Tag: Herman Suryatman Pemprov Jabar

  • Kolaborasi Besar Unikom, Aptisi Jabar, Dan Pemprov Jabar: Perguruan Tinggi Swasta Bersatu Tangani Darurat Sampah Melalui Kkn Berdampak

    Kolaborasi Besar Unikom, Aptisi Jabar, Dan Pemprov Jabar: Perguruan Tinggi Swasta Bersatu Tangani Darurat Sampah Melalui Kkn Berdampak

    BANDUNG, UNIKOM – Selasa, 5 Agustus 2026, Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) bersama Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah IV Jawa Barat memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kota Bandung, serta Dinas Lingkungan Hidup melalui penyelenggaraan Rencana Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Bersama bertajuk “Penanganan Masalah Lingkungan, Kebersihan, dan Persampahan di Jawa Barat”. Bertempat di Auditorium Lantai 17 Smart Building UNIKOM, kegiatan tersebut menjadi wadah kolaborasi strategis antara 94 perguruan tinggi, pemerintah, dan para pemangku kepentingan dalam merumuskan langkah-langkah konkret untuk mengatasi persoalan lingkungan, meningkatkan pengelolaan kebersihan dan persampahan, serta mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Jawa Barat melalui implementasi program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang berdampak.

    Turut hadir pada kesempatan tersebut, tokoh pemerintah, antara lain Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Dr. Herman Suryatman, Drs., M.Si., Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat Ai Saadiyah Dwidaningsih, S.T., M.T., Rektor UNIKOM sekaligus Ketua APTISI Wilayah IV Jawa Barat Prof. 3 Prof. HC. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T., Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNIKOM Prof. Dr. Hj. Umi Narimawati, Dra., S.E., M.Si., M.Pd., dan para rektor perguruan tinggi anggota APTISI Jawa Barat, perwakilan Pemerintah Kota Bandung, serta berbagai unsur pemerintah. Hal tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam membangun kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

    Rektor UNIKOM sekaligus Ketua APTISI Wilayah IV Jawa Barat, Prof. 3 Prof. HC. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T., dalam sambutannya menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendukung penyelesaian berbagai persoalan masyarakat melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Untuk itu, UNIKOM telah menugaskan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan untuk menyusun mekanisme implementasi PkM, termasuk pengintegrasiannya dengan Satuan Kredit Semester (SKS), sehingga setiap program studi dapat menyesuaikan pelaksanaannya sesuai karakteristik dan capaian pembelajaran masing-masing.

    Lebih lanjut, Prof. Eddy juga berharap sinergi antara APTISI Jawa Barat, perguruan tinggi swasta, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta pemerintah kabupaten dan kota dapat menghasilkan program PkM yang memberikan solusi nyata bagi penanganan kebersihan dan persampahan di Jawa Barat. Menurutnya, kolaborasi dosen, mahasiswa, dan pemerintah akan menghasilkan rekomendasi yang dapat menjadi masukan bagi kebijakan daerah sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan mendukung terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan.

    Sementara itu dalam kesempatan wawancara, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat, Ai Saadiyah Dwidaningsih, S.T., M.T., menyampaikan apresiasi atas inisiatif APTISI Jawa Barat dan UNIKOM dalam membangun kolaborasi antara dunia akademik dan pemerintah. Menurutnya, persoalan sampah yang kini menjadi tantangan serius di Jawa Barat bahkan secara nasional tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah saja, tetapi memerlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan melalui pendekatan pentahelix. “Sebagaimana kita ketahui bahwa di Jawa Barat bahkan nasional sudah mengalami darurat sampah dan tentunya ini tidak hanya bisa dilakukan oleh pemerintah saja, tetapi harus melibatkan seluruh pihak secara pentahelix”, tuturnya.

    Ai Saadiyah, S.T., M.T., juga menyampaikan apresiasi atas komitmen APTISI Jawa Barat yang akan menggerakkan dosen dan mahasiswa secara serentak dalam penanganan sampah. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat siap mendukung dan mendampingi implementasi program tersebut, khususnya melalui gerakan pilah sampah dari rumah sebagai upaya penyelesaian persoalan sampah dari hulu. “Kami sangat mengapresiasi komitmen APTISI yang melibatkan mahasiswa dalam penanganan sampah. Pemerintah Provinsi Jawa Barat siap mendukung dan mendampingi agar gerakan ini mampu menjadi solusi penyelesaian sampah dari hulu sekaligus membangun perubahan perilaku masyarakat menuju Jawa Barat yang lebih bersih dan berkelanjutan”, pungkasnya.

    Agenda utama kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan penyusunan rekomendasi yang melibatkan unsur pemerintah, perguruan tinggi, serta para peserta. Sesi diskusi dipandu oleh Dr. Rini Ayu Susanti, S.E., M.Pd. selaku moderator, serta menghadirkan narasumber Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNIKOM, Prof. Dr. Hj. Umi Narimawati, Dra., S.E., M.Si., M.Pd., Sekretaris APTISI Wilayah IV Jawa Barat, Dr. Supriyadi, S.E., M.Si., dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat, Ai Saadiyah Dwidaningsih, S.T., M.T.. Diskusi membahas strategi implementasi KKN Berdampak dan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) sebagai bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam penanganan kebersihan dan persampahan di Jawa Barat, sekaligus merumuskan berbagai rekomendasi untuk memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat.

    Pada kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah Jawa Barat, Dr. Herman Suryatman, Drs., M.Si., menegaskan bahwa keberhasilan penanganan persoalan sampah hanya dapat dicapai melalui semangat gotong royong atau dalam filosofi budaya Sunda dikenal sebagai sabilulungan. Menurutnya, penyelenggaraan pemerintahan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh unsur pentahelix, termasuk perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, media, dan masyarakat. Ia mengungkapkan bahwa Jawa Barat, khususnya kawasan Bandung Raya, setiap hari menghasilkan sekitar 5.000 ton sampah, dengan sekitar separuhnya merupakan sampah organik yang sebagian besar berasal dari rumah tangga. Oleh karena itu, selain penguatan teknologi pengolahan sampah, diperlukan rekayasa sosial (social engineering) melalui edukasi masyarakat agar perubahan perilaku dimulai dari tingkat rumah tangga.

    Lebih lanjut, Dr. Herman menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendorong keterlibatan mahasiswa melalui program KKN Berdampak dan Pengabdian kepada Masyarakat yang dikonversi ke dalam 10–20 SKS. Mahasiswa diharapkan turun langsung ke masyarakat untuk mengedukasi warga mengenai pengurangan, pemanfaatan, dan pemilahan sampah sejak dari rumah. Menurutnya, kolaborasi ini tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat dan pemerintah, tetapi juga menjadi living laboratory bagi mahasiswa untuk mengembangkan kepemimpinan, kemampuan komunikasi, serta soft skills sebagai bekal memasuki dunia kerja. Terakhir, Dr. Herman berharap sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan APTISI Wilayah IV Jawa Barat dapat diperluas ke seluruh perguruan tinggi swasta sehingga mampu menciptakan gerakan bersama yang berkelanjutan dalam mewujudkan Jawa Barat yang lebih bersih dan berwawasan lingkungan.

    Bertolak dari hal tersebut, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNIKOM, Prof. Dr. Hj. Umi Narimawati, Dra., S.E., M.Si., M.Pd., menyampaikan bahwa UNIKOM sendiri berkomitmen mendukung implementasi KKN Berdampak sebagai bagian dari penguatan Pengabdian kepada Masyarakat. Pada tahun ini, UNIKOM telah menugaskan 560 mahasiswa untuk terjun langsung ke masyarakat. Menurutnya, mahasiswa UNIKOM tidak hanya berperan membantu mengatasi persoalan sampah di lingkungan masyarakat, tetapi juga berkontribusi dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih terstruktur, berkelanjutan, serta mendorong perubahan perilaku masyarakat melalui edukasi dan inovasi.

    Melalui kolaborasi tersebut, APTISI Wilayah IV Jawa Barat bersama UNIKOM dan pemerintah menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran perguruan tinggi sebagai agen perubahan yang mampu menghadirkan inovasi dan solusi atas berbagai tantangan pembangunan. Sinergi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat diharapkan mampu melahirkan program-program pengabdian yang berkelanjutan, berdampak nyata, serta mendukung terwujudnya Jawa Barat yang lebih bersih, sehat, dan berwawasan lingkungan. (Direktorat Hms & Pro)