BANDUNG, UNIKOM — Program Studi Hubungan Internasional Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) melaksanakan program kegiatan praktikum Hubungan Internasional yang diikuti oleh mahasiswa semester 7. Melalui program tersebut, mahasiswa tidak hanya belajar dari teori, tetapi langsung terjun ke luar negeri untuk memahami dinamika hubungan internasional secara nyata dan kontekstual.
Ketua Program Studi Hubungan Internasional UNIKOM, Dr. Dewi Triwahyuni, S.IP., M.Si., menjelaskan bahwa praktikum tersebut merupakan rangkaian pembelajaran lapangan yang menjadi puncak dari materi teoretis yang telah dipelajari mahasiswa sejak semester awal. “Karena mereka mahasiswaHI, tentu lapangannya harus ke luar negeri. Semua teori yang mereka pelajari dari semester 1 sampai 6 diuji langsung dalam pengalaman internasional,” ujarnya.
Tahun ini, rombongan yang terdiri dari sekitar 60 mahasiswa dan dosen prodi HI UNIKOM antara lain, Andrias Darmayadi, S.IP, M.Si, Ph.D., Dr. Henike Primawanti, M.I.Pol., dan Sylvia Octa Putri, S.IP.,M.I.Pol., mengunjungi tiga negara yaitu, Singapura, Thailand (Bangkok), dan Vietnam (Ho Chi Minh City). Setiap negara memberikan fokus pengalaman yang berbeda. Singgah di Singapura, mahasiswa dapat pengalaman standar global pengelolaan pemerintahan. Di Bangkok, mahasiswa belajar langsung dari para diplomat mengenai praktik kerja diplomasi, tugas, dan kewajiban perwakilan negara. Sementara di Ho Chi Minh, mahasiswa mendalami diplomasi budaya bersama Hongbang International University.
Dalam sesi diplomasi budaya tersebut, mahasiswa UNIKOM menampilkan beragam kekayaan budaya Indonesia, mulai dari presentasi tentang sejarah dan heritage, pengenalan pakaian adat, hingga pertunjukan tari dan musik tradisional. Praktik gastro-diplomacy atau diplomasi kuliner juga menjadi bagian menarik, mengingat banyak mahasiswa Vietnam yang belum pernah mengenal budaya Indonesia sebelumnya. “Kami ingin mengenalkan Indonesia secara utuh. Ternyata banyak dari mahasiswa Vietnam yang belum pernah ke Indonesia bahkan belum pernah ke luar negeri, sehingga program ini menjadi kesempatan berharga untuk memperluas wawasan mereka,” jelas Dr. Dewi
Selain memberikan pengalaman lintas budaya, kegiatan praktikum tersebut juga memperkuat kesiapan mahasiswa HI UNIKOM untuk memasuki dunia profesional. Program Studi Hubungan Internasional UNIKOM memiliki profil lulusan yang menyiapkan mahasiswa menjadi diplomat, analis internasional, peneliti, hingga negosiator. Kemampuan berbahasa asing, mobilitas internasional, serta kesiapan menghadapi isu global menjadi kunci yang ditanamkan sejak dini.
Keunggulan prodi HI UNIKOM ditunjukan melalui basis ICT yang menjadi ciri khas Mahasiswa UNIKOM yang tidak hanya menguasai isu global, tetapi juga dibekali kemampuan teknologi yang relevan, termasuk mata kuliah unggulan Geographic Information System (GIS). “Melalui GIS, mahasiswa belajar memadukan teknologi informasi dengan data geografis untuk mendukung analisis dan pengambilan keputusan internasional. Ini yang membuat HI UNIKOM berbeda dari lainnya,” tambah Dr. Dewi..
Dengan kombinasi pengalaman internasional, kompetensi diplomasi, dan kemampuan teknologi, Praktikum Hubungan Internasional menjadi bukti nyata komitmen UNIKOM dalam mempersiapkan lulusan HI yang kompetitif, adaptif, dan siap bersaing di kancah global. (Direktorat Hms & Pro)
BANDUNG, UNIKOM – Dalam rangka kegiatan pemilihan duta DPD RI yang ditetapkan pada tanggal 2 Oktober 2025, dengan proses seleksi yang ketat berhasil melahirkan sosok inspiratif dari Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM). Febby Cipta, mahasiswa Program Studi Ilmu Hubungan Internasional UNIKOM, resmi dinobatkan sebagai Duta DPD RI Jawa Barat 2025 setelah melalui berbagai tahapan seleksi yang menantang.
Proses pemilihan Duta DPD RI dimulai dengan tahap administrasi, dilanjutkan dengan pembuatan video profil yang menampilkan pengenalan diri serta lembaga asal peserta. Setelah itu, para finalis mengikuti sesi wawancara tahap pertama yang menghasilkan tiga besar finalis se-Jawa Barat. Tahapan berikutnya mencakup penilaian catwalk dan postur tubuh, serta wawancara tahap kedua bersama pihak DPD RI tingkat nasional untuk menentukan pemenang.
Febby mengungkapkan rasa syukur atas terpilihnya menjadi duta DPD RI 2025, “Alhamdulillah, seluruh proses seleksi berjalan dengan baik dan lancar. Tantangan terbesar bagi saya adalah saat menjalani wawancara menggunakan bahasa Inggris,” ungkap Febby. Ia menambahkan bahwa pengalaman tersebut menjadi pembelajaran berharga untuk terus berkembang.
Febby juga menyampaikan motivasinya dalam mengikuti ajang tersebut. “Following your dreams, never stop learning”. Di zaman yang serba cepat ini, kita bukan hanya bersaing dengan orang lain, tetapi dengan diri sendiri. Hanya ada dua pilihan tetap maju atau bertahan di zona nyaman. Just do it”, tuturnya.
Dukungan penuh datang dari Program Studi Ilmu Hubungan Internasional dan pihak universitas, yang turut membantu dalam proses publikasi dan penyebaran video pengenalan melalui berbagai platform media sosial UNIKOM.
Menjelang kompetisi tingkat nasional yang akan digelar pada 1 November 2025, Febby menyampaikan harapannya “saya datang untuk menang. Selain itu, saya ingin menjadikan pengalaman ini sebagai bekal untuk memperluas jaringan, memperdalam advokasi di bidang Sustainable Development Goals (SDGs), serta membawa nama baik UNIKOM ke tingkat nasional bahkan internasional”, pungkasnya. Prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi UNIKOM dan diharapkan dapat memotivasi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi, mengembangkan diri, serta berkontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa. (Direktorat Hms & Pro)