Tag: KJRI Davao City

  • Perkuat Transformasi Digital dan Mobilitas Akademik UNIKOM Jalin Kerja Sama Internasional dengan University of the Philippines Mindanao

    Perkuat Transformasi Digital dan Mobilitas Akademik UNIKOM Jalin Kerja Sama Internasional dengan University of the Philippines Mindanao

    BANDUNG, UNIKOM – Selasa, 13 Januari 2026, Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) resmi menjalin kerja sama internasional dengan University of the Philippines Mindanao melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang digelar di Kantor Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Davao City, Filipina, dan disiarkan secara hybrid melalui Zoom, kegiatan MoU tersebut menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan akademik antara Indonesia dan Filipina, khususnya dalam bidang pendidikan tinggi, riset, dan inovasi berbasis teknologi.

    Penandatanganan MoU tersebut diwakili oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Davao City, Agus Trenggono, yang hadir bersama jajaran Konsulat Jenderal Republik Indonesia Davao City sebagai bentuk dukungan diplomatik terhadap penguatan kerja sama pendidikan tinggi antara Indonesia dan Filipina. Hadir pula secara daring, jajaran pimpinan Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM), yaitu Deputi Wakil Rektor IV, Adam Mukharil Bachtiar, S.Kom., M.T., Ph.D., Direktur International Program, Dr. Senny Luckyardi, S.P., M.M., Direktur PTDSI, Irfan Dwiguna Sumitra, S.Kom., M.Kom., Ph.D., serta Ketua Divisi Kerja Sama, Dr. Henike Primawanti, M.I.Pol. Sementara itu, dari pihak University of the Philippines Mindanao, kegiatan dihadiri oleh Prof. Lyre Anni E. Murao, Chancellor UP Mindanao, beserta para pejabat universitas.

    Deputi Wakil Rektor IV UNIKOM, Adam Mukharil Bachtiar, S.Kom., M.T., Ph.D., yang dalam kapasitasnya mewakili Wakil Rektor IV Bidang Teknologi Digital & ICT, International Program & Center of Excellence, Prof. Zainal Arifin Hasibuan, Ph.D., dalam sambutan pembukanya mengungkapkan bahwa Indonesia dan Filipina memiliki kedekatan historis, kultural, dan regional sebagai sesama negara di Asia Tenggara. Kedekatan tersebut menjadi fondasi kuat bagi penguatan kolaborasi akademik yang responsif terhadap tantangan global dan kebutuhan kawasan. “MoU ini bukan sekadar dokumen formal, melainkan jembatan strategis untuk memperluas mobilitas dosen dan mahasiswa, mengembangkan penelitian bersama, serta mendorong berbagai inisiatif akademik lintas disiplin. Kolaborasi ini diharapkan mampu mengintegrasikan potensi regional dengan jejaring pengetahuan global guna menciptakan dampak yang berkelanjutan”, demikian ungkapnya.

    Lebih lanjut, Adam Ph.D., menyebut bahwa UNIKOM, sebagai perguruan tinggi yang berfokus pada sains, teknologi, inovasi, dan riset terapan, memandang kemitraan tersebut sebagai langkah konkret dalam memperkuat transformasi digital dan internasionalisasi institusi.

    Sejalan dengan hal tersebut, Direktur International Program, Dr. Senny menyampaikan, “saya berharap penandatanganan MoU ini tidak sekadar menjadi formalitas administratif, melainkan menjadi tonggak penting bagi kedua institusi. Momentum ini juga membuka ruang bagi dosen dan tenaga kependidikan untuk membangun kolaborasi yang lebih erat, produktif, dan berkelanjutan. Kami optimis kerja sama ini dapat diimplementasikan secara aktif melalui berbagai program konkret yang memberikan manfaat nyata bagi kedua belah pihak”, tutur Dr. Senny.

    Sementara itu, Konsulat Jenderal RI Davao City, Agus Trenggono, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama antara UNIKOM dan University of the Philippines Mindanao. Ia menekankan bahwa kolaborasi pendidikan tinggi memiliki peran strategis dalam mempererat hubungan bilateral Indonesia–Filipina, khususnya dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi. Menurutnya, kerja sama antar perguruan tinggi seperti ini akan memperkuat people-to-people contact yang menjadi fondasi hubungan jangka panjang kedua negara. KJRI Davao City juga menyatakan komitmennya untuk terus mendukung implementasi program-program turunan dari MoU agar dapat berjalan secara konkret, berkelanjutan, dan saling menguntungkan.

    Berdasarkan kesepahaman yang telah disepakati, ruang lingkup kerja sama melalui MoU tersebut meliputi: program pertukaran mahasiswa yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa kedua institusi untuk mengikuti pengalaman akademik dan pertukaran budaya yang memperkaya wawasan global; program pertukaran dosen untuk  mendorong kolaborasi pengajaran, dan pengembangan kurikulum, serta pertukaran keahlian dalam metodologi inovatif. Selanjutnya, penelitian kolaboratif bertujuan untuk pengembangan riset bersama di berbagai bidang strategis yang berkontribusi pada kemajuan ilmu pengetahuan dan dampak sosial. Terakhir, yaitu inisiatif akademik lainnya, termasuk publikasi bersama, seminar internasional, inovasi digital, serta program penguatan kapasitas institusi.

    Dalam hal ini, University of the Philippines Mindanao yang mengusung kerangka Education 5.0 for Regenerative Futures menekankan pentingnya pendidikan yang berorientasi pada keberlanjutan, ketahanan, dan pembangunan inklusif. Kesamaan visi tersebut sejalan dengan komitmen UNIKOM dalam mengintegrasikan teknologi dan inovasi untuk menjawab tantangan masyarakat global.

    Melalui penandatanganan MoU tersebut,  diharapkan menjadi awal dari kemitraan yang dinamis dan produktif, yang tidak hanya memperkuat kapasitas institusi, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan kawasan Asia Tenggara. Dengan semangat kolaborasi dan tanggung jawab bersama, UNIKOM dan University of the Philippines Mindanao optimis bahwa sinergi ini akan menghasilkan program-program unggulan yang berdampak luas bagi mahasiswa, dosen, serta masyarakat kedua negara. (Direktorat Hms & Pro)