Tag: LP2B awareness = UNIKOM

  • Pengelolaan Lahan Pertanian Berkelanjutan di Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat, Indonesia

    Pengelolaan Lahan Pertanian Berkelanjutan di Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat, Indonesia

    Penulis: Lia Warlina ; Syach Berriant Restu Pradana

    DOI: 10.36909/jer.ASSEEE.16089

    Abstrak:Tingkat konversi lahan yang tinggi ke sektor lain telah mendorong pemerintah untuk mengeluarkan Undang-Undang No. 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Berkelanjutan (SAL). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi distribusi penggunaan lahan pertanian berkelanjutan dan menentukan perubahan penggunaan lahan pertanian dari tahun 2016 hingga 2019 serta menentukan pemahaman petani tentang pengendalian lahan pertanian berkelanjutan di wilayah strategis Kabupaten Garut. Kami menggabungkan peta penggunaan lahan Kabupaten Garut tahun 2016 dan 2019 dan melakukan survei menggunakan kuesioner daring dengan Google Form. Lokasi penelitian berada di lima kecamatan di Kabupaten Garut. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada konversi lahan di wilayah lahan pertanian berkelanjutan yang ada di Kabupaten Garut. Total luas sawah adalah 6.081 hektar, dengan sekitar 24% merupakan lahan pertanian berkelanjutan. Dari tahun 2016 hingga 2019, luas sawah berkurang sebesar 12 hektar. Kesadaran petani tentang SAL cenderung lebih tinggi pada tingkat kesadaran akan lahan pertanian berkelanjutan, sebanyak 39% petani menyadari keberadaan lahan pertanian berkelanjutan. Insentif yang diberikan kepada petani yang mengendalikan lahan pertanian berkelanjutan adalah pengurangan pajak, penyediaan infrastruktur pertanian, subsidi fasilitas produksi pertanian, dan fasilitas sertifikasi lahan. Mayoritas responden menyadari insentif ini. Kesimpulannya, tidak ada lahan pertanian berkelanjutan yang dikonversi, meskipun terjadi perubahan pada lahan pertanian yang tidak berkelanjutan. Dampak dari penelitian ini adalah rekomendasi kepada pemerintah dalam pengelolaan lahan pertanian berkelanjutan. © 2021 Universitas Kuwait. Semua hak dilindungi undang-undang.

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85123715759