Tag: kampus UNIKOM Bandung

  • Mengintegrasikan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan dengan Peran Pemangku Kepentingan dalam Proyek Usaha Kecil dan Menengah (UKM): Studi Kasus PT Chevron Geothermal Indonesia

    Mengintegrasikan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan dengan Peran Pemangku Kepentingan dalam Proyek Usaha Kecil dan Menengah (UKM): Studi Kasus PT Chevron Geothermal Indonesia

    Penulis: Desayu Eka Surya, Wan Amizah Wan Mahmud

    DOI: 10.17576/JKMJC-2025-4101-18

    Abstrak

    Penelitian ini mengeksplorasi integrasi Corporate Social Responsibility (CSR), Tanggung Jawab Sosial Perusahaan, dan Teori Pemangku Kepentingan dalam proyek usaha kecil dan menengah (UKM) PT Chevron Geothermal Indonesia (PT CGI) di Desa Samarang dan Desa Pasirwangi Garut, Pulau Jawa, Indonesia. CSR telah menjadi alat strategis bagi bisnis untuk mempromosikan pemberdayaan ekonomi, keberlanjutan lingkungan, dan kesejahteraan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti bagaimana inisiatif Super Chicken, Perkebunan Pisang, dan Budidaya Jamur PT CGI selaras dengan kepentingan pemangku kepentingan, memastikan pembangunan berkelanjutan. Berlandaskan Teori Pemangku Kepentingan, yang menyatakan bahwa bisnis harus memperhatikan kepentingan berbagai pemangku kepentingan, penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, mengumpulkan data melalui wawancara semi-terstruktur, analisis dokumen, dan observasi langsung. Enam belas informan kunci, termasuk perwakilan PT CGI, pejabat pemerintah daerah, dan penerima manfaat UKM, berpartisipasi dalam penelitian yang dilakukan antara Januari dan Juli 2016. Temuan menunjukkan bahwa keterlibatan pemangku kepentingan sangat penting untuk keberhasilan CSR. Proyek Super Chicken meningkatkan ketahanan pangan dan pendapatan lokal, inisiatif Perkebunan Pisang meningkatkan keberlanjutan pertanian, dan proyek Budidaya Jamur memberikan peluang ekonomi, khususnya bagi perempuan dan kelompok marginal. Inisiatif-inisiatif ini menggambarkan tujuan CSR dalam pembangunan berbasis komunitas, penciptaan nilai yang dicapai melalui pertumbuhan ekonomi dan pengembangan keterampilan, serta saling ketergantungan antara bisnis dan komunitas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa CSR paling efektif bila diimplementasikan melalui model yang digerakkan oleh pemangku kepentingan, yang mendorong swasembada jangka panjang dan penciptaan nilai bersama. Penelitian ini berkontribusi pada literatur CSR dan Teori Pemangku Kepentingan dengan memberikan wawasan tentang bagaimana perusahaan dapat mendorong pembangunan berkelanjutan melalui strategi CSR yang kolaboratif dan berorientasi pada tujuan. © 2025, Penerbit Universiti Kebangsaan Malaysia. Semua hak dilindungi undang-undang.

    Kata kunci: Corporate Social Responsibility; PT Chevron Geothermal Indonesia; Usaha Kecil dan Menengah (UKM); teori pemangku kepentingan; pembangunan berkelanjutan

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/105003189150

  • Aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk Mengidentifikasi Distribusi Objek Wisata dan Fasilitas Pendukung yang Berkaitan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)

    Aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk Mengidentifikasi Distribusi Objek Wisata dan Fasilitas Pendukung yang Berkaitan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)

    Penulis: Warlina, Lia ; Afredi A.

    DOI:10.17509/ijost.v11i2.89803

    Abstrak:

    Tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti pola distribusi objek wisata, hotel, dan restoran, serta mengeksplorasi implikasinya terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di Kabupaten Lembang. Untuk menganalisis distribusi ini, pendekatan kuantitatif diterapkan menggunakan analisis tetangga terdekat dan teknik Sistem Informasi Geografis (SIG). Sebanyak 38 objek wisata diidentifikasi, termasuk 17 objek wisata alam, 17 objek wisata buatan, dan empat objek wisata budaya; semuanya menunjukkan pola distribusi yang tersebar. Terdapat 32 hotel dengan pola distribusi acak dan 178 restoran yang berkelompok. Objek wisata alam dicirikan oleh medan berbukit, hutan, lembah, dan sungai, yang mengakibatkan pemisahan fisik antara beberapa lokasi. Sebaliknya, objek wisata buatan dan budaya cenderung terkonsentrasi di daerah yang lebih mudah diakses, terutama di sepanjang jalur utama. Perlu dicatat, desa-desa seperti Cikahuripan, Cikidang, Mekarwangi, Suntenjaya, Wangunharja, dan Wangunsari memiliki objek wisata tetapi kekurangan fasilitas pendukung yang memadai, termasuk hotel dan restoran. Alokasi spasial objek wisata, akomodasi, dan restoran secara signifikan memengaruhi pencapaian SDGs. Pariwisata berkontribusi pada 14 dari 17 SDGs, terutama SDG 8 (Pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi), SDG 1 (Tanpa kemiskinan), dan SDG 5 (Kesetaraan gender). © 2026 Tim Pengembang Jurnal UPI.

    Keywords: Sistem Informasi Geografis (SIG); Analisis tetangga terdekat; SDGs; Daya tarik wisata

    Artikel ini dapat diakses di: https://www.scopus.com/pages/publications/105015322980

  • Mengintegrasikan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan dengan Peran Pemangku Kepentingan dalam Proyek Usaha Kecil dan Menengah (UKM): Studi Kasus PT Chevron Geothermal Indonesia

    Mengintegrasikan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan dengan Peran Pemangku Kepentingan dalam Proyek Usaha Kecil dan Menengah (UKM): Studi Kasus PT Chevron Geothermal Indonesia

    Penulis: Desayu Eka Surya, Wan Amizah Wan Mahmud

    DOI: 10.17576/JKMJC-2025-4101-18

    Abstrak

    Penelitian ini mengeksplorasi integrasi Corporate Social Responsibility (CSR), Tanggung Jawab Sosial Perusahaan, dan Teori Pemangku Kepentingan dalam proyek usaha kecil dan menengah (UKM) PT Chevron Geothermal Indonesia (PT CGI) di Desa Samarang dan Desa Pasirwangi Garut, Pulau Jawa, Indonesia. CSR telah menjadi alat strategis bagi bisnis untuk mempromosikan pemberdayaan ekonomi, keberlanjutan lingkungan, dan kesejahteraan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti bagaimana inisiatif Super Chicken, Perkebunan Pisang, dan Budidaya Jamur PT CGI selaras dengan kepentingan pemangku kepentingan, memastikan pembangunan berkelanjutan. Berlandaskan Teori Pemangku Kepentingan, yang menyatakan bahwa bisnis harus memperhatikan kepentingan berbagai pemangku kepentingan, penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, mengumpulkan data melalui wawancara semi-terstruktur, analisis dokumen, dan observasi langsung. Enam belas informan kunci, termasuk perwakilan PT CGI, pejabat pemerintah daerah, dan penerima manfaat UKM, berpartisipasi dalam penelitian yang dilakukan antara Januari dan Juli 2016. Temuan menunjukkan bahwa keterlibatan pemangku kepentingan sangat penting untuk keberhasilan CSR. Proyek Super Chicken meningkatkan ketahanan pangan dan pendapatan lokal, inisiatif Perkebunan Pisang meningkatkan keberlanjutan pertanian, dan proyek Budidaya Jamur memberikan peluang ekonomi, khususnya bagi perempuan dan kelompok marginal. Inisiatif-inisiatif ini menggambarkan tujuan CSR dalam pembangunan berbasis komunitas, penciptaan nilai yang dicapai melalui pertumbuhan ekonomi dan pengembangan keterampilan, serta saling ketergantungan antara bisnis dan komunitas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa CSR paling efektif bila diimplementasikan melalui model yang digerakkan oleh pemangku kepentingan, yang mendorong swasembada jangka panjang dan penciptaan nilai bersama. Penelitian ini berkontribusi pada literatur CSR dan Teori Pemangku Kepentingan dengan memberikan wawasan tentang bagaimana perusahaan dapat mendorong pembangunan berkelanjutan melalui strategi CSR yang kolaboratif dan berorientasi pada tujuan. © 2025, Penerbit Universiti Kebangsaan Malaysia. Semua hak dilindungi undang-undang.

    Keywords: Tanggung jawab sosial perusahaan; PT Chevron Geothermal Indonesia; Usaha Kecil dan Menengah (UKM); teori pemangku kepentingan; pembangunan berkelanjutan

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/105003189150

  • Peningkatan Keamanan dan Penilaian Kinerja dalam Rantai Pasokan Minyak Sawit Petani Kecil Berbasis Blockchain

    Peningkatan Keamanan dan Penilaian Kinerja dalam Rantai Pasokan Minyak Sawit Petani Kecil Berbasis Blockchain

    Penulis: Afrianto I., Djatna T., Arkeman Y., Hermadi I.

    DOI: 10.5829/ije.2025.38.03c.07

    Abstrak

    Memastikan sistem keamanan yang kuat sangat penting, khususnya untuk rantai pasokan minyak sawit petani kecil. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keamanan dan efisiensi rantai pasokan berbasis blockchain untuk minyak sawit petani kecil dengan mengeksplorasi integrasi otoritas sertifikat, skema multi-saluran, dan integrasi kontrak pintar. Penelitian ini berfokus pada implementasi sistem keamanan dalam rantai pasokan berbasis blockchain untuk minyak sawit petani kecil menggunakan Otoritas Sertifikat (CA), Skema Multi-Saluran (MCS), dan Integrasi Kontrak Pintar (SCI). Metode yang digunakan meliputi identifikasi masalah, pengumpulan dan analisis data, pengembangan model privasi dan keamanan, pengembangan prototipe, evaluasi privasi dan keamanan sistem, dan pengukuran kinerja sistem. Hasil menunjukkan bahwa implementasi sistem keamanan ini dapat secara signifikan meningkatkan keamanan, efisiensi, integritas data, otentikasi, dan kepercayaan dalam rantai pasokan minyak sawit. Pengukuran kinerja digunakan untuk mengevaluasi transaksi dan implementasi mekanisme keamanan yang diterapkan dalam sistem dengan mengukur throughput, tingkat pengiriman, latensi, dan utilitas sumber daya. Penelitian ini membahas keamanan, efisiensi, dan kinerja dalam rantai pasokan minyak sawit skala kecil berbasis blockchain dengan memperkenalkan otoritas sertifikat, skema multi-saluran untuk segregasi data, dan kerangka kerja kontrak pintar yang baru, serta mengevaluasi dampak gabungannya pada metrik kinerja sistem. Penelitian ini memberikan wawasan tentang upaya yang sedang berlangsung untuk mengamankan dan mengoptimalkan rantai pasokan minyak sawit skala kecil dan menawarkan wawasan tentang aplikasi dan manfaat praktis teknologi ini. Temuan ini memberikan rekomendasi berharga untuk adopsi dan integrasi teknologi ini dalam industri minyak sawit untuk meningkatkan keamanan, transparansi, kepercayaan, ketertelusuran, dan efisiensi rantai pasokan. © 2025 Penulis.

    Keywords: Minyak Sawit Skala Kecil Berbasis Blockchain; Otoritas Sertifikat; Skema Multi-saluran; Penilaian Kinerja; Peningkatan Keamanan; Integrasi Kontrak Pintar; Rantai Pasokan

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85208609592 

  • Sistem Pemantauan Tanaman Cabai Menggunakan Teknologi Deteksi Objek YOLO

    Sistem Pemantauan Tanaman Cabai Menggunakan Teknologi Deteksi Objek YOLO

    Penulis: Harun Sujadi, Budiman B., Dony Susandi, Elba Ghiffari Fitriasina, Trustorini Handayani

    Abstrak

    Pertanian tradisional dalam budidaya cabai seringkali membutuhkan bantuan dalam memantau kondisi tanaman secara efisien. Petani umumnya menggunakan metode manual untuk mengidentifikasi hama dan menentukan kebutuhan nutrisi tanah, yang seringkali tidak akurat dan memakan waktu. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas budidaya cabai dengan menerapkan teknologi pertanian cerdas menggunakan algoritma YOLO (You Only Look Once) untuk deteksi hama daun secara real-time. Metode yang digunakan adalah pengembangan sistem, yang meliputi pengumpulan data, pelatihan model, dan evaluasi kinerja sistem. Hasil uji menunjukkan bahwa teknologi YOLO dapat mengidentifikasi hama dengan akurasi yang cukup tinggi, memungkinkan petani untuk mengambil tindakan cepat dan tepat. Penerapan pertanian cerdas diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, mengurangi kerugian akibat hama, dan mendukung praktik pertanian berkelanjutan. Kontribusi utama penelitian ini adalah pengembangan sistem pemantauan berbasis YOLO yang dapat mendukung efisiensi budidaya cabai di Indonesia. © Fakultas Teknik, Universitas Taylor.

    Keywords: Pertanian; Tanaman Chili; Penelitian dan pengembangan; Pertanian cerdas; YOLO

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/105002405701

  • Sistem Deteksi Stunting Anak Berbasis Internet of Things untuk Mendukung Supporting Sustainable Development Goals

    Sistem Deteksi Stunting Anak Berbasis Internet of Things untuk Mendukung Supporting Sustainable Development Goals

    Penulis: Syahrul S., Sri Nurhayati, Mochamad Fajar Wicaksono, Tiara Nurul Fatimah

    Abstrak

    Penelitian ini berfokus pada deteksi stunting anak secara real-time menggunakan alat ukur yang didukung oleh teknologi Internet of Things (IoT). Stunting anak mengacu pada kondisi yang ditandai dengan pertumbuhan tinggi badan yang terganggu dan tidak sesuai dengan usia anak. Salah satu strategi utama pemerintah untuk memerangi stunting adalah melalui Posyandu yang memainkan peran penting dalam inisiatif kesehatan masyarakat. Saat ini, sebagian besar Posyandu di Indonesia masih mengandalkan metode manual untuk memantau gizi anak, dengan adopsi teknologi IoT yang terbatas untuk tujuan ini. Penelitian ini memperkenalkan sistem yang terdiri dari komponen perangkat keras dan perangkat lunak untuk mengatasi kesenjangan ini. Perangkat keras meliputi sensor load cell untuk mengukur berat badan dan sensor ultrasonik untuk mengukur tinggi badan. Sensor-sensor ini diintegrasikan dengan mikrokontroler ESP32 untuk pengolahan data. Komponen perangkat lunak adalah aplikasi berbasis web yang menerima data yang ditransmisikan dari perangkat keras melalui teknologi IoT. Selama pengujian, perangkat keras menunjukkan pengukuran berat dan tinggi badan anak yang akurat, dengan kesalahan rata-rata hanya 0,14 kg untuk berat dan 0 mm untuk tinggi. Lebih lanjut, aplikasi web bekerja dengan andal, memberikan informasi deteksi stunting dengan tingkat keberhasilan 100%. Studi ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs). © School of Engineering, Taylor’s University.

    Keywords: Internet of things; Mikrokontroler ESP32; Elektronik sensor; Sel beban sensor; Stunting


    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85219072040

  • Meningkatkan Keamanan Siber Pertanian: Memanfaatkan Pembelajaran Mendalam dan Model Bahasa Besar untuk Perlindungan Pertanian Cerdas

    Meningkatkan Keamanan Siber Pertanian: Memanfaatkan Pembelajaran Mendalam dan Model Bahasa Besar untuk Perlindungan Pertanian Cerdas

    Penulis: Hewa Majeed Zangana, Senny Luckyardi, Firas Mahmood Mustafa, Shuai Li

    DOI: 10.4018/979-8-3373-3296-3.ch010

    Abstrak

    Transformasi digital pertanian yang cepat melalui teknologi pertanian cerdas telah menghadirkan tantangan keamanan siber baru yang mengancam integritas, kerahasiaan, dan ketersediaan data dan sistem pertanian yang penting. Seiring dengan pertanian presisi, sensor yang didukung Internet of Things (IoT), dan pengambilan keputusan otomatis yang menjadi bagian integral dari pertanian modern, risiko yang terkait dengan ancaman siber, seperti pelanggaran data, serangan ransomware, dan kerentanan rantai pasokan, terus meningkat. Tidak seperti langkah-langkah keamanan tradisional, solusi berbasis AI, termasuk pembelajaran mendalam dan Model Bahasa Besar, menawarkan deteksi ancaman secara real-time, mekanisme pertahanan adaptif, dan kemampuan penilaian risiko yang ditingkatkan. Penelitian ini mengeksplorasi penerapan teknologi-teknologi ini dalam mengamankan jaringan pertanian, mulai dari deteksi intrusi hingga respons insiden otomatis. Penelitian ini juga menyajikan studi kasus solusi keamanan siber berbasis AI yang diimplementasikan di lingkungan pertanian. © 2025 oleh IGI Global Scientific Publishing.

    Keywords: Robot pertanian; Kehidupan buatan; Virus komputer

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/105004786381

  • Patriarki sebagai Penghalang bagi Pengusaha Wanita di Indonesia

    Patriarki sebagai Penghalang bagi Pengusaha Wanita di Indonesia

    Penulis: Wahdiniwaty R., Rustam D.A.

    DOI: 10.1088/1757-899X/662/3/032042

    Abstrak:

    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak Sistem Patriarki sebagai penghalang bagi Pengusaha Perempuan di Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Kualitatif dengan mengumpulkan data melalui Dokumentasi. Dalam pengumpulan data, penulis akan menggunakan data Sekunder untuk melengkapi makalah ini yang diambil dari Survei Tempo.Co tentang perkembangan Pengusaha Perempuan di Indonesia tahun 2018. Menariknya, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Patriarki tidak selalu menjadi beban bagi sebagian besar Pengusaha, khususnya Perempuan. Meskipun sistem patriarki semakin berkembang pesat di Indonesia dan menjadi masalah bagi perempuan termasuk pengusaha, hasil survei Tempo menunjukkan bahwa peningkatan jumlah pengusaha perempuan didasarkan pada sikap berani perempuan Indonesia dalam melawan patriarki. Penelitian ini dapat menjadi referensi untuk menyelidiki lebih lanjut tentang isu-isu yang dibahas. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Sistem Patriarki memang merupakan penghalang bagi pengusaha perempuan di Indonesia. © Diterbitkan di bawah lisensi oleh IOP Publishing Ltd.

    Keywords: Survei; Pengusaha perempuan; Indonesia; Metode kualitatif; Data sekunder; Pengusaha perempuan; Pengumpulan data


    Artikel ini dapat diakses di: https://www.scopus.com/pages/publications/85075859861

  • Integrasi Tanggung Jawab Sosial Perusahaan dengan Peran Pemangku Kepentingan dalam Proyek Usaha Kecil dan Menengah (UKM): Studi Kasus PT Chevron Geothermal Indonesia

    Integrasi Tanggung Jawab Sosial Perusahaan dengan Peran Pemangku Kepentingan dalam Proyek Usaha Kecil dan Menengah (UKM): Studi Kasus PT Chevron Geothermal Indonesia

    Penulis: Desayu Eka Surya, Wan Amizah Wan Mahmud

    DOI: 10.17576/JKMJC-2025-4101-18

    Abstrak:
    Penelitian ini mengkaji integrasi Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) dan Teori Pemangku Kepentingan dalam proyek usaha kecil dan menengah (UKM) PT Chevron Geothermal Indonesia (PT CGI) di Desa Samarang dan Desa Pasirwangi, Kabupaten Garut, Pulau Jawa, Indonesia. CSR telah menjadi instrumen strategis bagi perusahaan untuk mendorong pemberdayaan ekonomi, keberlanjutan lingkungan, dan kesejahteraan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah bagaimana inisiatif PT CGI, yakni Super Chicken, Perkebunan Pisang, dan Budidaya Jamur, selaras dengan kepentingan para pemangku kepentingan guna memastikan pembangunan berkelanjutan. Berlandaskan Teori Pemangku Kepentingan yang menyatakan bahwa perusahaan perlu memperhatikan kepentingan berbagai pemangku kepentingan, penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur, analisis dokumen, dan observasi langsung. Sebanyak enam belas informan kunci, yang terdiri atas perwakilan PT CGI, pejabat pemerintah daerah, serta penerima manfaat UKM, berpartisipasi dalam penelitian yang dilaksanakan pada periode Januari hingga Juli 2016. Temuan penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan pemangku kepentingan merupakan faktor krusial dalam keberhasilan CSR. Proyek Super Chicken meningkatkan ketahanan pangan dan pendapatan masyarakat lokal, inisiatif Perkebunan Pisang memperkuat keberlanjutan pertanian, sementara proyek Budidaya Jamur menyediakan peluang ekonomi, khususnya bagi perempuan dan kelompok marjinal. Inisiatif-inisiatif tersebut menggambarkan tujuan CSR dalam pembangunan berbasis komunitas, penciptaan nilai melalui pertumbuhan ekonomi dan pengembangan keterampilan, serta saling ketergantungan antara perusahaan dan masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa CSR paling efektif ketika diimplementasikan melalui model yang digerakkan oleh pemangku kepentingan, sehingga mendorong kemandirian jangka panjang dan penciptaan nilai bersama. Penelitian ini berkontribusi pada literatur CSR dan Teori Pemangku Kepentingan dengan memberikan wawasan mengenai bagaimana korporasi dapat mendorong pembangunan berkelanjutan melalui strategi CSR kolaboratif yang berorientasi pada tujuan.

    Keywords: Tanggung jawab sosial perusahaan; PT Chevron Geothermal Indonesia; Usaha Kecil dan Menengah (UKM); teori pemangku kepentingan; pembangunan berkelanjutan

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/105003189150

  • Aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk Mengidentifikasi Distribusi Objek Wisata dan Fasilitas Pendukung yang Berkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs)

    Aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk Mengidentifikasi Distribusi Objek Wisata dan Fasilitas Pendukung yang Berkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs)

    Penulis: Lia Warlina, Afredi A.

    DOI: 10.17509/ijost.v11i2.89803

    Abstrak:

    Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pola distribusi objek wisata, hotel, dan restoran, serta mengeksplorasi implikasinya terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di Kecamatan Lembang. Untuk menganalisis distribusi ini, pendekatan kuantitatif diterapkan menggunakan analisis tetangga terdekat dan teknik Sistem Informasi Geografis (SIG). Sebanyak 38 objek wisata diidentifikasi, termasuk 17 objek wisata alam, 17 objek wisata buatan, dan empat objek wisata budaya; semuanya menunjukkan pola distribusi yang tersebar. Terdapat 32 hotel dengan pola distribusi acak dan 178 restoran yang berkelompok. Objek wisata alam dicirikan oleh medan berbukit, hutan, lembah, dan sungai, yang mengakibatkan pemisahan fisik antara beberapa lokasi. Sebaliknya, objek wisata buatan dan budaya cenderung terkonsentrasi di daerah yang lebih mudah diakses, terutama di sepanjang jalur utama. Perlu dicatat, desa-desa seperti Cikahuripan, Cikidang, Mekarwangi, Suntenjaya, Wangunharja, dan Wangunsari memiliki objek wisata tetapi kekurangan fasilitas pendukung yang memadai, termasuk hotel dan restoran. Alokasi spasial objek wisata, akomodasi, dan restoran secara signifikan memengaruhi pencapaian SDGs. Pariwisata berkontribusi pada 14 dari 17 SDGs, terutama SDG 8 (mendorong peluang ekonomi), SDG 1 (mengurangi kemiskinan), dan SDG 5 (memajukan kesetaraan gender). © 2026 Tim Pengembang Jurnal UPI.

    Keywords: Sistem Informasi Geografis (SIG); Analisis tetangga terdekat; SDGs; Daya tarik wisata


    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/105015322980