Tag: literasi digital

  • Prodi Manajemen FEB UNIKOM Gelar Workshop AI Berbasis Google Work Space: Dorong Lulusan Adaptif dan Berdaya Saing

    Prodi Manajemen FEB UNIKOM Gelar Workshop AI Berbasis Google Work Space: Dorong Lulusan Adaptif dan Berdaya Saing

    BANDUNG, UNIKOM – Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) terus berkomitmen menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan perkembangan teknologi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Workshop Google Workspace bertema “AI For Students: Skills You Need to Thrive in the AI Era” yang digelar pada Sabtu, 24 Januari 2026, bertempat di Auditorium Miracle lantai 4 Kampus I UNIKOM.

    Diikuti oleh mahasiswa Program Studi Manajemen Semester 7, kegiatan workshop tersebut bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan strategis dalam menghadapi era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), khususnya dalam konteks akademik dan dunia kerja.

    Ketua Program Studi Manajemen, Assoc. Prof. Dr. Raeni Dwi Santy, S.E., M.SI, CIMA., dalam sambutannya memaparkan visi dan misi terbaru Program Studi Manajemen UNIKOM dimana penyelenggaraan workshop Artificial Intelligence (AI) dan Google Workspace merupakan bentuk implementasi nyata dari visi dan misi program studi yang berorientasi pada penguatan kompetensi ekonomi dan bisnis berbasis kecerdasan artifisial dan teknologi digital. “Google Workspace Day diselenggarakan untuk mengoptimalkan pemanfaatan kerja sama UNIKOM dengan Google dalam mendukung kegiatan akademik dan pengembangan kompetensi digital mahasiswa. Dengan penekanan pada pengembangan ekonomi dan bisnis berbasis kecerdasan buatan dan teknologi digital”, tuturnya. Lebih lanjut, Assoc. Prof. Dr. Raeny, menegaskan bahwa penguasaan AI dan literasi digital merupakan kompetensi penting yang harus dimiliki mahasiswa agar mampu memanfaatkan teknologi dalam analisis data, penyusunan karya ilmiah, dan pengambilan keputusan, sehingga lulusan siap bersaing dan adaptif terhadap tuntutan dunia kerja di era digital.

    Tentunya workshop tersebut secara langsung mendukung visi program studi untuk menjadi pusat pengembangan ilmu dan praktik ekonomi bisnis yang adaptif terhadap transformasi digital dan berwawasan global. Pemanfaatan AI dalam kegiatan akademik mencerminkan komitmen institusi dalam merespon dinamika dunia kerja dan industri yang semakin menuntut penguasaan teknologi cerdas.

    Sementara itu, Dekan FEB UNIKOM, Prof. Dr. Siti Kurnia Rahayu, S.E. M.Ak., Ak, CA., dalam sambutan pembukanya mendukung penuh fakultas dan prodi untuk melakukan penguatan literasi teknologi dan AI di lingkungan akademik. Prof. Siti Kurnia juga mengungkapkan bahwa AI diharapkan dapat dimanfaatkan secara etis untuk membantu mahasiswa dalam menyusun tugas, mengerjakan proyek besar, serta meningkatkan efektivitas pembelajaran, khususnya dalam konteks pelaksanaan kegiatan akademik seperti KKN dan pengembangan kompetensi digital. “Melalui workshop Google Workspace , FEB UNIKOM mendorong penguatan digital workforce di kalangan sivitas akademika sebagai bagian dari implementasi visi institusi, serta mengapresiasi inisiatif Program Studi Manajemen yang diharapkan dapat direplikasi oleh program studi lain,” demikian pungkasnya.

    Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi pemaparan dari narasumber utama yaitu, Ahmad Fikri Zulfikar. Dalam sesi pemaparannya, ia mengangkat topik “Gemini in Higher Education: AI Era Skill”, yang membahas pemanfaatan teknologi AI, khususnya Gemini dalam ekosistem Google Workspace, sebagai alat pendukung pembelajaran, kolaborasi, dan peningkatan produktivitas mahasiswa di perguruan tinggi.

    Pada kesempatan tersebut, peserta diajak memahami bagaimana AI dapat digunakan secara etis dan efektif untuk mendukung penulisan akademik, analisis data, manajemen waktu, serta pengembangan ide dan pengambilan keputusan. Antusiasme peserta tampak jelas, terutama pada sesi diskusi dan tanya jawab yang membuka ruang dialog terkait peluang dan tantangan penggunaan AI di dunia pendidikan.

    Melalui penyelenggaraan workshop tersebut, Program Studi Manajemen FEB UNIKOM memberikan pemahaman kepada mahasiswa untuk memahami teknologi AI secara konseptual, dan diharapkan mahasiswa  mampu menguasai keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan industri. Kegiatan tersebut juga sekaligus menjadi bagian dari upaya UNIKOM dalam mencetak lulusan yang adaptif, inovatif, dan siap bersaing di era transformasi digital berbasis kecerdasan buatan. (Direktorat Hms & Pro)

  • Prodi Manajemen Informatika UNIKOM Perkuat Digitalisasi Desa Melalui Kerja sama dengan Pemerintah Desa Lembang

    Prodi Manajemen Informatika UNIKOM Perkuat Digitalisasi Desa Melalui Kerja sama dengan Pemerintah Desa Lembang

    BANDUNG, UNIKOM — Dalam upaya memperkuat transformasi digital di lingkungan pemerintahan desa, Program Studi Manajemen Informatika Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) resmi menjalin kerja sama dengan Pemerintah Desa Lembang melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang dilaksanakan pada 10 November 2025, bertempat di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

    Dalam kesempatan tersebut, hadir Ketua Program Studi Manajemen Informatika Bella Hardiyana, S.Kom., M.Kom., Ph.D., Koordinator Kerja Sama, Penelitian, dan Pengabdian, Syahrul Mauluddin, S.Kom., M.Kom., serta Sekretariat Prodi Manajemen Informatika, Neri Fajarwati, S.IP. Kehadiran jajaran Prodi Manajemen Informatika UNIKOM menunjukan komitmen kuat dalam menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya aspek pengabdian kepada masyarakat melalui penguatan teknologi informasi di tingkat desa.

    Kerja sama Prodi Manajemen Informatika UNIKOM dengan Pemerintah Desa Lembang, bertujuan untuk mendorong tata kelola pemerintahan desa berbasis digital serta meningkatkan kapasitas aparatur dan masyarakat Desa Lembang dalam memanfaatkan teknologi informasi. Melalui program tersebut, mahasiswa Prodi Manajamen Informatika UNIKOM turut diarahkan untuk melakukan pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) dengan menganalisis kebutuhan lapangan dan merancang sistem informasi yang relevan bagi pemerintahan desa, pelaku UMKM, komunitas, maupun lembaga sosial.

    Inisiatif tersebut juga sejalan dengan visi Desa Lembang, yakni Maju, Agamis, Nyaman, Transparan, Aspiratif, dan Produktif (MANTAP). Digitalisasi menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan desa yang transparan dan produktif melalui layanan publik yang cepat, mudah diakses, dan terintegrasi. Sebagai salah satu desa bersejarah yang telah berdiri sejak 16 Oktober 1882, Desa Lembang menegaskan komitmennya untuk menjadi pelopor desa digital di wilayah Lembang melalui penguatan SDM serta optimalisasi data dan sistem informasi.

    Sekretaris Desa Lembang, Mochamad Taufik, S.Pd, menyampaikan apresiasi terhadap kerja sama ini sekaligus mengungkapkan tantangan perjalanan digitalisasi desa yang telah berlangsung sejak 2016. “Program yang lebih nyata diharapkan dapat segera diwujudkan, termasuk pelatihan UMKM sebagai langkah awal. Selama ini, salah satu kendala terbesar adalah belum adanya aplikasi khusus untuk data kependudukan sehingga data masih dikelola secara manual dari berbagai sumber. Ke depan, kami berharap dapat membangun aplikasi data kependudukan yang terpadu dan berkelanjutan dengan dukungan SDM yang terampil”, tuturnya.

    Sementara itu, Kepala Desa Lembang, H. Dikdik Sadikin, S.I.P., turut menegaskan bahwa meski digitalisasi telah berjalan bertahap, masih terdapat keterbatasan perangkat dan aplikasi. “Saat ini Desa Lembang memiliki website yang dikembangkan relawan desa digital, sementara sebagian aplikasi masih mengandalkan sistem dari pemerintah seperti SISKEUDES dan SIPADES. Kami berencana mendistribusikan laptop ke setiap RW agar pelayanan masyarakat dapat dilakukan lebih cepat dan efisien tanpa harus datang ke kantor desa”, demikian pungkasnya.

    Sinergi tersebut diharapkan menjadi model kolaborasi strategis antara perguruan tinggi dan pemerintah desa dalam mewujudkan desa yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta memperkuat ekosistem digital bagi masyarakat Desa Lembang. Melalui kolaborasi tersebut juga, Prodi Manajemen Informatika UNIKOM akan memberikan pendampingan keterampilan dan riset dalam pengembangan sistem informasi, pelatihan literasi digital, serta penguatan kompetensi aparatur desa yang sangat bermanfaat bagi kebutuhan industri.. Kehadiran akademisi diharapkan mampu menjadi katalis dalam mempercepat digitalisasi desa sekaligus menciptakan praktik tata kelola pemerintahan yang efektif dan transparan. (Direktorat Hms & Pro)

  • Mahasiswa UNIKOM Raih Juara II dalam Ajang Pemilihan Duta Baca Kabupaten Bandung Barat 2025

    Mahasiswa UNIKOM Raih Juara II dalam Ajang Pemilihan Duta Baca Kabupaten Bandung Barat 2025

    BANDUNG, UNIKOM — Dalam upaya menumbuhkan budaya literasi di masyarakat, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menggelar Pemilihan Duta Baca Kabupaten Bandung Barat 2025 yang berlangsung selama dua hari, pada Senin dan Selasa, 27–28 Oktober 2025. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Auditorium Hotel Lemon Lembang, Jalan Hortikultura No.18, Jayagiri, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

    Ajang tahunan tersebut bertujuan untuk mencari figur inspiratif yang mampu menjadi wakil Kabupaten Bandung Barat dalam meningkatkan budaya literasi di 16 kecamatan. Selain menjadi wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan gagasan literasi, kegiatan tersebut juga merupakan bagian dari strategi daerah dalam mewujudkan ekosistem literasi yang kuat, meningkatkan minat baca masyarakat, serta memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat pengetahuan dan pembelajaran sepanjang hayat.

    Dari 10 finalis yang mewakili masing-masing kecamatan, Jihan Salsabila, mahasiswi Program Studi Teknik Informatika UNIKOM angkatan 2022, sekaligus Duta Baca UNIKOM periode 2024-2025, yang juga bagian dari anggota Unit Kegiatan Mahasiswa Korps Protokoler Mahasiswa UNIKOM, dengan bangga telah berhasil meraih Juara II mewakili Kecamatan Sindangkerta dan UNIKOM. Selama masa karantina dan grand final, para finalis mengikuti serangkaian sesi pembekalan dan presentasi inovasi literasi.

    Keberhasilan Jihan meraih prestasi sekaligus menegaskan kontribusi UNIKOM dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga aktif dalam gerakan literasi nasional. Adapun pemenang pertama dan kedua selanjutnya akan mengikuti kompetisi ke tingkat Provinsi Jawa Barat untuk mewakili Kabupaten Bandung Barat.

    Kegiatan pemilihan Duta Baca terselenggara atas kolaborasi berbagai pihak, antara lain, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Jawa Barat, Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bandung Barat, Gerakan Pembudayaan Minat Baca (GPMB), Paguyuban Duta Baca Kabupaten Bandung Barat, Forum Camat Kabupaten Bandung Barat, Bank BJB, serta lembaga pendidikan dari berbagai sekolah dan perguruan tinggi di Jawa Barat, termasuk Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM). Keberhasilan ini sekaligus menegaskan kontribusi UNIKOM dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga aktif dalam gerakan literasi nasional.

    Direktur Perpustakaan UNIKOM, Ubudiyah Setiawati, S.Sos., M.I.kom., dalam keterangannya, menyampaikan apresiasi dan harapan besar atas capaian tersebut. “Kami sangat bangga atas prestasi Jihan Salsabila yang telah membawa nama UNIKOM dan Kecamatan Sindangkerta di ajang Duta Baca Kabupaten Bandung Barat 2025. Semoga capaian ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus aktif dalam gerakan literasi. Kami berharap Jihan dapat meraih prestasi di tingkat Provinsi Jawa Barat, bahkan Nasional, serta mampu menjadi inspirasi bagi masyarakat dalam membangun budaya baca dan literasi digital yang kuat”, demikian pungkasnya.

    Melalui kejuaraan tersebut, diharapkan akan lahir lebih banyak generasi muda khususnya mahasiswa UNIKOM yang berperan aktif sebagai agen perubahan literasi, menyebarkan semangat membaca, menulis, dan berpikir kritis ke seluruh pelosok Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, hingga ke tingkat nasional. (Direktorat Hms & Pro)

  • Pers Birama UNIKOM Gelar Festival Jurnalistik “Aksara Rupa Vol.2”, Hadirkan Inspirasi dan Kreativitas Mahasiswa

    Pers Birama UNIKOM Gelar Festival Jurnalistik “Aksara Rupa Vol.2”, Hadirkan Inspirasi dan Kreativitas Mahasiswa

    BANDUNG, UNIKOM – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pers Birama Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) menyelenggarakan kegiatan Festival Jurnalistik “Aksara Rupa Vol.2” pada Sabtu, 11 Oktober 2025. Bertempat di Auditorium lantai 3 Bandung Creative Hub (BCH), dengan mengusung tema “Narasi yang Tersembunyi di Balik Rupa”, festival tersebut menjadi ajang berbagi pengetahuan, gagasan, dan karya di bidang jurnalistik bagi mahasiswa serta masyarakat umum.

    Festival tersebut juga merupakan kelanjutan dari kegiatan serupa yang telah dirintis sejak tahun 2023, dan kini hadir dengan konsep rebranding melalui nama “Aksara Rupa”. Pemimpin Umum Pers Birama periode 2024/2025, Dessy Angelia Syawalani, Prodi Ilmu Komunikasi, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengasah kemampuan jurnalistik serta memperluas wawasan di bidang penulisan dan fotografi. “Aksara Rupa menjadi wadah untuk menyalurkan kreativitas, berbagi ide, dan mengembangkan potensi diri dalam dunia jurnalistik,” ujar Dessy.

    Rangkaian kegiatan Aksara Rupa Vol.2 diawali dengan lomba artikel dan fotografi berskala nasional yang terbuka untuk mahasiswa dan umum. Lomba tersebut dinilai oleh dua dewan juri yang memiliki kompetensi dan pengalaman di bidangnya, yakni Arif Try Cahyadi, M.Ds., (Dosen Program Studi Desain Komunikasi Visual UNIKOM) dan Dr. Eriyanti Nurmala Dewi, Dra., M.I.Kom., (Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi UNIKOM). Antusiasme peserta dari berbagai Perguruan Tinggi di Indonesia menunjukkan tingginya minat terhadap kegiatan jurnalistik yang dikemas secara kreatif dan edukatif. Sebagai puncak acara, diselenggarakan Talkshow Jurnalistik bersama Raisan Al-Farisi, Ketua Pewarta Foto Indonesia (PFI) Bandung, dengan sesi diskusi interaktif yang dipandu oleh Zalfa Destryna Salma, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi UNIKOM, mengusung tema “Narasi yang Tersembunyi di Balik Rupa.”

    Dalam sesi tersebut, Raisan membagikan pengalaman menarik di dunia fotografi jurnalistik serta menekankan pentingnya kekuatan visual dalam menyampaikan pesan publik. “Satu foto dapat berbicara lebih dari seribu kata, bahkan mampu membuka mata banyak pihak terhadap kondisi sosial yang perlu diperhatikan,” ungkap Raisan.

    Kegiatan talkshow dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) yang dibagi dalam lima kelompok. Peserta diajak berpartisipasi aktif untuk membuat caption terbaik dari foto yang ditampilkan, sekaligus mempresentasikannya di hadapan audiens. Selain itu, pengunjung juga disuguhkan pameran karya peserta lomba yang menampilkan beragam tulisan bertema pendidikan, teknologi, kesehatan, politik, hukum, HAM, budaya dan tradisi. Hasil karya lomba fotografi dengan tema human interest, street photography, hingga photojournalism turut menambah daya tarik acara.

    Ketua pelaksana, Sabila Hidayati Rabbi Prodi Ilmu Komunikasi, menyampaikan apresiasinya atas antusiasme peserta dan berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat bagi seluruh peserta dan pengunjung. “Semoga melalui Talkshow dan Festival Jurnalistik Aksara Rupa Vol.2, para peserta dapat memperoleh inspirasi dan semangat baru untuk terus berkarya,” tuturnya.

    Sebagai penutup, festival dimeriahkan dengan penampilan akustik dari Sais Rock, yang menambah suasana hangat dan interaktif di tengah pameran karya. Kegiatan Aksara Rupa Vol.2 menjadi bukti nyata komitmen Pers Birama dalam mengembangkan minat dan bakat mahasiswa di bidang jurnalistik, sekaligus memperkuat semangat kreatif dan kolaboratif di lingkungan akademik UNIKOM. (Direktorat Hms & Pro)

  • Fakultas Pascasarjana Unikom Gelar Webinar Bertajuk “Utilizing Ai Tools For Writing Scientific Papers Bahas Peluang dan Tantangan AI di Dunia Akademik

    Fakultas Pascasarjana Unikom Gelar Webinar Bertajuk “Utilizing Ai Tools For Writing Scientific Papers Bahas Peluang dan Tantangan AI di Dunia Akademik

    BANDUNG, UNIKOM – Fakultas Pascasarjana Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) bersama Pusat Penelitian dan Pengembangan Mahasiswa (PASMA) menyelenggarakan Vistara Fakultas Pascasarjana Webinar Series 1 pada Kamis, 17 Juli 2025. Dilaksanakan secara hybrid melalui Zoom dan tatap muka yang digelar di Ruang Smart Classroom Lantai 12, Smart Building UNIKOM, kegiatan tersebut diikuti oleh 78 peserta dari berbagai wilayah di Indonesia.

    Webinar tersebut mengusung tema “Utilizing AI Tools for Writing Scientific Papers”, dengan menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Ketua Program Studi Doktor Ilmu Manajemen UNIKOM Prof. Dr. Ir. H. M. Yani Syafei, M.T., CSBA., dan Dhimas Tribuana S.E., M.Kom., mahasiswa Program Studi Doktor Ilmu Manajemen UNIKOM yang juga menjabat selaku Branch Operation & Service Manager Bank MNC International. Kegiatan tersebut bertujuan memberikan wawasan praktis tentang pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam penyusunan karya ilmiah yang efektif, efisien, dan berkualitas.

    Dekan Fakultas Pascasarjana UNIKOM, Assoc. Prof. Dr. Rahma Wahdiniwaty, Dra., M.Si., dalam sambutan pembukanya menyampaikan pentingnya adaptasi teknologi bagi peneliti dan mahasiswa. “Kegiatan ini dilakukan untuk menambah wawasan antara Fakultas Pascasarjana dan Pasma serta bisa memberikan manfaat bagi kita semua” tuturnya.

    Geraldi Catur Pamuji, S.Kom., M.Kom., selaku moderator acara webinar memandu jalannya diskusi yang berlangsung interaktif dengan membahas beragam topik mulai dari pengenalan AI tools dan manfaat penggunaannya, hingga etika penulisan karya ilmiah.

    Sejumlah jajaran Kaprodi Pascasarjana UNIKOM hadir dalam kegiatan tersebut dan turut memberikan pandangan terkait peluang dan tantangan pemanfaatan AI dalam penulisan ilmiah, termasuk pentingnya verifikasi informasi, menjaga orisinalitas, dan menegakkan etika akademik, antara lain,  Kaprodi Magister Manajemen, Assoc. Prof. Dr. Deden A. W. Sya’roni, Ir., M.Si., Kaprodi Magister Desain, Dr. Taufan Hidayatullah, S.Sn., M.Ds., Kaprodi Magister Sistem Informasi Sri Supatmi, M.T., D.Sc., dan Kaprodi Magister Ilmu Komunikasi, Dr. Desayu Eka Surya, S.Sos., M.Si., CICS.

    Agenda utama membahas mengenai teknologi AI yang diakui mampu mempercepat proses, meningkatkan kualitas, serta membantu penulis menyusun karya ilmiah secara lebih sistematis. Namun, para narasumber menegaskan bahwa AI hanyalah alat bantu, bukan pengganti peran peneliti. Tanggung jawab akhir tetap berada di tangan penulis (peneliti) untuk memastikan kebenaran data, keaslian konten, dan integritas akademik.

    Melalui webinar tersebut, Fakultas Pascasarjana UNIKOM menegaskan komitmennya untuk mendorong literasi teknologi di lingkungan akademik, mendukung inovasi, serta mempersiapkan mahasiswa dan peneliti dalam menghadapi dinamika perkembangan ilmu pengetahuan di era digital. (Direktorat Hms & Pro)

  • UNIKOM, APTISI Jawa Barat, BINUS UNIVERSITY Dan International Institute Of Applied Informatics (IIAI) Berkolaborasi Gelar Seminar International 

    UNIKOM, APTISI Jawa Barat, BINUS UNIVERSITY Dan International Institute Of Applied Informatics (IIAI) Berkolaborasi Gelar Seminar International 

    Unikom, Aptisi West Java, Binus University And International Institute of Applied Informatics (IIAI) Collaborate To Hold International Seminar

    BANDUNG, UNIKOM – Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) kembali menghadirkan acara akademik berskala internasional dengan menggelar seminar bertajuk “AI, Equity, and Opportunity: Bridging the Digital Divide”. Seminar ini digelar secara terbuka bagi peserta dari berbagai kalangan, baik secara langsung di Smart Building lantai 17 UNIKOM maupun secara daring melalui platform Zoom. Seminar ini merupakan hasil kolaborasi UNIKOM dengan APTISI West Java, Binus University, dan International Institute of Applied Informatics (IIAI). 

    Acara ini menghadirkan sejumlah pembicara ternama di bidang kecerdasan buatan dan informatika terapan, di antaranya: 1). Prof. Tokuro Matsuo, Ph.D – CEO IIAI dan Profesor di Advanced Institute of Industrial Technology, Tokyo, Jepang. 2). Prof. Dr. Eng. Takayuki Ito – Kyoto University, Jepang. 3). Prof. Zainal A. Hasibuan, Ph.D – Wakil Rektor 4 UNIKOM untuk Teknologi Digital & ICT, Program Internasional & Center of Excellence. 4). Prof. Yuya Yokoyama, Ph.D – Advanced Institute of Industrial Technology, Jepang. 5). Prof. Dr. Ir. Ford Lumban Gaol, SMIEEE – Kepala Departemen Doktor Ilmu Komputer, Binus University. Acara ini dipandu oleh moderator Dr. Salmon Priaji Martana, S.T., M.T., selaku Wakil Direktur International Affairs & Cooperation UNIKOM.  

    Pada kesempatan tersebut, dalam sambutannya Rektor UNIKOM sekaligus Ketua Aptisi Jawa Barat Prof. Dr. Ir. H. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T mengucapkan terima kasih kepada IIIAI, BINUS University, dan APTISI yang telah bekerja sama dalam menyelenggarakan acara ini. Prof. Eddy juga menekankan bahwa “workshop “AI, Equity, and Opportunity—Bridging the Digital Divide.” dan kecerdasan buatan bukan lagi masa depan yang jauh ia sudah ada di sini, mengubah cara kita melakukan penelitian, berinovasi, dan memperluas pengetahuan. Acara ini lebih dari sekadar diskusi tentang kemampuan AI. Melalui lokakarya ini, kami bertujuan untuk menjembatani kesenjangan digital dengan membekali para peneliti, pendidik, dan mahasiswa dengan keterampilan untuk memanfaatkan AI dalam kegiatan akademik mereka” Ujar Prof. Eddy

    Prof. Dr Eng. Takayuki Ito dari Kyoto University, Japan mendiskusikan secara online materi tentang bagaimana cara penggunaan Artificial Intellegence (AI) yang diimplementasikan kedalam kehidupan sehari-hari. Beliau juga mengajak untuk mendiskusikan masa depan Indonesia. Sementara itu,  Prof. Tokuro Matsuo, Ph.D selaku CEO IIAI dari Tokyo, Japan menyampaikan bahwa “Sistem AI akan terus belajar dan belajar untuk memberikan jawaban yang lebih cerdas di masa depan. Jadi, harus ada keseimbangan. Kadang-kadang kita menggunakan LLM dan AI, tapi di lain waktu kita belajar di kelas, kita juga tetap harus belajar menggunakan buku teks dan internet daan terkadang kita menggunakan LLM dan AI untukmencari informasi lebih lanjut” ujar Prof. Tokuro.

    Prof. Yuya Yokoyama, Ph.D selaku Advanced Institute of Industrial Technology, Japan berpendapat bahwa “AI sangat berguna bagi kehidupan, tapi di saat yang sama, kita harus melihat kelemahan, Artinya, AI bisa menghasilkan sesuatu, tapi kita tidak seharusnya mempercayai hasilnya, misalnya berita palsu atau gambar palsu, ada figur orang yang asli, tapi wajahnya berbeda dengan orang lain, dan kita harus menilai apakah hasilnya benar atau tidak. Mungkin kadang-kadang, tapi kita harus menilai kontennya” ujar Prof. Yuya.

    Pemaparan terakhir materi mengenai AI yang disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Ford Lumban Gaol selaku Kepala Program Studi Doktoral Ilmu Komputer, BINUS University menjelaskan tujuan dari AI menurut perpektifnya yaitu “AI itu sendiri memang salah satu target untuk pengembangannya adalah bagi teman-teman generasi milenial terutama mahasiswa yang kedua adalah di dalam konteks literasi digital itu AI itu menjadi kata kuncinya karena begitu banyak sekarang aplikasi ataupun berbagai bantuan pembelajaran yang memang berbasis AI, mungkin kita kenal kayak model ChatGPT yang belakangan ini yang secara masif itu sudah digunakan oleh para mahasiswa. kami hari ini membawa konteks yang lebih besar lagi yang disebut dengan hyperdemokrasi dimana masyarakat ataupun society itu bisa melihat AI itu sendiri dalam konteks memoderasi dan juga mengambil sebuah konsensus dari diskusi yang ada di online. Karena apapun terjadi di dunia demokrasi itu setiap orang punya hak, punya keinginan dan punya kebebasan untuk berbicara” pungkasnya.

    Diskusi ini diikuti oleh sesi tanya jawab bersama para peserta yang dipandu oleh moderator. Kegiatan ini diharapkan workshop ini dapat menjadi wadah bagi para akademisi, mahasiswa, dan profesional dalam memahami tantangan dan peluang di era digital yang semakin berkembang. (Direktorat Hms & Pro)

  • Mahasiswa Program Studi Ilmu Hubungan Internasional Unikom Sabet 3 Penghargan Di Japan Youth Summit 2025

    Mahasiswa Program Studi Ilmu Hubungan Internasional Unikom Sabet 3 Penghargan Di Japan Youth Summit 2025

    Mahasiswa Program Studi Ilmu Hubungan Internasional Unikom Sabet 3 Penghargan Di Japan Youth Summit 2025

    BANDUNG, UNIKOM – Mahasiswa Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) kembali meraih prestasi di kancah Internasional. Kali ini, sebanyak 14 mahasiswa Program Studi Ilmu Hubungan Internasional UNIKOM Indonesia bersama satu pembimbing turut serta dalam Japan 3rd Youth Summit (JYS) 2025 yang berlangsung pada 3-9 Februari di Tokyo, Jepang. Acara yang diselenggarakan oleh Global Youth Ambassador (GYA) ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi, berbagi wawasan, serta berkontribusi dalam program konferensi internasional dan kegiatan sukarela.

    Delegasi mahasiswa yang mengikuti JYS 2025 dipimpin oleh Dr. Dewi Triwahyuni, S.IP., M.Si., selaku Ketua Program Studi Ilmu Hubungan Internasional UNIKOM. Dr. Dewi mengungkapkan bahwa ia sangat mengapresiasi motivasi dan kerja keras Mahasiswa yang berpartisipasi dalam JYS 2025 dan berbangga atas pencapaian dari 9 orang mahasiswa yang terbagi dalam 3 komisi dan meraih beberapa penghargaan: Best group, Most innovative idea dan Best project. Selain itu ia juga berharap dengan perolehan award ini semakin banyak mahasiswa prodi HI lainnya yang termotivasi mengikuti kompetisi dan kegiatan internasional seperti ini.

    Dekan FISIP UNIKOM Assoc. Prof. Dr. Hj. Dewi Kurniasih, S.IP., M.Si., juga mengucapkan rasa syukur dan bangganya “Alhamdulillah delegasi Mahasiswa Prodi IHI berhasil meraih Best Group,Best Project dan Most Innovation idea di kegiatan Japan Youth Summit 2025 sehingga hal ini dapat memotivasi mahasiswa Prodi lain untuk mendulang prestasi Internasional” ujarnya.

    Kegiatan ini resmi dibuka oleh Hopyan Nazakki, Executive Director of Global Youth Ambassador, yang menekankan pentingnya forum ini sebagai platform bagi anak muda untuk berkembang dan memberikan dampak global.

    Dalam ajang kompetisi ini, sembilan mahasiswa UNIKOM berhasil meraih penghargaan dalam berbagai kategori diantaranya:

    • Best Group Award (Kategori “Digital Literacy”): Ghina Arindiya, Syahla Amany Fatiha, Zahra Afifah Khurrahman
    • Most Innovative Idea (Kategori “Green Technology”): Dara Cantika Putriadin Boer, Fatma Sania Aprilia, Pandiani Ayuningtyas Sumadi
    • Best Project (Kategori “Educational Transformation”): Kharisma Putri Nur Fatima, Anggia Putri Lestari, Bela Melati Sukma

    Prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri mengingat kompetisi ini diikuti oleh 89 peserta dari 16 negara. Para mahasiswa mempresentasikan proyek inovatif mereka yang bertujuan memberikan solusi nyata bagi tantangan global.

    Zahra Afifah Khurrahman, yang tergabung dalam Komisi 1 (Digital Literacy), menyampaikan bahwa, “Menghadirkan solusi terbaik dalam menyusun Draft Declaration adalah tantangan tersendiri. Terpilih sebagai Best Group Award menjadi bukti kerja keras dan dedikasi kami.” ungkapnya.

    Sementara itu, Kharisma Putri Nur Fatima dari Komisi 2 (Green Technology) menambahkan, “Japan Youth Summit mempertemukan saya dengan orang-orang inspiratif. Pencapaian Best Project menjadi bukti bahwa ide inovatif dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat.” tuturnya.

    Pandiani Ayuningtyas Sumadi dari Komisi 3 (Educational Transformation) juga berbagi pengalaman, “Forum ini membuka wawasan saya mengenai pentingnya berpikir kritis dan kolaborasi lintas budaya. Memenangkan Most Innovative Idea adalah pencapaian luar biasa.” ujarnya.

    Keikutsertaan dalam Japan Youth Summit 2025 merupakan bagian dari implementasi Mata Kuliah Praktikum Hubungan Internasional yang diampu oleh tim dosen UNIKOM diantaranya: Prof. Dr. Hj. Aelina Surya, Dra., Dr. Dewi Triwahyuni, S.IP., M.Si., Andrias Darmayadi, Ph.D., Sylvia Octa Putri, S.IP., M.I.Pol., dan Dr. Henike Priwanti, S.IP., M.I.Pol. Praktikum ini terdiri dari tiga event utama:

    1. Short Diplomatic Course (SDC) – 25 Januari 2025 di Bandung, Indonesia, membahas isu pengungsi dalam Global Refugees Forum.
    2. Japan 3rd Youth Summit 2025 – 3-9 Februari 2025 di Tokyo, Jepang, dengan tema “Next-Gen Tech: Discovering Innovation Through Technology Revolution for Accessibility and Connectivity in the AI Era.”
    3. The 5th Asia Youth Summit – 23-26 Februari 2025 di Bali, Indonesia, bertema “Collaboration Plan and Innovative Solutions to Achieve Climate Action Goals.”

    Partisipasi mahasiswa dalam Japan Youth Summit 2025 diharapkan dapat memberikan pengalaman berharga serta memperkuat jejaring internasional mahasiswa, sekaligus memperkaya perspektif akademik dan profesional dalam studi Hubungan Internasional. (Direktorat Hms & Pro).