Tag: Indonesia Emas 2045

  • UNIKOM Tuan Rumah Pertemuan Nasional APTISI Bersama Kemendiktisaintek : Perkuat Sinergi Wujudkan PTS Unggul dan Berdampak

    UNIKOM Tuan Rumah Pertemuan Nasional APTISI Bersama Kemendiktisaintek : Perkuat Sinergi Wujudkan PTS Unggul dan Berdampak

    BANDUNG, UNIKOM – Minggu, 14 Juni 2026. Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) menjadi tuan rumah kegiatan nasional bertajuk “Pertemuan Membangun PTS Unggul dan Berdampak Bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) dengan Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI)”. Bertempat di Auditorium Lantai 17 Smart Building, UNIKOM, kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan perguruan tinggi swasta dari seluruh Indonesia, pengurus APTISI pusat dan daerah, serta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Dr. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D.

    Forum strategis ini juga menjadi wadah dialog antara pemerintah dan perguruan tinggi swasta dalam merumuskan berbagai langkah konkret guna memperkuat peran PTS sebagai mitra utama dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi nasional. Kehadiran peserta yang berasal dari berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua, menunjukkan tingginya komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang lebih maju, inklusif, dan berdaya saing global.

    Ketua APTISI Jawa Barat sekaligus Rektor UNIKOM, Prof. 3 Prof. HC. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang dinilai sangat terbuka terhadap berbagai aspirasi perguruan tinggi swasta. “Kehadiran Bapak Menteri memberikan harapan baru bagi perguruan tinggi swasta karena beliau selalu membuka ruang dialog dan menerima berbagai masukan yang disampaikan oleh APTISI. Mudah-mudahan sinergi yang terjalin antara pemerintah dan perguruan tinggi swasta dapat semakin memperkuat upaya mewujudkan perguruan tinggi unggul di Indonesia”, tutur Prof. Eddy.

    Dalam kesempatan wawancara, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Brian Yuliarto, Ph.D., menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang hadir dari berbagai daerah di Indonesia. Prof. Brian menegaskan bahwa pemerintah terus membuka ruang komunikasi dan kolaborasi dengan perguruan tinggi swasta dalam merumuskan kebijakan pendidikan tinggi yang lebih adaptif dan berkeadilan. “Kami menyampaikan terima kasih atas berbagai masukan yang telah dirumuskan oleh pengurus maupun anggota APTISI baik di tingkat pusat maupun daerah. Diskusi yang berlangsung hari ini sangat strategis dan menghasilkan banyak gagasan yang akan menjadi referensi penting bagi Kementerian dalam menyusun kebijakan ke depan. Harapannya seluruh perguruan tinggi di Indonesia, khususnya perguruan tinggi swasta, dapat berkembang dan menjalankan perannya secara optimal”, ungkap Prof. Brian.

    Lebih lanjut, Mendiktisaintek menjelaskan bahwa pemerintah berkomitmen menjaga keseimbangan ekosistem pendidikan tinggi nasional melalui berbagai kebijakan, termasuk pengaturan kuota penerimaan mahasiswa baru pada perguruan tinggi negeri serta evaluasi terhadap berbagai regulasi yang berkaitan dengan akses pendidikan tinggi. Kebijakan tersebut diharapkan dapat memberikan ruang yang lebih proporsional bagi pertumbuhan perguruan tinggi swasta di Indonesia.

    Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum APTISI Pusat, Dr. Ir. M. Budi Jatmiko, M.Si., MEI., menyampaikan sejumlah aspirasi strategis yang menjadi perhatian perguruan tinggi swasta. Menurutnya, APTISI bersama Kemendiktisaintek akan menyusun berbagai kajian dan naskah akademik sebagai dasar perumusan kebijakan yang lebih berpihak pada kemajuan pendidikan tinggi nasional. “Perguruan tinggi swasta tidak ingin dimanjakan, tetapi membutuhkan ekosistem yang sehat dan berkeadilan. Kami berharap PTN dan PTS dapat bersinergi sesuai peran masing-masing. PTN didorong untuk semakin kompetitif menuju World Class University (WCU), sementara PTS berperan besar dalam meningkatkan angka partisipasi pendidikan tinggi nasional. Berbagai isu strategis seperti kuota penerimaan mahasiswa, program KIP Kuliah, akreditasi, hingga regulasi perpajakan akan terus kami perjuangkan bersama pemerintah”, jelas Dr. Budi.

    Dalam pertemuan tersebut juga dibahas sejumlah agenda strategis lainnya, termasuk penguatan kualitas tata kelola perguruan tinggi, peningkatan akses pendidikan tinggi, pengembangan sumber daya manusia, serta berbagai langkah kolaboratif untuk mendukung pencapaian visi Indonesia Emas 2045 melalui sektor pendidikan tinggi. Selain itu, forum menghasilkan sejumlah fokus program yang akan menjadi agenda tindak lanjut APTISI bersama Kemendiktisaintek, yaitu optimalisasi Program KIP Kuliah, percepatan digitalisasi perguruan tinggi, penguatan mutu dan sistem akreditasi, peningkatan kerja sama internasional, pengembangan kepemimpinan perguruan tinggi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan sinergi antara perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi swasta.

    Kegiatan yang berlangsung secara interaktif tersebut ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara pimpinan perguruan tinggi swasta dengan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Melalui forum ini diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara pemerintah dan perguruan tinggi swasta dalam mewujudkan pendidikan tinggi Indonesia yang unggul, berdampak, dan mampu menjawab tantangan global di masa depan. Pertemuan nasional ini juga menegaskan komitmen bersama antara Kemendiktisaintek dan APTISI untuk terus memperkuat kolaborasi dalam membangun perguruan tinggi swasta yang unggul, adaptif, inovatif, dan berkontribusi nyata terhadap pembangunan bangsa menuju Indonesia Emas 2045. (Direktorat Hms & Pro)

  • Selamat Hari Lahir Pancasila 2026

    Selamat Hari Lahir Pancasila 2026

    Rektor beserta segenap Sivitas Akademika Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) mengucapkan Selamat Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2026.

    Momentum peringatan ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk senantiasa membumikan nilai-nilai luhur Pancasila dalam setiap tindakan dan kontribusi nyata. Sebagai perguruan tinggi yang berkomitmen pada keunggulan, UNIKOM terus bergerak aktif dalam mewujudkan generasi unggul yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berkarakter kuat dan berintegritas tinggi demi menyongsong Indonesia Emas 2045.

    Mari bersama-sama memperkokoh persatuan, menjaga keberagaman, dan terus berinovasi untuk kemajuan bangsa tercinta. Selamat memperingati Hari Lahir Pancasila.

  • UNIKOM dan PUSKESMAS Sekeloa Perkuat Kolaborasi Kesehatan Melalui Program Cek Kesehatan Gratis

    UNIKOM dan PUSKESMAS Sekeloa Perkuat Kolaborasi Kesehatan Melalui Program Cek Kesehatan Gratis

    BANDUNG, UNIKOM  — Komitmen dalam meningkatkan kualitas kesehatan sivitas akademika kembali diwujudkan melalui kolaborasi antara UPTD Puskesmas Sekeloa Kota Bandung dengan Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM). Melalui Direktorat Administrasi Umum UNIKOM, kolaborasi dilakukan dalam bentuk Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diperuntukkan bagi seluruh dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif kesehatan di lingkungan perguruan tinggi . Kegiatan dilaksanakan selama dua hari, pada tanggal 11 dan 15 Desember 2025, bertempat di Ruang L.025 Lantai 1 Gedung Smart UNIKOM, Jl. Dipati Ukur No. 112-116 Bandung.

    Kegiatan CKG diselenggarakan sebagai tindak lanjut atas Surat Edaran Menteri Kesehatan Republik Indonesia mengenai peningkatan pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat, sekaligus menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai mitra aktif fasilitas layanan kesehatan pemerintah. Melalui peran Direktorat Administrasi Umum, UNIKOM memastikan koordinasi kelembagaan, fasilitas, dan dukungan administratif berjalan optimal demi kelancaran layanan kesehatan bagi seluruh sivitas akademika.

    Dalam sesi wawancara, dr. Andri Sandra selaku penanggungjawab kegiatan dari Puskesmas Sekeloa, Bandung, yang turut bertugas pada kegiatan tersebut menyampaikan bahwa pelaksanaan pemeriksaan kesehatan gratis merupakan tindak lanjut dari arahan pemerintah yang saat ini terus mendorong peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan. Ia menambahkan bahwa kegiatan serupa bukan kali pertama dilaksanakan di UNIKOM, melainkan pernah dilakukan sebelumnya pada tahun 2023. Menutup pernyataannya, dr. Andri berharap program pemeriksaan kesehatan gratis tersebut dapat diselenggarakan secara rutin oleh Puskesmas Sekeloa agar manfaatnya dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas, tidak terbatas pada lingkungan universitas saja.

    Wakil Rektor II Bidang Sumber Daya UNIKOM, Assoc. Prof. Dr. Agus Riyanto, S.T., M.T., CSBA., mengungkapkan harapannya atas kolaborasi UNIKOM dengan Puskesmas Sekeloa, Bandung, menyelenggarakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis selama dua hari, yakni pada 11 dan 15 Desember 2025. “Kegiatan ini ditujukan bagi seluruh sivitas akademika UNIKOM, meliputi dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa. Saya berharap seluruh sivitas akademika dapat memanfaatkan fasilitas pemeriksaan kesehatan gratis yang disediakan pemerintah tersebut sehingga kondisi kesehatan sivitas UNIKOM tetap terjaga”. Lebih lanjut, Assoc. Prof. Agus menyebut bahwa kegiatan tersebut juga menjadi wujud dukungan UNIKOM terhadap program pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

    Dalam pelaksanaan kegiatan, para peserta memperoleh layanan pemeriksaan kesehatan yang komprehensif, meliputi pengukuran tinggi dan berat badan, pemeriksaan tekanan darah, visus mata, pemeriksaan laboratorium glukosa darah, pemeriksaan kesehatan gigi, serta layanan konseling kesehatan. Seluruh layanan tersebut ditangani langsung oleh tenaga kesehatan profesional dari Puskesmas Sekeloa dengan mengacu pada standar pelayanan kesehatan primer yang terintegrasi .

    Kolaborasi antara Puskesmas Sekeloa dan UNIKOM melalui Direktorat Administrasi Umum tersebut mencerminkan pendekatan kelembagaan yang sistematis dalam membangun lingkungan kampus yang sehat. Sinergi lintas sektor tersebut diharapkan menjadi model berkelanjutan dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan sivitas akademika serta penguatan kualitas sumber daya manusia yang produktif dan berdaya saing. (Direktorat Hms & Pro)

  • Muswil APTISI Jawa Barat 2025: Prof. Eddy Terpilih sebagai Ketua APTISI Jawa Barat Periode 2025–2030, Usung Strategi Kepemimpinan Transformatif Perkuat PTS

    Muswil APTISI Jawa Barat 2025: Prof. Eddy Terpilih sebagai Ketua APTISI Jawa Barat Periode 2025–2030, Usung Strategi Kepemimpinan Transformatif Perkuat PTS

    BANDUNG, UNIKOM — Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah Jawa Barat melanjutkan rangkaian Musyawarah Wilayah (Muswil) APTISI Provinsi Jawa Barat Tahun 2025 dengan pelaksanaan Sesi Kedua yang berfokus pada agenda musyawarah organisasi, Kamis, 18 Desember 2025, bertempat di Grand Pasundan Convention Hotel, Bandung.

    Sesi kedua tersebut merupakan inti dari Muswil APTISI Jawa Barat 2025 dengan agenda utama sidang pleno yang dilaksanakan secara bertahap dan sistematis. Sidang pleno meliputi penetapan tata tertib Muswil, pengesahan agenda musyawarah, penyampaian serta pembahasan laporan pertanggungjawaban pengurus APTISI Wilayah Jawa Barat periode sebelumnya, hingga penyampaian pandangan umum dari peserta Muswil.

    Sidang dipimpin oleh pimpinan sidang yang ditetapkan melalui mekanisme musyawarah mufakat dan diikuti oleh perwakilan pimpinan perguruan tinggi swasta anggota APTISI se-Jawa Barat. Dalam forum tersebut, peserta secara aktif memberikan masukan, evaluasi, serta rekomendasi terhadap kinerja organisasi, khususnya terkait pelaksanaan program kerja, penguatan kelembagaan, serta respons APTISI terhadap dinamika kebijakan pendidikan tinggi nasional.

    Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan agenda sidang pleno yang mencakup pembahasan dan penetapan rekomendasi strategis Muswil APTISI Jawa Barat 2025 yang diarahkan pada penguatan tata kelola perguruan tinggi swasta, peningkatan mutu akademik dan akreditasi, pengembangan sumber daya manusia, serta penguatan jejaring dan kolaborasi antar-PTS, serta dengan pemerintah.

    Pada momentum penting dalam sidang pleno tersebut, Ketua Umum APTISI Pusat Dr. Ir. H.M. Budi Djatmiko, M.Si., M.E.I., secara resmi mengumumkan hasil sidang pemilihan Ketua APTISI Provinsi Jawa Barat yang ditetapkan secara aklamasi, dengan menetapkan Rektor Universitas Komputer Indonesia, Prof. 3 Prof HC. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T. sebagai Ketua APTISI Provinsi Jawa Barat periode 2025–2030.

    Penetapan secara aklamasi tersebut disambut dengan antusias dan dukungan penuh dari seluruh peserta Muswil. Suasana forum berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan, ditandai dengan tepuk tangan seluruh hadirin sebagai wujud soliditas dan kepercayaan kolektif anggota APTISI Jawa Barat terhadap kepemimpinan Prof. Eddy yang dinilai telah teruji dan konsisten membawa organisasi ke arah yang lebih progresif.

    Pada kesempatan tersebut, Prof. Eddy menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan yang kembali diberikan oleh seluruh anggota APTISI Jawa Barat khususnya kepada 45 PTS yang telah bahu membahu dan berkontribusi dalam mendukung APTISI. Prof. Eddy juga menegaskan komitmennya untuk melanjutkan penguatan peran APTISI sebagai wadah kolaborasi strategis perguruan tinggi swasta. “APTISI harus terus menjadi ruang kebersamaan yang solid, adaptif, dan berorientasi pada solusi. Ke depan, fokus kita adalah mendorong peningkatan mutu, daya saing, serta kontribusi nyata perguruan tinggi swasta dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045”, demikian pungkasnya.

    Seluruh rangkaian sidang berlangsung secara tertib, demokratis, dan konstruktif, mencerminkan komitmen kolektif anggota APTISI Jawa Barat dalam menjaga soliditas organisasi serta mendorong perguruan tinggi swasta yang unggul, berdaya saing, dan berkelanjutan.

    Melalui pelaksanaan Sesi Kedua tersebut, Muswil APTISI Jawa Barat 2025 diharapkan mampu menghasilkan keputusan dan rumusan kebijakan strategis sebagai pijakan bagi kepengurusan selanjutnya dengan komitmen melangkah bersama, maju bersama, dan sukses bersama sekaligus mempertegas kontribusi perguruan tinggi swasta dalam pembangunan pendidikan tinggi dan penguatan sumber daya manusia Indonesia menuju Indonesia Emas 2045. (Direktorat Hms & Pro)

  • Rektor UNIKOM Sekaligus Ketua Aptisi Jawa Barat Diundang sebagai Narasumber pada Wisuda Politeknik Al-Islam Bandung T.A 2024/2025: Serukan Penguatan Sinergi PTS Lewat Deklarasi Munas Aptisi 2025

    Rektor UNIKOM Sekaligus Ketua Aptisi Jawa Barat Diundang sebagai Narasumber pada Wisuda Politeknik Al-Islam Bandung T.A 2024/2025: Serukan Penguatan Sinergi PTS Lewat Deklarasi Munas Aptisi 2025

    BANDUNG, UNIKOM – Rektor Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) sekaligus Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah Jawa Barat, Prof. 3 Prof. HC. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T., memenuhi undangan dan menjadi narasumber dalam Sidang Terbuka Senat Politeknik Al-Islam Bandung (PAIB) dalam rangka Wisuda Program Diploma III Ahli Madya Tahun Akademik 2024/2025 pada hari Selasa, 11 November 2025, bertempat di Hotel Horison Ultima Bandung.

    Acara wisuda yang berlangsung khidmat tersebut juga dihadiri oleh Ketua LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, Dr. Lukman, S.T., M.Hum, serta pimpinan Politeknik Al-Islam Bandung, yaitu, Ketua Senat, Dian Nuramdiani, S.Pd., M.Si., Direktur PAIB dr. Shiane Hanako Sheba, MKM., MCE., Ketua Yayasan RSI KSWI, dr. H. Dede Setiapriagung, Sp.Rad., MH.Kes, dan Dinas Kesehatan Jawa Barat. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi para lulusan dalam merayakan keberhasilan akademik sekaligus menapaki awal perjalanan profesional mereka.

    Pada kesempatan tersebut, Rektor UNIKOM sekaligus Ketua APTISI jawa Barat, Prof. Eddy menyampaikan apresiasi tinggi kepada Politeknik Al-Islam Bandung atas dedikasi dalam mencetak tenaga ahli madya yang kompeten dan berintegritas. Selaku Ketua APTISI Jawa Barat, Prof. Eddy juga menegaskan bahwa perguruan tinggi swasta memiliki peran strategis dalam membangun sumber daya manusia unggul yang mampu menjawab tantangan zaman.

    Lebih lanjut, Prof. Eddy menyoroti pentingnya implementasi 10 Deklarasi Bandung Hasil Musyawarah Nasional (Munas) APTISI 2025 yang diselenggarakan di Kampus UNIKOM sebagai arah kebijakan dan komitmen bersama seluruh PTS di Indonesia. Dalam sambutannya, beliau menekankan poin-poin penting hasil deklarasi tersebut, di antaranya: 1). Pemerintah wajib menyalurkan 20% anggaran pendidikan dari APBN secara adil kepada seluruh lembaga pendidikan, termasuk PTS, tanpa diskriminasi. 2). Penyaluran Beasiswa KIP Kuliah harus transparan dan bebas intervensi politik. 3). Diperlukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan PTN-BH, agar tidak menjurus pada komersialisasi pendidikan. 4) Uji kompetensi dan sertifikasi lulusan perlu dilaksanakan oleh perguruan tinggi atau lembaga resmi yang terakreditasi. 5). Perpanjangan usia pensiun dosen dan guru besar di PTS penting untuk menjaga kesinambungan akademik dan transfer pengetahuan. 6). Pemerintah perlu memberikan subsidi pembiayaan akreditasi program studi agar kualitas pendidikan tinggi dapat ditingkatkan tanpa membebani kampus. 7). Membangun ekosistem pendidikan tinggi yang sehat dan inklusif antara PTN dan PTS untuk mendukung visi Indonesia Emas 2045. 8). Mendorong kebijakan fiskal dan perpajakan yang lebih berpihak pada penyelenggara pendidikan. 9). Meningkatkan perlindungan dunia pendidikan dari dampak negatif disrupsi teknologi serta memperkuat transformasi digital yang aman dan inklusif. 10). Memperkuat sinergi dan kolaborasi antar PTS, PTN, serta pemerintah daerah dalam peningkatan daya saing lulusan, riset, dan inovasi nasional.

    Di akhir sambutannya, Prof. Eddy juga menyampaikan bahwa akan dilaksanakan Rembug Nasional 2025 APTISI pada 17–18 November 2025 di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, yang rencananya akan dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Selain itu, APTISI Wilayah Jawa Barat juga akan menyelenggarakan Musyawarah Wilayah (Muswil) pada 18 Desember 2025 di Bandung sebagai tindak lanjut penguatan jejaring dan kolaborasi perguruan tinggi di wilayah Jawa Barat.

    Kehadiran Rektor UNIKOM sekaligus Ketua APTISI Jawa Barat pada pelaksanaan wisuda tersebut tidak hanya mencerminkan peran aktif dan komitmen, tetapi juga memperkuat kolaborasi antar perguruan tinggi di Jawa Barat. (Direktorat Hms & Pro)

  • Selamat Memperingati Hari Sumpah ke-97

    Selamat Memperingati Hari Sumpah ke-97

    Rektor dan Sivitas Akademika Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) mengucapkan:
    Selamat Memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-97.

    Mari kita bersatu dalam semangat dan terus berinovasi di dunia digital, meneladani perjuangan para pemuda yang telah meneguhkan persatuan bangsa Indonesia.


    Di era teknologi dan kreativitas tanpa batas ini, semangat pemuda menjadi energi untuk membawa Indonesia menuju kemajuan dan kemandirian global.

  • Bangun Ekosistem Akademik Berbasis AI, Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNIKOM Gelar Diskusi Akademik Bersama Direktorat Kecerdasan Artificial dan Ekosistem Teknologi Baru KOMDIGI RI

    Bangun Ekosistem Akademik Berbasis AI, Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNIKOM Gelar Diskusi Akademik Bersama Direktorat Kecerdasan Artificial dan Ekosistem Teknologi Baru KOMDIGI RI

    BANDUNG, UNIKOM – Dalam menjawab tantangan era transformasi digital, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) menyelenggarakan kegiatan diskusi akademik bertajuk “Strategi Pemerintah dalam Peta Jalan Kecerdasan Artifisial untuk Memperkuat Upaya Menuju Indonesia Emas 2045”, yang digelar pada Rabu, 17 September 2025, di Ruang Smart Classroom, Smart Building UNIKOM.

    Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber utama yaitu Aju Widya Sari, selaku Direktur Kecerdasan Artifisial dan Ekosistem Teknologi Baru, Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (KOMDIGI RI). Dalam paparannya, ia menjelaskan arah kebijakan nasional dalam pengembangan Artificial Intelligence (AI) serta implikasinya terhadap sektor pendidikan, ekonomi, dan inovasi digital di Indonesia.

    Dekan FEB UNIKOM, Prof. Dr. Siti Kurnia Rahayu, SE., M.Ak., Ak., CA., dalam sambutannya juga menegaskan pentingnya kesiapan institusi pendidikan tinggi dalam menghadapi revolusi AI. Ia menekankan bahwa integrasi AI tidak hanya menjadi kebutuhan dalam pembelajaran, tetapi juga harus diimplementasikan dalam penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, melalui kurikulum adaptif serta sistem informasi pendukung yang berbasis teknologi cerdas.

    Lebih lanjut, narasumber diskusi, Aju Widya memaparkan tiga fokus strategis kebijakan AI nasional, yaitu: 1). Pemanfaatan AI untuk mendukung pertumbuhan sektor produktif dan ekonomi nasional. 2). Peningkatan kapasitas riset dan inovasi berbasis kecerdasan artifisial. 3). Penguatan daya saing ekonomi dan bisnis Indonesia di tingkat global.

    Kegiatan Diskusi Akademik menjadi bagian tak terpisahkan dari langkah strategis FEB UNIKOM dalam membangun ekosistem akademik yang proaktif dan berorientasi masa depan, dengan memperkuat jejaring kolaboratif bersama kementerian dan lembaga negara guna mendorong literasi digital di kalangan civitas akademika.

    Turut hadir dalam kegiatan tersebut para Ketua Program Studi di lingkungan FEB UNIKOM, diantaranya, Kaprodi S1 Akuntansi, Assoc. Prof. Dr. Sridewi Anggadini, S.E., M.Si., Ak., CA., Kaprodi S1 Manajemen, Assoc. Prof. Dr. Raeni Dwi Santy, S.E., M.SI., CIMA., Kaprodi D3 Akuntansi, Assoc. Prof. Dr. Wati Aris Astuti, S.E., M.Si,. Ak., CA., dan Kaprodi D3 Keuangan Perbankan dan D3 Manajemen Pemasaran, Dr. Rizky Zulfikar, S.E., M.Si.

    Selain itu, kegiatan diskusi juga diikuti oleh Tim Sandboxing AI for Business FEB UNIKOM serta mahasiswa semester 5 dan 7 dari seluruh program studi di lingkungan FEB, baik secara luring maupun daring melalui platform Zoom. Suasana diskusi berlangsung dinamis dan interaktif, ditandai dengan berbagai pertanyaan kritis dari peserta mengenai tantangan dan peluang AI dalam meningkatkan daya saing sumber daya manusia Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

    Melalui kegiatan diskusi tersebut, FEB UNIKOM menegaskan perannya sebagai fakultas yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebijakan nasional, serta terus berupaya membangun generasi akademisi dan praktisi ekonomi digital yang siap menghadapi masa depan berbasis kecerdasan artificial. (Direktorat Hms & Pro)

  • Perkuat Kolaborasi Akademisi dan Praktisi Pajak, Tax Center UNIKOM Berkolaborasi dengan PERTAPSI KORWIL JABAR I Gelar Seminar Nasional dan Pelantikan PERTAPSI

    Perkuat Kolaborasi Akademisi dan Praktisi Pajak, Tax Center UNIKOM Berkolaborasi dengan PERTAPSI KORWIL JABAR I Gelar Seminar Nasional dan Pelantikan PERTAPSI

    BANDUNG, UNIKOM – Kolaborasi memperkuat akademisi dan praktisi pajak merupakan upaya bersama untuk menyatukan keilmuan dan pengalaman praktis di bidang perpajakan. Seperti halnya Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) melalui Tax Center dengan Akademisi Pajak Seluruh Indonesia (PERTAPSI) menyelenggarakan Seminar Nasional dan Pelantikan Pengurus PERTAPSI Koordinator Wilayah Jawa Barat I, pada Selasa, 22 Juli 2025, bertujuan memperkuat sinergi antara akademisi dan praktisi dalam mendukung literasi perpajakan di Indonesia.

    Bertempat di Auditorium Lantai 17 Smart Building UNIKOM, dalam sambutan pembukanya, Prof. Dr. Hj. Umi Narimawati, Dra., SE., M.Si., M.Pd., selaku Ketua Tax Center UNIKOM, mengungkapkan bahwa UNIKOM berkomitmen mendukung keberadaan Tax Center sebagai sarana peningkatan kepatuhan dan kesadaran pajak, baik di lingkungan akademik maupun masyarakat. Lebih lanjut. Prof. Umi menyampaikan “Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNIKOM memegang peran strategis dalam mewujudkan visi ini melalui sinergi seluruh sivitas akademika. Komitmen ini sejalan dengan upaya UNIKOM menuju World Class University dan mendukung Indonesia Emas 2045”, demikian pungkasnya.

    Sambutan selanjutnya disampaikan Perwakilan Kanwil Direktorat Jenderal pajak (DJP) Jabar I, Rony Zakaria, yang berpesan agar para mahasiswa dapat aktif mengajak masyarakat serta membuat konten kreatif seputar perpajakan. Mahasiswa bisa berkreasi memanfaatkan berbagai platform digital, mengingat generasi saat ini sangat dekat dengan teknologi. Terlebih, UNIKOM dikenal sebagai kampus yang identik dengan bidang teknik dan IT, sehingga potensi ini dapat dimaksimalkan untuk mendukung edukasi pajak.

    Prof. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T., selaku Rektor UNIKOM, turut memberikan sambutan sekaligus secara resmi membuka acara tersebut. “Alhamdulillah, tahun ini Prof. Umi dipercaya menjadi Ketua PERTAPSI Jawa Barat. Hal ini tentu menjadi peluang besar untuk memfasilitasi perguruan tinggi, khususnya Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Jawa Barat yang berjumlah sekitar 370 kampus, agar dapat bersama-sama menyukseskan program pemerintah terkait perpajakan” ujar Prof. Eddy

    Prof. Eddy juga menuturkan bahwa sebagai Ketua APTISI Jawa Barat, ia berkomitmen untuk mendukung pelaksanaan program pajak dan memastikan sosialisasinya menjangkau seluruh perguruan tinggi, khususnya PTS yang ada di Provinsi Jawa Barat.

    Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pelantikan pengurus PERTAPSI Korwil Jabar I oleh Dr. Doni Budiono ST., SE. Ak., SH. MH., MSA., CA., ACPA., Adapun susunan pengurus yang dilantik adalah sebagai berikut: Ketua Wilayah: Prof. Dr. Hj. Umi Narimawati, Dra., SE., M.Si., M.Pd., Wakil Ketua Wilayah: Agus Puji Priyono, SE., SH., M.Ak., MH., M.AP., Ak., CA., Sekretaris: Mari Maryati, SE., MM., dan Bendahara: Monica Paramita Ratna Putri Dewanti, S.E., M.Ak., CertD.

    Usai pelantikan, acara dilanjutkan dengan pemaparan program kerja PERTAPSI Jabar I oleh Agus Puji Priyono. Sesi inti seminar menghadirkan tiga pemateri ahli dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP), yakni Rony Zakaria (Penyuluh Pajak Ahli Madya), Theresia Rina Kristiani (Penyuluh Pajak Ahli Muda), dan Sigit Andriyanto (Penyuluh Pajak Ahli Pertama). Ketiga pemateri memaparkan materi terkini seputar perpajakan, dilanjutkan sesi diskusi dan tanya jawab interaktif bersama peserta.

    Dalam wawancara terpisah, dukungan terhadap kegiatan juga disampaikan oleh Dekan FEB UNIKOM, Prof. Dr. Siti Kurnia Rahayu, S.E., M.Ak., Ak., CA., “Kami berkolaborasi dan memberikan dukungan teknis bagi FEB dan Tax Center UNIKOM, mulai dari pengelolaan oleh dosen-dosen FEB, pemenuhan sarana dan prasarana, hingga dukungan SDM mahasiswa. Kurikulum kami juga terintegrasi dengan sertifikasi Tax Center agar kompetensi mahasiswa relevan dengan dunia bisnis dan perpajakan” ujar Prof. Yayu. (Direktorat Hms & Pro)

  • UNIKOM Tuan Rumah Munas Aptisi Ke-7 2025: Wujudkan Transformasi PTS Menuju Indonesia Emas 2045

    UNIKOM Tuan Rumah Munas Aptisi Ke-7 2025: Wujudkan Transformasi PTS Menuju Indonesia Emas 2045

    BANDUNG, UNIKOM — Sabtu, 2 Agustus 2025, Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) menyelenggarakan Musyawarah Nasional (Munas) ke-VII tahun 2025 dengan mengusung tema “Transformasi Perguruan Tinggi Swasta Berdampak untuk Indonesia Emas 2045”. Agenda Munas menjadi tonggak penting dalam menyatukan arah dan langkah strategis seluruh PTS di Indonesia menuju masa depan yang gemilang.

    Bertempat di Auditorium Lantai 17 Smart Building UNIKOM, Bandung. Sejumlah tokoh nasional turut hadir dalam kegiatan ini, antara lain: Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc (Menko Bidang Pembangunan dan Kebudayaan RI), Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D. (Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI), Prof. Dr. Khairul Munadi, M.Eng. (Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi), Dr. Furtasan Ali Yusuf, S.Kom., MM (Anggota Komisi X DPR-RI), Gubernur Jawa Barat yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Dr. Drs. H. Herman Suryatman, M.Si., Kepala LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, Dr. Lukman, S.T., M.Hum, dan Ketua ABPPTSI Jawa Barat, Dr. R. Ricky Agusiady, S.E., M.M., Ak. CFrA., CHRM. Selain itu lebih dari 400 peserta yang terdiri atas Rektor dan pimpinan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) serta perwakilan APTISI dari seluruh provinsi di Indonesia turut hadir dalam kegiatan tersebut.

    Ketua APTISI wilayah IV Jawa Barat dan Banten sekaligus Rektor UNIKOM, Prof. Dr. Ir. H. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T., dalam sambutannya menyampaikan bahwa pada Musyawarah Nasional APTISI 2025 ini, terdapat dua agenda utama yang sangat penting. Pertama, merumuskan solusi atas berbagai isu strategis yang tengah dihadapi oleh Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di seluruh Indonesia. Kedua, melaksanakan pemilihan Ketua Umum APTISI untuk masa bakti 2025–2030, yang akan menentukan arah organisasi ke depan dan bersama-sama mewujudkan kemajuan pendidikan tinggi di Indonesia.

    Sementara itu, Ketua APTISI Pusat, Dr. Ir. H. Budi Djatmiko, M.Si., MEI., menekankan bahwa pemerintah harus mengatur batasan penerimaan waktu perguruan tinggi negeri dan kedepannya Perguruan Tinggi Negeri juga harus dibatasi penerimaan jumlah mahasiswanya. “Kedepannya, Perguruan Tinggi Negeri (PTN) diharapkan dapat lebih berfokus pada pengembangan riset di jenjang S2 dan S3. Sementara itu, Perguruan Tinggi Swasta (PTS) diarahkan untuk memaksimalkan peran dalam penyelenggaraan pendidikan di jenjang D3 dan S1”.

    Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi mengajak seluruh PTS untuk turut mewujudkan visi tersebut. Salah satu strategi utamanya adalah dengan meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK), antara lain melalui optimalisasi program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah yang 70 persen penerimanya berasal dari PTS, “kita berharap angka partisipasi pendidikan dasar hingga tinggi semakin meningkat, seiring dengan perluasan cakupan program KIP Kuliah sebagai daya ungkit utama akses pendidikan”, pungkasnya.

    Sekretaris Daerah Provinsi Jawa barat, Dr. Drs. H. Herman Suryatman, M.Si., dalam kapasitasnya mewakili Gubernur Jawa Barat, menyatakan “tema Musyawarah Nasional kali ini sangat relevan dengan dinamika dan tantangan yang tengah dihadapi bangsa kita. Di tengah kompleksitas persoalan nasional, perguruan tinggi menjadi salah satu komponen strategis yang memiliki peran penting dalam menciptakan solusi dan arah pembangunan. Oleh karena itu, semangat kolaborasi dan gotong royong dari seluruh elemen, termasuk Perguruan Tinggi Swasta, menjadi kunci untuk menghadirkan perubahan nyata dan berkelanjutan bagi masa depan Indonesia, ujarnya.

    Dalam sambutan Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D., dalam arahannya menekankan pentingnya peran PTS dalam mencetak SDM unggul dan berdaya saing tinggi, sekaligus menjadi garda depan pembangunan karakter bangsa menuju visi Indonesia Emas 2045, “kami melihat perguruan tinggi saat ini sangat strategis seiring dengan keinginan Presiden RI untuk memiliki pertumbuhan ekonomi yang tinggi untuk itu kita membutuhkan kualitas SDM yang tinggi dan tentunya sangat membutuhkan peran  Perguruan Tinggi, salah satunya APTISI”, demikian tuturnya.

    Agenda kegiatan dilanjutkan dengan serangkaian Sidang Pleno yang mencakup penetapan Agenda Munas, Laporan Pertanggungjawaban Pengurus, Revisi AD/ART, penyusunan Program Kerja, hingga pemilihan Ketua Umum APTISI periode 2025–2030. Dalam kesempatan tersebut, Dr. Ir. H. Budi Djatmiko, M.Si., MEI., terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Umum APTISI masa bakti 2025-2030. Rangkaian proses tersebut menunjukkan komitmen APTISI dalam memperkuat tata kelola organisasi yang demokratis dan berorientasi pada masa depan.

    Hasil sidang pleno menyatakan bahwa Prof. Budi Djatmiko, M.Si., MEI., kembali dipercaya memimpin Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) sebagai Ketua Umum untuk masa bakti 2025–2030. Sidang pleno dipimpin oleh Marzuki Alie, yang menyampaikan bahwa seluruh pengurus APTISI dari berbagai daerah telah memberikan dukungan tertulis untuk Prof. Budi.

    Sebagai bagian dari hasil Munas, peserta Munas APTISI VII juga merumuskan Deklarasi Bandung yang berisi sepuluh rekomendasi strategis bagi pemerintah dan pemangku kepentingan, antara lain: 1) Pemerintah harus taat terhadap konstitusi bahwa anggaran pendidikan 20% dalam APBN dialokasikan secara adil untuk semua institusi pendidikan, termasuk di luar kedinasan. 2) Penyaluran Beasiswa KIP Kuliah harus dikembalikan sepenuhnya ke Kementerian Dikti Saintek, tanpa intervensi politik atau lembaga lain. 3) Mendesak perbaikan implementasi PTN-BH agar tidak berdampak pada komersialisasi pendidikan. 4) RUU Sisdiknas 2025 harus memberikan keadilan kepada semua institusi pendidikan, baik negeri maupun swasta. 5) Uji Kompetensi wajib dilaksanakan oleh perguruan tinggi, sesuai peraturan yang berlaku dan tidak bertentangan dengan kewenangan kementerian teknis. 6) Mendorong sistem akreditasi mandiri bagi perguruan tinggi dengan akreditasi tinggi (self-accreditation). 7) Usulan kebijakan agar dosen dapat memperpanjang masa kerja seperti sebelumnya dan pengakuan rasio dosen mata kuliah utama. 8) Mendukung langkah pemerintah dalam memberantas korupsi melalui pendidikan anti-korupsi dan regulasi pemiskinan koruptor. 9) Penegasan bahwa badan penyelenggara pendidikan adalah organisasi nirlaba dan harus dibebaskan dari kewajiban pajak. 10) Mendorong kebijakan yang melindungi dunia pendidikan dari dampak negatif teknologi disruptif seperti judi online, pinjol, narkoba, dan lainnya.

    Sebagai penyelenggara Munas APTISI VII, UNIKOM tidak sekadar menunjukkan eksistensinya sebagai institusi teknologi terdepan di Indonesia, tetapi juga menegaskan komitmennya dalam mendorong transformasi pendidikan tinggi yang lebih inklusif, inovatif, dan berkontribusi nyata bagi kemajuan nasional. Dengan demikian, Munas APTISI VII bukan hanya menjadi forum internal organisasi, namun juga sebagai wadah penyampaian aspirasi dan kontribusi nyata dunia pendidikan tinggi swasta terhadap kebijakan nasional. APTISI berkomitmen untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang adil, berkualitas, dan inklusif demi mewujudkan generasi emas Indonesia 2045. (Direktorat Hms & Pro)

  • UNIKOM Menjadi Tuan Rumah Penyelenggara Forum Perangkat Daerah Urusan Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak (PPPA) Dan Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana (PPKB) yang Digelar oleh (DP3AKB) Provinsi Jawa Barat

    UNIKOM Menjadi Tuan Rumah Penyelenggara Forum Perangkat Daerah Urusan Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak (PPPA) Dan Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana (PPKB) yang Digelar oleh (DP3AKB) Provinsi Jawa Barat

    UNIKOM Menjadi Tuan Rumah Penyelenggara Forum Perangkat Daerah Urusan Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak (PPPA) Dan Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana (PPKB) yang Digelar oleh (DP3AKB) Provinsi Jawa Barat

    BANDUNG, UNIKOM – Universitas Komputer Indonesia UNIKOM menjadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan Forum Perangkat Daerah Urusan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) yang dilaksanakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Pada Hari Kamis 13 Februari 2025, dengan mengusung tema “Penyelarasan Program Prioritas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pembangunan Keluarga Menuju Jawa Barat Istimewa”. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Auditorium lantai 17 Smart Building UNIKOM, Forum ini mempertemukan unsur Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan perangkat daerah yang membidangi PPPA dan PPKB kabupaten dan kota se-Jawa Barat.

    Kepala (DP3AKB) dr. Siska gerfianti, SP.DLP., MH.Kes., yang juga merupakan panitia penyelenggara  melaporkan terkait Program pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, dan pembangunan keluarga hanya akan berhasil manakala para pemangku kepentingan berkolaborasi untuk mewujudkannya. Ia juga menegaskan bahwa “Kegiatan ini memiliki tiga tujuan utama. Pertama, sinkronisasi rencana kegiatan/program antara provinsi dengan 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat. Kedua, menyeleraskan usulan dengan rencana pembangunan daerah dan nasional. Ketiga, membangun komitmen bersama untuk mewujudkannya sebagai program unggulan daerah. Karena itu, kegiatan ini menghadirkan unsur pemerintah pusat, perangkat daerah yang membidangi perencanaan daerah, dan kabupaten/kota, maka dari itu Keterlibatan seluruh sektor menjadi penting, terutama perangkat daerah di provinsi dan kabupaten/kota yang bersinergi dengan pemangku kebijakan di tingkat pusat” ungkap Siska.

    Lebih lanjut dr. Siska merinci selusin kegiatan prioritas yang akan dilaksanakan sepanjang 2025 yang diharapkan dapat bersinergi dengan segenap pemangku kepentingan di Jawa Barat. Kegiatan tersebut di antaranya raihan predikat Provinsi Layak Anak, Puspaga Ramah Anak, Anugerah Parahita Ekapraya Tingkat Mentor, Sekolah Perempuan Jawa Barat di Kabupaten/Kota, Konseling Pranikah, Penguatan Sekolah Politik Perempuan, Stopan Jabar, dan lain-lain.

    Pada kesempatan tersebut, Rektor UNIKOM Prof. Dr. Ir. H. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T., yang diwakili oleh  Wakil Rektor 1 Bidang Akademik UNIKOM, Prof. Dr. Hj. Umi Narimawati, Dra. SE.., M.Si., turut menyampaikan sambutannya dengan mengucapkan selamat datang dan terimakasih kepada seluruh tamu undangan. Prof. Umi juga menyampaikan harapannya “mudah – mudahan UNIKOM menjadi salah satu perangkat pendidikan yang akan selalu support dalam setiap forum kolaborasi yang dilaksanakan oleh pemerintah Jawa Barat umumnya teristimewa pada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3AKB) Provinsi Jabar” tutur Prof. Umi.

    Pada kegiatan tersebut turut hadir secara daring Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak yaitu Veronica Tan yang secara khusus menyoroti berbagai masalah seputar isu keluarga di Jawa Barat, seperti tingginya angka perkawinan anak dan perceraian. Dia berpesan agar program PPPA dan PPKB di Jawa Barat lebih reponsif pada kesetaraan gender dan pembangunan keluarga. Semua itu bisa dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota, serta masyarakat.

    Veronica menegaskan bahwa pembangunan keluarga merupakan proses panjang sekaligus sangat krusial untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. Menurutnya, deretan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak lepas dari cara berpikir masyarakat. Karena itu, perlu perubahan cara berpikir (mindset) dalam keluarga itu sendiri dan agenda besar itu tidak bisa dilakukan sendirian, melainkan butuh kolaborasi semua pihak. Sejalan dengan agenda jangka panjang menuju Indonesia 2045, Veronica menjelaskan, pihaknya telah meluncurkan tiga program prioritas. Ketiga program tersebut meliputi Ruang Bersama Indonesia (RBI), perluasan fungsi layanan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) 129, dan penguatan Satu Data Perempuan dan Anak.  RBI merupakan inisiatif kolaborasi lintas sektor untuk menangani berbagai isu perempuan dan anak, termasuk kekerasan, stunting, dan kemiskinan. “Program ini telah diimplementasikan di enam desa percontohan. Ini dalam rangka bottom-up, Masyarakat butuh apa, remaja butuh apa, keluarga butuh apa? Dengan begitu, bisa dilakukan perencanaan program sesuai kebutuhan masyarakat,” jelas Veronica.

    Pada kesempatan tersebut, Wakil Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat Hj. Siti Muntamah, S.Ap., menyampaikan apresiasinya atas inisiasi DP3AKB Jawa Barat dalam penyelenggaraan forum perangkat daerah urusan PPPA dan PPKB. Beliau mengatakan Komisi V memberikan atensi pada isu-isu PPPA dan PPKB di Jawa Barat, serta meminta para pihak untuk bersinergi dan berkolaborasi dalam menyukseskan program PPPA dan PPKB di Jawa Barat. “Kami di DPRD Jawa Barat berharap dilakukan optimalisasi program prioritas PPPA dan PPKB melalui kolaborasi yang saling memberi manfaat. Kedua, kami berharap adanya inovasi dan adaptasi agar setiap program bisa berjalan sesuai dengan kebutuhan Masyarakat. Kemudian, tidak kalah pentingnya adalah penguatan data dan evaluasi, sehingga data berkualitas bisa menghasilkan output berkualitas. Dengan demikian, Jabar Istimewa bisa benar-benar bisa kita wujudkan,” pungkasnya.

    Agenda kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi yang terbagi kedalam dua sesi. Pada sesi pertama materi disampaikan oleh sekertaris Mentri Kemendugbangga RI Prof. Budi Setiyono, S.Sos., M.pol. Admin., Ph.D., sekretaris menteri PPPA RI Titi Eko Rahayu, S.E., MAP., dan Kepala Bappeda Provinsi Jawa Barat Dr. Iendra Sofyan, ST., M.Si., yang dipandu oleh moderator Arif Try Cahyadi, S.Ds., M. Ds., yang merupakan dosen sekaligus Ketua Divisi Humas dan Informasi Komunikasi Publik UNIKOM. Kesimpulan dari materi sesi pertama dengan tema tersebut sangat relevan dalam upaya membangun masyarakat yang lebih inklusif, adil, dan sejahtera. Bersama-sama melanjutkan pembangunan dari pemerintah dan stakeholder secara responsif. Pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, serta pembangunan keluarga adalah pilar utama dalam menciptakan generasi masa depan yang lebih baik dan berkualitas.

    Sementara pada sesi kedua materi disampaikan oleh Wakil Rektor 1 Bidang Akademik UNIKOM, Prof. Dr . Hj. Umi Narimawati, Dra. SE.., M. Si., yang membawakan materi tentang “Dukungan akademisi dalam  urusan PPPA dan PPKB di Jawa Barat”, sementara materi selanjutnya dibawakan oleh Kepala Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat, Dr. Dadi Ahmad Roswandi, S.Si., M.Si., yang menyampaikan materi tentang “sosialisasi program Gerakan Orang Tua Asuh Cegas Stunting (GENTING)” yang dipandu oleh moderator Najib Hendra SP, S.Pd., MM.

    Forum ini diharapkan menjadi awal dari sinergi dan kolaborasi yang berkelanjutan antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat dalam upaya meningkatkan pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, dan pembangunan keluarga di Jawa Barat. (Direktorat Hms & Pro).