Tag: kecerdasan buatan

  • Tingkatkan Kompetensi Digital Sivitas Akademika FEB UNIKOM Gelar Workshop “Skill Up with Gemini”

    Tingkatkan Kompetensi Digital Sivitas Akademika FEB UNIKOM Gelar Workshop “Skill Up with Gemini”

    BANDUNG, UNIKOM – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) terus memperkuat langkah transformasi digital melalui penyelenggaraan Workshop “Skill Up with Gemini” pada hari Kamis, 4 Desember 2025, bertempat di Ruang Labkom 12B Lantai 10 UNIKOM. Kegiatan tersebut menjadi ajang strategis dalam memperluas pemahaman dan keterampilan sivitas akademika terhadap pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan terkini.

    Ketua Program Studi Doktor Ilmu Manajemen sekaligus Ketua Koordinator Sandboxing FEB UNIKOM, Assoc. Prof. Dr. Isniar Budiarti, SE., M.Si., dalam sambutannya menegaskan pentingnya penerapan kecerdasan buatan, khususnya Gemini, untuk mendukung proses pembelajaran, pengembangan riset, serta peningkatan produktivitas akademik. Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa penguasaan teknologi mutakhir merupakan kebutuhan utama bagi perguruan tinggi dalam menghadapi dinamika era digital.

    Workshop tersebut menghadirkan narasumber utama Coach profesional dari Google, Ahmad Rizki Dzulfikar, yang membimbing peserta melalui sesi praktik intensif. Ia memaparkan berbagai strategi dan teknik optimalisasi fitur Gemini, mulai dari penyusunan materi perkuliahan, pengolahan data, hingga peningkatan kreativitas dalam menjalankan tugas akademik. Pendekatan praktis yang diberikan membuat peserta dapat langsung menerapkan fungsi Gemini dalam kebutuhan kerja sehari-hari.

    Pada kesempatan tersebut turut hadir para Ketua Program Studi, tim dosen Sandboxing, serta para dosen dan mahasiswa dilingkungan FEB UNIKOM. Banyalnya peserta yang hadir menunjukan antusiasme yang tinggi sivitas akademika terhadap workshop. Partisipasi beragam unsur sivitas akademika juga tidak hanya menunjukkan tingginya minat terhadap penguasaan teknologi AI, tetapi juga menggambarkan komitmen bersama untuk mendorong inovasi dan peningkatan kompetensi digital di lingkungan fakultas. Selain itu, keikutsertaan tim dosen sandboxing serta mahasiswa diharapkan dapat mempercepat implementasi teknologi Gemini ke dalam kurikulum dan berbagai proyek inovasi FEB UNIKOM.

    Melalui workshop “Skill Up with Gemini”, FEB UNIKOM menegaskan komitmennya untuk membangun budaya inovasi yang berkelanjutan. Kegiatan tersebut tidak hanya memperkaya kemampuan teknis peserta, tetapi juga memperkuat kesiapan seluruh sivitas akademika dalam menghadapi tantangan era digital dengan kompetensi yang unggul dan relevan. FEB UNIKOM juga berharap dapat terus mencetak SDM yang adaptif, kreatif, dan mampu memanfaatkan teknologi AI secara maksimal demi mendukung kemajuan pendidikan tinggi di Indonesia. (Direktorat Hms & Pro)

  • PKM-KC “NETRANA” UNIKOM Lolos Pendanaan Dikti, Solusi Digital Bagi Tunanetra Dalam Program Dikti Saintek Berdampak

    PKM-KC “NETRANA” UNIKOM Lolos Pendanaan Dikti, Solusi Digital Bagi Tunanetra Dalam Program Dikti Saintek Berdampak

    BANDUNG, UNIKOM — Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) adalah salah satu bentuk pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, di samping pendidikan dan penelitian. Dalam konteks Program Dikti Saintek Berdampak yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek), pengabdian ini diarahkan untuk menghadirkan solusi nyata berbasis sains dan teknologi terhadap berbagai persoalan di masyarakat. Kali ini, Inovasi mahasiswa Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) melalui Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM-KC) berhasil lolos pendanaan Kemdiktisaintek 2025 melalui proyek bertajuk “Netrana: Tongkat Teleskopik Berbasis AI dan IoT Terintegrasi Aplikasi Mobile untuk Deteksi Rintangan, Navigasi, dan Keamanan Tunanetra di Ruang Publik.”

    Proyek “Netrana” menjadi jawaban konkret atas pentingnya kesetaraan gender dan perlindungan hak penyandang disabilitas, khususnya tunanetra. Nama Netrana sendiri berasal dari kata Netra yang berarti mata dalam bahasa Sanskerta, melambangkan fungsi vital tongkat tunanetra sebagai “mata kedua” dalam menavigasi dunia.

    Dibimbing oleh Adam Mukharil Bachtiar, S.Kom., M.T., dosen dari Program Studi Teknik Informatika, tim ini mengembangkan Netrana sebagai perangkat tongkat teleskopik cerdas yang terintegrasi dengan kecerdasan buatan (AI), Internet of Things (IoT), dan aplikasi mobile. Tim penggagas inovasi ini terdiri dari mahasiswa-mahasiswa Program Studi Teknik Informatika dan Sistem Informasi, yaitu, Ariq Hikari Hidayat (Ketua Tim – Teknik Informatika), Adisya Ainun Fatihah (Teknik Informatika), Rifky Al Mukmin Rachmat (Teknik Informatika), Regia Qolbu Rivita Atmowidjaja (Sistem Informasi)

    “Tujuan utama kami adalah menciptakan alat bantu yang mampu meningkatkan kemandirian tunanetra saat beraktivitas di ruang publik. Netrana tidak hanya mendeteksi rintangan secara otomatis, tapi juga memberikan informasi navigasi dan pelacakan lokasi secara real-time kepada keluarga pengguna,”  ujar Adam selaku dosen pendamping.

    Melalui aplikasi mobile yang terintegrasi, pengguna tunanetra dapat merasakan navigasi yang lebih aman dan nyaman. Sementara keluarga atau pendamping dapat memantau posisi serta menerima notifikasi darurat, sehingga meningkatkan rasa aman.

    Lebih lanjut, Adam menyampaikan harapan besarnya terhadap proyek ini. “Saya berharap kegiatan PKM ini dapat menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa untuk menciptakan solusi berbasis teknologi yang berdampak langsung pada masyarakat. Netrana diharapkan mampu membantu mengurangi kesenjangan sosial serta mendukung mobilitas tunanetra yang lebih mandiri dan bermartabat.” pungkasnya.

    Keberhasilan “Netrana” lolos pendanaan nasional membuktikan komitmen UNIKOM dalam mendorong inovasi inklusif dan berkelanjutan untuk mendukung program Dikti Saintek Berdampak. Inovasi ini juga tidak hanya menjadi karya teknologi, tetapi juga simbol kepedulian sosial dan kontribusi nyata mahasiswa terhadap kesetaraan hak di ruang publik. (Direktorat Hms & Pro)