Tag: Mendiktisaintek Brian Yuliarto

  • RAKERNAS APTISI 2026: Rektor UNIKOM Sekaligus Ketua APTISI Jabar Resmi Menjadi Mentor Sekolah Kepemimpinan Nasional APTISI

    RAKERNAS APTISI 2026: Rektor UNIKOM Sekaligus Ketua APTISI Jabar Resmi Menjadi Mentor Sekolah Kepemimpinan Nasional APTISI

    BANDUNG, UNIKOM — Minggu, 23 Agustus 2026, Ketua APTISI Jawa Barat dan juga Wakil Ketua Bidang Teknologi dan Inovasi APTISI Pusat sekaligus Rektor Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM), Prof. 3 Prof. HC. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T., menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Tahun 2026. Bertempat di Ballroom Hotel Grand Mercure Lampung, kehadiran tersebut menjadi bagian dari komitmen UNIKOM untuk memperkuat jejaring dan kolaborasi antar pemangku kepentingan pendidikan tinggi sekaligus mendorong kontribusi perguruan tinggi dalam pembangunan nasional.

    Rakernas I APTISI 2026 diikuti sekitar 500 peserta dari 34 provinsi di Indonesia. Forum nasional tersebut menjadi ruang strategis bagi pimpinan perguruan tinggi swasta untuk bertukar gagasan, menyampaikan aspirasi, serta membahas berbagai isu penting terkait penguatan pendidikan tinggi, perluasan akses pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, tata kelola perguruan tinggi, hingga peningkatan kontribusi kampus bagi masyarakat dan pembangunan daerah.

    Salah satu momen penting dalam rangkaian kegiatan Rakernas I APTISI 2026 adalah penyematan Pin Mentor Sekolah Kepemimpinan Nasional APTISI kepada Ketua APTISI Jawa Barat sekaligus Rektor UNIKOM, Prof. 3 Prof. HC. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, MT, oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Prof. Brian Yuliarto, Ph.D. Penyematan pin tersebut menjadi simbol kepercayaan sekaligus penanda peran Prof. Eddy sebagai salah satu mentor dalam Sekolah Kepemimpinan Nasional APTISI.

    Kepercayaan serupa juga diberikan kepada sejumlah pimpinan perguruan tinggi swasta (PTS) dari berbagai daerah di Indonesia yang dipercaya berperan sebagai mentor dalam program tersebut. Berdasarkan daftar peserta, para mentor berasal dari berbagai perguruan tinggi yang memiliki kiprah dan rekam jejak dalam pengembangan pendidikan tinggi, termasuk pimpinan PTS, seperti Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM), Universitas Bina Nusantara (BINUS), Universitas Esa Unggul, Universitas Mercu Buana, Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Universitas Borobudur, Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung, serta sejumlah perguruan tinggi lainnya.

    Kepercayaan tersebut menjadi momentum penting bagi UNIKOM dalam turut berkontribusi terhadap penguatan kapasitas kepemimpinan di lingkungan perguruan tinggi swasta. Melalui peran sebagai mentor, pengalaman, wawasan, serta praktik yang baik dalam pengelolaan perguruan tinggi, diharapkan dapat turut dibagikan dan menjadi bagian dari proses pengembangan calon-calon pemimpin pendidikan tinggi yang adaptif, visioner, dan mampu menjawab tantangan zaman.

    Dalam forum Rakernas, Mendiktisaintek Prof. Brian Yuliarto, Ph.D., menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi swasta dalam memperkuat ekosistem pendidikan tinggi di Indonesia. Menurutnya, berbagai masukan dari pimpinan PTS menjadi bahan penting bagi pemerintah untuk dikaji dan ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan yang berlaku. “Kita akan proses. Mohon kalau ada masukan juga disampaikan secara tertulis supaya nanti bisa dikaji untuk ditindaklanjuti”. Lebih lanjut ia menyatakan, salah satu isu yang menjadi perhatian dalam dialog adalah perluasan akses pendidikan tinggi. Pemerintah terus melakukan penajaman pelaksanaan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dengan memperhatikan kondisi dan kebutuhan masyarakat. Dalam konteks tersebut, pemerintah daerah juga dapat memberikan dukungan beasiswa kepada mahasiswa perguruan tinggi swasta. “Pemda boleh memberikan bantuan kepada PTS, beasiswa, Itu sudah boleh”, demikian tuturnya.

    Selain akses pendidikan, penguatan sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam pembahasan Rakernas. Mendiktisaintek juga menyampaikan peluang pemanfaatan pengalaman dan kompetensi akademik untuk mendukung penguatan PTS melalui transfer pengetahuan. “Supaya ada transfer knowledge, mereka orang-orang yang baik, yang bagus, kinerjanya dapat dioptimalkan untuk mendukung penguatan PTS”, pungkas Prof. Brian.

    Sementara itu, Ketua Umum APTISI, Dr. Ir. H. M. Budi Djatmiko, M.Si., MEI., menekankan bahwa perguruan tinggi perlu melampaui fungsi pendidikan semata dan mampu menghadirkan kebermanfaatan yang lebih luas bagi masyarakat. “Indonesia Emas tidak akan lahir dari kampus yang hanya berhasil mengajar, ia lahir dari kampus yang mampu mengubah pengetahuan menjadi keberdayaan”, tutur Dr. Budi.

    Semangat tersebut sejalan dengan arah Diktisaintek Berdampak, yang mendorong perguruan tinggi untuk menghadirkan manfaat nyata melalui pendidikan, penelitian, inovasi, pengembangan talenta, serta kontribusi langsung terhadap penyelesaian berbagai persoalan masyarakat.

    Rakernas I APTISI 2026 juga menjadi momentum penguatan organisasi APTISI di tingkat daerah. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Lampung dipercaya menjadi Dewan Pembina APTISI Provinsi Lampung, sementara Dr. Ir. H. Firmansyah Alfian, M.BA., M.Sc. dilantik sebagai Ketua APTISI Provinsi Lampung periode 2026–2031. Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota DPR RI Rycko Menoza, M.B.A., Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata Zita Anjani, S.Sos., M.Sc., Kasdam XXI Raden Inten Brigjen TNI Andrian Susanto, S.I.P., M.Han., M.I.Pol., serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

    Bagi UNIKOM, kehadiran Rektor dalam Rakernas I APTISI 2026 sekaligus kepercayaan sebagai Mentor Sekolah Kepemimpinan Nasional APTISI menjadi momentum strategis untuk memperluas kontribusi UNIKOM dalam pengembangan kepemimpinan perguruan tinggi swasta di Indonesia. Penyematan Pin Mentor oleh Mendiktisaintek, Prof. Brian Yuliarto, Ph.D., menjadi simbol sinergi sekaligus kepercayaan terhadap peran UNIKOM dalam membangun kepemimpinan pendidikan tinggi yang berintegritas, adaptif, inovatif, dan berorientasi pada dampak.

    Melalui momentum tersebut, UNIKOM terus meneguhkan komitmennya untuk tidak hanya menjadi institusi pendidikan yang unggul dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga menjadi bagian aktif dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi Indonesia yang kolaboratif, berdaya saing, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta pembangunan nasional. (Direktorat Hms & Pro)

  • UNIKOM Tuan Rumah Pertemuan Nasional APTISI Bersama Kemendiktisaintek : Perkuat Sinergi Wujudkan PTS Unggul dan Berdampak

    UNIKOM Tuan Rumah Pertemuan Nasional APTISI Bersama Kemendiktisaintek : Perkuat Sinergi Wujudkan PTS Unggul dan Berdampak

    BANDUNG, UNIKOM – Minggu, 14 Juni 2026. Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) menjadi tuan rumah kegiatan nasional bertajuk “Pertemuan Membangun PTS Unggul dan Berdampak Bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) dengan Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI)”. Bertempat di Auditorium Lantai 17 Smart Building, UNIKOM, kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan perguruan tinggi swasta dari seluruh Indonesia, pengurus APTISI pusat dan daerah, serta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Dr. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D.

    Forum strategis ini juga menjadi wadah dialog antara pemerintah dan perguruan tinggi swasta dalam merumuskan berbagai langkah konkret guna memperkuat peran PTS sebagai mitra utama dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi nasional. Kehadiran peserta yang berasal dari berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua, menunjukkan tingginya komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang lebih maju, inklusif, dan berdaya saing global.

    Ketua APTISI Jawa Barat sekaligus Rektor UNIKOM, Prof. 3 Prof. HC. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang dinilai sangat terbuka terhadap berbagai aspirasi perguruan tinggi swasta. “Kehadiran Bapak Menteri memberikan harapan baru bagi perguruan tinggi swasta karena beliau selalu membuka ruang dialog dan menerima berbagai masukan yang disampaikan oleh APTISI. Mudah-mudahan sinergi yang terjalin antara pemerintah dan perguruan tinggi swasta dapat semakin memperkuat upaya mewujudkan perguruan tinggi unggul di Indonesia”, tutur Prof. Eddy.

    Dalam kesempatan wawancara, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Brian Yuliarto, Ph.D., menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang hadir dari berbagai daerah di Indonesia. Prof. Brian menegaskan bahwa pemerintah terus membuka ruang komunikasi dan kolaborasi dengan perguruan tinggi swasta dalam merumuskan kebijakan pendidikan tinggi yang lebih adaptif dan berkeadilan. “Kami menyampaikan terima kasih atas berbagai masukan yang telah dirumuskan oleh pengurus maupun anggota APTISI baik di tingkat pusat maupun daerah. Diskusi yang berlangsung hari ini sangat strategis dan menghasilkan banyak gagasan yang akan menjadi referensi penting bagi Kementerian dalam menyusun kebijakan ke depan. Harapannya seluruh perguruan tinggi di Indonesia, khususnya perguruan tinggi swasta, dapat berkembang dan menjalankan perannya secara optimal”, ungkap Prof. Brian.

    Lebih lanjut, Mendiktisaintek menjelaskan bahwa pemerintah berkomitmen menjaga keseimbangan ekosistem pendidikan tinggi nasional melalui berbagai kebijakan, termasuk pengaturan kuota penerimaan mahasiswa baru pada perguruan tinggi negeri serta evaluasi terhadap berbagai regulasi yang berkaitan dengan akses pendidikan tinggi. Kebijakan tersebut diharapkan dapat memberikan ruang yang lebih proporsional bagi pertumbuhan perguruan tinggi swasta di Indonesia.

    Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum APTISI Pusat, Dr. Ir. M. Budi Jatmiko, M.Si., MEI., menyampaikan sejumlah aspirasi strategis yang menjadi perhatian perguruan tinggi swasta. Menurutnya, APTISI bersama Kemendiktisaintek akan menyusun berbagai kajian dan naskah akademik sebagai dasar perumusan kebijakan yang lebih berpihak pada kemajuan pendidikan tinggi nasional. “Perguruan tinggi swasta tidak ingin dimanjakan, tetapi membutuhkan ekosistem yang sehat dan berkeadilan. Kami berharap PTN dan PTS dapat bersinergi sesuai peran masing-masing. PTN didorong untuk semakin kompetitif menuju World Class University (WCU), sementara PTS berperan besar dalam meningkatkan angka partisipasi pendidikan tinggi nasional. Berbagai isu strategis seperti kuota penerimaan mahasiswa, program KIP Kuliah, akreditasi, hingga regulasi perpajakan akan terus kami perjuangkan bersama pemerintah”, jelas Dr. Budi.

    Dalam pertemuan tersebut juga dibahas sejumlah agenda strategis lainnya, termasuk penguatan kualitas tata kelola perguruan tinggi, peningkatan akses pendidikan tinggi, pengembangan sumber daya manusia, serta berbagai langkah kolaboratif untuk mendukung pencapaian visi Indonesia Emas 2045 melalui sektor pendidikan tinggi. Selain itu, forum menghasilkan sejumlah fokus program yang akan menjadi agenda tindak lanjut APTISI bersama Kemendiktisaintek, yaitu optimalisasi Program KIP Kuliah, percepatan digitalisasi perguruan tinggi, penguatan mutu dan sistem akreditasi, peningkatan kerja sama internasional, pengembangan kepemimpinan perguruan tinggi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan sinergi antara perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi swasta.

    Kegiatan yang berlangsung secara interaktif tersebut ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara pimpinan perguruan tinggi swasta dengan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Melalui forum ini diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara pemerintah dan perguruan tinggi swasta dalam mewujudkan pendidikan tinggi Indonesia yang unggul, berdampak, dan mampu menjawab tantangan global di masa depan. Pertemuan nasional ini juga menegaskan komitmen bersama antara Kemendiktisaintek dan APTISI untuk terus memperkuat kolaborasi dalam membangun perguruan tinggi swasta yang unggul, adaptif, inovatif, dan berkontribusi nyata terhadap pembangunan bangsa menuju Indonesia Emas 2045. (Direktorat Hms & Pro)