Penulis: Hanhan Maulana, Hideaki Kanai
Abstrak
Studi ini bertujuan untuk memvisualisasikan potensi kesesuaian lahan pertanian menggunakan Sistem Informasi Geografis Realitas Tertambah (AR-GIS). AR-GIS dapat memberikan pengalaman imersif kepada pengguna. Wilayah Kabupaten Bandung dipilih sebagai daerah penelitian karena memiliki potensi pertanian yang baik. Tantangan yang memotivasi pengembangan realitas tertambah dalam visualisasi kesesuaian lahan adalah agar petani dapat menggunakan GIS secara praktis untuk membantu pengambilan keputusan. Studi ini memiliki tiga tahapan utama. Tahapan pertama dan kedua mengintegrasikan Analisis Keputusan Multikriteria (MCDA) dengan metode Sistem Informasi Geografis (GIS). Tahapan pertama bertujuan untuk menentukan komoditas potensial menggunakan metode MCDA dengan mempertimbangkan faktor ekonomi, lingkungan, dan karakteristik tanaman. Tahapan kedua menjelaskan proses evaluasi kesesuaian lahan untuk setiap komoditas menggunakan metode GIS. Berdasarkan hasil evaluasi, kubis, kentang, dan bawang bombai merupakan tanaman yang paling sesuai untuk dibudidayakan di daerah penelitian. Hasil ini konsisten dengan data statistik yang menunjukkan bahwa komoditas-komoditas ini memiliki produktivitas tertinggi. Tahap ketiga dari penelitian ini menjelaskan proses visualisasi peta menggunakan realitas tertambah (augmented reality). AR-GIS diharapkan mampu memberikan tampilan visualisasi peta yang lebih baik. Dengan visualisasi peta yang baik, informasi pada GIS dapat mudah dipahami oleh pengguna. Lebih jauh lagi, diharapkan AR-GIS akan memiliki tingkat kegunaan yang tinggi. © School of Engineering, Taylor’s University.
Kata kunci penulis
Realitas tertambah; Sistem informasi geografis realitas tertambah; Komoditas; Sistem informasi geografis; Analisis keputusan multi-kriteria
Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85128131357
