Tag: diktisaintek berdampak UNIKOM

  • Hadapi Era Generative AI, FTIK UNIKOM Gelar Seminar untuk Bekali Mahasiswa Optimalkan AI dalam Penelitian Teknik dan Finansial

    Hadapi Era Generative AI, FTIK UNIKOM Gelar Seminar untuk Bekali Mahasiswa Optimalkan AI dalam Penelitian Teknik dan Finansial

    BANDUNG, UNIKOM – Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FTIK), Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM), menyelenggarakan seminar bertema “Generative AI dalam Penelitian Teknik dan Finansial; Risiko Plagiarisme, Halusinasi dan Tanggung Jawab”, pada Kamis, 23 Juli, bertempat di Auditorium Miracle Lantai 4 Kampus 1 UNIKOM. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Seminar FTIK UNIKOM dalam mendukung Program Diktisaintek Berdampak, yang diarahkan untuk memperkuat kompetensi mahasiswa, meningkatkan literasi teknologi, serta mendorong pemanfaatan inovasi secara bertanggung jawab dalam kegiatan akademik dan pengembangan profesional. Seminar tersebut juga menjadi ruang edukasi bagi mahasiswa untuk memahami perkembangan Generative Artificial Intelligence (Generative AI), khususnya dalam bidang penelitian teknik dan finansial, sekaligus membangun kesadaran mengenai risiko, etika, integritas akademik, serta tanggung jawab dalam pemanfaatannya.

    Turut hadir pada seminar tersebut, Dr. Fikri Fadillah, S.T., M.T. sebagai narasumber dan Dony Waluya Firdaus, S.E., M.Si. sebagai moderator. Selain itu, turut hadir pula jajaran Ketua Program Studi, Dosen, serta mahasiswa di lingkungan FTIK UNIKOM.

    Kaprodi Komputerisasi Akuntansi FTIK UNIKOM, Dr. Rio Yunanto, S.Kom., M.T., dalam kapasitasnya mewakili Dekan FTIK UNIKOM, Assoc. Prof. Dr. Ir. Herman S. Soegoto, MBA., menyatakan bahwa seminar tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan FTIK yang diselenggarakan untuk merespons perkembangan teknologi, khususnya Generative AI, yang semakin dekat dengan kehidupan mahasiswa. “Pada hari ini kita melaksanakan seminar yang merupakan rangkaian seminar dari Fakultas Teknik dan Komputer. Untuk bulan Juli, temanya adalah Generative AI dalam penelitian teknik dan finansial”, tutur Dr. Rio Yunanto.

    Menurutnya, peserta kegiatan didominasi oleh mahasiswa FTIK, meskipun terdapat pula mahasiswa dari fakultas lain yang mengikuti seminar. Melalui kegiatan tersebut, FTIK berupaya memberikan pemahaman bahwa perkembangan AI tidak hanya menawarkan berbagai kemudahan, tetapi juga menghadirkan tanggung jawab dan konsekuensi yang perlu dipahami penggunanya. “Tema ini dipilih untuk menindaklanjuti bagaimana perkembangan Generative AI yang sudah semakin tidak bisa dipisahkan dari kehidupan mahasiswa dan tentunya akan ada tanggung jawab dan konsekuensi yang perlu dipertimbangkan dari kemanfaatan Generative AI”, jelasnya.

    Sementara itu dalam kesempatan wawancara, Dr. Fikri Fadillah, S.T., M.T., selaku narasumber menjelaskan bahwa materi seminar diarahkan untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai penerapan Generative AI dalam bidang teknik, penelitian, dan finansial, termasuk berbagai risiko yang perlu diwaspadai, salah satunya adalah halusinasi data. “Untuk hari ini saya akan menyampaikan mengenai penerapan Generative AI di bidang teknik, penelitian, dan finansial untuk memahami risiko, kemudian halusinasi data”, ungkap Dr. Fikri.

    Ia berharap mahasiswa tidak hanya memahami cara menggunakan Generative AI, tetapi juga memiliki kesadaran mengenai batasan dan tanggung jawab dalam penggunaannya. Menurutnya, kemampuan memanfaatkan teknologi harus diiringi dengan sikap kritis agar mahasiswa mampu membedakan informasi yang dapat dipercaya dan informasi yang masih memerlukan verifikasi. Lebih lanjut, Dr. Fikri juga menyoroti kekhawatiran di lingkungan akademik mengenai penggunaan Generative AI, terutama ketika teknologi tersebut digunakan dalam penyusunan hasil penelitian maupun karya ilmiah. Menurutnya, penggunaan AI secara berlebihan berpotensi membuat proses penciptaan karya kehilangan kejelasan mengenai sumber gagasan dan pihak yang bertanggung jawab terhadap hasilnya.

    Selain itu, Ia menambahkan bahwa gagasan, ide, dan metodologi penelitian harus tetap berasal dari mahasiswa sebagai pencipta karya ilmiah. AI dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses tertentu, seperti membantu menelusuri informasi atau menyempurnakan penulisan agar sesuai dengan kaidah bahasa. “Upayakan gagasan, ide, dan metodologi semuanya berasal dari kita sebagai pencipta karya ilmiah. AI bisa dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk menelusur naskah yang sesuai kaidah kalimatnya. Tetapi materi inti dan konsep tetap dari kita,” tambahnya.

    Pemanfaatan Generative AI juga mulai mendapatkan ruang dalam pembelajaran di lingkungan FTIK UNIKOM. Menurut Dr. Rio, pemanfaatan AI telah dirancang dalam Rencana Pembelajaran Semester (RPS), salah satunya melalui mata kuliah yang berkaitan dengan animasi dan Artificial Intelligence di Program Studi Komputerisasi Akuntansi. “Di Prodi Komputerisasi Akuntansi, secara program semester atau RPS sudah terimplementasi dan kami ada mata kuliah Pengenalan Animasi dan Artificial Intelligence”, jelasnya.

    Dr. Rio juga menjelaskan bahwa perkembangan Generative AI saat ini membuat pembelajaran mengenai teknologi tersebut semakin relevan. Kemampuan AI yang sebelumnya banyak dikenal dalam menghasilkan teks kini telah berkembang hingga dapat menghasilkan gambar maupun video. “Kami ingin menggabungkan mata kuliah animasi itu dengan pengenalan Generative AI yang pada saat ini Generative AI bukan cuma untuk meng-generate text, tetapi juga bisa meng-generate gambar dan juga video,” ungkapnya.

    Integrasi teknologi tersebut menjadi salah satu bentuk upaya FTIK UNIKOM dalam menyesuaikan proses pembelajaran dengan perkembangan teknologi sekaligus membekali mahasiswa dengan kompetensi yang relevan untuk kebutuhan akademik maupun dunia profesional. Hal ini sejalan dengan semangat Program Diktisaintek Berdampak yang mendorong perguruan tinggi untuk menghadirkan pendidikan, inovasi, dan pengembangan kompetensi yang memberikan manfaat serta dampak nyata bagi mahasiswa dan masyarakat.

    Dr. Rio berharap mahasiswa dapat melihat perkembangan AI sebagai peluang untuk meningkatkan kreativitas dan produktivitas, dengan tetap memahami kelebihan, kekurangan, risiko, dan manfaat teknologi tersebut. Ia pun mengajak mahasiswa untuk tidak ragu memanfaatkan AI selama digunakan untuk hal-hal yang positif dan bermanfaat. “Dari kami, Prodi Komputerisasi Akuntansi, silakan gunakan AI untuk hal yang positif, bermanfaat, tidak perlu ragu, tidak perlu khawatir,” tegasnya.

    Di sisi lain, integritas akademik tetap menjadi perhatian dalam pemanfaatan teknologi tersebut. Dr. Rio menyampaikan bahwa mahasiswa perlu memahami batas antara penggunaan AI sebagai alat bantu dengan tindakan plagiarisme. UNIKOM sendiri memiliki fasilitas yang dapat membantu melakukan pemeriksaan terhadap karya akademik. “Untuk hal-hal yang sifatnya plagiarisme itu sudah ada tools untuk membendungnya. Bahkan UNIKOM punya fasilitas yang namanya Turnitin dan Turnitin ini bisa digunakan untuk mengecek similarity dari plagiarisme dan similarity dari AI,” jelasnya.

    Melalui Seminar FTIK UNIKOM dalam mendukung Program Diktisaintek Berdampak tersebut, FTIK UNIKOM berkomitmen untuk terus mendorong mahasiswa agar adaptif terhadap perkembangan teknologi, khususnya Generative AI, sekaligus mampu menggunakannya secara kritis, kreatif, etis, dan bertanggung jawab. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat literasi teknologi, kompetensi akademik, dan kesiapan mahasiswa menghadapi perkembangan dunia profesional, sehingga pemanfaatan teknologi tidak hanya menghasilkan kemudahan, tetapi juga memberikan dampak positif dan nyata. (Direktorat Hms & Pro)