BANDUNG, UNIKOM — Kesadaran terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala menjadi langkah krusial dalam menjaga kualitas hidup. Analisis kondisi tubuh tidak hanya membantu mengetahui status kesehatan saat ini, tetapi juga berperan sebagai deteksi dini terhadap berbagai potensi penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes melitus, hingga kolesterol tinggi. Dengan demikian, Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) melalui UNIKOM Medical Center kembali menggelar kegiatan pemeriksaan kesehatan Body Composition Analysis (BCA) pada Kamis, 23 April 2026. Bertempat di klinik kesehatan UNIKOM, kegiatan tersebut menjadi bagian dari program wellness yang ditujukan bagi seluruh sivitas akademika, mulai dari dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa.
Dalam kesempatan wawancara, dr. Mutia Utami, sebagai dokter yang bertugas di Klinik Medical UNIKOM, menjelaskan bahwa pemeriksaan Body Composition Analysis (BCA) merupakan metode standar untuk mengetahui komposisi tubuh secara menyeluruh. Pemeriksaan ini mencakup berbagai indikator penting seperti massa lemak, massa otot, kadar air tubuh, massa tulang/mineral, hingga BMI dan BMR. “Pemeriksaan ini terbuka untuk semua kalangan, tidak terbatas hanya dosen saja tetapi juga mahasiswa. Tujuannya adalah untuk mendeteksi secara dini kecenderungan faktor risiko penyakit berbahaya seperti hipertensi, diabetes melitus, dan kolesterol tinggi”, jelasnya.
Lebih lanjut, dr. Mutia menambahkan dari hasil analisis tersebut, peserta dapat memahami kondisi tubuhnya secara lebih detail, termasuk mengetahui apakah berat badan sudah ideal atau masih tergolong obesitas, serta bagaimana distribusi lemak dalam tubuh.
Dari sisi partisipasi, kegiatan tersebut mendapat respons yang sangat positif dari sivitas akademika UNIKOM. Tingginya antusiasme peserta menunjukkan meningkatnya kesadaran akan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala. “Antusiasnya sangat tinggi, karena pemeriksaan seperti ini jarang tersedia secara gratis. Kalau pun ada, biasanya berbayar atau hanya tersedia di tempat tertentu seperti gym yang tidak semua orang bisa akses”, ungkap dr. Mutia.
Di akhir wawancara, dr. Mutia memberikan pesan kepada seluruh sivitas akademika UNIKOM untuk lebih peduli terhadap kesehatan diri. Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara aktivitas dan pola hidup sehat. “Semua pasti sudah tahu teori hidup sehat, tinggal bagaimana mengimplementasikannya. Tetap jaga work-life balance, konsumsi makanan sehat, rutin berolahraga, dan lakukan pemeriksaan secara berkala. Manfaatkan fasilitas kesehatan yang sudah tersedia di kampus agar terhindar dari penyakit berbahaya”, pesannya.
Melalui tes kesehatan BCA tersebut, UNIKOM menunjukkan komitmennya dalam mendukung kesehatan dan kesejahteraan sivitas akademika melalui penyediaan layanan kesehatan yang mudah diakses dan berkualitas. (Direktorat Hms & Pro)








