Tag: Kualitas Udara Bandung

  • Prototipe Alat Uji Emisi untuk Kendaraan Kategori L3

    Prototipe Alat Uji Emisi untuk Kendaraan Kategori L3

    Penulis: Hirawan D. ; Sidik P.

    DOI: 10.1088/1757-899X/407/1/012099

    Abstrak

    Tujuan penelitian ini adalah untuk membantu Departemen Perhubungan dalam menyediakan alat uji emisi yang terjangkau dan dapat digunakan oleh masyarakat, yaitu alat uji emisi portabel. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan mengukur karbon monoksida (Co), hidrogen (HC), dan nitrogen oksida (NOx) menggunakan sensor yang terhubung ke smartphone. Hasil penelitian berupa prototipe alat uji emisi kendaraan kategori L3 atau sepeda motor. Masalahnya adalah harga alat uji emisi kendaraan yang mahal. Kemudian, perbandingan antara alat uji emisi dengan kendaraan tidak dapat dibandingkan satu sama lain. Oleh karena itu, perlu dikembangkan alat uji emisi alternatif. Prototipe alat uji emisi kendaraan ini menggunakan pendekatan parameter yang sama dengan alat uji yang sudah ada. Alat ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam menguji emisi kendaraan pribadi, sebelum diuji oleh Departemen Perhubungan. © Diterbitkan di bawah lisensi oleh IOP Publishing Ltd.

    Kata kunci terindeks

    Istilah terkontrol teknik

    Karbon monoksida; Nitrogen oksida

    Istilah tidak terkontrol teknik

    Departemen Perhubungan; Pengujian emisi; Metode eksperimental; Kendaraan pribadi; Kendaraan prototipe; Alat uji; Emisi kendaraan

    Judul utama teknik

    Kendaraan
    Artikel ini dapat diakses di: https://www.scopus.com/pages/publications/85054817777

  • Pengaruh hujan terhadap polusi udara (yaitu, PM1, PM2.5, PM10, CO, dan CO2)

    Pengaruh hujan terhadap polusi udara (yaitu, PM1, PM2.5, PM10, CO, dan CO2)

    Penulis: Poni Sukaesih Kurniati, Yonathan Andri Hermawan, Agis Abhi Rafdhi, Andy Jefferson Sabur, Herry Saputra

    DOI: –

    Abstrak:

    Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi dampak hujan terhadap kualitas udara sekitar dengan melihat indikasi gas CO, CO2, PM1, PM2.5, dan PM10 serta membandingkannya dengan kebijakan lingkungan. Dalam penelitian ini, dilakukan riset dengan mengukur beberapa parameter sebelum dan sesudah hujan. Untuk mendukung penelitian ini, kami juga menghitung jumlah kendaraan yang melintas pada periode waktu tersebut. Sebagai model, kami memilih Bandung sebagai tempat penelitian karena kota ini merupakan salah satu kota besar di Indonesia dan juga merupakan kota wisata. Kami juga membandingkan perhitungan finansial yang dapat terpengaruh oleh polusi ini. Hasil menunjukkan bahwa Bandung memiliki tingkat polusi udara yang tinggi meskipun masih di bawah ambang batas. Setelah hujan, konsentrasi tingkat polusi menurun. Dari segi kebijakan, Bandung masih memiliki udara yang cukup sehat karena masih banyak tumbuhan. Aspek ekonomi Bandung memiliki daya tarik wisata yang kuat. Contoh kebijakan pengendalian udara dapat ditemukan dalam peraturan kota Bandung nomor 06 tahun 2011 tentang pelaksanaan, perlindungan, dan pengelolaan lingkungan dan peraturan provinsi Jawa Barat nomor 11 tahun 2006 tentang pengendalian polusi udara. Kebijakan tersebut menetapkan ambang batas emisi yang harus dilepaskan agar tidak mencemari kualitas udara. Secara khusus, studi ini berfokus pada kota Bandung, tetapi kendaraan harus dibatasi untuk menjaga kualitas udara. Kesimpulannya, studi ini dapat digunakan sebagai referensi bagi pembuat kebijakan agar kita dapat melindungi lingkungan. © 2019 University of Kuwait. All rights reserved..

    Keywords: Polusi udara; Dampak hujan; Polusi; Pengaruh hujan


    Artikel ini dapat diakses di: https://www.scopus.com/pages/publications/85074618078