Tag: kampus teknologi di Bandung

  • Penilaian Visual Terhadap Elemen Lanskap di Taman Summarecon, Bandung

    Penilaian Visual Terhadap Elemen Lanskap di Taman Summarecon, Bandung

    Penulis: Dhini Dewiyanti, Seftiyandi Kurniawan, Tri Widianti Natalia, Nova Chandra Aditya

    DOI: 10.1063/5.0254657

    Abstrak:

    Komplek perumahan biasanya memiliki berbagai fasilitas lengkap untuk mendukung kenyamanan penghuninya. Salah satunya adalah ruang terbuka hijau atau taman, yang selain berfungsi untuk reboisasi kawasan, juga biasanya digunakan untuk berbagai kegiatan masyarakat. Beberapa komplek perumahan baru saat ini menampilkan banyak taman regional dengan desain estetis dan elegan, yang tentunya merupakan ide pengembang dengan tujuan meningkatkan citra kawasan sebagai salah satu permukiman yang tertata rapi dan bergengsi. Elemen lanskap yang diterapkan biasanya terdiri dari elemen softscape dan hardscape. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi nilai visual elemen softscape dan hardscape. Penelitian ini dieksplorasi melalui observasi lapangan terhadap aspek fisik dan aktivitas yang dilakukan oleh pengguna taman, yang kemudian dilakukan penilaian terhadap indikator yang ditentukan berdasarkan studi literatur. Kegiatan ini dilakukan di kawasan perumahan Summarecon Park, Bandung. Hasil penilaian memberikan indikasi tentang: 1) penilaian visual; 2) penggunaan taman. © 2025 Penulis.

    Artikel ini dapat diakses di: https://www.scopus.com/pages/publications/85219175875 

  • Tren Yang Sedang Berkembang Dalam Teknologi: Wawasan di Seluruh Bidang Pembelajaran Mesin, Digitalisasi, dan Aplikasi Industri

    Tren Yang Sedang Berkembang Dalam Teknologi: Wawasan di Seluruh Bidang Pembelajaran Mesin, Digitalisasi, dan Aplikasi Industri

    Penulis : Senny Luckyardi, Euis Neni Hayati, Amirullah Abduh, Rosmaladewi R., Nuria Haristiani

    Abstrak:

    Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis tren teknologi yang muncul, dengan fokus pada aplikasi pembelajaran mesin, transformasi digital, dan blockchain di berbagai industri, dengan penekanan pada penanganan tantangan utama, mendorong inovasi, dan mempromosikan solusi berkelanjutan dalam bisnis, pendidikan, dan konservasi lingkungan. Penelitian ini menggunakan berbagai metodologi seperti tinjauan pustaka, analisis sistematis, dan desain berbasis kasus. Temuan utama menyoroti penerapan teknik pembelajaran mesin untuk memprediksi tren pasar mata uang kripto meskipun sifatnya yang fluktuatif, potensi teknologi WebGIS dalam memajukan upaya konservasi lingkungan, dan peran blockchain dalam meningkatkan keamanan e-commerce. Diskusi juga mengeksplorasi bagaimana teknologi ini mendorong efisiensi bisnis yang lebih besar, mempromosikan keberlanjutan lingkungan, dan merevolusi metode pendidikan. Secara khusus, studi ini menekankan pentingnya mengadopsi teknologi yang muncul untuk mengatasi tantangan kontemporer, meningkatkan aksesibilitas digital, dan mengoptimalkan hasil organisasi dan masyarakat. Terakhir, penelitian ini memberikan perspektif komprehensif tentang bagaimana kemajuan teknologi membentuk kemajuan dan memberikan solusi di berbagai industri. © Sekolah Teknik, Universitas Taylor.

    Keywords: Kecerdasan buatan; Bibliometrik; Digitalisasi; Aplikasi industri; Pembelajaran mesin


    Artikel ini dapat diakses di: https://www.scopus.com/pages/publications/85219044486

  • Aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk Mengidentifikasi Distribusi Objek Wisata dan Fasilitas Pendukung yang Berkaitan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)

    Aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk Mengidentifikasi Distribusi Objek Wisata dan Fasilitas Pendukung yang Berkaitan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)

    Penulis: Lia Warlina, Afredi A.

    Abstrak

    Tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti pola distribusi objek wisata, hotel, dan restoran, serta mengeksplorasi implikasinya terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di Kabupaten Lembang. Untuk menganalisis distribusi ini, pendekatan kuantitatif diterapkan menggunakan analisis tetangga terdekat dan teknik Sistem Informasi Geografis (SIG). Sebanyak 38 objek wisata diidentifikasi, termasuk 17 objek wisata alam, 17 objek wisata buatan, dan empat objek wisata budaya; semuanya menunjukkan pola distribusi yang tersebar. Terdapat 32 hotel dengan pola distribusi acak dan 178 restoran yang berkelompok. Objek wisata alam dicirikan oleh medan berbukit, hutan, lembah, dan sungai, yang mengakibatkan pemisahan fisik antara beberapa lokasi. Sebaliknya, objek wisata buatan dan budaya cenderung terkonsentrasi di daerah yang lebih mudah diakses, terutama di sepanjang jalur utama. Perlu dicatat, desa-desa seperti Cikahuripan, Cikidang, Mekarwangi, Suntenjaya, Wangunharja, dan Wangunsari memiliki objek wisata tetapi kekurangan fasilitas pendukung yang memadai, termasuk hotel dan restoran. Alokasi spasial objek wisata, akomodasi, dan restoran secara signifikan memengaruhi pencapaian SDGs. Pariwisata berkontribusi pada 14 dari 17 SDGs, terutama SDG 8 (Pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi), SDG 1 (Tanpa kemiskinan), dan SDG 5 (Kesetaraan gender). © 2026 Tim Pengembang Jurnal UPI.

    Keywords: Sistem Informasi Geografis (SIG); Nearest neighbor analysis; SDGs; Daya tarik wisata
    Artikel ini dapat diakses di: https://www.scopus.com/pages/publications/105015322980

  • Dampak Pembangunan Infrastruktur terhadap Kualitas Udara

    Dampak Pembangunan Infrastruktur terhadap Kualitas Udara

    Penulis: Brandon Nathanael M., Firzanah Iffah S., Halena Fauziah Z., Kinanti Fathaya R., Hasna Hamidah, Irfan Dwiguna Sumitra

    DOI: –

    Abstrak:

    Di beberapa pusat kota besar, sering terjadi pembangunan infrastruktur sebagai respons terhadap tuntutan pertumbuhan penduduk. Operasi semacam ini membutuhkan investasi infrastruktur yang signifikan. Namun, penting untuk mengakui bahwa proyek konstruksi menghasilkan emisi gas rumah kaca, yang pada gilirannya memberikan pengaruh yang signifikan terhadap tingkat polusi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan sejauh mana pembangunan infrastruktur memengaruhi kualitas udara. Untuk mencapai tujuan ini, peneliti mengumpulkan sampel yang mengukur kadar karbon dioksida (CO2) dan karbon monoksida (CO) di berbagai lokasi dalam area penelitian. Penelitian dilakukan pada tiga interval waktu yang berbeda: pagi, siang, dan malam. Temuan mengungkapkan perbedaan konsentrasi CO2 dan CO di seluruh periode waktu tersebut. Penelitian ini berfungsi sebagai tolok ukur penting untuk mengukur volume polusi yang berasal dari kegiatan konstruksi infrastruktur dan dampaknya terhadap kualitas udara secara keseluruhan. © School of Engineering, Taylor’s University.

    Keywords: Konstruksi; Infrastruktur; Polusi
    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85204738020

  • Faktor-Faktor Penyumbang Emisi Gas Rumah Kaca di Sektor Pertanian untuk Mendukung Sustainable Development Goals (SDGs): Wawasan dari Tinjauan Literatur Sistematis yang Dilengkapi dengan Analisis Bibliometrik Komputasional

    Faktor-Faktor Penyumbang Emisi Gas Rumah Kaca di Sektor Pertanian untuk Mendukung Sustainable Development Goals (SDGs): Wawasan dari Tinjauan Literatur Sistematis yang Dilengkapi dengan Analisis Bibliometrik Komputasional

    Penulis: Herman S.Soegoto; Muhammad Aria Rajasa Pohan;   Senny Luckyardi; Sri Supatmi; Eri Amasawa;  Santi Phithakkitnukoon; Zainal Arifin Hasibuan

    DOI: 10.17509/ajse.v5i2.83667

    Abstrak:

    Produksi pertanian memberikan kontribusi signifikan terhadap emisi gas rumah kaca (GRK) dan perubahan iklim global. Penelitian ini ini melakukan tinjauan literatur sistematis untuk meneliti evolusi dan pendorong emisi GRK pertanian. Peneliti menganalisis data Web of Science, Scopus, dan Google Scholar menggunakan metode bibliometrik dan tematik. Analisis ini mengidentifikasi sumber emisi seperti penggunaan energi, pengelolaan tanah, aplikasi pupuk, dan pengelolaan ternak. Penelitian ini juga membahas langkah-langkah mitigasi seperti praktik berkelanjutan, pertanian presisi, dan energi terbarukan. Temuan menunjukkan bahwa budidaya tanaman, aktivitas peternakan, dan perubahan penggunaan lahan tetap menjadi sumber emisi utama. Inovasi teknologi dan strategi berbasis kebijakan membentuk kembali lanskap penelitian. Penelitian ini menyediakan kerangka kerja untuk memahami emisi GRK pertanian dan mendukung intervensi untuk mengurangi jejak karbon pada sektor ini serta mendukung Sustainable Development Goals (SDGs). © 2025 Kantor Jurnal dan Publikasi UPI.

    Keywords: Produksi pertanian; Sumber emisi; Emisi gas rumah kaca; Strategi mitigasi; Sustainable Development Goals (SDGs); Praktik berkelanjutan; Tinjauan literatur sistematis

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/105006917187

  • Sistem Pemantauan Irigasi Berbasis Internet of Things

    Sistem Pemantauan Irigasi Berbasis Internet of Things

    Penulis:  Eddy Soeryanto Soegoto;  Agis Abhi Rafdhi; Dina Oktafiani; Rizky Jumansyah.

    Abstrak:

    Penelitian ini bertujuan untuk memantau keberlanjutan sistem irigasi melalui aplikasi smartphone. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data primer dan sekunder, didukung oleh analisis deskriptif kuantitatif dan desain prototipe. Hasil penelitian berupa desain aplikasi yang mudah dipahami dan digunakan dalam kegiatan pemantauan sistem irigasi secara rutin. Berdasarkan desain tersebut, hasil menunjukkan bahwa desain tampilan aplikasi dilengkapi dengan fitur informasi kualitas air, ketinggian air, debit air, dan titik lokasi pintu irigasi. Oleh karena itu, penelitian ini mengkaji kendala-kendala dalam pemantauan irigasi pertanian, sistem irigasi pertanian, dan kebutuhan petani dalam desain aplikasi yang digunakan. Desain aplikasi sistem irigasi ini diharapkan dapat membantu petani meningkatkan produksi pertanian untuk mendukung konsep ekonomi hijau di sektor pertanian. © 2022 Taylor’s University. All rights reserved.

    Keywords: IoT; Irigasi; Sistem pemantauan

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85136174030

  • Merancang dan Membangun Sistem Pengukuran Kualitas Air dengan Berbagai Kedalaman Menggunakan Protokol RS-485 Berbasis Ponsel Pintar Android

    Merancang dan Membangun Sistem Pengukuran Kualitas Air dengan Berbagai Kedalaman Menggunakan Protokol RS-485 Berbasis Ponsel Pintar Android

    Penulis: Anadita Rizti Oktavia; Jana Utama

    DOI: 10.1063/5.0176606

    Abstrak:

    Pengelolaan sumber daya air, khususnya ekosistem danau atau waduk, harus diperhatikan. Saat ini, pengukuran kualitas air dalam budidaya perikanan biasanya hanya dilakukan di permukaan air; karena tidak selalu berada di atas permukaan air, sehingga perlu dirancang sistem sensor yang dapat mengukur kondisi udara pada berbagai kedalaman tertentu. Sistem sensor yang dirancang untuk mengukur kualitas udara fisik dan kimia pada berbagai kedalaman ini menggunakan sensor suhu dan sensor pH. Untuk mengukur kedalaman, sistem ini menggunakan sistem katrol yang disisipkan encoder putar. Dari panjang tali yang ditarik/diregangkan, dapat ditentukan berapa meter kedalaman yang diukur. Selain itu, data yang diperoleh akan dikirim melalui protokol RS-485 dan disimpan ke Data Logger, dan sistem ini juga dilengkapi dengan lokasi pengukuran. Semua informasi akan dapat diakses menggunakan Smartphone Android melalui server lokal via Bluetooth pada aplikasi yang telah disediakan. Hasil pengujian perangkat yang terdiri dari sensor suhu memiliki kesalahan 1%, sensor pH 3,1%, dan pengukuran kedalaman menggunakan encoder putar memiliki kesalahan 0,77%. Pengujian langsung dilakukan di 3 lokasi berbeda dan ditemukan bahwa perbedaan kedalaman udara memengaruhi suhu dan pH udara, di mana semakin dalam udara, semakin rendah suhunya. Perubahan nilai pH terhadap kedalaman udara juga berpengaruh karena ketika intensitas panas dari sinar matahari meningkat, suhu permukaan akan meningkat, sehingga kelarutan karbon dioksida akan menurun sehingga pH juga akan meningkat dan udara menjadi basa. © 2023 Author(s).

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85177584618

  • Pengembangan Prototipe Pompa Tangki Penyimpanan Air untuk Penyiraman Tanaman menggunakan Internet of Things (IoT) dengan Energi Surya

    Pengembangan Prototipe Pompa Tangki Penyimpanan Air untuk Penyiraman Tanaman menggunakan Internet of Things (IoT) dengan Energi Surya

    Penulis: H. Henny ; Agus Heri Setya Budi ; Muhammad Aditya; Ramli, Nur Izzati; Alias Masek

    DOI: 10.1109/INCITEST64888.2024.11121424

    Abstrak:

    Kekurangan air menyebabkan pertumbuhan tanaman terhambat. Meskipun demikian, sistem pemanen air untuk penyiraman tanaman menggunakan metode konvensional membutuhkan tenaga kerja untuk mengontrol dan memantau proses pemompaan air. Karena itu, sistem Air Otomatis di Tangki Penyimpanan dapat mengatasi masalah tersebut. Untuk mengatasi kesulitan dalam memastikan pasokan air yang cukup untuk penyiraman tanaman, IoT dan energi surya dikembangkan. ESP32 yang dibangun dengan modul Wi-Fi digunakan sebagai sistem pengontrol untuk berkomunikasi dengan sistem. Lingkup penelitian ditentukan sebelum desain dibuat untuk memastikan bahwa prototipe yang dihasilkan dapat memenuhi tujuan yang ditetapkan. Tujuan proyek ini adalah untuk memastikan bahwa sistem air ini dapat dikontrol menggunakan teknologi nirkabel. Aplikasi Blynk digunakan pada ponsel pintar untuk mengontrol pompa dan memantau level air di tangki penyimpanan. Pengguna hanya perlu membuka sistem di ponsel pintar mereka untuk memantau persentase kapasitas air yang terdeteksi oleh sensor ultrasonik. Kondisi ini ditunjukkan dengan tiga LED untuk setiap kondisi yaitu merah (rendah), kuning (sedang), dan hijau (penuh). Proyek ini juga menggunakan energi surya, yang akan menghemat uang petani dan mengurangi penggunaan bensin untuk menghasilkan tenaga guna memompa air. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa penelitian ini berhasil mengembangkan sistem yang mengatasi masalah serta mempermudah pekerjaan pertanian. © 2024 IEEE.

    Keywords: pemanen air; IoT; energi surya; ketinggian airArtikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/105015880393

  • Meningkatkan Kepercayaan dalam Keuangan Digital: Blockchain ​​dan AI untuk Solusi Fintech yang Aman dan Transparan

    Meningkatkan Kepercayaan dalam Keuangan Digital: Blockchain ​​dan AI untuk Solusi Fintech yang Aman dan Transparan

    Kemajuan teknologi keuangan (FinTech) yang semakin pesat telah membawa inovasi signifikan sekaligus menimbulkan kekhawatiran tentang keamanan, transparansi, dan kepercayaan. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana blockchain dan kecerdasan buatan (AI) meningkatkan kepercayaan dalam keuangan digital dengan memperkuat keamanan, meningkatkan deteksi penipuan, dan memastikan kepatuhan terhadap peraturan. Penelitian ini secara sistematis meninjau integrasi blockchain dan AI dalam operasi keuangan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Temuan menunjukkan bahwa blockchain meningkatkan keamanan transaksi melalui desentralisasi dan kekebalan terhadap perubahan, sementara AI secara signifikan meningkatkan deteksi penipuan dan penilaian risiko melalui analitik prediktif dan pembelajaran mesin. Kemajuan ini didorong oleh kemampuan blockchain untuk memastikan integritas data dan kapasitas AI untuk menganalisis kumpulan data yang besar secara real-time. Penelitian ini menyoroti potensi teknologi ini untuk meningkatkan kepercayaan konsumen, mendorong inklusi keuangan, dan meningkatkan ketahanan sistem keuangan digital. Namun, kompleksitas peraturan, biaya integrasi yang tinggi, dan masalah interoperabilitas harus diatasi untuk memungkinkan penerapan yang lebih luas. © School of Engineering, Taylor’s University.

    Penulis : Luckyardi, Senny; Fahrezi, Muhamad; Soegoto, Eddy Soeryanto

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/105001500348

  • Perkuat Inovasi Akademik: UNIKOM Gelar Sosialisasi Skema Kelulusan Non Skripsi

    Perkuat Inovasi Akademik: UNIKOM Gelar Sosialisasi Skema Kelulusan Non Skripsi

    BANDUNG, UNIKOM – Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) terus memperkuat transformasi akademik melalui penyelenggaraan Sosialisasi Skema Kelulusan Non Skripsi pada hari Rabu, 21 Januari 2026. Bertempat di Ruang Serba Guna (RSG) Lantai 15 Smart Building UNIKOM, kegiatan tersebut menjadi langkah strategis universitas dalam menyesuaikan sistem kelulusan dengan dinamika perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan dunia kerja.

    Hadir pada kesempatan tersebut, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Dr. Hj. Umi Narimawati, Dra., S.E., M.Si., Wakil Rektor III Bidang Riset, Inovasi, dan Akreditasi, Assoc. Prof. Dr. Ir. Herman Soegoto., MBA., serta para Dekan, para Ketua Program Studi, Ketua Divisi Kurikulum, Tim AdHoc Skema Kelulusan Non Skripsi, juga para dosen di lingkungan UNIKOM.

    Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Dr. Hj. Umi Narimawati, Dra., S.E., M.Si., menegaskan bahwa skema kelulusan non skripsi merupakan bentuk inovasi akademik yang dirancang untuk memberikan alternatif penyelesaian studi yang tetap menjunjung tinggi mutu dan capaian pembelajaran lulusan. “Skema kelulusan non skripsi merupakan langkah strategis universitas dalam menjawab tantangan pendidikan tinggi yang semakin dinamis. Kebijakan ini memberikan fleksibilitas bagi mahasiswa untuk menyelesaikan studi melalui berbagai bentuk tugas akhir yang relevan dengan kompetensi program studi, seperti proyek, prototipe, karya desain, publikasi ilmiah, maupun laporan magang yang mendalam, tanpa mengurangi standar mutu akademik”, tutur Prof. Umi. Menurutnya, skripsi tidak lagi menjadi satu-satunya pilihan, melainkan salah satu alternatif bagi mahasiswa yang berminat pada riset, sementara mahasiswa dengan keunggulan praktis dan inovatif dapat menunjukkan capaian pembelajarannya melalui karya yang aplikatif dan berdampak, sejalan dengan kebutuhan industri dan perkembangan zaman.

    Memasuki sesi inti, Tim AdHoc Skema Kelulusan Non Skripsi yang dipimpin oleh  Deputi Wakil Rektor IV, Adam Mukharil Bachtiar, S.Kom., M.T., Ph.D., memaparkan secara komprehensif konsep, mekanisme, serta bentuk implementasi skema tersebut. Pemaparan disampaikan secara sistematis, mencakup landasan kebijakan, kriteria mahasiswa, hingga model penilaian yang akan diterapkan di lingkungan UNIKOM.

    Rangkaian kegiatan diakhiri dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif. Berbagai pertanyaan dari para peserta menunjukkan tingginya perhatian terhadap skema kelulusan tersebut sebagai alternatif penyelesaian studi di masa mendatang.

    Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, UNIKOM berharap seluruh sivitas akademika memperoleh pemahaman yang utuh mengenai skema kelulusan non skripsi, sehingga implementasinya dapat berjalan optimal dan selaras dengan visi universitas sebagai institusi pendidikan tinggi yang inovatif, adaptif, dan berdaya saing global. (Direktorat Hms & Pro)