Tag: Ketua Aptisi Jawa Barat

  • Ketua Aptisi Jawa Barat Terima Kunjungan Kementerian Hukum Jabar

    Ketua Aptisi Jawa Barat Terima Kunjungan Kementerian Hukum Jabar

    Bahas Penguatan HKI Perguruan Tinggi Swasta

    BANDUNG, UNIKOM — Jumat, 30 Januari 2026, Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Jawa Barat sekaligus Rektor Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM), menerima kunjungan dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum Provinsi Jawa Barat. Bertempat di Ruang Rektor Lantai 15 Smart Building UNIKOM, pertemuan tersebut membahas penjajakan kerja sama strategis antara Kemenkum Jawa Barat dan APTISI Jawa Barat, dengan fokus pada penguatan perlindungan, pengelolaan, serta optimalisasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) di lingkungan perguruan tinggi swasta.

    Pada kesempatan tersebut, Ketua APTISI Provinsi Jawa Barat sekaligus Rektor UNIKOM, Prof. 3 Prof. HC. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T. menyampaikan, APTISI menaungi lebih dari 350 perguruan tinggi swasta di Jawa Barat yang memiliki potensi besar dalam menghasilkan berbagai karya inovasi dan kekayaan intelektual, baik dari dosen maupun sivitas akademika. Potensi tersebut menurut Prof. Eddy perlu didorong agar dapat didaftarkan dan dilindungi secara hukum melalui skema paten dan hak kekayaan intelektual lainnya. “Kunjungan ini menjadi langkah awal untuk membangun kerja sama antara Kementerian Hukum Provinsi Jawa Barat dengan APTISI Jawa Barat. Perguruan tinggi memiliki banyak hasil riset, inovasi, dan karya kreatif yang dapat dipatenkan, sehingga dapat memberikan manfaat akademik sekaligus meningkatkan rekam jejak institusi”, tutur Prof. Eddy.

    Lebih lanjut disampaikan Prof. Eddy, pembahasan tersebut menghasilkan kesepakatan awal untuk membangun momentum bersama melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kemenkum Jawa Barat dan APTISI Provinsi Jawa Barat. Rencana penandatanganan MoU dijadwalkan akan dilaksanakan pada 11 Februari 2026, bertepatan dengan pelantikan pengurus APTISI Provinsi Jawa Barat periode 2025–2030.

    Sementara itu, Kepala Divisi Pelayanan Hukum, Hermawati BR Pandia, A.Md., S.H., M.M., menegaskan bahwa pihak Kemenkum Jabar menyambut baik rencana kerja sama tersebut sebagai bentuk dukungan pemerintah dalam mendorong perlindungan hukum atas hasil inovasi perguruan tinggi. Menurutnya, kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kapasitas perguruan tinggi swasta dalam mengelola hak kekayaan intelektual secara optimal.

    Kolaborasi tersebut sekaligus menegaskan posisi UNIKOM sebagai perguruan tinggi swasta (PTS) terdepan dalam inovasi. Hal tersebut dibuktikan melalui raihan Silver Winner kategori HKI Tertinggi Institusi Klaster Utama pada Anugerah Diktisaintek 2024, serta Gold Winner pada Anugerah Diktiristek 2023. Pencapaian tersebut merupakan hasil dari konsistensi UNIKOM dalam menghasilkan riset dan mencatatkan jumlah pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI) yang tinggi di tingkat nasional. Komitmen tersebut juga tercermin dari upaya UNIKOM dalam memastikan seluruh karya mahasiswa dan sivitas akademika mulai dari tugas akhir, skripsi, tesis, hingga hasil riset terdaftar dan terlindungi melalui skema HKI. Melalui sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan Kementerian Hukum, APTISI Jawa Barat bersama UNIKOM berkomitmen untuk terus mendorong terciptanya ekosistem inovasi yang produktif, memiliki kepastian hukum, dan berkelanjutan. (Direktorat Hms & Pro)

  • Ketua APTISI JABAR Sekaligus Rektor Unikom Menjadi Narasumber Seminar & Dialog Nasional APTISI Pusat di Batam

    Ketua APTISI JABAR Sekaligus Rektor Unikom Menjadi Narasumber Seminar & Dialog Nasional APTISI Pusat di Batam

    Ketua APTISI JABAR Sekaligus Rektor Unikom Menjadi Narasumber Seminar & Dialog Nasional APTISI Pusat di Batam

    Bandung, UNIKOM – Prof. Dr. Ir. H. Eddy Soeryanto Soegoto, MT., Rektor Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) yang juga menjabat sebagai Ketua APTISI Jawa Barat, menjadi salah satu narasumber utama dalam Seminar dan Dialog Nasional yang digelar dalam rangka Rapat Pengurus Pusat Pleno (RPPP) ke-4 Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI). Acara ini berlangsung di Nagoya Hill Hotel, Batam, pada 15-16 Februari 2025.

    Dalam paparannya, Prof. Eddy menekankan pentingnya membangun sistem, membentuk budaya organisasi yang kuat, serta kepemimpinan yang visioner untuk memastikan perguruan tinggi dapat tumbuh, berkembang, maju, dan unggul. Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi swasta sangat krusial dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi di era digital dan globalisasi.

    Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh Dewan Penasehat, Dewan Pembina, Dewan Pertimbangan APTISI Pusat, Pengurus Pusat Harian APTISI, serta Ketua dan Sekretaris APTISI dari seluruh provinsi. RPPP ke-4 APTISI menjadi forum strategis untuk memperkuat peran perguruan tinggi swasta dalam sistem pendidikan nasional, termasuk membahas berbagai isu penting seperti penguatan kelembagaan APTISI, peningkatan kualitas akademik, serta kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan.

    Sebagai institusi pendidikan swasta yang berperan aktif dalam berbagai forum akademik nasional, UNIKOM senantiasa berupaya dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi. Harapannya, pertemuan ini dapat menghasilkan kebijakan-kebijakan yang mendukung keberlanjutan dan kemajuan perguruan tinggi swasta di Indonesia.(Divisi Digital Marketing)

  • Rektor UNIKOM, Prof. Dr. Ir. H. Eddy Sueryanto Soegoto, MT Pasang Target Tingkatkan Unikom Menjadi World Class University

    Rektor UNIKOM, Prof. Dr. Ir. H. Eddy Sueryanto Soegoto, MT Pasang Target Tingkatkan Unikom Menjadi World Class University

    Rektor UNIKOM, Prof. Dr. Ir. H. Eddy Sueryanto Soegoto, MT Pasang Target Tingkatkan Unikom Menjadi World Class University

    BANDUNG, UNIKOM – Dalam menggapai kesuksesan di dunia perguruan tinggi saat ini. Universitas dituntut untuk Mencapai status World Class University yang tidak hanya mencakup kualitas akademik tinggi saja, tetapi diperlukan juga komitmen untuk memberikan kontribusi positif bagi masyarakat global melalui pendidikan, riset, dan inovasi. WCU menjadi tujuan utama bagi mahasiswa dan peneliti yang ingin berkembang di lingkungan yang penuh tantangan dan kesempatan internasional. Seperti Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) yang saat ini sedang menaikkan Ranking World Class University (WCU).

    Dengan lebih dari 10.000 mahasiswa, Universitas Ilmu Komputer Indonesia (UNIKOM) berupaya keras untuk mendapatkan peringkat tinggi dalam pemeringkatan universitas kelas dunia. Saat ini, UNIKOM berada di peringkat ke-169 di Asia Tenggara, tetapi tidak lebih rendah dari peringkat 901 di Asia. UNIKOM bermaksud berada di bawah 100% di Asia Tenggara tahun ini.

    UNIKOM sendiri merupakan Universitas yang didirikan pada bulan Agustus 2000 dan telah berkembang pesat menjadi salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Bandung. Kini memasuki usianya yang ke-24 menuju 25 Tahun di 8 Agustus mendatang. Hingga kini UNIKOM memiliki tujuh fakultas dan 32 program studi. Fakultas-fakultas tersebut adalah: Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Hukum, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Desain, Fakultas Ilmu Budaya, dan Fakultas Pascasarjana.

    Rektor UNIKOM Prof. Dr. Ir. H. Eddy Sueryanto Soegoto MT mengatakan, untuk mencapai target pemeringkatan kampus ini diperlukan kerja sama dari seluruh pemangku kepentingan. Untuk itu, UNIKOM saat ini tengah berupaya melakukan pembenahan baik secara internal maupun eksternal. “Setelah mendapat predikat unggul, Unikom harus melangkah maju ke jenjang berikutnya dengan perbaikan kualitas di internal dan eksternal. Untuk mencapai itu, Unikom banyak berkolaborasi dengan perguruan tinggi di dunia. Kami banyak belajar dari mereka,”  tutur Eddy melalui wawancaranya yang dikutip dalam Pikiran Rakyat edisi hari Jumat 17 Januari 2025.

    Lebih lanjut Eddy mengatakan UNIKOM tidak hanya ingin menghasilkan lulusan yang siap bekerja di dunia industri, tetapi  juga memiliki keterampilan untuk menjadi wirausahawan. Oleh karena itu, sejak tahun 2007, mata kuliah kewirausahaan telah diwajibkan pada semua program studi, baik Sarjana maupun Magister. “Mata kuliah ini wajib diambil oleh seluruh mahasiswa  karena UNIKOM ingin memperluas lapangan pekerjaan bagi para lulusannya, karena berdasarkan pengalaman Saya sendiri, UNIKOM juga didirikan dengan semangat kewirausahaan.” kata Eddy, yang juga merupakan Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Jawa Barat.

    Pada tahun ajaran 2025, UNIKOM akan menambah tiga program studi yaitu: Doktor Sistem Informasi, Magister Ilmu Komunikasi, dan Program Sarjana (S-1) Televisi dan Film. Kuota penerimaan mahasiswa baru saat ini ditetapkan sekitar 3.000 hingga 5.000 Mahasiswa.

    “UNIKOM membuka tiga program baru karena melihat potensi yang besar, terutama dari sisi penyerapan tenaga kerjanya. Khusus untuk prodi televisi dan film, karena UNIKOM punya kanal te- levisi komersial, yaitu UTV. Selain itu, UNIKOM juga punya radio, yaitu Hits UNIKOM Radio,” ungkap Eddy.

    Eddy menjelaskan, setelah melewati masa pandemi, dia kembali membuat regulasi agar dosen dan mahasiswa melakoni perkuliahan dengan ta- tap muka agar lebih efektif. Selain itu, perkuliahan tatap muka juga menjadi salah satu cara untuk memperbaiki kualitas pengajaran. Hasil akhirnya, tentu peningkatan kualitas kampus. (Direktorat Hms & Pro)