BANDUNG, UNIKOM – Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) menggelar Seminar Nasional dengan tema “Building A Sustainable Media Industry Among Business, Ethics and Innovation”. Acara ini diselenggarakan pada hari Selasa, 18 Februari 2025 di Auditorium Miracle UNIKOM. Seminar ini menghadirkan para ahli dan praktisi media sebagai pembicara, yaitu H. Januar P. Ruswita, Prof. Dr. Septiawan Santana Kurnia, S.Sos., M.Si., dan Satrya Graha.
Seminar ini dibuka dengan sambutan dari Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UNIKOM, Dr. Manap Solihat, M.Si., yang menyampaikan bahwa “kuliah umum ini diisi oleh para pemateri dari praktisi media senior, karena ini menjadi isu yang penting terkait dengan perubahan dan paradigma baru dalam mengkonstruksi media, terutama di Gen Z. Harapannya dengan adanya kegiatan ini, mahasiswa mempunyai pemahaman yang cukup sehingga pada saat nantinya berkarir di bidang ilmu komunikasi sudah tahu langkah-langkah yang apa yang akan dilakukan” ujarnya.
Dalam seminar ini, tiga pemateri ahli di bidang media dan komunikasi memberikan wawasan mendalam terkait perkembangan industri media di era digital. Pemateri pertama, H. Januar P. Ruswita, membawakan topik “Mempertahankan dan Mengembangkan Industri Media di Era Digital 5.0”, di mana ia menekankan pentingnya inovasi dalam menghadapi perubahan teknologi yang pesat. Dilanjutkan dengan pemaparan dari Prof. Dr. Septiawan Santana Kurnia, S.Sos., M.Si., yang membahas “Implementasi Kebijakan Industri Media Saat Ini dan di Masa Depan”, dengan fokus pada regulasi dan tantangan yang dihadapi oleh industri media.
Sementara itu, pemateri ketiga, Satrya Graha, mengangkat tema “Mengembangkan Strategi Konten yang Unik dan Kreatif”, yang memberikan wawasan mengenai strategi pembuatan konten menarik di era digital. Setelah sesi pemaparan materi, peserta diberikan kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan para pembicara dalam sesi tanya jawab yang berlangsung selama 30 menit. Seminar ini kemudian ditutup dengan penyerahan sertifikat dan cindramata kepada para pemateri serta dilengkapi dengan sesi foto dokumentasi. Dengan terselenggaranya seminar tersebut, UNIKOM telah menunjukan dan memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu komunikasi serta membekali mahasiswa dengan wawasan yang relevan di era digital saat ini. (Direktorat Hms & Pro).
BANDUNG, UNIKOM – Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas publikasi ilmiah melalui kegiatan serah terima Surat Keputusan (SK) bagi Editorial Board dan Mitra Bebestari (Reviewer) tahun 2025 yang dilakukan pada Hari Selasa, 18 Februari 2025 di Ruang L.018 Smart Building UNIKOM. Acara ini dipimpin langsung oleh Direktur Jurnal dan Publikasi Ilmiah, Dr. Poni Sukaesih Kurniati, S.IP., M.Si.
Dr. Poni Sukaesih Kurniati dalam sambutannya[1] mengapresiasi kerja keras seluruh tim pengelola jurnal dan berharap kolaborasi ini dapat semakin memperkuat reputasi UNIKOM di dunia akademik. Kegiatan[2] ini tidak hanya menjadi ajang formalitas, tetapi juga momentum penting dalam penguatan tata kelola jurnal di UNIKOM. Acara dilanjutkan dengan pemaparan materi dari Dr. Poni Sukaesih Kurniati, yang membahas posisi akreditasi jurnal serta strategi untuk meningkatkan kualitas dan indeksasi jurnal di tingkat nasional maupun internasional.
Pemaparan kedua diisi oleh Donny Reza, S.Kom., M.Kom., selaku Ketua Divisi World Class University (WCU), yang memberikan wawasan terkait optimalisasi performa dan rencana upgrade OJS UNIKOM yang mencakup project analysis. Usai sesi pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi serah terima SK kepada para pengelola jurnal di lingkungan UNIKOM. Keputusan ini mencakup penunjukan anggota Editorial Board dan Mitra Bebestari, yang berperan penting dalam proses penyuntingan dan peninjauan kualitas artikel ilmiah.
Dalam acara ini juga disampaikan beberapa kebijakan penting, termasuk akreditasi dan re-akreditasi jurnal, pengajuan dana jurnal, serta kebijakan call for papers untuk meningkatkan jumlah dan kualitas publikasi ilmiah di UNIKOM. Kegiatan ini diakhiri dengan sesi dokumentasi bersama sebagai bentuk apresiasi terhadap para pengelola jurnal yang telah berkontribusi dalam pengembangan publikasi ilmiah UNIKOM. (Direktorat Hms & Pro).
BANDUNG, UNIKOM – Mendeley sebagai aplikasi manajemen referensi yang sangat berguna bagi universitas, baik bagi mahasiswa, dosen, maupun peneliti. untuk mengelola, berbagi, dan mengutip referensi ilmiah dalam penelitian. Mendeley juga berfungsi sebagai jejaring sosial akademik yang memungkinkan pengguna untuk berkolaborasi dan berbagi literatur dengan rekan sejawat. Seperti yang dilakukan oleh Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) yang melaksanakan kegiatan workshop “Pelatihan Sumber-Sumber Informasi Ilmiah, Sitasi, dan Daftar Pustaka dengan Menggunakan Aplikasi Mendeley”.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang pentingnya sitasi dan daftar pustaka dalam karya tulis ilmiah serta menghindari tindakan plagiarisme. Selain itu, pelatihan ini juga mengenalkan dan mengajarkan penggunaan reference manager Mendeley guna memudahkan mahasiswa dalam menyusun referensi yang benar. Peserta juga diberikan wawasan mengenai sumber-sumber informasi ilmiah yang kredibel, baik dari e-resources yang dilanggan UNIKOM maupun yang tersedia secara gratis.
Dalam pelaksanaannya, program ini melibatkan berbagai pihak, termasuk tim sekretariat program studi dan Direktorat INFRANET. Sementara itu, tim Mendeley dari Direktorat Perpustakaan menghadirkan tiga narasumber utama, yaitu Ubudiyah Setiawati, M.I.Kom., Sri Utami Lestari, S.Si., dan Maghfira Herdiani, S.Si., Pendamping kegiatan sekaligus desainer materi pelatihan adalah Fadil Latief, S.Si., dengan koordinasi pelaksana oleh Mia Hayati Kosasih, A.Md.Kom.
sebagai bagian dari gerakan literasi akademik kegiatan tersebut berlangsung selama dua bulan, mulai 9 Desember 2024 hingga 31 Januari 2025, dengan total 23 sesi pelatihan yang diperuntukkan bagi seluruh sivitas akademika UNIKOM, termasuk mahasiswa, dosen, dan karyawan. Materi yang disampaikan dalam pelatihan ini mencakup seminar dan workshop tentang sumber-sumber informasi ilmiah serta optimalisasi penggunaan aplikasi Mendeley. Peserta diberikan panduan mulai dari instalasi, pembuatan akun, hingga penyusunan sitasi dan daftar pustaka dengan Mendeley.
Antusiasme peserta dalam kegiatan ini sangat tinggi, dengan total 438 peserta yang terdiri dari 423 mahasiswa, 8 dosen, dan 7 karyawan dari 21 program studi. Selain mendapatkan ilmu yang bermanfaat, peserta juga menerima e-sertifikat, voucher makan, serta sertifikat implementasi kerja sama dengan program studi masing-masing.
Lebih dari sekadar pelatihan, kegiatan ini juga menjadi ajang promosi layanan referensi di UNIKOM. Ruang referensi kini dioptimalkan sebagai sarana konsultasi ilmiah, penunjang penelitian, serta memastikan setiap karya tulis akademik memenuhi standar sistematika yang berlaku. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan mahasiswa UNIKOM semakin siap dalam menyusun karya ilmiah yang berkualitas dan sesuai dengan standar akademik yang berlaku secara global. (Direktorat Hms & Pro).
BANDUNG, UNIKOM – Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Kebijakan Fasilitas Penyelenggaraan Pesantren” pada hari Selasa, 11 Februari 2025 di Auditorium Miracle, lantai 4 kampus lama. Acara ini dihadiri oleh akademisi, praktisi, serta para pemangku kepentingan dalam penyelenggaraan pendidikan pesantren di Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Fokus pembahasan dalam FGD mengenai kebijakan fasilitas penyelenggaraan pesantren, dikarenakan pesantren mengalami transformasi dari lembaga pendidikan Islam tradisional menjadi institusi yang lebih modern, beradaptasi dengan berbagai bahasa dan pendekatan pembelajaran. Saat ini, pesantren menghadapi dinamika kebijakan yang berusaha mengakomodasi kebutuhan modernisasi dan pengakuan legal, seperti yang tercermin dalam Peraturan Daerah No. 5 Tahun 2022. Efektivitas kebijakan fasilitasi pesantren diukur berdasarkan tingkat pencapaian tujuan, dampak terhadap target populasi, serta kesesuaian antara rencana dan hasil implementasi.
Tatik Rohmawati, S.IP., M.Si., selaku Dosen Prodi Ilmu Pemerintahan sekaligus Ketua Pelaksana kegiatan menyampaikan laporannya bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam pendidikan karakter dan akhlak. Seiring dengan perkembangan zaman serta tantangan yang dihadapi, maka diperlukan kebijakan untuk keberlangsungan penyelenggaraan pesantren. Oleh karena itu, melalui kegiatan FGD ini, dapat berbagi aspek kebijakan fasilitasi pesantren agar dapat lebih optimal dalam menjalankan peran nantinya ditengah masyarakat.
Pada kegiatan FGD tersebut, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNIKOM, Assoc. Prof. Dr. Hj. Dewi Kurniasih, S.IP., M.Si., secara resmi membuka acara.Assoc. Prof. Dewi menyampaikan bahwa “Kegiatan ini menjadi salah satu program kerja di Program Studi Ilmu Pemerintahan UNIKOM. Topik terkait kebijakan penyelenggaraan pesantren sangat tepat dipilih dan mudah-mudahan melalui kegiatan FGD ini dapat memberikan manfaat dan keberkahan bagi kita semua” Ujar Assoc. Prof. Dewi
Sebagai pengantar diskusi yang dihadiri keynote speakers terkemuka, diantaranya: 1). Prof. Dr. H. Nandang Alamsah Deliarnoor, S.H., S.A.P., M.Hum. (Guru Besar Ilmu Pemerintahan UNPAD sekaligus Ketua Promotor), 2). Prof. Dr. Samugyo Ibnu Redjo, M.A. (Guru Besar Ilmu Pemerintahan UNPAD sekaligus Anggota Promotor), 3). Dra. Mudiyati Rahmatunissa, M.A., Ph.D. (Ketua Program Studi Ilmu Politik UNPAD sekaligus Anggota Promotor). 4). H. Ade Wawan, S.Pd. (Anggota DPRD KBB). 5). Drs. H. Tedi Ahmad J., M.Si. (Kepala Kemenag KBB). 6). Hasanudin, S.Pd., MM. (Kabag Kesra Bandung Barat). 7). Dr. H. Agus HD. Idris, S.Ag., MM. (Sekretaris MUI KBB & Kepala Sekolah Ponpes Darul Falah). 8). Dr. Achmad Sodik Sudrajad, SH., MH. (Wakil Direktur STIA LAN Bandung). KH. Ari Gumanti, M.Pd. (Ketua Yayasan Ponpes P3SB).
Dipandu oleh moderator Tatik Rohmawati, S.IP., M.Si., diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai perspektif mengenai kebijakan penyelenggaraan pesantren, tantangan fasilitas, serta solusi konkret yang dapat diterapkan di daerah Bandung Barat. Setelah sesi keynote speakers, dilakukan penyerahan sertifikat serta suvenir kepada para narasumber dan peserta yang aktif bertanya dan berdiskusi, diikuti dengan sesi dokumentasi.
Sebagai penutup kegiatan diskusi yang dihadiri oleh berbagai kalangan yang peduli terhadap pengembangan pesantren di tanah air. hasil diskusi dirangkum dan direkomendasikan untuk ditindaklanjuti oleh pemangku kebijakan. Dengan adanya FGD ini, diharapkan kebijakan terkait fasilitas pesantren dapat semakin optimal guna mendukung perkembangan pendidikan keagamaan di Indonesia. (Direktorat Hms & Pro)
BANDUNG, UNIKOM – Universitas Komputer Indonesia UNIKOM menjadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan Forum Perangkat Daerah Urusan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) yang dilaksanakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Pada Hari Kamis 13 Februari 2025, dengan mengusung tema “Penyelarasan Program Prioritas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pembangunan Keluarga Menuju Jawa Barat Istimewa”. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Auditorium lantai 17 Smart Building UNIKOM, Forum ini mempertemukan unsur Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan perangkat daerah yang membidangi PPPA dan PPKB kabupaten dan kota se-Jawa Barat.
Kepala (DP3AKB) dr. Siska gerfianti, SP.DLP., MH.Kes., yang juga merupakan panitia penyelenggara melaporkan terkait Program pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, dan pembangunan keluarga hanya akan berhasil manakala para pemangku kepentingan berkolaborasi untuk mewujudkannya. Ia juga menegaskan bahwa “Kegiatan ini memiliki tiga tujuan utama. Pertama, sinkronisasi rencana kegiatan/program antara provinsi dengan 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat. Kedua, menyeleraskan usulan dengan rencana pembangunan daerah dan nasional. Ketiga, membangun komitmen bersama untuk mewujudkannya sebagai program unggulan daerah. Karena itu, kegiatan ini menghadirkan unsur pemerintah pusat, perangkat daerah yang membidangi perencanaan daerah, dan kabupaten/kota, maka dari itu Keterlibatan seluruh sektor menjadi penting, terutama perangkat daerah di provinsi dan kabupaten/kota yang bersinergi dengan pemangku kebijakan di tingkat pusat” ungkap Siska.
Lebih lanjut dr. Siska merinci selusin kegiatan prioritas yang akan dilaksanakan sepanjang 2025 yang diharapkan dapat bersinergi dengan segenap pemangku kepentingan di Jawa Barat. Kegiatan tersebut di antaranya raihan predikat Provinsi Layak Anak, Puspaga Ramah Anak, Anugerah Parahita Ekapraya Tingkat Mentor, Sekolah Perempuan Jawa Barat di Kabupaten/Kota, Konseling Pranikah, Penguatan Sekolah Politik Perempuan, Stopan Jabar, dan lain-lain.
Pada kesempatan tersebut, Rektor UNIKOM Prof. Dr. Ir. H. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T., yang diwakili oleh Wakil Rektor 1 Bidang Akademik UNIKOM, Prof. Dr. Hj. Umi Narimawati, Dra. SE.., M.Si., turut menyampaikan sambutannya dengan mengucapkan selamat datang dan terimakasih kepada seluruh tamu undangan. Prof. Umi juga menyampaikan harapannya “mudah – mudahan UNIKOM menjadi salah satu perangkat pendidikan yang akan selalu support dalam setiap forum kolaborasi yang dilaksanakan oleh pemerintah Jawa Barat umumnya teristimewa pada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3AKB) Provinsi Jabar” tutur Prof. Umi.
Pada kegiatan tersebut turut hadir secara daring Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak yaitu Veronica Tan yang secara khusus menyoroti berbagai masalah seputar isu keluarga di Jawa Barat, seperti tingginya angka perkawinan anak dan perceraian. Dia berpesan agar program PPPA dan PPKB di Jawa Barat lebih reponsif pada kesetaraan gender dan pembangunan keluarga. Semua itu bisa dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota, serta masyarakat.
Veronica menegaskan bahwa pembangunan keluarga merupakan proses panjang sekaligus sangat krusial untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. Menurutnya, deretan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak lepas dari cara berpikir masyarakat. Karena itu, perlu perubahan cara berpikir (mindset) dalam keluarga itu sendiri dan agenda besar itu tidak bisa dilakukan sendirian, melainkan butuh kolaborasi semua pihak. Sejalan dengan agenda jangka panjang menuju Indonesia 2045, Veronica menjelaskan, pihaknya telah meluncurkan tiga program prioritas. Ketiga program tersebut meliputi Ruang Bersama Indonesia (RBI), perluasan fungsi layanan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) 129, dan penguatan Satu Data Perempuan dan Anak. RBI merupakan inisiatif kolaborasi lintas sektor untuk menangani berbagai isu perempuan dan anak, termasuk kekerasan, stunting, dan kemiskinan. “Program ini telah diimplementasikan di enam desa percontohan. Ini dalam rangka bottom-up, Masyarakat butuh apa, remaja butuh apa, keluarga butuh apa? Dengan begitu, bisa dilakukan perencanaan program sesuai kebutuhan masyarakat,” jelas Veronica.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat Hj. Siti Muntamah, S.Ap., menyampaikan apresiasinya atas inisiasi DP3AKB Jawa Barat dalam penyelenggaraan forum perangkat daerah urusan PPPA dan PPKB. Beliau mengatakan Komisi V memberikan atensi pada isu-isu PPPA dan PPKB di Jawa Barat, serta meminta para pihak untuk bersinergi dan berkolaborasi dalam menyukseskan program PPPA dan PPKB di Jawa Barat. “Kami di DPRD Jawa Barat berharap dilakukan optimalisasi program prioritas PPPA dan PPKB melalui kolaborasi yang saling memberi manfaat. Kedua, kami berharap adanya inovasi dan adaptasi agar setiap program bisa berjalan sesuai dengan kebutuhan Masyarakat. Kemudian, tidak kalah pentingnya adalah penguatan data dan evaluasi, sehingga data berkualitas bisa menghasilkan output berkualitas. Dengan demikian, Jabar Istimewa bisa benar-benar bisa kita wujudkan,” pungkasnya.
Agenda kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi yang terbagi kedalam dua sesi. Pada sesi pertama materi disampaikan oleh sekertaris Mentri Kemendugbangga RI Prof. Budi Setiyono, S.Sos., M.pol. Admin., Ph.D., sekretaris menteri PPPA RI Titi Eko Rahayu, S.E., MAP., dan Kepala Bappeda Provinsi Jawa Barat Dr. Iendra Sofyan, ST., M.Si., yang dipandu oleh moderator Arif Try Cahyadi, S.Ds., M. Ds., yang merupakan dosen sekaligus Ketua Divisi Humas dan Informasi Komunikasi Publik UNIKOM. Kesimpulan dari materi sesi pertama dengan tema tersebut sangat relevan dalam upaya membangun masyarakat yang lebih inklusif, adil, dan sejahtera. Bersama-sama melanjutkan pembangunan dari pemerintah dan stakeholder secara responsif. Pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, serta pembangunan keluarga adalah pilar utama dalam menciptakan generasi masa depan yang lebih baik dan berkualitas.
Sementara pada sesi kedua materi disampaikan oleh Wakil Rektor 1 Bidang Akademik UNIKOM, Prof. Dr . Hj. Umi Narimawati, Dra. SE.., M. Si., yang membawakan materi tentang “Dukungan akademisi dalam urusan PPPA dan PPKB di Jawa Barat”, sementara materi selanjutnya dibawakan oleh Kepala Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat, Dr. Dadi Ahmad Roswandi, S.Si., M.Si., yang menyampaikan materi tentang “sosialisasi program Gerakan Orang Tua Asuh Cegas Stunting (GENTING)” yang dipandu oleh moderator Najib Hendra SP, S.Pd., MM.
Forum ini diharapkan menjadi awal dari sinergi dan kolaborasi yang berkelanjutan antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat dalam upaya meningkatkan pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, dan pembangunan keluarga di Jawa Barat. (Direktorat Hms & Pro).
BANDUNG, UNIKOM – Prestasi akademik kembali ditorehkan oleh dosen Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM), kali ini Kepala Program Studi Desain Grafis sekaligus dosen homebase Magister Desain UNIKOM Assoc. Prof. Dr. Rini Maulina, S.Sn., M.Sn., yang mendapatkan kepercayaan sebagai reviewer di jurnal internasional bereputasi, The International Journal of Visual Design. Jurnal yang diterbitkan oleh Common Ground Research Networks ini memiliki peringkat kuartil 2 (Q2) dengan SJR 2023 sebesar 0.12, serta ber-ISSN 2325-1581 (Print) dan 2325-159X (Online). Penerbit jurnal tersebut berbasis di University of Illinois Research Park, Amerika Serikat.
Sejak tahun 2023, Assoc. Prof. Dr. Rini Maulina telah aktif menjadi reviewer di berbagai jurnal dan konferensi internasional bergengsi, termasuk:
The International Journal of Design in Society (Q3) dengan SJR 2023 sebesar 0.1, ISSN (Print): 2325-1328 dan ISSN (Online): 2325-1360.
The International Journal of the Arts in Society (ISSN: 1833-1866 Print, ISSN: 2473-5809 Online).
The Journal of Communication and Media Studies (ISSN: 2470-9247 Print, ISSN: Online).
Jurnal Sosioteknologi Institut Teknologi Bandung (peringkat Sinta 2, ISSN: 1858-3474, E-ISSN: 2443-258X).
Asian Journal of Art and Culture (AJAC) Walailak University Thailand (ISSN Online: 2773-9953).
The 15th International Conference on Humanities and Social Sciences (15ICHiSS), yang diselenggarakan oleh Prince of Songkla University di Thailand.
Atas pencapaian ini, Assoc. Prof. Dr. Rini Maulina menyampaikan apresiasi kepada UNIKOM, tempatnya mengabdi, yang telah memberikan dukungan penuh dalam bentuk dorongan, arahan, dan penilaian kinerja dari jajaran pimpinan universitas.
“Kepercayaan yang diberikan kepada saya sebagai reviewer merupakan bentuk tanggung jawab dalam dunia akademik. Saya berharap kontribusi ini dapat lebih ditingkatkan guna mendukung pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang seni dan desain, serta menjadi bagian dari pelaksanaan Tridharma pengabdian kepada masyarakat,” ujar Assoc. Prof. Dr. Rini
Keaktifan dan kontribusi Assoc. Prof. Dr. Rini Maulina sebagai reviewer di jurnal-jurnal internasional semakin memperkuat peran akademisi Indonesia dalam publikasi ilmiah global serta memperluas jaringan keilmuan di kancah internasional. (Direktorat Hms & Pro).
BANDUNG, UNIKOM – Prestasi membanggakan kembali datang dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pencak Silat Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM). Tim Pencak Silat UNIKOM berhasil meraih medali emas dalam ajang bergengsi Indonesia Pencak Silat Paku Bumi Open Championship 13 Tahun 2025. Kejuaraan tingkat internasional ini berlangsung di GOR Bandung Bedas Jalak Harupat selama tiga hari, pada tanggal 31 Januari hingga 2 Februari 2025.
Indonesia Pencak Silat Paku Bumi Open Championship merupakan kejuaraan tahunan tingkat internasional yang diikuti oleh atlet dari berbagai perguruan, baik dari dalam maupun luar negeri, seperti Malaysia. Kejuaraan ini mempertandingkan berbagai kategori, mulai dari usia dini hingga dewasa, dengan berbagai kelas pertandingan seperti Seni TGR, Solo Kreatif, dan Tanding Prestasi. Kejuaraan ini memperebutkan medali emas, perak, dan perunggu, serta hadiah-hadiah menarik lainnya, termasuk piala bergilir dan piala untuk juara umum di berbagai kategori usia.
Prestasi gemilang UKM Pencak Silat mendapat sambutan hangat dari berbagai pihak. Pembina UKM Pencak Silat UNIKOM menyampaikan dukungan penuh dan rasa bangganya atas keberhasilan tim. Ia memberikan apresiasi tinggi atas kerja keras, disiplin, dan semangat juang yang ditunjukkan oleh para anggota tim. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi motivasi untuk terus meningkatkan prestasi di masa mendatang.
Anita Nuraghnia, selaku Ketua UKM Pencak Silat UNIKOM, juga menyampaikan kebanggaannya atas pencapaian kejuaraan tersebut. “Saya merasa bangga atas pencapaian rekan-rekan atlet dan terutama saya pribadi karena proses dan juga usaha yang kami lakukan selama ini membuahkan hasil yang memuaskan,” ujarnya. Anita juga menambahkan bahwa ada beberapa evaluasi yang perlu diperbaiki agar dapat tampil lebih maksimal di pertandingan selanjutnya. Ia berharap timnya dapat terus meraih prestasi yang lebih tinggi lagi di kejuaraan-kejuaraan mendatang.
Keberhasilan tim UKM Pencak Silat UNIKOM tidak lepas dari proses latihan yang intensif. Selama kurang lebih satu bulan, para atlet menjalani latihan fisik dan teknik yang ketat. Latihan teknik dengan berbagai gerakan seperti bantingan, tarikan, guntingan, dan tendangan yang disesuaikan dengan peraturan pertandingan terbaru IPSI tahun 2022. Selain itu, latihan fisik juga dilakukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan kekuatan, termasuk beep test untuk mengukur kemampuan daya tahan atlet.
Berikut adalah daftar atlet UNIKOM yang berhasil meraih medali pada ajang Indonesia Pencak Silat Paku Bumi Open Championship 13 Tahun 2025: 1). Hary Kurniawan, Prodi Sistem Informasi – Emas (Kelas C Tanding) 2). Muhammad Farid Alhamdani Prodi Desain Komunikasi Visual (DKV) – Emas (Kelas A Tanding). 3). Anita Nuraghnia Prodi Teknik Arsitektur – Perak (Kelas A Tanding) Keberhasilan tim UKM Pencak Silat UNIKOM ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi di berbagai bidang. Semoga UKM Pencak Silat UNIKOM dapat terus mengharumkan nama UNIKOM di kancah nasional maupun internasional. (Direktorat Hms & Pro).
BANDUNG, UNIKOM – Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) menggelar Sidang Terbuka Senat pada hari Kamis, 20 Februari 2025 dalam rangka Pengukuhan Guru Besar bagi dua akademisi yaitu Prof. Dr. Siti Kurnia Rahayu, SE., M.Ak., Ak., CA., Guru Besar bidang Akuntansi Perpajakan yang merupakan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNIKOM dan Prof. Dr. Ir. Dhini Dewiyanti Tantarto, M.T., Guru Besar Bidang Perilaku dalam Arsitektur yang juga merupakan Ketua Program Studi Teknik Arsitektur UNIKOM. Acara yang berlangsung khidmat ini turut dihadiri oleh Kepala LLDIKTI Wilayah IV yaitu Dr. Lukman, S.T., M.Hum., serta jajaran pimpinan dan Guru Besar universitas, dosen, juga tamu undangan dari berbagai kalangan akademik, pemerintahan dan industri.
Setelah prosesi senat dibuka oleh Ketua senat sekaligus Rektor UNIKOM Prof. Dr. Ir. H. Eddy Soeryanto Soegoto, MT. Wakil Rektor I Bidang Akademik dan kemahasiswaan UNIKOM, Prof. Dr. Hj. Umi Narimawati, DRA., S.E., M.Si., M.Pd., membacakan Surat Keputusan (SK) Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi, kepada Prof. Dr. Siti Kurnia Rahayu, SE., M.Ak., Ak.CA., dan Prof. Dr. Ir. Dhini Dewiyanti Tantarto, MT., sebagai bagian dari prosesi pengukuhan Guru Besar kedua Profesor.
Pada kesempatan tersebut, sebagai ilustrasi perjalanan yang panjang proses yang dilalui oleh kedua Profesor UNIKOM yang akan dikukuhkan. Tayangan video profil dari masing-masing Guru Besar yang memberikan gambaran perjalanan akademik dan kontribusi mereka dalam dunia pendidikan dan penelitian yang dilanjutkan penyampaian orasi ilmiah oleh kedua Guru Besar. Prof. Dr. Siti Kurnia Rahayu membawakan orasi ilmiah yang menyoroti inovasi bidang akuntansi dan keuangan, sementara Prof. Dr. Ir. Dhini Dewiyanti Tantarto membahas inovasi dalam bidang teknik dan teknologi.
Sebagai bentuk penghormatan, Rektor UNIKOM didampingi Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNIKOM memasangkan kalung pengukuhan serta menyerahkan sertifikat penghargaan kepada kedua Guru Besar. Selain itu, cinderamata diberikan sebagai tanda apresiasi atas kontribusi luar biasa mereka.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Rektor UNIKOM Prof. Dr. Ir. H. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T., dalam sambutannya Prof. Eddy berterimakasih kepada seluruh tamu undangan khususnya kepada Kepala LLDIKTI Wilayah IV, Dr. Lukman, S.T., M.Hum., dan seluruh Guru Besar dari berbagai Institusi, Beliau juga menyampaikan ucapan selamat dan rasa bangga atas pencapaian kedua Guru Besar Prof. Dr. Siti Kurnia Rahayu, SE., M.Ak., Ak., CA., dan Prof. Dr. Ir. Dhini Dewiyanti Tantarto, M.T., “Pencapaian menjadi Guru Besar bagi dosen merupakan hal yang sangat diimpikan, maka tantangan yang harus dilewati adalah harus betul – betul melaksanakan Tri Dharma perguruan tinggi secara baik, terukur, dan sistematis, sehingga bisa tepat waktu mencapai cita-cita menjadi seorang Guru Besar” tutur Prof. Eddy.
Kepala LLDIKTI Wilayah IV, Dr. Lukman, ST., M.Hum., juga turut mengapresiasi pencapaian kedua Guru Besar serta peran UNIKOM dalam memajukan pendidikan tinggi di Indonesia. Beliau juga mengungkapkan bahwa “Menjadi Profesor atau Guru Besar tidaklah mudah, setidaknya ada tiga syarat utama yaitu: 1). Latar belakang pendidikan yang menurut UU harus S3 2). Harus sudah jenjang Lektor Kepala. 3). Narsis, dimana artinya hasil karya penelitian dari Tri Dharma Perguruan tinggi yaitu pengajaran, penelitian dan pengabdian.dipublikasikan ke dunia internasional. Jadi harapannya semoga dari kedua Guru Besar, Prof. Dr. Siti Kurnia Rahayu, SE., M.Ak., Ak., CA., dan Prof. Dr. Ir. Dhini Dewiyanti Tantarto, M.T., dapat menginspirasi dan mendorong dosen-dosen di Lingkungan UNIKOM untuk segera menjadi Guru Besar” pungkasnya.
Pada Momentum spesial ini turut dilengkapi oleh persembahan dari keluarga kedua Guru Besar yang menambah nuansa haru, romantis, dan energi positif. yang dilanjutkan dengan sesi foto bersama menjadi momen berharga yang mengabadikan kebanggaan seluruh civitas akademika UNIKOM.
Sidang Terbuka Senat UNIKOM ditutup dengan pembacaan doa serta pemberian ucapan selamat dari kalangan sivitas akademika UNIKOM, kepada kedua Guru Besar. Acara ini tidak hanya menjadi tonggak sejarah bagi UNIKOM, tetapi juga menjadi inspirasi bagi para akademisi dan mahasiswa untuk terus berkarya dan berkontribusi dalam dunia pendidikan.(Direktorat Hms & Pro).
BANDUNG, UNIKOM – Internet of Things (IoT) saat ini menjadi jaringan raksasa dari benda-benda fisik yang dilengkapi dengan perangkat lunak, sensor, dan teknologi jaringan yang memungkinkan mereka mengumpulkan dan bertukar data satu sama lain melalui internet. Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) sambut kunjungan dari Universitas Serang Raya (UNSERA) pada Rabu, 12 Februari 2025. Kunjungan ini bertujuan untuk menjalin kemitraan dan mengeksplorasi potensi Internet of Things (IoT) dalam pengembangan teknologi.
Acara yang berlangsung di Ruang Serbaguna L.018 Smart Building UNIKOM ini dihadiri oleh dosen-dosen dari kedua universitas. Dari UNSERA, hadir Dekan Fakultas Teknologi Informasi, Sumiati, S.T.,M.M., P.hD., serta perwakilan dari berbagai program studi Teknik Informatika, dan Sistem Informasi UNSERA Sementara dari UNIKOM, hadir Ketua Program Studi Manajemen Informatika Assoc. Prof. Dr. Agus Nursikuwagus, S.T., M.T., M.M., Assoc. Prof. Dr. Hidayat, S.Kom., M.T., Ketua Prodi Sistem Komputer, dan Dr. Wartika., S.Kom., M.T., selaku Ketua Program Studi Sistem Informasi UNIKOM.
Kunjungan diawali dengan sambutan dari Ketua Program Studi Manajemen Informatika UNIKOM, Assoc. Prof. Dr. Agus Nursikuwagus, ST., MT., MM., dan Dekan Fakultas Teknologi Informasi UNSERA, Sumiati, S.T.,M.M., P.hD., Dalam sambutannya, kedua belah pihak menekankan pentingnya kolaborasi antar perguruan tinggi dalam mengembangkan inovasi teknologi, terutama di bidang IoT.
“Kami sangat antusias dengan potensi kolaborasi antara UNSERA dan UNIKOM, terutama dalam pengembangan IoT. Kami percaya bahwa dengan menggabungkan keahlian dan sumber daya yang kami miliki, kita dapat menciptakan solusi inovatif yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Sumiati.
Selesai sambutan, dilakukan pertukaran cinderamata antara UNIKOM dan UNSERA sebagai simbol kemitraan di antara kedua institusi. Salah satu agenda utama dalam kunjungan ini adalah sesi pemaparan materi tentang IoT oleh Ketua Program Studi Sistem Komputer UNIKOM, Assoc. Prof. Dr. Hidayat, S.Kom., M.T., Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan berbagai aspek terkait IoT, mulai dari konsep dasar hingga implementasinya dalam berbagai bidang, salah satu perwakilan mahasiswa Teknik Komputer yaitu Ahmad Faisal juga turut menyampaikan cara penerapan IoT.
Para peserta dari UNSERA terlihat sangat antusias mengikuti sesi ini. Mereka aktif bertanya dan berdiskusi mengenai potensi IoT dalam pengembangan teknologi di Indonesia. Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal yang baik untuk kolaborasi yang lebih erat antara UNIKOM dan UNSERA di masa depan. (Direktorat Hms & Pro).
BANDUNG, UNIKOM – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Taekwondo Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) kembali menorehkan prestasi gemilang di ajang Kejuaraan Nasional Taekwondo 3rd Victory National Open Taekwondo Championship 2025 UKM Taekwondo UNIKOM berhasil mencetak sejarah dengan membawa pulang enam medali dalam satu kejuaraan, menjadikannya pencapaian terbaik UKM Taekwondo UNIKOM saat ini.
Kejuaraan nasional ini diselenggarakan dengan peraturan resmi dari World Taekwondo, mencakup dua kategori utama: poomsae dan kyorugi. Pada kategori poomsae, peserta diuji dalam menampilkan rangkaian gerakan standar yang menekankan teknik, form, dan estetika. Sementara itu, kyorugi adalah pertandingan sparring yang membutuhkan kecepatan, ketepatan, serta strategi matang untuk mengalahkan lawan dalam sistem poin yang ketat. Dengan partisipasi atlet dari seluruh Indonesia, kejuaraan ini menjadi ajang bergengsi yang menguji disiplin dan keterampilan setiap peserta.
Pembina UKM Taekwondo UNIKOM, Satria Indra Praja Persada, S.Ds., M.M., mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian luar biasa ini. “Jelas saya senang dan bangga kepada UKM Taekwondo karena dapat terus berprestasi memenangkan berbagai kejuaraan yang mengharumkan UNIKOM. Tetap semangat, fighting!” ungkapnya dengan penuh antusias.
Prestasi ini tidak diraih secara instan. Para atlet menjalani proses latihan intensif yang terbagi dalam tiga tahap. Pertama, kelas atlet yang dilaksanakan satu kali seminggu selama dua bulan sebelum kejuaraan. Kedua, latihan reguler di B3 UNIKOM yang berlangsung setiap minggu selama tiga bulan sejak seleksi atlet. Terakhir, latihan mandiri yang dilakukan di berbagai fasilitas umum seperti Gasibu dan GOR Saparua. Dengan disiplin dan kerja keras, para atlet berhasil menunjukkan performa terbaik mereka di arena kompetisi.
Einstein, selaku Ketua UKM Taekwondo UNIKOM, mengungkapkan rasa bangganya terhadap rekan-rekannya yang telah berjuang keras. “Saya senang dan bangga dengan rekan-rekan serta pihak kampus yang telah bekerja sama dan membantu kami dalam meraih prestasi. Dengan memecahkan rekor enam medali dalam satu kejuaraan, ini menjadi yang pertama dalam sejarah UKM Taekwondo UNIKOM. Ini bukan akhir, melainkan permulaan. Target kami selanjutnya adalah membawa nama UNIKOM ke tingkat internasional,” ujarnya. .
Keberhasilan UKM Taekwondo UNIKOM di kejuaraan ini tidak lepas dari kontribusi para atlet berbakat yang berjuang keras dalam kompetisi, di antaranya: 1). Mohammad Fauzi Einstein dari Prodi Teknik Informatika 2023, 2). Bilal Malik Firdaus dari Prodi Sastra Jepang 2023. 3). Ilham Bayu Samudra dari Prodi Teknik Informatika 2024.
Keberhasilan ini tentunya menjadi motivasi besar bagi UKM Taekwondo UNIKOM untuk terus berkembang dan bersaing di tingkat lebih tinggi. Dengan semangat juang yang tak pernah padam, mereka siap menatap kompetisi berikutnya dan membawa UNIKOM ke panggung internasional. (Direktorat Hms & Pro).