Penulis: Sri Supatmi, Rongtao Hou, Irfan Dwiguna Sumitra
DOI: 10.1155/2019/6203510
Abstrak
Investigasi eksperimental dilakukan untuk mengeksplorasi perbedaan mendasar antara sistem inferensi fuzzy Mamdani (FIS), FIS Takagi-Sugeno, dan model peramalan banjir yang diusulkan, yang dikenal sebagai sistem inferensi neurofuzzy hibrida (HN-FIS). Penelitian ini bertujuan untuk menemukan pendekatan mana yang memberikan kinerja terbaik untuk memprediksi kerentanan banjir. Karena pentingnya memprediksi kerentanan kejadian banjir, FIS Mamdani, FIS Sugeno, dan model yang diusulkan dibandingkan menggunakan fungsi keanggotaan (MF) tipe trapesium. Sistem inferensi fuzzy dan model yang diusulkan digunakan untuk memprediksi data deret waktu dari tahun 2008 hingga 2012 untuk 31 kecamatan di Bandung, Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model yang diusulkan memiliki akurasi peramalan kerentanan banjir lebih dari 96% dengan kesalahan terendah dibandingkan dengan model yang ada. © 2019 Sri Supatmi dkk.
Kata kunci terindeks
MeSH
Algoritma; Simulasi Komputer; Banjir; Peramalan; Logika Fuzzy; Manusia; Indonesia
Istilah terkontrol teknik
Pengendalian banjir, Banjir,Inferensi fuzzy, Sistem fuzzy, Fungsi keanggotaan
Istilah tidak terkontrol teknik
Investigasi eksperimental; Model peramalan banjir; Kerentanan banjir; Akurasi peramalan; Sistem inferensi fuzzy; Inferensi fuzzy Mamdani; Sistem inferensi neuro-fuzzy; Hasil penelitian
Istilah medis EMTREE
algoritma; simulasi komputer; banjir; peramalan; logika fuzzy; manusia; Indonesia; prosedur
Judul utama teknik
Peramalan cuaca
Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85062826333