Tag: kampus komputer terbaik

  • Perancangan Dan Pembangunan Sistem Pengukuran Kualitas Air Multikedalaman Menggunakan Protokol Rs-485 Berbasis Smartphone Android

    Perancangan Dan Pembangunan Sistem Pengukuran Kualitas Air Multikedalaman Menggunakan Protokol Rs-485 Berbasis Smartphone Android

    Penulis: Anadita Rizti Oktavia ; Jana Utama

    DOI: 10.1063/5.0176606

    Abstrak: 

    Pengelolaan sumber daya air, khususnya ekosistem danau atau waduk, perlu mendapat perhatian yang serius. Permasalahan yang terjadi saat ini adalah pengukuran kualitas air pada kegiatan akuakultur umumnya hanya dilakukan pada permukaan air, padahal kondisi kualitas air tidak selalu sama pada setiap kedalaman. Oleh karena itu, diperlukan perancangan suatu sistem sensor yang mampu mengukur kondisi air pada beberapa kedalaman tertentu. Sistem yang dirancang merupakan sistem sensor kualitas air secara fisik dan kimia pada berbagai kedalaman, dengan sensor yang digunakan berupa sensor suhu dan sensor pH. Untuk mengukur kedalaman, sistem ini memanfaatkan mekanisme katrol yang dilengkapi dengan rotary encoder. Panjang tali yang ditarik atau diregangkan digunakan untuk menentukan kedalaman pengukuran dalam satuan meter. Selain itu, data hasil pengukuran dikirimkan melalui protokol RS-485 dan disimpan ke dalam data logger. Sistem ini juga dilengkapi dengan informasi lokasi pengukuran. Seluruh informasi dapat diakses melalui smartphone Android menggunakan server lokal melalui koneksi Bluetooth pada aplikasi yang telah disediakan. Hasil pengujian perangkat menunjukkan bahwa sensor suhu memiliki tingkat kesalahan sebesar 1%, sensor pH sebesar 3,1%, dan pengukuran kedalaman menggunakan rotary encoder memiliki tingkat kesalahan sebesar 0,77%. Pengujian langsung dilakukan di tiga lokasi yang berbeda, dan hasilnya menunjukkan bahwa perbedaan kedalaman air memengaruhi nilai suhu dan pH air, di mana semakin dalam air, suhu cenderung semakin rendah. Perubahan nilai pH terhadap kedalaman air juga dipengaruhi oleh intensitas panas dari sinar matahari, pada permukaan air, peningkatan suhu menyebabkan kelarutan karbon dioksida menurun sehingga nilai pH meningkat dan air menjadi bersifat lebih basa. © 2023 Author(s).

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85177584618?

  • Pengembangan Model Inovatif untuk Sistem Pengelolaan Sampah Menggunakan Internet of Things (IoT) dan Machine Learning

    Pengembangan Model Inovatif untuk Sistem Pengelolaan Sampah Menggunakan Internet of Things (IoT) dan Machine Learning

      Penulis: Dimas Akmarul Putera ; Ansarullah Lawi ; Filmada Ocky Saputra ; Sri Handayani ; Yun Arifathu Fatimahl ; Ivan Muhammad Reza ; Sholikun ; Zainal Arifin Hasibuan ; Alvendo Wahyu Aranski

      DOI: 10.1109/ICIC64337.2024.10957619

      Abstrak: 

      Sistem pengelolaan sampah yang efektif dan efisien merupakan tantangan signifikan di wilayah pesisir. Penelitian ini mengusulkan pengembangan model inovatif untuk sistem pengelolaan sampah dengan memanfaatkan Internet of Things (IoT) dan machine learning. Sistem ini terdiri atas perangkat keras berupa kamera dan sensor citra yang dipasang di lokasi pesisir untuk memantau volume dan jenis sampah. Data citra yang dikumpulkan dari perangkat tersebut disimpan dan dianalisis menggunakan teknik pengolahan citra. Algoritma YOLO (You Only Look Once) digunakan untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan jenis-jenis sampah. Data hasil identifikasi selanjutnya dimanfaatkan untuk melatih model machine learning, sehingga memungkinkan prediksi volume dan jenis sampah di masa mendatang. Prediksi tersebut digunakan untuk mengoptimalkan jadwal pengangkutan sampah, mengurangi biaya operasional, merencanakan jenis pengolahan sampah, serta meminimalkan dampak lingkungan. Melalui pendekatan holistik ini, sistem yang dikembangkan diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan pengelolaan sampah, serta memberikan solusi inovatif terhadap permasalahan pengelolaan sampah di wilayah pesisir. © 2024 IEEE.

      Kata Kunci:  Lingkungan; Pengolahan Citra; IoT; Machine Learning; Pengelolaan Sampah

      Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/105004578932?

    • Tren Yang Sedang Berkembang Dalam Teknologi: Wawasan di Seluruh Bidang Pembelajaran Mesin, Digitalisasi, dan Aplikasi Industri

      Tren Yang Sedang Berkembang Dalam Teknologi: Wawasan di Seluruh Bidang Pembelajaran Mesin, Digitalisasi, dan Aplikasi Industri

      Penulis : Senny Luckyardi, Euis Neni Hayati, Amirullah Abduh, Rosmaladewi R., Nuria Haristiani

      Abstrak:

      Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis tren teknologi yang muncul, dengan fokus pada aplikasi pembelajaran mesin, transformasi digital, dan blockchain di berbagai industri, dengan penekanan pada penanganan tantangan utama, mendorong inovasi, dan mempromosikan solusi berkelanjutan dalam bisnis, pendidikan, dan konservasi lingkungan. Penelitian ini menggunakan berbagai metodologi seperti tinjauan pustaka, analisis sistematis, dan desain berbasis kasus. Temuan utama menyoroti penerapan teknik pembelajaran mesin untuk memprediksi tren pasar mata uang kripto meskipun sifatnya yang fluktuatif, potensi teknologi WebGIS dalam memajukan upaya konservasi lingkungan, dan peran blockchain dalam meningkatkan keamanan e-commerce. Diskusi juga mengeksplorasi bagaimana teknologi ini mendorong efisiensi bisnis yang lebih besar, mempromosikan keberlanjutan lingkungan, dan merevolusi metode pendidikan. Secara khusus, studi ini menekankan pentingnya mengadopsi teknologi yang muncul untuk mengatasi tantangan kontemporer, meningkatkan aksesibilitas digital, dan mengoptimalkan hasil organisasi dan masyarakat. Terakhir, penelitian ini memberikan perspektif komprehensif tentang bagaimana kemajuan teknologi membentuk kemajuan dan memberikan solusi di berbagai industri. © Sekolah Teknik, Universitas Taylor.

      Keywords: Kecerdasan buatan; Bibliometrik; Digitalisasi; Aplikasi industri; Pembelajaran mesin


      Artikel ini dapat diakses di: https://www.scopus.com/pages/publications/85219044486

    • Aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk Mengidentifikasi Distribusi Objek Wisata dan Fasilitas Pendukung yang Berkaitan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)

      Aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk Mengidentifikasi Distribusi Objek Wisata dan Fasilitas Pendukung yang Berkaitan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)

      Penulis: Lia Warlina, Afredi A.

      Abstrak

      Tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti pola distribusi objek wisata, hotel, dan restoran, serta mengeksplorasi implikasinya terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di Kabupaten Lembang. Untuk menganalisis distribusi ini, pendekatan kuantitatif diterapkan menggunakan analisis tetangga terdekat dan teknik Sistem Informasi Geografis (SIG). Sebanyak 38 objek wisata diidentifikasi, termasuk 17 objek wisata alam, 17 objek wisata buatan, dan empat objek wisata budaya; semuanya menunjukkan pola distribusi yang tersebar. Terdapat 32 hotel dengan pola distribusi acak dan 178 restoran yang berkelompok. Objek wisata alam dicirikan oleh medan berbukit, hutan, lembah, dan sungai, yang mengakibatkan pemisahan fisik antara beberapa lokasi. Sebaliknya, objek wisata buatan dan budaya cenderung terkonsentrasi di daerah yang lebih mudah diakses, terutama di sepanjang jalur utama. Perlu dicatat, desa-desa seperti Cikahuripan, Cikidang, Mekarwangi, Suntenjaya, Wangunharja, dan Wangunsari memiliki objek wisata tetapi kekurangan fasilitas pendukung yang memadai, termasuk hotel dan restoran. Alokasi spasial objek wisata, akomodasi, dan restoran secara signifikan memengaruhi pencapaian SDGs. Pariwisata berkontribusi pada 14 dari 17 SDGs, terutama SDG 8 (Pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi), SDG 1 (Tanpa kemiskinan), dan SDG 5 (Kesetaraan gender). © 2026 Tim Pengembang Jurnal UPI.

      Keywords: Sistem Informasi Geografis (SIG); Nearest neighbor analysis; SDGs; Daya tarik wisata
      Artikel ini dapat diakses di: https://www.scopus.com/pages/publications/105015322980

    • Dampak Pembangunan Infrastruktur terhadap Kualitas Udara

      Dampak Pembangunan Infrastruktur terhadap Kualitas Udara

      Penulis: Brandon Nathanael M., Firzanah Iffah S., Halena Fauziah Z., Kinanti Fathaya R., Hasna Hamidah, Irfan Dwiguna Sumitra

      DOI: –

      Abstrak:

      Di beberapa pusat kota besar, sering terjadi pembangunan infrastruktur sebagai respons terhadap tuntutan pertumbuhan penduduk. Operasi semacam ini membutuhkan investasi infrastruktur yang signifikan. Namun, penting untuk mengakui bahwa proyek konstruksi menghasilkan emisi gas rumah kaca, yang pada gilirannya memberikan pengaruh yang signifikan terhadap tingkat polusi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan sejauh mana pembangunan infrastruktur memengaruhi kualitas udara. Untuk mencapai tujuan ini, peneliti mengumpulkan sampel yang mengukur kadar karbon dioksida (CO2) dan karbon monoksida (CO) di berbagai lokasi dalam area penelitian. Penelitian dilakukan pada tiga interval waktu yang berbeda: pagi, siang, dan malam. Temuan mengungkapkan perbedaan konsentrasi CO2 dan CO di seluruh periode waktu tersebut. Penelitian ini berfungsi sebagai tolok ukur penting untuk mengukur volume polusi yang berasal dari kegiatan konstruksi infrastruktur dan dampaknya terhadap kualitas udara secara keseluruhan. © School of Engineering, Taylor’s University.

      Keywords: Konstruksi; Infrastruktur; Polusi
      Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85204738020

    • Faktor-Faktor Penyumbang Emisi Gas Rumah Kaca di Sektor Pertanian untuk Mendukung Sustainable Development Goals (SDGs): Wawasan dari Tinjauan Literatur Sistematis yang Dilengkapi dengan Analisis Bibliometrik Komputasional

      Faktor-Faktor Penyumbang Emisi Gas Rumah Kaca di Sektor Pertanian untuk Mendukung Sustainable Development Goals (SDGs): Wawasan dari Tinjauan Literatur Sistematis yang Dilengkapi dengan Analisis Bibliometrik Komputasional

      Penulis: Herman S.Soegoto; Muhammad Aria Rajasa Pohan;   Senny Luckyardi; Sri Supatmi; Eri Amasawa;  Santi Phithakkitnukoon; Zainal Arifin Hasibuan

      DOI: 10.17509/ajse.v5i2.83667

      Abstrak:

      Produksi pertanian memberikan kontribusi signifikan terhadap emisi gas rumah kaca (GRK) dan perubahan iklim global. Penelitian ini ini melakukan tinjauan literatur sistematis untuk meneliti evolusi dan pendorong emisi GRK pertanian. Peneliti menganalisis data Web of Science, Scopus, dan Google Scholar menggunakan metode bibliometrik dan tematik. Analisis ini mengidentifikasi sumber emisi seperti penggunaan energi, pengelolaan tanah, aplikasi pupuk, dan pengelolaan ternak. Penelitian ini juga membahas langkah-langkah mitigasi seperti praktik berkelanjutan, pertanian presisi, dan energi terbarukan. Temuan menunjukkan bahwa budidaya tanaman, aktivitas peternakan, dan perubahan penggunaan lahan tetap menjadi sumber emisi utama. Inovasi teknologi dan strategi berbasis kebijakan membentuk kembali lanskap penelitian. Penelitian ini menyediakan kerangka kerja untuk memahami emisi GRK pertanian dan mendukung intervensi untuk mengurangi jejak karbon pada sektor ini serta mendukung Sustainable Development Goals (SDGs). © 2025 Kantor Jurnal dan Publikasi UPI.

      Keywords: Produksi pertanian; Sumber emisi; Emisi gas rumah kaca; Strategi mitigasi; Sustainable Development Goals (SDGs); Praktik berkelanjutan; Tinjauan literatur sistematis

      Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/105006917187

    • Sistem Pemantauan Irigasi Berbasis Internet of Things

      Sistem Pemantauan Irigasi Berbasis Internet of Things

      Penulis:  Eddy Soeryanto Soegoto;  Agis Abhi Rafdhi; Dina Oktafiani; Rizky Jumansyah.

      Abstrak:

      Penelitian ini bertujuan untuk memantau keberlanjutan sistem irigasi melalui aplikasi smartphone. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data primer dan sekunder, didukung oleh analisis deskriptif kuantitatif dan desain prototipe. Hasil penelitian berupa desain aplikasi yang mudah dipahami dan digunakan dalam kegiatan pemantauan sistem irigasi secara rutin. Berdasarkan desain tersebut, hasil menunjukkan bahwa desain tampilan aplikasi dilengkapi dengan fitur informasi kualitas air, ketinggian air, debit air, dan titik lokasi pintu irigasi. Oleh karena itu, penelitian ini mengkaji kendala-kendala dalam pemantauan irigasi pertanian, sistem irigasi pertanian, dan kebutuhan petani dalam desain aplikasi yang digunakan. Desain aplikasi sistem irigasi ini diharapkan dapat membantu petani meningkatkan produksi pertanian untuk mendukung konsep ekonomi hijau di sektor pertanian. © 2022 Taylor’s University. All rights reserved.

      Keywords: IoT; Irigasi; Sistem pemantauan

      Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85136174030

    • Merancang dan Membangun Sistem Pengukuran Kualitas Air dengan Berbagai Kedalaman Menggunakan Protokol RS-485 Berbasis Ponsel Pintar Android

      Merancang dan Membangun Sistem Pengukuran Kualitas Air dengan Berbagai Kedalaman Menggunakan Protokol RS-485 Berbasis Ponsel Pintar Android

      Penulis: Anadita Rizti Oktavia; Jana Utama

      DOI: 10.1063/5.0176606

      Abstrak:

      Pengelolaan sumber daya air, khususnya ekosistem danau atau waduk, harus diperhatikan. Saat ini, pengukuran kualitas air dalam budidaya perikanan biasanya hanya dilakukan di permukaan air; karena tidak selalu berada di atas permukaan air, sehingga perlu dirancang sistem sensor yang dapat mengukur kondisi udara pada berbagai kedalaman tertentu. Sistem sensor yang dirancang untuk mengukur kualitas udara fisik dan kimia pada berbagai kedalaman ini menggunakan sensor suhu dan sensor pH. Untuk mengukur kedalaman, sistem ini menggunakan sistem katrol yang disisipkan encoder putar. Dari panjang tali yang ditarik/diregangkan, dapat ditentukan berapa meter kedalaman yang diukur. Selain itu, data yang diperoleh akan dikirim melalui protokol RS-485 dan disimpan ke Data Logger, dan sistem ini juga dilengkapi dengan lokasi pengukuran. Semua informasi akan dapat diakses menggunakan Smartphone Android melalui server lokal via Bluetooth pada aplikasi yang telah disediakan. Hasil pengujian perangkat yang terdiri dari sensor suhu memiliki kesalahan 1%, sensor pH 3,1%, dan pengukuran kedalaman menggunakan encoder putar memiliki kesalahan 0,77%. Pengujian langsung dilakukan di 3 lokasi berbeda dan ditemukan bahwa perbedaan kedalaman udara memengaruhi suhu dan pH udara, di mana semakin dalam udara, semakin rendah suhunya. Perubahan nilai pH terhadap kedalaman udara juga berpengaruh karena ketika intensitas panas dari sinar matahari meningkat, suhu permukaan akan meningkat, sehingga kelarutan karbon dioksida akan menurun sehingga pH juga akan meningkat dan udara menjadi basa. © 2023 Author(s).

      Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85177584618

    • Pengembangan Prototipe Pompa Tangki Penyimpanan Air untuk Penyiraman Tanaman menggunakan Internet of Things (IoT) dengan Energi Surya

      Pengembangan Prototipe Pompa Tangki Penyimpanan Air untuk Penyiraman Tanaman menggunakan Internet of Things (IoT) dengan Energi Surya

      Penulis: H. Henny ; Agus Heri Setya Budi ; Muhammad Aditya; Ramli, Nur Izzati; Alias Masek

      DOI: 10.1109/INCITEST64888.2024.11121424

      Abstrak:

      Kekurangan air menyebabkan pertumbuhan tanaman terhambat. Meskipun demikian, sistem pemanen air untuk penyiraman tanaman menggunakan metode konvensional membutuhkan tenaga kerja untuk mengontrol dan memantau proses pemompaan air. Karena itu, sistem Air Otomatis di Tangki Penyimpanan dapat mengatasi masalah tersebut. Untuk mengatasi kesulitan dalam memastikan pasokan air yang cukup untuk penyiraman tanaman, IoT dan energi surya dikembangkan. ESP32 yang dibangun dengan modul Wi-Fi digunakan sebagai sistem pengontrol untuk berkomunikasi dengan sistem. Lingkup penelitian ditentukan sebelum desain dibuat untuk memastikan bahwa prototipe yang dihasilkan dapat memenuhi tujuan yang ditetapkan. Tujuan proyek ini adalah untuk memastikan bahwa sistem air ini dapat dikontrol menggunakan teknologi nirkabel. Aplikasi Blynk digunakan pada ponsel pintar untuk mengontrol pompa dan memantau level air di tangki penyimpanan. Pengguna hanya perlu membuka sistem di ponsel pintar mereka untuk memantau persentase kapasitas air yang terdeteksi oleh sensor ultrasonik. Kondisi ini ditunjukkan dengan tiga LED untuk setiap kondisi yaitu merah (rendah), kuning (sedang), dan hijau (penuh). Proyek ini juga menggunakan energi surya, yang akan menghemat uang petani dan mengurangi penggunaan bensin untuk menghasilkan tenaga guna memompa air. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa penelitian ini berhasil mengembangkan sistem yang mengatasi masalah serta mempermudah pekerjaan pertanian. © 2024 IEEE.

      Keywords: pemanen air; IoT; energi surya; ketinggian airArtikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/105015880393

    • Meningkatkan Kepercayaan dalam Keuangan Digital: Blockchain ​​dan AI untuk Solusi Fintech yang Aman dan Transparan

      Meningkatkan Kepercayaan dalam Keuangan Digital: Blockchain ​​dan AI untuk Solusi Fintech yang Aman dan Transparan

      Kemajuan teknologi keuangan (FinTech) yang semakin pesat telah membawa inovasi signifikan sekaligus menimbulkan kekhawatiran tentang keamanan, transparansi, dan kepercayaan. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana blockchain dan kecerdasan buatan (AI) meningkatkan kepercayaan dalam keuangan digital dengan memperkuat keamanan, meningkatkan deteksi penipuan, dan memastikan kepatuhan terhadap peraturan. Penelitian ini secara sistematis meninjau integrasi blockchain dan AI dalam operasi keuangan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Temuan menunjukkan bahwa blockchain meningkatkan keamanan transaksi melalui desentralisasi dan kekebalan terhadap perubahan, sementara AI secara signifikan meningkatkan deteksi penipuan dan penilaian risiko melalui analitik prediktif dan pembelajaran mesin. Kemajuan ini didorong oleh kemampuan blockchain untuk memastikan integritas data dan kapasitas AI untuk menganalisis kumpulan data yang besar secara real-time. Penelitian ini menyoroti potensi teknologi ini untuk meningkatkan kepercayaan konsumen, mendorong inklusi keuangan, dan meningkatkan ketahanan sistem keuangan digital. Namun, kompleksitas peraturan, biaya integrasi yang tinggi, dan masalah interoperabilitas harus diatasi untuk memungkinkan penerapan yang lebih luas. © School of Engineering, Taylor’s University.

      Penulis : Luckyardi, Senny; Fahrezi, Muhamad; Soegoto, Eddy Soeryanto

      Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/105001500348