Tag: digital entrepreneurial university

  • Sistem Pemantauan Pertumbuhan dan Penyiraman Otomatis untuk Tanaman Cabai Berbasis Internet of Things

    Sistem Pemantauan Pertumbuhan dan Penyiraman Otomatis untuk Tanaman Cabai Berbasis Internet of Things

    Penulis: Dzulfikri Hanafi, Rina Mardiati, Toni Prabowo, Cecep Hidayat

    DOI: 10.1109/ICWT52862.2021.9678394

    Abstrak

    Perkembangan teknologi Internet of Things (IoT) di era serba digital ini semakin maju. Peralatan penyiraman tanaman otomatis di masyarakat mulai dibutuhkan mengingat semakin canggihnya teknologi. Pemenuhan kebutuhan yang semakin meningkat ini harus diiringi dengan peningkatan produktivitas budidaya cabai. Dalam penelitian ini, telah dikembangkan sistem pemantauan untuk mengamati pertumbuhan tanaman cabai yang terintegrasi dengan Internet of Things (IoT) dengan sumber daya dari panel surya. Pada sistem ini, ditambahkan sensor kelembaban tanah yang berfungsi sebagai sensor pendeteksi kelembaban tanah, yang datanya akan digunakan sebagai variabel untuk sistem penyiraman otomatis. Pemantauan pertumbuhan cabai dilakukan menggunakan sensor ketinggian yang diletakkan di atas tanaman cabai. Berdasarkan hasil pengujian, hasil yang diperoleh untuk pertumbuhan tanaman sangat baik dan kelembapan tanah di bawah 60% yang menyebabkan pompa air menyala dan kemudian data dikirim ke aplikasi Blynk. Adapun tegangan yang diperoleh dari sel surya adalah 12,95 volt. © 2021 IEEE.

    Kata kunci: sensor kelembapan; IoT; sel surya; sensor ultrasonik; otomatisasi penyiraman

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85125303613

  • Teknologi Informasi Hijau sebagai Dasar Industri Energi Terbarukan dalam Menghadapi Daya Saing

    Teknologi Informasi Hijau sebagai Dasar Industri Energi Terbarukan dalam Menghadapi Daya Saing

    Penulis: Doni Purnama Alamsyah, Norfaridatul Akmaliah Othman, Nina Kurnia Hikmawati, Rudy Aryanto, Indriana, Satrio Matin Utomo

    DOI: 10.1109/ISITIA52817.2021.9502214

    Abstrak

    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak adaptasi teknologi yang bersumber dari eksternal perusahaan dan implementasi teknologi informasi hijau sebagai sumber internal perusahaan dalam pencapaian keunggulan kompetitif. Penelitian ini dilakukan secara kuantitatif melalui metode survei kepada 49 pimpinan perusahaan yang bergerak di bidang energi terbarukan di Indonesia. Analisis dilakukan dengan analisis regresi dan dilakukan dengan menggunakan alat analisis SmartPLS. Hipotesis penelitian diuji untuk menekankan hasil. Temuan penelitian menunjukkan bahwa teknologi yang bersumber dari eksternal perusahaan memiliki korelasi dalam pencapaian keunggulan kompetitif. Lebih lanjut, implementasi teknologi informasi hijau memainkan peran yang lebih penting dalam pencapaian kinerja bisnis melalui keunggulan kompetitif. Temuan ini tentunya bermanfaat bagi industri energi terbarukan dalam menghadapi persaingan, di mana dianjurkan untuk selalu beradaptasi dengan perubahan teknologi dan implementasinya. © 2021 IEEE.

    Kata kunci: Keunggulan Kompetitif; Teknologi Informasi Hijau; Teknologi

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85114608476

  • Pendekatan Hijau dalam Desain Sewa Rumah Susun Sederhana di Rancacili Bandung Indonesia

    Pendekatan Hijau dalam Desain Sewa Rumah Susun Sederhana di Rancacili Bandung Indonesia

    Penulis: Wanita Subadra Abioso, Gilang Budi Kusnadi

    Abstrak

    ‘Sewa Rumah Susun Sederhana’ dikenal sebagai perumahan berbiaya rendah, umumnya ditujukan untuk menampung masyarakat berpenghasilan rendah di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan proses pendekatan hijau yang diusulkan dalam desain Sewa Rumah di Rancacili, Bandung Indonesia. Mengenai bangunan hijau untuk mencapai keberlanjutan bangunan, ini merupakan isu yang menjadi perhatian dalam lingkungan binaan dan seringkali sangat mahal. Metode penelitian eksploratif dipilih untuk menguji teori hijau yang diterapkan dalam metode desain hijau yang terdiri dari perencanaan dan pemrograman, keputusan konsep desain, dan proses desain sehingga banyak aspek desain dapat memenuhi pengurangan biaya. Arsitektur hijau meminimalkan dampak buruk proyek konstruksi terhadap kesehatan manusia dan lingkungan sehingga desain harus berpendekatan hijau. Selain itu, bertujuan untuk melindungi udara, air, dan bumi dengan memilih bahan bangunan dan praktik konstruksi yang ramah lingkungan di samping aspek nonmaterial dan konstruksi. Hasil dari proses desain ini menunjukkan desain yang mempertimbangkan banyak konsep ramah lingkungan dari A sampai Z dalam prosesnya. Fokus pada penerapan sistem modular dalam banyak elemen desain, khususnya menghasilkan material tanpa limbah dapat mengurangi biaya. Diharapkan dapat mencapai harga yang terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan menengah hingga rendah. © 2021 Taylor’s University. Semua hak dilindungi undang-undang.

    Kata kunci: Pendekatan ramah lingkungan; Biaya rendah; Sistem modular; Rumah susun sederhana

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85111670170

  • Desain Mesin Pengolah Sampah Non-Organik Berbasis Panel Surya di Desa Wisata

    Desain Mesin Pengolah Sampah Non-Organik Berbasis Panel Surya di Desa Wisata

    Penulis: Eddy Soeryanto Soegoto, Theresia Valentina Lumban Gaol, Chepi Nur Albar, Natasha Puspa Dewi

    Abstrak

    Penelitian ini dilakukan untuk membantu pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) melalui pengelolaan sampah dengan mengurangi volume sampah rumah tangga dan pencemaran lingkungan. Volume sampah dikurangi dengan mendesain alat penghitung sampah menggunakan metode desain Pahl dan Beitz dan Standar Nasional Indonesia 3242:2008, yang kemudian dianalisis secara kualitatif. Menurut temuan penelitian ini, volume sampah yang dihasilkan di Desa Wisata Cibeusi selama lima tahun ke depan (2022-2026) akan mencapai 13-14 m3/orang/hari. Struktur penghancur sampah terdiri dari pintu masuk sampah, tangki sampah, rumah pisau, dan saringan sampah. Populasi di Desa Wisata Cibeusi diperhitungkan dalam analisis proyeksi volume sampah, yang disesuaikan dengan ketentuan rumus Standar Nasional Indonesia 3242:2008. Mesin penghancur sampah, di sisi lain, memiliki ukuran tangki sampah 55 cm x 52 cm x 15 cm dan didukung oleh 10 bilah pemotong berbentuk cakram dengan diameter 17 cm dan ketebalan 2 cm. Mesin ini digunakan untuk mengurangi volume tumpukan sampah dengan menghancurkan sampah menjadi potongan-potongan kecil. Diharapkan penelitian ini akan mendukung upaya masyarakat Desa Cibeusi untuk mengelola sampah secara langsung daripada bergantung pada jadwal pengangkutan sampah pemerintah untuk mempercepat dekomposisi sampah serta mengurangi polusi udara dan lingkungan yang disebabkan oleh kegiatan pembakaran dan penimbunan sampah. © School of Engineering, Taylor’s University.

    Kata kunci: Lingkungan; Mesin; SDGs; Pengelolaan sampah

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85145367244

  • Peningkatan Efisiensi Penggunaan Energi Listrik pada Motor Control Center (MCC) PLTP Menggunakan Sistem Elektronik Otomatis di PT PGE Karaha

    Peningkatan Efisiensi Penggunaan Energi Listrik pada Motor Control Center (MCC) PLTP Menggunakan Sistem Elektronik Otomatis di PT PGE Karaha

    Authors: Mansur Khudhori ; Ivany Sarief ; Hartuti Mistialustina ; Hardi Purnama Nurba ; Lilis Puspitawati ; Ketut Abimanyu Munastha

    DOI: 10.1109/TSSA59948.2023.10366992

    Abstrak:
    Upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas energi nasional melalui program peningkatan pasokan dan penghematan energi perlu didukung oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk dari sisi hulu. Penelitian ini menganalisis potensi persentase penghematan energi listrik pada sisi hulu, yaitu sektor pembangkitan. Kajian ini membahas potensi penghematan pemakaian sendiri energi listrik (own use) pada PLTP Karaha Unit 1 milik Pertamina Geothermal Energy yang berlokasi di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Dalam mendukung operasional PLTP Karaha Unit 1, diperlukan kegiatan patrol check yang berfungsi untuk memantau kondisi peralatan pembangkit guna memastikan bahwa peralatan pendukung generator berada dalam kondisi optimal. Namun, pada praktiknya, setelah kegiatan patrol check selesai, lampu ruangan atau pencahayaan dalam ruangan dibiarkan menyala selama 24 jam secara terus-menerus akibat desain rekayasa sistem pencahayaan pada proses EPC (Engineering, Procurement, and Construction). Oleh karena itu, dirancang suatu sistem kendali untuk mengoperasikan pencahayaan dalam ruangan secara otomatis dengan memanfaatkan sensor Passive Infra-Red (PIR) dan modul Arduino ATMega 2560. Pemrograman pada Arduino dilakukan menggunakan aplikasi Arduino IDE. Pada aplikasi tersebut ditampilkan program inisialisasi pustaka sensor serta inisialisasi pin yang digunakan pada Arduino. Program yang dikembangkan berfungsi untuk mengendalikan kondisi hidup-mati lampu (On-Off), menampilkan informasi pada layar LCD yang mencakup jumlah orang yang memasuki ruang MCC, durasi lampu menyala, serta total energi listrik dalam satuan kWh. Dengan penerapan metode ini, diharapkan dapat menjadi solusi dalam penghematan penggunaan energi listrik untuk pencahayaan dalam ruangan. © 2023 IEEE.

    Kata Kunci Penulis:
    Arduino ATMega 2560; Pencahayaan dalam ruangan; Pemakaian sendiri (own use); Sensor PIR; PLTP

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85182733303?

  • Tinjauan Komprehensif terhadap COBIT dan ISO 27001: Pendekatan dalam Audit Credit Bureau Automation System (CBAS) di PT XYZ

    Tinjauan Komprehensif terhadap COBIT dan ISO 27001: Pendekatan dalam Audit Credit Bureau Automation System (CBAS) di PT XYZ

    Penulis: Reyhan Syafier Al Hadad ; Hanhan Maulana

    DOI: 10.1109/ICSPIS59665.2023.10402713

    Abstrak:
    Penelitian ini mengevaluasi, membandingkan, dan membahas pendekatan COBIT dan ISO 27001 dalam melakukan audit terhadap Credit Bureau Automation System (CBAS) di PT XYZ. Penulis menggunakan analisis komparatif kualitatif untuk menelusuri serta mensintesis informasi kualitatif yang bersumber dari literatur ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ISO 27001 lebih sesuai untuk audit CBAS karena memiliki fokus yang kuat pada keamanan informasi dan manajemen risiko, serta fleksibilitas dalam penyesuaian terhadap kebutuhan klien. Sebaliknya, COBIT memiliki cakupan yang lebih umum dan mencakup topik teknologi informasi yang lebih luas. Meskipun demikian, penulis menyarankan bahwa kedua kerangka kerja tersebut dapat saling melengkapi dalam proses audit, bergantung pada kebutuhan spesifik organisasi.

    Penelitian ini juga menyoroti keunggulan COBIT, antara lain kerangka kerja yang komprehensif yang memungkinkan organisasi mencapai tujuan dalam tata kelola dan manajemen teknologi informasi perusahaan. Selain itu, penelitian ini mengusulkan sistem audit kematangan manajemen risiko TI yang disederhanakan berdasarkan COBIT 5 for Risk untuk mengevaluasi tingkat kematangan manajemen risiko TI dalam suatu organisasi. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan wawasan yang bernilai mengenai penerapan COBIT dan ISO 27001 dalam audit CBAS serta menawarkan rekomendasi bagi organisasi untuk meningkatkan praktik tata kelola dan manajemen risiko teknologi informasinya. © 2023 IEEE.

    Kata Kunci Penulis:
    Audit; COBIT; Credit Bureau Automation System (CBAS); ISO 27001; Manajemen risiko

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85184851519?

  • Arsitektur Rumah Cerdas untuk Konservasi Energi dan Pengelolaan Berbagai Sumber Energi

    Arsitektur Rumah Cerdas untuk Konservasi Energi dan Pengelolaan Berbagai Sumber Energi

    Penulis: Indra Kurniawan ; Irfan Dwiguna Sumitra

    DOI: 10.37934/araset.31.2.101116

    Abstrak:
    Arsitektur rumah cerdas telah banyak diterapkan dalam upaya konservasi energi melalui peningkatan pengendalian dan pemantauan penggunaan energi. Upaya konservasi energi dapat dilakukan dengan mengendalikan konsumsi energi serta mengakomodasi sumber energi lain yang ramah lingkungan atau terbarukan. Saat ini, sumber energi terbarukan dapat dibangun dengan relatif cepat dan terjangkau, misalnya panel surya. Penelitian ini bertujuan untuk membangun arsitektur rumah cerdas yang mengutamakan konservasi energi dan pengelolaan berbagai sumber energi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penerapan model Fuzzy Multi-Criteria Decision Making dan Artificial Neural Network yang diimplementasikan pada sistem Single Board Computer dan ESP8266 dengan konsep Internet of Things. Hasil penelitian ini berupa arsitektur perangkat keras yang cerdas serta sistem perangkat lunak yang dapat dikendalikan melalui smartphone atau PC untuk mendukung upaya penghematan energi, meningkatkan kesadaran terhadap penggunaan energi, serta mengelola berbagai sumber energi yang terjangkau dan mudah diterapkan di lingkungan rumah tangga. © 2023, Penerbit Akademia Baru. Seluruh hak cipta dilindungi.

    Kata Kunci Penulis:
    Jaringan Saraf Tiruan; konservasi energi; ESP8266; Fuzzy Multi-Criteria Decision Making; Internet of Things; pengelolaan berbagai sumber energi; rumah cerdas

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85168135926?

  • Model Sistem Rekomendasi Warna Lipstik Berbasis Augmented Reality untuk Membantu Mencegah Penyebaran COVID-19

    Model Sistem Rekomendasi Warna Lipstik Berbasis Augmented Reality untuk Membantu Mencegah Penyebaran COVID-19

    Penulis: Agustia R.D. ; Bryllyantri A.

    DOI: 10.1063/5.0128549

    Abstrak:
    Penelitian ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi warna lipstik berdasarkan teori warna analog. Warna lipstik yang direkomendasikan ditentukan berdasarkan warna rona kulit (skin tone) pengguna, dengan area warna kulit yang diambil berasal dari warna kulit bibir. Metode facial landmark detection digunakan untuk mendeteksi posisi bibir pengguna, sehingga hasil rekomendasi warna lipstik dapat ditampilkan dalam bentuk augmented reality. Untuk mengetahui produk lipstik yang dijadikan dasar dalam rekomendasi warna lipstik, kuesioner disebarkan kepada 100 responden perempuan menggunakan teknik random sampling, kemudian data disortir untuk memperoleh tiga produk lipstik yang paling banyak digunakan oleh responden perempuan di Indonesia. Berdasarkan hasil kuesioner, produk yang paling banyak digunakan oleh responden adalah Wardah, Make Over, dan Emina. Hasil dari penelitian ini berupa model sistem rekomendasi warna lipstik berdasarkan warna rona kulit pengguna dengan menggunakan metode augmented reality dan facial landmark detection. Berdasarkan pengujian kinerja, sistem deteksi dapat berjalan dengan baik dengan kriteria wajah menghadap ke kamera dengan sudut kemiringan 0°–45°, jarak optimal antara kamera dan wajah sebesar 20–80 cm, serta pencahayaan optimal menggunakan lampu pijar 40 W atau lampu fluoresen 8–23 W. Pada masa pandemi COVID-19, penggunaan sampel produk lipstik secara bersamaan dapat meningkatkan risiko penularan COVID-19, sehingga sistem rekomendasi warna lipstik ini dapat menjadi alternatif untuk membantu mencegah penyebaran COVID-19. © 2023 Penulis.

    Kata Kunci Penulis:
    Augmented reality; sistem rekomendasi warna lipstik

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85177603924?

  • Kontrol PID yang Dioptimalkan untuk Peningkatan Kinerja Sistem Electric Power Steering

    Kontrol PID yang Dioptimalkan untuk Peningkatan Kinerja Sistem Electric Power Steering

    Penulis: Rodi Hartono ; Hyun Rok Cha ; Kyoo Jae Shin

    DOI: 10.1109/INCITEST64888.2024.11121507

    Abstrak:
    Penelitian ini mengkaji penerapan pengendali Proportional–Integral–Derivative (PID) untuk mengendalikan sistem Electric Power Steering (EPS) yang dilengkapi dengan motor Brushless Direct Current (BLDC). EPS merupakan teknologi otomotif canggih yang berfungsi membantu pengemudi dengan mengurangi usaha fisik yang diperlukan dalam mengemudikan kendaraan serta memungkinkan pengendalian kemudi secara presisi berbasis komputer pada kendaraan otonom. Sistem EPS menawarkan berbagai keunggulan dibandingkan sistem hidraulik konvensional, antara lain peningkatan efisiensi energi dan presisi kemudi. Meskipun sistem EPS memiliki tantangan akibat karakteristik nonliniernya, penelitian ini memfokuskan kajian pada rentang operasi linier, di mana kesederhanaan dan efektivitas pengendali PID dapat dimanfaatkan secara optimal. Melalui optimasi parameter PID, pengendali mampu mencapai pelacakan yang presisi, respons transien yang cepat, serta galat keadaan tunak yang minimal. Evaluasi kinerja dengan target sudut ±10° menunjukkan waktu naik sebesar 0,155 detik, waktu penetapan sebesar 0,307 detik, dan overshoot sebesar 3,6% untuk target +10°, serta waktu naik sebesar 0,155 detik, waktu penetapan sebesar 0,310 detik, dan overshoot sebesar 3,3% untuk target −10°. Hasil ini menunjukkan bahwa pengendali PID memiliki kemampuan untuk memberikan pengendalian yang konsisten dan akurat pada sistem EPS, khususnya ketika beroperasi dalam rentang liniernya. © 2024 IEEE.

    Kata Kunci Penulis:
    electric power steering; rentang operasi linier; karakteristik nonlinier; pengendali PID; presisi kemudi

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/105015855979?

  • Implementasi Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro di Daerah Terpencil dan Tertinggal

    Implementasi Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro di Daerah Terpencil dan Tertinggal

    Penulis: Herry Saputra ; Alfi Nurakbar ; Hendri Praminiarto ; Agus Mulyadi ; Dedi S. Soegoto

    DOI: –

    Abstrak:
    Energi listrik merupakan elemen vital bagi masyarakat Indonesia. Namun demikian, di wilayah terdepan, tertinggal, dan terpencil, akses terhadap listrik masih belum merata. Oleh karena itu, diperlukan solusi yang tepat untuk mengatasi keterbatasan pasokan energi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk membangun pembangkit listrik tenaga mikrohidro dengan memanfaatkan aliran sungai yang telah tersedia. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif, sedangkan analisis kinerja peralatan dilakukan menggunakan metode fuzzy time series. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi mikrohidro mampu menghasilkan daya hingga 40 kW dengan menggunakan empat unit generator, dengan ketergantungan pada debit aliran sungai minimum sebesar 60 liter per detik. Sistem ini dapat memenuhi kebutuhan listrik sebanyak 72 rumah tangga dengan masa operasional hingga 15 tahun. Konsep utama yang diterapkan adalah pemanfaatan aliran sungai untuk menggerakkan turbin sehingga menghasilkan energi listrik. Dengan demikian, pemerintah dapat meminimalkan biaya pengembangan listrik yang selama ini bergantung pada pusat-pusat perkotaan besar. Pada akhirnya, teknologi pembangkit listrik tenaga mikrohidro menjadi solusi bagi wilayah terdepan, terpencil, dan tertinggal dalam menyediakan akses listrik dan penerangan, serta mendukung pemenuhan kebutuhan hidup masyarakat. © 2024 Taylor’s University. All rights reserved.

    Kata Kunci Penulis:
    Energi listrik; Fuzzy time series; Pembangkit listrik tenaga mikrohidro

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85184612265?