BANDUNG, UNIKOM – Minggu, 14 Juni 2026. Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) menjadi tuan rumah kegiatan nasional bertajuk “Pertemuan Membangun PTS Unggul dan Berdampak Bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) dengan Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI)”. Bertempat di Auditorium Lantai 17 Smart Building, UNIKOM, kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan perguruan tinggi swasta dari seluruh Indonesia, pengurus APTISI pusat dan daerah, serta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Dr. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D.
Forum strategis ini juga menjadi wadah dialog antara pemerintah dan perguruan tinggi swasta dalam merumuskan berbagai langkah konkret guna memperkuat peran PTS sebagai mitra utama dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi nasional. Kehadiran peserta yang berasal dari berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua, menunjukkan tingginya komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang lebih maju, inklusif, dan berdaya saing global.
Ketua APTISI Jawa Barat sekaligus Rektor UNIKOM, Prof. 3 Prof. HC. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang dinilai sangat terbuka terhadap berbagai aspirasi perguruan tinggi swasta. “Kehadiran Bapak Menteri memberikan harapan baru bagi perguruan tinggi swasta karena beliau selalu membuka ruang dialog dan menerima berbagai masukan yang disampaikan oleh APTISI. Mudah-mudahan sinergi yang terjalin antara pemerintah dan perguruan tinggi swasta dapat semakin memperkuat upaya mewujudkan perguruan tinggi unggul di Indonesia”, tutur Prof. Eddy.
Dalam kesempatan wawancara, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Brian Yuliarto, Ph.D., menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang hadir dari berbagai daerah di Indonesia. Prof. Brian menegaskan bahwa pemerintah terus membuka ruang komunikasi dan kolaborasi dengan perguruan tinggi swasta dalam merumuskan kebijakan pendidikan tinggi yang lebih adaptif dan berkeadilan. “Kami menyampaikan terima kasih atas berbagai masukan yang telah dirumuskan oleh pengurus maupun anggota APTISI baik di tingkat pusat maupun daerah. Diskusi yang berlangsung hari ini sangat strategis dan menghasilkan banyak gagasan yang akan menjadi referensi penting bagi Kementerian dalam menyusun kebijakan ke depan. Harapannya seluruh perguruan tinggi di Indonesia, khususnya perguruan tinggi swasta, dapat berkembang dan menjalankan perannya secara optimal”, ungkap Prof. Brian.
Lebih lanjut, Mendiktisaintek menjelaskan bahwa pemerintah berkomitmen menjaga keseimbangan ekosistem pendidikan tinggi nasional melalui berbagai kebijakan, termasuk pengaturan kuota penerimaan mahasiswa baru pada perguruan tinggi negeri serta evaluasi terhadap berbagai regulasi yang berkaitan dengan akses pendidikan tinggi. Kebijakan tersebut diharapkan dapat memberikan ruang yang lebih proporsional bagi pertumbuhan perguruan tinggi swasta di Indonesia.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum APTISI Pusat, Dr. Ir. M. Budi Jatmiko, M.Si., MEI., menyampaikan sejumlah aspirasi strategis yang menjadi perhatian perguruan tinggi swasta. Menurutnya, APTISI bersama Kemendiktisaintek akan menyusun berbagai kajian dan naskah akademik sebagai dasar perumusan kebijakan yang lebih berpihak pada kemajuan pendidikan tinggi nasional. “Perguruan tinggi swasta tidak ingin dimanjakan, tetapi membutuhkan ekosistem yang sehat dan berkeadilan. Kami berharap PTN dan PTS dapat bersinergi sesuai peran masing-masing. PTN didorong untuk semakin kompetitif menuju World Class University (WCU), sementara PTS berperan besar dalam meningkatkan angka partisipasi pendidikan tinggi nasional. Berbagai isu strategis seperti kuota penerimaan mahasiswa, program KIP Kuliah, akreditasi, hingga regulasi perpajakan akan terus kami perjuangkan bersama pemerintah”, jelas Dr. Budi.
Dalam pertemuan tersebut juga dibahas sejumlah agenda strategis lainnya, termasuk penguatan kualitas tata kelola perguruan tinggi, peningkatan akses pendidikan tinggi, pengembangan sumber daya manusia, serta berbagai langkah kolaboratif untuk mendukung pencapaian visi Indonesia Emas 2045 melalui sektor pendidikan tinggi. Selain itu, forum menghasilkan sejumlah fokus program yang akan menjadi agenda tindak lanjut APTISI bersama Kemendiktisaintek, yaitu optimalisasi Program KIP Kuliah, percepatan digitalisasi perguruan tinggi, penguatan mutu dan sistem akreditasi, peningkatan kerja sama internasional, pengembangan kepemimpinan perguruan tinggi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan sinergi antara perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi swasta.
Kegiatan yang berlangsung secara interaktif tersebut ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara pimpinan perguruan tinggi swasta dengan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Melalui forum ini diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara pemerintah dan perguruan tinggi swasta dalam mewujudkan pendidikan tinggi Indonesia yang unggul, berdampak, dan mampu menjawab tantangan global di masa depan. Pertemuan nasional ini juga menegaskan komitmen bersama antara Kemendiktisaintek dan APTISI untuk terus memperkuat kolaborasi dalam membangun perguruan tinggi swasta yang unggul, adaptif, inovatif, dan berkontribusi nyata terhadap pembangunan bangsa menuju Indonesia Emas 2045. (Direktorat Hms & Pro)





























