Tag: kampus UNIKOM Bandung

  • Keluarga Mahasiswa Katolik (KMK) UNIKOM Gelar Mentoring Agama Inspiratif: Dorong Penguatan Iman Dan Karakter Mahasiswa

    Keluarga Mahasiswa Katolik (KMK) UNIKOM Gelar Mentoring Agama Inspiratif: Dorong Penguatan Iman Dan Karakter Mahasiswa

    BANDUNG, UNIKOM – Pentingnya integrasi antara iman dan kesehatan mental menjadi kunci dalam membentuk pribadi yang tangguh, berintegritas, serta memiliki keseimbangan antara aspek spiritual dan psikologis dalam kehidupan sehari-hari. Bertolak dari hal tersebut, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Keluarga Mahasiswa Katolik Universitas Komputer Indonesia (KMK UNIKOM) menyelenggarakan kegiatan Mentoring Agama pada Jumat, 10 April 2026. Bertempat di Ruang 4310 Kampus I UNIKOM, kegiatan tersebut diikuti oleh sejumlah mahasiswa Katolik yang akan melaksanakan tugas akhir, sebagai bagian dari upaya pembinaan spiritual dan penguatan karakter mahasiswa.

    Romo Antonius Jonmedi Tarigan hadir selaku nara sumber, yang memberikan pembekalan rohani sekaligus refleksi mendalam mengenai kehidupan iman di tengah dinamika akademik. Selain itu, hadir pula Direktur Kemahasiswaan UNIKOM, Andrias Darmayadi, S.IP, M.Si, Ph.D., didampingi Pembina KMK UNIKOM, Dr. Ir. Yuni Mogot, M.Si., CPR.,  yang memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.

    Pembina KMK UNIKOM, Dr. Yuni menyampaikan apresiasi mendalam kepada narasumber dan seluruh pihak yang terlibat. Ia menekankan bahwa mentoring agama merupakan bagian penting dalam proses pembinaan mahasiswa, tidak hanya dari sisi spiritual, tetapi juga sebagai salah satu syarat administratif bagi mahasiswa yang akan menempuh sidang akhir. “Terima kasih atas kesediaan Romo untuk hadir dan berbagi pengalaman serta pengetahuan kepada kami, juga kepada seluruh panitia yang membantu. Semoga melalui paparan materi yang diberikan, kami semua mendapatkan pencerahan dan penguatan untuk lebih baik lagi dalam berpikir maupun bersikap, tidak mudah putus asa saat berada dalam tekanan, dan terus berharap pada kerahiman Allah”, demikian tuturnya.

    Sementara itu, Direktur Kemahasiswaan UNIKOM, Andrias Darmayadi, S.IP., M.Si, Ph.D., dalam sambutan pembukanya turut menegaskan pentingnya kegiatan mentoring agama sebagai bagian dari penguatan karakter mahasiswa. Ia menyampaikan bahwa materi yang diberikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif dalam membentuk sikap, etika, dan tanggung jawab mahasiswa di lingkungan akademik maupun sosial.

    Rangkaian kegiatan mentoring kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Romo Antonius Jonmedi Tarigan dengan mengangkat tema “Mental Resilience: Restorasi dan Navigasi Mahasiswa dalam Menghadapi Burnout, Kecemasan, serta Proses Pemulihan Diri”, disambung dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif, di mana peserta tidak hanya menyimak pemaparan, tetapi juga aktif terlibat dalam diskusi dan refleksi bersama. Materi yang disampaikan juga menitikberatkan pada penguatan ketahanan iman, pembentukan integritas pribadi, serta relevansi nilai-nilai ajaran iman Katolik dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan modern.

    Melalui kegiatan mentoring agama tersebut, KMK UNIKOM berkomitmen menjadi wadah pembinaan yang holistik bagi mahasiswa Katolik, serta berkontribusi dalam menciptakan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki landasan moral dan spiritual yang kuat. Selain itu, kegiatan mentoring agama tersebut juga menjadi bukti nyata bahwa pendidikan tinggi tidak hanya berfokus pada aspek intelektual, tetapi juga pada pembentukan karakter dan nilai-nilai kemanusiaan yang berkelanjutan. (Direktorat Hms & Pro)

  • Dukung Mahasiswa Unggul, UNIKOM dan Djarum Foundation Jajaki Program Beasiswa Plus

    Dukung Mahasiswa Unggul, UNIKOM dan Djarum Foundation Jajaki Program Beasiswa Plus

    BANDUNG, UNIKOM – Selasa, 14 April 2026, Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) Bandung melakukan penjajakan kerja sama strategis dengan Bakti Pendidikan Djarum Foundation dalam rangka memperluas akses program unggulan Djarum Beasiswa Plus bagi mahasiswa berprestasi. Bertempat di Ruang Seminar Kampus I UNIKOM, kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan bidang kemahasiswaan UNIKOM serta perwakilan dari Bakti Pendidikan Djarum Foundation. Dari pihak UNIKOM. Direktur Kemahasiswaan, Andrias Darmayadi, S.IP., M.Si, Ph.D., hadir didampingi Ketua Divisi Beasiswa, Dr. Linna Ismawati, S.E., M.Si.  Sementara itu, Djarum Foundation diwakili oleh Ira Ratnati selaku Community Development Officer dan Sandy Yudha Nasution sebagai Deputy Community Development Manager.

    Andrias Darmayadi, Ph.D., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif kolaborasi tersebut. Ia menegaskan bahwa program Djarum Beasiswa Plus memiliki peran strategis dalam mendukung pengembangan mahasiswa UNIKOM, tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan. “Program ini membuka peluang besar bagi mahasiswa kami untuk berkembang secara komprehensif. Kami mengapresiasi komitmen Djarum Foundation yang tidak hanya memberikan dukungan finansial, tetapi juga pembinaan soft skills yang sangat penting dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia profesional”, demikian tuturnya. Sejalan dengan hal tersebut, Dr. Linna menyatakan kesiapan Divisi Beasiswa UNIKOM untuk mendukung penuh implementasi program, termasuk melakukan sosialisasi secara luas kepada mahasiswa yang memenuhi kriteria akademik dan nonakademik.

    Sementara itu, perwakilan Bakti Pendidikan Djarum Foundation, Ira Ratnati dan Sandy Yudha menjelaskan bahwa Djarum Beasiswa Plus merupakan program yang memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan beasiswa lainnya. Selain mendapatkan bantuan dana pendidikan selama satu tahun, para penerima beasiswa atau Beswan Djarum juga akan mengikuti berbagai pelatihan pengembangan diri yang komprehensif.

    Program pelatihan tersebut mencakup Character Building, Leadership Development, serta Nation Building yang dirancang untuk meningkatkan kecerdasan emosional, memperkuat jiwa kepemimpinan, serta menumbuhkan wawasan kebangsaan mahasiswa.

    Melalui penjajakan kerja sama tersebut, diharapkan terjalin sinergi berkelanjutan antara UNIKOM dan Djarum Foundation dalam mencetak generasi muda yang unggul, adaptif, dan berdaya saing tinggi di tingkat nasional maupun global. (Direktorat Hms & Pro)

  • UNIKOM Tuan Rumah Halal Bihalal Gabungan APTISI Jabar, LLDIKTI Wilayah IV, ABPPTSI Jabar dan APPERTI Jabar 2026: Perkuat Silaturahmi dan Kolaborasi Menuju Perguruan Tinggi Berprestasi

    UNIKOM Tuan Rumah Halal Bihalal Gabungan APTISI Jabar, LLDIKTI Wilayah IV, ABPPTSI Jabar dan APPERTI Jabar 2026: Perkuat Silaturahmi dan Kolaborasi Menuju Perguruan Tinggi Berprestasi

    BANDUNG, UNIKOM — Suasana hangat penuh kebersamaan mewarnai kegiatan Halal Bihalal gabungan yang mempertemukan para pemangku kepentingan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Jawa Barat. Kegiatan yang diselenggarakan pada Selasa, 14 April 2026 tersebut berlangsung di Auditorium Lantai 17 Smart Building UNIKOM, menghadirkan sinergi antara Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Jawa Barat, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV, Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABPPTSI) Jawa Barat, dan Aliansi Penyelenggara Perguruan Tinggi Indonesia (APPERTI) Jawa Barat.

    Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan Ketua APTISI Jawa Barat sekaligus Rektor UNIKOM, Prof. 3 Prof. HC. Dr. Ir. H. Eddy Soeryanto Soegoto. Dalam sambutannya, Prof. Eddy menyampaikan bahwa pelaksanaan Halal Bihalal secara gabungan tersebut memiliki makna strategis dalam memperlihatkan kekompakan antar asosiasi. Prof. Eddy juga menegaskan bahwa kegiatan Halal Bihalal ini sengaja dilaksanakan bersama-sama sebagai bentuk komitmen untuk menunjukkan kepada pimpinan perguruan tinggi dan para ketua yayasan bahwa keempat asosiasi senantiasa guyub dan solid dalam membangun kebersamaan.

    Lebih lanjut, Prof. Eddy menekankan pentingnya sinergi yang telah dibangun melalui tagline “Melangkah Bersama, Maju Bersama, dan Sukses Bersama”. Menurutnya, semangat tersebut menjadi pondasi dalam menyatukan sekitar 350 perguruan tinggi swasta di Jawa Barat, di mana perguruan tinggi yang unggul diharapkan dapat membina dan mendorong perguruan tinggi yang sedang berkembang agar mampu mencapai kemajuan bersama.

    Pada kesempatan tersebut, sebagai bentuk apresiasi, Ketua APTISI Jabar juga menyampaikan rasa syukur dan ucapan terima kasih serta memberikan piagam penghargaan kepada para sponsor dari berbagai perguruan tinggi di wilayah Jawa Barat yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, yang merupakan simbol komitmen untuk terus melangkah bersama dalam memperkuat sinergi dan kolaborasi antarperguruan tinggi di Wilayah Jawa Barat.

    Selanjutnya, Kepala LLDIKTI Wilayah IV, Dr. Lukman, S.T., M.Hum, dalam sambutannya melalui video virtual menyampaikan bahwa ke depan LLDIKTI Wilayah IV akan semakin mengoptimalkan berbagai layanan yang saat ini masih tertunda. Salah satunya terkait dengan kepatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan, di mana tanggal 30 April menjadi batas waktu bagi perguruan tinggi untuk melaporkan seluruh kegiatan pembelajaran semester 2025/2026. Hal ini penting agar seluruh aktivitas Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya yang berkaitan dengan mahasiswa, dapat tercatat dan dilaporkan kepada kementerian melalui Pangkalan Data Pendidikan Tinggi.

    Selain itu, Ketua APTISI Pusat, Dr. Ir. H. M. Budi Djatmiko, M.Si., M.E.I., melalui video virtual juga menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri serta permohonan maaf lahir dan batin. Dr. Budi turut menjelaskan makna bulan Syawal dan pentingnya saling memaafkan serta mensyukuri nikmat yang telah diberikan.

    Terakhir, sambutan disampaikan oleh Ketua ABPPTSI Jawa Barat, Dr. H. Ricky Agusiady, S.E., M.M., Ak., CFrA., CHRM, yang menegaskan bahwa kegiatan Halal Bihalal tersebut tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, melainkan harus dimaknai sebagai ruang strategis untuk memperkuat sinergi antar pengelola dan penyelenggara perguruan tinggi. Menurutnya, di tengah tantangan global dan disrupsi teknologi yang semakin kompleks, kolaborasi menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan dan kemajuan institusi pendidikan tinggi swasta.

    Dr. Ricky juga mengajak seluruh elemen, baik ABPPTSI, APTISI, maupun APPERTI, untuk terus memperkuat kolaborasi berbasis empat pilar utama. Pertama, penguatan tata kelola yayasan dan organisasi yang transparan, akuntabel, serta berlandaskan prinsip good governance. Ke dua, peningkatan kualitas pendidikan dengan memastikan seluruh PTS di Jawa Barat memiliki standar mutu yang kompetitif dan berkelanjutan. Ke tiga, pengembangan riset dan inovasi yang tidak hanya berorientasi pada publikasi ilmiah, tetapi juga memberikan solusi nyata bagi permasalahan masyarakat, khususnya di Jawa Barat. Ke empat, adaptasi teknologi pendidikan melalui pemanfaatan ekosistem digital guna menjaga relevansi proses pembelajaran di era modern.

    Puncak acara diisi dengan tausiah dan doa bersama oleh Ustad Dr. H. Aam Amiruddin, M.Si, yang mengangkat tema “Sucikan Hati, Rekatkan Silaturahmi, Kolaborasi untuk PTS Berprestasi. Dalam ceramahnya, Ustad Aam menjelaskan bahwa hikmah mencakup ilmu yang mendalam, ilmu yang diamalkan, serta kemampuan seseorang dalam mengambil pelajaran dari setiap peristiwa. Ia juga mengajak seluruh peserta untuk menjadikan momen Idul Fitri sebagai titik awal memperbaiki diri, memperkuat ukhuwah, serta membangun komitmen bersama dalam memajukan dunia pendidikan tinggi.

    Sebagai simbol saling memaafkan dan mempererat hubungan kekeluargaan kegiatan diakhiri dengan musafahah atau saling bersalam-salaman yang dilakukan oleh seluruh peserta. Melalui kegiatan Halal Bihalal gabungan APTISI Jabar, LLDIKTI Wilayah IV, ABPPTSI Jabar, dan APPERTI Jabar, diharapkan tercipta hubungan yang semakin solid antar perguruan tinggi swasta di Jawa Barat, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan inovasi dan prestasi di bidang pendidikan tinggi. (Direktorat Hms & Pro)

  • Meningkatkan Kinerja Bisnis Startup Melalui Strategi Iteratif dan Program Lean: Wawasan dari Ibu Kota di Indonesia untuk Membuka Potensi Asia Tengah

    Meningkatkan Kinerja Bisnis Startup Melalui Strategi Iteratif dan Program Lean: Wawasan dari Ibu Kota di Indonesia untuk Membuka Potensi Asia Tengah

    Penulis: Muhammad Fahreza Aulia, Dini Turipanam Alamanda, Ubaidillah Zuhdi, Grisna Anggadwita, Dinar Mariam Kurniati, Eddy Soeryanto Soegoto

    DOI: 10.14453/aabfj.v18i4.13

    Abstrak

    Penelitian ini menyelidiki pengaruh ekosistem startup terhadap kinerja bisnis startup di Ibu Kota (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi), dengan menekankan peran strategi inkremental iteratif dan program lean startup. Penelitian ini juga menganalisis kesamaan antara negara-negara Asia Tengah seperti Kazakhstan, Uzbekistan, dan kawasan Indonesia. Negara-negara Asia Tengah menghadapi tantangan unik, termasuk ekosistem yang kurang matang, hambatan regulasi, dan sikap budaya terhadap kewirausahaan. Dengan menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) pada data dari startup berusia 1-10 tahun, penelitian ini mengungkapkan bahwa strategi-strategi ini secara signifikan memediasi hubungan antara dukungan ekosistem dan keberhasilan startup, meningkatkan optimasi pasar, inovasi, dan keberlanjutan. Startup mencapai hasil keuangan dan non-keuangan yang lebih baik dengan memanfaatkan struktur ekosistem secara efektif melalui metodologi yang gesit. Dengan mengambil pelajaran dari pengalaman ibu kota, para pembuat kebijakan di Asia Tengah dapat meningkatkan lingkungan startup melalui struktur dukungan yang kuat, kejelasan regulasi, dan pendidikan tentang metodologi yang gesit. Penelitian ini menawarkan model untuk meningkatkan kinerja bisnis startup melalui dukungan ekosistem dan ketangkasan strategis, yang dapat menjadi informasi bagi pengembangan kebijakan dan program di wilayah lain. © 2024, University of Wollongong. Semua hak dilindungi undang-undang.

    Kata kunci penulis

    Strategi Iteratif; Program Lean Startup; Kinerja Bisnis Startup; Ekosistem Startup

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85217047456

  • Peran Organisasi Masyarakat Sipil dalam Mendorong Perubahan Sosial dan Politik di Indonesia

    Peran Organisasi Masyarakat Sipil dalam Mendorong Perubahan Sosial dan Politik di Indonesia

    Yudi Rusfiana, Dewi Kurniasih

    DOI: 10.29333/ejecs/2154

    Abstrak

    Organisasi Masyarakat Sipil berperan sebagai pilar penting kemajuan masyarakat, mendorong transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi warga dalam pemerintahan sekaligus mengadvokasi hak asasi manusia, keadilan sosial, dan keberlanjutan lingkungan. Penelitian ini menganalisis peran Organisasi Masyarakat Sipil dalam mendorong perubahan sosial dan politik di Indonesia. Dengan menggunakan desain penelitian kualitatif, data dikumpulkan melalui analisis dokumen dan wawancara mendalam. Analisis tematik digunakan untuk menganalisis data, mengidentifikasi pola dan tema yang berkaitan dengan strategi Organisasi Masyarakat Sipil, interaksi dengan negara, dampak pada kebijakan, dan tantangan. Organisasi Masyarakat Sipil di Indonesia menggunakan beragam strategi advokasi, termasuk lobi, kampanye publik, mobilisasi akar rumput, dan pembangunan koalisi, untuk memajukan perubahan sosial dan politik. Mereka berinteraksi dengan pembuat kebijakan dan lembaga pemerintah untuk memengaruhi legislasi dan membentuk kebijakan. Meskipun menghadapi tantangan, Organisasi Masyarakat Sipil sangat penting dalam mempromosikan akuntabilitas pemerintah, transparansi, dan keterlibatan warga. Pengakuan akan peran vital Organisasi Masyarakat Sipil dalam mempromosikan tata kelola demokrasi dan keadilan sosial dapat mendorong kolaborasi yang lebih besar antara masyarakat sipil, pemerintah, dan komunitas internasional. Penelitian ini berkontribusi pada ilmu politik, ilmu sosial, dan studi pembangunan dengan menawarkan kajian komprehensif tentang peran Organisasi Masyarakat Sipil di Indonesia. Penelitian ini mengisi kesenjangan yang signifikan dalam literatur akademis dengan menganalisis secara sistematis strategi, interaksi, dampak, dan tantangan, memberikan wawasan berharga untuk penelitian dan pengembangan kebijakan di masa mendatang. Selain itu, penelitian ini menggarisbawahi pentingnya masyarakat sipil dalam mempromosikan tata kelola demokrasi dan perubahan sosial di negara-negara demokrasi berkembang. © 2024, Florida Gulf Coast University. Semua hak dilindungi undang-undang.

    Kata kunci: Organisasi Masyarakat Sipil; tata kelola demokrasi; keadilan sosial; kemajuan masyarakat

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85205838905

  • Kerangka Kerja Intelijen Geospasial untuk Perencanaan Infrastruktur BTS Menuju Target Akses Internet Universal di Indonesia

    Kerangka Kerja Intelijen Geospasial untuk Perencanaan Infrastruktur BTS Menuju Target Akses Internet Universal di Indonesia

    Penulis: Anjar Dimara Sakti, I Gusti Ayu Andani, Anissa Dicky Putri, Muhammad Rizky Zakiar, Ismail Al Faruqi, Cokro Santoso, Rezzy Eko Caraka, Pitri Rohayani, Fabian Surya Pramudya, Arie Wahyu Wijayanto

    DOI: 10.1016/j.jag.2024.104274

    Abstrak

    Cakupan internet yang merata telah muncul sebagai prioritas global utama, yang sangat penting untuk mempromosikan pembangunan inklusif dan berkelanjutan. Pemerintah Indonesia bertujuan untuk menyediakan akses internet universal pada tahun 2024, khususnya di daerah terpencil. Penelitian ini memperkenalkan pendekatan berbasis pembelajaran mesin yang baru untuk mengidentifikasi area prioritas untuk penyebaran menara Base Transceiver Station (BTS), yang sangat penting untuk mencapai target akses internet pemerintah. Indeks Prioritas Jaringan BTS dikembangkan dengan mengintegrasikan estimasi permintaan internet dengan indeks kesesuaian BTS yang berasal dari prediktor utama: kedekatan dengan stasiun fiber optik, kesesuaian fisik-lingkungan, dan kesiapan infrastruktur-ekonomi. Model tersebut mengidentifikasi area dengan permintaan internet tinggi dan kesesuaian BTS tinggi sebagai area paling penting untuk pengembangan segera, mencakup 20 km2. Selain itu, pengembangan BTS di masa mendatang harus menargetkan area dengan permintaan tinggi tetapi kesesuaian sedang (900 km2) dan permintaan sedang tetapi kesesuaian tinggi (280 km2). Untuk memvalidasi metodologi, model Random Forest digunakan, yang mencapai nilai area di bawah kurva sebesar 0,7315, menunjukkan kinerja prediksi yang kuat. Untuk parameter Kesesuaian Penyebaran BTS, mediannya adalah 0,65, dengan kuartil bawah dan atas masing-masing sebesar 0,44 dan 0,85, yang menegaskan bahwa sebagian besar lokasi yang diusulkan sangat sesuai untuk pengembangan. Pendekatan sistematis ini memberikan wawasan berbasis data untuk distribusi menara BTS yang adil guna memastikan perluasan infrastruktur internet yang efisien di seluruh Indonesia. Lebih lanjut, penelitian ini menawarkan kerangka kerja yang dapat diadaptasi oleh negara lain yang bertujuan untuk meningkatkan infrastruktur digital mereka dan mencapai akses internet yang komprehensif dan merata. © 2024 Penulis

    Kata kunci: Aksesibilitas internet; Pembelajaran mesin; Penginderaan jauh; Penilaian spasial

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85209593186

  • Kesejahteraan Sosial Masyarakat Pedesaan sebagai Fungsi Pemberdayaan Pekerja Sosial

    Kesejahteraan Sosial Masyarakat Pedesaan sebagai Fungsi Pemberdayaan Pekerja Sosial

    Penulis: Dewi Kurniasih, Maisya Chaluela Anjani

    DOI: 10.29333/ejecs/2350

    Abstrak

    Pekerja sosial memainkan peran penting dalam meningkatkan standar hidup masyarakat pedesaan. Mengingat peran penting layanan pekerjaan sosial dalam menangani potensi masalah kemiskinan dan kondisi ekonomi yang buruk di masyarakat pedesaan, khususnya di negara-negara berkembang, penelitian ini mengintegrasikan pandangan penargetan berbasis komunitas dengan teori pemberdayaan untuk menentukan peran pekerja sosial dalam mencapai kesejahteraan masyarakat di daerah pedesaan. Menggunakan data survei rumah tangga pedesaan dari 597 rumah tangga dari 15 komunitas pedesaan di dua provinsi di Indonesia, alat statistik modern, yaitu SmartPLS, menganalisis data tersebut. Hasil menunjukkan bahwa hubungan kerja, keterampilan dan variasi, serta keselarasan moral pekerja sosial dengan masyarakat pedesaan meningkatkan kualitas pemberdayaan mereka. Pemberdayaan pekerja sosial lebih lanjut menyampaikan pentingnya peran mereka dalam membantu masyarakat pedesaan mewujudkan pembangunan ekonomi dan kesejahteraan dengan menyediakan kebutuhan dasar berupa pendidikan, fasilitas kesehatan, kesempatan kerja, dan lain-lain. Temuan studi saat ini berharga bagi para praktisi dan pembuat kebijakan, khususnya untuk fokus pada program pengembangan masyarakat pedesaan dengan memanfaatkan upaya pekerja sosial dan memperluas jaringan sosial mereka untuk mendapatkan manfaat maksimal. © 2025, Florida Gulf Coast University. Semua hak dilindungi undang-undang.

    Kata kunci: kesejahteraan masyarakat; penargetan berbasis masyarakat; pemberdayaan; keselarasan moral; masyarakat pedesaan; keterampilan; pekerja sosial


    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/105004284382

  • Sistem Pemantauan Tanaman Cabai Menggunakan Teknologi Deteksi Objek YOLO

    Sistem Pemantauan Tanaman Cabai Menggunakan Teknologi Deteksi Objek YOLO

    Penulis: Harun Sujadi, Budiman B, Nunu Nurdiana, Dony Susandi, Elba Ghiffari Fitriasina, Trustorini Handayani

    Abstrak

    Pertanian tradisional dalam budidaya cabai seringkali membutuhkan bantuan dalam memantau kondisi tanaman secara efisien. Petani umumnya menggunakan metode manual untuk mengidentifikasi hama dan menentukan kebutuhan nutrisi tanah, yang seringkali tidak akurat dan memakan waktu. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas budidaya cabai dengan menerapkan teknologi pertanian cerdas menggunakan algoritma YOLO (You Only Look Once) untuk deteksi hama daun secara real-time. Metode yang digunakan adalah pengembangan sistem, yang meliputi pengumpulan data, pelatihan model, dan evaluasi kinerja sistem. Hasil uji menunjukkan bahwa teknologi YOLO dapat mengidentifikasi hama dengan akurasi yang cukup tinggi, memungkinkan petani untuk mengambil tindakan cepat dan tepat. Penerapan pertanian cerdas diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, mengurangi kerugian akibat hama, dan mendukung praktik pertanian berkelanjutan. Kontribusi utama penelitian ini adalah pengembangan sistem pemantauan berbasis YOLO yang dapat mendukung efisiensi budidaya cabai di Indonesia. © School of Engineering, Taylor’s University.

    Kata kunci: Pertanian; Tanaman Chili; Penelitian dan pengembangan; Pertanian cerdas; YOLO

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/105002405701

  • Analisis dan Desain Sistem Bimbingan Belajar Cerdas Berbasis Web dalam Sistem Pembelajaran Tentara Nasional Indonesia

    Analisis dan Desain Sistem Bimbingan Belajar Cerdas Berbasis Web dalam Sistem Pembelajaran Tentara Nasional Indonesia

    Penulis: Bobi Kurniawan, Meyliana M, Harco Leslie Hendric Spits Warnars, Bambang Suharjo

    Abstrak

    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendesain perangkat lunak untuk sistem bimbingan belajar cerdas berbasis web yang meningkatkan efektivitas dan adaptabilitas dalam proses pembelajaran di lingkungan Tentara Nasional Indonesia dengan mempersonalisasi siswa. Metode penelitian ini mengadopsi Unified Modeling Language (UML) yang digunakan sebagai kerangka kerja untuk mendesain sistem bimbingan belajar cerdas dalam pembelajaran berdasarkan personalisasi siswa. Sistem ITS ini dikembangkan berdasarkan model responsif yang telah dikembangkan berdasarkan komponen dan sub-komponen yang diidentifikasi dari proses tinjauan pustaka dalam penelitian kami sebelumnya. Implementasi sistem pembelajaran cerdas berbasis personalisasi siswa ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar, memberikan umpan balik yang lebih spesifik, dan siswa mendapatkan materi sesuai dengan gaya belajar masing-masing. © School of Engineering, Taylor’s University.

    Kata Kunci: Adaptif; Sistem bimbingan belajar cerdas; Gaya belajar; Militer; Bahasa Pemodelan Terpadu

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/105002428940

  • Sistem Deteksi Stunting pada Anak Berbasis Internet of Things untuk Mendukung Sustainable Development Goals

    Sistem Deteksi Stunting pada Anak Berbasis Internet of Things untuk Mendukung Sustainable Development Goals

    Penulis: Syahrul S, Sri Nurhayati, Mochamad Fajar Wicaksono, Tiara Nurul Fatimah

    Abstrak

    Penelitian ini berfokus pada deteksi stunting anak secara real-time menggunakan alat ukur yang didukung oleh teknologi Internet of Things (IoT). Stunting anak mengacu pada kondisi yang ditandai dengan pertumbuhan tinggi badan yang terganggu dan tidak sesuai dengan usia anak. Salah satu strategi utama pemerintah untuk memerangi stunting adalah melalui Posyandu yang memainkan peran penting dalam inisiatif kesehatan masyarakat. Saat ini, sebagian besar Posyandu di Indonesia masih mengandalkan metode manual untuk memantau gizi anak, dengan adopsi teknologi IoT yang terbatas untuk tujuan ini. Penelitian ini memperkenalkan sistem yang terdiri dari komponen perangkat keras dan perangkat lunak untuk mengatasi kesenjangan ini. Perangkat keras meliputi sensor load cell untuk mengukur berat badan dan sensor ultrasonik untuk mengukur tinggi badan. Sensor-sensor ini diintegrasikan dengan mikrokontroler ESP32 untuk pengolahan data. Komponen perangkat lunak adalah aplikasi berbasis web yang menerima data yang ditransmisikan dari perangkat keras melalui teknologi IoT. Selama pengujian, perangkat keras menunjukkan pengukuran berat dan tinggi badan anak yang akurat, dengan kesalahan rata-rata hanya 0,14 kg untuk berat dan 0 mm untuk tinggi. Lebih lanjut, aplikasi web bekerja dengan andal, memberikan informasi deteksi stunting dengan tingkat keberhasilan 100%. Studi ini mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). © Sekolah Teknik, Universitas Taylor.

    Kata kunci: Internet of things, Mikrokontroler ESP32, Elektronik sensor, Sel beban sensor, Stunting


    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85219072040