjajakan kerja sama ini akan memberikan peluang bagi kedua institusi untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam mengembangkan riset dan inovasi berbasis teknologi. “Dengan bergabungnya potensi riset yang dimiliki oleh Brain IPB dan DP3M UNIKOM, kami berharap dapat menghasilkan program yang mengarah pada pemberdayaan masyarakat yang lebih berkelanjutan dan aplikatif,” ungkap
Kerja sama ini diharapkan dapat membuka peluang dalam pengembangan teknologi terapan, penelitian bersama, serta program pengabdian kepada masyarakat yang lebih bermanfaat. Selain itu, kolaborasi ini juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan pendidikan berbasis riset.
Kegiatan ini dihadiri juga oleh Direktorat dan divisi yang memiliki relasi dengan tujuan kegiatan ini, baik yang berada dibawah Wakil Rektor III UNIKOM dan Wakil Rektor IV UNIKOM. Rencananya, penjajakan kerja sama ini akan dilanjutkan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), yang akan mengatur lebih lanjut ruang lingkup kerja sama antara UNIKOM dan Brain IPB. MoU ini diharapkan akan memperkuat komitmen kedua belah pihak dalam mendukung kemajuan pendidikan, riset, serta pemberdayaan masyarakat di Indonesia. (Direktorat Humas & Protokol)