Tag: komunikasi empatik

  • Prodi Ilmu Komunikasi Fisip UNIKOM, Hadirkan Pakar Internasional dalam Guest Lecture bertema “Communication about Mental Health”

    Prodi Ilmu Komunikasi Fisip UNIKOM, Hadirkan Pakar Internasional dalam Guest Lecture bertema “Communication about Mental Health”

    BANDUNG, UNIKOM — Senin, 8 Desember 2025, Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) menyelenggarakan kegiatan Guest Lecture bertema “Communication About Mental Health”, di Auditorium Miracle Lantai 4 Kampus I UNIKOM dengan menghadirkan narasumber akademisi internasional, sekaligus pakar sosial dan kesehatan mental asal Australia, Prof. Debbie Plath.

    Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi Prodi Ilmu Komunikasi dengan Directorate of International Program UNIKOM, didukung oleh Australian Volunteers dan Australian Aid. Kolaborasi tersebut membuka ruang pembelajaran global bagi mahasiswa, sekaligus memperkuat jaringan akademik internasional UNIKOM dalam isu kesehatan mental dan komunikasi profesional.

    Dalam kuliah umum tersebut, Prof. Debbie Plath yang dikenal sebagai Professor of Social Work dan Head of School (Human Services) di Ikon Institute of Australia sekaligus pengajar di New Castle University, memaparkan berbagai isu krusial mengenai kesehatan mental yang relevan dengan dunia komunikasi. Ia menjelaskan pemahaman terkini tentang kesehatan mental dan gangguannya, prevalensi global, serta bagaimana komunikasi efektif dapat berperan penting dalam mendukung pemulihan individu yang menghadapi tekanan psikologis.

    Prof. Plath juga menyoroti bagaimana perkembangan teknologi digital membawa dampak ganda bagi kesehatan mental. Selain dapat memicu stres dan gangguan tidur bila digunakan secara berlebihan, teknologi digital juga menghadirkan peluang dalam penyediaan layanan kesehatan mental berbasis telehealth dan berbagai aplikasi pendukung kesejahteraan psikologis. Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya keseimbangan antara dunia digital dan aktivitas fisik di ruang terbuka yang terbukti memberikan efek positif terhadap suasana hati dan kesehatan emosional.

    Berlangsungnya kuliah umum semakin menarik ketika Prof. Plath memaparkan studi kasus Lifeline Australia, sebuah layanan nasional yang berfokus pada pencegahan bunuh diri melalui komunikasi suportif dan intervensi yang tepat. Melalui pemaparan tersebut, mahasiswa diajak memahami bagaimana praktik komunikasi dapat menyelamatkan nyawa, serta apa saja prinsip komunikasi non-diskriminatif dan empatik yang harus diterapkan di berbagai konteks profesional.

    Rangkaian acara dilanjutkan dengan diskusi interaktif dimana para mahasiswa berkesempatan untuk memberikan pertanyaan khususnya mengenai peran komunikasi di era digital dan strategi penyampaian pesan sensitif terkait kesehatan mental, dipandu oleh dosen Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP UNIKOM, Tine Agustin Wulandari, M.I.Kom, selaku moderator.

    Melalui kegiatan Guest Lecture yang digelar Program Studi Ilmu Komunikasi, UNIKOM kembali menegaskan komitmennya dalam membangun lingkungan akademik yang responsif terhadap isu-isu global, sekaligus membekali mahasiswa Ilmu Komunikasi dengan wawasan berbasis riset dan praktik nyata. Kegiatan tersebut diharapkan mampu mendorong tumbuhnya literasi kesehatan mental di kalangan mahasiswa serta menciptakan insan komunikasi yang bijaksana, empatik, dan profesional. (Direktorat Hms & Pro)