Tag: kampus komputer terbaik

  • Analisis Kinerja Pemantauan Kelembapan Tanah pada Tanaman Kentang Menggunakan Topologi Jaringan

    Penulis: Frafana Arifudin Khawas ; Sri Supatmi

    DOI: 10.1063/5.0176475

    Abstrak:

    Kentang merupakan salah satu komoditas hortikultura yang berperan penting dalam mewujudkan ketahanan pangan. Pemantauan kelembapan tanah dalam perawatan tanaman kentang memiliki peranan yang sangat penting terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman tersebut. Terdapat berbagai kendala dalam melakukan pengawasan lahan gambut di Indonesia, sehingga diperlukan metode pemantauan alternatif yang mampu menjangkau lokasi-lokasi yang sulit diakses. Salah satu pendekatan yang digunakan adalah kolaborasi antara teknologi Wireless Sensor Network (WSN) dan Internet of Things (IoT) berbasis mikrokontroler. Penelitian ini bertujuan untuk merancang node sensor kelembapan tanah pada jaringan sensor nirkabel agar sistem memiliki kinerja pemantauan yang optimal, mengimplementasikan Internet of Things (IoT) pada sistem nirkabel sehingga dapat diakses secara jarak jauh, serta membandingkan tingkat akurasi, jangkauan jarak, dan kecepatan pada topologi jaringan tree dan mesh. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif, sedangkan proses pengembangan sistem menggunakan Wireless Sensor Network yang terintegrasi dengan Internet of Things. Sistem ini menggunakan ESP8266 sebagai prosesor pada node sensor yang dirancang dan Raspberry Pi sebagai server dari keseluruhan sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem dapat dipantau secara jarak jauh dan memudahkan petani dalam mengetahui kondisi kelembapan tanah. Konsep utama penelitian ini adalah perancangan sebuah situs web sebagai antarmuka yang mampu menyajikan informasi dari sensor. Selain itu, penelitian ini juga mencakup perancangan Wireless Sensor Network (WSN) dengan topologi jaringan tree, mesh, dan bus untuk menerima dan mengirimkan data dari node sensor, serta penerapanInternet of Things (IoT) agar sistem dapat dipantau secara jarak jauh dan mempermudah petani dalam mengetahui kelembapan tanah. Pada akhirnya, aplikasi ini hadir sebagai media informasi untuk menentukan komunikasi antar node sensor dalam bidang pertanian. Sistem ini juga memiliki fitur terintegrasi dengan instansi atau wilayah setempat untuk melaporkan kondisi kelembapan tanah pada perkebunan kentang yang melebihi batas kelembapan yang telah ditentukan. © 2023 Author(s).

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85177585726?

  • Aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk Mengidentifikasi Distribusi Objek Wisata dan Fasilitas Pendukung yang Berkaitan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)

    Penulis: Lia Warlina; Afredi A.

    DOI: 10.17509/ijost.v11i2.89803

    Abstrak

    Tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti pola distribusi objek wisata, hotel, dan restoran, serta mengeksplorasi implikasinya terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di Kabupaten Lembang. Untuk menganalisis distribusi ini, pendekatan kuantitatif diterapkan menggunakan analisis tetangga terdekat dan teknik Sistem Informasi Geografis (SIG). 38 objek wisata diidentifikasi, termasuk 17 objek wisata alam, 17 objek wisata buatan, dan empat objek wisata budaya; semuanya menunjukkan pola distribusi yang tersebar. Terdapat 32 hotel dengan pola distribusi acak dan 178 restoran yang berkelompok. Objek wisata alam dicirikan oleh medan berbukit, hutan, lembah, dan sungai, yang mengakibatkan pemisahan fisik antara beberapa lokasi. Sebaliknya, atraksi buatan dan budaya cenderung terkonsentrasi di daerah yang lebih mudah diakses, terutama di sepanjang jalur utama. Perlu dicatat, desa-desa seperti Cikahuripan, Cikidang, Mekarwangi, Suntenjaya, Wangunharja, dan Wangunsari memiliki atraksi wisata tetapi kekurangan fasilitas pendukung yang memadai, termasuk hotel dan restoran. Alokasi spasial atraksi wisata, akomodasi, dan restoran secara signifikan memengaruhi pencapaian SDGs. Pariwisata berkontribusi pada 14 dari 17 SDGs, terutama SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 1 (Tanpa Kemiskinan), dan SDG 5 (Kesetaraan Gender). © 2026 Tim Pengembang Jurnal UPI.

    Kata kunci penulis:

    GIS; Analisis tetangga terdekat; SDGs; Atraksi wisata

    Artikel ini dapat diakses di: https://www.scopus.com/pages/publications/105015322980

  • Cara Meningkatkan Produktivitas Tanaman Sayuran Daun Hidroponik dengan Menyeimbangkan Larutan Nutrisi, Total Padatan Terlarut (TDS), dan pH Dilengkapi dengan Tinjauan Pustaka tentang Persyaratan pH & TDS Sayuran Standar untuk Mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)

    Cara Meningkatkan Produktivitas Tanaman Sayuran Daun Hidroponik dengan Menyeimbangkan Larutan Nutrisi, Total Padatan Terlarut (TDS), dan pH Dilengkapi dengan Tinjauan Pustaka tentang Persyaratan pH & TDS Sayuran Standar untuk Mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)

    Penulis: Senny Luckyardi; Agis Abhi Rafdhi; Annisa Wulan Sari; Hewa Majeed Zangana; Eddy Soeryato Soegoto

    DOI: 10.17509/ajse.v6i1.89992

    Abstrak

    Studi ini mengeksplorasi cara meningkatkan produktivitas sayuran daun hidroponik dengan menyeimbangkan Total Padatan Terlarut (TDS) dan pH larutan nutrisi. Menggunakan pakcoy dalam sistem rakit apung, penelitian ini menerapkan desain eksperimental terkontrol untuk mengamati bagaimana parameter-parameter ini berinteraksi dalam mendukung pertumbuhan vegetatif dan hasil panen. Pemantauan harian dan penyesuaian tingkat nutrisi dan pH yang cermat ditekankan untuk memastikan penyerapan nutrisi yang optimal. Kondisi TDS dan pH yang seimbang meningkatkan pembentukan daun dan akumulasi biomassa, sementara ketidakseimbangan menyebabkan stres nutrisi dan penghambatan pertumbuhan. Studi ini menawarkan panduan praktis bagi petani untuk menyinkronkan TDS dan pH secara real-time guna meningkatkan pengelolaan nutrisi. Temuan ini berkontribusi pada hidroponik presisi yang selaras dengan pertanian berkelanjutan, khususnya mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) untuk SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui produksi pangan yang efisien dan SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) dengan mendorong penggunaan input pertanian secara optimal. © 2026 Universitas Pendidikan Indonesia.

    Kata kunci penulis

    Hidroponik; Sayuran berdaun; pH; Tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs); Total padatan terlarut (TDS)

    Artikel ini dapat diakses di: https://www.scopus.com/pages/publications/105018607274

  • Meningkatkan Kepercayaan dalam Keuangan Digital: Blockchain dan AI untuk Solusi Fintech yang Aman dan Transparan

    Meningkatkan Kepercayaan dalam Keuangan Digital: Blockchain dan AI untuk Solusi Fintech yang Aman dan Transparan

    Penulis: Senny Luckyardi; Muhamad Fahrezi; Eddy Soeryanto Soegoto

    Abstrak

    Perkembangan cepat teknologi keuangan (FinTech) tidak hanya menghadirkan berbagai inovasi, tetapi juga memunculkan isu terkait keamanan, transparansi, dan tingkat kepercayaan pengguna. Penelitian ini mengkaji peran blockchain dan Artificial intelligence (AI) dalam memperkuat kepercayaan pada sistem keuangan digital melalui peningkatan keamanan, optimalisasi deteksi penipuan, serta pemenuhan aspek kepatuhan regulasi. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif berbasis tinjauan sistematis, studi ini menganalisis integrasi kedua teknologi tersebut dalam operasional keuangan. Hasil kajian menunjukkan bahwa blockchain berkontribusi dalam memperkuat keamanan transaksi melalui mekanisme desentralisasi dan karakteristik data yang sulit dimodifikasi, sehingga menjamin integritas informasi. Di sisi lain, AI berperan penting dalam meningkatkan efektivitas deteksi penipuan dan evaluasi risiko melalui pemanfaatan analitik prediktif serta algoritma pembelajaran mesin. Sinergi antara kemampuan blockchain dalam menjaga keutuhan data dan kapasitas AI dalam memproses serta menganalisis data berskala besar secara waktu nyata menjadi faktor kunci dalam peningkatan keandalan sistem. Penelitian ini menegaskan bahwa penerapan blockchain dan AI berpotensi memperkuat kepercayaan konsumen, memperluas inklusi keuangan, serta meningkatkan ketahanan ekosistem keuangan digital. Meskipun demikian, tantangan seperti kompleksitas regulasi, tingginya biaya integrasi, dan isu interoperabilitas masih perlu diatasi guna mendukung adopsi teknologi secara lebih luas. © Fakultas Teknik, Universitas Taylor.

    Kata kunci penulis

    Artificial intelligence (AI); Blockchain; Keuangan digital; Deteksi penipuan; Kepatuhan regulasi

    Artikel ini dapat diakses di: https://www.scopus.com/pages/publications/105001500348

  • Meningkatkan Kepercayaan dalam Keuangan Digital: Blockchain dan AI untuk Solusi Fintech yang Aman dan Transparan

    Penulis: Senny Luckyardi; Muhamad Fahrezi; Eddy Soeryanto Soegoto

    Abstrak

    Perkembangan cepat teknologi keuangan (FinTech) tidak hanya menghadirkan berbagai inovasi, tetapi juga memunculkan isu terkait keamanan, transparansi, dan tingkat kepercayaan pengguna. Penelitian ini mengkaji peran blockchain dan Artificial intelligence (AI) dalam memperkuat kepercayaan pada sistem keuangan digital melalui peningkatan keamanan, optimalisasi deteksi penipuan, serta pemenuhan aspek kepatuhan regulasi. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif berbasis tinjauan sistematis, studi ini menganalisis integrasi kedua teknologi tersebut dalam operasional keuangan. Hasil kajian menunjukkan bahwa blockchain berkontribusi dalam memperkuat keamanan transaksi melalui mekanisme desentralisasi dan karakteristik data yang sulit dimodifikasi, sehingga menjamin integritas informasi. Di sisi lain, AI berperan penting dalam meningkatkan efektivitas deteksi penipuan dan evaluasi risiko melalui pemanfaatan analitik prediktif serta algoritma pembelajaran mesin. Sinergi antara kemampuan blockchain dalam menjaga keutuhan data dan kapasitas AI dalam memproses serta menganalisis data berskala besar secara waktu nyata menjadi faktor kunci dalam peningkatan keandalan sistem. Penelitian ini menegaskan bahwa penerapan blockchain dan AI berpotensi memperkuat kepercayaan konsumen, memperluas inklusi keuangan, serta meningkatkan ketahanan ekosistem keuangan digital. Meskipun demikian, tantangan seperti kompleksitas regulasi, tingginya biaya integrasi, dan isu interoperabilitas masih perlu diatasi guna mendukung adopsi teknologi secara lebih luas. © Fakultas Teknik, Universitas Taylor.

    Kata kunci penulis

    Artificial intelligence (AI); Blockchain; Keuangan digital; Deteksi penipuan; Kepatuhan regulasi

    Artikel ini dapat diakses di: https://www.scopus.com/pages/publications/105001500348

  • Sistem Pemantauan Tanaman Cabai Menggunakan Teknologi Deteksi Objek YOLO

    Sistem Pemantauan Tanaman Cabai Menggunakan Teknologi Deteksi Objek YOLO

    Penulis: Harun Sujadi; Budiman B.; Nunu Nurdiana; Dony Susandi; Elba Ghiffari Fitriasina; Trustorini Handayani

    Abstrak

    Pertanian tradisional dalam budidaya cabai seringkali membutuhkan bantuan dalam memantau kondisi tanaman secara efisien. Petani umumnya menggunakan metode manual untuk mengidentifikasi hama dan menentukan kebutuhan nutrisi tanah, yang seringkali tidak akurat dan memakan waktu. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas budidaya cabai dengan menerapkan teknologi pertanian cerdas menggunakan algoritma YOLO (You Only Look Once) untuk deteksi hama daun secara real-time. Metode yang digunakan adalah pengembangan sistem, yang meliputi pengumpulan data, pelatihan model, dan evaluasi kinerja sistem. Hasil uji menunjukkan bahwa teknologi YOLO dapat mengidentifikasi hama dengan akurasi yang cukup tinggi, memungkinkan petani untuk mengambil tindakan cepat dan tepat. Penerapan pertanian cerdas diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, mengurangi kerugian akibat hama, dan mendukung praktik pertanian berkelanjutan. Kontribusi utama penelitian ini adalah pengembangan sistem pemantauan berbasis YOLO yang dapat mendukung efisiensi budidaya cabai di Indonesia. © Fakultas Teknik, Universitas Taylor.

    Kata kunci penulis

    Pertanian; Tanaman Chili; Penelitian dan pengembangan; Pertanian cerdas; YOLO

    Artikel ini dapat diakses di: https://www.scopus.com/pages/publications/105002405701

  • Kesejahteraan Sosial Masyarakat Pedesaan sebagai Fungsi Pemberdayaan Pekerja Sosial

    Kesejahteraan Sosial Masyarakat Pedesaan sebagai Fungsi Pemberdayaan Pekerja Sosial

    Penulis: Dewi Kurniasih; Maisya Chaluela Anjani

    DOI: 10.29333/ejecs/2350

    Abstrak

    Pekerja sosial memainkan peran penting dalam meningkatkan standar hidup masyarakat pedesaan. Mengingat peran penting layanan pekerjaan sosial dalam menangani potensi masalah kemiskinan dan kondisi ekonomi yang buruk di masyarakat pedesaan, khususnya di negara-negara berkembang, penelitian ini mengintegrasikan pandangan penargetan berbasis komunitas dengan teori pemberdayaan untuk menentukan peran pekerja sosial dalam mencapai kesejahteraan masyarakat di daerah pedesaan. Menggunakan data survei rumah tangga pedesaan dari 597 rumah tangga dari 15 komunitas pedesaan di dua provinsi di Indonesia, alat statistik modern, yaitu SmartPLS, menganalisis data tersebut. Hasil menunjukkan bahwa hubungan kerja, keterampilan dan variasi, serta keselarasan moral pekerja sosial dengan masyarakat pedesaan meningkatkan kualitas pemberdayaan mereka. Pemberdayaan pekerja sosial lebih lanjut menyampaikan pentingnya peran mereka dalam membantu masyarakat pedesaan mewujudkan pembangunan ekonomi dan kesejahteraan dengan menyediakan kebutuhan dasar berupa pendidikan, fasilitas kesehatan, kesempatan kerja, dan lain-lain. Temuan studi ini berharga bagi para praktisi dan pembuat kebijakan, khususnya untuk fokus pada program pengembangan masyarakat pedesaan dengan memanfaatkan upaya pekerja sosial dan memperluas jaringan sosial mereka untuk mendapatkan manfaat maksimal. © 2025, Florida Gulf Coast University. Semua hak dilindungi undang-undang.

    Kata kunci penulis

    kesejahteraan masyarakat; penargetan berbasis masyarakat; pemberdayaan; keselarasan moral; masyarakat pedesaan; keterampilan; pekerja sosial

    Artikel ini dapat diakses di: https://www.scopus.com/pages/publications/105004284382

  • Ukuran Partikel Karbon dari Rimpang Lengkuas sebagai Adsorben Berkelanjutan: Sintesis dan Analisis Perhitungan Matematis pada Karakteristik Isoterm Adsorpsi

    Ukuran Partikel Karbon dari Rimpang Lengkuas sebagai Adsorben Berkelanjutan: Sintesis dan Analisis Perhitungan Matematis pada Karakteristik Isoterm Adsorpsi

    Penulis: Asep Bayu Dani Nandiyanto; Alifiyha Nayla Putri Akbar; Shilla Aulia Suhandi; Risti Ragadhita; Dwi Fitria Al Husaeni; Meli Fiandini; Abdulkareem Sh. Mahdi Al-Obaidi; Herry Saputra; Senny Luckyardi; Muhammad Aziz

    DOI: 10.53898/josse2024422

    Abstrak

    Penelitian ini menyelidiki dampak ukuran partikel karbon yang berasal dari rimpang lengkuas terhadap karakteristik isoterm adsorpsi, bertujuan untuk menetapkan efektivitasnya sebagai adsorben. Rimpang lengkuas dipilih karena kaya akan senyawa karbon, termasuk selulosa, hemiselulosa, lignin, pati, pektin, dan serat, sehingga ideal untuk adsorben berbasis karbon. Proses karbonisasi melibatkan pemanasan rimpang lengkuas pada suhu 250°C selama 9 jam, kemudian penggilingan dan pengayakan untuk mendapatkan ukuran partikel tertentu (500, 1000, dan 2000 µm). Karakterisasi dilakukan menggunakan mikroskopi digital dan spektroskopi inframerah transformasi Fourier. Percobaan adsorpsi batch dilakukan menggunakan larutan kurkumin sebagai adsorbat model, membandingkan hasilnya dengan sepuluh model isoterm standar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partikel karbon kecil (500 µm) mengalami adsorpsi monolayer, sedangkan partikel besar (1000 dan 2000 µm) menunjukkan adsorpsi multilayer. Studi ini menyimpulkan bahwa partikel karbon yang berasal dari rimpang lengkuas efektif untuk pembersihan limbah berwarna, memberikan solusi alami, berkelanjutan, dan ramah lingkungan yang selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). © 2024 Asep Bayu Dani Nandiyanto.

    Kata kunci penulis

    Adsorpsi; Karbon; Larutan Kurkumin; Rimpang lengkuas isotermik; Distribusi partikel; Tujuan pembangunan berkelanjutan

    Artikel ini dapat diakses di: https://www.scopus.com/pages/publications/85214430183

  • Kerangka Kerja Intelijen Geospasial untuk Perencanaan Infrastruktur BTS Menuju Target Akses Internet Universal di Indonesia

    Penulis: Anjar Dimara Sakti; Andani, I Gusti Ayu Andani; Anissa Dicky Putri; Muhammad Rizky Zakiar; Ismail Al Faruqi; Cokro Santoso; Rezzy Eko Caraka; Pitri Rohayani; Fabian Surya Pramudya; Arie Wahyu Wijayanto; Angga Setiyadi; Wervyan Shalannanda

    DOI: 10.1016/j.jag.2024.104274

    Abstrak

    Cakupan internet yang merata telah muncul sebagai prioritas global utama, yang sangat penting untuk mempromosikan pembangunan inklusif dan berkelanjutan. Pemerintah Indonesia bertujuan untuk menyediakan akses internet universal pada tahun 2024, khususnya di daerah terpencil. Studi ini memperkenalkan pendekatan berbasis pembelajaran mesin yang baru untuk mengidentifikasi area prioritas untuk penyebaran menara Base Transceiver Station (BTS), yang sangat penting untuk mencapai target akses internet pemerintah. Indeks Prioritas Jaringan BTS dikembangkan dengan mengintegrasikan estimasi permintaan internet dengan indeks kesesuaian BTS yang berasal dari prediktor utama: kedekatan dengan stasiun fiber optik, kesesuaian fisik-lingkungan, dan kesiapan infrastruktur-ekonomi. Model tersebut mengidentifikasi area dengan permintaan internet tinggi dan kesesuaian BTS tinggi sebagai area paling penting untuk pengembangan segera, mencakup 20 km2. Selain itu, pengembangan BTS di masa mendatang harus menargetkan area dengan permintaan tinggi tetapi kesesuaian sedang (900 km2) dan permintaan sedang tetapi kesesuaian tinggi (280 km2). Untuk memvalidasi metodologi, model Random Forest digunakan, yang mencapai nilai area di bawah kurva sebesar 0,7315, menunjukkan kinerja prediksi yang kuat. Untuk parameter Kesesuaian Penyebaran BTS, mediannya adalah 0,65, dengan kuartil bawah dan atas masing-masing sebesar 0,44 dan 0,85, yang menegaskan bahwa sebagian besar lokasi yang diusulkan sangat sesuai untuk pengembangan. Pendekatan sistematis ini memberikan wawasan berbasis data untuk distribusi menara BTS yang adil guna memastikan perluasan infrastruktur internet yang efisien di seluruh Indonesia. Lebih lanjut, studi ini menawarkan kerangka kerja yang dapat diadaptasi oleh negara lain yang bertujuan untuk meningkatkan infrastruktur digital mereka dan mencapai akses internet yang komprehensif dan merata. © 2024 Penulis

    Kata kunci penulis

    Aksesibilitas internet; Pembelajaran mesin; Penginderaan jauh; Penilaian spasial

    Artikel ini dapat diakses di: https://www.scopus.com/pages/publications/85209593186

  • Integrasi dan Visualisasi Lanjutan Konstruksi 4.0: Otomasi, Robotika, dan BIM

    Integrasi dan Visualisasi Lanjutan Konstruksi 4.0: Otomasi, Robotika, dan BIM

    Penulis: Yongki Alexander Tanne; Ni Luh Ayu Indrayani

    DOI: 10.1007/s42107-024-01101-0

    Abstrak

    Fragmentasi yang disebabkan oleh meningkatnya kompleksitas proyek tentu merugikan kinerja industri konstruksi, mengakibatkan produktivitas rendah dan pemborosan. Teknologi Konstruksi 4.0 diharapkan dapat mengatasi masalah produktivitas tetapi menyebabkan fragmentasi karena implementasinya yang parsial. Integrasi teknologi dapat memberikan inovasi yang lebih signifikan. Dalam beberapa tahun terakhir, telah ada beberapa penelitian tentang integrasi teknologi. Fokus penelitian hanya pada interaksi antara beberapa teknologi, tanpa penjelasan lebih lanjut tentang bagaimana teknologi-teknologi ini berinteraksi satu sama lain, dan saat ini masih dalam tahap konseptual. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk memvisualisasikan integrasi teknologi konstruksi dalam bentuk kerangka kerja yang komprehensif dan mutakhir di antara teknologi Konstruksi 4.0. Kerangka kerja tersebut dibangun menggunakan analisis tautan dari basis data yang dikumpulkan melalui tinjauan literatur sistematis menggunakan Metode PRISMA. Artikel ini menyoroti peran dominan BIM dalam mengintegrasikan teknologi Konstruksi 4.0, meskipun rangkaian terintegrasi terlengkap hanya mencakup tujuh dari 21 teknologi yang diidentifikasi dari penelitian sebelumnya. Evaluasi dilakukan untuk menilai kemajuan terbaru, yang mengarah pada proposal pengembangan serangkaian teknologi Konstruksi 4.0. Penelitian ini diharapkan dapat mendorong dan memotivasi para pemangku kepentingan dan akademisi untuk mengadopsi dan mengimplementasikan teknologi Konstruksi 4.0 terintegrasi, mengatasi tantangan produktivitas, dan mengatasi fragmentasi. © Penulis, di bawah lisensi eksklusif Springer Nature Switzerland AG 2024.

    Kata kunci penulis

    Konstruksi 4.0; Fragmentasi; Kerangka kerja baru; Produktivitas; Teknologi

    Artikel ini dapat diakses di: https://www.scopus.com/pages/publications/85196491993