BANDUNG, UNIKOM — Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) terus memperkuat komitmennya dalam menyiapkan lulusan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri melalui Program Studi (Prodi) Bisnis Digital. Berada di bawah naungan Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FTIK), Prodi Bisnis Digital UNIKOM hadir dengan pendekatan lintas disiplin yang memadukan ilmu manajemen, pemasaran, sistem informasi, informatika, analitik data, serta kewirausahaan digital.
Wakil Rektor III Bidang Riset, Inovasi dan Akreditasi UNIKOM sekaligus Dekan FTIK Assoc. Prof. Dr. Ir. Herman S. Soegoto, MBA., menjelaskan bahwa kehadiran Prodi Bisnis Digital didorong oleh kebutuhan akan sumber daya manusia yang tidak hanya memahami konsep bisnis dan manajemen, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi digital dalam praktiknya. “Target kami adalah mendidik mahasiswa menjadi profesional yang memahami ilmu manajemen, tetapi juga memahami ilmu digital. Kami mengkombinasikan manajemen, pemasaran, perilaku konsumen digital, analitik data, dan sistem informasi menjadi satu kesatuan yang dibutuhkan mahasiswa dalam membangun karir ke depan”, ungkapnya.
Menurutnya, karakteristik tersebut menjadi salah satu pembeda Bisnis Digital UNIKOM dengan program studi sejenis. Karena berada di lingkungan FTIK, mahasiswa memperoleh penguatan aspek teknologi sekaligus pemahaman bisnis dan pemasaran. Kurikulum juga diarahkan untuk membangun kemampuan kewirausahaan berbasis teknologi digital sehingga mahasiswa tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga memiliki kapasitas untuk menciptakan peluang usaha.
Kurikulum Empat Tahun, dari Dasar hingga Proyek Bisnis
Sementara itu, Ketua Program Studi Bisnis Digital UNIKOM, Bella Hardiyana, S.Kom, M.Kom., Ph.D., menjelaskan bahwa kurikulum S1 Bisnis Digital dirancang untuk ditempuh selama empat tahun atau delapan semester dengan tahapan pembelajaran yang sistematis.
Pada tahun pertama, mahasiswa mendapatkan fondasi dasar bisnis, manajemen, teknologi, dan bidang terkait. Pendekatan ini memungkinkan mahasiswa dari berbagai latar belakang pendidikan untuk mengikuti pembelajaran tanpa harus memiliki kemampuan awal tertentu dalam bidang manajemen, bisnis, maupun pemrograman.
Memasuki tahun kedua, mahasiswa diarahkan pada penguatan kompetensi inti Bisnis Digital. Selanjutnya, pada tahun ketiga, mahasiswa mendapatkan kesempatan memperluas pengalaman melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), termasuk magang maupun pembelajaran lintas program studi dan perguruan tinggi. “Bisnis itu pintunya bisa dari mana saja. Karena itu, mahasiswa diberikan kesempatan untuk belajar di program studi maupun universitas lain melalui program MBKM,” jelas Bella.
Sementara itu, tahun keempat difokuskan pada pengembangan proyek bisnis digital dan penyelesaian skripsi. Dengan desain tersebut, mahasiswa diarahkan untuk menghasilkan karya dan pengalaman praktis yang relevan dengan bidang yang akan mereka tekuni setelah lulus.
AI Menjadi Rekan Belajar dan Penggerak Bisnis
Sebagai bagian dari UNIKOM yang mengembangkan ekosistem AI Ready, penerapan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) menjadi salah satu penguatan penting dalam pembelajaran Bisnis Digital. Disisi lain, Assoc. Prof. Dr. Ir. Herman juga menegaskan bahwa AI telah dipertimbangkan dalam pengembangan kurikulum dan penguatan berbagai mata kuliah. AI tidak hanya diposisikan sebagai materi pembelajaran, tetapi juga sebagai alat bantu yang dapat dimanfaatkan mahasiswa dalam menjalankan aktivitas profesional maupun kewirausahaan.
Sejalan dengan hal tersebut, Bella Ph.D., menyampaikan bahwa mahasiswa akan diperkenalkan pada pemanfaatan AI melalui sejumlah bidang pembelajaran, termasuk Machine Learning, Business Intelligence, dan AI for Business. “Di program studi Bisnis Digital, AI itu menjadi teman. Kita tidak bermusuhan dengan AI. AI menjadi rekanan kita. Kita ingin mahasiswa mampu memanfaatkan AI sebagai asisten dalam menjalankan bisnis”, jelasnya. Pendekatan tersebut diharapkan membuat mahasiswa tidak sekadar memahami teknologi AI secara konseptual, tetapi mampu menggunakannya untuk menganalisis data, memahami konsumen, meningkatkan efisiensi, mengembangkan strategi pemasaran, hingga mendukung pengambilan keputusan bisnis.
Diperkuat Praktikum, Magang, dan Sertifikasi
Untuk memastikan kompetensi mahasiswa tidak berhenti pada teori, Prodi Bisnis Digital UNIKOM menempatkan kegiatan praktikum dan implementasi sebagai bagian penting dalam proses pembelajaran. Mahasiswa didorong untuk mengubah pengetahuan yang diperoleh di kelas menjadi produk, proyek, maupun model bisnis yang dapat dikembangkan secara nyata.
Selain itu, mahasiswa memiliki peluang mengikuti program magang melalui MBKM serta memperoleh penguatan kompetensi melalui berbagai kolaborasi yang telah dikembangkan UNIKOM. Dukungan kerja sama dengan mitra seperti Google, Cisco, dan BNSP juga membuka peluang bagi mahasiswa untuk mendapatkan sertifikasi yang dapat memperkuat kesiapan mereka memasuki dunia profesional.
Kolaborasi dengan dunia industri dan berbagai mitra tersebut terus dikembangkan untuk memberikan pengalaman yang semakin relevan dengan kebutuhan pasar kerja dan perkembangan teknologi.
Menargetkan Lulusan Profesional sekaligus Entrepreneur Digital
Prodi Bisnis Digital UNIKOM menargetkan lulusan yang memiliki kemampuan lintas bidang dan mampu beradaptasi dengan dinamika industri digital. Lulusan tidak hanya diarahkan untuk bekerja sebagai profesional, tetapi juga memiliki kemampuan membangun dan mengembangkan bisnis berbasis teknologi. Profil karir yang dapat dikembangkan antara lain digital entrepreneur, business analyst, digital marketer, data/business intelligence specialist, product atau business development, serta berbagai profesi lain yang berkaitan dengan bisnis dan teknologi digital.
Namun, sasaran utama pendidikan Bisnis Digital UNIKOM adalah membentuk lulusan yang mampu mengimplementasikan pengetahuan bisnis dan teknologi dalam kehidupan nyata. “Kami ingin mahasiswa tidak hanya mengerti teori berbisnis, tetapi benar-benar bisa melakukan implementasi. Dari hal kecil pun tidak masalah, misalnya membangun toko online dengan menerapkan AI. Dari bisnis yang kecil, kemudian dikembangkan hingga menjadi lebih besar”, tutur Bella.
Dengan demikian, capaian lulusan tidak hanya diukur dari kemampuan akademik, tetapi juga dari kemampuan menciptakan, mengelola, dan mengembangkan solusi serta bisnis berbasis teknologi digital.
From Zero to Hero Menuju Bisnis Digital Berdaya Saing
Kehadiran Bisnis Digital UNIKOM menjadi bagian dari upaya universitas dalam menjawab perubahan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan ekonomi digital. Dukungan ekosistem teknologi UNIKOM, pengalaman pada bidang informatika dan sistem informasi, serta kekuatan di bidang manajemen menjadi modal untuk membangun pendidikan Bisnis Digital yang terintegrasi.
Assoc. Prof. Dr. Ir. Herman mengajak calon mahasiswa untuk tidak ragu memilih Prodi Bisnis Digital UNIKOM. Menurutnya, kekuatan program studi tersebut terletak pada integrasi berbagai bidang keilmuan yang selama ini telah berkembang di UNIKOM.
Sementara itu, Bella, Ph.D., menekankan bahwa mahasiswa dari berbagai latar belakang dapat bergabung dan berkembang melalui pembelajaran yang bertahap, mulai dari memahami konsep dasar hingga mampu menghasilkan karya dan membangun bisnis. “Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktikum. Dari yang awalnya belum bisa apa-apa, kita dampingi sampai bisa membuat sesuatu. Harapannya, mahasiswa dapat membangun bisnis dari skala kecil hingga berkembang dan mampu bersaing di tingkat internasional,” demikian pungkasnya.
Melalui kurikulum berbasis bisnis dan teknologi, penguatan AI, pengalaman praktis, program MBKM, sertifikasi, serta kolaborasi dengan industri, Prodi Bisnis Digital UNIKOM menunjukan komitmennya untuk menghasilkan generasi profesional sekaligus entrepreneur digital yang kompeten, inovatif, dan siap menghadapi masa depan. (Direktorat Hms & Pro)