Tag: mental health UNIKOM

  • Direktorat Perpustakaan UNIKOM Gelar Workshop Mental Health “Write it Out: Stress Less, Write it more with Your Best Friend”

    Direktorat Perpustakaan UNIKOM Gelar Workshop Mental Health “Write it Out: Stress Less, Write it more with Your Best Friend”

    BANDUNG, UNIKOM – Kamis, 23 Oktober 2025, Direktorat Perpustakaan Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) menyelenggarakan Workshop Mental Health bertajuk “Write It Out: Stress Less, Write It More with Your Best Friend”. Bertempat di Auditorium Miracle UNIKOM, kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Perpustakaan UNIKOM, Divisi BKKLA (Bimbingan Konseling, Karier, Lulusan, dan Alumni) UNIKOM, serta GenerasiCakap, yang merupakan sebuah start-up di bidang psikologi dan edukasi yang berfokus pada pengembangan mental dan emosional.

    Workshop tersebut turut mendapat dukungan dari SK Holiday sebagai sponsor yang berperan memberikan hadiah berupa voucher hotel kepada peserta dan panitia. Dukungan sponsor menjadi bentuk sinergi positif antara dunia pendidikan dan sektor industri dalam mendukung kegiatan literasi serta kesejahteraan mental di lingkungan kampus. Workshop tersebut diikuti oleh 100 peserta yang terdiri dari dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa UNIKOM, termasuk para penerima Penghargaan Tahunan Perpustakaan UNIKOM atas keaktifan mereka dalam memanfaatkan koleksi cetak maupun digital, serta kunjungan daring dan luring.

    Ketua Pelaksana, Nurriska Amalina, S.Pd., dalam laporannya menjelaskan bahwa kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca yang jatuh pada 25 Oktober serta Hari Kesehatan Mental Dunia pada 10 Oktober. Acara ini juga dirangkaikan dengan pemberian RewardTahunan kepada para pemustaka terbaik, pemenang rating pengunjung, dan peminjam terbanyak tahun 2025.

    Menurut Nurriska, penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi Perpustakaan UNIKOM kepada “sahabat perpustakaan” yang setia memanfaatkan layanan dan fasilitas. Ia berharap kegiatan ini menjadi langkah awal untuk meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan mental serta kemampuan menghadapi tekanan hidup dengan lebih kuat dan bijaksana.

    Rangkaian kegiatan dibuka secara resmi oleh Direktur Perpustakaan UNIKOM, Ubudiyah Setiawati, M.I.Kom. Dalam sambutan pembukanya, ia menyampaikan bahwa workshop tersebut merupakan kelanjutan dari program sebelumnya yaitu “Sahabat Konseling Kampus”, serta menjadi bentuk implementasi kerja sama antara Direktorat Perpustakaan dengan Divisi BKKLA, sekaligus memperluas jejaring kolaborasi dengan GenerasiCakap.

    Rangkaian acara dilanjutkan dengan pengumuman dan penyerahan penghargaan kepada pemenang Reward Tahun 2025 Perpustakaan UNIKOM, kemudian sesi utama oleh GenerasiCakap menghadirkan dua narasumber, yaitu Nur Anugerah, M.Psi., Psikolog, CEC dan Livita Chandra, RN, PGDipPT.

    Dalam sesi pertama bertema “Emosi dan Stress”, peserta diajak menulis reflektif tentang perasaan mereka menggunakan lembar khusus yang disediakan oleh GenerasiCakap sebagai salah satu cara untuk mengenali, memahami, dan mengelola stres. Menurut Nur Anugerah, metode expressive writing dapat menjadi sarana sederhana namun efektif untuk meredakan tekanan emosional.  “Ketika kita menulis tentang apa yang kita rasakan, kita sedang membantu diri sendiri memproses emosi dan menemukan perspektifbaru terhadap masalah,” tutur Nur.

    Sesi kedua bertema “Stress Management and Expressive Writing Therapy” disampaikan oleh Livita Chandra, RN., PGDipPT., yang membahas strategi praktis untuk mengenali sumber stres dan mengelolanya secara positif melalui terapi menulis. Peserta dibagi menjadi kelompok kecil untuk melakukan sesi sharing, saling menceritakan pengalaman pribadi, dan mendiskusikan solusi yang bisa diterapkan bersama. Suasana berlangsung hangat dan penuh empati, dengan peserta saling memberi semangat dan dukungan emosional.

    Antusiasme peserta tampak tinggi sepanjang acara. Banyak peserta secara sukarela membagikan hasil tulisan mereka serta pengalaman dalam menghadapi stres, baik dalam kehidupan akademik maupun pribadi. Beberapa di antaranya bahkan meneteskan air mata saat menuliskan dan membacakan refleksi emosional mereka. Melalui kegiatan tersebut, sivitas akademika UNIKOM diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan mental serta menumbuhkan budaya positif di lingkungan kampus. Workshop ini juga menegaskan peran Perpustakaan UNIKOM sebagai pusat informasi yang dinamis, inovatif, dan peduli terhadap kesejahteraan psikologis penggunanya. (Direktorat Hms & Pro)

  • Direktorat Kemahasiswaan Unikom Gelar Kuliah Umum “How To Maintain Your Mental Health”, Bahas Kesehatan Mental Mahasiswa Secara Mendalam

    Direktorat Kemahasiswaan Unikom Gelar Kuliah Umum “How To Maintain Your Mental Health”, Bahas Kesehatan Mental Mahasiswa Secara Mendalam

    BANDUNG, UNIKOM — Kesadaran akan pentingnya kesehatan mental di kalangan mahasiswa semakin menjadi perhatian serius. Sebagai bentuk kepedulian, Direktorat Kemahasiswaan Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) menggelar Kuliah Umum bertajuk “How To Maintain Your Mental Health” pada Selasa, 17 Juni 2025, bertempat di Auditorium Lantai 4 Kampus UNIKOM. Kegiatan ini sukses menarik antusiasme mahasiswa dari berbagai program studi yang hadir untuk memahami pentingnya menjaga kesehatan mental, khususnya di lingkungan akademik.

    Kuliah umum ini menghadirkan narasumber internasional, Prof. Bettina Meiser, pakar di bidang Scientific Writing dan Psychology, sekaligus Profesor di School of Clinical Medicine, University of New South Wales (UNSW), Sydney. Prof. Betina memberikan pemaparan menyeluruh terkait kesehatan mental, mulai dari memahami apa itu mental health, mematahkan stigma negatif, hingga strategi praktis menjaga kesejahteraan mental di tengah tekanan akademik.

    Direktur Kemahasiswaan UNIKOM, Andrias Darmayadi, S.IP., M.Si., Ph.D, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dan mengingatkan mahasiswa untuk lebih peduli terhadap kesehatan mental. “Masalah mental bukanlah hal yang tabu. Tugas menumpuk, tekanan akademik, semua itu bisa memengaruhi mental kita. Maka dari itu, acara ini penting untuk meningkatkan kesadaran,” ujar Andrias.

    Menariknya, kuliah umum ini diselenggarakan menggunakan Bahasa Inggris. Namun, bagi mahasiswa yang belum fasih, panitia telah menyediakan penerjemah dari mahasiswa Prodi Sastra Inggris, sehingga semua peserta tetap dapat memahami materi dengan baik.

    Dukungan juga datang dari Amin Yahya ZE, S.T., Founder PT. TSMDR Teknologi Solusi Mulai Dari Rumah. Dalam kesempatan tersebut, beliau berbagi pengalaman pribadinya saat mengalami masa sulit sebagai mahasiswa di salah satu perguruan tinggi negeri di Bandung. “Saya pernah gagal lulus mata kuliah hanya karena laptop saya rusak terendam air, dan tidak ada biaya untuk perbaikan. Itu menghantam mental saya, tapi dari kegagalan itu saya termotivasi. Kini saya punya perusahaan service laptop yang terjangkau untuk mahasiswa,” ungkapnya. Kini, perusahaannya terus berkembang dan berlokasi di kawasan Cigadung, Bandung.

    Tak hanya berbagi kisah inspiratif, Amin juga memberikan doorprize menarik seperti satu unit laptop, voucher upgrade RAM, dan voucher maintenance laptop gratis kepada mahasiswa yang aktif bertanya dalam sesi diskusi.

    Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNIKOM, Prof. Dr. Hj. Umi Narimawati, Dra., M.Si, turut mengingatkan pentingnya kesadaran kesehatan mental di kalangan mahasiswa. “Di Indonesia, kesehatan mental seringkali dianggap sepele. Padahal, gangguan mental dapat berdampak serius, bahkan menyebabkan depresi atau tindakan fatal seperti bunuh diri. Mahasiswa perlu lebih peka dan segera mencari bantuan jika mengalami gangguan mental,” tegasnya.

    Kuliah umum ini dipandu oleh Yudha Putra Pratama, Mahasiswa Prodi Sastra Inggris sekaligus Mahasiswa Berprestasi tingkat universitas. Diskusi berlangsung interaktif, banyak mahasiswa mengajukan pertanyaan seputar stres, kecemasan, hingga strategi mengatasi tekanan akademik. Materi yang dibawakan Prof. Bettina juga membahas secara mendalam tentang depresi, isolasi sosial, hingga pentingnya Five Ways to Wellbeing yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Prof. Bettina berpesan “Ingat, kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik, dan keduanya harus dijaga,” pungkas Prof. Betina dalam sesi penutupnya.

    Dengan antusiasme peserta dan dukungan berbagai pihak, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk meningkatkan kepedulian serta penanganan kesehatan mental di lingkungan UNIKOM. (Direktorat Hms & Pro)

  • Direktorat Administrasi Umum Unikom Gelar Workshop Internasional, Bangun Lingkungan Kerja Aman Mental Tanpa Mengabaikan Profesionalisme

    Direktorat Administrasi Umum Unikom Gelar Workshop Internasional, Bangun Lingkungan Kerja Aman Mental Tanpa Mengabaikan Profesionalisme

    BANDUNG, UNIKOM – Di dunia kerja, menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik, karena keduanya saling memengaruhi dan berdampak langsung pada kinerja serta produktivitas. Seperti yang dilakukan oleh Direktorat Administrasi Umum (DAU) Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) menyelenggarakan Workshop Internasional bertajuk “Let’s Build a Mentally Safe Work Environment While Maintaining Professionalism”, pada hari Kamis, 19 Juni 2025 di Auditorium Miracle UNIKOM.

    Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya UNIKOM mewujudkan visi sebagai World Class University, sekaligus bentuk nyata kepedulian institusi terhadap kesehatan mental tenaga kependidikan di tengah tuntutan profesionalisme dan dinamika kerja yang semakin kompleks. Peserta dari kegiatan tersebut yaitu tenaga kependidikan di lingkungan UNIKOM. Workshop ini menghadirkan pakar kesehatan mental internasional, Prof. Bettina Meiser, seorang psikolog senior dari School of Clinical Sciences, University of New South Wales, Australia. Selain itu, turut hadir Fitri Andriyani, M.Psi., Psikolog dari Biro Magnaka Bandung dan Kiki Noorrizki dan Mekawati, M.Psi, Psikolog, sebagai Co-Lead Instructor. Kegiatan ini dipandu oleh Dr. Senny Luckyardi, S.P., M.M., sebagai moderator.

    Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua Pelaksana, yang juga Direktur Administrasi Umum UNIKOM, Assoc. Prof. Dr. Adeh Ratna Komala, SE., M.Si., CERA. yang mengungkapkan bahwa “Alhamdulillah, hari ini kita dapat berkumpul dalam acara workshop yang sangat bermanfaat, dengan topik penting terkait kesehatan mental dan profesionalisme. Tentu kita semua pasti merasakan, pekerjaan tidak hanya soal tugas formal, tapi sering kali ikut mempengaruhi kondisi pribadi, termasuk kesehatan mental kita. Saat mental kita sehat, beban kerja terasa lebih ringan, sebaliknya, sekecil apa pun tugas akan terasa berat jika kondisi mental tidak stabil. Semoga melalui ruang diskusi ini, kita bisa saling belajar, memperkuat kesehatan mental, dan menjaga semangat kerja agar tetap optimal” pungkas Assoc. Prof. Adeh

    Pembukaan resmi dilakukan oleh Assoc. Prof. Dr. Agus Riyanto, ST., MT., CSBA. selaku Wakil Rektor II Bidang Sumber Daya dan Kerjasama UNIKOM, yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa “Di tengah tuntutan dunia kerja yang semakin cepat dan kompleks, menjaga kesehatan mental menjadi hal yang sangat penting untuk mendukung produktivitas dan kualitas kerja. UNIKOM sebagai institusi berorientasi global mendorong profesionalisme, namun keseimbangan antara pekerjaan dan kesehatan mental tetap harus dijaga. Melalui workshop ini, diharapkan peserta termotivasi untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat, meningkatkan performa, serta memperkuat etika, integritas, dan tanggung jawab” ujar Assoc. Prof. Agus

    Pemaparan pertama dari Prof. Bettina Meiser yang membawakan materi mengenai “Mental Health in the Workplace”. Dalam paparannya, Prof. Meiser membahas definisi kesehatan mental dan penyakit mental, relevansinya di tempat kerja (1 dari 5 pekerja Indonesia mengalami masalah kesehatan mental), serta berbagai strategi untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat secara mental, termasuk pentingnya memecah stigma, mengelola stres, depresi, dan kecemasan, serta hak dan tanggung jawab terkait kesehatan mental. Beliau juga memperkenalkan “Five Ways to Wellbeing” “Data menunjukkan 1 dari 5 pekerja di Indonesia hidup dengan masalah kesehatan mental. Ini bukan hanya berdampak pada individu, tapi juga pada produktivitas dan dinamika organisasi secara keseluruhan,” tegas Prof. Meiser dalam pemaparannya.

    Selanjutnya pemaparan dari Fitri Andriyani, M.Psi., yang membawakan sesi interaktif “Mindset Shift: Dari Fixed ke Growth”. Melalui sesi ini, peserta diajak memahami perbedaan pola pikir tetap (fixed mindset) dan pola pikir berkembang (growth mindset), serta bagaimana perubahan cara berpikir dapat meningkatkan ketahanan mental dan kinerja di lingkungan kerja.

    Workshop ini tidak hanya memberikan pemahaman teoritis, tetapi juga langkah konkret untuk menciptakan lingkungan kerja yang mendukung kesehatan mental. Materi yang disampaikan mencakup pemahaman tentang stres, depresi, kecemasan, hak dan kewajiban karyawan terkait kesehatan mental, hingga lima langkah sederhana untuk menjaga kesejahteraan mental, seperti connect, be active, be aware, keep learning, dan help others.

    Selain itu, UNIKOM juga menyediakan layanan internal berupa konseling psikologis, kegiatan sosial, hingga sesi olahraga kelompok sebagai bagian dari dukungan berkelanjutan bagi sivitas akademika.Melalui kegiatan ini, UNIKOM berharap seluruh tenaga kependidikan semakin sadar akan pentingnya menjaga keseimbangan antara tuntutan profesionalisme dan kesehatan mental. Dengan lingkungan kerja yang aman secara mental, diharapkan produktivitas meningkat, loyalitas SDM terjaga, dan UNIKOM semakin siap bersaing di level global. (Direktorat Hms & Pro)