Tag: International Green Youth Leaders Summit 2026

  • Mahasiswa Prodi Hubungan Internasional Unikom Wakili Indonesia Di Ajang International Green Youth Leaders Summit 2026, Usung Kurikulum Berbasis Ai Guna Dukung Pendidikan Berkelanjutan

    Mahasiswa Prodi Hubungan Internasional Unikom Wakili Indonesia Di Ajang International Green Youth Leaders Summit 2026, Usung Kurikulum Berbasis Ai Guna Dukung Pendidikan Berkelanjutan

    BANDUNG, UNIKOM – Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) di kancah internasional. Febby Cipta, mahasiswa Semester 4 Program Studi Ilmu Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNIKOM, dipercaya mewakili Indonesia sebagai delegasi pada International Green Youth Leaders Summit (IGYLS) pada 8–9 Juli 2026, bertempat di  di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta dan di Green Open Space & Bale Panjang, Museum Indonesia, Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

    Forum internasional yang diselenggarakan oleh Green Democracy Institute di bawah arahan Dr. (H.C.) Sultan Bachtiar Najamudin, Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), mempertemukan 143 delegasi muda dari berbagai negara, antara lain, Indonesia, Taiwan, Madagaskar, Timor-Leste, Gambia, Tiongkok, Jepang, Kenya, Malawi, Tanzania, Thailand, dan Zimbabwe. Kegiatan tersebut menjadi ruang kolaborasi bagi generasi muda dunia untuk merumuskan solusi inovatif dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan melalui kepemimpinan, inovasi, dan kerja sama lintas negara.

    Dalam forum tersebut, Febby tidak hanya hadir sebagai Delegasi Indonesia, tetapi juga sebagai utusan Duta DPD RI dengan amanah sebagai Ketua Divisi Advokasi Nasional. Pada kesempatan tersebut, ia mempresentasikan gagasan bertajuk “Artificial Intelligence (AI)-Based Curriculum: Utilizing Artificial Intelligence to Design Adaptive Learning Modules to Address Learning Loss for Students in Frontier, Outermost, and Underdeveloped Regions”. Gagasan tersebut mengangkat pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam merancang kurikulum pembelajaran adaptif guna mengatasi learning loss, khususnya bagi peserta didik di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Melalui pendekatan tersebut, AI diharapkan mampu menghadirkan sistem pembelajaran yang lebih personal, inklusif, dan merata sehingga dapat meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goal (SDG) 4: Quality Education.

    Bagi Febby, inovasi tersebut sejalan dengan gerakan advokasi yang selama ini ia inisiasi melalui #CiptakanSustainability, sebuah gerakan yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan. “Pendidikan adalah fondasi utama pembangunan berkelanjutan. Artificial Intelligence seharusnya tidak hanya dipandang sebagai inovasi teknologi, tetapi juga sebagai instrumen untuk memperluas akses pendidikan yang berkualitas, khususnya bagi masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan. Melalui #CiptakanSustainability, saya ingin menunjukkan bahwa keberlanjutan dimulai dari investasi pada kualitas manusia”, ungkap Febby Cipta.

    Selain mempresentasikan gagasan, Febby juga memperoleh kesempatan berdiskusi dan bertukar pandangan dengan sejumlah tokoh nasional dan internasional yang memiliki perhatian terhadap isu lingkungan, pendidikan, dan pembangunan berkelanjutan. Antara lain, Dr. (H.C.) Sultan Bachtiar Najamudin selaku Ketua DPD RI, Mohammad Jumhur Hidayat, Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Dr. Joko Tri Haryanto, Presiden Direktur Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH), Maki Katsuno Hayashikawa, UNESCO Representative to Indonesia, Barlev Nico Marheine, Programme Management Officer UNEP, Nico Barito, Special Envoy of the President of Seychelles for ASEAN, Jerhemy Owen, environmental influencer, Victoria Kosasih, Puteri Indonesia Lingkungan sekaligus Miss International Indonesia 2026, serta Nadla Sofia Habibie, Executive Director Habibie & Ainun Foundation.

    Melalui rangkaian diskusi tersebut, para delegasi diajak memahami pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi berbagai tantangan global. Sinergi antara pemerintah, akademisi, organisasi internasional, dunia usaha, dan generasi muda dinilai menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan berdampak bagi masyarakat.

    Keikutsertaan Febby dalam International Green Youth Leaders Summit 2026 menjadi bukti nyata kontribusi mahasiswa UNIKOM dalam forum internasional melalui diplomasi pemuda dan pengembangan solusi inovatif berbasis teknologi untuk menjawab berbagai tantangan global dan dapat memotivasi mahasiswa UNIKOM lainnya untuk meraih prestasi baik dikancah nasional maupun internasional. Capaian tersebut sekaligus juga mencerminkan komitmen UNIKOM sebagai Digital Entrepreneurial University dalam mendorong lahirnya generasi muda yang berdaya saing global, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Lebih dari sekadar berpartisipasi dalam forum internasional, pengalaman tersebut menjadi langkah strategis bagi Febby untuk memperluas jejaring kolaborasi global sekaligus memperkuat komitmen dalam mengembangkan gerakan #CiptakanSustainability. Melalui gerakan tersebut, ia berharap semakin banyak generasi muda yang terlibat aktif dalam mendorong transformasi pendidikan, pemanfaatan teknologi secara bertanggung jawab, serta percepatan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 2030, dimulai dari Indonesia hingga tingkat global. (Direktorat Hms & Pro)