Tag: Google for Education Indonesia

  • Google Student Ambassador Unikom Gelar One Day Deep Dive Google Ai Bootcamp, Dorong Literasi Ai Mahasiswa Dan Wujudkan Ai Ready Campus

    Google Student Ambassador Unikom Gelar One Day Deep Dive Google Ai Bootcamp, Dorong Literasi Ai Mahasiswa Dan Wujudkan Ai Ready Campus

    BANDUNG, UNIKOM  – Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) terus memperkuat komitmennya dalam menciptakan ekosistem pembelajaran berbasis kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) melalui penyelenggaraan One Day Deep Dive Google AI Bootcamp pada Kamis, 9 Juli 2026, bertempat di Lab AI Learning Center, Smart Building UNIKOM. Kegiatan yang diinisiasi oleh Google Student Ambassador (GSA) UNIKOM dan difasilitasi oleh Lab AI Learning Center UNIKOM menjadi wadah bagi mahasiswa untuk meningkatkan kompetensi pemanfaatan teknologi AI secara produktif, kreatif, dan bertanggung jawab dalam mendukung proses pembelajaran maupun pengembangan inovasi.

    Kegiatan bootcamp tersebut turut diikuti oleh sekitar 80 mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan UNIKOM dengan menghadirkan pelatihan intensif mengenai pemanfaatan teknologi AI Google, sekaligus memperkuat peran Google AI Lab UNIKOM sebagai laboratorium AI hasil kolaborasi UNIKOM bersama Google for Education pertama di Indonesia. Kehadiran laboratorium Artificial Intelligence tersebut menjadi bagian dari upaya UNIKOM dalam membangun lingkungan belajar yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus mendukung implementasi kampus sebagai Digital Entrepreneurial University dan AI Ready Campus.

    Salah satu pemateri sekaligus Google Student Ambassador (GSA) UNIKOM, Rivan Kurniawan dari Program Studi Ilmu Komunikasi menjelaskan bahwa penyelenggaraan bootcamp merupakan bagian dari program Google Student Ambassador untuk meningkatkan literasi AI di kalangan mahasiswa melalui pelatihan yang aplikatif. “Melalui One Day Deep Dive Google AI Bootcamp ini kami ingin memberikan dampak nyata kepada mahasiswa UNIKOM agar semakin memahami cara memanfaatkan teknologi AI Google, mulai dari Gemini hingga NotebookLM. AI tidak hanya dipahami sebagai teknologi, tetapi juga sebagai alat yang dapat membantu mahasiswa meningkatkan produktivitas belajar, menyelesaikan tugas akademik, hingga mengembangkan berbagai ide kreatif”, tuturnya.

    Selama satu hari pelaksanaan, peserta mengikuti lima sesi pelatihan yang membahas berbagai topik, yaitu Gemini AI Forward Edition, NotebookLM, Budgeting and Financial Modeling, UX Architecture menggunakan Gemini Google AI, serta Code Magic: Build and Launch with AI. Seluruh materi dirancang agar peserta dapat memahami penerapan AI sesuai dengan kebutuhan akademik maupun profesional melalui praktik secara langsung.

    Selain itu, kegiatan tersebut juga menghadirkan lima mahasiswa UNIKOM sebagai narasumber yang berasal dari berbagai program studi, yaitu Rivan Kurniawan dari Program Studi Ilmu Komunikasi, Iqbal Hapidin Febrian dari Program Studi Hubungan Internasional, Rico Sagala dari Program Studi Akuntansi, M. Favian Jiwani dari Program Studi Teknik Informatika, serta Fariz Oktavian dari Program Studi Sistem Informasi. Kolaborasi lintas disiplin tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan AI dapat diterapkan di berbagai bidang ilmu dan mendorong lahirnya inovasi yang bersifat multidisipliner.

    Antusiasme mahasiswa juga terlihat sepanjang berlangsungnya kegiatan. Meskipun setiap sesi dirancang untuk jumlah peserta yang terbatas agar proses praktik berjalan lebih efektif, beberapa sesi bahkan diikuti lebih dari 20 peserta karena tingginya minat mahasiswa untuk mempelajari teknologi AI. Peserta bootcamp berasal dari berbagai fakultas dan program studi sehingga menciptakan suasana diskusi yang aktif dan kolaboratif.

    Salah satu peserta bootcamp, Mursida dari Program Studi Manajemen, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru mengenai pemanfaatan AI dalam mendukung proses belajar. Menurutnya, materi mengenai Google Gemini dan NotebookLM menjadi pengetahuan yang sangat relevan dengan kebutuhan mahasiswa di era digital. “Pada sesi pertama saya belajar bahwa Google Gemini tidak hanya berfungsi sebagai alat pencarian informasi, tetapi juga dapat menjadi teman berpikir dan media brainstorming sehari-hari. Kami diajarkan bagaimana menyusun prompt yang tepat agar Gemini mampu memberikan hasil sesuai dengan kebutuhan. Hasil tersebut kemudian dapat diintegrasikan dengan NotebookLM untuk menghasilkan berbagai bentuk luaran, seperti presentasi, audio, hingga video. Saya juga memahami bahwa NotebookLM menyusun informasi berdasarkan data yang sebelumnya telah dikumpulkan melalui Google Gemini sehingga sangat membantu dalam menyelesaikan tugas dan membuat proses belajar menjadi lebih efektif”, jelasnya.

    Lebih lanjut, Ia berharap kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan sehingga semakin banyak mahasiswa memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kompetensi di bidang kecerdasan artifisial. “Saya berharap kedepannya semakin banyak seminar maupun pelatihan yang diselenggarakan oleh Google Student Ambassador bersama UNIKOM. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa karena membantu kami memanfaatkan AI secara tepat dalam proses pembelajaran sekaligus semakin memperkuat UNIKOM sebagai AI Ready Campus”, tambahnya.

    Sementara itu, Rivan menambahkan bahwa penyelenggaraan bootcamp ini tidak hanya menjadi bagian dari program kerja Google Student Ambassador, tetapi juga menjadi langkah awal untuk membangun ekosistem pembelajaran AI yang berkelanjutan di lingkungan UNIKOM. “Ke depan kami berharap dapat terus berkolaborasi dengan Google AI, Google for Education, serta UNIKOM melalui Lab AI Google untuk menghadirkan pelatihan-pelatihan lanjutan. Kami ingin semakin banyak mahasiswa memperoleh kesempatan belajar, berbagi pengalaman, sekaligus memiliki kompetensi dan sertifikasi yang mendukung kesiapan mereka menghadapi era transformasi digital”, ungkapnya.

    Pada kesempatan tersebut, Wakil Koordinator Tim Eduplus UNIKOM sekaligus Direktur PTDSI UNIKOM, Irfan Dwiguna Sumitra, S.Kom., M.Kom., Ph.D., menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan kegiatan yang diinisiasi oleh Google Student Ambassador (GSA) di Google Lab AI UNIKOM. Menurutnya, UNIKOM sebagai fasilitator sangat mendukung berbagai kegiatan yang mendorong pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan, khususnya Google AI. Ia juga menjelaskan bahwa berdasarkan informasi yang diperolehnya dari Google, dari sekitar 81.000 pendaftar, hanya 2.000 peserta yang berhasil lolos menjadi Google Student Ambassador. Hal tersebut menunjukkan bahwa GSA merupakan individu-individu terpilih yang memiliki peran sebagai agent of change dalam mendorong adopsi dan pemanfaatan AI di lingkungan akademik. Melalui penyelenggaraan One Day Deep Dive Google AI Bootcamp, UNIKOM kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran yang selaras dengan perkembangan teknologi global. Kolaborasi antara Google Student Ambassador, Lab AI UNIKOM x Google, dan sivitas akademika menjadi langkah nyata dalam membekali mahasiswa dengan keterampilan digital, kemampuan berpikir kritis, serta pemanfaatan kecerdasan artifisial secara bertanggung jawab. Inisiatif tersebut sekaligus memperkuat posisi UNIKOM sebagai Digital Entrepreneurial University dan AI Ready Campus yang terus mencetak lulusan unggul, inovatif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja serta transformasi digital di masa depan. (Direktorat Hms & Pro)

  • Perkuat Tata Kelola SDM: Direktorat Administrasi Umum UNIKOM Gelar Sosialisasi Kebijakan Kenaikan Jabatan Akademik Dosen

    Perkuat Tata Kelola SDM: Direktorat Administrasi Umum UNIKOM Gelar Sosialisasi Kebijakan Kenaikan Jabatan Akademik Dosen

    BANDUNG, UNIKOM — Senin, 27 April 2026, Direktorat Administrasi Umum (DAU) melalui Divisi Jabatan Fungsional dan Studi Lanjut Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penyelenggaraan sosialisasi kebijakan terbaru terkait kenaikan jabatan akademik dosen. Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat profesionalisme serta mendorong pengembangan karier dosen secara berkelanjutan.

    Sosialisasi tersebut dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan turut dihadiri oleh Wakil Rektor II Bidang Sumber Daya serta seluruh dosen tetap di lingkungan UNIKOM. Partisipasi aktif para dosen mencerminkan tingginya perhatian terhadap pengembangan karir akademik dan kenaikan jabatan fungsional di lingkungan UNIKOM.

    Wakil Rektor II Bidang Sumber Daya, Assoc. Prof. Dr. Agus Riyanto, S.T., M.T., CSBA., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kebijakan terbaru yang mengacu pada Keputusan Nomor 39/M/Keputusan/2028 tentang Petunjuk Teknis dan Layanan Pengembangan Karier Dosen merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas serta daya saing dosen di perguruan tinggi.

    Selain itu, Assoc. Prof. Dr. Agus, juga menegaskan bahwa pimpinan universitas berkomitmen penuh untuk mendukung implementasi kebijakan tersebut melalui optimalisasi layanan administrasi di bawah Direktorat Administrasi Umum, khususnya melalui Divisi Jabatan Fungsional dan Studi Lanjut. Selain itu, penguatan regulasi internal terus dilakukan guna memastikan terbangunnya sinergi yang efektif antara perguruan tinggi dan pemerintah. Lebih lanjut, ia menekankan bahwa peran dosen tidak hanya terbatas pada pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, tetapi juga menuntut pengembangan kompetensi akademik dan profesional secara terarah, sistematis, dan berkelanjutan sebagai bagian dari peningkatan kualitas institusi.

    Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi oleh Ketua Divisi Jabatan Fungsional dan Studi Lanjut, Yudha Taufik Nugraha, S.Kom., yang mengulas secara komprehensif berbagai aspek teknis dalam proses pengajuan kenaikan jabatan akademik dosen baik Asisten Ahli (AA), Lektor (L), Lektor Kepala (LK), hingga Guru Besar (GB/Profesor), mulai dari pemenuhan persyaratan, mekanisme penilaian, hingga strategi optimalisasi capaian kinerja akademik.

    Kegiatan tersebut juga menjadi ruang diskusi interaktif antara peserta dan narasumber untuk membahas berbagai kendala teknis maupun administratif yang kerap dihadapi dalam proses pengajuan jabatan akademik. Dialog yang terbangun memberikan pemahaman yang lebih mendalam serta solusi praktis bagi para dosen dalam mengelola proses pengajuan kenaikan jabatan secara lebih efektif.

    Melalui kegiatan sosialisasi Kebijakan Kenaikan Jabatan Akademik dosen, UNIKOM kembali menegaskan posisinya sebagai institusi pendidikan tinggi yang adaptif terhadap dinamika regulasi nasional serta konsisten dalam membangun ekosistem akademik yang unggul, inovatif, dan berdaya saing global. (Direktorat Hms & Pro)

  •  UNIKOM Resmi Hadirkan “UNIKOM X GOOGLE Learning Center” Pusat Inovasi Lab AI Perguruan Tinggi Pertama di Indonesia

     UNIKOM Resmi Hadirkan “UNIKOM X GOOGLE Learning Center” Pusat Inovasi Lab AI Perguruan Tinggi Pertama di Indonesia

    BANDUNG, UNIKOM – Rabu, 4 Maret 2026, Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) meresmikan Laboratorium Artificial Intelligence (AI) hasil kolaborasi strategis bersama Google AI. Laboratorium Artificial Intelligence UNIKOM X Google Learning Center ini menegaskan posisi UNIKOM sebagai perguruan tinggi pertama di Indonesia yang menghadirkan pusat pembelajaran AI yang terintegrasi dengan ekosistem teknologi Google. Inisiatif kolaboratif ini digagas oleh Direktorat IT Infrastructure & Network (INFRANET) UNIKOM, yang telah memulai proses pengembangan dan pembangunan Laboratorium AI tersebut sejak Agustus 2025, hingga diresmikan pada hari Rabu, 4 Maret 2026.

    Peresmian yang digelar di Ruang L.018 Smart Building UNIKOM tersebut dihadiri Rektor UNIKOM sekaligus Ketua APTISI Jawa Barat, Prof. 3 Prof. HC. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T., dan disaksikan seluruh jajaran pimpinan universitas, mulai dari Wakil Rektor, para Dekan, dan Ketua Program Studi serta Tim Edu Plus UNIKOM yang meliputi Koordinator Tim, Adam Mukharil Bachtiar, S.Kom., M.T., Ph.D.,  Direktur INFRANET, Berny Indrawan, S.T., M.Kom., Direktur PTDSI, Irfan Dwiguna Sumitra, S.Kom., M.Kom., Ph.D., beserta seluruh tim. Selain itu, juga dihadiri secara langsung oleh Country Lead Google for Education Indonesia, Olivia Husli Basrin, bersama tim Digital Transformation, Kristiyanto dan Ahmad Fikri Dzulfikar, serta tim Google partner dari PT Datascript bersama PT Turbo, Jefferey Susanto Situmorang (Branch Sales Manager), Egi Singgih Prasetyo (Business Executive), dan Edwin Wijaya (Google Solutions Specialist).

    Rektor UNIKOM, Prof. 3 Prof. HC. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T., dalam sambutannya menyampaikan pembangunan LaboratoriumArtificial Intelligence ini merupakan langkah strategis UNIKOM dalam merespon dinamika perkembangan teknologi global yang bergerak sangat cepat. Era saat ini adalah era transformasi digital yang ditopang oleh kecerdasan buatan, komputasi cerdas, dan integrasi sistem berbasis data. Oleh karena itu, kehadiran Lab AI menjadi kebutuhan mendasar sekaligus investasi jangka panjang bagi institusi.

    Lebih lanjut, Prof. Eddy menyampaikan, “UNIKOM mengambil posisi strategis dengan membangun kolaborasi bersama Google melalui program Google Learning Center. Kolaborasi ini menjadikan UNIKOM sebagai perguruan tinggi pertama di Indonesia yang menghadirkan pengembangan laboratorium AI berbasis kemitraan strategis dengan perusahaan teknologi global tersebut. Ini bukan sekadar simbol kerja sama, melainkan wujud komitmen untuk menghadirkan standar pembelajaran dan ekosistem teknologi kelas dunia di lingkungan kampus”, demikian pungkasnya.

    Sejalan dengan hal tersebut, Koordinator Tim Eduplus UNIKOM, Adam Mukharil Bachtiar, S.Kom., M.T., Ph.D., menyampaikan “Hari ini merupakan momentum penting. Fasilitas yang sebelumnya telah dipersiapkan secara bertahap kini resmi dapat dimanfaatkan secara optimal. Ke depan, penguatan kurikulum berbasis kecerdasan buatan menjadi kebutuhan strategis. Ruang lingkup program ini tidak terbatas pada pengajaran semata. Kami juga membuka peluang kolaborasi riset, pendampingan industri, hingga program pemberdayaan masyarakat. Dengan demikian, ekosistem AI di UNIKOM dapat memberikan dampak yang lebih luas, tidak hanya bagi sivitas akademika tetapi juga bagi mitra eksternal, dan masyarakat luas”, tutur Adam, Ph.D.

    Sementara itu, Country Lead Google for Education Indonesia, Olivia Basrin, dalam sambutannya mengungkapkan “Kami sangat mengapresiasi langkah progresif UNIKOM sebagai perguruan tinggi pertama di Indonesia yang menghadirkan AI Center melalui kolaborasi strategis dengan Google, sebuah inisiatif yang sebelumnya telah dijalankan di Singapura dan Korea Selatan dan kini dipelopori di Indonesia oleh UNIKOM. Kami berharap inisiatif ini tidak hanya memberikan dampak bagi UNIKOM, tetapi juga menjadi inspirasi dan katalis bagi perguruan tinggi lain di Indonesia untuk turut mengembangkan ekosistem AI yang terintegrasi dan berdaya saing global”, tegasnya.

    Prosesi peresmian juga ditandai dengan pemotongan pita dan penandatanganan prasasti, dilanjutkan dengan peninjauan fasilitas laboratorium sebagai simbol kemitraan berkelanjutan antara UNIKOM dan Google Indonesia. Proses pembangunan dan pengembangan Laboratorium AI tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak internal UNIKOM bersama Google, diantaranya, Direktorat Pengembangan Teknologi dan Sistem Informasi (PTDSI), serta Direktorat INFRANET yang turut berperan dalam perencanaan, pengembangan infrastruktur, hingga implementasi teknologi di dalam laboratorium.

    Rangkaian kegiatan turut diisi dengan sesi demonstrasi interaktif, di mana mahasiswa menampilkan simulasi alur kunjungan laboratorium sebagai gambaran pengalaman pengguna, mulai dari registrasi hingga eksplorasi perangkat dan sistem AI. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan fitur laboratorium oleh Direktur INFRANET, Berny Indrawan, S.T., M.Kom.,  dan Direktur PTDSI, Irfan Dwiguna Sumitra, S.Kom., M.Kom., Ph.D., yang menjelaskan integrasi sistem komputasi, dukungan platform Google, serta infrastruktur pendukung machine learning dan pengembangan proyek berbasis AI. Sesi ini dimoderatori langsung oleh Koordinator Tim Eduplus UNIKOM, Adam Mukharil Bachtiar, S.Kom., M.T., Ph.D.

    Dari sisi fasilitas, UNIKOM X Google Learning Center memiliki desain ruang yang mendukung fleksibilitas dan produktivitas. Laboratorium ini dilengkapi dengan satu ruang utama yang disebut sebagai Main Area, yaitu area terbuka yang memungkinkan pengunjung untuk bebas mengeksplorasi, berdiskusi, maupun bekerja secara fleksibel dengan pilihan tempat duduk yang variatif dan kolaboratif.

    Selain area utama, tersedia tiga ruang pendukung lainnya yang dirancang untuk kebutuhan fokus lebih intensif. Dua ruang fokus berkapasitas empat orang diperuntukkan bagi mahasiswa atau tim yang ingin melakukan diskusi mendalam, pengembangan proyek, maupun riset kolaboratif. Sementara itu, satu ruang fokus ultra disediakan untuk penggunaan individu, sehingga pengguna dapat bekerja secara lebih privat dan berkonsentrasi penuh dalam mengembangkan model, eksperimen, maupun analisis berbasis Artificial Intelligence.

    Laboratorium tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi mahasiswa, tetapi juga terbuka untuk dosen serta seluruh sivitas akademika UNIKOM, serta masyarakat yang memerlukan. Dengan konsep ruang yang adaptif dan inklusif, UNIKOM X Google Learning Center menjadi wadah kolaborasi lintas disiplin dalam mendukung implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi berbasis teknologi.

    Melalui kehadiran UNIKOM X Google Learning Center, UNIKOM semakin memperkuat komitmennya sebagai institusi pendidikan tinggi berbasis teknologi yang visioner dan berorientasi global, serta berkontribusi dalam mendorong percepatan transformasi digital di Indonesia. Kolaborasi strategis ini juga menandai posisi UNIKOM sebagai perguruan tinggi pertama di Indonesia yang berkolaborasi langsung dengan Google dalam pengembangan Laboratorium Artificial Intelligence (AI). (Direktorat Hms & Pro)

  • Kolaborasi APTISI Jabar Bersama Google, Percepat Integrasi Artificial Intelligence Melalui Workshop Academia AI+

    Kolaborasi APTISI Jabar Bersama Google, Percepat Integrasi Artificial Intelligence Melalui Workshop Academia AI+

    BANDUNG, UNIKOM — Kamis, 13 November 2025, APTISI Jawa Barat bersama Google Indonesia, Google for Education, Eudeka, dan BenQ Education berkolaborasi menyelenggarakan workshop bertajuk “Academia AI+ : AI-Powered Collaboration in Higher Education”. Bertempat di Hotel Aston Tropicana, Bandung, kegiatan tersebut diikuti oleh ratusan peserta dari Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Jawa Barat termasuk Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) dan menjadi ruang kolaborasi strategis yang bertujuan meningkatkan kinerja Perguruan Tinggi Swasta (PTS) melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan.

    Workshop tersebut turut mengundang tokoh penting, yaitu Rektor UNIKOM sekaligus Ketua APTISI Jawa Barat, Prof. 3 Prof. HC. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T., yang hadir memberi sambutan pembuka. Dalam kapasitasnya sebagai Ketua APTISI Jabar, Prof. Eddy, menegaskan pentingnya inovasi digital sebagai pendorong daya saing perguruan tinggi di era AI. Selain itu, Google Indonesia juga mengundang beberapa tokoh lainnya seperti, Pandu Nugroho (Program Manager Google for Education), Ahmad Fikri Dzulfikar (Digital Transformation Google for Education), dan Adhitia Dwi Arigi (Program Manager SEA – Google Cloud).

    Dalam kesempatan wawancara, Direktur IT Infranet UNIKOM, Berny Indrawan, S.T., M.Kom., yang mengikuti kegiatan tersebut menjelaskan bahwa, inti kegiatan tersebut adalah Google memberikan pemahaman komprehensif mengenai Google Workspace for Education, sebuah ekosistem digital yang kini dilengkapi dengan teknologi AI melalui Gemini dan NotebookLM. Google menekankan bahwa platform tersebut dirancang untuk mendukung seluruh aktivitas tridharma perguruan tinggi, mulai dari proses pembelajaran, riset, hingga administrasi akademik.

    Sementara itu, Dosen Prodi Teknik Informatika UNIKOM, Adam Mukharil Bachtiar, S.Kom., M.T., Ph.D., yang menjadi narasumber, menjelaskan bahwa workshop google tersebut membahas materi utama mengenai manfaat dan tantangan penerapan AI di perguruan tinggi. Ia menegaskan bahwa urgensi implementasi AI di PTS bukan bertujuan menggantikan peran manusia, tetapi mendorong percepatan dan peningkatan kualitas kinerja akademik maupun non akademik.

    Tim Google menjelaskan berbagai fitur unggulan seperti Google Docs, Sheets, Slides, Sites, Forms, Classroom, Chat, Meet, dan integrasi penuh ke Google Drive semuanya bekerja dalam satu ekosistem terpadu. Khusus untuk pengguna Education Plus, terdapat fitur pendeteksi plagiarisme otomatis yang mengintegrasikan proses pengecekan tugas mahasiswa secara real-time.

    Workshop “Academia AI+” menyajikan lima materi utama yaitu: 1). Manfaat dan Tantangan AI bagi Perguruan Tinggi. 2). Google AI untuk Perguruan Tinggi: Kolaborasi, Produktivitas, Riset, dan Inovasi Masa Depan. 3). implementasi Google AI dalam Lingkungan Kampus. 4). Pemanfaatan Interactive Flat Panel sebagai Perangkat Cerdas Berbasis AI. 5). Google Cloud Career Launchpad Program, dimana setiap sesi memberikan wawasan praktis mengenai pemanfaatan AI untuk mendukung produktivitas dosen, mempermudah proses pembelajaran, dan menghadirkan pengalaman belajar yang lebih interaktif bagi mahasiswa.

    Melalui kegiatan tersebut, APTISI Jabar berharap seluruh PTS semakin siap menyambut era AI dan mampu memanfaatkan teknologi secara optimal. Google sendiri menegaskan bahwa transformasi digital bukan hanya pilihan, melainkan kebutuhan mendesak dalam menghadapi perkembangan dunia pendidikan yang kian cepat.

    Workshop “Academia AI+” menjadi ruang kolaboratif yang mempertemukan pemangku kepentingan pendidikan tinggi dan penyedia teknologi global, sekaligus memperkuat komitmen bersama untuk membangun ekosistem pendidikan yang adaptif, modern, dan berorientasi masa depan. (Direktorat Hms & Pro)