Tag: kampus swasta terbaik di bandung

  • Model Sistem Rekomendasi Warna Lipstik Berbasis Realitas Tertambah untuk Membantu Mencegah Penyebaran COVID-19

    Model Sistem Rekomendasi Warna Lipstik Berbasis Realitas Tertambah untuk Membantu Mencegah Penyebaran COVID-19

    Penulis: Agustia R.D, Bryllyanti A

    DOI: 10.1063/5.0128549

    Abstrak

    Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan rekomendasi warna lipstik berdasarkan teori warna analog. Rekomendasi warna lipstik didasarkan pada warna kulit pengguna, di mana warna kulit yang diambil adalah warna kulit bibir. Deteksi titik penting wajah akan digunakan sebagai metode untuk mendeteksi posisi bibir pengguna di mana hasil rekomendasi warna lipstik dapat dilihat dalam bentuk realitas tertambah. Untuk mengetahui produk lipstik apa yang digunakan sebagai dasar rekomendasi warna lipstik, kuesioner didistribusikan menggunakan pengambilan sampel acak kepada 100 responden wanita, dan data diurutkan untuk mendapatkan tiga produk yang paling banyak digunakan oleh responden wanita di Indonesia. Berdasarkan hasil kuesioner, produk yang paling banyak digunakan oleh responden adalah produk Wardah, Makeover, dan Emina. Hasil penelitian ini adalah model sistem rekomendasi warna lipstik berdasarkan warna kulit pengguna menggunakan metode deteksi landmark wajah augmented reality. Berdasarkan pengujian kinerja, deteksi dapat dilakukan dengan baik dengan kriteria wajah menghadap kamera dengan posisi miring 0°-45°, jarak optimal antara kamera dan wajah adalah 20-80 cm, dan dengan pencahayaan optimal menggunakan lampu pijar 40W atau lampu neon 8W-23W. Selama pandemi COVID-19, penggunaan sampel produk lipstik secara bersamaan akan meningkatkan risiko tertular COVID-19 sehingga sistem rekomendasi warna lipstik akan menjadi alternatif untuk membantu mencegah penyebaran COVID-19. © 2023 Penulis.

    Kata kunci: Augmented reality; sistem rekomendasi warna lipstik


    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85177603924

  • Sistem Pemantauan Kualitas Udara bagi Pesepeda

    Sistem Pemantauan Kualitas Udara bagi Pesepeda

    Penulis: Aria M. ; Wangsanegara T. ; Kurniawan F. ; Maulana T.

    DOI: 10.1063/5.0129192

    Abstrak:
    Dalam beberapa tahun terakhir, emisi gas beracun yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil, aktivitas produksi industri, serta berkurangnya vegetasi telah memperburuk kondisi pencemaran udara. Konsentrasi gas berbahaya dan partikulat di atmosfer mengalami peningkatan. Kualitas udara berpengaruh terhadap kesehatan manusia, khususnya materi partikulat yang berdampak pada sistem pernapasan. Untuk mengetahui tingkat pencemaran udara yang dialami pengguna sepeda, diperlukan suatu instrumen yang mampu mendeteksi tingkat polusi udara, yang berfungsi sebagai pemantau kadar pencemaran sekaligus sebagai sistem deteksi dini terhadap pencemaran udara, sehingga dapat menjadi acuan bagi pesepeda dalam mengetahui apakah wilayah bersepeda yang dilalui memiliki kualitas udara yang baik atau tidak. Metode pengembangan sistem yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode prototipe, karena metode ini mudah dievaluasi dan dapat diimplementasikan secara bertahap. Perangkat keras yang dikembangkan terdiri atas tiga sensor, yaitu sensor gas MQ-7, MQ-135, serta sensor kelembapan DHT-11. Ketiga sensor tersebut terhubung dengan sebuah Arduino sebagai pengendali utama. Perangkat pengukuran kualitas udara ini mampu menghasilkan pemantauan polutan udara secara waktu nyata (real-time) berdasarkan data dari sensor, serta menampilkan informasi tersebut melalui layar Liquid Crystal Display (LCD). Berdasarkan hasil penelitian, perangkat ini memiliki keunggulan berupa biaya yang terjangkau, kemudahan penggunaan, konsumsi daya yang rendah, serta sistem pengumpulan data yang mudah dipahami. Dengan demikian, perangkat ini bermanfaat bagi pesepeda dalam meningkatkan kepedulian terhadap kondisi kesehatan udara di sekitar area bersepeda. © 2023 Penulis.

    Kata Kunci Penulis:
    kualitas udara; pesepeda; sistem pemantauan

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85177557112?

  • Peningkatan Implementasi Tingkat PCP: Pendekatan Strategis dengan Perangkat Lunak Arsitektur di Era COVID-19

    Peningkatan Implementasi Tingkat PCP: Pendekatan Strategis dengan Perangkat Lunak Arsitektur di Era COVID-19

    Penulis: Yeffry Handoko ; Zuriani Ahmad Zukarnain ; Rahma Wahdiniwaty ; Noorihan Abdul Rahman

    DOI: 10.1109/INCITEST59455.2023.10397031

    Abstrak:
    Pada periode 2020 hingga 2021, Indonesia dan Malaysia sama-sama terdampak oleh pandemi COVID-19. Kedua negara tersebut menerapkan pendekatan yang sangat serupa dalam membatasi akses ke wilayah tertentu, yang pada dasarnya mengandalkan kriteria yang sama. Di Indonesia, strategi PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) diterapkan, yang di dalamnya mencakup komponen terkait tingkat paparan individu terhadap COVID-19. Penentuan tingkat paparan ini terutama didasarkan pada pemantauan peningkatan jumlah individu yang melakukan kontak dengan orang yang terkonfirmasi positif COVID-19. Namun, dalam situasi pandemi, penting untuk mempertimbangkan tidak hanya individu yang telah terkonfirmasi terinfeksi COVID-19, tetapi juga mereka yang menunjukkan gejala serupa COVID-19 meskipun belum terdiagnosis. Individu-individu tersebut berpotensi menjadi agen penyebaran pandemi di dalam komunitasnya. Kondisi ini disebut sebagai tingkat Precaution COVID-19 Pandemic (PCP). Perlu dicatat bahwa hingga saat ini tingkat PCP belum memiliki definisi yang disepakati secara universal. Penentuan tingkat PCP lebih dipengaruhi oleh jumlah individu yang menunjukkan gejala mirip COVID-19, bukan semata-mata berdasarkan peningkatan jumlah kasus COVID-19 yang terkonfirmasi. Secara esensial, kedua negara menunjukkan pendekatan pengelolaan pandemi yang sebanding pada periode tersebut. Namun, kemunculan konsep tingkat PCP menegaskan perlunya perspektif yang lebih luas dalam menilai dampak pandemi terhadap masyarakat, dengan mempertimbangkan tidak hanya kasus terkonfirmasi, tetapi juga individu bergejala yang berpotensi berkontribusi terhadap penyebaran virus. Penentuan tingkat PCP dapat dimanfaatkan sebagai dasar kebijakan preventif serta sebagai pelengkap metode penentuan tingkat pandemi yang telah ada sebelumnya. Dua metode digunakan untuk merealisasikan konsep ini, yaitu pendekatan Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menghitung tingkat pandemi COVID-19 dan algoritma K-Means untuk pengelompokan pola. Data penelitian dikumpulkan dari 11 pusat kesehatan di Provinsi Jawa Barat. Hasil penelitian ini menegaskan potensi pendekatan multifaset dalam upaya pencegahan pandemi COVID-19. Dengan mengintegrasikan secara sinergis tiga algoritma yang diusulkan serta memanfaatkan data gejala yang memiliki keterkaitan erat dengan gejala utama COVID-19, penelitian ini menunjukkan pendekatan yang menjanjikan dalam penentuan dan penerapan langkah-langkah pencegahan selama pandemi berlangsung. Strategi holistik ini tidak hanya memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai penyebaran virus, tetapi juga membekali para pengambil keputusan dengan perangkat yang fleksibel untuk menyesuaikan tindakan pencegahan sesuai dengan berbagai kondisi, sehingga berkontribusi pada pengelolaan pandemi yang lebih efektif dan adaptif. © 2023 IEEE.

    Kata Kunci Penulis:
    klasterisasi; COVID-19; pendukung keputusan; pencegahan

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85185194944?

  • Pemodelan Pencegahan COVID-19 Berdasarkan Gejala Influenza dengan Pendekatan Filter Kalman

    Pemodelan Pencegahan COVID-19 Berdasarkan Gejala Influenza dengan Pendekatan Filter Kalman

    Penulis: Yeffry Handoko Putra ; Noorihan Abdul Rahman ; Zuriani Ahmad Zukarnain ; Rahma Wahdiniwaty

    DOI: 10.1109/ICSPIS59665.2023.10402787

    Abstrak:
    Sejumlah negara telah menghentikan pelaksanaan program pembatasan kegiatan masyarakat dalam penanganan COVID-19, termasuk Indonesia yang menghentikan program serupa pada akhir tahun 2022. Setiap negara mulai memasuki era baru, yaitu program pencegahan COVID-19, namun tidak semua negara memiliki data yang akurat mengenai jenis gejala yang dapat dijadikan indikator dalam upaya pencegahan. Ketidakakuratan ini diatasi dengan memanfaatkan karakteristik Filter Kalman, dengan asumsi bahwa gejala influenza dapat digunakan sebagai pendekatan untuk merepresentasikan gejala COVID-19. Berbagai model Filter Kalman diuji untuk merepresentasikan tingkat kewaspadaan terhadap pencegahan, yang dalam penelitian ini disebut sebagai COVID-19 Pandemic Precaution Level (PCP). Data penelitian ini diperoleh dari sejumlah gejala yang ditemukan dan memiliki kemiripan dengan gejala COVID-19 setelah tahun 2022, serta menghasilkan keluaran berupa beberapa model Filter Kalman untuk tingkat kewaspadaan normal dan kewaspadaan ekstrem. © 2023 IEEE.

    Kata Kunci Penulis:
    Model COVID-19; Influenza; Filter Kalman; Pencegahan; Gejala

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85184849450?

  • “Hidayah Sebagai Anugerah Terindah” Kajian MT Ashfiyatunisa UNIKOM Perkuat Spiritualitas Sivitas Akademika

    “Hidayah Sebagai Anugerah Terindah” Kajian MT Ashfiyatunisa UNIKOM Perkuat Spiritualitas Sivitas Akademika

    BANDUNG, UNIKOM — Jumat, 3 April 2026, Majelis Ta’lim (MT) Ashfiyatunisa Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) kembali menyelenggarakan kajian rutin mingguan yang dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Meeting dengan menghadirkan Ustadz Dedi Hariadi, Lc., yang dihadiri oleh jajaran pengurus serta jamaah dari sivitas akademika UNIKOM. Pada kesempatan tersebut, MT Ashfiyatunisa mengangkat tema “Anugerah Itu Bernama Hidayah: Bagian ke-2” sebagai lanjutan dari pembahasan sebelumnya yang sarat dengan nilai-nilai spiritual dan refleksi kehidupan.

    Kajian dibuka secara resmi oleh Ketua Pengurus MT Ashfiyatunisa, Apriani Puti Purfini, S.Kom., M.T., dan diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang disampaikan oleh Tilawah, Assoc. Prof. Dr. Adeh Ratna Komala, S.E., M.Si., CERA., bersama Dr. Surtikanti, S.E., M.Si., Ak., CA. Ayat yang dibacakan mengandung makna mendalam tentang hakikat hidayah, bahwa petunjuk sejati berasal dari Allah SWT semata, sebagaimana firman-Nya dalam QS. Al-Qasas ayat 56: “Innaka lā tahdī man aḥbabta walākinna Allāha yahdī man yasyā’, wa huwa a‘lamu bil-muhtadīn”, yang berarti “Sesungguhnya engkau (Muhammad) tidak dapat memberi petunjuk kepada orang yang engkau cintai, tetapi Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki, dan Dia lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk”.

    Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Ustadz Dedi Hariadi, Lc., yang menjelaskan bahwa hidayah merupakan anugerah paling berharga dalam kehidupan manusia. Hidayah tidak hanya mengarahkan seseorang kepada kebenaran, tetapi juga menghadirkan kemudahan dalam menjalankan ketaatan. Ia menegaskan bahwa kenikmatan dari ketaatan tersebut dikenal sebagai taufik, yakni kemampuan yang diberikan Allah SWT untuk senantiasa berada di jalan kebaikan.

    Lebih lanjut, Ustadz Dedi menyampaikan bahwa hidayah adalah satu-satunya jalan yang mengantarkan manusia menuju surga. Tanpa hidayah, seseorang tidak akan mampu mencapai keselamatan akhirat. Oleh karena itu, ketika seseorang telah memperoleh hidayah, sejatinya ia telah mendapatkan anugerah terbesar yang melampaui segala kenikmatan duniawi. “Hidayah akan memudahkan kita dalam melakukan kebaikan, dan sebaliknya akan mempersulit kita untuk melakukan keburukan. Inilah tanda bahwa Allah mencintai hamba-Nya dan menghendaki kebaikan baginya”, ungkapnya.

    Kajian tersebut menjadi momentum reflektif bagi para sivitas akademika UNIKOM untuk terus menjaga dan memohon hidayah dalam setiap aspek kehidupan. Melalui kegiatan tersebut, MT Ashfiyatunisa UNIKOM menunjukan komitmennya menjadi wadah pembinaan spiritual yang konsisten dalam membentuk insan yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia. (Direktorat Hms & Pro)

  • Perancangan dan Realisasi Perangkat untuk

    Perancangan dan Realisasi Perangkat untuk

    Pencegahan Dini Penyebaran COVID-19

    Penulis: Syahrul ; Nurhayati S. ; Wicaksono M.F. ; Hidayat R.

    DOI: –

    Abstrak:
    Penelitian ini membahas perancangan dan realisasi suatu sistem yang bertujuan untuk mencegah penyebaran virus secara dini, khususnya COVID-19, melalui kontaminasi tangan. Perangkat ini merupakan sistem terintegrasi yang dimulai dari pendeteksian keberadaan manusia dalam radius tertentu, pendeteksian suhu tubuh manusia, hingga fasilitas pencucian tangan otomatis yang dilengkapi dengan pengering tangan. Perangkat ini terdiri atas beberapa komponen, antara lain sensor pendeteksi keberadaan manusia pada radius tertentu, sensor suhu tubuh, sensor pada keran air, serta sensor pada pengering tangan. Selain itu, perangkat ini menggunakan sistem bottom-loading untuk memudahkan pengisian ulang air dan sabun. Berdasarkan hasil pengujian, perangkat ini dapat beroperasi dengan baik. Sensor PIR mampu mendeteksi keberadaan manusia pada jarak 1–4 meter, sensor suhu nonkontak dapat mendeteksi suhu tubuh manusia dengan baik pada jarak 0–5 sentimeter, dengan hasil yang dapat ditampilkan pada LCD dan disampaikan melalui pengeras suara. Sensor infrared (IR) proximity mampu mendeteksi tangan pengguna pada jarak yang telah ditentukan sehingga air, sabun, cairan pembersih tangan (hand sanitizer), dan pengering tangan dapat berfungsi secara otomatis pada jarak tersebut. Perangkat ini diharapkan dapat digunakan pada area pelayanan publik guna meminimalkan potensi penyebaran COVID-19. © 2023 Taylor’s University. Hak cipta dilindungi undang-undang.

    Kata Kunci Penulis:
    COVID-19; Cuci tangan; Suhu tubuh manusia

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85176565270?

  • Prototipe Sistem Transaksi Nirkabel Seluler di Pasar Tradisional untuk Mendukung Program Jaga Jarak Fisik Covid-19

    Prototipe Sistem Transaksi Nirkabel Seluler di Pasar Tradisional untuk Mendukung Program Jaga Jarak Fisik Covid-19

    Penulis: Irawan Afrianto; Mouhamad Hatta Hiroshi Sasmita; Sufa Atin

    DOI: 10.11591/eei.v10i6.3205

    Abstrak

    Salah satu cara untuk mencegah dan mengurangi penyebaran pandemi Covid-19 adalah melalui program jaga jarak fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan prototipe sistem transaksi nirkabel menggunakan mekanisme pembayaran digital dan teknologi kode QR yang akan diterapkan di pasar tradisional. Metode yang digunakan dalam pengembangan sistem pasar elektronik adalah pendekatan prototipe. Penerapan kode QR dan pembayaran digital digunakan sebagai solusi untuk meminimalkan kontak pertukaran uang yang umum terjadi di pasar tradisional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem yang dibangun mampu mempercepat dan mempermudah proses transaksi jual beli di lingkungan pasar tradisional. Pengujian alpha menunjukkan bahwa semua sistem fungsional berjalan dengan baik. Sementara itu, pengujian beta menunjukkan bahwa pengguna dapat menerima sistem yang dibangun dengan sangat baik. Hasil penelitian juga menunjukkan penerimaan terhadap kegunaan sistem yang sedang dibangun, serta optimisme para penggunanya untuk dapat memanfaatkan sistem ini baik secara teknologi maupun fungsional, sehingga dapat menjadi bagian dari transformasi digital pasar tradisional ke pasar elektronik dan telah menjadi salah satu solusi dalam mengurangi penyebaran pandemi Covid-19 saat ini. © 2021, Institut Teknik dan Sains Lanjutan. Semua hak dilindungi undang-undang.

    Kata kunci penulis

    Transaksi tanpa kontak; Covid-19; Pembayaran digital; Prototipe; Kode QR; Pasar tradisional

    Artikel ini dapat diakses di: https://www.scopus.com/pages/publications/85120610181

  • Aplikasi Keselamatan Berkendara Menggunakan Wearable Device dan Mobile Technology

    Aplikasi Keselamatan Berkendara Menggunakan Wearable Device dan Mobile Technology

    Penulis: Eko Budi Setiawan; Tubagus F. Fatoni

    Abstrak

    Penelitian ini dilakukan untuk membantu pengendara sepeda motor dalam menghindari kecelakaan yang disebabkan oleh kantuk. Teknologi wearable device yang digunakan adalah smartband dan akselerometer dari smartphone Android. Teknologi ini digunakan untuk mendapatkan data detak jantung dan mendeteksi kantuk yang dialami oleh pengendara sepeda motor. Akselerometer digunakan untuk mendeteksi jika terjadi kecelakaan dan mengirimkan informasi tersebut kepada keluarga pengemudi. Metode dalam penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan kuantitatif. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa deteksi kantuk mencapai 80% dan uji deteksi kecelakaan mendapatkan akurasi 100%. Akurasi deteksi kantuk di siang hari adalah 75% dan pengujian yang dilakukan di malam hari memiliki tingkat akurasi 90%. Hasil uji kesesuaian fungsional memperoleh nilai 100%, aspek kompatibilitas 100%, aspek kegunaan 84,7%, dan aspek kinerja dalam hal waktu respons berada dalam kisaran kepuasan sebesar 3,88 detik. Pengujian yang dilakukan menggunakan skala Likert menunjukkan bahwa aplikasi ini layak digunakan, dan aplikasi keselamatan berkendara telah mencapai tujuan yang diinginkan. Penelitian ini berdampak pada keselamatan berkendara yang harus memprioritaskan keselamatan baik untuk diri sendiri maupun orang lain. © Fakultas Teknik, Universitas Taylor.

    Kata kunci penulis:

    Akselerometer; Kantuk; Pengemudi sepeda motor; Keselamatan berkendara; Smartband

    Artikel ini dapat diakses di: https://www.scopus.com/pages/publications/85114312008

  • Green Approach dalam Desain Sewa Rumah Susun Sederhana di Rancacili Bandung Indonesia

    Green Approach dalam Desain Sewa Rumah Susun Sederhana di Rancacili Bandung Indonesia

    Penulis: Wanita Subadra Abioso; Gilang Budi Kusnadi

    Abstrak

    ‘Sewa Rumah Susun Sederhana’ dikenal sebagai perumahan berbiaya rendah, umumnya ditujukan untuk menampung masyarakat berpenghasilan rendah di Indonesia. Makalah ini bertujuan untuk mengungkapkan proses pendekatan hijau yang diusulkan dalam desain Sewa Rumah Susun Sederhana di Rancacili, Bandung Indonesia. Mengenai bangunan hijau untuk mencapai keberlanjutan bangunan, ini merupakan isu yang menjadi perhatian dalam lingkungan binaan dan seringkali sangat mahal. Metode penelitian eksploratif dipilih untuk menguji teori hijau yang diterapkan dalam metode desain hijau yang terdiri dari perencanaan dan pemrograman, keputusan konsep desain, dan proses desain sehingga banyak aspek desain dapat memenuhi pengurangan biaya. Arsitektur hijau meminimalkan dampak buruk proyek konstruksi terhadap kesehatan manusia dan lingkungan sehingga desain harus berpendekatan hijau. Selain itu, bertujuan untuk melindungi udara, air, dan bumi dengan memilih bahan bangunan dan praktik konstruksi yang ramah lingkungan di samping aspek nonmaterial dan konstruksi. Hasil dari proses desain ini menunjukkan desain yang mempertimbangkan banyak konsep ramah lingkungan dari A sampai Z dalam prosesnya. Fokus pada penerapan sistem modular dalam banyak elemen desain, khususnya menghasilkan material tanpa limbah, dapat mengurangi biaya. Diharapkan dapat mencapai harga yang terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan menengah hingga rendah. © 2021 Taylor’s University. Semua hak dilindungi undang-undang.

    Kata kunci penulis

    Pendekatan ramah lingkungan; Biaya rendah; Sistem modular; Rumah susun sederhana

    Artikel ini dapat diakses di: https://www.scopus.com/pages/publications/85111670170

  • Sistem Deteksi Dini Covid-19

    Sistem Deteksi Dini Covid-19

    Penulis: Sutonoa; Selvia Lorena Br. Ginting; Senny Luckyardi

    DOI: 10.36909/jer.ASSEEE.16103

    Abstrak

    Masjid adalah tempat ibadah yang sangat ramai dikunjungi orang, terutama jika masjid berada di pinggir jalan. Secara otomatis, pengguna masjid adalah warga lokal dan orang luar yang kebetulan melewati masjid. Dalam pandemi Covid-19, mengantisipasi dampak penyebarannya harus diwaspadai, terutama karena masjid ini sering dikunjungi oleh jamaah dari luar (bukan masyarakat sekitar). Di dalam masjid, hal ini bertujuan untuk membatasi jumlah jamaah di masjid; sensor ultrasonik berfungsi untuk menemukan orang-orang yang salah menempati lubang atau tempat shalat dengan indikator berupa bel. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk memberikan solusi yang memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat lokal dan orang luar yang akan menggunakan masjid untuk beribadah. Di masjid, telah dipasang sistem peringatan dini Covid-19 menggunakan tiga sensor, yaitu sensor inframerah, sensor ultrasonik, dan sensor suhu tubuh inframerah. Berdasarkan laporan pada Maret 2021, terjadi penurunan kasus Covid-19 yang terkonfirmasi, yang awalnya berjumlah 82 orang. Setelah penerapan sistem tersebut, ditemukan dua orang meninggal, 78 orang dinyatakan sembuh, dan dua orang masih menjalani karantina di rumah masing-masing. Kemudian memasuki bulan Ramadan 2021, beberapa laporan mengkonfirmasi bahwa kasus Covid-19 adalah nol. Ini merupakan respons positif yang berdampak baik bagi para jamaah, terutama mereka yang menggunakan masjid sebagai sarana ibadah. Data ini dapat diakses melalui aplikasi bernama “PeduliL Protects,” yang dapat diunduh melalui aplikasi Android di Play Store dengan zona “Babakan Tarogong Village.” © 2021 Universitas Kuwait. Semua hak dilindungi undang-undang.

    Artikel ini dapat diakses di: https://www.scopus.com/pages/publications/85123713901