Tag: pelatihan keprotokolan pemprov jabar

  • KPM UNIKOM Perkuat Kompetensi Keprotokolan melalui KPM Visit and Sharing 2026 ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat

    KPM UNIKOM Perkuat Kompetensi Keprotokolan melalui KPM Visit and Sharing 2026 ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat

    BANDUNG, UNIKOM – Dalam upaya meningkatkan kompetensi, wawasan, dan profesionalisme anggota di bidang keprotokolan, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Korps Protokoler Mahasiswa (KPM) Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) Kabinet Sarvajaya Periode 2025–2026 melaksanakan kegiatan KPM Visit and Sharing 2026 ke Kantor Pusat Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung pada Selasa, 14 Juli 2026. Mengusung tema “Protokoler PRIME: Presisi, Responsif, Integritas, Mandiri, Etis” dengan tagline “Learn With Precision, Lead With Integrity”, kegiatan tersebut menjadi wadah pembelajaran bagi anggota KPM UNIKOM untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai praktik keprotokolan, khususnya dalam lingkungan pemerintahan.

    Melalui pemaparan materi, diskusi interaktif, simulasi, serta observasi terhadap praktik kerja keprotokolan, peserta mendapatkan kesempatan untuk memahami secara langsung bagaimana standar dan etika keprotokolan diterapkan dalam mendukung berbagai agenda resmi pemerintahan. Turut hadir pada kesempatan tersebut, Ketua Divisi Keprotokolan UNIKOM, Agung Nugraha, S.I.Kom., serta H. Ribert Susanto, S.A.P., M.M., M.I.Kom., M.A.P., dari Bagian Protokol Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat yang berkesempatan menjadi narasumber sekaligus berbagi pengalaman selama menjalankan tugas di bidang keprotokolan.

    Kehadiran narasumber dari lingkungan pemerintahan memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperoleh wawasan praktis mengenai standar kerja, etika, keterampilan komunikasi, hingga berbagai tantangan yang dihadapi seorang protokoler dalam melaksanakan tugasnya. Riza Marisa Hermawati, S.S., selaku perwakilan Bagian Protokol Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya KPM Visit and Sharing 2026. Menurutnya, kegiatan semacam ini penting sebagai ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengenal praktik keprotokolan secara lebih dekat. Ia menekankan bahwa keprotokolan tidak hanya berkaitan dengan tata acara dan etika, tetapi juga membutuhkan kemampuan beradaptasi, komunikasi yang efektif, ketelitian, serta tanggung jawab dalam setiap pelaksanaan tugas.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                     

    Lebih lanjut, Riza juga mendorong para peserta untuk terus belajar dan memanfaatkan setiap kesempatan sebagai bagian dari proses pengembangan diri. Pengalaman yang diperoleh selama kegiatan diharapkan dapat menjadi bekal bagi anggota KPM UNIKOM untuk meningkatkan kualitas diri, memperluas wawasan, serta membangun karakter protokoler yang profesional dan berintegritas.

    Memasuki sesi utama, kegiatan dilanjutkan dengan sharing session bersama H. Ribert Susanto, S.A.P., M.M., M.I.Kom., M.A.P., yang telah berkiprah selama 26 tahun di bidang keprotokolan. Sesi tersebut berlangsung secara interaktif. Selain menjelaskan konsep dan prinsip dasar keprotokolan di lingkungan pemerintahan, narasumber turut membagikan pengalaman selama menjalankan berbagai tugas protokoler serta mengajak peserta mengikuti sejumlah simulasi yang menggambarkan situasi nyata di lapangan.

    Peserta mendapatkan pemahaman mengenai penerapan tata tempat, tata upacara, dan tata penghormatan sesuai dengan ketentuan keprotokolan. Tidak hanya menerima materi secara teoritis, peserta juga diberikan kesempatan untuk mempraktikkan secara langsung penempatan posisi protokoler, tata letak tamu kehormatan, serta penanganan berbagai kondisi yang dapat terjadi dalam pelaksanaan acara resmi. Metode pembelajaran tersebut membuat peserta dapat memahami materi secara lebih konkret sekaligus memperoleh pengalaman praktik yang relevan dengan tugas seorang protokoler.

    Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa seorang petugas protokol, termasuk protokoler di lingkungan perguruan tinggi, perlu memiliki dan menguasai empat aspek utama, yaitu keterampilan utama, etika protokol, sikap kerja protokol mahasiswa, serta perilaku di lapangan. Keempat aspek tersebut menjadi fondasi penting dalam membentuk seorang protokoler yang mampu menjalankan tugas secara profesional, disiplin, dan adaptif terhadap berbagai kondisi yang muncul selama pelaksanaan kegiatan.

    Narasumber juga menjelaskan bahwa secara umum tugas petugas protokol mencakup pengaturan “makhluk hidup” dan “benda mati”. Dalam konteks pengaturan benda mati, peserta diperkenalkan dengan berbagai ketentuan mengenai lambang negara yang mengacu pada Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009, termasuk penggunaan Lambang Negara Garuda Pancasila, Bendera Negara, foto Presiden, dan foto Wakil Presiden.

    Selain itu, peserta mendapatkan pemahaman mengenai tata penempatan bendera negara dan bendera organisasi serta penerapan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dalam rangkaian acara resmi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Sementara dalam pengaturan “makhluk hidup”, narasumber memaparkan klasifikasi tamu berdasarkan tingkat kedudukan dan prioritas keprotokolan, mulai dari pejabat negara, unsur pemerintahan, hingga tokoh masyarakat. Pemahaman tersebut menjadi dasar dalam menentukan tata tempat, tata penghormatan, dan tata penyambutan agar pelaksanaan suatu kegiatan berjalan tertib dan sesuai ketentuan.

    Selain aspek teoritis, peserta juga dibekali berbagai keterampilan dasar yang perlu dimiliki seorang petugas protokol. Materi mencakup penguasaan susunan acara, pemahaman terhadap alur kegiatan dan denah lokasi, penentuan tata tempat bagi tamu kehormatan, serta kemampuan berkomunikasi dan berkoordinasi dengan berbagai pihak yang terlibat dalam suatu kegiatan. Peserta juga mengikuti simulasi penempatan tamu berdasarkan prioritas jabatan serta latihan menghadapi berbagai kondisi yang berpotensi terjadi selama pelaksanaan acara.

    Antusiasme peserta semakin terlihat ketika sesi dilanjutkan dengan tanya jawab, simulasi, dan kuis interaktif. Peserta diberikan kesempatan untuk menguji pemahaman sekaligus menyampaikan berbagai pertanyaan berdasarkan pengalaman dan situasi yang mungkin mereka hadapi sebagai protokoler mahasiswa.

    Sebagai bentuk apresiasi, narasumber turut memberikan hadiah kepada peserta yang berhasil menjawab pertanyaan serta menunjukkan pemahaman terbaik selama sesi berlangsung. Interaksi tersebut menciptakan suasana pembelajaran yang komunikatif, dinamis, dan menyenangkan.

    Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan evaluasi interaktif menggunakan platform Quizizz. Evaluasi ini dilakukan untuk mengukur sejauh mana pemahaman peserta terhadap materi keprotokolan yang telah disampaikan selama kegiatan. Kuis berlangsung dengan penuh antusiasme. Para peserta berkompetisi untuk memperoleh hasil terbaik sekaligus menguji kembali pemahaman mereka terhadap berbagai materi yang telah diberikan.

    Sebagai bentuk penghargaan atas pencapaian dan keaktifan peserta, KPM UNIKOM memberikan apresiasi khusus kepada peserta yang berhasil meraih nilai terbaik dalam evaluasi tersebut. Seluruh rangkaian KPM Visit and Sharing 2026 kemudian ditutup dengan sesi dokumentasi dan foto bersama anggota KPM UNIKOM dengan jajaran Bagian Protokol Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat. Kegiatan Visit and Sharing 2026 menjadi salah satu wujud nyata komitmen KPM UNIKOM dalam membangun sumber daya manusia protokoler mahasiswa yang presisi, responsif, berintegritas, mandiri, dan etis. Melalui kegiatan pembelajaran langsung bersama praktisi, anggota KPM UNIKOM tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai teori dan tata aturan keprotokolan, tetapi juga mendapatkan pengalaman praktis yang dapat diterapkan dalam berbagai kegiatan organisasi maupun agenda resmi di lingkungan perguruan tinggi. Dengan semangat “Learn With Precision, Lead With Integrity”, KPM UNIKOM diharapkan terus berkembang sebagai wadah pembinaan mahasiswa yang mampu melahirkan generasi protokoler yang profesional, adaptif, dan memiliki standar kerja yang tinggi. (Direktorat Hms & Pro)