Tag: kampus komputer terbaik

  • Strategi Pemasaran Ekowisata di Uzbekistan dan Indonesia

    Strategi Pemasaran Ekowisata di Uzbekistan dan Indonesia

    Penulis: Novia Yuliarni, Ratih Hurriyati, Disman, Heny Hendrayati, Lia Warlina

    DOI: 10.15549/jeecar.v10i4.1359

    Abstrak

    Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan strategi pemasaran ekowisata di Uzbekistan dan Indonesia. Penelitian strategi pemasaran ekowisata di Uzbekistan menggunakan tinjauan pustaka. Namun, ekowisata di Indonesia menggunakan model untuk menguji bagaimana pengalaman ekowisata memengaruhi kepuasan dan loyalitas wisatawan. Penulis menggunakan pemodelan persamaan struktural dengan 400 wisatawan yang telah mengunjungi Ekowisata Kawah Putih di Jawa Barat, Indonesia. Menurut temuan penelitian, industri ekowisata Uzbekistan memiliki dampak positif yang lebih signifikan terhadap ekonomi dan masyarakat negara. Hasil menunjukkan bahwa pengalaman ekowisata yang positif di Indonesia meningkatkan kepuasan dan loyalitas wisatawan, yang merupakan hal penting dalam strategi pemasaran. Dampak dari penelitian ini adalah bahwa semua pemangku kepentingan di sektor ekowisata harus meningkatkan strategi pemasaran yang dapat meningkatkan kepuasan wisatawan. Akibatnya, wisatawan akan kembali mengunjungi destinasi ekowisata lainnya. © 2023, Institute of Eastern Europe and Central Asia. Semua hak dilindungi undang-undang.

    Kata kunci: loyalitas destinasi; ekowisata; pemasaran; kepuasan; pengalaman wisata

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85164109617

  • Implementasi Sistem Informasi Bank Sampah untuk Mengelola Data Transaksi Sampah Masyarakat

    Implementasi Sistem Informasi Bank Sampah untuk Mengelola Data Transaksi Sampah Masyarakat

    Penulis: Diana Effendi, Beri Noviansyah, Lena Lestary, Syahrul Mauluddin, Sri Nurhayati

    Abstrak

    Mengingat banyaknya sampah yang dapat didaur ulang dan menyadari kebutuhan akan lebih banyak penyedia jasa untuk menangani sampah masyarakat, penggunaan teknologi informasi menjadi sangat penting untuk pengelolaan data yang lebih efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan sistem informasi yang dapat mengelola data transaksi sampah masyarakat. Permasalahan saat ini adalah proses penghitungan data transaksi pelanggan kurang akurat dan masih bergantung pada penggunaan kalkulator. Hal ini seringkali menyebabkan kesalahan pengetikan yang mengakibatkan perbedaan antara jumlah dana yang ditarik dan total data transaksi. Hal ini membutuhkan pengecekan berulang, yang dapat memakan waktu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian desain sains untuk sistem informasi, yang melibatkan prototipe dan metode pengembangan berorientasi objek. Desain sistem dibantu oleh alat Unified Modelling Language. Aplikasi yang digunakan adalah program Java berbasis desktop dengan arsitektur satu tingkat. Program ini bertujuan untuk menghitung data transaksi sampah masyarakat secara lebih akurat dengan secara otomatis mengumpulkan transaksi dari awal hingga akhir. Dengan sistem informasi manajemen bank sampah ini, pengelolaan data sampah berpotensi menjadi lebih efisien karena data disimpan dalam basis data dan dapat diakses bila diperlukan. Oleh karena itu, pelanggan menerima dana sesuai dengan transaksi mereka tanpa perlu memeriksa arsip, karena semua data transaksi disimpan dalam basis data sehingga mengurangi waktu yang terbuang. © School of Engineering, Taylor’s University.

    Kata kunci: Pengelolaan sampah masyarakat; Metodologi Penelitian Ilmu Desain (DSRM); Sistem informasi bank sampah

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85183994068

  • Evaluasi Kota Cimahi sebagai Kota Berkelanjutan Menggunakan GIS (Studi Kasus: Kawasan Perencanaan Cipageran dan Citeureup)

    Evaluasi Kota Cimahi sebagai Kota Berkelanjutan Menggunakan GIS (Studi Kasus: Kawasan Perencanaan Cipageran dan Citeureup)

    Penulis: Selfa Septiani Aulia, Amilia Widya, Rifiati Safariah, Nadya Nanda Prawila

    DOI: 10.1109/INCITEST64888.2024.11121465

    Abstrak

    Kota Cimahi merupakan salah satu kota di Provinsi Jawa Barat yang memiliki masalah banjir, kawasan kumuh, krisis air bersih, kemacetan lalu lintas, dan konversi lahan. Saat ini, setiap kota dituntut untuk mampu meningkatkan pembangunan secara berkelanjutan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pembangunan berkelanjutan Kota Cimahi berdasarkan infrastruktur, permukiman, dan transportasi di Kota Cimahi. Metode Sistem Informasi Geografis (SIG) digunakan untuk mengidentifikasi pola infrastruktur, permukiman, dan transportasi yang ada di Cimahi. Analisis Kinerja Penting (Importance Performance Analysis) digunakan untuk mengevaluasi pembangunan berkelanjutan di Cimahi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa infrastruktur pengelolaan sampah telah dilakukan oleh masyarakat tetapi masih perlu perbaikan. Pengelolaan transportasi berkelanjutan dan permukiman harus meningkatkan layanannya. © 2024 IEEE.

    Kata kunci: Metode GIS; Metode IPA; kota berkelanjutan; perencanaan kota

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/105015877951

  • Studi Perbandingan Algoritma Pengelompokan K-Means dan Mean Shift untuk Data Sampah di Provinsi Jawa Barat

    Penulis: Rony Setyawan, Geraldi Catur Pamuji

    Abstrak

    Studi ini menyajikan analisis perbandingan komprehensif algoritma pengelompokan k-Means dan Mean Shift, menggunakan data sampah yang dikumpulkan dari tempat pembuangan akhir di Provinsi Jawa Barat selama tahun 2016 hingga 2021, dengan tujuan utama mengevaluasi kinerja dan penerapannya untuk praktik pengelolaan sampah; Analisis ini mencakup beberapa parameter penting, termasuk jumlah klaster yang dihasilkan, keseragaman variabel, metrik evaluasi yang digunakan, ukuran divergensi, dan efisiensi waktu pemrosesan, yang mengungkapkan bahwa k-Means, yang membentuk tiga klaster, unggul dalam pemrosesan cepat dan memberikan pembagian klaster yang lebih halus, sementara Mean Shift, yang menghasilkan dua klaster, menawarkan wawasan yang lebih mendalam tentang pola data, sehingga direkomendasikan bahwa pilihan antara kedua algoritma tersebut harus didorong oleh persyaratan dan pertimbangan proyek tertentu seperti urgensi kebutuhan pengelolaan limbah dan kedalaman pemahaman yang diinginkan untuk pengambilan keputusan yang efektif, sehingga menawarkan pendekatan yang disesuaikan untuk pengorganisasian data limbah yang mengoptimalkan kategorisasi dan berkontribusi pada praktik pembuangan limbah yang lebih efisien dan berkelanjutan di masa mendatang. © School of Engineering, Taylor’s University.

    Kata Kunci: Pengelompokan k-means; Pengelompokan Mean Shift; Data limbah

    Artikel ini bisa diakses di: https://www.scopus.com/pages/publications/85197577372

  • Sistem Pemantauan Tanaman Cabai Menggunakan Teknologi Deteksi Objek YOLO

    Sistem Pemantauan Tanaman Cabai Menggunakan Teknologi Deteksi Objek YOLO

    Penulis: Harun Sujadi, Budiman B., Dony Susandi, Elba Ghiffari Fitriasina, Trustorini Handayani

    Abstrak

    Pertanian tradisional dalam budidaya cabai seringkali membutuhkan bantuan dalam memantau kondisi tanaman secara efisien. Petani umumnya menggunakan metode manual untuk mengidentifikasi hama dan menentukan kebutuhan nutrisi tanah, yang seringkali tidak akurat dan memakan waktu. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas budidaya cabai dengan menerapkan teknologi pertanian cerdas menggunakan algoritma YOLO (You Only Look Once) untuk deteksi hama daun secara real-time. Metode yang digunakan adalah pengembangan sistem, yang meliputi pengumpulan data, pelatihan model, dan evaluasi kinerja sistem. Hasil uji menunjukkan bahwa teknologi YOLO dapat mengidentifikasi hama dengan akurasi yang cukup tinggi, memungkinkan petani untuk mengambil tindakan cepat dan tepat. Penerapan pertanian cerdas diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, mengurangi kerugian akibat hama, dan mendukung praktik pertanian berkelanjutan. Kontribusi utama penelitian ini adalah pengembangan sistem pemantauan berbasis YOLO yang dapat mendukung efisiensi budidaya cabai di Indonesia. © Fakultas Teknik, Universitas Taylor.

    Kata Kunci: Pertanian; Tanaman Chili; Penelitian dan pengembangan; Pertanian cerdas; YOLO

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/105002405701

  • Faktor-Faktor Penyumbang Emisi Gas Rumah Kaca di Sektor Pertanian untuk Mendukung Sustainable Development Goals (SDGs): Wawasan dari Tinjauan Literatur Sistematis yang Dilengkapi dengan Analisis Bibliometrik Komputasional

    Faktor-Faktor Penyumbang Emisi Gas Rumah Kaca di Sektor Pertanian untuk Mendukung Sustainable Development Goals (SDGs): Wawasan dari Tinjauan Literatur Sistematis yang Dilengkapi dengan Analisis Bibliometrik Komputasional

    Penulis: Herman S.Soegoto; Muhammad Aria Rajasa Pohan;  Senny Luckyardi; Sri Supatmi; Eri Amasawa;  Santi Phithakkitnukoon; Zainal Arifin Hasibuan

    DOI: 10.17509/ajse.v5i2.83667

    Abstrak:

    Produksi pertanian memberikan kontribusi signifikan terhadap emisi gas rumah kaca (GRK) dan perubahan iklim global. Penelitian ini ini melakukan tinjauan literatur sistematis untuk meneliti evolusi dan pendorong emisi GRK pertanian. Peneliti menganalisis data Web of Science, Scopus, dan Google Scholar menggunakan metode bibliometrik dan tematik. Analisis ini mengidentifikasi sumber emisi seperti penggunaan energi, pengelolaan tanah, aplikasi pupuk, dan pengelolaan ternak. Penelitian ini juga membahas langkah-langkah mitigasi seperti praktik berkelanjutan, pertanian presisi, dan energi terbarukan. Temuan menunjukkan bahwa budidaya tanaman, aktivitas peternakan, dan perubahan penggunaan lahan tetap menjadi sumber emisi utama. Inovasi teknologi dan strategi berbasis kebijakan membentuk kembali lanskap penelitian. Penelitian ini menyediakan kerangka kerja untuk memahami emisi GRK pertanian dan mendukung intervensi untuk mengurangi jejak karbon pada sektor ini serta mendukung Sustainable Development Goals (SDGs). © 2025 Kantor Jurnal dan Publikasi UPI.

    Kata kunci: Produksi pertanian; Sumber emisi; Emisi gas rumah kaca; Strategi mitigasi; Sustainable Development Goals (SDGs); Praktik berkelanjutan; Tinjauan literatur sistematis

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/105006917187

  • Cara Meningkatkan Produktivitas Tanaman Sayuran Daun Hidroponik dengan Menyeimbangkan Larutan Nutrisi, Total Dissolved Solids (TDS), dan pH Dilengkapi dengan Tinjauan Pustaka tentang Persyaratan pH & TDS Standar Sayuran untuk Mendukung Sustainable Development Goals (SDGs)

    Cara Meningkatkan Produktivitas Tanaman Sayuran Daun Hidroponik dengan Menyeimbangkan Larutan Nutrisi, Total Dissolved Solids (TDS), dan pH Dilengkapi dengan Tinjauan Pustaka tentang Persyaratan pH & TDS Standar Sayuran untuk Mendukung Sustainable Development Goals (SDGs)

    Penulis: Senny Luckardi; Agis Abhi Rafdhi; Annisa Wulan Sari; Hewa Majeed Zangana; Eddy Soeryato Soegoto

    DOI: 10.17509/ajse.v6i1.89992

    Abstrak 

    Penelitian ini mengeksplorasi cara meningkatkan produktivitas sayuran berdaun hidroponik dengan menyeimbangkan Total Dissolved Solids (TDS) dan pH larutan nutrisi. Menggunakan pakcoy dalam sistem rakit apung, penelitian ini menerapkan desain eksperimental terkontrol untuk mengamati bagaimana parameter-parameter ini berinteraksi dalam mendukung pertumbuhan vegetatif dan hasil panen. Pemantauan harian dan penyesuaian tingkat nutrisi dan pH yang cermat ditekankan untuk memastikan penyerapan nutrisi yang optimal. Kondisi TDS dan pH yang seimbang meningkatkan pembentukan daun dan akumulasi biomassa, sementara ketidakseimbangan menyebabkan stres nutrisi dan penghambatan pertumbuhan. Penelitian ini menawarkan panduan praktis bagi petani untuk menyinkronkan TDS dan pH secara real-time untuk pengelolaan nutrisi yang lebih baik. Temuan ini berkontribusi pada hidroponik presisi yang selaras dengan pertanian berkelanjutan, khususnya mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) untuk SDG 2 (Zero Hunger) melalui produksi pangan yang efisien dan SDG 12 (Responsible Consumption and Production) dengan mendorong penggunaan input pertanian yang optimal. © 2026 Universitas Pendidikan Indonesia.

    Kata Kunci: Hidroponik; Sayuran berdaun; pH; Sustainable Development Goals (SDGs); Total padatan terlarut (TDS)

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/105018607274

  • Aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk Mengidentifikasi Distribusi Objek Wisata dan Fasilitas Pendukung yang Berkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs)

    Aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk Mengidentifikasi Distribusi Objek Wisata dan Fasilitas Pendukung yang Berkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs)

    Penulis: Lia Warlina, Afredi A.

    DOI: 10.17509/ijost.v11i2.89803

    Abstrak:

    Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pola distribusi objek wisata, hotel, dan restoran, serta mengeksplorasi implikasinya terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di Kecamatan Lembang. Untuk menganalisis distribusi ini, pendekatan kuantitatif diterapkan menggunakan analisis tetangga terdekat dan teknik Sistem Informasi Geografis (SIG). Sebanyak 38 objek wisata diidentifikasi, termasuk 17 objek wisata alam, 17 objek wisata buatan, dan empat objek wisata budaya; semuanya menunjukkan pola distribusi yang tersebar. Terdapat 32 hotel dengan pola distribusi acak dan 178 restoran yang berkelompok. Objek wisata alam dicirikan oleh medan berbukit, hutan, lembah, dan sungai, yang mengakibatkan pemisahan fisik antara beberapa lokasi. Sebaliknya, objek wisata buatan dan budaya cenderung terkonsentrasi di daerah yang lebih mudah diakses, terutama di sepanjang jalur utama. Perlu dicatat, desa-desa seperti Cikahuripan, Cikidang, Mekarwangi, Suntenjaya, Wangunharja, dan Wangunsari memiliki objek wisata tetapi kekurangan fasilitas pendukung yang memadai, termasuk hotel dan restoran. Alokasi spasial objek wisata, akomodasi, dan restoran secara signifikan memengaruhi pencapaian SDGs. Pariwisata berkontribusi pada 14 dari 17 SDGs, terutama SDG 8 (mendorong peluang ekonomi), SDG 1 (mengurangi kemiskinan), dan SDG 5 (memajukan kesetaraan gender). © 2026 Tim Pengembang Jurnal UPI.

    Keywords: Sistem Informasi Geografis (SIG); Analisis tetangga terdekat; SDGs; Daya tarik wisata

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/105015322980

  • Evaluasi Pengalaman Pengguna Sistem E-Planning SIPD dengan Kuesioner meCue di Kabupaten Luwu dan Kabupaten Gowa

    Evaluasi Pengalaman Pengguna Sistem E-Planning SIPD dengan Kuesioner meCue di Kabupaten Luwu dan Kabupaten Gowa

    Penulis: Khairu Rijalul Amin, Irfan Dwiguna Sumitra

    DOI: 10.1109/INCITEST64888.2024.11121515

    Abstrak

    E-Planning adalah aplikasi yang digunakan untuk membantu merumuskan kebijakan dalam penyusunan dokumen perencanaan pembangunan daerah berbasis internet. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 90 Tahun 2019 tentang Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD) mewajibkan pemerintah kota/kabupaten di seluruh Indonesia untuk menerapkan SIPD secara bertahap mulai tahun 2021 menggunakan aplikasi yang dikembangkan oleh Kementerian Dalam Negeri, yaitu SIPD dengan alamat web https://sipd.kemendagri.go.id. Aplikasi SIPD e-Planning yang dibangun dan dikembangkan mencakup e-Database, e-Planning, eMonev, dan e-Reporting untuk membangun hubungan yang lebih efektif, efisien, dan taat hukum antara pemerintah pusat dan daerah, mempercepat reformasi birokrasi untuk memperkuat otonomi daerah. Untuk kebutuhan evaluasi dan pengembangan aplikasi, perlu dilakukan penelitian tentang pengalaman pengguna aplikasi SIPD e-Planning. Aplikasi SIPD ePlanning diperkenalkan kepada Pemerintah Daerah bersamaan dengan munculnya pandemi COVID-19, yang dimulai pada awal tahun 2020. Oleh karena itu, perlu juga untuk meneliti bagaimana layanan aplikasi SIPD e-Planning selama pandemi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengalaman pengguna aplikasi SIPD e-Planning di Kabupaten Luwu dan Kabupaten Gowa, khususnya selama pandemi COVID-19. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Kuesioner meCUE dan wawancara dengan pengguna aplikasi. Evaluasi pengalaman pengguna aplikasi SIPD e-Planning menunjukkan bahwa aplikasi SIPD e-Planning praktis dan sangat tepat digunakan untuk mencapai tujuan e-Planning. Aplikasi SIPD e-Planning mudah digunakan dan memiliki antarmuka yang ramah pengguna. Perencanaan pembangunan selama pandemi COVID-19 sangat efektif menggunakan aplikasi SIPD e-Planning karena dapat diakses secara online sehingga tidak terpengaruh oleh perubahan jadwal kerja yang disebabkan oleh kebijakan kerja dari rumah (WFH) selama pandemi COVID-19. Evaluasi keseluruhan pengalaman pengguna menunjukkan bahwa pengguna Kabupaten Luwu dan Kabupaten Gowa memiliki pengalaman yang relatif serupa dengan aplikasi SIPD e-Planning. © 2024 IEEE.

    Kata kunci: COVID-19; Kabupaten Gowa; Kabupaten Luwu; kuesioner meCUE; Aplikasi SIPD e-Planning; pengalaman pengguna

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/105015814061

  • Masyarakat 5.0: Optimalisasi Sistem Sosioteknik dalam Pengurangan Kemiskinan

    Masyarakat 5.0: Optimalisasi Sistem Sosioteknik dalam Pengurangan Kemiskinan

    ​​Gustiana I. ; Wahyuni W. ; Hasti N.

    DOI: 10.1088/1757-899X/662/2/022019

    Abstrak: 

    Tujuan dari penelitian ini adalah merancang sebuah desain platform digital sebagai salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan kemiskinan yang ada di masyarakat dengan berbagai penyebab. Kemiskinan merupakan permasalahan yang kompleks dan bersifat multidimensional. Penyebab kemiskinan tidak hanya berkaitan dengan ketimpangan ekonomi, tetapi juga dipengaruhi oleh permasalahan sosial, pendidikan, serta keterbatasan akses komunikasi. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Sociotechnical System (STS). Analisis STS menggunakan enam atribut, yaitu tujuan, manusia, bangunan/infrastruktur, teknologi, budaya, serta proses/prosedur. Pendekatan STS menganalisis permasalahan berdasarkan aspek sosial dan teknis. Hasil akhir dari penelitian ini menghasilkan rancangan platform digital sebagai ruang publik untuk menampung partisipasi masyarakat agar peduli dan bersedia berbagi dengan komunitas miskin dalam bentuk kelompok pelatihan kewirausahaan (UKM). Teknologi ini berperan sebagai alat bantu dalam mendidik masyarakat, bukan sebagai pesaing masyarakat, sejalan dengan prinsip-prinsip Masyarakat 5.0.
    © Published under licence by IOP Publishing Ltd.

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85075861932