Tag: kampus di Bandung

  • Sistem Pemantauan Kualitas Udara di Daerah Perkotaan

    Sistem Pemantauan Kualitas Udara di Daerah Perkotaan

    Penulis: Suhendar S, Warlina L

    DOI: 10.1088/1757-899X/879/1/012154

    Abstrak

    Studi ini bertujuan untuk menyelidiki penggunaan teknologi untuk memantau kualitas udara di daerah perkotaan. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif menggunakan data yang diperoleh dari aplikasi yang disediakan untuk memantau kualitas udara di daerah perkotaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat banyak aplikasi untuk memantau kualitas udara di kota-kota besar di dunia. Sistem pemantauan kualitas udara dapat menghasilkan informasi tentang kota mana yang memiliki kualitas udara terbaik, cukup, dan terburuk. Selain itu, aplikasi tersebut menampilkan informasi kualitas udara secara real-time. Kekurangannya adalah informasi yang lengkap dan mudah diakses hanya berasal dari kota-kota besar. © Diterbitkan di bawah lisensi oleh IOP Publishing Ltd.

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85091378197

  • Desain Model Sistem Informasi Akuntansi untuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)

    Desain Model Sistem Informasi Akuntansi untuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)

    Penulis: Supriyati, Ramadhan S. Bahri

    DOI: 10.1088/1757-899X/879/1/012093

    Abstrak

    Badan Usaha Milik Desa sebagai tolok ukur pilar ekonomi desa di Indonesia saat ini, di Era Revolusi Industri 4.0 telah menggunakan teknologi untuk menjalankan bisnis mereka guna memenangkan persaingan digital. Namun, badan usaha milik desa saat ini tidak hanya membutuhkan peningkatan dan persiapan dalam hal teknologi, tetapi juga tanggung jawab dan kinerja yang perlu dilakukan dalam sistem informasi akuntansi yang sesuai dengan standar akuntansi yang dipersyaratkan. Berdasarkan uraian ini, penulis memiliki tujuan untuk menciptakan Model Desain Sistem Informasi Akuntansi untuk Badan Usaha Milik Desa yang dapat menjadi badan usaha milik desa yang berpotensi sebagai Manusia Teknologi dalam memenangkan Persaingan Digital. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan metode deskriptif dan metode penelitian, yang didukung untuk memperoleh data yang valid dengan pihak terkait sebagai pengelola dan pengembang sistem informasi akuntansi dari BUMN, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan interaksi. Sebagai hasil dari Model Desain Sistem Informasi Akuntansi untuk BUMN sebagai teknologi manusia untuk memperoleh daya saing digital dapat memahami proses bisnis BUMN dan mengoptimalkan infrastruktur yang ada melalui BUMN dengan mendesain Diagram Kasus Penggunaan, Diagram Aktivitas, dan Diagram Hubungan Entitas. Sementara itu, untuk mengetahui aset berwujud dan aset tidak berwujud yang terdiri dari kompetensi sumber daya manusia yang dimiliki oleh Desa Pagerwangi, kewajiban, ekuitas, pendapatan, biaya, dan pengeluaran, dapat dilihat dari siklus akuntansi pada Laporan Keuangan dalam sistem informasi akuntansi untuk BUMN. Hasil dari Laporan Keuangan adalah Laporan Aktivitas, Laporan Posisi Keuangan, dan Laporan Arus Kas. © Diterbitkan di bawah lisensi oleh IOP Publishing Ltd.

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85091364746  

  • Pemilihan Tingkat Akurasi yang Tepat Menggunakan Metode Presisi dan Akurasi Optimal

    Pemilihan Tingkat Akurasi yang Tepat Menggunakan Metode Presisi dan Akurasi Optimal

    Penulis: Kerlooza Y

    DOI: 10.1088/1757-899X/879/1/012102

    Abstrak

    Penelitian ini membahas pentingnya pemilihan nilai presisi sensor dan akurasi komputasi yang tepat pada peralatan produksi di koperasi petani kopi. Tingkat akurasi yang terlalu rendah atau terlalu tinggi akan mengurangi efektivitas mekanisasi dan otomatisasi di bidang ini. Penelitian ini menggunakan metode Presisi atau Akurasi Optimal yang berbasis pada teknik MSB-First Interval Bounded Variable Precision (MFIBVP). Berdasarkan data yang diperoleh selama survei dalam penelitian ini, diperoleh kurva tingkat presisi optimal, sehingga tingkat presisi optimal dapat ditentukan pada sub-proses yang secara alami sulit ditentukan. Kesimpulannya, Metode Presisi dan Akurasi Optimal dapat digunakan untuk menentukan tingkat akurasi yang tepat yang dibutuhkan pada setiap tahap proses dalam sistem produksi © Diterbitkan di bawah lisensi oleh IOP Publishing Ltd.

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85091350323

  • Sistem Informasi Aplikasi Parkir Cerdas Berbasis Smartphone

    Sistem Informasi Aplikasi Parkir Cerdas Berbasis Smartphone

    Penulis: Wahdiniwaty R, Nugraha A

    DOI: 10.1088/1757-899X/879/1/012014

    Abstrak

    Tujuan penelitian ini adalah untuk meminimalkan masalah yang dihadapi orang-orang yang ingin mengunjungi pusat perbelanjaan, namun terkadang tempat parkir yang disediakan oleh pusat perbelanjaan tidak memadai dengan jumlah pengunjung yang datang, terutama mereka yang menggunakan kendaraan roda empat. Hal ini menyebabkan antrian panjang sehingga menimbulkan kemacetan. Untuk itu, dibutuhkan informasi mengenai tempat parkir di pusat perbelanjaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Waterfall, teknik yang digunakan adalah mencari kebutuhan pengguna terlebih dahulu, kemudian diikuti dengan pengkodean dan implementasi. Setelah diimplementasikan langsung pada tahap verifikasi dan pemeliharaan. Hasil yang diperoleh adalah aplikasi berbasis Android yang dapat digunakan untuk memberikan informasi mengenai tempat parkir yang tersedia, reservasi parkir, dan pembayaran parkir. Penelitian ini menyimpulkan bahwa aplikasi ini dapat memberikan informasi yang akurat dan cepat kepada pengguna terkait parkir di pusat perbelanjaan. © Diterbitkan di bawah lisensi oleh IOP Publishing Ltd.

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85091389588

  • Sistem Informasi Berbasis Web: Mengembangkan Teori Desain

    Sistem Informasi Berbasis Web: Mengembangkan Teori Desain

    Penulis: Nusa I. B. S, Faisal F. M

    DOI: 10.1088/1757-899X/879/1/012015

    Abstrak

    Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan taksonomi yang diusulkan yang mengklasifikasikan teori sistem informasi mengenai bagaimana empat tujuan utama ditangani yaitu analisis, penjelasan, prediksi, dan preskripsi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dan eksperimental. Tahap desain sistem teknologi informasi ini adalah tahap setelah analisis siklus pengembangan sistem teknologi informasi. Hasil penelitian menunjukkan definisi persyaratan sistem untuk teknologi informasi, persiapan desain, atau implementasi menggambarkan bagaimana suatu sistem teknologi informasi dapat dibentuk. Hal ini dapat dilihat dalam bentuk perencanaan, penggambaran, pembuatan sketsa, atau pengaturan beberapa elemen terpisah menjadi satu kesatuan dan berfungsi. Kesimpulannya, hal terpenting dalam pengembangan sistem informasi adalah pengguna dan sistem harus terintegrasi. © Diterbitkan di bawah lisensi oleh IOP Publishing Ltd.

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85091381504 

  • 📢 PENGUMUMAN SELEKSI WAWANCARA KIP KULIAH GELOMBANG 1

    📢 PENGUMUMAN SELEKSI WAWANCARA KIP KULIAH GELOMBANG 1

    Halo, Calon Mahasiswa UNIKOM! 👋

    Bagi peserta KIP Kuliah Gelombang 1 yang telah menerima konfirmasi melalui WhatsApp dan Email, diharapkan untuk mengikuti seleksi wawancara melalui Zoom sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

    Pastikan bergabung tepat waktu dan mempersiapkan diri dengan baik ya!

    📩 Informasi lebih lanjut:
    📷 Instagram: @divisi_beasiswa_unikom
    📱 WhatsApp: 0852-9445-9915 (Divisi Beasiswa UNIKOM)

    UNIKOM #KIPKuliah #BeasiswaUNIKOM #PMBUNIKOM #SeleksiKIPKuliah

  • Google Student Ambassador Unikom Gelar One Day Deep Dive Google Ai Bootcamp, Dorong Literasi Ai Mahasiswa Dan Wujudkan Ai Ready Campus

    Google Student Ambassador Unikom Gelar One Day Deep Dive Google Ai Bootcamp, Dorong Literasi Ai Mahasiswa Dan Wujudkan Ai Ready Campus

    BANDUNG, UNIKOM  – Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) terus memperkuat komitmennya dalam menciptakan ekosistem pembelajaran berbasis kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) melalui penyelenggaraan One Day Deep Dive Google AI Bootcamp pada Kamis, 9 Juli 2026, bertempat di Lab AI Learning Center, Smart Building UNIKOM. Kegiatan yang diinisiasi oleh Google Student Ambassador (GSA) UNIKOM dan difasilitasi oleh Lab AI Learning Center UNIKOM menjadi wadah bagi mahasiswa untuk meningkatkan kompetensi pemanfaatan teknologi AI secara produktif, kreatif, dan bertanggung jawab dalam mendukung proses pembelajaran maupun pengembangan inovasi.

    Kegiatan bootcamp tersebut turut diikuti oleh sekitar 80 mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan UNIKOM dengan menghadirkan pelatihan intensif mengenai pemanfaatan teknologi AI Google, sekaligus memperkuat peran Google AI Lab UNIKOM sebagai laboratorium AI hasil kolaborasi UNIKOM bersama Google for Education pertama di Indonesia. Kehadiran laboratorium Artificial Intelligence tersebut menjadi bagian dari upaya UNIKOM dalam membangun lingkungan belajar yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus mendukung implementasi kampus sebagai Digital Entrepreneurial University dan AI Ready Campus.

    Salah satu pemateri sekaligus Google Student Ambassador (GSA) UNIKOM, Rivan Kurniawan dari Program Studi Ilmu Komunikasi menjelaskan bahwa penyelenggaraan bootcamp merupakan bagian dari program Google Student Ambassador untuk meningkatkan literasi AI di kalangan mahasiswa melalui pelatihan yang aplikatif. “Melalui One Day Deep Dive Google AI Bootcamp ini kami ingin memberikan dampak nyata kepada mahasiswa UNIKOM agar semakin memahami cara memanfaatkan teknologi AI Google, mulai dari Gemini hingga NotebookLM. AI tidak hanya dipahami sebagai teknologi, tetapi juga sebagai alat yang dapat membantu mahasiswa meningkatkan produktivitas belajar, menyelesaikan tugas akademik, hingga mengembangkan berbagai ide kreatif”, tuturnya.

    Selama satu hari pelaksanaan, peserta mengikuti lima sesi pelatihan yang membahas berbagai topik, yaitu Gemini AI Forward Edition, NotebookLM, Budgeting and Financial Modeling, UX Architecture menggunakan Gemini Google AI, serta Code Magic: Build and Launch with AI. Seluruh materi dirancang agar peserta dapat memahami penerapan AI sesuai dengan kebutuhan akademik maupun profesional melalui praktik secara langsung.

    Selain itu, kegiatan tersebut juga menghadirkan lima mahasiswa UNIKOM sebagai narasumber yang berasal dari berbagai program studi, yaitu Rivan Kurniawan dari Program Studi Ilmu Komunikasi, Iqbal Hapidin Febrian dari Program Studi Hubungan Internasional, Rico Sagala dari Program Studi Akuntansi, M. Favian Jiwani dari Program Studi Teknik Informatika, serta Fariz Oktavian dari Program Studi Sistem Informasi. Kolaborasi lintas disiplin tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan AI dapat diterapkan di berbagai bidang ilmu dan mendorong lahirnya inovasi yang bersifat multidisipliner.

    Antusiasme mahasiswa juga terlihat sepanjang berlangsungnya kegiatan. Meskipun setiap sesi dirancang untuk jumlah peserta yang terbatas agar proses praktik berjalan lebih efektif, beberapa sesi bahkan diikuti lebih dari 20 peserta karena tingginya minat mahasiswa untuk mempelajari teknologi AI. Peserta bootcamp berasal dari berbagai fakultas dan program studi sehingga menciptakan suasana diskusi yang aktif dan kolaboratif.

    Salah satu peserta bootcamp, Mursida dari Program Studi Manajemen, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru mengenai pemanfaatan AI dalam mendukung proses belajar. Menurutnya, materi mengenai Google Gemini dan NotebookLM menjadi pengetahuan yang sangat relevan dengan kebutuhan mahasiswa di era digital. “Pada sesi pertama saya belajar bahwa Google Gemini tidak hanya berfungsi sebagai alat pencarian informasi, tetapi juga dapat menjadi teman berpikir dan media brainstorming sehari-hari. Kami diajarkan bagaimana menyusun prompt yang tepat agar Gemini mampu memberikan hasil sesuai dengan kebutuhan. Hasil tersebut kemudian dapat diintegrasikan dengan NotebookLM untuk menghasilkan berbagai bentuk luaran, seperti presentasi, audio, hingga video. Saya juga memahami bahwa NotebookLM menyusun informasi berdasarkan data yang sebelumnya telah dikumpulkan melalui Google Gemini sehingga sangat membantu dalam menyelesaikan tugas dan membuat proses belajar menjadi lebih efektif”, jelasnya.

    Lebih lanjut, Ia berharap kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan sehingga semakin banyak mahasiswa memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kompetensi di bidang kecerdasan artifisial. “Saya berharap kedepannya semakin banyak seminar maupun pelatihan yang diselenggarakan oleh Google Student Ambassador bersama UNIKOM. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa karena membantu kami memanfaatkan AI secara tepat dalam proses pembelajaran sekaligus semakin memperkuat UNIKOM sebagai AI Ready Campus”, tambahnya.

    Sementara itu, Rivan menambahkan bahwa penyelenggaraan bootcamp ini tidak hanya menjadi bagian dari program kerja Google Student Ambassador, tetapi juga menjadi langkah awal untuk membangun ekosistem pembelajaran AI yang berkelanjutan di lingkungan UNIKOM. “Ke depan kami berharap dapat terus berkolaborasi dengan Google AI, Google for Education, serta UNIKOM melalui Lab AI Google untuk menghadirkan pelatihan-pelatihan lanjutan. Kami ingin semakin banyak mahasiswa memperoleh kesempatan belajar, berbagi pengalaman, sekaligus memiliki kompetensi dan sertifikasi yang mendukung kesiapan mereka menghadapi era transformasi digital”, ungkapnya.

    Pada kesempatan tersebut, Wakil Koordinator Tim Eduplus UNIKOM sekaligus Direktur PTDSI UNIKOM, Irfan Dwiguna Sumitra, S.Kom., M.Kom., Ph.D., menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan kegiatan yang diinisiasi oleh Google Student Ambassador (GSA) di Google Lab AI UNIKOM. Menurutnya, UNIKOM sebagai fasilitator sangat mendukung berbagai kegiatan yang mendorong pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan, khususnya Google AI. Ia juga menjelaskan bahwa berdasarkan informasi yang diperolehnya dari Google, dari sekitar 81.000 pendaftar, hanya 2.000 peserta yang berhasil lolos menjadi Google Student Ambassador. Hal tersebut menunjukkan bahwa GSA merupakan individu-individu terpilih yang memiliki peran sebagai agent of change dalam mendorong adopsi dan pemanfaatan AI di lingkungan akademik. Melalui penyelenggaraan One Day Deep Dive Google AI Bootcamp, UNIKOM kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran yang selaras dengan perkembangan teknologi global. Kolaborasi antara Google Student Ambassador, Lab AI UNIKOM x Google, dan sivitas akademika menjadi langkah nyata dalam membekali mahasiswa dengan keterampilan digital, kemampuan berpikir kritis, serta pemanfaatan kecerdasan artifisial secara bertanggung jawab. Inisiatif tersebut sekaligus memperkuat posisi UNIKOM sebagai Digital Entrepreneurial University dan AI Ready Campus yang terus mencetak lulusan unggul, inovatif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja serta transformasi digital di masa depan. (Direktorat Hms & Pro)

  • Prototipe Aplikasi E-Dokumen Berbasis Tanda Tangan Digital untuk Mendukung Otentikasi Dokumen Digital

    Prototipe Aplikasi E-Dokumen Berbasis Tanda Tangan Digital untuk Mendukung Otentikasi Dokumen Digital

    Penulis: Afrianto I, Heryandi A, Finandhita A, Atin S

    DOI: 10.1088/1757-899X/879/1/012042

    Abstrak

    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan prototipe aplikasi berbasis web yang dapat digunakan untuk memberikan tanda tangan digital pada berkas atau dokumen digital. Prototipe ini menggunakan mekanisme tanda tangan digital yang dikeluarkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (KOMINFO). Hasil penelitian yang dilakukan dengan menggunakan uji alpha menunjukkan bahwa semua fungsi dalam aplikasi telah dapat berjalan dengan baik. Sementara uji otentikasi menunjukkan bahwa setiap perubahan yang dilakukan pada dokumen yang memiliki tanda tangan digital akan membatalkan tanda tangan digital tersebut, yang berarti ada upaya pemalsuan dokumen dan keasliannya dapat diidentifikasi. Hal ini karena pada dokumen yang memiliki tanda tangan digital akan memiliki nilai hash tertentu yang jika dokumen diubah atau dimodifikasi, maka nilai hash tersebut akan berubah. Inilah yang menentukan apakah suatu dokumen masih asli atau telah dimodifikasi isinya, yaitu dengan membandingkan nilai hash yang terdapat dalam dokumen tersebut. © Diterbitkan di bawah lisensi oleh IOP Publishing Ltd.

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85091366235

  • Dompet Elektronik sebagai Instrumen Pembayaran di Era Milenial

    Dompet Elektronik sebagai Instrumen Pembayaran di Era Milenial

    Penulis: Soegoto D. S, Tampubolon M. P

    DOI: 10.1088/1757-899X/879/1/012139

    Abstrak

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Dompet Elektronik sebagai instrumen pembayaran di era milenial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk menggambarkan peran Dompet Elektronik sebagai instrumen pembayaran di era milenial. Pembayaran digital atau yang biasa disebut pembayaran seluler merupakan inovasi evolusi teknologi, khususnya di sektor keuangan. Hasil dari inovasi teknologi tersebut, salah satunya adalah dompet elektronik atau yang biasa disingkat E-Wallet. Saat ini, E-Wallet banyak digunakan oleh mereka yang berada di usia produktif. Kemudahan penggunaan yang tinggi merupakan salah satu faktor yang membuat E-Wallet semakin diminati oleh banyak orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cukup banyak orang yang mampu memahami penggunaan E-Wallet dan mulai menggunakannya dalam aktivitas perdagangan sehari-hari mereka. © Diterbitkan di bawah lisensi oleh IOP Publishing Ltd.

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85091347420  

  • Model Sistem Streaming Relay ke Platform Media Sosial untuk Penyiaran Aktivitas Dalam Ruangan

    Model Sistem Streaming Relay ke Platform Media Sosial untuk Penyiaran Aktivitas Dalam Ruangan

    Penulis: Agustia R. D, Wibawa M. K

    DOI: 10.1088/1757-899X/879/1/012071

    Abstrak

    Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang model streaming relay yang dapat di-streaming ke beberapa media sosial yang menyediakan layanan live streaming. Metode penelitian meliputi proses analisis yang dibagi menjadi 4 tahap. Tahap pertama adalah analisis layanan live streaming di media sosial. Tahap kedua adalah menganalisis kebutuhan server agar mampu melakukan relay streaming. Tahap ketiga adalah analisis integrasi sistem server relay dengan layanan live streaming media sosial. Tahap terakhir adalah merancang model sistem berdasarkan analisis sebelumnya dan menentukan spesifikasi persyaratan perangkat lunak. Hasil akhir penelitian ini adalah model streaming relay dengan server menggunakan Raspberry Pi yang terintegrasi ke dalam layanan live streaming media sosial Facebook dan YouTube. Pengembangan model ini diharapkan dapat memecahkan masalah keterbatasan jaringan nirkabel dalam ruangan dan sumber input video dari berbagai perangkat perekam dalam streaming relai ke beberapa layanan media sosial streaming langsung secara bersamaan © Diterbitkan di bawah lisensi oleh IOP Publishing Ltd.

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85091380047