Tag: Eddy Soeryanto Soegoto UNIKOM

  • Prodi Doktor Ilmu Manajemen UNIKOM Lahirkan Dua Akademisi, Perkuat Kiprah Keilmuan di Bidang Manajemen

    Prodi Doktor Ilmu Manajemen UNIKOM Lahirkan Dua Akademisi, Perkuat Kiprah Keilmuan di Bidang Manajemen

    BANDUNG, UNIKOM — Pada bulan Agustus 2026, Program Studi Doktor Ilmu Manajemen Fakultas Pascasarjana Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) kembali mencatat capaian akademik dan melahirkan dua doktor baru melalui keberhasilan Dr. Windi Novianti, S.E., M.M., dan Dr. Yadi Maryadi, S.E., M.Si. Keduanya dinyatakan lulus setelah mempertahankan disertasi masing-masing di hadapan Tim Promotor dan Tim Penguji. Sidang Promosi Doktor Dr. Windi Novianti, S.E., M.M., berlangsung pada Rabu, 5 Agustus 2026, sementara Dr. Yadi Maryadi, S.E., M.Si., mengikuti sidang pada Rabu, 19 Agustus 2026. Kedua sidang tersebut dipimpin langsung oleh Rektor UNIKOM, Prof. 3 Prof. HC. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T., selaku Promotor sekaligus Ketua Sidang.

    Dr. Windi Novianti Teliti Keputusan Investasi Generasi Z

    Pada sidang yang berlangsung 5 Agustus 2026, Dr. Windi mempertahankan disertasi berjudul “Keputusan Investasi Gen Z Melalui Bias Perilaku: Pendekatan Keuangan Keperilakuan dalam Konteks Paparan Media Sosial, Literasi Keuangan, dan Ekspektasi Keuntungan (Survey pada Mahasiswa Perguruan Tinggi yang Memiliki Galeri Investasi di Wilayah Jawa Barat)”. Topik tersebut menempatkan perilaku Generasi Z dalam mengambil keputusan investasi sebagai fokus kajian, dengan pendekatan keuangan keperilakuan yang mempertimbangkan paparan media sosial, literasi keuangan, dan ekspektasi keuntungan.

    Dr. Windi dibimbing oleh Prof. 3 Prof. HC. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T. sebagai Promotor dan Assoc. Prof. Dr. Agus Riyanto, S.T., M.T., CSBA., sebagai Co Promotor. Dalam mempertahankan hasil penelitiannya, ia mempresentasikan disertasi secara singkat sebelum menghadapi sesi pertanyaan dan tanggapan dari Tim Penguji yang terdiri atas Prof. Dr. Hj. Umi Narimawati, Dra., S.E., M.Si.; Prof. Dr. H. Nugraha, S.E., Ak., M.Si., CA, CPA., CFP; Assoc. Prof. Dr. Yoyok Prasetyo, S.T., M.Sy.; dan Assoc. Prof. Dr. Isniar Budiarti, S.E., M.Si. Setelah melalui seluruh rangkaian evaluasi, ia dinyatakan lulus Ujian Promosi Doktor. Dalam rangkaian sidang tersebut, Dr. Windi tercatat sebagai Doktor ke-4 Program Studi Doktor Ilmu Manajemen Fakultas Pascasarjana UNIKOM.

    Dalam kesempatan tersebut, Dr. Windi menyampaikan rasa syukur atas keberhasilannya menyelesaikan pendidikan doktor di UNIKOM. Perjalanan akademiknya di UNIKOM telah berlangsung sejak jenjang S1 dan S2 Manajemen, hingga kemudian melanjutkan pendidikan doktor pada Program Studi Doktor Ilmu Manajemen Fakultas Pascasarjana UNIKOM. Saat ini, Dr. Windi juga mengabdikan diri sebagai dosen tetap UNIKOM. “Alhamdulillah, ini menjadi puncak dari seluruh rangkaian studi saya. Prosesnya luar biasa, melewati berbagai rintangan dan tantangan, hingga akhirnya saya dapat mencapai jenjang pendidikan tertinggi, yaitu S3”, ungkapnya. Ia menilai sistem perkuliahan hybrid di UNIKOM menjadi salah satu kemudahan selama menempuh pendidikan, khususnya bagi mahasiswa yang berdomisili di luar Bandung.

    Dr. Yadi Maryadi Kaji Kinerja Perguruan Tinggi di Era Digital

    Masih di bulan yang sama, Program Studi Doktor Ilmu Manajemen kembali menggelar Sidang Promosi Doktor. Pada kesempatan tersebut, Dr. Yadi mempertahankan disertasi berjudul “Model Kinerja Perguruan Tinggi Swasta Berbasis Kepemimpinan Digital dan Sistem Informasi Manajemen Melalui Budaya Organisasi Sebagai Variabel Mediasi di Lingkungan LLDIKTI Wilayah II”. Disertasi Dr. Yadi mengangkat kajian mengenai model kinerja perguruan tinggi swasta dengan menyoroti kepemimpinan digital dan sistem informasi manajemen serta menempatkan budaya organisasi sebagai variabel mediasi.

    Dalam sidang tersebut, Dr. Yadi diuji oleh Prof. Dr. Hj. Umi Narimawati, Dra., SE., M.Si.; Assoc. Prof. Dr. Ir. Herman S. Soegoto, MBA.; Dr. Elvera, S.E., M.Sc.; dan Assoc. Prof. Dr. Deden Abdul Wahab Sya’roni, Ir., M.Si. Sementara proses penyusunan disertasi dibimbing oleh Prof. 3 Prof. HC. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T. sebagai Promotor dan Assoc. Prof. Dr. Isniar Budiarti, SE., M.Si. sebagai Co Promotor. Setelah mempresentasikan disertasi dan menjawab berbagai pertanyaan serta tanggapan dari Tim Penguji dan Tim Promotor, Dr. Yadi dinyatakan lulus Ujian Promosi Doktor. Ia menjadi Doktor ke-5 Program Studi Doktor Ilmu Manajemen Fakultas Pascasarjana UNIKOM.

    Pada kesempatan tersebut, Dr. Yadi mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran Sidang Promosi Doktor yang menjadi puncak perjalanan akademiknya. Ia menyampaikan apresiasi kepada Rektor UNIKOM beserta jajaran pimpinan, dosen, promotor, dan seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, fasilitas, doa, serta bimbingan selama masa studi. Menurutnya, sistem pembelajaran hybrid di UNIKOM memberikan kemudahan dalam mengikuti perkuliahan secara daring maupun luring, khususnya karena dirinya berasal dari Pagar Alam. Ia berharap ilmu yang diperoleh dapat memberikan manfaat bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara, serta mengajak rekan-rekan DIM Angkatan 1 untuk segera menyelesaikan studi dan meraih gelar doktor bersama.

    Dalam disertasinya, Dr. Yadi mengangkat penelitian mengenai model kinerja perguruan tinggi swasta berbasis kepemimpinan digital dan sistem informasi manajemen dengan budaya organisasi sebagai variabel mediasi terhadap kinerja perguruan tinggi swasta di lingkungan LLDIKTI Wilayah II. Ia memilih topik tersebut karena relevan dengan proses transformasi digital yang tengah berlangsung di lingkungan LLDIKTI Wilayah II, dengan harapan hasil penelitian dapat memberikan kontribusi bagi peningkatan kinerja perguruan tinggi swasta.

    Dua Disertasi, Dua Perspektif untuk Menjawab Tantangan Manajemen Kontemporer

    Keberhasilan Dr. Windi dan Dr. Yadi menunjukkan keberagaman isu yang dikaji melalui pendidikan doktoral di Program Studi Doktor Ilmu Manajemen UNIKOM.

    Dr. Windi menghadirkan kajian mengenai keputusan investasi Generasi Z dan keuangan keperilakuan, sedangkan Dr. Yadi mengangkat kinerja perguruan tinggi swasta dalam konteks kepemimpinan digital, sistem informasi manajemen, dan budaya organisasi. Dua tema tersebut memiliki konteks yang berbeda, tetapi sama-sama berangkat dari persoalan manajemen yang berkembang di tengah perubahan lingkungan organisasi dan masyarakat. Momentum tersebut sekaligus menjadi bagian dari perjalanan pengembangan akademik Program Studi Doktor Ilmu Manajemen Fakultas Pascasarjana UNIKOM. Dengan bertambahnya dua doktor baru, UNIKOM terus mendorong lahirnya insan akademik yang memiliki kapasitas keilmuan dan mampu menghasilkan kajian berbasis penelitian.

    UNIKOM Apresiasi Capaian Dua Doktor Baru

    Rangkaian Sidang Promosi Doktor tidak hanya menjadi tahap akhir perjalanan akademik, tetapi juga menjadi momentum penting bagi keluarga, promotor, penguji, serta sivitas akademika yang turut mendukung proses pendidikan doktoral.

    Setelah dinyatakan lulus, kedua doktor baru menerima Surat Keterangan Lulus Ujian Promosi Doktor dan mengikuti sesi foto bersama Tim Promotor, Tim Penguji, serta keluarga. Rangkaian acara kemudian ditutup dengan penyampaian kesan, pesan, dan harapan dari promotor serta ungkapan rasa syukur dari masing-masing doktor baru.

    Rektor UNIKOM, Prof. 3. Prof. HC. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T., menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas terselenggaranya Sidang Promosi Doktor Ilmu Manajemen yang diikuti oleh Dr. Windi dan Dr. Yadi, keduanya dinyatakan berhasil menyelesaikan seluruh tahapan akademik, mulai dari proses studi, penelitian dan disertasi, sidang tertutup hingga ujian terbuka, sebagai bagian dari pencapaian akademik di Program Doktor Ilmu Manajemen UNIKOM. Keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan bagi UNIKOM sekaligus menunjukkan komitmen dan ketekunan para mahasiswa dalam menyelesaikan pendidikan doktoral. Rektor berharap capaian kedua doktor tersebut dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi mahasiswa Program Doktor Ilmu Manajemen lainnya yang tengah menyelesaikan disertasi agar dapat segera menuntaskan studinya dan mengikuti jejak keberhasilan para pendahulunya.

    Menurut Prof. Eddy, perjalanan studi para promovendus menjadi bukti bahwa jarak dan kesibukan bukanlah hambatan untuk meraih pendidikan doktoral. Dukungan sistem pembelajaran hybrid yang diterapkan UNIKOM memberikan kemudahan bagi mahasiswa, khususnya yang berasal dari luar daerah, untuk mengikuti perkuliahan, bimbingan, maupun berkomunikasi dengan promotor dan tim penguji secara efektif. Pemanfaatan teknologi digital tersebut menjadi bagian dari upaya UNIKOM menghadirkan proses pendidikan yang adaptif, fleksibel, dan relevan dengan perkembangan zaman. Atas capaian tersebut, Prof. Eddy juga menyampaikan selamat kepada Dr. Windi Novianti, S.E., M.M., dan Dr. Yadi Maryadi, S.E., M.Si., serta berharap ilmu dan hasil penelitian yang diperoleh selama menempuh pendidikan doktor dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, institusi, dan masyarakat.

    Semoga capaian tersebut menjadi pijakan untuk terus berkarya, mengembangkan ilmu pengetahuan, serta memberikan kontribusi positif bagi dunia pendidikan, organisasi, dan masyarakat. (Direktorat Hms & Pro)

  • Webinar Prodi Magister Sistem Informasi Fakultas Pascasarjana UNIKOM: Dorong Bisnis Digital Berkelanjutan melalui Sinergi Tata Kelola, Inovasi, dan Kewirausahaan

    Webinar Prodi Magister Sistem Informasi Fakultas Pascasarjana UNIKOM: Dorong Bisnis Digital Berkelanjutan melalui Sinergi Tata Kelola, Inovasi, dan Kewirausahaan

    BANDUNG, UNIKOM — Sabtu, 08 Agustus 2026, Program Studi Magister Sistem Informasi Fakultas Pascasarjana Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) mendorong penguatan kompetensi mahasiswa dalam membangun bisnis digital yang inovatif, adaptif, dan berkelanjutan melalui Webinar “Membangun Bisnis Digital Berkelanjutan melalui Sinergi Tata Kelola, Inovasi, dan Kewirausahaan”. Kegiatan yang mengangkat tema “Implementasi Mata Kuliah Kewirausahaan dan Model Bisnis Digital” tersebut diselenggarakan sebagai bagian dari implementasi pembelajaran pada mata kuliah Kewirausahaan dan Model Bisnis Digital. Webinar tersebut diikuti oleh 157 peserta yang berasal dari berbagai perguruan tinggi, mahasiswa, alumni, masyarakat, serta pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK).

    Ketua Pelaksana kegiatan, Wita Fajriah, mahasiswa Magister Sistem Informasi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam dunia bisnis. Digitalisasi menghadirkan peluang sekaligus tantangan yang menuntut dunia usaha untuk terus beradaptasi. “Bisnis digital yang berkelanjutan tidak hanya membutuhkan teknologi dan inovasi, tetapi juga tata kelola yang baik serta jiwa kewirausahaan. Ketiga aspek tersebut diharapkan dapat bersinergi untuk menciptakan bisnis yang inovatif, adaptif, kompetitif, dan mampu memberikan manfaat dalam jangka panjang”, ungkapnya.

    Selanjutnya, Ketua Program Studi Magister Sistem Informasi UNIKOM, Sri Supatmi, M.T., D.Sc., menegaskan bahwa tema webinar sangat relevan dengan perkembangan dunia saat ini. Menurutnya, teknologi digital tidak lagi sekadar menjadi alat pendukung, tetapi telah berkembang menjadi bagian penting dari strategi bisnis dalam menciptakan nilai dan keunggulan kompetitif. “Bisnis digital yang berkelanjutan membutuhkan lebih dari sekadar teknologi. Kita membutuhkan tata kelola yang kuat, inovasi berkelanjutan, serta jiwa kewirausahaan yang mampu melihat peluang dan mengubahnya menjadi solusi serta model bisnis yang bernilai”, jelasnya. Ia menambahkan, melalui mata kuliah Kewirausahaan dan Model Bisnis Digital, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami aspek teknologi, tetapi juga mampu berpikir strategis, menciptakan peluang, membangun model bisnis, dan memimpin transformasi digital.

    Pada kesempatan tersebut, Rektor UNIKOM, Prof. 3 Prof. HC. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang mempertemukan unsur fakultas, program studi, mahasiswa, dan masyarakat dalam satu forum pembelajaran. Menurutnya, perkembangan teknologi digital berlangsung sangat cepat sehingga dunia bisnis harus memiliki kemampuan untuk mengikuti perubahan tersebut melalui kreativitas dan inovasi. “Para mahasiswa Magister Sistem Informasi tentunya dituntut untuk mengembangkan daya kreasi dan inovasinya, supaya pengetahuan yang didapatkan selama menempuh studi S2 dapat diterapkan, dikembangkan, dan memberikan value added bagi institusi yang membutuhkan,” ungkapnya. Prof. Eddy juga menilai webinar menjadi wadah yang baik untuk memperluas pemahaman sekaligus mendorong mahasiswa menghubungkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan dengan kebutuhan nyata di berbagai institusi.

    Sementara itu, Dekan Fakultas Pascasarjana UNIKOM,  Assoc. Prof. Dr. Rahma Wahdiniwaty, Dra., M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi mata kuliah Kewirausahaan dan Model Bisnis Digital yang menggunakan pendekatan team teaching. Mata kuliah tersebut melibatkan Rektor UNIKOM, Dekan Fakultas Pascasarjana, Deputi Wakil Rektor IV, serta Direktur Pengembangan Teknologi Digital & Sistem Informasi (PTDSI). “Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa pembelajaran kewirausahaan dan bisnis digital tidak hanya berlangsung dalam suasana kelas, tetapi juga dapat diimplementasikan melalui kegiatan berbagi pengetahuan dan pengalaman”, jelasnya.

    Sejalan dengan hal tersebut, Direktur PTDSI UNIKOM sekaligus Dosen Magister Sistem Informasi, Irfan Dwiguna Sumitra, S.Kom., M.Kom. Ph.D., menyoroti pentingnya kemampuan manusia beradaptasi di tengah percepatan teknologi. Menurutnya, teknologi seharusnya tidak dipandang sebagai faktor yang menggantikan manusia, melainkan sebagai sarana untuk mempercepat inovasi dan menghasilkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. “Teknologi bukan lagi menjadi faktor yang akan menggantikan manusianya, tetapi bagaimana manusianya bisa beradaptasi terhadap kemajuan teknologi dengan tetap terus belajar dan mengasah kreativitas”, tuturnya. Ia menekankan bahwa keberhasilan produk teknologi, baik berupa aplikasi maupun model bisnis, sangat ditentukan oleh kemampuannya menjawab kebutuhan nyata masyarakat sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal.

    Webinar tersebut juga menjadi bagian dari momentum perayaan 26 tahun UNIKOM. Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNIKOM, Prof. Dr. Hj. Umi Narimawati, Dra., S.E., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada Fakultas Pascasarjana dan seluruh pihak yang telah menginisiasi kegiatan tersebut. Ia menilai semangat kewirausahaan menjadi bagian penting dalam pengembangan pendidikan tinggi sekaligus mengajak generasi muda untuk menjadi bagian dari ekosistem UNIKOM. “Entrepreneurship menjadi usaha kita bersama untuk menghadirkan mahasiswa dan calon mahasiswa yang mampu berkembang serta berkontribusi di masa depan,” ungkapnya.

    Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi yang dipandu oleh Luthfiyah Sakinah selaku moderator. Tiga narasumber dari latar belakang yang berbeda turut hadir untuk membagikan pengalaman dan perspektif praktis mengenai tata kelola teknologi informasi, pengembangan bisnis digital, serta transformasi digital.

    Narasumber pertama, A.S. Antapradja, S.IP., selaku mahasiswa Magister Sistem Informasi UNIKOM sekaligus Kepala PDOS Unit Bisnis Teknologi PT Sucofindo (Persero), memaparkan materi mengenai layanan jasa ICT PT Sucofindo dalam mendukung tata kelola sektor teknologi informasi di Indonesia. Pemaparannya memberikan gambaran mengenai bagaimana pemanfaatan layanan dan solusi teknologi informasi dapat mendukung tata kelola organisasi serta kebutuhan transformasi digital di sektor industri.

    Selanjutnya, David Erwinson, S.Kom., M.M., selaku owner Croccante Chips sekaligus alumni Magister Manajemen Fakultas Pascasarjana UNIKOM, berbagi pengalaman dalam membangun dan mengelola bisnis digital secara berkelanjutan. Pengalaman praktis yang disampaikan menjadi gambaran bagi peserta mengenai bagaimana konsep bisnis digital dapat diterapkan secara langsung, mulai dari pengembangan usaha hingga upaya mempertahankan keberlanjutan bisnis di tengah perubahan teknologi dan kebutuhan pasar.

    Sementara itu, narasumber ketiga, Ariep, S.T., M.CAS., Founder Rumah Komunitas, membahas strategi membangun bisnis digital serta pentingnya transformasi digital bagi keberlangsungan bisnis. Ia mengajak peserta memahami bahwa transformasi digital bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi, tetapi merupakan langkah strategis untuk meningkatkan daya saing, memperluas pasar, serta menciptakan model bisnis yang lebih adaptif terhadap perubahan.

    Ketiga pemaparan tersebut memperkaya perspektif peserta karena menghadirkan kombinasi antara tata kelola teknologi informasi, pengalaman praktis membangun bisnis, dan strategi transformasi digital. Hal tersebut sejalan dengan tujuan mata kuliah Kewirausahaan dan Model Bisnis Digital yang tidak hanya membekali mahasiswa dengan konsep, tetapi juga mendorong mereka memahami penerapannya dalam dunia nyata.

    Sesi terakhir webinar berlangsung interaktif melalui tanya jawab dan diskusi antara peserta dan para narasumber. Berbagai pertanyaan dan pengalaman yang disampaikan peserta menjadi ruang bertukar gagasan mengenai tantangan pengembangan bisnis digital, pemanfaatan teknologi, tata kelola, hingga strategi membangun usaha yang mampu bertahan dan berkembang secara berkelanjutan. Melalui kegiatan Webinar “Membangun Bisnis Digital Berkelanjutan melalui Sinergi Tata Kelola, Inovasi, dan Kewirausahaan”, Program Studi Magister Sistem Informasi UNIKOM menunjukkan komitmennya untuk menghadirkan pembelajaran yang tidak berhenti pada penguasaan teori, tetapi diarahkan pada implementasi, inovasi, dan penciptaan nilai. Sinergi tata kelola, teknologi, inovasi, dan kewirausahaan diharapkan mampu melahirkan generasi yang siap membangun bisnis digital secara berkelanjutan sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat. (Direktorat Hms & Pro)

  • RAKERNAS APTISI 2026: Rektor UNIKOM Sekaligus Ketua APTISI Jabar Resmi Menjadi Mentor Sekolah Kepemimpinan Nasional APTISI

    RAKERNAS APTISI 2026: Rektor UNIKOM Sekaligus Ketua APTISI Jabar Resmi Menjadi Mentor Sekolah Kepemimpinan Nasional APTISI

    BANDUNG, UNIKOM — Minggu, 23 Agustus 2026, Ketua APTISI Jawa Barat dan juga Wakil Ketua Bidang Teknologi dan Inovasi APTISI Pusat sekaligus Rektor Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM), Prof. 3 Prof. HC. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T., menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Tahun 2026. Bertempat di Ballroom Hotel Grand Mercure Lampung, kehadiran tersebut menjadi bagian dari komitmen UNIKOM untuk memperkuat jejaring dan kolaborasi antar pemangku kepentingan pendidikan tinggi sekaligus mendorong kontribusi perguruan tinggi dalam pembangunan nasional.

    Rakernas I APTISI 2026 diikuti sekitar 500 peserta dari 34 provinsi di Indonesia. Forum nasional tersebut menjadi ruang strategis bagi pimpinan perguruan tinggi swasta untuk bertukar gagasan, menyampaikan aspirasi, serta membahas berbagai isu penting terkait penguatan pendidikan tinggi, perluasan akses pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, tata kelola perguruan tinggi, hingga peningkatan kontribusi kampus bagi masyarakat dan pembangunan daerah.

    Salah satu momen penting dalam rangkaian kegiatan Rakernas I APTISI 2026 adalah penyematan Pin Mentor Sekolah Kepemimpinan Nasional APTISI kepada Ketua APTISI Jawa Barat sekaligus Rektor UNIKOM, Prof. 3 Prof. HC. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, MT, oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Prof. Brian Yuliarto, Ph.D. Penyematan pin tersebut menjadi simbol kepercayaan sekaligus penanda peran Prof. Eddy sebagai salah satu mentor dalam Sekolah Kepemimpinan Nasional APTISI.

    Kepercayaan serupa juga diberikan kepada sejumlah pimpinan perguruan tinggi swasta (PTS) dari berbagai daerah di Indonesia yang dipercaya berperan sebagai mentor dalam program tersebut. Berdasarkan daftar peserta, para mentor berasal dari berbagai perguruan tinggi yang memiliki kiprah dan rekam jejak dalam pengembangan pendidikan tinggi, termasuk pimpinan PTS, seperti Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM), Universitas Bina Nusantara (BINUS), Universitas Esa Unggul, Universitas Mercu Buana, Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Universitas Borobudur, Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung, serta sejumlah perguruan tinggi lainnya.

    Kepercayaan tersebut menjadi momentum penting bagi UNIKOM dalam turut berkontribusi terhadap penguatan kapasitas kepemimpinan di lingkungan perguruan tinggi swasta. Melalui peran sebagai mentor, pengalaman, wawasan, serta praktik yang baik dalam pengelolaan perguruan tinggi, diharapkan dapat turut dibagikan dan menjadi bagian dari proses pengembangan calon-calon pemimpin pendidikan tinggi yang adaptif, visioner, dan mampu menjawab tantangan zaman.

    Dalam forum Rakernas, Mendiktisaintek Prof. Brian Yuliarto, Ph.D., menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi swasta dalam memperkuat ekosistem pendidikan tinggi di Indonesia. Menurutnya, berbagai masukan dari pimpinan PTS menjadi bahan penting bagi pemerintah untuk dikaji dan ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan yang berlaku. “Kita akan proses. Mohon kalau ada masukan juga disampaikan secara tertulis supaya nanti bisa dikaji untuk ditindaklanjuti”. Lebih lanjut ia menyatakan, salah satu isu yang menjadi perhatian dalam dialog adalah perluasan akses pendidikan tinggi. Pemerintah terus melakukan penajaman pelaksanaan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dengan memperhatikan kondisi dan kebutuhan masyarakat. Dalam konteks tersebut, pemerintah daerah juga dapat memberikan dukungan beasiswa kepada mahasiswa perguruan tinggi swasta. “Pemda boleh memberikan bantuan kepada PTS, beasiswa, Itu sudah boleh”, demikian tuturnya.

    Selain akses pendidikan, penguatan sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam pembahasan Rakernas. Mendiktisaintek juga menyampaikan peluang pemanfaatan pengalaman dan kompetensi akademik untuk mendukung penguatan PTS melalui transfer pengetahuan. “Supaya ada transfer knowledge, mereka orang-orang yang baik, yang bagus, kinerjanya dapat dioptimalkan untuk mendukung penguatan PTS”, pungkas Prof. Brian.

    Sementara itu, Ketua Umum APTISI, Dr. Ir. H. M. Budi Djatmiko, M.Si., MEI., menekankan bahwa perguruan tinggi perlu melampaui fungsi pendidikan semata dan mampu menghadirkan kebermanfaatan yang lebih luas bagi masyarakat. “Indonesia Emas tidak akan lahir dari kampus yang hanya berhasil mengajar, ia lahir dari kampus yang mampu mengubah pengetahuan menjadi keberdayaan”, tutur Dr. Budi.

    Semangat tersebut sejalan dengan arah Diktisaintek Berdampak, yang mendorong perguruan tinggi untuk menghadirkan manfaat nyata melalui pendidikan, penelitian, inovasi, pengembangan talenta, serta kontribusi langsung terhadap penyelesaian berbagai persoalan masyarakat.

    Rakernas I APTISI 2026 juga menjadi momentum penguatan organisasi APTISI di tingkat daerah. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Lampung dipercaya menjadi Dewan Pembina APTISI Provinsi Lampung, sementara Dr. Ir. H. Firmansyah Alfian, M.BA., M.Sc. dilantik sebagai Ketua APTISI Provinsi Lampung periode 2026–2031. Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota DPR RI Rycko Menoza, M.B.A., Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata Zita Anjani, S.Sos., M.Sc., Kasdam XXI Raden Inten Brigjen TNI Andrian Susanto, S.I.P., M.Han., M.I.Pol., serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

    Bagi UNIKOM, kehadiran Rektor dalam Rakernas I APTISI 2026 sekaligus kepercayaan sebagai Mentor Sekolah Kepemimpinan Nasional APTISI menjadi momentum strategis untuk memperluas kontribusi UNIKOM dalam pengembangan kepemimpinan perguruan tinggi swasta di Indonesia. Penyematan Pin Mentor oleh Mendiktisaintek, Prof. Brian Yuliarto, Ph.D., menjadi simbol sinergi sekaligus kepercayaan terhadap peran UNIKOM dalam membangun kepemimpinan pendidikan tinggi yang berintegritas, adaptif, inovatif, dan berorientasi pada dampak.

    Melalui momentum tersebut, UNIKOM terus meneguhkan komitmennya untuk tidak hanya menjadi institusi pendidikan yang unggul dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga menjadi bagian aktif dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi Indonesia yang kolaboratif, berdaya saing, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta pembangunan nasional. (Direktorat Hms & Pro)

  • Kolaborasi Besar Unikom, Aptisi Jabar, Dan Pemprov Jabar: Perguruan Tinggi Swasta Bersatu Tangani Darurat Sampah Melalui Kkn Berdampak

    Kolaborasi Besar Unikom, Aptisi Jabar, Dan Pemprov Jabar: Perguruan Tinggi Swasta Bersatu Tangani Darurat Sampah Melalui Kkn Berdampak

    BANDUNG, UNIKOM – Selasa, 5 Agustus 2026, Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) bersama Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah IV Jawa Barat memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kota Bandung, serta Dinas Lingkungan Hidup melalui penyelenggaraan Rencana Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Bersama bertajuk “Penanganan Masalah Lingkungan, Kebersihan, dan Persampahan di Jawa Barat”. Bertempat di Auditorium Lantai 17 Smart Building UNIKOM, kegiatan tersebut menjadi wadah kolaborasi strategis antara 94 perguruan tinggi, pemerintah, dan para pemangku kepentingan dalam merumuskan langkah-langkah konkret untuk mengatasi persoalan lingkungan, meningkatkan pengelolaan kebersihan dan persampahan, serta mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Jawa Barat melalui implementasi program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang berdampak.

    Turut hadir pada kesempatan tersebut, tokoh pemerintah, antara lain Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Dr. Herman Suryatman, Drs., M.Si., Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat Ai Saadiyah Dwidaningsih, S.T., M.T., Rektor UNIKOM sekaligus Ketua APTISI Wilayah IV Jawa Barat Prof. 3 Prof. HC. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T., Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNIKOM Prof. Dr. Hj. Umi Narimawati, Dra., S.E., M.Si., M.Pd., dan para rektor perguruan tinggi anggota APTISI Jawa Barat, perwakilan Pemerintah Kota Bandung, serta berbagai unsur pemerintah. Hal tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam membangun kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

    Rektor UNIKOM sekaligus Ketua APTISI Wilayah IV Jawa Barat, Prof. 3 Prof. HC. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T., dalam sambutannya menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendukung penyelesaian berbagai persoalan masyarakat melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Untuk itu, UNIKOM telah menugaskan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan untuk menyusun mekanisme implementasi PkM, termasuk pengintegrasiannya dengan Satuan Kredit Semester (SKS), sehingga setiap program studi dapat menyesuaikan pelaksanaannya sesuai karakteristik dan capaian pembelajaran masing-masing.

    Lebih lanjut, Prof. Eddy juga berharap sinergi antara APTISI Jawa Barat, perguruan tinggi swasta, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta pemerintah kabupaten dan kota dapat menghasilkan program PkM yang memberikan solusi nyata bagi penanganan kebersihan dan persampahan di Jawa Barat. Menurutnya, kolaborasi dosen, mahasiswa, dan pemerintah akan menghasilkan rekomendasi yang dapat menjadi masukan bagi kebijakan daerah sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan mendukung terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan.

    Sementara itu dalam kesempatan wawancara, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat, Ai Saadiyah Dwidaningsih, S.T., M.T., menyampaikan apresiasi atas inisiatif APTISI Jawa Barat dan UNIKOM dalam membangun kolaborasi antara dunia akademik dan pemerintah. Menurutnya, persoalan sampah yang kini menjadi tantangan serius di Jawa Barat bahkan secara nasional tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah saja, tetapi memerlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan melalui pendekatan pentahelix. “Sebagaimana kita ketahui bahwa di Jawa Barat bahkan nasional sudah mengalami darurat sampah dan tentunya ini tidak hanya bisa dilakukan oleh pemerintah saja, tetapi harus melibatkan seluruh pihak secara pentahelix”, tuturnya.

    Ai Saadiyah, S.T., M.T., juga menyampaikan apresiasi atas komitmen APTISI Jawa Barat yang akan menggerakkan dosen dan mahasiswa secara serentak dalam penanganan sampah. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat siap mendukung dan mendampingi implementasi program tersebut, khususnya melalui gerakan pilah sampah dari rumah sebagai upaya penyelesaian persoalan sampah dari hulu. “Kami sangat mengapresiasi komitmen APTISI yang melibatkan mahasiswa dalam penanganan sampah. Pemerintah Provinsi Jawa Barat siap mendukung dan mendampingi agar gerakan ini mampu menjadi solusi penyelesaian sampah dari hulu sekaligus membangun perubahan perilaku masyarakat menuju Jawa Barat yang lebih bersih dan berkelanjutan”, pungkasnya.

    Agenda utama kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan penyusunan rekomendasi yang melibatkan unsur pemerintah, perguruan tinggi, serta para peserta. Sesi diskusi dipandu oleh Dr. Rini Ayu Susanti, S.E., M.Pd. selaku moderator, serta menghadirkan narasumber Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNIKOM, Prof. Dr. Hj. Umi Narimawati, Dra., S.E., M.Si., M.Pd., Sekretaris APTISI Wilayah IV Jawa Barat, Dr. Supriyadi, S.E., M.Si., dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat, Ai Saadiyah Dwidaningsih, S.T., M.T.. Diskusi membahas strategi implementasi KKN Berdampak dan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) sebagai bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam penanganan kebersihan dan persampahan di Jawa Barat, sekaligus merumuskan berbagai rekomendasi untuk memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat.

    Pada kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah Jawa Barat, Dr. Herman Suryatman, Drs., M.Si., menegaskan bahwa keberhasilan penanganan persoalan sampah hanya dapat dicapai melalui semangat gotong royong atau dalam filosofi budaya Sunda dikenal sebagai sabilulungan. Menurutnya, penyelenggaraan pemerintahan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh unsur pentahelix, termasuk perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, media, dan masyarakat. Ia mengungkapkan bahwa Jawa Barat, khususnya kawasan Bandung Raya, setiap hari menghasilkan sekitar 5.000 ton sampah, dengan sekitar separuhnya merupakan sampah organik yang sebagian besar berasal dari rumah tangga. Oleh karena itu, selain penguatan teknologi pengolahan sampah, diperlukan rekayasa sosial (social engineering) melalui edukasi masyarakat agar perubahan perilaku dimulai dari tingkat rumah tangga.

    Lebih lanjut, Dr. Herman menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendorong keterlibatan mahasiswa melalui program KKN Berdampak dan Pengabdian kepada Masyarakat yang dikonversi ke dalam 10–20 SKS. Mahasiswa diharapkan turun langsung ke masyarakat untuk mengedukasi warga mengenai pengurangan, pemanfaatan, dan pemilahan sampah sejak dari rumah. Menurutnya, kolaborasi ini tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat dan pemerintah, tetapi juga menjadi living laboratory bagi mahasiswa untuk mengembangkan kepemimpinan, kemampuan komunikasi, serta soft skills sebagai bekal memasuki dunia kerja. Terakhir, Dr. Herman berharap sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan APTISI Wilayah IV Jawa Barat dapat diperluas ke seluruh perguruan tinggi swasta sehingga mampu menciptakan gerakan bersama yang berkelanjutan dalam mewujudkan Jawa Barat yang lebih bersih dan berwawasan lingkungan.

    Bertolak dari hal tersebut, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNIKOM, Prof. Dr. Hj. Umi Narimawati, Dra., S.E., M.Si., M.Pd., menyampaikan bahwa UNIKOM sendiri berkomitmen mendukung implementasi KKN Berdampak sebagai bagian dari penguatan Pengabdian kepada Masyarakat. Pada tahun ini, UNIKOM telah menugaskan 560 mahasiswa untuk terjun langsung ke masyarakat. Menurutnya, mahasiswa UNIKOM tidak hanya berperan membantu mengatasi persoalan sampah di lingkungan masyarakat, tetapi juga berkontribusi dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih terstruktur, berkelanjutan, serta mendorong perubahan perilaku masyarakat melalui edukasi dan inovasi.

    Melalui kolaborasi tersebut, APTISI Wilayah IV Jawa Barat bersama UNIKOM dan pemerintah menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran perguruan tinggi sebagai agen perubahan yang mampu menghadirkan inovasi dan solusi atas berbagai tantangan pembangunan. Sinergi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat diharapkan mampu melahirkan program-program pengabdian yang berkelanjutan, berdampak nyata, serta mendukung terwujudnya Jawa Barat yang lebih bersih, sehat, dan berwawasan lingkungan. (Direktorat Hms & Pro)

  • Manajemen Transportasi Melalui Jalur Satu Arah untuk Antisipasi Kemacetan di Bandung

    Manajemen Transportasi Melalui Jalur Satu Arah untuk Antisipasi Kemacetan di Bandung

    Penulis: Eddy Soeryanto Soegoto, Theresia Valentina Lumban Gaol, Dina Oktafiani, Agis Abhi Rafdhi

    Abstrak

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas manajemen transportasi melalui penerapan jalur satu arah berdasarkan tingkat pelayanan ruas jalan dalam mengatasi kemacetan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data menggunakan penghitungan lalu lintas, yang didukung oleh berbagai data dari tinjauan literatur yang berkaitan dengan objek penelitian ini. Penelitian ini membahas volume kendaraan yang melintasi Jalan Sukajadi pada jam-jam tertentu untuk menentukan waktu puncak volume kendaraan di pagi dan siang hari serta tingkat pelayanan ruas Jalan Sukajadi berdasarkan kapasitas jalan sebesar 5.343,36 pcu/jam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan manajemen transportasi dengan jalur satu arah belum maksimal dalam mengatasi kemacetan, karena kelas pelayanan jalan masih memiliki karakteristik arus kendaraan yang terhambat pada jam-jam tertentu, terutama di pagi dan siang hari. Dampak penerapan manajemen transportasi di lingkungan alam membuat kualitas udara terjaga secara efektif dengan rata-rata PM10 sebesar 98. © School of Engineering, Taylor’s University

    Kata kunci penulis

    Kemacetan; Rute satu arah; Transportasi; Manajemen transportasi

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85101944888

  • Sistem Informasi Pemantauan Kasus Covid-19 di Dago, Bandung, Indonesia

    Sistem Informasi Pemantauan Kasus Covid-19 di Dago, Bandung, Indonesia

    Penulis: Eddy Soeryanto Soegoto, Setiawan M. R. P, Baihaqi Q. A, Pahlawan T. D, Gaol T. V. L

    DOI: 10.36909/jer.ASSEEE.16091

    Abstrak

    Sistem pemantauan Orang Dalam Pengawasan (ODP) dan Pasien Dalam Pegawasan (PDP) Covid-19 di gugus tugas Dinas Kesehatan wilayah Dago adalah sistem yang memantau dan mencatat orang-orang yang diindikasikan terinfeksi penyakit Covid-19. Orang dalam Pengawasan berarti “orang yang dipantau” dalam Bahasa Indonesia sedangkan Pasien dalam Pegawasan berarti “pasien yang diawasi”. Untuk mendukung sistem pemantauan ODP dan PDP Covid-19, diperlukan aplikasi yang dapat membantu proses pemantauan di gugus tugas Dinas Kesehatan wilayah Dago melalui pemanfaatan teknologi berbasis Android. Penelitian ini bertujuan untuk membantu gugus tugas agar tidak terlambat dalam melaporkan jumlah ODP dan PDP kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menghindari perbedaan data antara puskesmas dan gugus tugas Dinas Kesehatan di wilayah Dago sehingga hasil penelitian ini berupa informasi tentang total temuan dan pemantauan ODP dan PDP Covid-19 setiap hari melalui aplikasi Android. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi tersebut dapat membantu gugus tugas dalam melaporkan jumlah ODP dan PDP ke Provinsi Jawa Barat. Dalam sistem yang ada, ketika melakukan proses pemantauan, gugus tugas selalu menghubungi puskesmas di Dago melalui telepon atau WhatsApp agar proses pengumpulan dan pelaporan data tidak terkomputerisasi dengan baik. Hal ini menyebabkan keterlambatan dalam pelaporan data ke Provinsi Jawa Barat. Masalah juga terjadi pada jumlah data karena tidak adanya sistem penutupan data, yang mengakibatkan laporan jumlah data harian ODP dan PDP Covid-19 selalu berbeda antara puskesmas dan Dinas Kesehatan. Kesimpulannya, sistem informasi ini dapat membantu proses pelaporan. © 2021 University of Kuwait. Semua hak dilindungi undang-undang.

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85123695643

  • Pupuk Limbah Vetiver sebagai Katalis Pertumbuhan pada Kacang Hijau

    Pupuk Limbah Vetiver sebagai Katalis Pertumbuhan pada Kacang Hijau

    Penulis: Eddy Soeryanto Soegoto, Rizky Jumansyah, Senny Luckyardi

    Abstrak

    Kacang hijau (Vigna radiata) banyak dibudidayakan di daerah tropis dan subtropis Asia dan merupakan sumber protein biji. Tanaman ini juga mudah beradaptasi dengan berbagai lingkungan. Pupuk memiliki peran penting dalam meningkatkan produksi dan kualitas budidaya tanaman. Pupuk harus memenuhi standar nasional dan efektivitasnya harus terbukti. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis penggunaan pupuk limbah vetiver sebagai katalis pertumbuhan pada kacang hijau. Metode penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (CRD) dan metode kualitatif deskriptif. Penelitian ini dilakukan dengan mengamati tiga jenis sampel, yaitu kacang hijau tanpa pupuk, pupuk setengah terurai, dan pupuk limbah vetiver terurai. Sampel kacang hijau tanpa pupuk digunakan sebagai referensi untuk standardisasi pertumbuhan kacang hijau. Selain itu, penelitian ini membahas perbedaan penggunaan pupuk limbah vetiver pada karakteristik fisik tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari sampel yang diambil, kacang hijau dengan pupuk setengah terurai lebih kerdil dibandingkan dua sampel lainnya. Sementara itu, dari perhitungan menggunakan CRD diperoleh nilai F hitung < F tabel. Artinya, meskipun diberikan perlakuan khusus, hal itu tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan kacang hijau karena akan terus tumbuh meskipun tanpa aplikasi pupuk. Namun, tanaman dengan pupuk limbah vetiver yang terurai memiliki pertumbuhan yang lebih cepat dengan karakteristik fisik tanaman yang lebih kuat. Hal ini ditunjukkan oleh kandungan air yang lebih banyak pada kacang hijau dengan pupuk limbah vetiver yang terurai. Dari hasil ini, ditunjukkan bahwa penggunaan pupuk limbah vetiver efektif sebagai katalis dalam pertumbuhan kacang hijau. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi untuk penelitian selanjutnya. Dapat disimpulkan bahwa pupuk limbah vetiver dapat merangsang pertumbuhan kacang hijau dan berpotensi efektif untuk perkembangan tanaman lain. © School of Engineering, Taylor’s University

    Kata kunci penulis

    Pertanian; Katalis; Kacang hijau; Pupuk limbah vetiver

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85101034377 

  • Desain Mesin Pengolah Sampah Non-Organik Berbasis Panel Surya di Desa Wisata

    Desain Mesin Pengolah Sampah Non-Organik Berbasis Panel Surya di Desa Wisata

    Penulis: Eddy Soeryanto Soegoto, Theresia Valentina Lumban Gaol, Chepi Nur Albar, Natasha Puspa Dewi

    Abstrak

    Penelitian ini dilakukan untuk membantu pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) melalui pengelolaan sampah dengan mengurangi volume sampah rumah tangga dan pencemaran lingkungan. Volume sampah dikurangi dengan mendesain alat penghitung sampah menggunakan metode desain Pahl dan Beitz dan Standar Nasional Indonesia 3242:2008, yang kemudian dianalisis secara kualitatif. Menurut temuan penelitian ini, volume sampah yang dihasilkan di Desa Wisata Cibeusi selama lima tahun ke depan (2022-2026) akan mencapai 13-14 m3/orang/hari. Struktur penghancur sampah terdiri dari pintu masuk sampah, tangki sampah, rumah pisau, dan saringan sampah. Populasi di Desa Wisata Cibeusi diperhitungkan dalam analisis proyeksi volume sampah, yang disesuaikan dengan ketentuan rumus Standar Nasional Indonesia 3242:2008. Mesin penghancur sampah, di sisi lain, memiliki ukuran tangki sampah 55 cm x 52 cm x 15 cm dan didukung oleh 10 bilah pemotong berbentuk cakram dengan diameter 17 cm dan ketebalan 2 cm. Mesin ini digunakan untuk mengurangi volume tumpukan sampah dengan menghancurkan sampah menjadi potongan-potongan kecil. Diharapkan penelitian ini akan mendukung upaya masyarakat Desa Cibeusi untuk mengelola sampah secara langsung daripada bergantung pada jadwal pengangkutan sampah pemerintah untuk mempercepat dekomposisi sampah serta mengurangi polusi udara dan lingkungan yang disebabkan oleh kegiatan pembakaran dan penimbunan sampah. © School of Engineering, Taylor’s University.

    Kata kunci: Lingkungan; Mesin; SDGs; Pengelolaan sampah

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85145367244

  • Kolaborasi APTISI Jabar Bersama Google, Percepat Integrasi Artificial Intelligence Melalui Workshop Academia AI+

    Kolaborasi APTISI Jabar Bersama Google, Percepat Integrasi Artificial Intelligence Melalui Workshop Academia AI+

    BANDUNG, UNIKOM — Kamis, 13 November 2025, APTISI Jawa Barat bersama Google Indonesia, Google for Education, Eudeka, dan BenQ Education berkolaborasi menyelenggarakan workshop bertajuk “Academia AI+ : AI-Powered Collaboration in Higher Education”. Bertempat di Hotel Aston Tropicana, Bandung, kegiatan tersebut diikuti oleh ratusan peserta dari Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Jawa Barat termasuk Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) dan menjadi ruang kolaborasi strategis yang bertujuan meningkatkan kinerja Perguruan Tinggi Swasta (PTS) melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan.

    Workshop tersebut turut mengundang tokoh penting, yaitu Rektor UNIKOM sekaligus Ketua APTISI Jawa Barat, Prof. 3 Prof. HC. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T., yang hadir memberi sambutan pembuka. Dalam kapasitasnya sebagai Ketua APTISI Jabar, Prof. Eddy, menegaskan pentingnya inovasi digital sebagai pendorong daya saing perguruan tinggi di era AI. Selain itu, Google Indonesia juga mengundang beberapa tokoh lainnya seperti, Pandu Nugroho (Program Manager Google for Education), Ahmad Fikri Dzulfikar (Digital Transformation Google for Education), dan Adhitia Dwi Arigi (Program Manager SEA – Google Cloud).

    Dalam kesempatan wawancara, Direktur IT Infranet UNIKOM, Berny Indrawan, S.T., M.Kom., yang mengikuti kegiatan tersebut menjelaskan bahwa, inti kegiatan tersebut adalah Google memberikan pemahaman komprehensif mengenai Google Workspace for Education, sebuah ekosistem digital yang kini dilengkapi dengan teknologi AI melalui Gemini dan NotebookLM. Google menekankan bahwa platform tersebut dirancang untuk mendukung seluruh aktivitas tridharma perguruan tinggi, mulai dari proses pembelajaran, riset, hingga administrasi akademik.

    Sementara itu, Dosen Prodi Teknik Informatika UNIKOM, Adam Mukharil Bachtiar, S.Kom., M.T., Ph.D., yang menjadi narasumber, menjelaskan bahwa workshop google tersebut membahas materi utama mengenai manfaat dan tantangan penerapan AI di perguruan tinggi. Ia menegaskan bahwa urgensi implementasi AI di PTS bukan bertujuan menggantikan peran manusia, tetapi mendorong percepatan dan peningkatan kualitas kinerja akademik maupun non akademik.

    Tim Google menjelaskan berbagai fitur unggulan seperti Google Docs, Sheets, Slides, Sites, Forms, Classroom, Chat, Meet, dan integrasi penuh ke Google Drive semuanya bekerja dalam satu ekosistem terpadu. Khusus untuk pengguna Education Plus, terdapat fitur pendeteksi plagiarisme otomatis yang mengintegrasikan proses pengecekan tugas mahasiswa secara real-time.

    Workshop “Academia AI+” menyajikan lima materi utama yaitu: 1). Manfaat dan Tantangan AI bagi Perguruan Tinggi. 2). Google AI untuk Perguruan Tinggi: Kolaborasi, Produktivitas, Riset, dan Inovasi Masa Depan. 3). implementasi Google AI dalam Lingkungan Kampus. 4). Pemanfaatan Interactive Flat Panel sebagai Perangkat Cerdas Berbasis AI. 5). Google Cloud Career Launchpad Program, dimana setiap sesi memberikan wawasan praktis mengenai pemanfaatan AI untuk mendukung produktivitas dosen, mempermudah proses pembelajaran, dan menghadirkan pengalaman belajar yang lebih interaktif bagi mahasiswa.

    Melalui kegiatan tersebut, APTISI Jabar berharap seluruh PTS semakin siap menyambut era AI dan mampu memanfaatkan teknologi secara optimal. Google sendiri menegaskan bahwa transformasi digital bukan hanya pilihan, melainkan kebutuhan mendesak dalam menghadapi perkembangan dunia pendidikan yang kian cepat.

    Workshop “Academia AI+” menjadi ruang kolaboratif yang mempertemukan pemangku kepentingan pendidikan tinggi dan penyedia teknologi global, sekaligus memperkuat komitmen bersama untuk membangun ekosistem pendidikan yang adaptif, modern, dan berorientasi masa depan. (Direktorat Hms & Pro)