Tag: kampus berbasis AI

  • UNIKOM dan King Sejong Institute Bandung 1 Kembali Hadirkan SKA ke-13 bagi Pembelajar Bahasa Korea di Jawa Barat.

    UNIKOM dan King Sejong Institute Bandung 1 Kembali Hadirkan SKA ke-13 bagi Pembelajar Bahasa Korea di Jawa Barat.

    Bandung, September 2026 — Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) kembali dipercaya sebagai lokasi pelaksanaan Sejong Korean Language Assessment (SKA) ke-13 melalui kerja sama dengan King Sejong Institute Bandung 1 (KSI Bandung 1). Kegiatan ini menjadi kali ketiga pelaksanaan SKA di lingkungan UNIKOM dan merupakan bagian dari upaya menyediakan akses pengukuran kemampuan Bahasa Korea bagi para pembelajar di wilayah Jawa Barat.

    Sejong Korean Language Assessment (SKA) merupakan ujian kemampuan Bahasa Korea yang diselenggarakan oleh Sejong Institute Foundation di bawah Ministry of Culture, Sports and Tourism Republic of Korea. SKA dirancang untuk mengukur kemampuan komunikasi Bahasa Korea secara komprehensif melalui empat keterampilan berbahasa, yaitu menyimak, membaca, menulis, dan berbicara.

    Pelaksanaan SKA ke-13 di UNIKOM berlangsung selama dua hari. Pada Sabtu, 5 September 2026, peserta mengikuti ujian menyimak, membaca, dan menulis. Sementara itu, ujian berbicara dilaksanakan secara daring melalui Zoom Real Time dengan pihak Yayasan King Sejong Institute di Korea pada Minggu, 6 September 2026. Sebanyak 30 peserta mengikuti rangkaian ujian pada pelaksanaan tahun ini.

    Selain menjadi instrumen pengukuran kemampuan Bahasa Korea, sertifikat hasil SKA juga dapat dimanfaatkan sebagai dokumen pendukung untuk keperluan akademik maupun profesional tertentu. Sertifikat tersebut dapat digunakan dalam proses pendaftaran pada beberapa universitas di Korea Selatan serta menjadi salah satu dokumen yang dapat dipertimbangkan oleh sejumlah perusahaan Korea, sesuai dengan persyaratan masing-masing institusi.

    Pelaksanaan SKA di UNIKOM didukung oleh lingkungan kampus yang kondusif serta fasilitas yang memadai untuk menunjang kelancaran ujian. Dukungan tersebut turut menciptakan suasana yang nyaman bagi peserta selama mengikuti seluruh rangkaian pelaksanaan SKA.

    Penyelenggaraan SKA menjadi bagian dari komitmen UNIKOM dalam memperluas kerja sama internasional di bidang bahasa dan budaya. Kolaborasi dengan KSI Bandung 1 diharapkan dapat terus memberikan kesempatan bagi pembelajar Bahasa Korea di Jawa Barat untuk mengembangkan dan mengukur kemampuan mereka, sekaligus mendukung persiapan untuk melanjutkan studi maupun membangun peluang karier di Korea Selatan.

  • Gemilang Di Dunia Literasi, Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi UNIKOM Raih Juara 2 Duta Baca Kabupaten Bandung Barat 2026

    Gemilang Di Dunia Literasi, Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi UNIKOM Raih Juara 2 Duta Baca Kabupaten Bandung Barat 2026

    BANDUNG, UNIKOM — Kiprah mahasiswa Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) dalam menorehkan prestasi kembali mendapat sorotan. Kali ini, Ghaitsa Amalia, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNIKOM sekaligus Duta Baca UNIKOM periode 2025-2026 berhasil mengukir prestasi di bidang literasi dengan meraih Juara 2 Duta Baca Kabupaten Bandung Barat. Capaian tersebut sekaligus mengantarkan Ghaitsa untuk mewakili Kabupaten Bandung Barat dalam ajang Pemilihan Duta Baca tingkat Provinsi Jawa Barat.

    Prestasi tersebut semakin memperkuat deretan capaian mahasiswa UNIKOM yang terus menunjukkan kemampuan dan potensi di berbagai bidang. Tidak hanya unggul dalam bidang akademik, mahasiswa UNIKOM juga aktif mengembangkan diri melalui kegiatan sosial, kepemimpinan, komunikasi, kreativitas, hingga literasi. Khusus dalam ajang Duta Baca Kabupaten Bandung Barat, capaian Ghaitsa Amalia menjadi prestasi kedua yang berhasil diraih mahasiswa sekaligus Duta Baca UNIKOM secara berturut-turut. Sebelumnya, pada tahun 2025, Jihan Salsabila, mahasiswa UNIKOM sekaligus Duta Baca UNIKOM Periode 2024–2025, juga berhasil meraih Juara 2 Duta Baca Kabupaten Bandung Barat.

    Ghaitsa sendiri sebelumnya telah dipercaya sebagai Duta Baca UNIKOM Periode 2025–2026. Pengalaman tersebut menjadi modal penting baginya untuk berkontribusi lebih luas dalam gerakan literasi sekaligus membawa nama UNIKOM ke tingkat daerah. Keberhasilannya meraih Juara 2 Duta Baca Kabupaten Bandung Barat menjadi capaian yang membanggakan, sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa UNIKOM mampu bersaing dan berprestasi di luar lingkungan kampus.

    Dalam kesempatan wawancara, Direktur Perpustakaan UNIKOM, Ubudiyah Setiawati, S.Sos., M.I.Kom., menyampaikan doa dan harapannya atas kehadiran Duta Baca UNIKOM. Menurutnya, kehadiran Duta Baca UNIKOM telah menunjukkan progres nyata dalam mendukung Gerakan Literasi Nasional (GLN) serta memperluas kontribusi gerakan literasi melalui keterlibatan para duta baca di tingkat Provinsi Jawa Barat, Kota Bandung, dan Kabupaten Bandung. Pada tahun 2026, estafet program tersebut akan dilanjutkan oleh Ghaitsa Amalia bersama Duta Baca UNIKOM lainnya sebagai bagian dari upaya memperkuat Gerakan Literasi Nasional. Melalui program tersebut, UNIKOM terus berkomitmen untuk hadir dan memberikan dampak nyata dalam melahirkan generasi yang memiliki budaya literasi yang kuat.

    Pemilihan Duta Baca Kabupaten Bandung Barat sendiri diselenggarakan oleh Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bandung Barat bersama Paguyuban Duta Baca Kabupaten Bandung Barat. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 20 Juni hingga 12 Agustus dan merupakan agenda rutin tahunan yang bertujuan mendorong peningkatan minat baca serta budaya literasi masyarakat.

    Dalam kesempatan wawancara, Ghaitsa menjelaskan bahwa Pemilihan Duta Baca berkaitan dengan literasi, minat baca, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam membangun budaya membaca di Kabupaten Bandung Barat. Menurutnya, Duta Baca memiliki peran penting sebagai representasi sekaligus penggerak yang dapat mengajak masyarakat, terutama generasi muda, untuk semakin dekat dengan buku, informasi, dan berbagai kegiatan literasi. “Tujuan utamanya adalah memilih generasi muda yang dapat menjadi Duta Baca Kabupaten Bandung Barat, sekaligus menjadi penggerak dan contoh dalam meningkatkan minat baca serta budaya literasi masyarakat”, tutur Ghaitsa.

    Rangkaian Pemilihan Duta Baca Kabupaten Bandung Barat berlangsung melalui sejumlah tahapan, mulai dari pendaftaran peserta, seleksi administrasi, tes tulis, aksi literasi, penyaringan peserta hingga Top 10, pembekalan, hingga grand final.

    Pada tahap akhir, peserta dinilai berdasarkan berbagai aspek, termasuk wawasan, kreativitas, kemampuan komunikasi, serta gagasan dan program yang berkaitan dengan literasi. Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, dua peserta terbaik kemudian ditetapkan sebagai perwakilan Kabupaten Bandung Barat untuk mengikuti Pemilihan Duta Baca tingkat Provinsi Jawa Barat. “Saya memperoleh peringkat Juara 2, sehingga saya mendapatkan kesempatan untuk mewakili Kabupaten Bandung Barat dalam ajang Duta Baca tingkat Jawa Barat”, kata Ghaitsa.

    Sebagai mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi sekaligus Duta Baca UNIKOM, Ghaitsa memandang literasi sebagai isu yang semakin penting di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi digital. Menurutnya, kemampuan literasi masyarakat tidak hanya berkaitan dengan aktivitas membaca, tetapi juga kemampuan memilih, memahami, dan menggunakan informasi secara bijak. “Duta Baca dapat menjadi representasi sekaligus penggerak yang mengajak masyarakat untuk lebih dekat dengan buku, informasi, dan berbagai kegiatan literasi”, ungkapnya.

    Kesiapan dan kecakapan Ghaitsa dalam mengikuti ajang tersebut juga tidak terlepas dari proses pembinaan yang telah dijalaninya selama aktif berorganisasi di lingkungan UNIKOM. Pengalaman Ghaitsa sebagai anggota Korps Protokoler Mahasiswa (KPM) di bawah Divisi Keprotokolan Direktorat Humas dan Protokoler UNIKOM, menjadi salah satu ruang pembelajaran yang membentuk kemampuan komunikasi, kepercayaan diri, kedisiplinan, kepemimpinan, serta kecakapannya dalam berinteraksi dan membawa diri di berbagai situasi. Berbagai pengalaman tersebut menjadi bekal berharga bagi Ghaitsa dalam menjalani setiap tahapan Pemilihan Duta Baca Kabupaten Bandung Barat, mulai dari proses seleksi hingga mampu menyampaikan gagasan dan program literasi di hadapan dewan juri.

    Raihan prestasi tersebut tidak terlepas dari proses, kerja keras, serta dukungan dari berbagai pihak yang senantiasa memberikan motivasi dan pendampingan kepada Ghaitsa. Dukungan tersebut datang dari orang tua, keluarga, para pembina dan mentor, civitas akademika UNIKOM, serta berbagai pihak yang turut memberikan arahan dan semangat selama mengikuti rangkaian proses Pemilihan Duta Baca Kabupaten Bandung Barat. Bagi Ghaitsa, capaian tersebut bukan hanya menjadi prestasi pribadi, tetapi juga merupakan hasil dari kolaborasi dan dukungan orang-orang di sekitarnya yang terus mendorongnya untuk berkembang, berani berkompetisi, dan memberikan kontribusi positif di bidang literasi.

    Keberhasilan tersebut sekaligus menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk berani mengambil kesempatan, mengembangkan potensi, dan berprestasi di berbagai bidang. Dengan demikian, UNIKOM terus mendorong mahasiswanya untuk tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga aktif berkarya, berkompetisi, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Prestasi Ghaitsa Amalia menjadi salah satu representasi semangat tersebut bahwa mahasiswa UNIKOM terus bergerak, berprestasi, dan membawa nama baik almamater. (Direktorat Hms & Pro)

  • Pengaruh Dompet Digital

    Pengaruh Dompet Digital

    Penulis: Eddy Soeryanto Soegoto, Sumantri M. B. R

    DOI: 10.1088/1757-899X/879/1/012122

    Abstrak

    Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh dompet digital terhadap perilaku pembelian konsumen di Indonesia. Pembahasan utama akan mengenai Gopay yang diciptakan oleh Gojek, salah satu perusahaan startup terkemuka di Indonesia, yang terkenal dengan layanan transportasi daringnya. Penelitian ini mencakup beberapa faktor, seperti kemudahan penggunaan, keamanan, kredibilitas, dan penawaran untuk dibahas lebih spesifik. Pengumpulan studi literatur sebelumnya dan data perusahaan dipilih dan dilakukan untuk mencapai tujuan penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan faktor-faktor apa yang menjadikan dompet digital sebagai dompet digital pilihan konsumen, dan apakah Gopay memiliki dampak signifikan terhadap perilaku konsumen yang mencakup semua faktor yang disebutkan di atas. © Diterbitkan di bawah lisensi IOP Publishing Ltd.

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85091357442 

    Abstract

  • Edukasi Literasi Keuangan Sejak Dini: Hima Akuntansi UNIKOM Gelar PPM 2026 Di SDN Cisalasih

    Edukasi Literasi Keuangan Sejak Dini: Hima Akuntansi UNIKOM Gelar PPM 2026 Di SDN Cisalasih

    BANDUNG, UNIKOM — Rabu, 26 Agustus 2026, Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HMAK) Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) melaksanakan kegiatan Pengabdian pada Masyarakat (PPM) 2026 di SDN Cisalasih, Desa Cikidang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Mengusung tema “Simpan Hari Ini, Raih Esok Nanti”, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa dalam memberikan edukasi literasi keuangan sejak dini kepada siswa sekolah dasar.

    PPM HMAK UNIKOM 2026 secara khusus menyasar siswa kelas 1 hingga kelas 3 SD. Materi literasi keuangan disampaikan melalui pendekatan edukatif, interaktif, dan menyenangkan agar mudah dipahami sesuai dengan tahap perkembangan anak. Melalui kegiatan tersebut, siswa diperkenalkan pada pemahaman dasar mengenai kebiasaan menabung, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta menggunakan uang saku secara bijak.

    Ketua Pelaksana PPM 2026, Vania Destiya Aulia, dalam sambutannya menyampaikan komitmen mahasiswa untuk terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, khususnya melalui kegiatan yang mendukung pendidikan dan pembentukan karakter sejak usia dini.

    Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua Himpunan Mahasiswa Akuntansi UNIKOM, Wine Aulia Putri Mahesa, yang turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program sebagai bentuk implementasi peran mahasiswa dalam memberikan manfaat kepada masyarakat.

    Salah satu kegiatan utama dalam PPM 2026 adalah edukasi mengenai perbedaan antara kebutuhan dan keinginan yang dikemas melalui aktivitas “Celengan Impian”. Melalui aktivitas tersebut, para siswa diajak memahami pentingnya menyisihkan sebagian uang saku untuk ditabung sekaligus belajar menetapkan tujuan sederhana yang ingin dicapai melalui kebiasaan menabung.

    Tema “Simpan Hari Ini, Raih Esok Nanti” menjadi landasan utama dalam penyampaian materi. Menabung diperkenalkan kepada siswa bukan semata-mata sebagai upaya mengurangi kegiatan membeli atau jajan, tetapi sebagai kebiasaan untuk mengelola uang secara bijak dan mempersiapkan kebutuhan maupun tujuan di masa mendatang.

    Koordinator Kemahasiswaan Program Studi Akuntansi UNIKOM, Assoc. Prof. Dr. Adeh Ratna Komala, S.E., M.Si., turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan PPM 2026. Dalam sambutannya, Ia mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai bagian dari proses pembelajaran mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan pendampingan sekaligus memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.

    Selain memberikan apresiasi kepada panitia, Assoc. Prof. Dr. Adeh juga menyampaikan penghargaan kepada pihak sekolah dan para guru yang telah mendukung terlaksananya kegiatan. Dukungan tersebut dinilai penting dalam menciptakan sinergi antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan dalam menghadirkan kegiatan edukatif bagi siswa.

    Sementara itu, Nurhayati, S.Pd., mewakili Plt. Kepala SDN Cisalasih, Iroh Kartini, S.Pd., menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas pelaksanaan kegiatan PPM HIMA Akuntansi UNIKOM di SDN Cisalasih. Kehadiran mahasiswa diharapkan dapat memberikan pengalaman dan pengetahuan tambahan yang bermanfaat bagi para siswa.

    Pelaksanaan PPM 2026 menunjukkan peran mahasiswa tidak hanya sebagai bagian dari sivitas akademika, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan. Melalui edukasi literasi keuangan yang diberikan sejak dini, Hima Akuntansi UNIKOM berupaya mendorong terbentuknya kebiasaan positif dalam mengelola uang sekaligus memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat.

    Kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi para siswa serta menjadi pengalaman pembelajaran bagi mahasiswa dalam mengimplementasikan ilmu akuntansi dan nilai-nilai kepedulian sosial di tengah masyarakat. (Direktorat Hms & Pro)

  • Pengembangan Algoritma Perencanaan Jalur yang Menggabungkan Algoritma Rapidly-Exploring Random Tree dan Algoritma  Particle Swarm Optimization

    Pengembangan Algoritma Perencanaan Jalur yang Menggabungkan Algoritma Rapidly-Exploring Random Tree dan Algoritma  Particle Swarm Optimization

    Penulis: Adam Malik, Muhammad Aria Rajasa Pohan

    Abstrak

    Penelitian ini mengusulkan algoritma perencanaan jalur yang menggabungkan algoritma Rapidly-exploring Random Tree (RRT) dan Particle Swarm Optimization (PSO). Penelitian ini bertujuan untuk mencapai nilai mendekati optimal dengan konvergensi cepat menggunakan algoritma yang diusulkan. Algoritma RRT dapat menghasilkan jalur yang lebih cepat, tetapi tidak optimal. Algoritma RRT dihybridkan dengan algoritma PSO untuk meningkatkan kinerjanya dan menghasilkan jalur yang mendekati optimal. Setiap iterasi dari proses kombinasi melibatkan pemutaran roda roulette. Hasil pemutaran roda roulette menentukan apakah proses pengambilan sampel selanjutnya dilakukan secara acak, di sekitar jalur terbaik lokal, atau di sekitar jalur terbaik global. Akibatnya, seiring meningkatnya kualitas suatu jalur, probabilitas pengambilan sampel di sepanjang jalur tersebut juga meningkat. Algoritma PSO-RRT adalah nama yang diberikan untuk algoritma yang diusulkan. Algoritma PSO-RRT diuji dan dibandingkan dengan algoritma RRT* dan RRT* terinformasi. Pengujian didasarkan pada simulasi dan menggunakan berbagai tolok ukur seperti lingkungan yang berantakan, banyak jalur sempit, lapangan persegi, dan jalur yang sulit. Hasil pengujian ini, yang dibahas di bagian hasil dan diskusi, menunjukkan bahwa algoritma yang diusulkan mengungguli RRT* dan RRT* terinformasi. © School of Engineering, Taylor’s University.

    Kata kunci penulis

    Konvergensi cepat; Optimasi swarm partikel; Perencanaan jalur; Pohon acak yang menjelajahi dengan cepat

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85145409136  

  • Synergy in Discipline”: FEB UNIKOM Bentuk Generasi Berkarakter melalui Character Building di Rindam III Siliwangi

    Synergy in Discipline”: FEB UNIKOM Bentuk Generasi Berkarakter melalui Character Building di Rindam III Siliwangi

    BANDUNG, UNIKOM — Sebagai bagian dari upaya membangun karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, serta semangat kebersamaan sejak awal perjalanan akademik mahasiswa, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) menyelenggarakan kegiatan Character Building bertajuk “Synergy in Discipline: One Soul One Goal”. Bertempat di Dodik Bela Negara Rindam III Siliwangi, Lembang, kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari pada tanggal 5–6 Agustus 2026, dengan diikuti oleh mahasiswa semester satu Tahun Akademik 2025-2026.

    Dekan FEB UNIKOM, Prof. Dr. Siti Kurnia Rahayu, S.E., M.Ak., Ak., CA., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia juga menekankan pentingnya pembentukan karakter sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari proses pendidikan mahasiswa. Menurutnya, keberhasilan mahasiswa tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh karakter, kedisiplinan, kemampuan bekerja sama, serta kesiapan menghadapi berbagai tantangan di masa depan, termasuk dunia kerja. “Disiplin dan karakter merupakan fondasi penting yang perlu dibangun sejak mahasiswa. Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa tidak hanya belajar untuk mencapai tujuan secara individu, tetapi juga memahami pentingnya sinergi dan kebersamaan dalam mencapai tujuan bersama”, demikian tuturnya.

    Mengusung semangat “Synergy in Discipline: One Soul One Goal”, Character Building FEB UNIKOM dirancang untuk menumbuhkan kesadaran mahasiswa mengenai arti penting disiplin, kerja sama, tanggung jawab, solidaritas, dan kepemimpinan. Seluruh rangkaian kegiatan dikemas untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam membangun kekompakan sekaligus mengembangkan kemampuan beradaptasi dan bekerja dalam tim.

    Pemilihan Dodik Bela Negara Rindam III Siliwangi, Lembang, sebagai lokasi kegiatan juga turut mendukung tujuan tersebut. Lingkungan pelatihan yang sarat dengan nilai kedisiplinan, ketangguhan mental, kepemimpinan, dan kerja sama memberikan suasana yang berbeda dari lingkungan pembelajaran di kampus. Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa diajak untuk keluar dari zona nyaman, membangun komunikasi yang efektif, serta memperkuat rasa saling percaya di antara sesama peserta.

    Selama dua hari pelaksanaan kegiatan, mahasiswa mengikuti berbagai rangkaian kegiatan yang mendorong keterlibatan aktif, kekompakan, dan pembentukan karakter. Semangat “One Soul One Goal” menjadi benang merah dalam setiap aktivitas, dengan pesan bahwa keberhasilan sebuah kelompok membutuhkan keselarasan tujuan, komitmen, dan kontribusi dari setiap individu.

    Rangkaian kegiatan Character Building kemudian ditutup secara resmi oleh Wakil Rektor I UNIKOM, Prof. Dr. Hj. Umi Narimawati, Dra., S.E., M.Si., M.Pd. Dalam pidato penutupnya, Prof. Umi mengapresiasi antusiasme dan partisipasi aktif mahasiswa selama kegiatan berlangsung. Lebih lanjut, Prof. Umi juga berpesan agar pengalaman dan nilai-nilai yang diperoleh selama Character Building tidak berhenti setelah kegiatan berakhir, tetapi dapat diterapkan secara konsisten dalam kehidupan akademik maupun kehidupan sehari-hari. Kedisiplinan, kerja sama, tanggung jawab, dan kekompakan diharapkan menjadi kebiasaan yang terus tumbuh seiring perjalanan mahasiswa di lingkungan FEB UNIKOM. “Character Building bukan sekadar kegiatan yang selesai dalam dua hari. Nilai-nilai yang diperoleh harus dibawa kembali ke kampus dan diwujudkan dalam perilaku sehari-hari, baik dalam belajar, berorganisasi, maupun membangun hubungan dengan sesama”, ungkap Prof. Umi.

    Melalui penyelenggaraan Character Building tersebut, FEB UNIKOM menegaskan komitmennya untuk membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, disiplin, mampu bekerja sama, serta memiliki jiwa kepemimpinan. Semangat “Synergy in Discipline: One Soul One Goal” juga diharapkan menjadi fondasi bagi mahasiswa tingkat satu FEB UNIKOM untuk membangun perjalanan akademik yang penuh prestasi sekaligus tumbuh sebagai pribadi yang mampu bersinergi, berkontribusi, dan mencapai tujuan bersama. Dengan demikian, Character Building bukan hanya menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan antarmahasiswa, tetapi juga menjadi langkah awal dalam membangun generasi FEB UNIKOM yang berkarakter, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (Direktorat Hms & Pro)

  • Menuju Lulusan Berstandar Global: UNIKOM Kolaborasi bersama Cisco melalui Sosialisasi Learning Path Mitra Industri guna Penyelarasan Kurikulum Industri Berbasis Cisco Networking Academy

    Menuju Lulusan Berstandar Global: UNIKOM Kolaborasi bersama Cisco melalui Sosialisasi Learning Path Mitra Industri guna Penyelarasan Kurikulum Industri Berbasis Cisco Networking Academy

    BANDUNG, UNIKOM – Dalam memperkuat komitmennya menyelaraskan pembelajaran dengan kebutuhan dunia industri melalui kegiatan berbasis Cisco Networking Academy (NetAcad), Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) melalui Deputi Wakil Rektor IV dan Divisi International Class & Training menyelenggarakan kegiatan workshop bertema “Aligning Education with Industry: Sinkronisasi Kurikulum OBE Menuju Lulusan FTIK yang Unggul dan Adaptif”, yang ditujukan bagi dosen di lingkungan Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FTIK) UNIKOM pada Selasa, 18 Agustus 2026.

    Bertempat di Ruang Lab Cisco lantai 9 Smart Building UNIKOM, workshop tersebut secara khusus menghadirkan pembekalan mengenai pemanfaatan Cisco Networking Academy (NetAcad) sebagai platform pembelajaran berbasis industri dimana para dosen diperkenalkan pada berbagai course Cisco, sumber pembelajaran, fasilitas laboratorium virtual, sistem evaluasi, hingga mekanisme pembelajaran yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat proses pembelajaran di kelas.

    Dalam kegiatan tersebut, Cisco Networking Academy menjadi fokus utama pembekalan. Platform tersebut diperkenalkan sebagai salah satu sumber kurikulum industri yang dapat dimanfaatkan dosen untuk memperkaya materi perkuliahan dan memberikan pengalaman belajar yang lebih dekat dengan kebutuhan industri. Para dosen diperkenalkan dengan berbagai course yang tersedia di Cisco Networking Academy, termasuk materi yang berkaitan dengan Python, Linux, dan Cybersecurity. Selain materi pembelajaran, platform Cisco juga menyediakan video, artikel, PowerPoint, kuis, aktivitas interaktif, serta hands-on laboratory yang dapat mendukung proses pembelajaran berbasis praktik.

    Wakil Rektor III Bidang Riset, Inovasi, dan Akreditasi sekaligus Dekan FTIK UNIKOM, Assoc. Prof. Dr. Herman S. Soegoto, MBA., dalam sambutan pembukanya  menekankan pentingnya peran dosen dalam menjembatani kompetensi akademik dengan kebutuhan industri. Menurutnya, para dosen pada dasarnya telah memiliki penguasaan yang baik terhadap bidang ajarnya. Namun, penyelarasan dengan kebutuhan industri, termasuk melalui pemanfaatan kurikulum Cisco, tetap diperlukan agar materi yang diberikan kepada mahasiswa semakin relevan dengan perkembangan dunia kerja.

    Lebih lanjut, Assoc. Prof. Dr. Herman berharap, setelah mengikuti kegiatan tersebut, dosen dapat mengambil berbagai materi yang relevan dari Cisco Networking Academy untuk kemudian diadopsi ke dalam kurikulum maupun mata kuliah. “Harapan kami adalah setelah pelatihan ini atau penyelarasan ini, Bapak-Ibu kemudian bisa mengambil manfaatnya, menimba apa yang perlu kita adopsi ke kurikulum kita, ke mata kuliah kita, sehingga itu bisa kita transfer ke mahasiswa kita”, tuturnya.

    Sementara itu, Deputi Wakil Rektor IV UNIKOM, Adam Mukharil Bachtiar, S.Kom., M.T., Ph.D​., menjelaskan bahwa UNIKOM sebenarnya telah memiliki sejumlah kurikulum industri yang telah berjalan cukup lama, termasuk kurikulum dari Cisco. Dengan demikian, UNIKOM berupaya membuka akses yang lebih luas kepada dosen agar dapat mempelajari dan memanfaatkan kurikulum Cisco Networking Academy untuk mendukung proses pembelajaran di kelas. “Kita buka opportunity sebesar mungkin. Bagi Bapak-Ibu yang mau belajar dan menyelaraskan kelasnya dengan kurikulum industri, bisa masuk”, ungkapnya.

    Menurut Adam, Ph.D., pemanfaatan kurikulum industri, termasuk kurikulum Cisco, memiliki posisi penting dalam penguatan implementasi Outcome-Based Education (OBE). Capaian kompetensi mahasiswa dapat didukung dengan bukti yang lebih terukur melalui penyelesaian course dan perolehan certificate. Ia menjelaskan bahwa sertifikasi tidak selalu harus dipahami sebagai sertifikasi industri berbayar. Peserta juga dapat memperoleh Certificate of Completion setelah menyelesaikan seluruh materi, kuis, maupun tugas dalam sebuah course. “Completion certificate sudah lebih dari cukup untuk menjadi portofolio di OBE”, jelasnya.

    Pertama, dosen dapat tetap menggunakan materi perkuliahan yang selama ini digunakan sekaligus mengimplementasikan kurikulum Cisco secara paralel. Dengan pola tersebut, mahasiswa memperoleh materi perkuliahan sekaligus kesempatan mengikuti course Cisco dan memperoleh Certificate of Completion. Kedua, dosen dapat menerapkan full adoption, yakni menggunakan materi dari kurikulum Cisco secara lebih menyeluruh dalam proses pembelajaran. Penerapannya tetap perlu disesuaikan dengan kurikulum program studi serta dikomunikasikan bersama ketua program studi dan tim kurikulum. “Bapak-Ibu tetap bisa menjalankan materi yang sudah Bapak-Ibu miliki, lalu menjalankan kurikulum dunia industrinya paralel dengan materi yang Bapak-Ibu ajarkan. Atau kalau misalkan mau bisa full, full adoption”, tuturnya.

    Adam, Ph.D., juga menekankan bahwa implementasi kurikulum Cisco tetap perlu dikoordinasikan dengan program studi agar pemanfaatannya selaras dengan struktur kurikulum yang telah ditetapkan. Salah satu keunggulan yang diperkenalkan dalam kegiatan tersebut adalah materi pembelajaran Cisco Networking Academy yang memiliki cakupan dan standar global. Peserta diperkenalkan dengan materi yang dapat diakses dan dipelajari oleh peserta didik dari berbagai negara. Hal ini memberikan nilai tambah bagi dosen karena materi Cisco dapat dimanfaatkan untuk memperkaya perspektif pembelajaran sekaligus memperkenalkan standar kompetensi global kepada mahasiswa.

    Sebagai bagian penting dari kegiatan, peserta diperkenalkan secara langsung pada mekanisme penggunaan Cisco Networking Academy. Pada tahap awal, peserta didaftarkan sebagai student pada platform Cisco Networking Academy. Peserta yang sebelumnya pernah terdaftar juga akan melalui proses penyelarasan data dan registrasi. Peserta yang baru memperoleh undangan perlu melakukan registrasi agar dapat mengakses kelas yang telah ditentukan. Setelah berhasil masuk, kelas yang diikuti dapat dilihat melalui menu My Learning.

    Setelah menyelesaikan course dan memenuhi tahapan yang ditentukan, peserta selanjutnya dapat diarahkan untuk memperoleh peran sebagai instructor. Sebagai student, peserta berfokus pada materi dan resources yang telah di-enroll, sedangkan sebagai instructor, peserta memperoleh akses yang lebih luas terhadap materi course dan berbagai sumber pembelajaran yang dapat digunakan untuk mendukung proses pengajaran.

    Dalam sesi pengenalan teknis, Ketua Divisi International Class & Training sekaligus Ketua Pelaksana kegiatan, Angga Friyanto, S.Kom., M.T., menjelaskan bahwa salah satu keunggulan Cisco Networking Academy adalah tersedianya materi pembelajaran yang dapat memberikan pengalaman belajar dengan standar yang sama dengan yang digunakan peserta didik di berbagai negara. “Materi yang diakses ini full 100 persen sama persis dengan apa yang orang atau siswa Amerika juga belajar Cisco. Ini materinya.”, jelas Angga

    Menurut Angga, kesamaan materi tersebut menjadi peluang penting bagi UNIKOM untuk memaksimalkan pemanfaatan sumber daya pembelajaran industri bagi mahasiswa. Tantangannya bukan hanya pada ketersediaan materi, tetapi bagaimana dosen dapat mengelola, mendalami, dan memberdayakan materi tersebut agar sesuai dengan kebutuhan pembelajaran di kelas. Ia menilai peran para instruktur menjadi penting dalam menyusun strategi agar materi yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal, baik untuk mahasiswa maupun pengembangan kompetensi sivitas akademika.

    Dalam pelaksanaan kegiatan, para dosen terlebih dahulu diarahkan untuk memastikan akun yang digunakan telah terdaftar pada sistem Cisco Networking Academy. Angga menjelaskan bahwa terdapat peserta yang sebelumnya telah memiliki akun dengan alamat email yang sama maupun akun yang terdaftar menggunakan alamat email berbeda. Bagi dosen yang sebelumnya telah menerima invitation, proses tidak berhenti pada menerima undangan. Peserta tetap perlu melakukan registrasi pada sistem agar dapat terdaftar dan memperoleh akses pembelajaran yang diperlukan.

    Platform Cisco juga memberikan informasi mengenai kebutuhan perangkat, kemampuan awal, jumlah modul, laboratorium, aktivitas interaktif, serta evaluasi yang harus diselesaikan peserta. Informasi tersebut dapat menjadi referensi dosen dalam menyusun maupun menyesuaikan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) dan pengembangan kurikulum agar capaian pembelajaran menjadi lebih terukur. Selain menyediakan materi pembelajaran, Cisco Networking Academy juga memungkinkan proses pembelajaran dipantau secara sistematis. Peserta diperkenalkan dengan struktur course yang mencakup ruang lingkup materi, urutan modul, target pembelajaran, dan kompetensi yang diharapkan. Setiap modul memiliki materi serta tujuan pembelajaran yang dapat menjadi acuan bagi dosen.

    Kemajuan pembelajaran peserta juga dapat dipantau melalui grade book. Dosen dapat melihat aktivitas yang telah diselesaikan, perolehan poin, serta bagian yang masih harus dikerjakan. Dengan mekanisme tersebut, proses pembelajaran berbasis Cisco menjadi lebih terukur karena peserta maupun dosen dapat mengetahui perkembangan penyelesaian course.

    Pada tahap awal kegiatan, peserta diperkenalkan pada beberapa course Cisco Networking Academy yang relevan dengan bidang teknologi informasi, antara lain Python, Linux, dan Cybersecurity. Untuk Python, tersedia beberapa course, termasuk Python Essentials 1, Python Essentials 2, dan Data Science. Pada bidang Linux tersedia Linux Essentials 1 dan Linux Essentials 2, sementara bidang Cyber Security juga memiliki sejumlah course yang dapat dipilih sesuai kebutuhan.

    Pemanfaatan Cisco Networking Academy juga tidak berhenti pada penggunaan materi untuk mahasiswa. Platform tersebut juga memberikan kesempatan bagi dosen untuk mengembangkan kompetensinya sebagai instructor. Setelah memperoleh peran sebagai instructor, dosen dapat mengikuti program pengembangan kemampuan dan pelatihan instruktur yang disediakan secara berkala. Dengan pemanfaatan kurikulum industri Cisco secara lebih luas, UNIKOM berkomitmen untuk membangun ekosistem pendidikan yang semakin terhubung dengan perkembangan teknologi global dan kebutuhan industri, sehingga kompetensi yang diperoleh mahasiswa tidak hanya relevan secara akademik, tetapi juga memiliki keterkaitan yang lebih kuat dengan dunia profesional. (Direktorat Hms & Pro)

  • Berbagi Praktik Terbaik Tata Kelola dan Pengembangan Program Doktor: Prodi Doktor Sistem Informasi Fakultas Pascasarjana UNIKOM Terima Kunjungan Studi Banding dari Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya, Lampung

    Berbagi Praktik Terbaik Tata Kelola dan Pengembangan Program Doktor: Prodi Doktor Sistem Informasi Fakultas Pascasarjana UNIKOM Terima Kunjungan Studi Banding dari Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya, Lampung

    BANDUNG, UNIKOM – Komitmen Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) dalam memperkuat mutu akademik sekaligus memperluas jejaring kolaborasi antar perguruan tinggi terus diwujudkan melalui berbagai kerja sama strategis. Selasa, 11 Agustus 2026,  Program Studi Doktor Sistem Informasi Fakultas Pascasarjana UNIKOM menerima kunjungan studi banding (benchmarking) dari Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya, Lampung, di Ruang Rapat Lantai 12, Smart Building UNIKOM. Kegiatan tersebut bertujuan untuk membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dan berkelanjutan dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan, penelitian, publikasi ilmiah, serta pengembangan sumber daya akademik.

    Turut hadir pada kesempatan tersebut, jajaran pimpinan UNIKOM antara lain, Dekan Fakultas Pascasarjana UNIKOM, Assoc. Prof. Dr. Rahma Wahdiniwaty, Dra., M.Si., Ketua Program Studi Doktor Sistem Informasi (DSI), Assoc. Prof. Dr. Agus Nursikuwagus, S.T., M.T., M.M.,  Direktur Jurnal dan Publikasi Ilmiah, Assoc. Prof. Dr. Poni Sukaesih Kurniati, S.IP., M.Si., Direktur Quality Assurance, Assoc. Prof. Dr Ely Suhayati, S.E., M.Si., Ak. CA. Sementara perwakilan dari IIB Darmajaya Lampung turut dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. Sutedi, S.Kom., M.T.I., Direktur Pascasarjana, Prof. Dr. Muhammad Said Hasibuan, M.Kom., Ketua Program Studi Doktoral Informatika, Prof. Ir. Suhendro Yusuf Irianto, M.Kom., Ph.D., Kepala Lembaga Penjamin Mutu., Zaidir Jamal, S.T., M.Eng.

    Dekan Fakultas Pascasarjana UNIKOM, Assoc. Prof. Dr. Rahma Wahdiniwaty, Dra., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kunjungan IIB Darmajaya ke UNIKOM. Ia menilai pertemuan tersebut menjadi kesempatan penting bagi kedua institusi untuk saling mengenal tata kelola, berbagi pengalaman, serta mengidentifikasi ruang kolaborasi yang dapat dikembangkan secara lebih konkret. Ia juga menjelaskan bahwa Fakultas Pascasarjana UNIKOM memiliki peran dalam mengelola program pendidikan pada jenjang magister dan doktoral. Saat ini, Fakultas Pascasarjana UNIKOM menaungi dua program doktor, salah satunya adalah Program Studi Doktor Sistem Informasi yang menjadi bagian penting dalam pengembangan pendidikan tinggi berbasis teknologi dan sistem informasi.

    Menurut Assoc. Prof. Dr. Rahma, pengelolaan pendidikan doktoral di UNIKOM didukung oleh berbagai unsur strategis di tingkat universitas maupun fakultas. Kehadiran sejumlah direktorat dalam kegiatan tersebut, antara lain bidang publikasi dan jurnal, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), kerja sama, serta program internasional, menjadi bagian dari upaya UNIKOM membangun ekosistem akademik yang saling terintegrasi. Selain itu, ia juga mengungkapkan “di Program Studi Doktor Sistem Informasi, kami memastikan dosen-dosen yang terlibat sesuai dengan kompetensi bidang Sistem Informasi. Hal ini menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas proses pendidikan dan memastikan mahasiswa memperoleh pembelajaran yang sesuai dengan bidang keilmuannya”, tuturnya.

    Sementara itu, Ketua Program Studi Doktor Sistem Informasi Fakultas Pascasarjana UNIKOM, Assoc. Prof. Dr. Agus Nursikuwagus, S.T., M.T., menyampaikan apresiasi atas kehadiran jajaran IIB Darmajaya di UNIKOM. Ia mengungkapkan bahwa kunjungan tersebut menjadi kesempatan berharga bagi Program Studi Doktor Sistem Informasi untuk memperkenalkan lingkungan akademik sekaligus membangun komunikasi yang lebih erat dengan mitra perguruan tinggi. Lebih lanjut, Assoc. Prof. Dr. Agus menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan IIB Darmajaya menjadikan UNIKOM sebagai tempat benchmarking. Ia juga memperkenalkan jajaran akademik dan unsur pendukung yang hadir dalam kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya memberikan ruang diskusi yang lebih komprehensif.

    Assoc. Prof. Dr. Agus juga menjelaskan bahwa kegiatan tersebut melibatkan tidak hanya jajaran Program Studi Doktor Sistem Informasi, tetapi juga sejumlah unsur pendukung di lingkungan UNIKOM. Kehadiran unsur pimpinan dan direktorat diharapkan dapat memperluas ruang diskusi sehingga benchmarking tidak berhenti pada aspek pengelolaan program studi, tetapi juga menyentuh berbagai aspek pendukung penyelenggaraan pendidikan tinggi. Ia menilai kolaborasi lintas unit menjadi penting karena pengembangan program doktoral tidak dapat dilepaskan dari dukungan berbagai aspek, mulai dari penjaminan mutu, publikasi dan jurnal, penelitian, hingga pengembangan kerja sama akademik. “Kami mencoba menghadirkan rekan-rekan dari berbagai unsur yang berkaitan dengan pengelolaan akademik. Harapannya, diskusi yang dilakukan kali ini bisa lebih komprehensif dan Bapak-Ibu dari IIB Darmajaya dapat memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai bagaimana ekosistem akademik dan pendukung Program Studi Doktor Sistem Informasi di UNIKOM berjalan”, tambahnya.

    Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik IIB Darmajaya, Dr. Sutedi, menyampaikan bahwa kunjungan ke UNIKOM merupakan bagian dari upaya IIB Darmajaya untuk memperkuat kesiapan penyelenggaraan program doktoral yang relatif baru dikembangkan di institusinya. Ia mengungkapkan bahwa IIB Darmajaya memilih UNIKOM sebagai salah satu rujukan benchmarking karena memiliki reputasi akademik yang baik serta pengalaman dalam penyelenggaraan pendidikan pada jenjang doktor. “Kami datang ke UNIKOM tentu dengan maksud untuk belajar, terutama mengenai tata kelola Program Studi S3. Kebetulan program doktor yang kami kembangkan ini masih relatif baru dan pada Juli lalu kami telah memperoleh SK untuk penyelenggaraan program tersebut. Karena itu, kami merasa perlu belajar dari perguruan tinggi yang sudah memiliki pengalaman dalam mengelola program doktor”, tutur Dr. Sutedi.

    Menurut Dr. Sutedi, posisi program doktor yang dikembangkan IIB Darmajaya sebagai salah satu program yang relatif baru di wilayahnya membuat kegiatan benchmarking menjadi sangat penting. Keterbatasan pengalaman dan sumber daya pada tahap awal pengembangan program menjadi alasan bagi IIB Darmajaya untuk memperluas pembelajaran melalui kunjungan ke berbagai perguruan tinggi yang telah memiliki pengalaman lebih panjang dalam mengelola pendidikan doktoral. Ia juga menilai UNIKOM menjadi salah satu institusi yang relevan untuk dijadikan rujukan karena selain memiliki reputasi yang telah dikenal, terdapat pula sejumlah akademisi yang memiliki pengalaman dan kepakaran di bidang yang relevan dengan pengembangan program doktor di IIB Darmajaya. Selain itu, ia menambahkan bahwa proses pengembangan program doktor membutuhkan pembelajaran yang berkelanjutan, terutama dalam membangun tata kelola, memastikan mutu akademik, mengembangkan sumber daya dosen, serta memperkuat penelitian dan publikasi. Untuk itu, pengalaman yang diperoleh dari UNIKOM diharapkan dapat menjadi bekal penting bagi IIB Darmajaya dalam mengembangkan program doktor yang berkualitas dan berkelanjutan. “Kami menyadari bahwa dalam mengembangkan program doktor masih terdapat berbagai keterbatasan sumber daya. Karena itu, kami sangat membutuhkan insight dan pengalaman dari perguruan tinggi yang telah lebih dahulu menjalankan program tersebut. Mudah-mudahan apa yang kami dapatkan dari UNIKOM hari ini dapat kami bawa dan kembangkan di kampus kami”, pungkasnya.

    Harapan tersebut sejalan dengan semangat UNIKOM untuk menjadikan benchmarking sebagai pintu masuk bagi kolaborasi yang lebih luas. Pertukaran pengalaman antara kedua institusi diharapkan dapat berkembang menjadi berbagai kegiatan akademik bersama yang memberikan manfaat langsung bagi dosen, mahasiswa, peneliti, maupun institusi secara keseluruhan.

    Dalam sesi diskusi, kedua institusi kemudian membahas sejumlah aspek penting dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi, mulai dari pengembangan kurikulum dan proses pembelajaran, tata kelola program studi, penerimaan serta layanan mahasiswa, penelitian dan publikasi ilmiah, hingga pengembangan kerja sama dan internasionalisasi. Diskusi berlangsung dalam suasana terbuka dan konstruktif dengan menempatkan pertukaran pengalaman sebagai bagian penting dalam upaya menemukan strategi pengembangan pendidikan tinggi yang semakin adaptif terhadap perubahan zaman.

    Kegiatan benchmarking UNIKOM bersama IIB Darmajaya diharapkan bukan sekadar agenda kunjungan kelembagaan, melainkan menjadi momentum untuk membangun hubungan akademik yang lebih erat dan membuka peluang kolaborasi yang lebih luas. Dengan semangat berbagi pengetahuan, memperkuat sinergi, dan menciptakan inovasi. UNIKOM dan IIB Darmajaya diharapkan dapat terus mengembangkan kerja sama yang produktif dan berkelanjutan, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan tinggi di Indonesia. (Direktorat Hms & Pro)

  • Asah Diplomasi dan Negosiasi : Mahasiswa Prodi Ilmu Hubungan Internasional Fisip UNIKOM Simulasikan Sidang Internasional Dewan Keamanan PBB, Bahas Kompleksitas Konflik Ukraina

    Asah Diplomasi dan Negosiasi : Mahasiswa Prodi Ilmu Hubungan Internasional Fisip UNIKOM Simulasikan Sidang Internasional Dewan Keamanan PBB, Bahas Kompleksitas Konflik Ukraina

    BANDUNG, UNIKOM — Selasa, 11 Agustus 2026, Program Studi Ilmu Hubungan Internasional (HI), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) kembali menyelenggarakan Short Diplomatic Course (SDC) dan Simulasi Sidang Internasional dengan tema “United Nations Security Council Meets on Ukraine”. Bertempat di Auditorium Miracle Lantai 4 Kampus I UNIKOM, kegiatan tersebut menghadirkan simulasi suasana persidangan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations Security Council/UNSC) secara langsung dalam lingkungan akademik. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa juga memperoleh kesempatan untuk mengimplementasikan pengetahuan hubungan internasional sekaligus mengasah kemampuan diplomasi, negosiasi, komunikasi, argumentasi, dan pengambilan keputusan dalam forum multilateral.

    Ketua Pelaksana sekaligus Guru Besar FISIP UNIKOM, Prof. Dr. Hj. Aelina Surya, Dra., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut melibatkan 96 peserta, dengan 40 peserta merupakan mahasiswa yang telah menempuh enam semester, serta peserta lainnya yang turut berpartisipasi dimana program tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman kepada mahasiswa mengenai internasionalisasi, baik dalam perspektif teori maupun praktik, sekaligus memperkenalkan secara langsung dinamika konferensi internasional. “Tujuan dari program ini adalah memberikan pengalaman kepada mahasiswa mengenai internasionalisasi dalam teori dan praktik, serta memberikan pemahaman mengenai bagaimana konferensi internasional dilaksanakan”, tutur Prof. Aelina.

    Lebih lanjut, Prof. Aelina berharap kegiatan tersebut dapat dikembangkan menjadi aktivitas yang sistematis dan berkelanjutan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa, terutama kemampuan berbahasa Inggris dalam konteks akademik dan hubungan internasional. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Dekan FISIP UNIKOM, Prof. Dr. Hj. Dewi Kurniasih, S.IP.,M.Si., Ketua Program Studi Ilmu Hubungan Internasional, Assoc. Prof. Dr. Dewi Triwahyuni, S.IP., M.Si., para mahasiswa, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

    Sementara itu, Ketua Program Studi Ilmu Hubungan Internasional Assoc. Prof. Dr. Dewi Triwahyuni, S.IP., M.Si., mengajak para peserta untuk memandang simulasi tersebut bukan sekadar sebagai kegiatan akademik, melainkan sebagai pengalaman untuk memahami secara langsung kompleksitas proses pengambilan keputusan dalam politik dan keamanan internasional. “Dunia sedang menunggu keputusan. Perang terus berlangsung, publik sedang menyaksikan, pemerintah sedang memperhatikan, dan hari ini kalian akan memainkan peran sebagai para pengambil keputusan dalam Dewan Keamanan”, jelasnya.

    Assoc. Prof. Dr. Dewi juga mengungkapkan bahwa isu Ukraina yang menjadi tema simulasi memberikan gambaran nyata mengenai kompleksitas persoalan keamanan internasional. “Situasi di Ukraina mengingatkan kita pada satu kebenaran mendasar dalam hubungan internasional: keamanan mudah dibicarakan secara teori, tetapi sangat sulit untuk diimplementasikan”, ungkapnya. Ia menjelaskan bahwa ketika konflik internasional terjadi, masyarakat sering mempertanyakan mengapa perang tidak segera dihentikan, mengapa Dewan Keamanan tidak dengan cepat mencapai kesepakatan, atau mengapa proses diplomasi terkadang berjalan lambat. Melalui simulasi tersebut, mahasiswa diharapkan dapat memahami sendiri bahwa politik internasional tidak dapat dilihat hanya dari satu perspektif. “Politik internasional bukan hanya tentang memilih antara benar dan salah. Di dalamnya terdapat kepentingan nasional, keamanan, kepentingan ekonomi, kondisi internasional, pertimbangan kemanusiaan, persaingan geopolitik, serta distribusi kekuasaan dalam sistem internasional”, tegasnya.

    Selain itu, Assoc. Prof. Dr. Dewi menegaskan bahwa diplomasi menuntut kemampuan untuk memahami kepentingan sendiri sekaligus memahami perspektif pihak lain. “Di situlah diplomasi dimulai. Kalian harus memahami posisi negara kalian sendiri, tetapi pada saat yang sama juga harus memahami mengapa negara lain dapat melihat situasi yang sama dengan cara yang berbeda”, tuturnya. Terakhir, Ia berharap mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman berbicara dalam forum internasional, tetapi juga mampu mengembangkan kemampuan menganalisis kompleksitas persoalan, berkomunikasi melalui perbedaan, melakukan negosiasi, serta mencari solusi ketika tidak terdapat penyelesaian yang benar-benar sempurna. “Menjadi mahasiswa hubungan internasional berarti lebih dari sekadar mengingat konsep dan teori. Ini berarti belajar bagaimana menganalisis kompleksitas, berkomunikasi melalui perbedaan, bernegosiasi, dan mencari penyelesaian dalam situasi ketika penyelesaian yang sempurna mungkin tidak ada”, demikian pungkasnya.

    Setelah rangkaian pembukaan, kegiatan memasuki agenda utama melalui roll call dan pengenalan para delegasi. Para mahasiswa tampil sebagai delegasi dari berbagai negara anggota PBB dengan mengenakan jas formal dan menjalankan peran diplomatik sesuai negara yang direpresentasikan. Para delegasi tersebut antara lain merepresentasikan negara Argentina, Belarus, Brasil, Kanada, Ceko, Kolombia, Denmark, Mesir, Estonia, Finlandia, Prancis, Jerman, Yunani, India, Indonesia, Iran, Jepang, Kenya, Latvia, Lithuania, Meksiko, Belanda, Nigeria, Korea Utara, Pakistan, Polandia, Rumania, Rusia, Arab Saudi, Afrika Selatan, Korea Selatan, Swedia, Suriah, Turkiye, Uni Emirat Arab, Inggris, Ukraina, dan Amerika Serikat. Simulasi juga menghadirkan peran Chairperson, Co-Chair, dan Secretary General untuk membangun mekanisme persidangan yang menyerupai forum internasional.

    Persidangan kemudian berlangsung melalui beberapa tahapan Committee Session, mulai dari Opening Committee Session, General Speaker List, Moderated Caucus, hingga Unmoderated Caucus dan Closing Committee Session. Dalam sesi tersebut, para delegasi menyampaikan pandangan negaranya, memberikan argumentasi, merespons delegasi lain, serta melakukan proses negosiasi untuk mencari titik temu terhadap isu yang dibahas. Proses tersebut menjadi bagian penting dari pembelajaran mahasiswa karena mempertemukan teori yang diperoleh di ruang kelas dengan praktik diplomasi dalam situasi simulatif. Mahasiswa dituntut tidak hanya memahami isu yang dibahas, tetapi juga mampu mempertahankan posisi negara, menyusun strategi negosiasi, membangun komunikasi dengan delegasi lain, dan mengambil keputusan berdasarkan kepentingan yang dibawa.

    Rangkaian kegiatan selanjutnya diisi dengan testimonial comments dari observer dan pemberian penghargaan kepada para peserta. Sejumlah kategori penghargaan yang disiapkan meliputi Best Speech, Most Outstanding Delegate, Honorable Mention, Verbal Commendation, Best Position Paper, serta Most Favourite Male and Female Delegates. Kategori penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap kemampuan dan kontribusi peserta selama mengikuti simulasi. Best Speech diberikan kepada delegasi yang dinilai mampu menyampaikan pidato secara informatif dengan penguasaan bahasa dan substansi yang baik, sedangkan Most Outstanding Delegate ditujukan bagi peserta yang menunjukkan kemampuan, persiapan, pengetahuan isu, serta kontribusi yang menonjol selama persidangan.

    Sementara itu, kategori Honorable Mention dan Verbal Commendation menjadi bentuk penghargaan atas kemampuan diplomasi, keterlibatan aktif, serta kontribusi peserta dalam debat. Adapun Best Position Paper diberikan kepada delegasi yang menghasilkan position paper dengan gagasan yang dinilai unggul, orisinal, inovatif, dan mencerminkan kemampuan diplomasi. Kategori Most Favourite Male and Female Delegates ditentukan berdasarkan suara dari para observer melalui formulir yang disediakan selama kegiatan. Menutup kegiatan, seluruh rangkaian simulasi diakhiri dengan pemberian penghargaan dan apresiasi kepada para peserta.

    Melalui kegiatan Short Diplomatic tersebut, Program Studi Ilmu Hubungan Internasional FISIP UNIKOM terus mendorong mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi yang relevan dengan dinamika hubungan internasional sekaligus mempersiapkan mereka menghadapi lingkungan akademik dan profesional yang semakin terhubung secara global. (Direktorat Hms & Pro)

  • The 2nd International Student Conference on Earth and Environmental Research (ISCEER) 2026 kembali hadir!

    The 2nd International Student Conference on Earth and Environmental Research (ISCEER) 2026 kembali hadir!

    Universitas Komputer Indonesia dengan bangga menyelenggarakan konferensi ini dengan tema:

    Meningkatkan Ketahanan Global: Sains dan Teknologi Inovatif untuk Masa Depan yang Berkelanjutan.

    Menghadirkan para pakar terkemuka dari berbagai negara:

    🌟 Assoc. Prof. Abdulkareem Shafiq M. Al-Obaidi (Taylors University, Malaysia)
    🌟 Prof. Dr. Muhammad Imran Aslam (NED University of Engineering & Technology, Pakistan)
    🌟 Jufra Fy, S.Kom (Wilmar Consultancy Services, Indonesia)
    🌟 Assoc. Prof. Dr. Chowwalit Chookhampaeng (Mahasarakham University)

    📆 5 November 2026
    📍 Auditorium Lantai 17, Smart Building, UNIKOM

    Kirimkan hasil penelitian terbaik Anda dan jadilah bagian dari diskusi global mengenai inovasi dan solusi dalam bidang Sains dan Teknologi Kebumian serta Lingkungan.

    Dapatkan berbagai kesempatan berharga untuk publikasi, memperluas jejaring, dan menjalin kolaborasi internasional.

    📌 Tanggal Penting:
    📖 Batas Akhir Pengumpulan Makalah Lengkap: 29 Juli 2026
    ✍️ Batas Akhir Pengumpulan Makalah Revisi: 9 September 2026
    ✅ Pengumuman Penerimaan: 10 Oktober 2026
    🏫 Pelaksanaan Konferensi: 5 November 2026

    ⛓️‍💥 Informasi & Pendaftaran:
    🌐 https://isceer.unikom.ac.id/
    📞 Agis Abhi Rafdhi (+62 813-2324-2018)
    📧 timkonferensi@email.unikom.ac.id

    UNIKOM #UNIKOMBerdampak #ISCEER2026 #PublikasiIlmiah #KonferensiInternasional