Aulia S.A., Sofhani T.F.
DOI: 10.1088/1757-899X/662/4/042005
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap faktor-faktor yang memengaruhi munculnya dan keberlanjutan aksi kolektif Organisasi Petani (FAM). Lebih lanjut, penelitian ini menganalisis pengaruh aksi kolektif terhadap peningkatan skala ekonomi dan efisiensi anggota FAM. Metode analisis isi diterapkan dalam penelitian ini. Studi kasus melibatkan Organisasi Petani yang berlokasi di Desa Kalangsuria, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang. Banyak penelitian telah dilakukan tentang Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) atau Organisasi Petani (FAM) sebagai lembaga petani yang melakukan aksi kolektif dalam agribisnis dari proses input hingga proses pengolahan. Namun, penelitian sebelumnya belum banyak mengeksplorasi faktor-faktor yang memengaruhi munculnya aksi kolektif agribisnis di FAM. Keterbatasan penelitian sebelumnya menyebabkan kegagalan untuk memahami isu-isu yang muncul dari proses dan mekanisme aksi kolektif di dalam FAM. Aktivitas agribisnis yang dilakukan secara kolektif oleh Gapoktan Sri Mulya berkaitan dengan ikatan sosial dan jembatan sosial menuju kemauan untuk melakukan aktivitas agribisnis secara kolektif. Tetapi, indakan kolektif dalam produksi agribisnis tidak optimal, khususnya dalam mengantisipasi perubahan iklim. Hal ini karena faktor modal manusia, seperti pendidikan dan pengetahuan petani dalam mengembangkan budidaya padi juga dapat memengaruhi efisiensi pertanian. © 2019 IOP Publishing Ltd. Semua hak dilindungi undang-undang.
Keywords: Perubahan iklim; Ekonomi; Efisiensi; Perencanaan regional; Daerah pedesaan
Artikel ini dapat diakses di: https://www.scopus.com/pages/publications/85075856234