Tag: FISIP UNIKOM

  • Asah Diplomasi dan Negosiasi : Mahasiswa Prodi Ilmu Hubungan Internasional Fisip UNIKOM Simulasikan Sidang Internasional Dewan Keamanan PBB, Bahas Kompleksitas Konflik Ukraina

    Asah Diplomasi dan Negosiasi : Mahasiswa Prodi Ilmu Hubungan Internasional Fisip UNIKOM Simulasikan Sidang Internasional Dewan Keamanan PBB, Bahas Kompleksitas Konflik Ukraina

    BANDUNG, UNIKOM — Selasa, 11 Agustus 2026, Program Studi Ilmu Hubungan Internasional (HI), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) kembali menyelenggarakan Short Diplomatic Course (SDC) dan Simulasi Sidang Internasional dengan tema “United Nations Security Council Meets on Ukraine”. Bertempat di Auditorium Miracle Lantai 4 Kampus I UNIKOM, kegiatan tersebut menghadirkan simulasi suasana persidangan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations Security Council/UNSC) secara langsung dalam lingkungan akademik. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa juga memperoleh kesempatan untuk mengimplementasikan pengetahuan hubungan internasional sekaligus mengasah kemampuan diplomasi, negosiasi, komunikasi, argumentasi, dan pengambilan keputusan dalam forum multilateral.

    Ketua Pelaksana sekaligus Guru Besar FISIP UNIKOM, Prof. Dr. Hj. Aelina Surya, Dra., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut melibatkan 96 peserta, dengan 40 peserta merupakan mahasiswa yang telah menempuh enam semester, serta peserta lainnya yang turut berpartisipasi dimana program tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman kepada mahasiswa mengenai internasionalisasi, baik dalam perspektif teori maupun praktik, sekaligus memperkenalkan secara langsung dinamika konferensi internasional. “Tujuan dari program ini adalah memberikan pengalaman kepada mahasiswa mengenai internasionalisasi dalam teori dan praktik, serta memberikan pemahaman mengenai bagaimana konferensi internasional dilaksanakan”, tutur Prof. Aelina.

    Lebih lanjut, Prof. Aelina berharap kegiatan tersebut dapat dikembangkan menjadi aktivitas yang sistematis dan berkelanjutan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa, terutama kemampuan berbahasa Inggris dalam konteks akademik dan hubungan internasional. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Dekan FISIP UNIKOM, Prof. Dr. Hj. Dewi Kurniasih, S.IP.,M.Si., Ketua Program Studi Ilmu Hubungan Internasional, Assoc. Prof. Dr. Dewi Triwahyuni, S.IP., M.Si., para mahasiswa, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

    Sementara itu, Ketua Program Studi Ilmu Hubungan Internasional Assoc. Prof. Dr. Dewi Triwahyuni, S.IP., M.Si., mengajak para peserta untuk memandang simulasi tersebut bukan sekadar sebagai kegiatan akademik, melainkan sebagai pengalaman untuk memahami secara langsung kompleksitas proses pengambilan keputusan dalam politik dan keamanan internasional. “Dunia sedang menunggu keputusan. Perang terus berlangsung, publik sedang menyaksikan, pemerintah sedang memperhatikan, dan hari ini kalian akan memainkan peran sebagai para pengambil keputusan dalam Dewan Keamanan”, jelasnya.

    Assoc. Prof. Dr. Dewi juga mengungkapkan bahwa isu Ukraina yang menjadi tema simulasi memberikan gambaran nyata mengenai kompleksitas persoalan keamanan internasional. “Situasi di Ukraina mengingatkan kita pada satu kebenaran mendasar dalam hubungan internasional: keamanan mudah dibicarakan secara teori, tetapi sangat sulit untuk diimplementasikan”, ungkapnya. Ia menjelaskan bahwa ketika konflik internasional terjadi, masyarakat sering mempertanyakan mengapa perang tidak segera dihentikan, mengapa Dewan Keamanan tidak dengan cepat mencapai kesepakatan, atau mengapa proses diplomasi terkadang berjalan lambat. Melalui simulasi tersebut, mahasiswa diharapkan dapat memahami sendiri bahwa politik internasional tidak dapat dilihat hanya dari satu perspektif. “Politik internasional bukan hanya tentang memilih antara benar dan salah. Di dalamnya terdapat kepentingan nasional, keamanan, kepentingan ekonomi, kondisi internasional, pertimbangan kemanusiaan, persaingan geopolitik, serta distribusi kekuasaan dalam sistem internasional”, tegasnya.

    Selain itu, Assoc. Prof. Dr. Dewi menegaskan bahwa diplomasi menuntut kemampuan untuk memahami kepentingan sendiri sekaligus memahami perspektif pihak lain. “Di situlah diplomasi dimulai. Kalian harus memahami posisi negara kalian sendiri, tetapi pada saat yang sama juga harus memahami mengapa negara lain dapat melihat situasi yang sama dengan cara yang berbeda”, tuturnya. Terakhir, Ia berharap mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman berbicara dalam forum internasional, tetapi juga mampu mengembangkan kemampuan menganalisis kompleksitas persoalan, berkomunikasi melalui perbedaan, melakukan negosiasi, serta mencari solusi ketika tidak terdapat penyelesaian yang benar-benar sempurna. “Menjadi mahasiswa hubungan internasional berarti lebih dari sekadar mengingat konsep dan teori. Ini berarti belajar bagaimana menganalisis kompleksitas, berkomunikasi melalui perbedaan, bernegosiasi, dan mencari penyelesaian dalam situasi ketika penyelesaian yang sempurna mungkin tidak ada”, demikian pungkasnya.

    Setelah rangkaian pembukaan, kegiatan memasuki agenda utama melalui roll call dan pengenalan para delegasi. Para mahasiswa tampil sebagai delegasi dari berbagai negara anggota PBB dengan mengenakan jas formal dan menjalankan peran diplomatik sesuai negara yang direpresentasikan. Para delegasi tersebut antara lain merepresentasikan negara Argentina, Belarus, Brasil, Kanada, Ceko, Kolombia, Denmark, Mesir, Estonia, Finlandia, Prancis, Jerman, Yunani, India, Indonesia, Iran, Jepang, Kenya, Latvia, Lithuania, Meksiko, Belanda, Nigeria, Korea Utara, Pakistan, Polandia, Rumania, Rusia, Arab Saudi, Afrika Selatan, Korea Selatan, Swedia, Suriah, Turkiye, Uni Emirat Arab, Inggris, Ukraina, dan Amerika Serikat. Simulasi juga menghadirkan peran Chairperson, Co-Chair, dan Secretary General untuk membangun mekanisme persidangan yang menyerupai forum internasional.

    Persidangan kemudian berlangsung melalui beberapa tahapan Committee Session, mulai dari Opening Committee Session, General Speaker List, Moderated Caucus, hingga Unmoderated Caucus dan Closing Committee Session. Dalam sesi tersebut, para delegasi menyampaikan pandangan negaranya, memberikan argumentasi, merespons delegasi lain, serta melakukan proses negosiasi untuk mencari titik temu terhadap isu yang dibahas. Proses tersebut menjadi bagian penting dari pembelajaran mahasiswa karena mempertemukan teori yang diperoleh di ruang kelas dengan praktik diplomasi dalam situasi simulatif. Mahasiswa dituntut tidak hanya memahami isu yang dibahas, tetapi juga mampu mempertahankan posisi negara, menyusun strategi negosiasi, membangun komunikasi dengan delegasi lain, dan mengambil keputusan berdasarkan kepentingan yang dibawa.

    Rangkaian kegiatan selanjutnya diisi dengan testimonial comments dari observer dan pemberian penghargaan kepada para peserta. Sejumlah kategori penghargaan yang disiapkan meliputi Best Speech, Most Outstanding Delegate, Honorable Mention, Verbal Commendation, Best Position Paper, serta Most Favourite Male and Female Delegates. Kategori penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap kemampuan dan kontribusi peserta selama mengikuti simulasi. Best Speech diberikan kepada delegasi yang dinilai mampu menyampaikan pidato secara informatif dengan penguasaan bahasa dan substansi yang baik, sedangkan Most Outstanding Delegate ditujukan bagi peserta yang menunjukkan kemampuan, persiapan, pengetahuan isu, serta kontribusi yang menonjol selama persidangan.

    Sementara itu, kategori Honorable Mention dan Verbal Commendation menjadi bentuk penghargaan atas kemampuan diplomasi, keterlibatan aktif, serta kontribusi peserta dalam debat. Adapun Best Position Paper diberikan kepada delegasi yang menghasilkan position paper dengan gagasan yang dinilai unggul, orisinal, inovatif, dan mencerminkan kemampuan diplomasi. Kategori Most Favourite Male and Female Delegates ditentukan berdasarkan suara dari para observer melalui formulir yang disediakan selama kegiatan. Menutup kegiatan, seluruh rangkaian simulasi diakhiri dengan pemberian penghargaan dan apresiasi kepada para peserta.

    Melalui kegiatan Short Diplomatic tersebut, Program Studi Ilmu Hubungan Internasional FISIP UNIKOM terus mendorong mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi yang relevan dengan dinamika hubungan internasional sekaligus mempersiapkan mereka menghadapi lingkungan akademik dan profesional yang semakin terhubung secara global. (Direktorat Hms & Pro)

  • Prodi Ilmu Hubungan Internasional Unikom Raih Akreditasi “Unggul”, Perkuat Komitmen Cetak Lulusan Berdaya Saing Global

    Prodi Ilmu Hubungan Internasional Unikom Raih Akreditasi “Unggul”, Perkuat Komitmen Cetak Lulusan Berdaya Saing Global

    BANDUNG, UNIKOM – Prestasi membanggakan kembali diraih Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM). Program Studi Sarjana (S1) Ilmu Hubungan Internasional berhasil memperoleh status Akreditasi “UNGGUL”, predikat tertinggi dalam sistem akreditasi pendidikan tinggi di Indonesia. Capaian tersebut menjadi bukti nyata komitmen UNIKOM dalam menghadirkan pendidikan tinggi berkualitas yang mampu menjawab tantangan global sekaligus memperkuat posisinya sebagai Digital Entrepreneurial University.

    Predikat Akreditasi “UNGGUL” tersebut ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Dewan Eksekutif Lembaga Akreditasi Mandiri Sosial Politik, Administrasi, dan Komunikasi (LAMSPAK) Nomor 220/AK.03.05/2026 serta Sertifikat Akreditasi Nomor 220/DL.03.05/2026. Keputusan tersebut ditetapkan di Jakarta pada 28 Juli 2026 dan ditandatangani oleh Ketua Dewan Eksekutif LAMSPAK, Prof. Dr. M.R. Khairul Muluk, M.Si., dengan perolehan nilai akreditasi 255. Dimana status akreditasi tersebut berlaku selama lima tahun, terhitung sejak 4 Februari 2026 hingga 4 Februari 2031, sebagai bentuk pengakuan atas pemenuhan standar mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi yang unggul, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas akademik.

    Pencapaian tersebut merupakan hasil dari proses evaluasi yang mengacu pada ketentuan penjaminan mutu pendidikan tinggi nasional sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2023. Penetapan akreditasi juga merujuk pada Peraturan BAN-PT Nomor 21 Tahun 2024 mengenai pengalihan Akreditasi Program Studi (APS) dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) kepada Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM), serta Peraturan LAMSPAK Nomor 2 Tahun 2025 tentang Tahapan dan Prosedur Akreditasi Program Studi.

    Diraihnya kembali predikat Akreditasi UNGGUL menjadi bukti bahwa Program Studi S1 Ilmu Hubungan Internasional UNIKOM berhasil mempertahankan capaian akreditasi tertinggi yang telah diraih sebelumnya, sekaligus menunjukkan konsistensi dalam menjaga dan meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi. Capaian tersebut juga menjadi bukti nyata pengelolaan manajemen program studi yang dilaksanakan secara profesional, terencana, dan berkelanjutan, sehingga mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan memiliki daya saing di tingkat nasional maupun internasional. Keberhasilan tersebut juga mencerminkan sinergi yang kuat antara pimpinan universitas, program studi, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, serta para pemangku kepentingan dalam membangun budaya mutu yang berkesinambungan pada aspek pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan tata kelola program studi yang mengacu pada standar nasional maupun internasional.

    Sebagai salah satu program studi yang terus berinovasi dalam pengembangan kurikulum, Prodi S1 Ilmu Hubungan Internasional UNIKOM menghadirkan pembelajaran yang adaptif terhadap dinamika global, perkembangan teknologi digital, serta kebutuhan dunia kerja. Dengan dukungan dosen yang kompeten, jejaring kerja sama nasional maupun internasional, serta lingkungan akademik yang kondusif, program studi ini berkomitmen menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik, kemampuan analitis, kepemimpinan, dan perspektif global.

    Dalam kesempatan wawancara, Ketua Program Studi Ilmu Hubungan Internasional Assoc. Prof. Dr. Dewi Triwahyuni, S.IP., M.Si., menyampaikan bahwa Akreditasi Unggul ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh sivitas akademika, mulai dari pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, hingga mitra dan pengguna lulusan. Bagi kami, pencapaian ini bukan sekadar pengakuan terhadap kelengkapan administrasi, melainkan terhadap budaya mutu yang telah dibangun secara konsisten dalam tata kelola, pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan mahasiswa dan lulusan. Kami bersyukur dan bangga, tetapi kami juga menyadari bahwa status Unggul bukanlah akhir dari perjalanan. Pencapaian ini menjadi tanggung jawab bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat kerja sama nasional dan internasional, meningkatkan produktivitas penelitian, serta memastikan bahwa lulusan kami memiliki kompetensi, integritas, dan kemampuan beradaptasi dengan berbagai tantangan global.

    Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNIKOM, Prof. Dr. Hj. Dewi Kurniasih, S.IP.,M.Si., mengungkapkan “Pencapaian Akreditasi UNGGUL ini merupakan wujud nyata komitmen FISIP UNIKOM dalam membangun budaya mutu yang berkelanjutan pada setiap aspek penyelenggaraan pendidikan tinggi. Keberhasilan ini tidak hanya menjadi pengakuan atas kualitas tata kelola Program Studi Ilmu Hubungan Internasional, tetapi juga menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus berinovasi dalam menghasilkan lulusan yang unggul, adaptif, berintegritas, serta memiliki daya saing di tingkat nasional maupun global. Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, mitra kerja sama, serta pimpinan universitas yang telah bersinergi dalam mempertahankan capaian ini. Ke depan, FISIP UNIKOM akan terus memperkuat kualitas pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta kerja sama internasional sebagai bagian dari komitmen mewujudkan UNIKOM sebagai Digital Entrepreneurial University yang berdaya saing global”, ungkap Prof. Dewi.

    Keberhasilan mempertahankan predikat Akreditasi UNGGUL ini semakin memperkuat posisi strategis Program Studi S1 Ilmu Hubungan Internasional UNIKOM sebagai salah satu pilihan terbaik bagi calon mahasiswa yang ingin mengembangkan kompetensi di bidang hubungan internasional dengan jaminan mutu pendidikan yang unggul. Untuk Informasi mengenai penerimaan mahasiswa baru Program Studi S1 Ilmu Hubungan Internasional UNIKOM dapat diakses melalui pmb.unikom.ac.id.(Direktorat Hms & Pro)

  • Grand Launching Kabinet Jayantaka 2026, Hima Ilmu Komunikasi UNIKOM Perkuat Semangat Kolaborasi Melalui Gerakan “New Face, New Movement”

    Grand Launching Kabinet Jayantaka 2026, Hima Ilmu Komunikasi UNIKOM Perkuat Semangat Kolaborasi Melalui Gerakan “New Face, New Movement”

    BANDUNG, UNIKOM – Himpunan Mahasiswa (HIMA) Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) resmi meluncurkan Kabinet Jayantaka 2026 pada Senin, 8 Juni 2026, melalui kegiatan Grand Launching & Talkshow bertajuk “Jayantaka: New Face, New Movement 2026” dengan mengusung tema “Takut Salah Berujung Diam: Dinamika Partisipasi Mahasiswa dalam Ruang Kelas”. Bertempat di Auditorium Miracle Lantai 4 Kampus I UNIKOM, kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkenalkan kepengurusan baru sekaligus membangun semangat kolaborasi, inovasi, dan partisipasi aktif mahasiswa di lingkungan akademik.

    Grand Launching Kabinet Jayantaka 2026 menjadi langkah awal dalam memperkenalkan wajah baru kepengurusan HIMA Ilmu Komunikasi UNIKOM beserta semangat transformasi yang diusung melalui slogan “New Face, New Movement”. Semangat tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya organisasi mahasiswa yang adaptif, kolaboratif, inovatif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIKOM.

    Turut hadir pada kesempatan tersebut, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNIKOM, Prof. Dr. Hj. Dewi Kurniasih, S.IP., M.Si., Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UNIKOM, Assoc. Prof. Dr. Manap Solihat, M.Si., Sekretaris Program Studi Ilmu Komunikasi, Dr. Olih Solihin, S.Sos., M.I.Kom., Dosen Pembina Kemahasiswaan Yasundari, S.I.Kom., M.I.Kom., Ketua HIMA Ilmu Komunikasi Muhammad Fadhil Hafidz Abdillah, serta dosen dan mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi UNIKOM.

    Rangkaian acara diawali dengan laporan Ketua Pelaksana Dimas Aryo Danendra, dilanjutkan sambutan Ketua HIMA Ilmu Komunikasi Muhammad Fadhil Hafidz Abdillah, Dosen Pembina Kemahasiswaan Yasundari, S.I.Kom., M.I.Kom., serta Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Assoc. Prof. Dr. Manap Solihat, M.Si., dan dibuka secara resmi oleh Dekan FISIP UNIKOM, Prof. Dr. Hj. Dewi Kurniasih, S.IP., M.Si.

    Dalam sambutan pembukanya, Dekan FISIP UNIKOM Prof. Dr. Hj. Dewi Kurniasih, S.IP., M.Si., menyampaikan bahwa mahasiswa harus memiliki keberanian untuk berpikir kritis, menyampaikan gagasan, serta berpartisipasi aktif dalam ruang diskusi dengan tetap menjunjung tinggi etika akademik. “Diam tidak akan menghasilkan perubahan. Justru perubahan dapat dimulai dari keberanian mahasiswa untuk berdiskusi, menyampaikan pendapat, dan menghadirkan solusi yang konstruktif” tuturnya. Lebih lanjut, Prof. Dewi menekankan bahwa mahasiswa merupakan bagian penting dari proses pembangunan bangsa sekaligus agen perubahan yang memiliki peran strategis dalam kehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu, Himpunan Mahasiswa diharapkan mampu menjadi wadah yang mendorong lahirnya generasi yang kritis, inovatif, dan bertanggung jawab melalui berbagai program yang berdampak positif.

    Di akhir sambutannya, Prof. Dewi juga mengapresiasi inisiatif Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi dalam menghadirkan kegiatan yang tidak hanya memperkenalkan kepengurusan baru, tetapi juga membuka ruang diskusi yang edukatif. Prof. Dewi juga berharap HIMA Ilmu Komunikasi UNIKOM dapat terus mempertahankan semangat tersebut dan menjadi teladan bagi organisasi kemahasiswaan lainnya di lingkungan UNIKOM.

    Pada kesempatan tersebut, seluruh jajaran struktural Kabinet Jayantaka 2026 diperkenalkan secara resmi, mulai dari jajaran Middle Management, Top Management, hingga Badan Pengurus Harian. Momentum tersebut menjadi simbol dimulainya kepengurusan baru yang akan mengemban amanah dalam menjalankan roda organisasi selama satu periode ke depan. Selain memperkenalkan struktur kepengurusan, Ketua HIMA bersama Wakil Ketua HIMA juga memaparkan visi, misi, serta arah gerak Kabinet Jayantaka 2026 sebagai pedoman pelaksanaan program kerja yang berorientasi pada pengembangan organisasi dan pemberdayaan mahasiswa.

    Memasuki sesi berikutnya, kegiatan dilanjutkan dengan talkshow bertema “Takut Salah Berujung Diam: Dinamika Partisipasi Mahasiswa dalam Ruang Kelas”. Diskusi tersebut menghadirkan narasumber Dr. Adiyana Slamet, S.IP., M.Si., dan Naufal Muhammad Abdul Rahim, dengan dipandu oleh moderator, Muhammad Yauma Akbar. Sesi talkshow menjadi ruang diskusi yang terbuka dan inspiratif untuk membahas tantangan keberanian mahasiswa dalam menyampaikan gagasan, berpartisipasi aktif di ruang kelas, serta membangun budaya akademik yang komunikatif dan inklusif.

    Pada forum diskusi, peserta diajak memahami pentingnya membangun kepercayaan diri, berpikir kritis, dan menciptakan komunikasi dua arah yang sehat antara mahasiswa dan dosen. Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong terciptanya lingkungan pembelajaran yang lebih aktif, transparan, kolaboratif, dan solutif sehingga partisipasi mahasiswa dalam proses akademik dapat terus meningkat. Melalui penyelenggaraan Grand Launching & Talkshow Jayantaka: New Face, New Movement 2026, HIMA Ilmu Komunikasi UNIKOM menegaskan komitmennya untuk menjadi organisasi kemahasiswaan yang tidak hanya aktif dalam menjalankan program kerja, tetapi juga mampu menghadirkan ruang kolaborasi, pengembangan kapasitas, serta penguatan budaya akademik yang partisipatif. Dengan semangat baru yang diusung, Kabinet Jayantaka 2026 diharapkan mampu menjadi motor penggerak perubahan yang memberikan dampak positif bagi mahasiswa, Program Studi Ilmu Komunikasi, serta Universitas Komputer Indonesia secara keseluruhan. (Direktorat Hms & Pro)

  • UNIKOM Gelar The 9th International Conference On Business, Economics, Social Sciences & Humanities (Icobest) 2026: Hadirkan Pakar Dunia untuk Bahas Tantangan Global, Bisnis, Ekonomi dan Pembangunan Berkelanjutan

    UNIKOM Gelar The 9th International Conference On Business, Economics, Social Sciences & Humanities (Icobest) 2026: Hadirkan Pakar Dunia untuk Bahas Tantangan Global, Bisnis, Ekonomi dan Pembangunan Berkelanjutan

    BANDUNG, UNIKOM – Kamis, 4 Juni 2026. Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat jejaring akademik global melalui penyelenggaraan The 9th International Conference on Business, Economics, Social Sciences & Humanities (ICOBEST) 2026, bertempat di Auditorium Lantai 17 Smart Building UNIKOM. Kegiatan tersebut menjadi wadah pertukaran gagasan, hasil penelitian, serta penguatan kolaborasi internasional di bidang bisnis, ekonomi, ilmu sosial, dan humaniora. ICOBEST 2026 turut diikuti oleh akademisi, peneliti, praktisi, dan mahasiswa dari berbagai negara dan mitra kerjasama UNIKOM yang hadir secara luring maupun daring dari berbagai negara dan institusi.

    Direktur International Program UNIKOM sekaligus Ketua Pelaksana ICOBEST 2026, Dr. Senny Luckyardi, S.P., M.M., dalam sambutannya menyampaikan bahwa ICOBEST merupakan salah satu konferensi internasional tahunan yang diselenggarakan UNIKOM sebagai bagian dari agenda konferensi internasional yang dilaksanakan secara berkala setiap tahun. Menurutnya, persiapan penyelenggaraan ICOBEST 2026 telah dilakukan sejak satu tahun sebelumnya, mulai dari proses penentuan publisher, pengundangan keynote speaker, hingga berbagai persiapan teknis lainnya. Dr. Senny  juga menjelaskan bahwa konferensi ini bertujuan untuk meningkatkan publikasi ilmiah, mendorong semangat riset, serta memperluas kolaborasi internasional. “Pada tahun ini, ICOBEST menghadirkan para keynote speaker dari berbagai negara, di antaranya dari Afrika Selatan, Kroasia, Rumania, serta Indonesia. Salah satu narasumber berasal dari University of Johannesburg, yang dikenal sebagai salah satu perguruan tinggi bereputasi dunia”, ungkapnya.

    Lebih lanjut, Dr. Senny menegaskan bahwa kegiatan ini memberikan dampak positif bagi institusi pendidikan tinggi, khususnya UNIKOM, karena menjadi wadah pertemuan akademisi, mitra industri, organisasi non-pemerintah (NGO), dan pemerintah untuk berbagi pengetahuan serta hasil penelitian yang dapat diimplementasikan dalam dunia industri. Ia juga menjelaskan tema “Sustainability” diangkat karena merupakan isu global yang sangat relevan dengan berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini, sehingga diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata melalui hasil-hasil penelitian yang dipresentasikan dalam konferensi tersebut.

    Selanjutnya, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UNIKOM, Prof. Dr. Hj. Dewi Kurniasih, S.IP., M.Si., dalam sambutan pembukaannya menyampaikan rasa syukur dan kehormatan atas terselenggaranya ICOBEST 2026. Prof. Dewi menekankan bahwa konferensi ini menjadi forum akademik yang penting untuk membahas berbagai tantangan global melalui penguatan inovasi, peningkatan kesejahteraan, dan pembangunan yang inklusif. Menurutnya, kolaborasi lintas negara dan disiplin ilmu menjadi kunci dalam menghadapi berbagai persoalan dunia, seperti transformasi digital, isu lingkungan, kesejahteraan sosial, serta tantangan pembangunan global yang semakin kompleks. Pada kesempatan tersebut, Prof. Dewi juga menyampaikan apresiasi kepada para keynote speaker dan peserta dari berbagai negara yang telah berpartisipasi dalam konferensi ini. Di akhir sambutannya, Prof. Dewi secara resmi membuka The 9th International Conference on Business, Economics, Social Sciences, and Humanities (ICOBEST) 2026.

    Sementara itu, dalam kesempatan wawancara, Rektor UNIKOM, Prof. 3 Prof. HC. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T., menyampaikan bahwa tahun 2026 menandai penyelenggaraan ICOBEST yang ke-9. Prof. Eddy menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas terselenggaranya konferensi yang berhasil mempertemukan akademisi, peneliti, dan perwakilan perguruan tinggi dari berbagai negara. Menurutnya, kehadiran para keynote speaker internasional menjadi nilai tambah yang sangat penting dalam mendorong pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Prof. Eddy berharap ICOBEST dapat terus berlanjut sebagai wadah strategis bagi dosen dan mahasiswa untuk melakukan penelitian ilmiah, mempublikasikan karya akademik, serta memperluas jejaring kolaborasi global. “Melalui konferensi ini, hasil-hasil riset yang dipresentasikan diharapkan mampu memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kualitas akademik, pengembangan keilmuan, serta kemajuan masyarakat secara luas”, pungkas Prof. Eddy.

    Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi pleno konferensi dipandu oleh Moderator Ms. Abigail Van Stryker, M.A., dari Australia dan menghadirkan sejumlah pembicara utama dari berbagai perguruan tinggi ternama dunia. Pembicara yang hadir secara langsung antara lain Assoc. Prof. Florian Andrei Vlad dari Ovidius University of Constanta, Romania; Prof. dr. sc. Nebojša Stojčić dari University of Dubrovnik, Croatia; serta Andrias Darmayadi, Ph.D. dari UNIKOM. Ketiganya menyampaikan berbagai kajian dan perspektif mengenai perkembangan ilmu pengetahuan, ekonomi, sosial, serta dinamika global yang mempengaruhi masyarakat internasional saat ini. Selain itu, sesi pleno juga menghadirkan pembicara internasional secara daring, yaitu Assoc. Prof. Oana-Celia Gheorghiu, Ph.D. dari University of Galați, Romania dan Prof. Daniel Meyer dari University of Johannesburg, South Africa. Kehadiran para akademisi tersebut semakin memperkaya diskusi ilmiah serta memperluas wawasan peserta terhadap berbagai isu dan perkembangan global di bidang bisnis, ekonomi, sosial, dan humaniora.

    Setelah sesi pemaparan materi dan diskusi bersama para keynote speaker, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk berdialog secara langsung dengan para narasumber. Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan dan tanggapan yang disampaikan selama berlangsungnya sesi diskusi ilmiah tersebut. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan parallel sessions, yang menjadi ruang bagi para peneliti untuk mempresentasikan hasil penelitian mereka sesuai bidang keilmuan masing-masing.

    Melalui kegiatan ICOBEST 2026, UNIKOM kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang aktif mendorong internasionalisasi pendidikan tinggi dan pengembangan budaya akademik berbasis riset. Konferensi ini diharapkan mampu menghasilkan gagasan, rekomendasi, dan jejaring kolaborasi yang memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan serta pembangunan masyarakat di tingkat nasional maupun global. (Direktorat Hms & Pro)

  • Perluas Cakrawala Global, Prodi Ilmu Hubungan Internasional FISIP UNIKOM Gelar Panel Lecture “Beyond Diplomacy”

    Perluas Cakrawala Global, Prodi Ilmu Hubungan Internasional FISIP UNIKOM Gelar Panel Lecture “Beyond Diplomacy”

    BANDUNG, UNIKOM – Senin, 12 Januari 2026, Program Studi Ilmu Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM),  menyelenggarakan Panel Lecture internasional bertajuk Beyond Diplomacy: Language, Culture, and Social Impact in International Relations”, yang diikuti oleh mahasiswa prodi HI FISIP UNIKOM. Bertempat di Auditorium Miracle Lantai 4 kegiatan tersebut menghadirkan para pakar lintas negara guna mengulas dinamika dan transformasi praktik diplomasi modern.

    Ketua Program Studi HI UNIKOM, Dr. Dewi Triwahyuni, S.IP.,M.Si., dalam sambutannya menekankan relevansi tema kegiatan dengan perkembangan global kontemporer. Ia menjelaskan bahwa diplomasi masa kini tidak lagi terbatas pada jalur formal antarnegara, melainkan semakin dipengaruhi oleh relasi antar manusia, pemahaman lintas budaya, serta dampak sosial. “Mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional perlu memahami bahwa diplomasi modern melampaui negosiasi formal. Interaksi global saat ini menempatkan bahasa, budaya, dan tanggung jawab sosial sebagai elemen kunci dalam membangun kepercayaan dan kerja sama internasional yang berkelanjutan”, jelasnya.

    Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya strategis program studi dalam memperkuat kualitas akademik serta mendukung visi UNIKOM sebagai perguruan tinggi yang berorientasi global melalui dialog dan kolaborasi internasional.

    Selanjutnya, Dekan FISIP UNIKOM, Assoc. Prof. Dr. Hj. Dewi Kurniasih, S.IP., M.Si., dalam sambutan pembukanya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya forum akademik berskala internasional tersebut. Ia menegaskan pentingnya penguasaan wawasan global dan multidisiplin bagi mahasiswa sebagai bekal menghadapi tantangan hubungan internasional di masa depan. “Saya merasa bangga dan bahagia dapat menyambut seluruh peserta dalam Panel Lecture ini. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan memperoleh pengetahuan yang komprehensif serta perspektif global langsung dari para narasumber ahli”, pungkasnya.

    Rangkaian kegiatan Panel Lecture tersebut terbagi ke dalam tiga sesi utama yang menghadirkan narasumber internasional berkompeten, yakni Sesi pertama bersama Abigail Van Stryke (Australia Aid Volunteer dari AH&B College, Sydney), yang dipandu oleh moderator dosen HI UNIKOM, Andrias Darmayadi, S.IP, M.Si, Ph.D. Kemudian, sesi kedua menghadirkan Prof. Debbie Plath (Australia Aid Volunteer dari Ikon Institute of Australia), dipandu oleh moderator Sylvia Octa Putri, S.IP., M.I.Pol. Sementaa sesi ketiga bersama Erika Matano (Junior Expert dari Japan International Cooperation Agency/JICA) dipandu oleh moderator Dr. Henike Primawanti, S.IP., M.I.Pol.

    Melalui kegiatan Panel Lecture yang digelar prodi HI tersebut, UNIKOM kembali menegaskan komitmennya dalam pengembangan ilmu pengetahuan serta penguatan jejaring akademik internasional menuju World Class University. (Direktorat Hms & Pro)

  • Prodi Ilmu Komunikasi Fisip UNIKOM, Hadirkan Pakar Internasional dalam Guest Lecture bertema “Communication about Mental Health”

    Prodi Ilmu Komunikasi Fisip UNIKOM, Hadirkan Pakar Internasional dalam Guest Lecture bertema “Communication about Mental Health”

    BANDUNG, UNIKOM — Senin, 8 Desember 2025, Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) menyelenggarakan kegiatan Guest Lecture bertema “Communication About Mental Health”, di Auditorium Miracle Lantai 4 Kampus I UNIKOM dengan menghadirkan narasumber akademisi internasional, sekaligus pakar sosial dan kesehatan mental asal Australia, Prof. Debbie Plath.

    Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi Prodi Ilmu Komunikasi dengan Directorate of International Program UNIKOM, didukung oleh Australian Volunteers dan Australian Aid. Kolaborasi tersebut membuka ruang pembelajaran global bagi mahasiswa, sekaligus memperkuat jaringan akademik internasional UNIKOM dalam isu kesehatan mental dan komunikasi profesional.

    Dalam kuliah umum tersebut, Prof. Debbie Plath yang dikenal sebagai Professor of Social Work dan Head of School (Human Services) di Ikon Institute of Australia sekaligus pengajar di New Castle University, memaparkan berbagai isu krusial mengenai kesehatan mental yang relevan dengan dunia komunikasi. Ia menjelaskan pemahaman terkini tentang kesehatan mental dan gangguannya, prevalensi global, serta bagaimana komunikasi efektif dapat berperan penting dalam mendukung pemulihan individu yang menghadapi tekanan psikologis.

    Prof. Plath juga menyoroti bagaimana perkembangan teknologi digital membawa dampak ganda bagi kesehatan mental. Selain dapat memicu stres dan gangguan tidur bila digunakan secara berlebihan, teknologi digital juga menghadirkan peluang dalam penyediaan layanan kesehatan mental berbasis telehealth dan berbagai aplikasi pendukung kesejahteraan psikologis. Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya keseimbangan antara dunia digital dan aktivitas fisik di ruang terbuka yang terbukti memberikan efek positif terhadap suasana hati dan kesehatan emosional.

    Berlangsungnya kuliah umum semakin menarik ketika Prof. Plath memaparkan studi kasus Lifeline Australia, sebuah layanan nasional yang berfokus pada pencegahan bunuh diri melalui komunikasi suportif dan intervensi yang tepat. Melalui pemaparan tersebut, mahasiswa diajak memahami bagaimana praktik komunikasi dapat menyelamatkan nyawa, serta apa saja prinsip komunikasi non-diskriminatif dan empatik yang harus diterapkan di berbagai konteks profesional.

    Rangkaian acara dilanjutkan dengan diskusi interaktif dimana para mahasiswa berkesempatan untuk memberikan pertanyaan khususnya mengenai peran komunikasi di era digital dan strategi penyampaian pesan sensitif terkait kesehatan mental, dipandu oleh dosen Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP UNIKOM, Tine Agustin Wulandari, M.I.Kom, selaku moderator.

    Melalui kegiatan Guest Lecture yang digelar Program Studi Ilmu Komunikasi, UNIKOM kembali menegaskan komitmennya dalam membangun lingkungan akademik yang responsif terhadap isu-isu global, sekaligus membekali mahasiswa Ilmu Komunikasi dengan wawasan berbasis riset dan praktik nyata. Kegiatan tersebut diharapkan mampu mendorong tumbuhnya literasi kesehatan mental di kalangan mahasiswa serta menciptakan insan komunikasi yang bijaksana, empatik, dan profesional. (Direktorat Hms & Pro)

  • Seminar Corelab: “Masa Depan Industri Media Berkelanjutan” Kolaborasi Prodi Ilmu Komunikasi Fisip Unikom dengan Promedia Teknologi Indonesia (PTI)

    Seminar Corelab: “Masa Depan Industri Media Berkelanjutan” Kolaborasi Prodi Ilmu Komunikasi Fisip Unikom dengan Promedia Teknologi Indonesia (PTI)

    BANDUNG, UNIKOM  — Dalam menghadapi era digital yang terus berkembang, industri kreatif di bidang media digital menjadi salah satu sektor dengan pertumbuhan paling pesat dan berpengaruh. Dengan memahami seluruh aspek tersebut, mahasiswa dan generasi muda dapat mengelola media sosial secara profesional tidak sekadar menghasilkan konten menarik, tetapi juga yang bernilai edukatif, berpengaruh positif, dan berkelanjutan. Untuk itu, Program Studi Ilmu Komunikasi berkolaborasi dengan Promedia Teknologi Indonesia (PTI) menyelenggarakan Seminar Content Creator Laboratorium  (CORELAB) bertajuk “Pelajari dan Ketahui Bersama Bagaimana Masa Depan Industri Media yang Berkelanjutan”, pada Senin, 3 November 2025.

    Kegiatan yang digelar di Auditorium Miracle Lantai 4 Kampus I UNIKOM tersebut, menjadi ruang inspiratif bagi mahasiswa untuk memahami dinamika industri media modern serta mengasah kemampuan dalam mengelola media digital dan menjadi content creator profesional, khususnya bagi para mahasiswa semester lima Program Studi Ilmu Komunikasi UNIKOM.

    Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNIKOM, Assoc. Prof. Dr. Dewi, dalam sambutan pembukanya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan core subject bagi Program Studi Ilmu Komunikasi UNIKOM karena sangat relevan dengan bidang keilmuan komunikasi dan dapat dikembangkan melalui kerja sama lanjutan dalam berbagai bentuk kegiatan lainnya. Lebih lanjut, beliau menyampaikan terima kasih kepada Promedia Teknologi Indonesia (PTI) atas kolaborasi yang terjalin, serta berharap ke depan semakin banyak alumni UNIKOM yang dapat berkontribusi dan terserap di industri tersebut. Turut hadir dalam kegiatan seminar tersebut, antara lain, Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi, Dr. Manap Solihat, M.Si., Ketua Program Studi Magister Ilmu Komunikasi, Dr. Desayu Eka Surya, S.Sos., M.Si., CICS., Direktur Humas dan Protokoler UNIKOM, Dr. Ir. Yuni Mogot, M.Si., CPR., serta jajaran dosen di lingkungan Prodi Ilmu Komunikasi FISIP UNIKOM.

    Ketua Pelaksana, Andika Noer Fiqri Romadoni, menyampaikan apresiasi atas dukungan dari berbagai pihak yang turut menyukseskan kegiatan tersebut.  “Melalui seminar ini, Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP UNIKOM melalui Departemen Kerja Sama dan Industri berkolaborasi dengan Promedia Teknologi Indonesia dalam penyelenggaraan program CORELAB. Kami berharap kegiatan ini dapat membantu mahasiswa tidak hanya memahami teori komunikasi, tetapi juga siap terjun ke dunia industri kreatif dengan bekal keterampilan digital yang relevan”, demikian tuturnya.

    CEO Promedia Teknologi Indonesia (PTI), Agus Sulistriyono, dalam sambutannya menjelaskan bahwa CORELAB merupakan ruang penting bagi mahasiswa untuk memahami dinamika media digital dari perspektif industri profesional. Ia juga menekankan perbedaan mendasar antara seorang jurnalis dan content creator, saat ini.

    Tiga narasumber kompeten dihadirkan dalam seminar tersebut, yakni: 1). Agus Sulistriyono, CEO Promedia Teknologi Indonesia (PTI), dengan materi “Lanskap Media dan Tren Content Creator.” Dalam paparannya ia menjelaskan pentingnya memahami perubahan pola konsumsi media dan strategi membangun personal branding yang autentik di ruang digital. 2). Agil Hari, Media Network Promedia Teknologi Indonesia, membawakan topik “Penulisan Artikel Ramah SEO.” Ia menekankan perlunya menulis konten yang informatif sekaligus ramah mesin pencari agar pesan tersampaikan lebih luas. 3). Dr. Olih Solihin, M.I.Kom., Dosen Ilmu Komunikasi UNIKOM, dengan materi “Membangun Jagat Media Baru yang Etis, Inovatif, dan Berkelanjutan.” Ia menyoroti pentingnya tanggung jawab etis dalam praktik komunikasi digital.

    Melalui kolaborasi tersebut, UNIKOM dan PTI menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat peran perguruan tinggi dalam membangun sumber daya manusia yang adaptif, kreatif, dan beretika di tengah perkembangan pesat industri media digital. (Direktorat Hms & Pro)

     

  • UNIKOM Terima Kunjungan Mahasiswa dan Mahasiswa Asing Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPVNJ), Bangun Sinergi Pendidikan dan Budaya Global

    UNIKOM Terima Kunjungan Mahasiswa dan Mahasiswa Asing Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPVNJ), Bangun Sinergi Pendidikan dan Budaya Global

    BANDUNG, UNIKOM – Sabtu, 11 Oktober 2025, Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) menerima kunjungan dari Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta. Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Direktur International Affairs & Cooperation UNIKOM, Assoc. Prof. Dr. Inta Budi Setya Nusa, S.E., M.Ak., bersama tim. Rombongan UPNVJ yang hadir yaitu Kepala Kantor Urusan Internasional (KUI) UPNVJ, didampingi oleh dua staf KUI, dua dosen pendamping, serta 17 mahasiswa, yang meliputi tujuh mahasiswa UPNVJ dan sepuluh mahasiswa asing yang saat ini menempuh studi di UPNVJ. Kunjungan tersebut juga bertujuan menjadi wadah dialog akademik serta pertukaran budaya antara mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UPNVJ dengan mahasiswa UNIKOM.

    Dalam kunjungan tersebut, para mahasiswa UPNVJ juga berkesempatan untuk melihat secara langsung fasilitas unggulan UNIKOM, termasuk studio UTV UNIKOM yang menjadi pusat pengembangan konten kreatif dan media digital, serta Divisi Animasi UNIKOM yang dikenal dengan karya-karya inovatif dan kolaboratif di bidang industri kreatif.

    Assoc. Prof. Dr. Inta Budi, menyampaikan bahwa kegiatan kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari kerja sama antara UNIKOM dan UPNVJ, yang sebelumnya juga telah dilaksanakan. “Kegiatan ini merupakan kunjungan kedua sebagai bentuk keberlanjutan kolaborasi antara kedua perguruan tinggi. Pada kesempatan kali ini, kami mengagendakan sesi diskusi antara Program Studi Hubungan Internasional UNIKOM dengan mahasiswa asing serta mahasiswa reguler UPNVJ. Kegiatan ini menjadi bagian dari mobility activity yang bertujuan menambah wawasan dan memperluas pengalaman mahasiswa, khususnya dalam bertukar pikiran dan membangun jejaring akademik lintas budaya,” ujarnya.

    Agenda inti kunjungan dilanjutkan dengan talkshow interaktif yang menghadirkan perwakilan mahasiswa dari Program Studi Governance Science, Communication Science, dan International Relationship UPNVJ serta mahasiswa FISIP UNIKOM.

    Dalam sesi tersebut, peserta berdiskusi mengenai peran mahasiswa dalam kolaborasi riset, diplomasi budaya, serta kontribusi global di era digital. Selain sesi dialog, kunjungan tersebut juga menjadi ajang jejaring akademik antara mahasiswa UNIKOM dan mahasiswa asing UPNVJ yang berasal dari berbagai negara. Para peserta saling bertukar pandangan mengenai sistem pendidikan, pengalaman studi di Indonesia, serta peluang riset kolaboratif di masa depan. Suasana berlangsung hangat dan interaktif, mencerminkan semangat “Global Friendship Through Education” yang menjadi semangat dari kedua universitas.

    Pada kesempatan tersebut, Masitado, mahasiswa reguler asal Indonesia, serta Majidali dari Pakistan, yang merupakan mahasiswa asing UPNVJ, turut menyampaikan kesan dan pesan mereka setelah berkeliling kampus UNIKOM. Keduanya mengungkapkan bahwa kunjungan tersebut merupakan pengalaman pertama mereka ke UNIKOM, dan memberikan kesan yang mendalam. Mereka merasa kagum dengan fasilitas dan prasarana UNIKOM yang sangat lengkap dan modern, serta merasakan atmosfer akademik yang berbeda dan inspiratif terkhusus di bidang media digital. Bagi keduanya, kunjungan tersebut menjadi pengalaman berharga yang menambah wawasan dan motivasi dalam menempuh studi di Indonesia.

    Melalui kunjungan UPVNJ ke UNIKOM, kedua universitas berharap dapat mempererat hubungan antar perguruan tinggi, serta berkontribusi dalam menciptakan ekosistem pendidikan tinggi yang terbuka, inklusif, dan berdaya saing global. (Direktorat Hms & Pro)

  • Mahasiswa Unikom Ikuti KKN Kebangsaan XIII 2025 di Universitas Hasanuddin Makassar, Tunjukan Aksi Nyata untuk Negeri

    Mahasiswa Unikom Ikuti KKN Kebangsaan XIII 2025 di Universitas Hasanuddin Makassar, Tunjukan Aksi Nyata untuk Negeri

    BANDUNG, UNIKOM — Dua mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM), Muhammad Edwin dan Muhammad Raihan Hannafi, terpilih mewakili kampus dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kebangsaan XIII Tahun 2025 yang diselenggarakan pada tanggal 1–30 Juli 2025 di Kabupaten Maros dan Pangkep, Sulawesi Selatan. Program bergengsi ini diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek), dengan Universitas Hasanuddin (UNHAS) sebagai tuan rumah penyelenggara tahun ini.

    KKN Kebangsaan merupakan salah satu program unggulan dari Simbelmawa Ditjen Dikti yang bertujuan membentuk mahasiswa unggul, berkarakter, menguasai IPTEK, dan siap berkontribusi dalam pembangunan menuju Indonesia Emas 2045. Mengangkat tema “Wisata Budaya Warisan Dunia sebagai Aksi Kebangsaan: Kampus Berdampak dan Mengabdi untuk Negeri,” kegiatan ini tidak hanya fokus pada pengabdian, tetapi juga mempererat jejaring antar mahasiswa lintas perguruan tinggi dan daerah.

    Menurut Assoc. Prof. Nia Karniawati, S.IP., M.Si, selaku Kaprodi Ilmu Pemerintahan UNIKOM, menyampaikan bahwa keikutsertaan mahasiswa dalam program ini sangat penting untuk memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat. “Setelah lulus, mahasiswa akan kembali ke masyarakat. Maka, pengabdian ini menjadi bentuk nyata dari pengamalan ilmu dan karakter mereka. Ke depan, kami berharap program ini bisa sepenuhnya didanai pemerintah agar mahasiswa dapat lebih fokus menjalankan program kerja,” ungkapnya.

    Sementara itu, Dr. Tatik Fidowaty, S.IP., M.Si. selaku dosen pendamping UNIKOM dalam KKN Kebangsaan ini menyebutkan bahwa rangkaian kegiatan dimulai dari pembukaan pada 2 Juli 2025 di Hutan Pendidikan UNHAS, dilanjutkan dengan pelaksanaan program kerja di masyarakat, dan akan ditutup secara resmi pada akhir Juli.

    Kegiatan KKN ini melibatkan mahasiswa dari 99 universitas di Indonesia, baik negeri maupun swasta. Para peserta tidak hanya tinggal dan berinteraksi langsung dengan masyarakat setempat, tetapi juga menjalankan berbagai kegiatan pengabdian seperti, Pelestarian dan edukasi budaya lokal, Pengembangan dan promosi desa wisata, Pemberdayaan ekonomi lokal dan UMKM, serta Konservasi lingkungan.

    Adapun tujuan utama dari KKN Kebangsaan ini meliputi, Menumbuhkan wawasan kebangsaan dan semangat bela negara, Membangun jejaring mahasiswa untuk memperkuat persatuan bangsa, Mendorong pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan, Mengembangkan karakter, kepemimpinan, dan keterampilan sosial mahasiswa. Kegiatan ini juga dihadiri oleh tokoh-tokoh nasional, di antaranya Fadli Zon, serta motivator dan akademisi ternama Dr. H. Das’ad Latif, yang turut menjadi narasumber dalam sesi pembekalan mahasiswa.

    Melalui pelaksanaan KKN Kebangsaan XIII ini, mahasiswa UNIKOM telah menunjukkan komitmennya dalam menjadikan ilmu sebagai jalan pengabdian dan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa. Program ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. (Direktorat Hms & Pro)

  • Mahasiswa Prodi Ilmu Pemerintahan Unikom Raih Peserta Terbaik Di Indonesia Youth Summit 2025

    Mahasiswa Prodi Ilmu Pemerintahan Unikom Raih Peserta Terbaik Di Indonesia Youth Summit 2025

    BANDUNG, UNIKOM — Prestasi membanggakan dari mahasiswa UNIKOM yaitu Fahmi Saepul Bahri S, mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNIKOM. Ia terpilih sebagai Peserta Terbaik dalam ajang bergengsi Indonesia Youth Summit (IYS) 2025 yang diselenggarakan pada 13–14 Juni 2025 di Makassar.

    Fahmi mengungkapkan bahwa proses seleksi untuk mewakili UNIKOM dalam ajang tersebut dilakukan melalui pengiriman video esai berdurasi satu menit yang menampilkan kegiatan sosialnya di masyarakat dan diunggah melalui Instagram. Keterlibatan aktifnya dalam berbagai kegiatan sosial menjadi modal kuat dalam proses seleksi ini.

    Indonesia Youth Summit 2025 menjadi wadah penting bagi pemuda dari berbagai kabupaten/kota di Indonesia untuk menyuarakan isu strategis daerah, menyusun rekomendasi kebijakan, serta merumuskan dokumen Communique Suara Pemuda Indonesia yang akan disampaikan kepada kepala daerah dan pejabat nasional.

    Fahmi sendiri membawa isu ketimpangan akses pendidikan di Kabupaten Bandung Barat. Berdasarkan data BPS, rata-rata lama sekolah di wilayah tersebut hanya 8 tahun, jauh dari target nasional 12 tahun. Ia menilai, belum ada langkah konkret dari pemerintah untuk mengatasi persoalan ini, sehingga isu tersebut perlu mendapat perhatian lebih luas. Selain pendidikan, peserta lain juga mengangkat isu seperti kepemimpinan digital, pemberdayaan pemuda, advokasi kebijakan berbasis data, ekonomi kreatif, hingga keberlanjutan lingkungan. Semua gagasan dibahas melalui berbagai tahapan sidang, mulai dari Sidang Pemuda I, Sidang Komisi, hingga Forum Perumusan Akhir.

    Dalam forum ini, ia aktif berpartisipasi dalam setiap sesi diskusi, menyampaikan pendapat berbasis data lokal, serta menyumbangkan solusi konkret. Inilah yang menjadi salah satu alasan ia dinobatkan sebagai Peserta Terbaik dalam kegiatan tersebut. Momen paling berkesan baginya adalah ketika bertemu dan berdiskusi dengan pemuda dari berbagai daerah untuk merumuskan solusi atas berbagai persoalan lokal. Ia menekankan pentingnya forum seperti IYS sebagai media kolaboratif antara pemuda dan pemerintah.

    Terkait tanggapan pejabat, Fahmi menyampaikan bahwa Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya, sangat mengapresiasi aspirasi yang disampaikan para pemuda. Ia bahkan berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan secara rutin agar suara pemuda lebih terintegrasi dalam pembuatan kebijakan nasional. “Acara ini sangat berpengaruh bagi pengembangan diri saya, terutama dalam memahami proses kebijakan berbasis partisipasi, mengasah keterampilan diplomasi, public speaking, serta memperluas jejaring nasional,” ujar Fahmi.

    Fahmi pun berharap, pemerintah benar-benar menindaklanjuti rekomendasi hasil forum ini secara konkret, bukan hanya simbolis. Ia juga mendorong agar para pemuda terus aktif menyuarakan aspirasi dan terlibat langsung dalam proses perubahan di masyarakat. (Direktorat Hms & Pro)