Tag: kampus IT terbaik

  • UAS Berbasis Proyek: Mahasiswa Prodi Teknik Komputer FTIK UNIKOM Bangun Mini Start-Up lewat Capstone Project, Ciptakan 9 Inovasi Teknologi

    UAS Berbasis Proyek: Mahasiswa Prodi Teknik Komputer FTIK UNIKOM Bangun Mini Start-Up lewat Capstone Project, Ciptakan 9 Inovasi Teknologi

    BANDUNG, UNIKOM — Inovasi pembelajaran terus dikembangkan Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) untuk memastikan mahasiswa tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu mengimplementasikan pengetahuan dalam menjawab berbagai persoalan nyata di masyarakat dan dunia industri. Salah satu inovasi tersebut diinisiasi oleh Dr. Agus Mulyana, S.Kom., M.T., dosen Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FTIK) UNIKOM, lulusan Program Doktor Ilmu Komputer IPB University sekaligus Lulusan Terbaik Program Doktor dengan IPK 3,97 pada Wisuda Tahap III Tahun Akademik 2025/2026 di IPB University. Berbekal kompetensi akademik dan pengalamannya di bidang teknologi, Dr. Agus menginisiasi penerapan Capstone Project sebagai model evaluasi akhir semester sekaligus alternatif pengganti Ujian Akhir Semester (UAS) tertulis bagi mahasiswa Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FTIK) UNIKOM.

    Puncak pelaksanaan Final UAS Capstone Project dilaksanakan pada Senin, 3 Agustus 2026, bertempat di Ruang Kelas 4507, Kampus I UNIKOM. Kegiatan tersebut menjadi tahap akhir dari rangkaian pembelajaran berbasis proyek yang telah dijalani mahasiswa selama satu semester genap 2025-2026. Dalam pelaksanaan final tersebut, setiap kelompok mendapatkan kesempatan untuk mempresentasikan proyek yang telah dikembangkan di hadapan tim penilai. Presentasi menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menjelaskan permasalahan yang diangkat, kebutuhan pengguna, inovasi yang ditawarkan, arsitektur teknologi, fungsi prototipe, hingga potensi pengembangan solusi ke depannya.

    Setelah seluruh kelompok menyampaikan presentasi, kegiatan dilanjutkan dengan proses penjurian berdasarkan rubrik penilaian Capstone Project yang telah ditetapkan. Penilaian dilakukan secara komprehensif dengan mempertimbangkan aspek permasalahan dan kebutuhan pengguna, validasi pengguna, inovasi, kesesuaian solusi dengan permasalahan, arsitektur teknis, fungsionalitas prototipe, UI/UX, keamanan, model bisnis, potensi pasar, kemampuan presentasi, serta kemampuan tim dalam menjawab pertanyaan dan mengeksekusi proyek.

    Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pengumuman hasil dan pemenang Capstone Project berdasarkan akumulasi nilai dari seluruh komponen penilaian. Mekanisme tersebut memberikan pengalaman kepada mahasiswa untuk tidak hanya menghasilkan sebuah proyek, tetapi juga mempertanggungjawabkan gagasan dan produk yang dikembangkan secara profesional di hadapan juri.

    Capstone Project diterapkan pada sejumlah mata kuliah yang diampu Dr. Agus Mulyana,  S.Kom., M.T., yakni Teknologi Internet of Things (IoT), Pemrograman Mobile Android, dan Interaksi Manusia dan Komputer (IMK). Model pembelajaran tersebut dirancang untuk mengakumulasi berbagai materi yang telah dipelajari mahasiswa ke dalam sebuah proyek yang berangkat dari persoalan nyata di lingkungan masyarakat maupun industri.

    Menurut Dr. Agus, perubahan dunia teknologi dan industri yang bergerak semakin cepat menuntut perguruan tinggi untuk mengembangkan pola pembelajaran yang lebih adaptif. Mahasiswa tidak cukup hanya dibekali teori dan praktikum, tetapi juga perlu mendapatkan pengalaman dalam mengidentifikasi persoalan, merancang solusi, bekerja dalam tim, serta memahami orientasi karier dan profesi setelah menyelesaikan pendidikan. “Capstone itu adalah mekanisme akumulasi materi pengajaran dengan pendekatan mini-projek yang berbasis kondisi sosial aktual dari lingkungan atau masyarakat ataupun industri”, jelas Dr. Agus.

    Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa tidak sekadar menyelesaikan tugas untuk memperoleh nilai, tetapi ditantang untuk menemukan dan memahami persoalan yang benar-benar terjadi di sekitar mereka. Persoalan tersebut kemudian dirumuskan menjadi sebuah proyek yang menghasilkan solusi berbasis keilmuan yang telah dipelajari.

    Dalam pelaksanaannya, mahasiswa menggunakan dua pendekatan utama, yaitu design thinking dan computational thinking. Kedua pendekatan tersebut digunakan untuk membantu mahasiswa memahami permasalahan secara sistematis, merumuskan kebutuhan pengguna, serta mengembangkan solusi yang relevan dan dapat diterapkan.

    Menariknya, kelompok mahasiswa dalam Capstone Project tidak dibentuk seperti kelompok tugas pada umumnya. Mereka diarahkan untuk membangun sebuah mini startup, sehingga setiap anggota memiliki peran dan tanggung jawab yang menyerupai struktur organisasi perusahaan. Mahasiswa dapat memposisikan diri sebagai CEO, CTO, CFO, maupun peran lainnya sesuai dengan kebutuhan tim dan proyek yang dikembangkan.

    Pendekatan tersebut sekaligus membangun tiga fondasi penting dalam proses pembelajaran mahasiswa, yakni mindset, skillset, dan toolset. Mindset diarahkan untuk membangun pola pikir mahasiswa sebagai calon profesional maupun entrepreneur. Skillset dikembangkan melalui kemampuan lintas bidang, termasuk pemahaman terhadap aspek sosial, ekonomi, teknologi, serta pemanfaatan kecerdasan buatan dalam menyelesaikan persoalan. Sementara toolset menekankan penguasaan berbagai perangkat dan teknologi terkini yang relevan dengan kebutuhan industri.

    Pada pelaksanaan semester ini, terdapat sembilan tim yang mengembangkan solusi teknologi dengan fokus permasalahan yang beragam. Tim AlteraSight mengembangkan solusi IoT monitoring for safety and environment, sementara AQUALYZE berfokus pada smart aquaculture water monitoring. Tim EduAir mengangkat solusi healthy learning-space air monitoring, sedangkan hirup.id mengembangkan connected safety for better living.

    Selanjutnya, LadangKu Smart Farming menghadirkan solusi precision farming for a better future. Tim NADIMAX berfokus pada smart health monitoring performance, sementara Pantau Banjir Group mengembangkan sistem early flood detection and faster response. Adapun VeloCity Bandung mengangkat tema smart mobility for efficient activity, dan VitaCheck mengembangkan solusi digital health check for the future.

    Keragaman tema tersebut menunjukkan bahwa Capstone Project memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan kompetensi teknologi pada berbagai persoalan aktual, mulai dari pertanian, kesehatan, lingkungan, pendidikan, keselamatan, mitigasi bencana, hingga mobilitas perkotaan. Selain, itu, sistem penilaian Capstone Project disusun secara terukur dengan total bobot 100 persen. Aspek yang dinilai mencakup Problem, SDGs & User Need sebesar 8 persen, User Validation & Evidence sebesar 8 persen, Innovation & Differentiation sebesar 10 persen, serta Solution–Problem Fit sebesar 8 persen. Penilaian juga mencakup Technical Architecture sebesar 10 persen dan Prototype Functionality & Demo dengan bobot 12 persen.

    Selain kemampuan teknis dan inovasi, mahasiswa dinilai dari aspek UI/UX & Accessibility sebesar 7 persen, Security, Reliability & Ethics sebesar 7 persen, Business Model & Sustainability sebesar 8 persen, serta Market Potential & Scalability sebesar 7 persen. Kemampuan menyampaikan gagasan melalui Pitch Delivery & Storytelling memperoleh bobot 7 persen, sedangkan Q&A, Team Capability & Execution memiliki bobot 8 persen. Rangkaian kriteria tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya dituntut mampu membuat produk yang berfungsi, tetapi juga harus mampu memahami kebutuhan pengguna, melakukan validasi, menunjukkan kebaruan solusi, mempertimbangkan keamanan dan etika, merancang keberlanjutan bisnis, melihat potensi pasar, serta mempertanggungjawabkan gagasannya di hadapan juri.

    Dari hasil penilaian, LadangKu Smart Farming berhasil menempati peringkat pertama dengan nilai 86,40, disusul VeloCity Bandung pada peringkat kedua dengan nilai 85,00, dan NADIMAX pada peringkat ketiga dengan nilai 84,80. Ketiga tim tersebut menunjukkan performa terbaik berdasarkan keseluruhan kriteria penilaian yang telah ditetapkan dalam Capstone Project.

    Menurut Dr. Agus, hasil penilaian tersebut tidak semata-mata menggambarkan kemampuan mahasiswa dalam menghasilkan sebuah produk, tetapi juga menjadi bagian dari proses untuk mengukur perkembangan kompetensi mahasiswa secara lebih utuh. Pembelajaran diarahkan agar mahasiswa mengalami proses perkembangan dari tidak tahu menjadi tahu, dari tahu menjadi paham, hingga mampu menjadi terampil. “Studi itu yang diukur deltanya. Dari tidak tahu menjadi tahu, tahu menjadi paham, paham menjadi terampil”, ungkap Dr. Agus.

    Model evaluasi tersebut sekaligus menempatkan kemampuan kolaborasi sebagai bagian penting dari capaian pembelajaran. Mahasiswa dilatih membangun komunikasi, koordinasi, kepemimpinan, kemampuan manajerial, administrasi, serta interaksi sosial dalam sebuah tim. Kompetensi tersebut dinilai penting karena dunia kerja menuntut kemampuan bekerja secara kolaboratif dan tidak hanya mengandalkan kemampuan individu. Lebih jauh, Capstone Project diharapkan dapat menjadi bagian dari pembentukan portofolio mahasiswa. Setiap proyek yang dikembangkan tidak dipandang sekadar sebagai tugas perkuliahan, tetapi dapat menjadi rekam jejak kompetensi yang menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam mengidentifikasi masalah, merancang solusi, membangun produk, bekerja dalam tim, dan mempresentasikan gagasan secara profesional.

    Dr. Agus juga menekankan bahwa tujuan pembelajaran tidak semata-mata mengukur kemampuan mahasiswa dalam menjawab soal secara tertulis. Perkembangan mahasiswa perlu dilihat secara lebih holistik melalui aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Karena itu, Capstone Project hadir sebagai alternatif evaluasi yang memberikan ruang lebih luas bagi mahasiswa untuk menunjukkan potensi dan kompetensinya. Ke depan, Dr. Agus berharap model pembelajaran tersebut dapat terus dikembangkan dengan melibatkan lebih banyak praktisi industri, instansi terkait, serta pihak yang berpotensi mendukung pengembangan proyek mahasiswa. Keterlibatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada proses evaluasi, tetapi dapat membuka peluang bagi proyek-proyek terbaik untuk memperoleh pendampingan, inkubasi, bahkan pendanaan sehingga berpotensi berkembang menjadi startup yang sesungguhnya.

    Pelaksanaan Final UAS Capstone Project di Ruang Kelas 4507 Kampus I UNIKOM menjadi penanda bahwa proses pembelajaran dapat dikembangkan menjadi pengalaman yang lebih kontekstual, kompetitif, dan berorientasi pada penyelesaian masalah. Melalui presentasi, penjurian, hingga pengumuman pemenang, mahasiswa memperoleh pengalaman yang menyerupai proses profesional dalam mempresentasikan dan mempertanggungjawabkan sebuah inovasi. Melalui Capstone Project, UAS tidak lagi sekadar menjadi tahap akhir untuk mengukur kemampuan menjawab soal, tetapi menjadi ruang pembuktian kompetensi, kreativitas, kolaborasi, dan kesiapan mahasiswa menghadapi dunia nyata. Dari sembilan tim dengan beragam gagasan dan solusi, diharapkan lahir inovasi yang tidak berhenti di ruang kelas, tetapi dapat terus dikembangkan menjadi solusi yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan dunia industri. (Direktorat Hms & Pro)

  • Desain Sistem Informasi Perusahaan Menggunakan Kerangka TOGAF untuk Instansi Pelayanan Publik

    Desain Sistem Informasi Perusahaan Menggunakan Kerangka TOGAF untuk Instansi Pelayanan Publik

    Penulis: Herry Saputra, Iyan Gustiana, Eddy Soeryanto Soegoto

    Abstrak

    Sebagai salah satu instansi pemerintah yang bertugas melayani administrasi kependudukan, kecamatan Tagaraja saat ini belum mampu mendukung strategi organisasi secara optimal. Hal ini disebabkan kurangnya sistem informasi yang mendukung setiap proses pertukaran data dari setiap bidang manajemen. Peran teknologi informasi sebagai alat pendukung dalam organisasi sebagai bagian dari sistem informasi telah menjadi bagian dari strategi organisasi untuk mencapai tujuannya. Namun, masalah saat ini adalah implementasi sistem informasi untuk kepentingan seluruh organisasi masih sulit. Strategi bisnis dan strategi teknologi harus selaras. Faktor integrasi dalam pengembangan sistem informasi dapat digunakan untuk menentukan keselarasan sistem informasi dengan kebutuhan organisasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menciptakan arsitektur sistem informasi perusahaan yang tepat untuk mencapai tujuan strategis organisasi sesuai dengan kecamatan dan misi Tagaraja. Diperlukan metode yang komprehensif dan mudah digunakan untuk mendesain arsitektur perusahaan. Penelitian TOGAF ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode pengumpulan data seperti tinjauan pustaka, wawancara, dan observasi langsung, serta metode desain arsitektur ADM Open Group Framework (TOGAF). Temuan penelitian disajikan dalam bentuk proposal aplikasi terintegrasi yang dapat mendukung proses bisnis sekaligus mengatasi masalah terkait kurangnya sistem informasi di kantor kecamatan Tagaraja. © 2022 Taylor’s University. Semua hak dilindungi undang-undang.

    Kata kunci penulis

    Administrasi; Cetak Biru; Arsitektur Perusahaan; Sistem Informasi; TOGAF

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85135697959

  • Raih Medali Perunggu di Ajang Nasional, Dua Atlet UKM Pencak Silat UNIKOM Unjuk Kekuatan di Yogyakarta Championship 7 2026

    Raih Medali Perunggu di Ajang Nasional, Dua Atlet UKM Pencak Silat UNIKOM Unjuk Kekuatan di Yogyakarta Championship 7 2026

    BANDUNG, UNIKOM — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pencak Silat. Dua atlet UNIKOM berhasil menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam Kejuaraan Pencak Silat Tingkat Nasional Yogyakarta Championship 7 2026 yang berlangsung pada Selasa hingga Kamis, 30 Juni–2 Juli 2026, bertempat di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Kejuaraan tersebut menjadi salah satu ajang pencak silat tingkat nasional yang mempertemukan atlet-atlet dari berbagai daerah di Indonesia. Peserta berasal dari berbagai perguruan silat, sekolah, hingga atlet independen yang berkompetisi untuk menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus meraih prestasi di tingkat nasional.

    Dalam ajang tersebut, Naila Hasna Huwaida mahasiswa Program Studi Sastra Inggris, tampil pada kategori Seni Tunggal Tangan Kosong Putri. Sementara itu, Muhammad Zhafran Tahsin Talaohu mahasiswa Program Studi Teknik Arsitektur, berhasil meraih medali Perunggu pada kategori Seni Tunggal Tangan Kosong Putra. Capaian tersebut juga menjadi hasil dari proses persiapan yang dilakukan secara intensif oleh para atlet. Selama kurang lebih satu setengah bulan, seluruh anggota tim menjalani program latihan yang mencakup latihan teknik dan fisik. Pada latihan teknik, para atlet mengasah berbagai gerakan pencak silat, seperti bantingan, guntingan, dan tendangan yang disesuaikan dengan ketentuan terbaru IPSI tahun 2025.

    Sementara itu, latihan fisik difokuskan pada peningkatan kekuatan otot, kelincahan, dan daya tahan tubuh. Salah satu metode yang diterapkan adalah beep test untuk mengukur kemampuan atlet dalam mempertahankan intensitas lari hingga mencapai level tertentu. Persiapan tersebut dilakukan agar para atlet mampu menghadapi tekanan serta intensitas pertandingan dengan kondisi fisik dan mental yang optimal.

    Menurut Pembina UKM Pencak Silat UNIKOM, Dr. Ony Widilestariningtyas, S.E., M.Si., Ak., CA., pencapaian tersebut diharapkan tidak hanya menjadi keberhasilan sesaat, tetapi juga menjadi pemicu semangat bagi seluruh anggota untuk terus meningkatkan kemampuan dan meraih prestasi yang lebih tinggi pada kompetisi berikutnya. Prestasi para atlet juga diharapkan semakin mengharumkan nama UKM Pencak Silat dan UNIKOM di berbagai ajang pencak silat tingkat nasional maupun internasional.

    Sementara itu, Ketua UKM Pencak Silat UNIKOM, Najwa, turut menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian yang berhasil diraih oleh rekan-rekan atlet, termasuk atas hasil yang diperolehnya secara individu. Menurutnya, hasil tersebut merupakan buah dari perjuangan, dedikasi, dan proses panjang yang telah dijalani bersama. “Seluruh perjuangan, dedikasi, dan proses panjang yang kami lalui selama ini akhirnya membuahkan hasil yang sangat memuaskan”, tutur Najwa.

    Meski berhasil meraih prestasi, Najwa menilai masih terdapat sejumlah hal yang perlu dievaluasi dan ditingkatkan. Perbaikan akan dilakukan, khususnya dalam aspek kondisi fisik dan penguasaan teknik, sebagai bagian dari persiapan menghadapi kompetisi berikutnya. “Kami menyadari masih terdapat sejumlah aspek yang perlu dievaluasi dan diperbaiki guna meningkatkan performa pada kompetisi selanjutnya. Ke depan, kami berharap dapat kembali berkompetisi di level yang lebih tinggi dan mengukir prestasi yang lebih gemilang lagi untuk mengharumkan nama UNIKOM”,  ungkapnya.

    Yogyakarta Championship 7 2026 sendiri berlangsung dengan penuh semangat sportivitas dan memperlombakan berbagai kategori usia, mulai dari Usia Dini, Pra-Remaja, Remaja, hingga Dewasa/Mahasiswa. Kategori pertandingan meliputi Seni TGR, Solo Kreatif, dan Tanding Prestasi, baik kelas Under maupun Open.

    Selain memperebutkan medali emas, perak, dan perunggu, kejuaraan ini juga memberikan penghargaan Juara Umum I, II, dan III untuk masing-masing kategori usia. Para pemenang mendapatkan trofi, sertifikat, dan uang pembinaan. Sementara itu, penghargaan Pesilat Terbaik Tanding Putra dan Putri diberikan kepada atlet dengan performa terbaik pada setiap kategori usia.

    Prestasi yang diraih Naila Hasna Huwaida dan Muhammad Zhafran Tahsin Talaohu menjadi bukti bahwa kerja keras, kedisiplinan, dan latihan yang terarah mampu membawa mahasiswa UNIKOM bersaing di tingkat nasional. Capaian tersebut sekaligus menjadi motivasi bagi keluarga besar UKM Pencak Silat UNIKOM untuk terus mengembangkan potensi atlet, meningkatkan prestasi, dan membawa nama baik almamater pada kompetisi-kompetisi mendatang. (Direktorat Hms & Pro)

  • RAKERNAS APTISI 2026: Rektor UNIKOM Sekaligus Ketua APTISI Jabar Resmi Menjadi Mentor Sekolah Kepemimpinan Nasional APTISI

    RAKERNAS APTISI 2026: Rektor UNIKOM Sekaligus Ketua APTISI Jabar Resmi Menjadi Mentor Sekolah Kepemimpinan Nasional APTISI

    BANDUNG, UNIKOM — Minggu, 23 Agustus 2026, Ketua APTISI Jawa Barat dan juga Wakil Ketua Bidang Teknologi dan Inovasi APTISI Pusat sekaligus Rektor Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM), Prof. 3 Prof. HC. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T., menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Tahun 2026. Bertempat di Ballroom Hotel Grand Mercure Lampung, kehadiran tersebut menjadi bagian dari komitmen UNIKOM untuk memperkuat jejaring dan kolaborasi antar pemangku kepentingan pendidikan tinggi sekaligus mendorong kontribusi perguruan tinggi dalam pembangunan nasional.

    Rakernas I APTISI 2026 diikuti sekitar 500 peserta dari 34 provinsi di Indonesia. Forum nasional tersebut menjadi ruang strategis bagi pimpinan perguruan tinggi swasta untuk bertukar gagasan, menyampaikan aspirasi, serta membahas berbagai isu penting terkait penguatan pendidikan tinggi, perluasan akses pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, tata kelola perguruan tinggi, hingga peningkatan kontribusi kampus bagi masyarakat dan pembangunan daerah.

    Salah satu momen penting dalam rangkaian kegiatan Rakernas I APTISI 2026 adalah penyematan Pin Mentor Sekolah Kepemimpinan Nasional APTISI kepada Ketua APTISI Jawa Barat sekaligus Rektor UNIKOM, Prof. 3 Prof. HC. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, MT, oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Prof. Brian Yuliarto, Ph.D. Penyematan pin tersebut menjadi simbol kepercayaan sekaligus penanda peran Prof. Eddy sebagai salah satu mentor dalam Sekolah Kepemimpinan Nasional APTISI.

    Kepercayaan serupa juga diberikan kepada sejumlah pimpinan perguruan tinggi swasta (PTS) dari berbagai daerah di Indonesia yang dipercaya berperan sebagai mentor dalam program tersebut. Berdasarkan daftar peserta, para mentor berasal dari berbagai perguruan tinggi yang memiliki kiprah dan rekam jejak dalam pengembangan pendidikan tinggi, termasuk pimpinan PTS, seperti Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM), Universitas Bina Nusantara (BINUS), Universitas Esa Unggul, Universitas Mercu Buana, Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Universitas Borobudur, Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung, serta sejumlah perguruan tinggi lainnya.

    Kepercayaan tersebut menjadi momentum penting bagi UNIKOM dalam turut berkontribusi terhadap penguatan kapasitas kepemimpinan di lingkungan perguruan tinggi swasta. Melalui peran sebagai mentor, pengalaman, wawasan, serta praktik yang baik dalam pengelolaan perguruan tinggi, diharapkan dapat turut dibagikan dan menjadi bagian dari proses pengembangan calon-calon pemimpin pendidikan tinggi yang adaptif, visioner, dan mampu menjawab tantangan zaman.

    Dalam forum Rakernas, Mendiktisaintek Prof. Brian Yuliarto, Ph.D., menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi swasta dalam memperkuat ekosistem pendidikan tinggi di Indonesia. Menurutnya, berbagai masukan dari pimpinan PTS menjadi bahan penting bagi pemerintah untuk dikaji dan ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan yang berlaku. “Kita akan proses. Mohon kalau ada masukan juga disampaikan secara tertulis supaya nanti bisa dikaji untuk ditindaklanjuti”. Lebih lanjut ia menyatakan, salah satu isu yang menjadi perhatian dalam dialog adalah perluasan akses pendidikan tinggi. Pemerintah terus melakukan penajaman pelaksanaan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dengan memperhatikan kondisi dan kebutuhan masyarakat. Dalam konteks tersebut, pemerintah daerah juga dapat memberikan dukungan beasiswa kepada mahasiswa perguruan tinggi swasta. “Pemda boleh memberikan bantuan kepada PTS, beasiswa, Itu sudah boleh”, demikian tuturnya.

    Selain akses pendidikan, penguatan sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam pembahasan Rakernas. Mendiktisaintek juga menyampaikan peluang pemanfaatan pengalaman dan kompetensi akademik untuk mendukung penguatan PTS melalui transfer pengetahuan. “Supaya ada transfer knowledge, mereka orang-orang yang baik, yang bagus, kinerjanya dapat dioptimalkan untuk mendukung penguatan PTS”, pungkas Prof. Brian.

    Sementara itu, Ketua Umum APTISI, Dr. Ir. H. M. Budi Djatmiko, M.Si., MEI., menekankan bahwa perguruan tinggi perlu melampaui fungsi pendidikan semata dan mampu menghadirkan kebermanfaatan yang lebih luas bagi masyarakat. “Indonesia Emas tidak akan lahir dari kampus yang hanya berhasil mengajar, ia lahir dari kampus yang mampu mengubah pengetahuan menjadi keberdayaan”, tutur Dr. Budi.

    Semangat tersebut sejalan dengan arah Diktisaintek Berdampak, yang mendorong perguruan tinggi untuk menghadirkan manfaat nyata melalui pendidikan, penelitian, inovasi, pengembangan talenta, serta kontribusi langsung terhadap penyelesaian berbagai persoalan masyarakat.

    Rakernas I APTISI 2026 juga menjadi momentum penguatan organisasi APTISI di tingkat daerah. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Lampung dipercaya menjadi Dewan Pembina APTISI Provinsi Lampung, sementara Dr. Ir. H. Firmansyah Alfian, M.BA., M.Sc. dilantik sebagai Ketua APTISI Provinsi Lampung periode 2026–2031. Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota DPR RI Rycko Menoza, M.B.A., Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata Zita Anjani, S.Sos., M.Sc., Kasdam XXI Raden Inten Brigjen TNI Andrian Susanto, S.I.P., M.Han., M.I.Pol., serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

    Bagi UNIKOM, kehadiran Rektor dalam Rakernas I APTISI 2026 sekaligus kepercayaan sebagai Mentor Sekolah Kepemimpinan Nasional APTISI menjadi momentum strategis untuk memperluas kontribusi UNIKOM dalam pengembangan kepemimpinan perguruan tinggi swasta di Indonesia. Penyematan Pin Mentor oleh Mendiktisaintek, Prof. Brian Yuliarto, Ph.D., menjadi simbol sinergi sekaligus kepercayaan terhadap peran UNIKOM dalam membangun kepemimpinan pendidikan tinggi yang berintegritas, adaptif, inovatif, dan berorientasi pada dampak.

    Melalui momentum tersebut, UNIKOM terus meneguhkan komitmennya untuk tidak hanya menjadi institusi pendidikan yang unggul dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga menjadi bagian aktif dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi Indonesia yang kolaboratif, berdaya saing, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta pembangunan nasional. (Direktorat Hms & Pro)

  • UNIKOM Gelar Workshop Kurikulum “Reimagining Curriculum for Artificial Intelligence Era” Perkuat Kurikulum Berbasis OBE Untuk Lahirkan Digital Leaders Berkelas Dunia

    UNIKOM Gelar Workshop Kurikulum “Reimagining Curriculum for Artificial Intelligence Era” Perkuat Kurikulum Berbasis OBE Untuk Lahirkan Digital Leaders Berkelas Dunia

    BANDUNG, UNIKOM — Dalam rangka Dies Natalis ke-26, Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan masa depan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui workshop bertajuk “26 Years of UNIKOM: Reimagining Curriculum for Artificial Intelligence Era Melahirkan Digital Leaders Berkelas Dunia melalui Kurikulum Masa Depan” yang digelar pada Rabu, 12 Agustus 2026. Bertempat di Auditorium Lantai 17 UNIKOM.

    Workshop yang digagas oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan bersama Tim Ad Hoc Kurikulum UNIKOM tersebut, secara khusus diarahkan untuk memperkuat pemahaman sivitas akademika mengenai filosofi, urgensi, implementasi, dan evaluasi Outcome-Based Education (OBE) sebagai salah satu fondasi penting dalam pengembangan kurikulum pendidikan tinggi. Kehadiran seluruh unsur pimpinan, pengelola program studi, dan dosen dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa transformasi kurikulum merupakan tanggung jawab bersama dan menjadi bagian penting dari arah pengembangan akademik UNIKOM dalam menghadapi era kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI).

    Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Prof. Dr. Hj. Umi Narimawati, Dra., S.E., M.Si., Wakil Rektor II Bidang Sumber Daya, Assoc. Prof. Dr. Agus Riyanto, S.T., M.T., CSBA, Wakil Rektor III Bidang Riset, Inovasi, dan Akreditasi Assoc. Prof. Dr. Ir. Herman S. Soegoto, MBA, Wakil Rektor IV Bidang Teknologi Digital & ICT, International Program & Center of Excellence Prof. Zainal A. Hasibuan, Ph.D., serta Deputi Wakil Rektor IV Adam Mukharil Bachtiar, S.Kom., M.T., Ph.D., bersama para dekan, ketua program studi, dan seluruh dosen di lingkungan UNIKOM.

    Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNIKOM, Prof. Dr. Hj. Umi Narimawati, Dra., S.E., M.Si., menegaskan bahwa workshop tersebut merupakan bagian dari langkah strategis UNIKOM untuk membangun kesamaan pemahaman dan mindset seluruh sivitas akademika mengenai penerapan kurikulum berbasis OBE. Menurutnya, kurikulum memiliki posisi yang sangat fundamental dalam penyelenggaraan pendidikan karena menjadi dasar dalam menentukan bagaimana proses pembelajaran dilaksanakan dan bagaimana kompetensi mahasiswa dibentuk. “Kurikulum adalah jantungnya pendidikan. Dari kurikulum inilah kita menyampaikan kepada masyarakat apa yang menjadi kekuatan dan keunggulan kita. Karena itu, bagaimana kurikulum tersebut disusun dan disajikan menjadi tanggung jawab bersama para pimpinan, dosen, dan seluruh sivitas akademika”, tutur Prof. Umi.

    Ia menjelaskan bahwa pengembangan dan penyempurnaan kurikulum selama ini dilakukan melalui proses di tingkat program studi, kemudian dibawa ke tingkat fakultas untuk mendapatkan masukan dan persetujuan. Berbagai masukan dari pemangku kepentingan juga menjadi bagian penting agar kurikulum yang dihasilkan tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat, dunia kerja, perkembangan ilmu pengetahuan, serta kemajuan teknologi.

    Selain itu, Prof. Umi juga menyoroti perkembangan Artificial Intelligence (AI) yang saat ini menjadi bagian dari perubahan besar dalam dunia pendidikan. Menurutnya, kehadiran AI merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari sehingga sivitas akademika, khususnya dosen, perlu memiliki kesiapan untuk beradaptasi dan memanfaatkannya secara tepat dalam proses pendidikan. “Ini adalah era digital. Mau tidak mau, suka tidak suka, kita harus menghadapinya. Yang penting bukan sekadar menggunakan AI, tetapi bagaimana dosen dapat mengantisipasi dan mengarahkan penggunaannya sehingga daya pikir dan kreativitas mahasiswa tetap berkembang”, jelasnya.

    Menurut Prof. Umi, pemanfaatan AI tidak seharusnya menghilangkan peran dosen maupun kemampuan berpikir mahasiswa. Sebaliknya, teknologi tersebut perlu ditempatkan sebagai bagian dari ekosistem pembelajaran yang dapat membantu mahasiswa mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, adaptif, kolaboratif, serta bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi.

    Langkah tersebut sekaligus memperkuat komitmen UNIKOM dalam mendukung terwujudnya Campus AI Ready, yaitu lingkungan kampus yang memiliki kesiapan sumber daya manusia, proses pembelajaran, kurikulum, serta ekosistem akademik dalam menghadapi perkembangan kecerdasan artifisial. Kesiapan tersebut tidak hanya diarahkan pada penguasaan teknologi, tetapi juga pada kemampuan sivitas akademika untuk memanfaatkan AI secara bijak, produktif, etis, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan.

    Dengan demikian, transformasi kurikulum yang dilakukan UNIKOM memiliki cakupan yang lebih luas daripada sekadar pembaruan dokumen akademik. Kurikulum diarahkan menjadi instrumen untuk membangun ekosistem pendidikan yang mampu menghubungkan kompetensi akademik, penguasaan teknologi, inovasi, kewirausahaan, dan kebutuhan dunia profesional.

    Lebih lanjut, Prof. Umi menyampaikan bahwa setelah mendapatkan pemahaman mengenai konsep OBE, para dosen dan pengelola program studi akan melanjutkan proses pengembangan terhadap kurikulum yang telah dipersiapkan. Kurikulum tersebut selanjutnya akan dievaluasi dan dikembangkan dengan mempertimbangkan masukan dari berbagai pihak, termasuk pihak eksternal, sehingga kurikulum yang dihasilkan benar-benar memiliki relevansi dengan kebutuhan dunia profesional dan perkembangan teknologi. “Setelah konsep ini diberikan, para dosen akan masuk ke sesi pengembangan untuk mengolah kurikulum yang sudah dipersiapkan. Pada tahap berikutnya, kita akan mengundang pihak eksternal untuk memberikan masukan terhadap kurikulum yang telah disusun”, tambahnya.

    Prof. Umi berharap proses tersebut dapat menghasilkan kurikulum yang mampu menjawab tantangan era digital sekaligus mendukung visi UNIKOM dalam mencetak lulusan yang memiliki daya saing global. Ia menegaskan bahwa ke depan seluruh kurikulum di lingkungan UNIKOM diarahkan untuk mengimplementasikan prinsip OBE. “Tidak boleh ada kurikulum di UNIKOM ke depan yang tidak mengimplementasikan prinsip OBE. Kita ingin melalui kurikulum ini lahir digital leaders berkelas dunia”, demikian pungkasnya.

    Memasuki agenda utama, sesi talkshow diisi oleh narasumber Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Prof. Dr. Hj. Umi Narimawati, Dra., SE., M.Si., dan Wakil Rektor IV Bidang Teknologi Digital & ICT, International Program & Center of Excellence Prof. Zainal A. Hasibuan, Ph.D., dengan dipandu oleh Deputi Wakil Rektor IV UNIKOM, Adam Mukharil Bachtiar, S.Kom., M.T., Ph.D selaku moderator. Dalam pengantarnya, Adam Ph.D., menjelaskan bahwa pembahasan mengenai kurikulum pada workshop tersebut memiliki keterkaitan erat dengan agenda transformasi AI yang tengah dikembangkan UNIKOM. “Tema kita hari ini masih berkaitan dengan AI. Kalau sebelumnya kita membahas AI secara umum, sekarang kita masuk ke bagaimana AI ditempatkan dalam kurikulum,” ungkap Adam.

    Adam menjelaskan bahwa rangkaian workshop dirancang agar peserta tidak hanya memahami konsep OBE secara teoritis, tetapi juga mampu melihat bagaimana prinsip tersebut diterapkan secara nyata dalam pengembangan dan pelaksanaan kurikulum. Sesi awal difokuskan pada pemahaman filosofis mengenai OBE, termasuk perubahan pola pikir yang diperlukan untuk mengimplementasikannya secara konsisten.

    Menurut Adam Ph.D., OBE tidak dapat dipandang sebatas pemenuhan administrasi akademik. OBE membutuhkan perubahan cara pandang dalam merancang pendidikan, mulai dari menentukan capaian pembelajaran, menyusun proses pembelajaran, memilih metode asesmen, hingga melakukan evaluasi terhadap ketercapaian kompetensi mahasiswa. “OBE itu bukan hanya administrasi. Ada dokumen, ada evaluasi, tetapi yang paling penting adalah mindset. Kalau mindset kita masih menggunakan pola kurikulum lama, maka kita akan kesulitan untuk benar-benar menerapkan OBE”, jelasnya.

    Ia juga menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan dibagi ke dalam beberapa sesi dengan fokus yang saling melengkapi. Pada sesi pagi, peserta mendapatkan pemaparan mengenai filosofi dan konsep OBE, kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai evaluasi implementasinya. Setelah istirahat, kegiatan dilanjutkan dengan sesi paralel yang melibatkan para pengelola program studi dan dosen sesuai dengan fokus pembahasan masing-masing.

    Para kepala dan koordinator program studi diarahkan menuju Ruang 7.010 Lantai 7 UNIKOM untuk mengikuti pembahasan yang lebih terfokus pada kesiapan dan pengembangan kurikulum berbasis OBE, termasuk melihat sejauh mana rancangan kurikulum yang telah disusun memenuhi prinsip OBE. Sementara itu, para dosen melanjutkan kegiatan di Auditorium Lantai 17 UNIKOM dengan pembahasan mengenai implementasi OBE dalam proses pembelajaran.

    Sesi bagi dosen juga diarahkan untuk membahas bagaimana prinsip OBE dapat diimplementasikan dalam menghadapi perubahan ekosistem pendidikan, termasuk perkembangan pembelajaran hibrida dan pemanfaatan AI dalam proses belajar mengajar. Dengan demikian, transformasi kurikulum tidak hanya berhenti pada dokumen akademik, tetapi dapat diterjemahkan secara nyata ke dalam pengalaman belajar mahasiswa. Pembagian sesi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan transformasi kurikulum dapat dipahami dari berbagai perspektif, baik dari sisi pengelolaan dan pengembangan kurikulum di tingkat program studi maupun dari sisi implementasinya dalam proses pembelajaran yang dilakukan oleh dosen.

    Pendekatan OBE menjadi salah satu fondasi penting dalam proses tersebut karena menempatkan capaian pembelajaran sebagai orientasi utama pendidikan. Dengan pendekatan ini, proses pembelajaran tidak hanya berfokus pada materi yang disampaikan kepada mahasiswa, tetapi juga memastikan kompetensi yang ditargetkan benar-benar dapat dicapai dan diukur.

    Melalui momentum Dies Natalis ke-26, UNIKOM kembali menegaskan komitmennya untuk terus melakukan inovasi dalam pendidikan tinggi. Penguatan kurikulum berbasis OBE, kesiapan menghadapi era AI, serta pengembangan ekosistem digital dan kewirausahaan menjadi bagian dari perjalanan UNIKOM dalam membangun pendidikan tinggi yang relevan dengan perkembangan zaman. Melalui workshop tersebut, UNIKOM juga terus berupaya menghadirkan kurikulum masa depan yang adaptif, berorientasi pada capaian pembelajaran, responsif terhadap perkembangan AI, mendukung terwujudnya Campus AI Ready, memperkuat arah Digital Entrepreneurial University, serta mampu melahirkan digital leaders berkelas dunia. (Direktorat Hms & Pro)

  • Hadapi Era Generative AI, FTIK UNIKOM Gelar Seminar untuk Bekali Mahasiswa Optimalkan AI dalam Penelitian Teknik dan Finansial

    Hadapi Era Generative AI, FTIK UNIKOM Gelar Seminar untuk Bekali Mahasiswa Optimalkan AI dalam Penelitian Teknik dan Finansial

    BANDUNG, UNIKOM – Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FTIK), Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM), menyelenggarakan seminar bertema “Generative AI dalam Penelitian Teknik dan Finansial; Risiko Plagiarisme, Halusinasi dan Tanggung Jawab”, pada Kamis, 23 Juli, bertempat di Auditorium Miracle Lantai 4 Kampus 1 UNIKOM. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Seminar FTIK UNIKOM dalam mendukung Program Diktisaintek Berdampak, yang diarahkan untuk memperkuat kompetensi mahasiswa, meningkatkan literasi teknologi, serta mendorong pemanfaatan inovasi secara bertanggung jawab dalam kegiatan akademik dan pengembangan profesional. Seminar tersebut juga menjadi ruang edukasi bagi mahasiswa untuk memahami perkembangan Generative Artificial Intelligence (Generative AI), khususnya dalam bidang penelitian teknik dan finansial, sekaligus membangun kesadaran mengenai risiko, etika, integritas akademik, serta tanggung jawab dalam pemanfaatannya.

    Turut hadir pada seminar tersebut, Dr. Fikri Fadillah, S.T., M.T. sebagai narasumber dan Dony Waluya Firdaus, S.E., M.Si. sebagai moderator. Selain itu, turut hadir pula jajaran Ketua Program Studi, Dosen, serta mahasiswa di lingkungan FTIK UNIKOM.

    Kaprodi Komputerisasi Akuntansi FTIK UNIKOM, Dr. Rio Yunanto, S.Kom., M.T., dalam kapasitasnya mewakili Dekan FTIK UNIKOM, Assoc. Prof. Dr. Ir. Herman S. Soegoto, MBA., menyatakan bahwa seminar tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan FTIK yang diselenggarakan untuk merespons perkembangan teknologi, khususnya Generative AI, yang semakin dekat dengan kehidupan mahasiswa. “Pada hari ini kita melaksanakan seminar yang merupakan rangkaian seminar dari Fakultas Teknik dan Komputer. Untuk bulan Juli, temanya adalah Generative AI dalam penelitian teknik dan finansial”, tutur Dr. Rio Yunanto.

    Menurutnya, peserta kegiatan didominasi oleh mahasiswa FTIK, meskipun terdapat pula mahasiswa dari fakultas lain yang mengikuti seminar. Melalui kegiatan tersebut, FTIK berupaya memberikan pemahaman bahwa perkembangan AI tidak hanya menawarkan berbagai kemudahan, tetapi juga menghadirkan tanggung jawab dan konsekuensi yang perlu dipahami penggunanya. “Tema ini dipilih untuk menindaklanjuti bagaimana perkembangan Generative AI yang sudah semakin tidak bisa dipisahkan dari kehidupan mahasiswa dan tentunya akan ada tanggung jawab dan konsekuensi yang perlu dipertimbangkan dari kemanfaatan Generative AI”, jelasnya.

    Sementara itu dalam kesempatan wawancara, Dr. Fikri Fadillah, S.T., M.T., selaku narasumber menjelaskan bahwa materi seminar diarahkan untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai penerapan Generative AI dalam bidang teknik, penelitian, dan finansial, termasuk berbagai risiko yang perlu diwaspadai, salah satunya adalah halusinasi data. “Untuk hari ini saya akan menyampaikan mengenai penerapan Generative AI di bidang teknik, penelitian, dan finansial untuk memahami risiko, kemudian halusinasi data”, ungkap Dr. Fikri.

    Ia berharap mahasiswa tidak hanya memahami cara menggunakan Generative AI, tetapi juga memiliki kesadaran mengenai batasan dan tanggung jawab dalam penggunaannya. Menurutnya, kemampuan memanfaatkan teknologi harus diiringi dengan sikap kritis agar mahasiswa mampu membedakan informasi yang dapat dipercaya dan informasi yang masih memerlukan verifikasi. Lebih lanjut, Dr. Fikri juga menyoroti kekhawatiran di lingkungan akademik mengenai penggunaan Generative AI, terutama ketika teknologi tersebut digunakan dalam penyusunan hasil penelitian maupun karya ilmiah. Menurutnya, penggunaan AI secara berlebihan berpotensi membuat proses penciptaan karya kehilangan kejelasan mengenai sumber gagasan dan pihak yang bertanggung jawab terhadap hasilnya.

    Selain itu, Ia menambahkan bahwa gagasan, ide, dan metodologi penelitian harus tetap berasal dari mahasiswa sebagai pencipta karya ilmiah. AI dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses tertentu, seperti membantu menelusuri informasi atau menyempurnakan penulisan agar sesuai dengan kaidah bahasa. “Upayakan gagasan, ide, dan metodologi semuanya berasal dari kita sebagai pencipta karya ilmiah. AI bisa dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk menelusur naskah yang sesuai kaidah kalimatnya. Tetapi materi inti dan konsep tetap dari kita,” tambahnya.

    Pemanfaatan Generative AI juga mulai mendapatkan ruang dalam pembelajaran di lingkungan FTIK UNIKOM. Menurut Dr. Rio, pemanfaatan AI telah dirancang dalam Rencana Pembelajaran Semester (RPS), salah satunya melalui mata kuliah yang berkaitan dengan animasi dan Artificial Intelligence di Program Studi Komputerisasi Akuntansi. “Di Prodi Komputerisasi Akuntansi, secara program semester atau RPS sudah terimplementasi dan kami ada mata kuliah Pengenalan Animasi dan Artificial Intelligence”, jelasnya.

    Dr. Rio juga menjelaskan bahwa perkembangan Generative AI saat ini membuat pembelajaran mengenai teknologi tersebut semakin relevan. Kemampuan AI yang sebelumnya banyak dikenal dalam menghasilkan teks kini telah berkembang hingga dapat menghasilkan gambar maupun video. “Kami ingin menggabungkan mata kuliah animasi itu dengan pengenalan Generative AI yang pada saat ini Generative AI bukan cuma untuk meng-generate text, tetapi juga bisa meng-generate gambar dan juga video,” ungkapnya.

    Integrasi teknologi tersebut menjadi salah satu bentuk upaya FTIK UNIKOM dalam menyesuaikan proses pembelajaran dengan perkembangan teknologi sekaligus membekali mahasiswa dengan kompetensi yang relevan untuk kebutuhan akademik maupun dunia profesional. Hal ini sejalan dengan semangat Program Diktisaintek Berdampak yang mendorong perguruan tinggi untuk menghadirkan pendidikan, inovasi, dan pengembangan kompetensi yang memberikan manfaat serta dampak nyata bagi mahasiswa dan masyarakat.

    Dr. Rio berharap mahasiswa dapat melihat perkembangan AI sebagai peluang untuk meningkatkan kreativitas dan produktivitas, dengan tetap memahami kelebihan, kekurangan, risiko, dan manfaat teknologi tersebut. Ia pun mengajak mahasiswa untuk tidak ragu memanfaatkan AI selama digunakan untuk hal-hal yang positif dan bermanfaat. “Dari kami, Prodi Komputerisasi Akuntansi, silakan gunakan AI untuk hal yang positif, bermanfaat, tidak perlu ragu, tidak perlu khawatir,” tegasnya.

    Di sisi lain, integritas akademik tetap menjadi perhatian dalam pemanfaatan teknologi tersebut. Dr. Rio menyampaikan bahwa mahasiswa perlu memahami batas antara penggunaan AI sebagai alat bantu dengan tindakan plagiarisme. UNIKOM sendiri memiliki fasilitas yang dapat membantu melakukan pemeriksaan terhadap karya akademik. “Untuk hal-hal yang sifatnya plagiarisme itu sudah ada tools untuk membendungnya. Bahkan UNIKOM punya fasilitas yang namanya Turnitin dan Turnitin ini bisa digunakan untuk mengecek similarity dari plagiarisme dan similarity dari AI,” jelasnya.

    Melalui Seminar FTIK UNIKOM dalam mendukung Program Diktisaintek Berdampak tersebut, FTIK UNIKOM berkomitmen untuk terus mendorong mahasiswa agar adaptif terhadap perkembangan teknologi, khususnya Generative AI, sekaligus mampu menggunakannya secara kritis, kreatif, etis, dan bertanggung jawab. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat literasi teknologi, kompetensi akademik, dan kesiapan mahasiswa menghadapi perkembangan dunia profesional, sehingga pemanfaatan teknologi tidak hanya menghasilkan kemudahan, tetapi juga memberikan dampak positif dan nyata. (Direktorat Hms & Pro)

  • Aplikasi Terapi Diri untuk Zoofobia MenggunakanMetode Graduated Exposure Therapy dan Augmented Reality

    Aplikasi Terapi Diri untuk Zoofobia MenggunakanMetode Graduated Exposure Therapy dan Augmented Reality

    Penulis: Irawan Afrianto; Ikhsan Darmawan; Sufa Atin
    DOI: 10.1109/INCITEST59455.2023.10396978

    Abstrak
    Zoofobia adalah gangguan kecemasan berat yang berkembang ketika seseorang mengalami kecemasan dan ketakutan terhadap hewan tertentu. Salah satu metode untuk mengendalikan rasa takut adalah Graduated Exposure. Dalam penerapannya, metode Graduated Exposure perlu didampingi oleh psikolog yang menyediakan materi paparan sebagai stimulus terhadap ketakutan penderita. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membangun aplikasi berbasis Android yang mengimplementasikan terapi eksposur sebagai alternatif terapi mandiri untuk mengendalikan ketakutan pasien zoofobia. Aplikasi ini menggabungkan penggunaan teknologi augmented reality untuk menggantikan hewan nyata dengan objek 3D sebagai stimulus terapi, serta gelang pintar (smart band) sebagai alat pengukur detak jantung pengguna selama terapi. Hasil pengujian dengan metode black-box menunjukkan bahwa sistem fungsional yang dibangun telah sesuai dengan yang diharapkan. Sementara itu, pada pengujian beta, diperoleh hasil 88,89% sangat setuju bahwa pemanfaatan terapi zoofobia menggunakan aplikasi seluler dapat membantu mengurangi rasa takut, 86,67% sangat setuju bahwa terapi eksposur menggunakan aplikasi seluler memberikan pengalaman yang sama dengan eksposur langsung, 75,56% setuju bahwa penggunaan objek 3D dapat menggantikan hewan nyata sebagai stimulus rasa takut, 75,56% setuju bahwa berinteraksi melalui perantara teknologi augmented reality memberikan rasa takut yang sama. © 2023 IEEE.

    Kata Kunci Penulis
    Augmented Reality; Graduated Exposure; Aplikasi Terapi Mandiri; Gelang Pintar; Zoofobia

    Kata Kunci Terindeks
    Istilah Terkendali Teknik
    Augmented reality; Komputasi seluler; Perawatan pasien
    Istilah Tidak Terkendali Teknik
    Objek 3D; Teknologi augmented reality; Terapi eksposur; Graduated exposure; Aplikasi (dalam konteks penerapan); Aplikasi seluler; Terapi swabantu; Aplikasi terapi mandiri; Gelang pintar; Zoofobia
    Topik Utama Teknik
    Hewan

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85185201444

  • PKM Prodi Ilmu Komunikasi FISIP UNIKOM: Hadirkan Solusi Komunikasi Digital kepada Karang Taruna Cipatat dengan Slack dan Trello

    PKM Prodi Ilmu Komunikasi FISIP UNIKOM: Hadirkan Solusi Komunikasi Digital kepada Karang Taruna Cipatat dengan Slack dan Trello

    BANDUNG, UNIKOM — Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) terus mendorong pemanfaatan teknologi digital di tengah masyarakat melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM). Kali ini, Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNIKOM menggandeng Karang Taruna Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, untuk memperkuat kapasitas organisasi kepemudaan melalui penerapan komunikasi organisasi berbasis digital. Mengusung tema “Model Komunikasi Organisasi Digital Karang Taruna Kecamatan Cipatat melalui Implementasi Slack dan Trello”, kegiatan tersebut berlangsung pada Minggu, 26 Juli, bertempat di GOR Desa Nyalindung, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat.

    Sebanyak 20 peserta yang merupakan perwakilan Forum Pengurus Karang Taruna (FPKT) Kecamatan Cipatat serta anggota Karang Taruna dari sejumlah desa mengikuti kegiatan yang memadukan pemahaman mengenai komunikasi organisasi digital dengan praktik pemanfaatan aplikasi Slack dan Trello. Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya untuk membantu organisasi kepemudaan beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi, khususnya dalam membangun pola komunikasi yang lebih efektif, kolaboratif, transparan, dan terdokumentasi.

    Dalam kesempatan wawancara, Ketua Pelaksana PKM, Inggar Prayoga, S.I.Kom., M.I.Kom., menjelaskan bahwa transformasi digital dalam organisasi tidak berhenti pada penggunaan teknologi, tetapi juga berkaitan dengan perubahan budaya komunikasi dan tata kelola organisasi. “Transformasi digital bukan sekadar menggunakan aplikasi, tetapi membangun budaya komunikasi yang lebih cepat, kolaboratif, transparan, dan terdokumentasi dengan baik. Melalui pemanfaatan Slack dan Trello, kami ingin membantu Karang Taruna memiliki sistem komunikasi organisasi yang lebih efektif sehingga mampu meningkatkan kualitas pelayanan dan pelaksanaan program kerja,” ujar Inggar.

    Menurutnya, perkembangan teknologi digital telah mengubah cara organisasi berkomunikasi dan berkolaborasi. Karena itu, Karang Taruna sebagai organisasi sosial kepemudaan perlu memanfaatkan teknologi untuk memperkuat koordinasi lintas desa sekaligus meningkatkan efektivitas pengelolaan berbagai kegiatan.

    Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua Karang Taruna Kecamatan Cipatat, Junjun Rohadi. Ia menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin antara UNIKOM dan Karang Taruna Kecamatan Cipatat, khususnya dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia melalui penguatan literasi digital. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP UNIKOM yang telah memilih Karang Taruna Kecamatan Cipatat sebagai mitra dalam kegiatan ini. Pelatihan ini sangat relevan dengan kebutuhan organisasi kami, terutama untuk meningkatkan koordinasi antar pengurus dan mempercepat komunikasi dalam menjalankan berbagai program sosial”, tuturnya.

    Selain itu, apresiasi serupa juga disampaikan Pemerintah Desa Nyalindung yang diwakili Kepala Dusun Didin Solihin. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat merupakan bentuk sinergi penting dalam mendukung pembangunan desa, khususnya melalui peningkatan pengetahuan dan kapasitas generasi muda. “Kami menyambut baik kegiatan ini karena memberikan pengetahuan baru yang sangat dibutuhkan oleh generasi muda. Harapannya, ilmu yang diperoleh tidak berhenti di ruang pelatihan, tetapi dapat diterapkan dalam aktivitas Karang Taruna di masing-masing desa”, ungkap Didin.

    Kegiatan kemudian dibuka secara resmi oleh Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP UNIKOM, Assoc. Prof. Dr. Manap Solihat, M.Si. Dalam sambutannya, Assoc. Prof. Dr. Manap menegaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang harus mampu memberikan solusi atas kebutuhan masyarakat. “Perguruan tinggi tidak hanya menghasilkan ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan solusi bagi masyarakat. Kolaborasi dengan Karang Taruna Kecamatan Cipatat merupakan bentuk komitmen kami dalam mendukung transformasi digital organisasi kepemudaan sehingga lebih adaptif, profesional, dan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat”, tuturnya.

    Memasuki sesi utama, peserta mendapatkan dua materi yang saling melengkapi. Materi pertama bertajuk “Transformasi Komunikasi Digital untuk Karang Taruna yang Inovatif dan Responsif” disampaikan oleh Inggar Prayoga, S.I.Kom., M.I.Kom. Materi tersebut membahas perubahan paradigma komunikasi organisasi di era digital, strategi membangun komunikasi internal yang efektif, pentingnya dokumentasi digital, serta pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan produktivitas organisasi.

    Selanjutnya, Donny Reza, S.T., M.Kom., tenaga ahli bidang teknologi informasi UNIKOM, memberikan pelatihan teknis pemanfaatan aplikasi Slack dan Trello. Tidak hanya memperoleh pemahaman secara teoritis, peserta juga diajak mempraktikkan secara langsung penggunaan kedua platform tersebut. Mulai dari membuat ruang kerja digital, membagi tugas, mengelola proyek, menyusun jadwal kegiatan, hingga memantau perkembangan program kerja yang dilakukan secara kolaboratif.

    Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Diskusi interaktif dan praktik langsung menunjukkan tingginya minat pengurus Karang Taruna untuk mengadopsi sistem komunikasi digital dalam aktivitas organisasi sehari-hari. Melalui kegiatan PKM ini, Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP UNIKOM berharap implementasi Slack dan Trello dapat menjadi model komunikasi organisasi digital yang mendukung peningkatan efektivitas koordinasi, mempercepat pengambilan keputusan, serta memperkuat kolaborasi antar pengurus Karang Taruna di Kecamatan Cipatat. Lebih dari sekadar pelatihan penggunaan aplikasi, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya UNIKOM dalam membangun kapasitas organisasi kepemudaan agar semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi dan tuntutan pengelolaan organisasi di era digital. Melalui PKM tersebut, Prodi Ilmu Komunikasi FISIP UNIKOM menegaskan komitmen berkelanjutan dalam mendampingi masyarakat melalui penerapan ilmu komunikasi dan teknologi digital. Dengan penguatan kapasitasnya, organisasi kepemudaan diharapkan semakin mampu membangun komunikasi yang efektif, mengelola program secara kolaboratif, dan memberikan kontribusi yang lebih luas bagi masyarakat. (Direktorat Hms & Pro)

  • Belajar dari Dunia Industri, Mahasiswa Prodi Akuntansi FEB UNIKOM dalami Peran Finance dan Accounting di PT Victoria Care

    Belajar dari Dunia Industri, Mahasiswa Prodi Akuntansi FEB UNIKOM dalami Peran Finance dan Accounting di PT Victoria Care

    BANDUNG, UNIKOM – Kamis, 23 Juli 2026, guna memperkuat keterhubungan antara pembelajaran akademik dan praktik di dunia industri, Program Studi (Prodi) Akuntansi Fakultas Ekonomi & Bisnis (FEB) Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) melaksanakan kunjungan industri ke pabrik utama PT Victoria Care Indonesia Tbk di Semarang, Jawa Tengah. Kegiatan yang diikuti mahasiswa S1 dan D3 Akuntansi semester 4 tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk melihat secara langsung aktivitas industri manufaktur sekaligus memahami penerapan ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan dalam lingkungan kerja profesional.

    Rombongan mahasiswa didampingi jajaran dosen dan sekretariat prodi, diantaranya Kaprodi S1 Akuntansi Assoc. Prof. Sri Dewi Anggadini, S.E., M.Si., Ak., C.A., serta Kaprodi D3 Akuntansi Assoc. Prof. Wati Aris Astuti, S.E., M.Si., Ak., C.A. Kegiatan tersebut juga memiliki keterkaitan erat dengan pembelajaran mata kuliah Akuntansi Manajemen yang diampu oleh Assoc. Prof. Dr. Setya Budi Inta Nusa, S.E., M.Si., serta Dasar-Dasar Akuntansi Manajemen yang dibimbing oleh Dr. Ony Widilestrainingtyas, S.E., M.Si., Ak., C.A.

    Kehadiran rombongan UNIKOM disambut hangat oleh perwakilan manajemen PT Victoria Care Indonesia Tbk, Iik Kusuma Adi. Dalam sesi pemaparan, mahasiswa memperoleh wawasan mengenai perjalanan bisnis perusahaan yang berada di bawah pimpinan Billy Hartono Salim dan berkantor pusat di Jakarta Barat. PT Victoria Care Indonesia Tbk merupakan perusahaan manufaktur yang telah menghasilkan berbagai merek yang dikenal masyarakat, di antaranya Herborist, Miranda, Nuface, CBD, Secret Garden, Sixsence, Iria Goat’s Milk, hingga Victoria.

    Perwakilan manajemen PT Victoria Care Indonesia Tbk, Iik Kusuma Adi juga memaparkan perjalanan perusahaan dalam mengembangkan bisnis yang berorientasi pada standar dan tren kecantikan Asia, khususnya Korea. Dari pasar domestik, perusahaan terus mengembangkan kiprahnya hingga menjangkau pasar internasional.

    Tidak hanya mengenal perjalanan perusahaan, mahasiswa juga diajak memahami tantangan yang dihadapi industri saat ini. Berdasarkan hasil riset pasar yang disampaikan, perilaku konsumen kini cenderung lebih senang bereksperimen dan mencoba berbagai produk baru. Kondisi tersebut mendorong perusahaan untuk terus berinovasi dalam menciptakan kepuasan sekaligus mempertahankan loyalitas pelanggan.Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam sesi pemaparan adalah pentingnya peran lulusan akuntansi di dunia kerja. Mahasiswa mendapatkan gambaran bahwa keberadaan tim Finance & Accounting yang andal memiliki peran penting dalam memastikan pencatatan dan pengelolaan keuangan berjalan secara transparan dan akuntabel.

    Selain itu, fungsi tersebut juga menjadi bagian penting dalam mendukung kesiapan perusahaan menghadapi proses audit secara berkala. Pemahaman tersebut memberikan perspektif kepada mahasiswa bahwa kompetensi akuntansi tidak hanya berkaitan dengan teori dan pencatatan keuangan, tetapi juga memiliki peran strategis dalam mendukung keberlangsungan operasional perusahaan.Kunjungan industri berlangsung dalam suasana yang edukatif sekaligus interaktif. Setelah sesi pemaparan mengenai perusahaan dan industri, mahasiswa mengikuti edukasi produk yang melibatkan beberapa mahasiswa sebagai model demonstrasi secara langsung.

    Suasana semakin semarak melalui kegiatan ice breaking yang interaktif. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan sesi tanya jawab. Antusiasme mahasiswa terlihat dari berbagai pertanyaan yang disampaikan selama kegiatan berlangsung. Kegiatan ditutup dengan penyerahan cindera mata dari Ketua Program Studi Akuntansi UNIKOM kepada perwakilan PT Victoria Care Indonesia Tbk sebagai bentuk apresiasi dan ucapan terima kasih atas sambutan, keterbukaan, serta wawasan yang diberikan kepada mahasiswa. Melalui kunjungan industri tersebut, mahasiswa Akuntansi UNIKOM mendapatkan pengalaman belajar yang lebih dekat dengan realitas dunia kerja. Tidak sekadar melihat bagaimana sebuah produk dihasilkan, kegiatan tersebut juga membuka wawasan mahasiswa mengenai dinamika industri manufaktur sekaligus memperkuat pemahaman tentang luasnya peran dan peluang lulusan akuntansi di dunia profesional. (Direktorat Hms & Pro)

  • Semarak Hut Ri Ke-81 Dan Dies Natalis Unikom Ke-26 :“Kompak Untuk Aksi, Hebat Untuk Inovasi

    Semarak Hut Ri Ke-81 Dan Dies Natalis Unikom Ke-26 :“Kompak Untuk Aksi, Hebat Untuk Inovasi

    BANDUNG, UNIKOM – Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang dirayakan bersama dengan Dies Natalis ke-26 Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) yang digelar pada Kamis, 13 Agustus 2026, bertempat di Lapangan Kampus Dago UNIKOM. Tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, kegiatan tersebut menjadi momentum bagi sivitas akademika UNIKOM untuk memperkuat kebersamaan, menjaga kebugaran, sekaligus merayakan perjalanan UNIKOM yang memasuki usia ke-26.

    Mengusung semangat “Kompak untuk Aksi, Hebat untuk Inovasi”. Kegiatan tersebut turut dihadiri Rektor UNIKOM, Prof. 3 Prof. HC. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T., jajaran pimpinan universitas, para dekan, direktur, ketua program studi, dosen, karyawan, mahasiswa, panitia, serta perwakilan BNI Wilayah 04 sebagai mitra pendukung kegiatan.

    Direktur Administrasi Umum sekaligus Ketua Pelaksana HUT UNIKOM ke-26 dan HUT RI ke-81, Assoc. Prof. Dr. Adeh Ratna Komala, S.E., M.Si., CERA., dalam laporan sekaligus sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan yang mempertemukan seluruh unsur sivitas akademika UNIKOM dalam suasana penuh kebersamaan. Ia menegaskan bahwa semangat “Kompak untuk Aksi, Hebat untuk Inovasi” menjadi pesan penting dalam kegiatan tersebut. Kekompakan tidak hanya diperlukan dalam menyukseskan sebuah acara, tetapi juga menjadi modal penting untuk membangun budaya kerja dan inovasi di lingkungan UNIKOM.

    Rangkaian perayaan dikemas dengan berbagai kegiatan, mulai dari jalan sehat hingga perlombaan. Dalam jalan sehat, peserta juga berkesempatan mengikuti kompetisi kategori kostum dan yel-yel. Sementara itu, tiga perlombaan turut digelar, yaitu Meres Cai, Alung Balon, dan Meral Karet, disertai sejumlah hadiah menarik bagi para pemenang.

    Assoc. Prof. Dr. Adeh juga turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan, khususnya BNI sebagai sponsor utama, jajaran pimpinan UNIKOM, para pimpinan fakultas dan unit kerja, panitia, serta seluruh peserta. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak semata-mata menjadi agenda formal, melainkan menjadi kesempatan untuk saling bertemu, berinteraksi, dan mempererat kebersamaan di lingkungan UNIKOM.

    Semangat kolaborasi juga disampaikan oleh perwakilan BNI, Himawan Susanto Nugraha selaku RCEO BNI Wilayah 04. Dalam sambutannya, ia menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas Dies Natalis UNIKOM ke-26 sekaligus peringatan HUT RI ke-81. Perwakilan BNI berharap UNIKOM terus berkembang menjadi perguruan tinggi terkemuka di bidang Artificial Intelligence (AI), teknologi informasi dan komunikasi, berwawasan global, serta memiliki jiwa entrepreneur. Selain itu, ia juga menyampaikan apresiasi atas kepercayaan UNIKOM yang telah terjalin selama lebih dari dua dasawarsa. Kolaborasi tersebut diharapkan terus berlanjut dan berkembang sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi mahasiswa, masyarakat, dan pembangunan daerah.

    Sementara itu, Rektor UNIKOM,  Prof. 3 Prof. HC. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T., dalam sambutan pembukanya menyampaikan bahwa kegiatan jalan sehat menjadi bagian penting dalam menjaga kebugaran fisik. Menurutnya, kondisi tubuh yang sehat dan bugar akan mendukung seluruh sivitas akademika dalam menjalankan aktivitas dan tugas sehari-hari. Prof. Eddy juga mengajak seluruh peserta menikmati rangkaian acara hingga selesai. Berbagai hadiah dan doorprize telah disiapkan untuk menambah semarak perayaan. Dengan penuh antusias, Rektor mengajak peserta meneriakkan yel-yel semangat, “UNIKOM, unggul, unggul, unggul!” yang kemudian disambut meriah oleh seluruh peserta. Usai memberikan sambutan, Rektor secara resmi membuka peringatan HUT RI ke-81 dan Dies Natalis UNIKOM ke-26 dengan melepas para peserta jalan sehat, dan bersama-sama dengan para peserta mengikuti kegiatan jalan sehat sampai ke titik finish di Lapangan Kampus Dago UNIKOM kembali.

    Usai seremonial pembukaan, seluruh peserta beserta Rektor, Unsur Pimpinan, dan para Undangan, mengikuti kegiatan jalan sehat dengan jarak kurang lebih 5 kilometer yang melintasi kawasan Dipatiukur, Ir. H. Juanda, Dago, dan sekitarnya. Kegiatan yang berlangsung selama dua jam tersebut menjadi salah satu agenda utama perayaan sekaligus ruang untuk membangun kebersamaan dan menjaga kebugaran. Semarak jalan sehat semakin terasa dengan penampilan yel-yel dari berbagai kelompok peserta yang berasal dari sejumlah lembaga, program studi, dan unit di lingkungan UNIKOM. Kreativitas, kekompakan, dan semangat masing-masing kelompok tampak sepanjang kegiatan, menjadikan perjalanan jalan sehat tidak sekadar aktivitas olahraga, tetapi juga menjadi ajang membangun kebersamaan dan mempererat rasa kekeluargaan di lingkungan sivitas akademika UNIKOM.

    Kemeriahan kemudian berlanjut melalui sejumlah perlombaan, yakni Meres Cai, Alung Balon, dan Meral Karet. Masing-masing perlombaan berlangsung selama 30 menit dan menjadi ajang bagi peserta untuk menunjukkan kekompakan, kreativitas, serta semangat kompetitif dalam suasana penuh keceriaan.

    Peringatan HUT RI ke-81 dan Dies Natalis UNIKOM ke-26 menjadi momentum untuk meneguhkan semangat kebersamaan sekaligus merayakan perjalanan UNIKOM selama 26 tahun. Dari lingkungan kampus, semangat kemerdekaan dan kebanggaan terhadap almamater berpadu dalam satu suasana: kompak dalam aksi, hebat dalam inovasi, menjadi Campus AI Ready dan Digital Entrepreneurial University (Direktorat Hms & Pro)