Tag: Magister Ilmu Komunikasi UNIKOM

  • UNIKOM Tuan Rumah Kolaborasi APTISI JABAR dan KPID JABAR dalam Penguatan Literasi Penyiaran Melalui Kegiatan Penandatanganan MOU Akbar Bersama 224 PTS dan Mitra di Jawa Barat

    UNIKOM Tuan Rumah Kolaborasi APTISI JABAR dan KPID JABAR dalam Penguatan Literasi Penyiaran Melalui Kegiatan Penandatanganan MOU Akbar Bersama 224 PTS dan Mitra di Jawa Barat

    BANDUNG, UNIKOM — Rabu, 21 Mei 2026, Universitas Komputer Indonesia menjadi tuan rumah kegiatan Nyemah Atikan Penyiaran bertajuk “Pemahaman Kesadaran Bermedia bagi Masyarakat” yang dirangkaikan dengan kegiatan Penandatanganan MoU Akbar antara Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Jawa Barat bersama Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat dan 224 perguruan tinggi, lembaga, serta instansi mitra, dengan dihadiri berbagai tokoh penting dari unsur pemerintah, akademisi, dan lembaga penyiaran.

    Bertempat di Auditorium Lantai 17 Smart Building UNIKOM , turut hadir pada kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Dr. Herman Suryatman, Drs., M.Si.,  Ketua APTISI Jawa Barat sekaligus Rektor UNIKOM, Prof. 3 Prof. HC. Dr. Ir.  Eddy Soeryanto Soegoto, M.T., Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat, Dr. Adiyana Slamet, S.IP., M.Si., serta Anggota Dewan Pengawas Televisi Republik Indonesia, Hardly Stefano Fenelon Pariela.

    Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan dari Ketua APTISI Jawa Barat sekaligus Rektor Universitas Komputer Indonesia, Prof. HC. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T. Dalam sambutannya, Prof. Eddy menyampaikan bahwa seluruh perguruan tinggi perlu bersama-sama membangun institusi pendidikan yang adaptif dan selaras dengan perkembangan era digital serta teknologi informasi dan komunikasi (ICT) saat ini. Prof. Eddy juga menegaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum istimewa karena merupakan kali pertama Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Jawa Barat menyelenggarakan kolaborasi bersama Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia Wilayah IV Jawa Barat dan Banten yang melibatkan perguruan tinggi dari seluruh Indonesia dan pertama kali dilaksanakan di Provinsi Jawa Barat.

    Lebih lanjut, Prof. Eddy berharap penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara KPID dengan perguruan tinggi serta para mitra di Jawa Barat dapat memberikan nilai tambah bagi institusi pendidikan tinggi, khususnya dalam mendukung peningkatan kualitas akreditasi maupun pemeringkatan perguruan tinggi, baik melalui QS Ranking, Webometrics, maupun indikator penilaian akademik lainnya.

    Sementara itu, Ketua KPID Jabar, Dr. Adiyana Slamet, S.IP., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terjalinnya kolaborasi antara KPID Jawa Barat dan Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia Wilayah IV Jawa Barat dan Banten dalam membangun kerja sama guna memperkuat ekosistem penyiaran di Jawa Barat. Ia menjelaskan bahwa KPID Jawa Barat siap berkolaborasi dengan perguruan tinggi melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, meliputi bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

    Menurutnya, kolaborasi tersebut juga menjadi wujud semangat Hari Kebangkitan Nasional yang diperingati setiap 20 Mei, di mana kemajuan sebuah institusi maupun program tidak dapat berjalan secara optimal tanpa sinergi dan dukungan dari berbagai pihak. Di akhir sambutannya, Dr. Adiyana turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

    Pada kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Dr. Herman Suryatman, Drs., M.Si., turut menyampaikan pengantar Keynote Speech dan ucapan selamat untuk Hari penyiaran dalam konteks hari penyiaran daerah. Dr. Herman juga menyampaikan bahwa kegiatan musyawarah menjadi momentum konsolidasi untuk membahas pentingnya ekosistem penyiaran di era digital. Sekda Jawa Barat juga memberikan kehormatan kepada Rektor UNIKOM selaku tuan rumah, bersama perwakilan APTISI dan KPID Jawa Barat, untuk berbagi pandangan kepada para peserta musyawarah mengenai tantangan serta strategi penguatan penyiaran di tengah perkembangan zaman.

    Selain itu, seluruh lembaga penyiaran, baik lembaga penyiaran publik, swasta, maupun komunitas, dinilai memiliki tanggung jawab bersama untuk bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam menyampaikan pesan-pesan pembangunan menuju “Jawa Barat Istimewa”. Pendekatan tersebut juga harus mempertimbangkan perubahan komposisi generasi masyarakat yang kini didominasi oleh generasi milenial dan generasi Z, sehingga pola komunikasi perlu disesuaikan agar tetap relevan dan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Lebih lanjut disampaikan bahwa penyiaran tidak cukup hanya mengedepankan aspek tontonan dan hiburan semata, tetapi juga harus mengutamakan tuntunan yang bersifat edukatif. Diakhir, Dr. Herman mengungkapkan agar KPID Jawa Barat bersama berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi, diharapkan dapat terus memperkuat kolaborasi dalam membangun ekosistem penyiaran yang sehat, adaptif, dan mendidik, sehingga cita-cita mewujudkan Jawa Barat Istimewa dapat tercapai dengan lebih cepat.

    Agenda kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan MoU Akbar yang dilaksanakan antara KPID Jabar dengan APTISI Jabar ,dan UNIKOM, serta 224 mitra dari berbagai perguruan tinggi, lembaga, dan instansi lainnya. Penandatanganan tersebut menjadi simbol komitmen bersama dalam mendukung penguatan literasi penyiaran, edukasi media, dan peningkatan kualitas informasi publik di Jawa Barat.

    Selain penandatanganan kerja sama, kegiatan juga diisi dengan sesi pemaparan materi yang menghadirkan Koordinator Bidang Kelembagaan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Jawa Barat, Dr. Lukman M. Fauzi, S.IP., M.Si., serta Anggota Dewan Pengawas Televisi Republik Indonesia, Hardly Stefano Fenelon Pariela. Sesi diskusi tersebut dipandu oleh Ketua Program Studi Magister Ilmu Komunikasi Universitas Komputer Indonesia, Assoc. Prof. Dr. Desayu Eka Surya, S.Sos., M.Si., CICS., dengan mengangkat tema “Ekosistem Penyiaran di Era Digital”.

    Sebagai tuan rumah, UNIKOM turut menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan literasi media dan penguatan kesadaran bermedia di tengah masyarakat melalui kolaborasi strategis antara perguruan tinggi, pemerintah, dan lembaga penyiaran. Melalui kegiatan Penandatanganan MoU dan Seminar tersebut, APTISI Jabar dan KPID Jabar berkomitmen menciptakan kolaborasi berkelanjutan dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap literasi media dan penyiaran, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi sebagai pusat edukasi dan transformasi digital di tengah masyarakat. (Direktorat Hms & Pro)

  • Ketua Prodi Magister Dan Ketua Prodi Sarjana Ilmu Komunikasi Unikom Hadiri Halal Bi Halal Aspikom Jabar, Sekaligus Fgd Tentang “Pengkajian Teori Komunikasi Mendesak Dilakukan”

    Ketua Prodi Magister Dan Ketua Prodi Sarjana Ilmu Komunikasi Unikom Hadiri Halal Bi Halal Aspikom Jabar, Sekaligus Fgd Tentang “Pengkajian Teori Komunikasi Mendesak Dilakukan”

    Ketua Prodi Magister Dan Ketua Prodi Sarjana Ilmu Komunikasi Unikom Hadiri Halal Bi Halal Aspikom Jabar, Sekaligus Fgd Tentang “Pengkajian Teori Komunikasi Mendesak Dilakukan”

    BANDUNG, UNIKOM – ASPIKOM (Asosiasi Pendidikan Ilmu Komunikasi) sebagai organisasi yang mewadahi program studi Ilmu Komunikasi di perguruan tinggi seluruh Indonesia. Didirikan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat dalam bidang komunikasi, ASPIKOM juga berperan sebagai forum kerja sama antar institusi dan pemangku kepentingan di dunia komunikasi. Untuk itu guna memperkuat kolaborasi dan pembaruan perkembangan komunikasi, ASPIKOM menggelar acara halal bi halal (halbil) di Korwil Jabar Bandung pada hari Kamis, 1 Mei 2025.

    Kegiatan dihadiri Dewan Pakar Aspikom Jabar Prof. Dr. Asep Saiful Muhtadi, Dewan Pembina Aspikom Jabar Prof. Atwar Bajari, Ketua ISKI Jabar Athalia Praratya, Prof. Dian Wardiana Suchro, Dr. Sutrisno, dan Ketua Aspikom Jabar Dr. Ani Yuningsih, serta para Kaprodi, dekan, dan pengurus Aspikom Jabar.

    Pada acara pembuka ketua pelaksana Dr. Ir. Yuni Dahlia Mogot, M.Si., yang merupakan dosen Ilmu Komunikasi UNIKOM. Beliau bertindak sebagai Koordinator Bidang Organisasi ASPIKOM sekaligus Ketua Pelaksana kegiatan Halal Bi Halal menyampaikan bahwa peserta yang hadir pada kegiatan ini  sebanyak 80 orang dari 24 Perguruan Tinggi mewakili Fakultas dan prodi Ilmu Komunikasi di lingkungan Jawa Barat, sementara Ketua ASPIKOM Jabar Dr. Ani Yuningsih dalam sambutannya mengatakan rasa bahagianya yang sangat dalam atas support dan kehadiran bapak/ibu pimpinan Fakultas dari PT Jabar.

    Lebih lanjut Dr. Ani juga menekankan bahwa “kita harus selalu menjaga kekompakan persaudaraan yang sudah terjalin untuk dapat terus ditingkatkan, serta kita harus bangga bahwa ASPIKOM Jabar merupakan ASPIKOM terbaik di di Indonesia” ujarnya.

    Sementara Dewan Pembina Aspikom Jabar Prof Atwar Bajari mengatakan, improving Prodi Ilmu Komunikasi sudah tidak bisa ditawar lagi karena hal itu sudah menjadi bagian dari instrumen akreditasi. Di ASPIKOM, semua prodi bisa meningkatkan akreditasinya masing-masing sehingga performanya bisa lebih baik. “Saya melihat, ASPIKOM Jabar ini seperti biasa-biasa saja tapi ternyata kegiatannya sudah ke Thailand, Jepang, dan banyak juga kegiatan pembinaan di internalnya. Jadi mari terus kita improving bersama walaupun kita sedang berada pada era efesien yang luar biasa,” ujarnya.

    Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Dr. Desayu Eka Surya, S.Sos., M.Si., CICS., selaku Kepala Program Studi Magister Ilmu Komunikasi Fakultas Pascasarjana UNIKOM sekaligus pengurus ASPIKOM bidang kerja sama, Dr. Manap Solihat, M.Si., Ketua Program Studi Sarjana Ilmu Komunikasi FISIP UNIKOM, dan Dr. Ir. Yuni Dahlia Mogot, M.Si., yang merupakan dosen Ilmu Komunikasi UNIKOM. Beliau bertindak sebagai Koordinator Bidang Organisasi ASPIKOM sekaligus Ketua Pelaksana kegiatan Halal Bi Halal. Dr. Desayu Sebagai Ketua Program Studi Magister Ilmu Komunikasi yang baru berdiri di UNIKOM, mengatakan bahwa dirinya sangat bersyukur dapat turut Hadir pada HBH dan FGD yang dilaksanakan ASPIKOM Jabar tersebut, sehingga mendapatkan informasi tentang akreditasi Prodi Ilmu Komunikasi di tingkat Sarjana, Magister dan Doktor mulai Januari 2025 di laksanakan di bawah penilaian Lembaga Akreditasi Mandiri Bidang Ilmu Sosial, Politik, Administrasi, dan Komunikasi  LAMSPAK

    Kehadiran Bapak/Ibu Dosen Ilmu Komunikasi UNIKOM dalam Forum ASPIKOM menjadi simbol pentingnya peran UNIKOM dalam mendorong sinergi lintas institusi pendidikan komunikasi di tingkat nasional dan mencerminkan komitmen program studi Ilmu Komunikasi mulai dari tingkat Doktoral, Magister dan Sarjana di tingkat sarjana untuk terus mempererat jejaring akademik serta meningkatkan kualitas pendidikan komunikasi di Indonesia khususnya di Jawa Barat. (Direktorat Hms & Pro)