Tag: Internasionalisasi UNIKOM

  • Perkuat Internasionalisasi Kampus, UNIKOM Sambut 64 Mahasiswa dan Dosen Internasional dalam Program Unikom Scholar 2025

    Perkuat Internasionalisasi Kampus, UNIKOM Sambut 64 Mahasiswa dan Dosen Internasional dalam Program Unikom Scholar 2025

    BANDUNG, UNIKOM — Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) kembali menegaskan komitmennya sebagai kampus berwawasan global melalui penyelenggaraan Program UNIKOM Student Course and Heritage for Overseas Learning and Academic Research (SCHOLAR) 2025. Program UNIKOM SCHOLAR merupakan program Direktorat International Program UNIKOM, sebagai bagian dari upaya memperkuat jejaring internasional sekaligus memperluas eksposur akademik UNIKOM di kancah global. Tahun ini, UNIKOM dengan bangga menyambut 64 peserta yang terdiri atas mahasiswa dan dosen pendamping dari berbagai perguruan tinggi internasional. Kegiatan penyambutan digelar pada Senin, 20 Oktober 2025, di Smart Building UNIKOM, para tamu disambut langsung oleh Rektor UNIKOM, Prof. Dr. Ir. H. Eddy Soeryanto Soegoto, didampingi Direktur International Program sekaligus Ketua Pelaksana Program, Dr. Senny Luckyardi, S.P., M.M.

    Para peserta yang hadir berasal dari berbagai negara diantaranya: Universiti Sultan Zainal Abidin (Malaysia), Universiti Malaysia Terengganu (UMT), INTI International University (Malaysia), MDIS Tashkent (Uzbekistan), serta UzSWLU (Uzbekistan State World Languages University). Kedatangan mahasiswa dan dosen asing tersebut menjadi wujud nyata semangat kolaborasi global, pertukaran budaya, serta pengembangan ilmu pengetahuan lintas negara.

    Direktur International Program UNIKOM, Dr. Senny, menjelaskan bahwa UNIKOM SCHOLAR memiliki tujuan besar bagi penguatan posisi UNIKOM di tingkat dunia. “UNIKOM Scholar ini tujuannya untuk meningkatkan peringkat UNIKOM di WCU (World Class University), dan kemudian kita ingin menambah situasi internasionalisasi di UNIKOM dengan cara menambah kolaborasi, terutama dalam bidang riset, student exchange, dan memperkenalkan kebudayaan Jawa Barat serta Indonesia kepada mahasiswa asing,” ungkapnya.

    Lebih lanjut, Dr. Senny menambahkan bahwa pelaksanaan UNIKOM SCHOLAR telah melalui berbagai tahap persiapan, baik secara teknis maupun non teknis, demi memastikan kegiatan berjalan optimal. Ia berharap melalui program tersebut, branding UNIKOM di kancah internasional dapat semakin kuat dan dikenal luas oleh komunitas akademik dunia.

    Pada kesempatan tersebut, para peserta diajak untuk memperluas wawasan akademik, mengenal lebih dekat budaya Indonesia, serta berinteraksi langsung dengan lingkungan kampus UNIKOM yang inovatif dan berbasis teknologi. Para mahasiswa dan dosen tamu tampak terkesan dengan fasilitas modern yang dimiliki UNIKOM, mulai dari Smart Building, sistem pembelajaran digital yang terintegrasi, hingga sarana riset yang mendukung pengembangan inovasi.

    Salah satu peserta asal Uzbekistan, Dildora dari MDIS Tashkent, menyampaikan kesan positifnya selama mengikuti kegiatan di UNIKOM. “Kami datang dari Tashkent dan sangat terkesan karena semua orang disini sangat ramah dan menyambut kami dengan baik. Kampus UNIKOM benar-benar luar biasa modern, nyaman, dan memiliki ruang-ruang diskusi yang sangat menarik. Terima kasih banyak atas sambutannya,” tutur Didora. Selain itu, peserta lainnya juga menyatakan sangat terkesan setelah mengunjungi Studio Animasi UNIKOM. “Saya sangat kagum saat berkunjung ke Studio Animasi UNIKOM. Saya bisa melihat secara langsung bagaimana proses pembuatan film dilakukan mulai dari tahap pengambilan gambar hingga penyuntingan. Itu adalah pengalaman yang sangat berharga bagi kami”, ungkap salah satu mahasiswa dengan penuh semangat.

    UNIKOM SCHOLAR menjadi bagian dari sesi eksplorasi teknologi dan budaya yang tidak hanya memperluas wawasan akademik peserta, tetapi juga memperkenalkan keunggulan UNIKOM sebagai universitas berbasis teknologi dan inovasi di Indonesia. (Direktorat Hms & Pro)

  • UNIKOM Menjadi Tuan Rumah Kegiatan Workshop Nasional Kemendikbudristek Inisiasi Kerja Sama Pendidikan Bergelar 2025

    UNIKOM Menjadi Tuan Rumah Kegiatan Workshop Nasional Kemendikbudristek Inisiasi Kerja Sama Pendidikan Bergelar 2025

    BANDUNG, — Kerja sama pendidikan bergelar (joint degree atau dual degree) merupakan bentuk kolaborasi strategis antar perguruan tinggi, baik dalam negeri maupun luar negeri, yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk meraih gelar akademik dari dua institusi sekaligus atau secara terintegrasi. Inisiatif ini semakin penting dalam konteks globalisasi dan internasionalisasi pendidikan tinggi.

    Seperti hal nya Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (BELMAWA) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi yang pada hari Selasa dan Rabu, 17-18 Juni 2025 menggelar Workshop Inisiasi Kerja Sama Pendidikan Bergelar Bagi Perguruan Tinggi Tahun 2025 Batch I, yang bertempat di Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM), Bandung. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan berbagai perguruan tinggi dari seluruh Indonesia dan menghadirkan para pakar serta tim teknis perizinan kerja sama pendidikan bergelar, turut hadir juga Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNIKOM, Prof. Dr. Hj. Umi Narimawat, Dra., S.E., M.Si., dan Wakil Rektor II Bidang Sumber Daya dan Kerjasama UNIKOM, Assoc. Prof Dr. Agus Riyanto, S.T., M.T.

    Workshop yang berlangsung selama dua hari ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan perguruan tinggi dalam menjalin kerja sama pendidikan bergelar, terutama di ranah internasional. Kegiatan dimulai pada Selasa, 17 Juni 2025, pukul 07.30 WIB dengan registrasi peserta, dilanjutkan dengan pembukaan dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dipandu oleh MC dari BELMAWA.

    Pembukaan acara diawali dengan sambutan dari Rektor UNIKOM sekaligus Ketua APTISI Jawa Barat, Prof. Dr. Ir. H. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T., yang menyampaikan bahwa “Pemerintah saat ini tengah mendorong kemajuan pendidikan tinggi secara menyeluruh, dan kita semua memiliki peran strategis dalam mendukung upaya tersebut. Workshop ini tentunya menjadi momen penting untuk memperkuat pemahaman dan kesiapan dalam pengelolaan perguruan tinggi. Atas nama pimpinan UNIKOM, kami mengucapkan terima kasih kepada Direktur Kemahasiswaan dan Pembelajaran serta para narasumber. Semoga kegiatan ini berjalan lancar dan memberi manfaat nyata bagi pengembangan institusi kita masing-masing” ujar Prof. Eddy

    Sesi selanjutnya sambutan dan pembukaan acara secara resmi oleh Yulita Priyoningsih, S.Sos., selaku Penanggung Jawab Rekognisi Pembelajaran Lampau dan Pembelajaran Internasional mewakili Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Dr. Berry Juliandi, M.Si., bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi penguatan kapasitas institusi dalam pengembangan program kerja sama pendidikan bergelar, baik dalam bentuk joint degree, double degree, maupun internal degree. Internasionalisasi kini menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi untuk mencetak lulusan yang berdaya saing global serta membangun institusi yang adaptif terhadap dinamika dunia pendidikan. Melalui workshop ini, kami mendorong setiap perguruan tinggi untuk mulai menyusun peta jalan dan membangun jejaring internasional secara lebih terstruktur. Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan siap mendukung melalui regulasi serta fasilitasi yang maksimal, agar inisiasi kerja sama ini dapat dilanjutkan hingga tahap implementasi yang konkret dan berkelanjutan” tuturnya

    Hari pertama diisi dengan penyampaian materi oleh Tim Pakar Izin Kerja Sama Pendidikan Bergelar, meliputi gambaran umum kerja sama bergelar, penyusunan proposal izin kerja sama, dan penyusunan dokumen MoU serta MoA. Diskusi dan sesi tanya jawab berlangsung dinamis, memperlihatkan antusiasme peserta dalam menggali informasi teknis dan kebijakan terbaru.

    Rangkaian hari kedua, Rabu, 18 Juni 2025, dibuka kembali dengan memaparkan. Materi kelima yang disampaikan dengan tema Praktik Baik Pelaksanaan Izin Kerja Sama Internasional Bergelar, diikuti materi keenam mengenai sistem izin kerja sama yang disampaikan oleh Tim IT. Salah satu sesi menarik adalah demonstrasi langsung sistem perizinan yang memandu peserta memahami alur dan fitur teknis dalam proses pengajuan kerja sama.

    Kegiatan ditutup dengan pemaparan kesimpulan dan tindak lanjut oleh Dr. Berry Juliandi, M.Si, yang menekankan pentingnya sinergi antar perguruan tinggi dalam memperkuat jejaring internasional melalui kerja sama pendidikan bergelar yang terstruktur dan berkelanjutan.

    Workshop ini menjadi langkah strategis dalam penguatan daya saing pendidikan tinggi Indonesia, sekaligus menandai komitmen bersama dalam mendorong kolaborasi global yang berdampak nyata bagi institusi dan mahasiswa. (Direktorat Hms & Pro)