Tag: Magister Desain UNIKOM

  • Wujudkan Pengabdian Kepada Masyarakat Yang Berdampak Melalui Workshop Internasional: Fakultas Desain Unikom Dan Iysa Perkuat Kompetensi Kreatif Generasi Muda

    Wujudkan Pengabdian Kepada Masyarakat Yang Berdampak Melalui Workshop Internasional: Fakultas Desain Unikom Dan Iysa Perkuat Kompetensi Kreatif Generasi Muda

    BANDUNG, UNIKOM – Sebagai wujud nyata pengabdian kepada masyarakat yang berdampak dan berkelanjutan, Fakultas Desain Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) menjalin kolaborasi strategis dengan International Young Scientists Association (IYSA) menyelenggarakan workshop internasional bagi siswa sekolah menengah pertama (SMP) dan menengah (SMA) pada Kamis, 9 Juli 2026, bertempat di Ruang Kelas Lantai 6, Smart Building UNIKOM. Kegiatan yang melibatkan seluruh lini di lingkungan Fakultas Desain UNIKOM, mulai dari Prodi Desain Komunikasi Visual (DKV), Desain Grafis (DG), Desain Interior (DI), hingga Magister Desain (MDS), bertujuan untuk mengasah kreativitas sekaligus membekali generasi muda dengan keterampilan praktis. Tidak hanya berfokus pada pengembangan nilai budaya dan inovasi, program tersebut juga bertujuan mendorong kemandirian finansial dan efisiensi melalui pemanfaatan ilmu desain sebagai solusi konkret dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat.

    Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) tersebut menghadirkan dua kegiatan utama yang dirancang untuk mengasah pengetahuan dan keterampilan peserta. Kelas pertama bertajuk “Paper Sculpture Amazing Pop-Up” yang diketuai oleh Dr. Yully Ambarsih Ekawardhani, S.Sn., M.Sn., sementara kelas ke dua mengangkat tema “Smartphone Modeling Photography” yang diketuai oleh Adityo B. Hardoyo, M.Ds. kegiatan workshop pada kedua sesi tersebut tidak terlepas dari kolaborasi aktif para dosen di lingkungan Fakultas Desain UNIKOM yang berperan sebagai narasumber, pendamping dan panitia. Selain itu, keterlibatan aktif mahasiswa dalam kepanitiaan memberikan kontribusi signifikan dalam memastikan seluruh rangkaian workshop berjalan dengan lancar dan interaktif.

    Ketua Pelaksana Panitia sekaligus Ketua Program Studi DKV UNIKOM, Dr. Kankan Kasmana, S.Sn., M.Ds., menjelaskan bahwa antusias tinggi tampak dalam workshop internasional tersebut yang diikuti oleh peserta dari tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). “Melalui kegiatan ini, kami berharap para siswa tidak hanya mendapatkan ilmu baru yang menyenangkan, tetapi juga mampu mengaplikasikannya secara langsung. Mereka belajar menciptakan karya seni melalui media kertas pada sesi paper sculpture dan memahami teknis fotografi profesional hanya dengan menggunakan smartphone”, tutur Dr. Kankan.

    Lebih lanjut, Dr. Kankan menekankan bahwa workshop tersebut menjadi wadah strategis bagi para dosen untuk melakukan transfer keilmuan secara langsung kepada masyarakat sebagai bentuk dedikasi akademik. Kolaborasi berkelanjutan antara Fakultas Desain UNIKOM dan International Young Scientists Association (IYSA) tersebut menjadi agenda setiap tahun, dan merupakan kompetisi kali ketiga yang dilaksanakan di UNIKOM. Implementasi program tersebut menjadi bukti nyata komitmen Fakultas Desain UNIKOM dalam menghadirkan pengabdian masyarakat yang berdampak luas dan berkelanjutan, sekaligus sebagai langkah strategis dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan serta pengembangan kapasitas kreatif masyarakat secara konsisten.

    Sementara itu, ketua tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) “Paper Sculpture Amazing Pop-Up”, Dr. Yully Ambarsih Ekawardhani, S.Sn., M.Sn., menjelaskan bahwa para peserta dibekali dengan pemahaman teknis mengenai prinsip dasar mekanik kertas, yang mencakup seni melipat, memotong, hingga menempel. Menurutnya, kegiatan tersebut  menjadi media promosi yang efektif untuk memperkenalkan sisi kreatif dari program studi DKV kepada generasi muda. “Kegiatan ini mengusung tema cerita rakyat Indonesia, khususnya fabel atau cerita hewan, yang kemudian ditransformasikan menjadi karya desain pop-up yang menarik. Melalui pendekatan ini, kami tidak hanya mengasah keterampilan desain peserta, tetapi juga menanamkan rasa bangga terhadap kekayaan budaya bangsa dengan cara yang kontemporer dan inovatif”, ungkap Dr. Yully.

    Dengan demikian, kegiatan workshop internasional Fakultas Desain UNIKOM bersama IYSA menjadi bukti nyata komitmen kolaborasi strategis dalam menghadirkan program pengabdian masyarakat yang berdampak luas dan berkelanjutan. Dengan memadukan metode konvensional melalui seni kriya kertas (paper sculpture) serta pemanfaatan teknologi modern melalui fotografi smartphone, kegiatan ini berhasil membuktikan bahwa sinergi kreatif mampu melahirkan karya inovatif yang memiliki nilai sosial dan ekonomi tinggi. Melalui transfer keilmuan yang interaktif, Fakultas Desain UNIKOM tidak hanya berhasil mengasah keterampilan teknis generasi muda, tetapi juga sukses melestarikan kekayaan budaya Indonesia sekaligus mendorong terciptanya kemandirian finansial bagi masyarakat melalui efisiensi dan inovasi desain yang berkelanjutan. (Direktorat Hms & Pro)

  • Mural Penuh Makna di Pasar Cijerah PKM Dosen Magister Desain UNIKOM Dorong Semangat Baru Pasar Tradisional Lewat Sentuhan Seni

    Mural Penuh Makna di Pasar Cijerah PKM Dosen Magister Desain UNIKOM Dorong Semangat Baru Pasar Tradisional Lewat Sentuhan Seni

    BANDUNG, UNIKOM – Pasar tradisional yang ideal bukan hanya sekadar tempat jual beli, tetapi juga ruang publik yang nyaman, aman, higienis, dan estetis, serta mencerminkan identitas budaya lokal. Seperti suasana Pasar Cijerah, yang berlokasi di Jl. Cijerah Girang, Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung, Jawa Barat, kini tampak lebih hidup dan berwarna. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang digagas oleh dosen dan mahasiswa Magister Desain Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM), para dosen dan mahasiswa menghadirkan karya mural penuh pesan sosial dan budaya di area pasar yang tengah direvitalisasi.

    Program PkM yang telah dilaksanakan merupakan bagian dari skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat tahun 2025 yang didanai oleh BIMA Kemdiktisaintek, dengan tujuan utama meningkatkan kualitas pemasaran pedagang sekaligus memperkuat citra pasar tradisional sebagai penopang ekonomi rakyat.

    Kegiatan PkM yang dilaksanakan pada 9 dan10 Agustus 2025 tersebut melibatkan berbagai pihak, mulai dari akademisi, mahasiswa, hingga masyarakat sekitar. Dr. Yully, Yully Ambarsih Ekawardhani, M.Sn., sebagai ketua tim pelaksana bersama Ketua Program Studi Magister Desain UNIKOM, Dr. Taufan Hidayatullah, M.Ds., dan dosen prodi Desain Grafis, Ivan Kurniawan, M.Ds, yang turut dibantu oleh Himpunan Mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV) UNIKOM, juga dukungan aktif dari remaja karang taruna dan anak-anak setempat.

    Dr. Yully, menyatakan “Mural yang kami buat tidak sekadar mempercantik kawasan pasar, tetapi juga mengandung pesan ajakan untuk kembali berbelanja ke pasar tradisional. Karya ini sejalan dengan misi pemberdayaan masyarakat yang diusung PkM UNIKOM,” ujarnya.

    Lokasi mural berada di Pasar Cijerah, Bandung, tepatnya di area yang saat ini digunakan sementara selama proses pembangunan pasar baru. Revitalisasi pasar tersebut mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI) 8152:2021 tentang Pasar Rakyat, yang menekankan pentingnya tata kelola dan kenyamanan pasar tradisional di era modern. “Mural ini menjadi simbol semangat baru bagi para pedagang, menggambarkan transformasi pasar tradisional menuju era yang lebih modern tanpa kehilangan nilai budaya dan sosialnya,” tambah Dr. Yully.

    Konsep mural yang terbentang di dinding galvanis Pasar Cijerah terdiri atas lima bagian utama, masing-masing menyampaikan pesan yang kuat, diantaranya: 1). Sejarah pasar dengan penggambaran sado atau kereta berkuda sebagai transportasi khas masa lalu. 2). Anak-anak yang tumbuh bersama pasar tradisional, menggambarkan nilai kebersamaan lintas generasi. 3). Dokar pengangkut barang dagangan, simbol kerja keras dan aktivitas ekonomi rakyat. 4). Ibu-ibu yang berolahraga, melambangkan gaya hidup sehat dan kebersamaan sosial. 5). Pedagang yang menyambut pembeli, merepresentasikan semangat pelayanan dan keramahan pasar rakyat.

    Pengerjaan mural dilakukan dengan metode sistematis, dimulai dari pembuatan sketsa desain, pembuatan panduan warna, hingga proses pewarnaan bertahap menggunakan teknik gradasi dan detail ilustratif. Tantangan muncul karena media mural berupa dinding galvanis berlekuk, yang menuntut ketelitian ekstra dari para pelukis. Lebih dari sekadar karya visual, mural di Pasar Cijerah menjadi sarana pemberdayaan sosial yang mendorong partisipasi warga sekaligus memperkuat identitas pasar rakyat sebagai ruang budaya dan ekonomi.

    Melalui kegiatan PkM Pasar Cijerah, menunjukkan bagaimana peran perguruan tinggi, khususnya UNIKOM, mampu menjembatani dunia akademik dengan masyarakat melalui pendekatan kreatif berbasis desain. Mural tersebut bukan hanya simbol estetika, tetapi juga representasi semangat kolaborasi dan transformasi sosial di tengah geliat pembangunan ekonomi lokal. (Direktorat Hms & Pro)

  • Mendorong Pendidikan Desain Berkualitas Global, Magister Desain Unikom Sambut Kunjungan Dari Untar Jakarta

    Mendorong Pendidikan Desain Berkualitas Global, Magister Desain Unikom Sambut Kunjungan Dari Untar Jakarta

    Mendorong Pendidikan Desain Berkualitas Global, Magister Desain Unikom Sambut Kunjungan Dari Untar Jakarta

    BANDUNG, UNIKOM – Mengetahui standar nasional atau internasional dari universitas lain membantu sebuah institusi dalam mempersiapkan diri untuk akreditasi. Benchmarking juga dapat meningkatkan reputasi akademik, baik di tingkat nasional maupun global. Seperti Program Magister Desain, Fakultas Pascasarjana Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM), yang menerima dengan sangat baik kunjungan studi banding dari Tim Kajian Program Magister Desain Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Universitas Tarumanagara (UNTAR) pada Jumat, 25 April 2025. Kegiatan ini berlangsung di Ruang 12.020, Lantai 12, mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai.

    Kunjungan ini bertujuan untuk mempererat hubungan antar institusi pendidikan, khususnya antara UNIKOM dengan UNTAR. Sekaligus menjadi ajang berbagi pengalaman, pengembangan kurikulum dan pengelolaan Program Magister Desain Khususnya pada Program Magister Desain Fakultas Pascasarjana UNIKOM. Hal ini menjadi landasan untuk mengawali kerjasama dalam ranah akedemik serta memperluas kedua institusi untuk memperluas jejaring dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi.

    Kegiatan benchmarking dihadiri oleh perwakilan dari UNTAR diantaranya: Agus Danarto, S.Sn., M.Ds., selaku Sekretaris Prodi Desain Komunikasi Visual (DKV), Dr.  Siti Nurannisaa, S.Sn., M.Pd., dan Dr. Aghastya Wiyoso S.Sn.M.Sn. selaku Tim Kajian S2 Desain UNTAR, serta Noeratri Andanwerti S.Sn., M.Sn., selaku Manajer 2. Selain itu, turut hadir Dekan Fakultas Pascasarjana UNIKOM Assoc. Prof. Dr. Rahma Wahdiniwaty, Dra., M.si., Ketua Program Studi Magister Desain UNIKOM, Dr. Taufan Hidayatullah, S.Sn., M.Ds., Dosen Magister Desain UNIKOM dan Pengelola Jurnal ARTIC, Assoc. Prof. Dr. Rini Maulina, S.Sn., M.Sn, Dosen Magister Desain Dr. Yully Ambarsih E, S.Sn., M.Sn, serta Kepala Biro Pascasarjana UNIKOM, Drs. Sutiman.

    Ketua Program Studi Magister Desain UNIKOM, Dr. Taufan Hidayatullah, S.Sn., M.Ds menyampaikan tujuan dan harapannya dari kegiatan benchmarking tersebut “Mudah-mudahan dari adanya kegiatan benchmarking ini, kita UNIKOM bisa sharing pengalaman dan pengetahuan kepada UNTAR terkait dengan pengelolaan Magister Desain UNIKOM” Ujarnya

    Dalam kesempatan tersebut, Dekan Fakultas Pascasarjana Prof. Dr. Rahma Wahdiniwaty, Dra., M.si., juga turut menyambut kegiatan kunjungan UNTAR ke Magister Desain UNIKOM, beliau bersama Ketua Prodi Magister Desain  juga memaparkan profil program, yang antara lain meliputi sejarah pendirian sejak tahun 2013, visi dan misi untuk menjadi program studi yang unggul dengan kekuatan lokal dan daya saing global, struktur kurikulum 42 SKS yang ditempuh dalam empat semester, serta berbagai kegiatan unggulan seperti seminar internasional, penulisan jurnal internasional, kunjungan industri, dan studi banding.

    Program Magister Desain UNIKOM juga menonjolkan sistem perkuliahan hybrid yang dilaksanakan setiap hari Sabtu, serta kerja sama dengan berbagai institusi dalam kegiatan perancangan, seperti proyek dengan Bandung Zoo. Dalam bidang alumni, lulusan program ini telah berkiprah di berbagai universitas ternama dan industri kreatif nasional, termasuk sebagai desainer, sutradara film, dan wirausahawan.

    Selesai pemaparan tersebut, dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif dan rencana penjajakan kerja sama lebih lanjut antara UNIKOM dan UNTAR. Kegiatan yang berlangsung dengan hangat tersebut ditutup dengan penyerahan cindera mata dari kedua belah pihak. Kegiatan kunjungan ini diharapkan dapat memperkaya wawasan kedua belah pihak dalam mengembangkan program studi Magister Desain yang adaptif terhadap kebutuhan industri kreatif global, sekaligus tetap berakar kuat pada nilai-nilai lokal Indonesia. (Direktorat Hms & Pro).