Tag: Pameran Tugas Akhir FTIK UNIKOM 2026

  • AI, IoT, dan Solusi Masa Depan: 50 Karya Mahasiswa Prodi Sistem Komputer dan Teknik Komputer FTIK UNIKOM Hadirkan Inovasi dan Teknologi di Pekan Pameran Tugas Akhir Semester Genap T.A. 2025–2026

    AI, IoT, dan Solusi Masa Depan: 50 Karya Mahasiswa Prodi Sistem Komputer dan Teknik Komputer FTIK UNIKOM Hadirkan Inovasi dan Teknologi di Pekan Pameran Tugas Akhir Semester Genap T.A. 2025–2026

    BANDUNG, UNIKOM – Kreativitas dan inovasi mahasiswa Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) kembali ditunjukkan melalui Pekan Pameran Hasil Penelitian Mahasiswa Program Studi Sistem Komputer dan Teknik Komputer, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FTIK) UNIKOM, yang digelar pada 23 Juli 2026 di Plataran Lantai 7 UNIKOM. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memamerkan berbagai karya dan produk teknologi yang dikembangkan melalui penelitian, tugas akhir, maupun proyek perkuliahan sebagai tugas Ujian Akhir Semester (UAS) semester Genap Tahun Akademik 2025-2026.

    Pameran tersebut menghadirkan sekitar 50 karya mahasiswa dengan beragam tema dan penerapan teknologi, khususnya Artificial Intelligence (AI), Machine Learning, dan Internet of Things (IoT). Tidak hanya menjadi ajang showcase, kegiatan tersebut juga memperlihatkan bagaimana pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh mahasiswa di bangku perkuliahan diterjemahkan menjadi solusi teknologi yang berpotensi memberikan manfaat bagi masyarakat.

    Ketua Program Studi Sistem Komputer UNIKOM, Assoc. Prof. Dr. Hidayat, S.Kom., M.T., menjelaskan bahwa kegiatan pameran hasil karya mahasiswa tersebut telah dilaksanakan secara rutin selama tiga tahun terakhir dan menjadi agenda tahunan yang umumnya diselenggarakan pada semester genap. “Ini sudah kita laksanakan selama tiga tahun terakhir. Jadi setiap tahun kita selenggarakan, biasanya pada semester genap. Produk yang dipamerkan merupakan hasil skripsi mahasiswa, tugas dari beberapa mata kuliah yang memang mengarahkan mahasiswa untuk membuat produk, serta proyek akhir mahasiswa D3 Teknik Komputer dan beberapa proyek lainnya”,  jelasnya.

    Menurut Assoc. Prof. Dr. Hidayat, terdapat perkembangan yang cukup signifikan dari karya mahasiswa yang dipamerkan setiap tahunnya, baik dari sisi tema maupun pemanfaatan teknologi. Jika sebelumnya karya mahasiswa lebih beragam dalam penerapan teknologi, pada pameran tahun ini implementasi AI dan IoT semakin mendapat perhatian. “Yang membedakan setiap tahun salah satunya adalah tema yang dikembangkan mahasiswa. Intinya, produk-produk ini menerapkan apa yang dipelajari oleh mahasiswa. Mereka mampu menerapkan penelitian di bidang AI dan juga Internet of Things”, tuturnya.

    Lebih lanjut, Assoc. Prof. Dr. Hidayat mengatakan bahwa penerapan AI dan IoT dalam karya mahasiswa tidak semata-mata diarahkan untuk menghasilkan produk teknologi, tetapi juga bagaimana teknologi tersebut dapat menjawab kebutuhan dan memberikan dampak nyata di berbagai bidang kehidupan. “Intinya kita ingin mahasiswa mampu mengaplikasikan pemahaman mereka tentang AI dan Internet of Things yang bisa berdampak kepada masyarakat, baik di bidang pendidikan, sosial, bahkan kesehatan”, ungkapnya.

    Sejumlah karya bahkan telah mengangkat isu-isu yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Di bidang kesehatan, misalnya, terdapat karya yang memanfaatkan AI atau Machine Learning untuk prediksi dan klasifikasi status gizi, hingga teknologi yang dikembangkan untuk membantu pendeteksian kondisi jantung. Sementara itu, pada bidang lingkungan, mahasiswa menghadirkan konsep Smart Bin atau tempat sampah pintar yang memanfaatkan teknologi IoT untuk mendeteksi kondisi tempat sampah dan memberikan informasi ketika kapasitasnya telah penuh. Di bidang edukasi, terdapat pula karya yang mengangkat tema pengenalan sejarah, lapisan tanah, hingga pengenalan organ tubuh manusia dengan pendekatan teknologi interaktif.

    Keberagaman karya tersebut menunjukkan bahwa penguasaan teknologi tidak berhenti pada aspek teknis, tetapi diarahkan untuk menghasilkan inovasi yang memiliki nilai guna dan relevansi dengan persoalan di masyarakat. Salah satu karya yang menarik perhatian dalam pameran tersebut adalah Smart Parking, sebuah prototipe sistem parkir otomatis yang dikembangkan oleh mahasiswa dengan memanfaatkan sejumlah komponen IoT.

    Kelompok pengembang Smart Parking prodi Sistem Komputer yang terdiri dari, Salsa Adila Casandra, Rafi Madani, Muhammad Reza Pahlevi, dan Mochammad Dava Somadyana menjelaskan bahwa ide tersebut berangkat dari permasalahan yang kerap ditemui pada area parkir, khususnya ketika pengguna kendaraan kesulitan mengetahui ketersediaan slot parkir. “Tujuan kita membuat alat ini karena melihat masih banyak tempat, seperti mal, yang belum menggunakan sistem parkir otomatis. Kita juga tidak tahu apakah masih ada slot parkir yang tersedia atau tidak. Karena itu kita membuat sistem data parkir otomatis”, ungkap Mohamad Reza.

    Dalam pengoperasiannya, Smart Parking menggunakan ESP, sensor ultrasonik, servo, LED, buzzer, project board, dan kabel jumper. Sensor digunakan untuk mendeteksi kendaraan yang masuk maupun keluar, kemudian sistem akan memperbarui informasi jumlah slot parkir yang masih tersedia. “Ketika mobil masuk, sensor akan mendeteksi ada mobil masuk. Di tampilan akan terlihat slot parkir yang kosong dan yang terisi. Ketika kendaraan keluar, sistem akan membaca kembali sehingga jumlah slot kosong dan terisi akan berubah secara otomatis”, jelasnya.

    Prototipe tersebut dikembangkan dalam waktu sekitar satu minggu sebagai bagian dari tugas Ujian Akhir Semester (UAS) semester genap TA 2025-2026. Ke depan, mahasiswa berharap Smart Parking dapat dikembangkan dan diterapkan pada lingkungan yang membutuhkan sistem pengelolaan parkir secara lebih efektif, termasuk kawasan rumah susun (rusun). Tidak berhenti pada sistem pendeteksi ketersediaan lahan parkir, mahasiswa juga telah menyiapkan gagasan pengembangan berupa sistem akses berbasis kartu. Dengan sistem tersebut, setiap penghuni rusun yang memiliki kartu dapat memperoleh akses untuk memasuki area parkir secara lebih terkontrol.

    Bagi Assoc. Prof. Dr. Hidayat, berbagai karya yang ditampilkan dalam pameran tersebut merupakan bagian dari proses pembelajaran sekaligus langkah awal untuk membawa inovasi mahasiswa agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas. “Harapannya, produk-produk ini tidak berhenti di sini, tidak berhenti di pameran, tetapi bisa benar-benar diterapkan dan digunakan oleh masyarakat”, tegasnya.

    Pekan Pameran Hasil Penelitian Mahasiswa tersebut sekaligus memperkuat komitmen FTIK UNIKOM dalam membangun budaya inovasi dan penelitian di kalangan mahasiswa. Melalui pengalaman merancang, mengembangkan, menguji, dan mempresentasikan produk, mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori, tetapi juga mampu menghasilkan solusi teknologi yang aplikatif. “Teman-teman siswa SMA yang sudah lulus dan sedang mencari kampus, khususnya yang tertarik dengan AI dan Internet of Things, boleh bergabung dengan Program Studi Sistem Komputer UNIKOM untuk jenjang S1. Bagi yang ingin menempuh pendidikan lebih cepat, tersedia juga Program Studi D3 Teknik Komputer. Kita bersama-sama belajar tentang AI, IoT, dan bagaimana teknologi tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat”, demikian pungkasnya. Melalui pameran Prodi Sistem Komputer dan Teknik Komputer tersebut, UNIKOM terus mendorong lahirnya generasi mahasiswa yang tidak hanya melek teknologi, tetapi mampu menjadi problem solver dan inovator yang menghadirkan teknologi berbasis AI dan IoT untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, karya mahasiswa diharapkan dapat berkembang dari prototipe akademik menjadi inovasi yang memiliki nilai guna, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat. (Direktorat Hms & Pro)