Tag: Keamanan Digital Anak

  • Implementasi GraphQL pada Aplikasi Dodo Kids Browser

    Implementasi GraphQL pada Aplikasi Dodo Kids Browser

    Penulis: Adam Mukharil Bachtiar, Dian Dharmayanti, Dimas Miftahul Huda

    Abstrak

    Studi ini bertujuan untuk mengimplementasikan GraphQL untuk mengatasi masalah under-fetching dan over-fetching pada aplikasi Dodo. Dodo Kids Browser (Dodo) adalah aplikasi lintas platform yang berfungsi sebagai alat kontrol orang tua. Aplikasi ini membantu orang tua dalam mengelola dan memantau aktivitas online anak-anak mereka. Pengujian awal mengungkapkan masalah pada backend aplikasi Dodo, yang menggunakan REST API. Secara khusus, under-fetching dan over-fetching diidentifikasi sebagai masalah yang berdampak negatif pada kinerja dan proses pengembangan aplikasi. Setelah tinjauan komprehensif terhadap literatur yang ada, implementasi GraphQL dapat menjadi solusi yang layak. Solusi ini terutama karena fungsi GraphQL sebagai bahasa kueri, yang memungkinkan klien untuk secara tepat menentukan data spesifik yang diminta dari server. Serangkaian pengujian dilakukan untuk menilai efektivitas implementasi ini. Pengujian ini melibatkan perbandingan atribut data yang dibutuhkan yang ditentukan oleh klien dengan atribut data aktual yang dikirimkan dari server. Selain itu, pengujian dilakukan untuk mengevaluasi kinerja sistem sebelumnya dan saat ini. Setelah menganalisis hasil pengujian ini, ditemukan bahwa GraphQL secara efektif menyelesaikan masalah under-fetching dan over-fetching yang umum terjadi pada aplikasi Dodo Kids Browser. © 2024 Taylor’s University. Semua hak dilindungi undang-undang.

    Kata kunci penulis

    Sistem bahasa isyarat Indonesia; Media pembelajaran; Mode pembelajaran; Mode tanya jawab; Bahasa isyarat

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85196324733

  • Tim Snaily Labs UNIKOM Tembus Semifinal Ajang Global Imagine Cup Microsoft 2026, Usung Solusi Keamanan Digital Anak Berbasis AI

    Tim Snaily Labs UNIKOM Tembus Semifinal Ajang Global Imagine Cup Microsoft 2026, Usung Solusi Keamanan Digital Anak Berbasis AI

    BANDUNG, UNIKOM – Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM). Tim Snailly Labs dari Divisi Codelabs resmi terpilih sebagai semifinalis ajang inovasi teknologi dunia Microsoft Imagine Cup 2026 yang diselenggarakan oleh Microsoft. Kompetisi bergengsi tersebut mempertemukan tim mahasiswa terbaik dari berbagai negara yang menghadirkan solusi berbasis kecerdasan atau Artificial Intelligence (AI) untuk menjawab tantangan global.

    Pada event tahun ini, Imagine Cup menghadirkan dua jalur kompetisi, yakni “Launch Path” dan “Scale Path”, yang dirancang untuk mendukung startup dan mahasiswa sesuai tahap pengembangannya. Sebanyak 22 tim terpilih sebagai semifinalis Imagine Cup 2026 yang terdiri dari 13 tim Scale Path, 9 tim Launch Path, dan tim Snailly Labs UNIKOM terpilih sebagai salah satu semifinalis Launch Path. Pada tahap selanjutnya, seluruh tim semifinalis akan memperoleh pendampingan intensif, bimbingan teknis, serta akses langsung kepada pakar industri dan profesional venture global. Dewan juri selanjutnya akan menyeleksi tim terbaik untuk melaju ke babak World Championship dan bersaing di panggung internasional. Pada tahap semifinal ini, sesi pitching akan dijadwalkan pada 7 April 2026, sementara pengumuman tim yang melaju ke tahap berikutnya direncanakan pada akhir musim semi hingga awal musim panas 2026.

    Snailly Labs, tim asal Divisi Codelabs UNIKOM, tampil dengan inovasi solusi filterisasi konten adaptif yang memungkinkan orang tua dan institusi pendidikan menentukan standar keamanan konten digital yang relevan bagi perkembangan anak usia 5 sampai dengan 14 tahun. Berbeda dari sistem kontrol orang tua konvensional, solusi yang dikembangkan mengedepankan pendekatan berbasis AI yang kontekstual, transparan, dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan setiap keluarga maupun institusi pendidikan. Dengan desain inklusif, dukungan multibahasa, serta pendekatan human-in-the-loop, platform ini memungkinkan orang tua dan institusi pendidikan mendefinisikan standar keamanan konten digital secara lebih relevan dan partisipatif.

    Tim Snailly Labs UNIKOM terdiri dari mahasiswa lintas program studi di lingkungan UNIKOM, yaitu Ariq Hikari Hidayat prodi Teknik Informatika, Muhammad Favian Jiwani prodi Teknik Informatika, Raditya Aryabudhi Ramadhan prodi Teknik Informatika, dan Regia Qolbu Rivita Atmowidjaja prodi Sistem Informasi yang berkolaborasi dalam mengembangkan inovasi teknologi tersebut.

    Keberhasilan menembus tahap semifinal menjadi bukti kapasitas mahasiswa UNIKOM dalam mengintegrasikan riset, inovasi teknologi, dan kepedulian sosial dalam satu solusi berkelanjutan. Ajang ini tidak hanya memberikan pengakuan global, tetapi juga membuka akses terhadap ekosistem teknologi kelas dunia, termasuk dukungan dari AI leaders, startup operators, dan venture professionals. Selain itu tim mendapatkan kesempatan menyempurnakan produk dengan pasar, dan mempersiapkan diri untuk tahap selanjutnya dalam kompetisi.

    Ketua Divisi Codelabs, Dian Dharmayanti, S.T., M.Kom., menyampaikan harapannya tim Snailly Labs dapat mengoptimalkan akses ke infrastruktur modern dan bimbingan pakar sehingga platform ini benar-benar menjadi standar baru keamanan konten digital yang inklusif. “Semoga pengalaman di panggung internasional ini memicu semangat tim untuk tidak hanya berhenti di kompetisi, melainkan terus mentransformasi inovasi riset ini menjadi solusi nyata yang melindungi anak-anak di seluruh dunia secara berkelanjutan”, pungkasnya.

    Melalui pencapaian tersebut, UNIKOM kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak inovator muda yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat global. Langkah menuju babak selanjutnya di World Championship kini menjadi fokus perjuangan Snailly Labs untuk mengharumkan nama Indonesia di kancah teknologi dunia. (Direktorat Hms & Pro).