Tag: Gemini AI UNIKOM

  • Google Student Ambassador Unikom Gelar One Day Deep Dive Google Ai Bootcamp, Dorong Literasi Ai Mahasiswa Dan Wujudkan Ai Ready Campus

    Google Student Ambassador Unikom Gelar One Day Deep Dive Google Ai Bootcamp, Dorong Literasi Ai Mahasiswa Dan Wujudkan Ai Ready Campus

    BANDUNG, UNIKOM  – Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) terus memperkuat komitmennya dalam menciptakan ekosistem pembelajaran berbasis kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) melalui penyelenggaraan One Day Deep Dive Google AI Bootcamp pada Kamis, 9 Juli 2026, bertempat di Lab AI Learning Center, Smart Building UNIKOM. Kegiatan yang diinisiasi oleh Google Student Ambassador (GSA) UNIKOM dan difasilitasi oleh Lab AI Learning Center UNIKOM menjadi wadah bagi mahasiswa untuk meningkatkan kompetensi pemanfaatan teknologi AI secara produktif, kreatif, dan bertanggung jawab dalam mendukung proses pembelajaran maupun pengembangan inovasi.

    Kegiatan bootcamp tersebut turut diikuti oleh sekitar 80 mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan UNIKOM dengan menghadirkan pelatihan intensif mengenai pemanfaatan teknologi AI Google, sekaligus memperkuat peran Google AI Lab UNIKOM sebagai laboratorium AI hasil kolaborasi UNIKOM bersama Google for Education pertama di Indonesia. Kehadiran laboratorium Artificial Intelligence tersebut menjadi bagian dari upaya UNIKOM dalam membangun lingkungan belajar yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus mendukung implementasi kampus sebagai Digital Entrepreneurial University dan AI Ready Campus.

    Salah satu pemateri sekaligus Google Student Ambassador (GSA) UNIKOM, Rivan Kurniawan dari Program Studi Ilmu Komunikasi menjelaskan bahwa penyelenggaraan bootcamp merupakan bagian dari program Google Student Ambassador untuk meningkatkan literasi AI di kalangan mahasiswa melalui pelatihan yang aplikatif. “Melalui One Day Deep Dive Google AI Bootcamp ini kami ingin memberikan dampak nyata kepada mahasiswa UNIKOM agar semakin memahami cara memanfaatkan teknologi AI Google, mulai dari Gemini hingga NotebookLM. AI tidak hanya dipahami sebagai teknologi, tetapi juga sebagai alat yang dapat membantu mahasiswa meningkatkan produktivitas belajar, menyelesaikan tugas akademik, hingga mengembangkan berbagai ide kreatif”, tuturnya.

    Selama satu hari pelaksanaan, peserta mengikuti lima sesi pelatihan yang membahas berbagai topik, yaitu Gemini AI Forward Edition, NotebookLM, Budgeting and Financial Modeling, UX Architecture menggunakan Gemini Google AI, serta Code Magic: Build and Launch with AI. Seluruh materi dirancang agar peserta dapat memahami penerapan AI sesuai dengan kebutuhan akademik maupun profesional melalui praktik secara langsung.

    Selain itu, kegiatan tersebut juga menghadirkan lima mahasiswa UNIKOM sebagai narasumber yang berasal dari berbagai program studi, yaitu Rivan Kurniawan dari Program Studi Ilmu Komunikasi, Iqbal Hapidin Febrian dari Program Studi Hubungan Internasional, Rico Sagala dari Program Studi Akuntansi, M. Favian Jiwani dari Program Studi Teknik Informatika, serta Fariz Oktavian dari Program Studi Sistem Informasi. Kolaborasi lintas disiplin tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan AI dapat diterapkan di berbagai bidang ilmu dan mendorong lahirnya inovasi yang bersifat multidisipliner.

    Antusiasme mahasiswa juga terlihat sepanjang berlangsungnya kegiatan. Meskipun setiap sesi dirancang untuk jumlah peserta yang terbatas agar proses praktik berjalan lebih efektif, beberapa sesi bahkan diikuti lebih dari 20 peserta karena tingginya minat mahasiswa untuk mempelajari teknologi AI. Peserta bootcamp berasal dari berbagai fakultas dan program studi sehingga menciptakan suasana diskusi yang aktif dan kolaboratif.

    Salah satu peserta bootcamp, Mursida dari Program Studi Manajemen, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru mengenai pemanfaatan AI dalam mendukung proses belajar. Menurutnya, materi mengenai Google Gemini dan NotebookLM menjadi pengetahuan yang sangat relevan dengan kebutuhan mahasiswa di era digital. “Pada sesi pertama saya belajar bahwa Google Gemini tidak hanya berfungsi sebagai alat pencarian informasi, tetapi juga dapat menjadi teman berpikir dan media brainstorming sehari-hari. Kami diajarkan bagaimana menyusun prompt yang tepat agar Gemini mampu memberikan hasil sesuai dengan kebutuhan. Hasil tersebut kemudian dapat diintegrasikan dengan NotebookLM untuk menghasilkan berbagai bentuk luaran, seperti presentasi, audio, hingga video. Saya juga memahami bahwa NotebookLM menyusun informasi berdasarkan data yang sebelumnya telah dikumpulkan melalui Google Gemini sehingga sangat membantu dalam menyelesaikan tugas dan membuat proses belajar menjadi lebih efektif”, jelasnya.

    Lebih lanjut, Ia berharap kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan sehingga semakin banyak mahasiswa memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kompetensi di bidang kecerdasan artifisial. “Saya berharap kedepannya semakin banyak seminar maupun pelatihan yang diselenggarakan oleh Google Student Ambassador bersama UNIKOM. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa karena membantu kami memanfaatkan AI secara tepat dalam proses pembelajaran sekaligus semakin memperkuat UNIKOM sebagai AI Ready Campus”, tambahnya.

    Sementara itu, Rivan menambahkan bahwa penyelenggaraan bootcamp ini tidak hanya menjadi bagian dari program kerja Google Student Ambassador, tetapi juga menjadi langkah awal untuk membangun ekosistem pembelajaran AI yang berkelanjutan di lingkungan UNIKOM. “Ke depan kami berharap dapat terus berkolaborasi dengan Google AI, Google for Education, serta UNIKOM melalui Lab AI Google untuk menghadirkan pelatihan-pelatihan lanjutan. Kami ingin semakin banyak mahasiswa memperoleh kesempatan belajar, berbagi pengalaman, sekaligus memiliki kompetensi dan sertifikasi yang mendukung kesiapan mereka menghadapi era transformasi digital”, ungkapnya.

    Pada kesempatan tersebut, Wakil Koordinator Tim Eduplus UNIKOM sekaligus Direktur PTDSI UNIKOM, Irfan Dwiguna Sumitra, S.Kom., M.Kom., Ph.D., menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan kegiatan yang diinisiasi oleh Google Student Ambassador (GSA) di Google Lab AI UNIKOM. Menurutnya, UNIKOM sebagai fasilitator sangat mendukung berbagai kegiatan yang mendorong pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan, khususnya Google AI. Ia juga menjelaskan bahwa berdasarkan informasi yang diperolehnya dari Google, dari sekitar 81.000 pendaftar, hanya 2.000 peserta yang berhasil lolos menjadi Google Student Ambassador. Hal tersebut menunjukkan bahwa GSA merupakan individu-individu terpilih yang memiliki peran sebagai agent of change dalam mendorong adopsi dan pemanfaatan AI di lingkungan akademik. Melalui penyelenggaraan One Day Deep Dive Google AI Bootcamp, UNIKOM kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran yang selaras dengan perkembangan teknologi global. Kolaborasi antara Google Student Ambassador, Lab AI UNIKOM x Google, dan sivitas akademika menjadi langkah nyata dalam membekali mahasiswa dengan keterampilan digital, kemampuan berpikir kritis, serta pemanfaatan kecerdasan artifisial secara bertanggung jawab. Inisiatif tersebut sekaligus memperkuat posisi UNIKOM sebagai Digital Entrepreneurial University dan AI Ready Campus yang terus mencetak lulusan unggul, inovatif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja serta transformasi digital di masa depan. (Direktorat Hms & Pro)