Tag: Kewirausahaan Digital

  • Tinjauan Metode Pengembangan Bisnis dalam Kewirausahaan

    Penulis: Eddy Soeryanto Soegoto, Agis Abhi Rafdhi, Rizky Jumansyah, Dina Oktafiani, Marwito Wihadi

    DOI: 10.15549/jeecar.v10i4.1354

    Abstrak

    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis-jenis metode pengembangan bisnis startup dan hubungannya dengan kewirausahaan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan penelitian eksploratif, yang berfokus pada berbagai jenis metode bisnis startup dalam lingkup kewirausahaan dan mendeskripsikannya secara kualitatif. Menurut temuan analisis, beberapa metode pengembangan bisnis startup relevan dengan perkembangan bisnis saat ini, termasuk lean startup, lean canvas, design thinking, dan agile. Salah satu dari empat pendekatan tersebut, lean startup, banyak digunakan dalam mendirikan perusahaan baru. Lean startup adalah model bisnis di mana klien berperan sebagai objek uji coba untuk produk yang sedang dibuat guna mengumpulkan umpan balik langsung dan melakukan modifikasi tergantung pada permintaan konsumen. Kesimpulannya, kewirausahaan memfasilitasi kehadiran bisnis rintisan dengan memprioritaskan pemenuhan kebutuhan pelanggan sesuai dengan metode yang digunakan untuk memaksimalkan keuntungan bisnis. © 2023, Institute of Eastern Europe and Central Asia. Semua hak dilindungi undang-undang.

    Kata kunci penulis

    kewirausahaan; bisnis rintisan; perusahaan rintisan

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85164169240

  • FEB UNIKOM Gelar Workshop Prototyping Ide Bisnis Berbasis Artificial Intelligence Untuk Percepat Implementasi Kurikulum “AI for Business” 

    FEB UNIKOM Gelar Workshop Prototyping Ide Bisnis Berbasis Artificial Intelligence Untuk Percepat Implementasi Kurikulum “AI for Business” 

    BANDUNG, UNIKOM — Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) terus memperkuat implementasi Kurikulum AI for Business melalui penyelenggaraan Workshop Sandboxing: Prototyping Ide Bisnis dengan AI. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 8 Januari 2026, bertempat di Lantai 10 Smart Building UNIKOM dan diikuti oleh sivitas akademika di lingkungan FEB UNIKOM yang terlibat langsung dalam ekosistem Sandboxing AI. Kegiatan Workshop tersebut dirancang sebagai ruang praktik terstruktur untuk menjembatani konsep pembelajaran dengan eksperimen dan implementasi nyata.

    Turut hadir pada kesempatan tersebut, para Ketua Program Studi di lingkungan FEB UNIKOM, dosen dan instruktur Sandbox AI, serta mahasiswa peserta Sandbox AI for Business. Kehadiran lintas peran tersebut mencerminkan sinergi akademik yang kuat dalam membangun ekosistem pembelajaran berbasis praktik dan inovasi.

    Koordinator Sandboxing AI for Business Kurikulum FEB UNIKOM, Assoc. Prof. Dr. Isniar Budiarti, S.E., M.Si., dalam sambutan pembukanya menyampaikan bahwa pendekatan sandboxing memungkinkan dosen dan mahasiswa mengembangkan prototipe ide bisnis berbasis kecerdasan artifisial secara sistematis, aplikatif, dan kontekstual dengan kebutuhan dunia usaha.

    Sementara itu, Dekan FEB UNIKOM, Prof. Dr. Siti Kurnia Rahayu, S.E. M. Ak., Ak, CA., menekankan pentingnya konsistensi dalam mengawal implementasi Kurikulum AI for Business agar tidak berhenti pada tataran konseptual. Menurutnya, sandboxing merupakan instrumen strategis untuk memastikan integrasi AI dalam pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat berjalan secara terarah, kolaboratif, serta menghasilkan dampak nyata bagi pengembangan kompetensi lulusan.

    Deputi Wakil Rektor IV UNIKOM, Adam Mukharil Bachtiar, S.Kom., M.T., Ph.D., bersama tim dihadirkan selaku pemateri utama, dimana para peserta mendapatkan bimbingan secara langsung dalam proses perancangan prototipe ide bisnis berbasis AI, mulai dari perumusan masalah, eksplorasi solusi, hingga pengembangan purwarupa awal. Materi disampaikan secara aplikatif dengan menekankan relevansi kecerdasan artifisial dalam konteks bisnis dan kewirausahaan kontemporer.

    Pada sesi tutorial, peserta diarahkan menyusun prototipe secara bertahap menggunakan Gemini AI. Proses diawali dengan penguatan pemikiran kritis manusia melalui penetapan masalah, identifikasi target pengguna, serta analisis konteks kebutuhan pasar. Selanjutnya, Gemini AI dimanfaatkan untuk mempertajam value proposition, termasuk merumuskan manfaat utama, keunggulan kompetitif, serta rasionalitas pemilihan solusi. Selain itu, peserta juga dilatih menyusun prompt yang terarah untuk memetakan alternatif ide, menilai kelayakan inovasi berdasarkan tren dan kajian sebelumnya, serta merumuskan elemen kunci solusi seperti fitur inti, skenario penggunaan, dan kebutuhan data. Pada tahap akhir, Gemini digunakan untuk membantu visualisasi gagasan melalui rancangan mockup awal, alur pengguna sederhana, serta narasi singkat yang menjelaskan mekanisme kerja purwarupa. Melalui tahapan tersebut, peserta tidak hanya menghasilkan ide bisnis, tetapi juga membawa pulang rancangan purwarupa awal yang logis, teruji, dan siap dikembangkan lebih lanjut dalam ekosistem Sandboxing AI for Business.

    Melalui workshop tersebut, FEB UNIKOM menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan ekonomi dan bisnis yang responsif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus mendorong lahirnya gagasan bisnis inovatif yang berorientasi pada pemanfaatan kecerdasan artifisial secara bertanggung jawab dan berkelanjutan. (Direktorat Hms & Pro)